DANPOS TNI AL Paloh Memeriksa Alat Keselamatan Kapal Nelayan

hamparan.info – Pos TNI AL (Posal) Paloh Lantamal XII Pontianak melaksanakan pemeriksaan alat keselamatan kapal nelayan transportasi masyarakat di Kecamatan Paloh kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Masyarakat yang berada di Kecamatan Paloh sangat memerlukan transportasi perahu atau kapal nelayan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pentingnya transportasi sungai sehari hari untuk menyebrang dari pelabuhan merbau menuju ke sungai tengah.

Masyarakat setempat sangat di untungkan dengan adanya perahu nelayan dengan rute merbau ke sungai tengah yang sehari-harinya sebagai sarana trasnportasi masyarakat, setempat menuju ke sungai tengah, bila di lalui jalur darat akan menempuh waktu yg cukup lama.

Pemeriksaan kapal nelayan tidak semata hanya tertuju pada alat tangkap saja melainkan pemeriksaan pada alat keselamatan/alat pelampung(life jaket), kotak P3K, alat komuniksi/pesawat radio, jumlah muatan penumpang sesuai kapasitas GT kapal dan menghitung jumlah ABK kapal.

Tujuan dilaksanakannya pemeriksaan kapal di dermaga merbau Kecamatan Paloh agar para nahkoda atau pemilik kapal meneliti kembali perlengkapan kapal yang harus di bawa jika masih ditemukan kekurangan perlengkapan kapal maka para nahkoda atau pemilik kapal masih bisa melengkapi dan memperbaiki kekurangannya sebelum berangkat

Dikutip dalam keterangan reseminya, Dinas Penerangan Lantamal XII Pontianak,
dalam pelaksanaannya Danpos TNI AL Paloh Letda Laut (KH) Romadhon, berupaya dengan cara Pendekatan dan komunikasi sosial.

“Kontak person dengan masyarakat nelayan secara langsung dengan memberikan pembinaan, menyampaikan pesan dan informasi kepada nahkoda kapal nelayan agar dalam melayani transportas jalur sungai kepada masyarakat setempat memenuhi standart transportasi keamanan penumpang sehingga pengguna transportasi merasa nyaman,”.

Pelindungan dan Penempatan Pekerja Migran Indonesia

hamparan.info – Kabupaten Sambas, menjadi daerah pengirim pekerja migran Indonesia (PMI) paling tinggi di antara kabupaten lainnya di Kalimantan Barat dengan angka 670 orang. Data ini diperoleh dari BP3TKI Pontianak pada tahun 2017. Sejak periode Januari hingga Maret 2018 jumlah PMI yang berangkat ke luar negeri asal Kab. Sambas mencapai 336 orang.

Terkait tingginya angka tersebut, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) melalui Direktorat Sosialisasi dan Kelembagaan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sambas mengadakan sosialisasi penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia di aula utama Kantor Bupati Sambas, Senin, 9 April 2018.

Sosialisasi ini mengusung tema ‘Peran Serta Pemerintah Daerah Dalam Keberhasilan Program Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili, membuka sekaligus memberikan sambutan di hadapan seluruh kepala desa di Kabupaten Sambas.

“Agar para pejabat publik terkait penempatan dan pelindungan PMI memudahkan proses admnistrasi PMI. Beri pelayanan terbaik untuk pahlawan kita, layani mereka bak pahlawan,” ujar Atbah Romin.

Ia tidak ingin mendengar PMI asal Kabupaten Sambas gugur terdampar di luar negeri apalagi dengan status non prosedural. “Kalau tercatat secara resmi tentu pemerintah akan semaksimal mungkin memberikan perlindungan,” kata dia.

Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI, Teguh Hendro Cahyono selaku keynote speaker dalam sosialisasi ini mengatakan pentingnya peran desa dalam penempatan dan pelindungan PMI ke luar negeri dari sebelum keberangkatan hingga pulang kembali ke daerah asal. Teguh juga meminta peran serta kepala desa sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk mengintensifkan sosialisasi.

“Membangun basis data calon PMI, memfasilitasi proses kelengkapan dokumen PMI, pemantauan pemberangkatan dan pemulangan PMI serta pemberdayaan PMI setelah kembali ke daerah asalnya,” ucap Teguh Hendro Cahyono.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sambas, Zaenal Abidin, menyatakan bahwa sangat penting untuk menyimak penjelasan akan kewenangan yg dimiliki pemerintah desa pada sosialisasi ini mengingat Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia telah mengamanatkan kewenangan yang besar bagi pemerintah desa sehingga seyogyanya pemerintah desa menjalankan dengan baik kewenangan tersebut.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif perihal penempatan dan pelindungan PMI ke luar negeri kepada segenap jajaran pemerintah tingkat desa untuk selanjutnya bisa disampaikan ke masyarakatnya di tingkat dusun maupun RT/RW. Sehingga nantinya diharapkan akan timbul pemahaman yang jelas dan sesuai dengan prosedur penempatan dan pelindungan PMI ke luar negeri serta meningkatkan peran desa dalam penempatan dan pelindungan PMI pra keberangkatan.

Meningkatkan Kemampuan Analisis Para Pasis

hamparan.info– Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi melaksanakan ramah tamah bersama 34 Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) dan 2 Koodinator Lapangan serta 2 Perwira Penuntun, di Aula Makodam XII/Tanjungpura. Dalam kesempatan tersebut, Panglima Kodam XII/Tanjungpura memaparkan pentingnya para siswa Seskoad mengenali Kuliah Kerja Lapangan Dalam Negeri (KKLDN), Wilayah Pertahanan (Wilhan) dan Pembinaan Satuan (Binsat).

Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi menyampaikan, bahwa kegiatan Perwira Siswa untuk meningkatkan kemampuan analisis para Pasis yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian serta mampu melaksanakan aplikasi Binsat dihadapkan dengan kondisi sarana dan prasarana satuan serta pemberdayaan wilayah pertahanan di Kalimantan Barat.

“KKLDN Wilhan dan Binsat ini, penting bagi Pasis untuk dilaksanakan, karena dengan KKLDN, akan diperoleh pengetahuan secara aplikatif di lapangan,” kata dia.

Dia memberikan gambaran kepada Pasis, dimana Kodam XII/Tanjungpura memiliki wilayah teritorial yang mencakup dua provinsi yaitu Provinsi Kalimantan Barat dan Provinsi Kalimantan Tengah. Di wilayah Provinsi Kalimantan Barat terdapat Korem 121/Abw, dan secara geografis berbatasan dengan Malaysia mempunyai garis batas sepanjang ± 966 Km. Dan Pasis akan melaksanakan KKLDN di Satuan Batalyon Kavaleri 12/Beruang Cakti dan Batalyon Zipur 6/Satya Digdaya.

Dengan gambaran wilayah Kodam XII/Tanjungpura, jadikan sebagai acuan untuk melaksanakan tugas KKLDN dengan memanfaatkan waktu dimulai dari tanggla 8 hingga 10 April 2018 kedepan untuk menjalankan tugas pengabdian kepada Bangsa dan Negara.

Sumpah Prajurit Tamtama TNI AD

hamparan.info – Menjadi seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) merupakan suatu kehormatan sekaligus kebanggaan. Karena mendapat kemampuan teknis kemiliteran yang tidak dimiliki oleh semua orang bahkan taruhan jiwa raga untuk menjaga tetap tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi pada amanat penutupan pendidikan pertama Tamtama TNI AD gelombang II Tahun Anggaran 2017 (OV), yang dibacakan oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) XII/Tanjungpura Brigadir Jenderal TNI Sulaiman Agusto, sebagai Irup, dilaksanakan di Lapangan Sapta Marga, Rindam XII/Tanjungpura, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Sabtu (7/4/2018).

Dia menyampaikan, bahwa sebanyak 365 prajurit yang baru dilantik dan disumpah telah dididik selama 20 bulan dengan berbagai macam materi kemiliteran yang diberikan diantaranya, bidang sikap dan perilaku, pengetahuan dan keterampilan, meliputi dasar keprajuritan untuk golongan tamtama serta memiliki jasmani yang samapta.

Dia menegaskan, bahwa sebagai prajurit TNI AD dituntut agar dapat menyesuaikan diri dengan alam pikiran dan kehidupan prajurit, yaitu dengan cara senantiasa menunjukkan sikap dan perilaku yang berpedoman kepada nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.

“Pegang teguh dan dijadikan sebagai landasan moral dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara yang kita cintai, sehingga dalam pengabdian dimanapun bertugas dan berada selalu dalam koridor sebagai Prajurit TNI AD yang dapat dibanggakan dan menjadi tauladan bagi masyarakat sekitarnya,” tegasnya.

Ia mengingatkan kepada seluruh Prajurit Dua yang baru dilatik, bahwa seluruhnya akan menempuh pendidikan lanjutan tahap II di kecabangan masing-masing. Namun bagi Prajurit yang masuk dikecabangan Infanteri akan melaksanakan pendidikan di Rindam XII/Tanjungpura, sedangkan untuk kecabangan non Infanteri akan melanjutkan pendidikan tahap II di Pusdik sesuai kecabangannya.

“Jaga fisik dan siapkan mental agar dapat mengikuti pendidikan tahap II dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan dan dibanggakan oleh keluarga, masyarakat serta bangsa dan negara,” ucapnya menegaskan.

Dia menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kerja keras dalam menyelenggarakan pendidikan kepada Danrindam XII/Tanjungpura beserta staf, para Guru Militer dan para Pelatih. Juga harus adakan evaluasi dan kaji ulang secara mendalam terhadap penyelenggaraan pendidikan ini, agar segala kekurangan dapat disempurnakan pada penyelenggaraan pendidikan berikutnya.

Tingkatkan Motivasi Emosional dan Spriritual

hamparan.info-Jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Barat terus menerus meningkatkan sumber daya manusia. Caranya adalah melalui sentuhan ESQ dengan memantapkan komitmen, integritas dan kapasitas para penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Khusus.

Di tengah kesibukanya sebagai Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, memberikan perhatian khusus kepada penyidik di internal jajaranya.

Hari ini, Sabtu, 7 April 2018, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono menghadirkan ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar Agustian. Tujuanya adalah untuk memberikan pelatihan sekaligus penandatanganan MOU kerjasama antara ESQ leadership centre dengan Polda Kalimantan Barat. Kegiatan itu berlangsung di Graha Khatulistiwa Polda Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, No.1, Kota Pontianak.

Hadir dalam kegiatan ini adalah General Manager PLN wilayah Kalbar, Kepala OJK Kalbar, KaKanwil Kementerian agama Kalbar, Dirut PDAM Ponyianak, General manager angkasa pura kalbar, Direktur PRPN XII Kalbar, kepala kantor wilayah Auto 2000 Kalbar, Rektor Untan Pontianak, Para pejabat utama Polda Kalbar, Perwakilan ibu bhayangkari Polda Kalbar, dan para Penyidik Polda Kalbar.

Dalam acara training ESQ character building ini, Kapolda Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, menyampaikan bahwa training ini merupakan momen yang sangat penting. Sebab, hal ini dalam upaya untuk dapat memahami pentingnya motivasi emosional dan spiritual.

“Khususnya dalam pelaksanaan tugas kita selama ini. Ke depan diharapkan kinerja kita akan semakin profesional dan berkompetensi serta tetap eksis sebagai salah satu fungsi pemerintahan. Alat negara yang memiliki tugas pokok memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat sebagaimana amanat undang-undang,” kata dia.

Dia melihat pada training ini dilandasi oleh dua point kunci yaitu ESQ dan Character building. Satu sama lain saling mempengaruhi di mana dengan pendekatan kecerdasan emosi. Spiritual akan memfokuskan pada kesadaran dalam membangun suatu karakter yang tangguh dalam berpikir, berperilaku dan dalam meningkatkan kinerja yang lebih produktif.

Polda kalbar saat ini sedang melaksanakan tahapan kedua program 100 hari kerja yang merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan polri yang profesional, modern dan terpercaya atau kita kenal dengan istilah promoter. Kegiatan training ESQ character building ini adalah langkah penting dalam meletakkan dasar perubahan mind set dan culture set bagi seluruh personel Polda Kalbar sebagaimana digariskan dalam program ketiga yaitu ”Meningkatkan kualitas pelayanan dan kultur kepolisian guna semakin menambah kepercayaan publik secara berkelanjutan”

Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Polri sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat berkewajiban melayani setiap warga negara dan penduduk untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dalam kerangka pengayoman publik yang merupakan amanat undang undang.

Kualitas pelayanan publik yang merupakan amanat undang undang tersebut harus dilaksanakan dengan semakin baik sejalan dengan perkembangan rakyat yang semakin cerdas dan modern. Program dan kebijakan yang telah maupun sedang dijalankan diharapkan akan mampu meningkatkan kinerja polda kalbar khususnya fungsi reskrim yang outcome-nya bermuara pada meningkatnya public trust.

Profesionalisme dalam penyidikan menuntut penguasaan materi peraturan perundang-undangan maupun taktik dan teknis penyidikan. Akan tetapi, upaya untuk meningkatkan profesionalisme dalam penegakan hukum tersebut selain aspek Knowledge dan Skill juga harus diimbangi pada aspek Integrity agar mampu dan cerdas memajukan organisasi dan memberikan manfaat bagi terciptanya keadilan, ketertiban serta keamanan masyarakat.

Integritas yang dibarengi dengan etika kepribadian dan spiritualitas yang tinggi akan mendatangkan manfaat positif bagi masyarakat karena mampu membedakan apa yang baik dan apa yang tidak baik.

Dalam perkembangan organisasi modern personel diletakkan bukan lagi sebagai pelengkap, tetapi merupakan human capital yang menentukan tercapainya visi dan misi organisasi. Diharapkan penyidik memiliki kompetensi dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan secara ilmiah dengan dilandasi pada motivasi spiritual yang kuat dalam upaya meraih kebahagiaan yang hakiki pada setiap pribadi penyidik Polri khususnya Polda kalbar.

Kinerja penyidik Polda Kalbar sebagai ujung tombak penegakan hukum yang profesional di wilayah kalimantan barat ini merupakan prasarat terwujudnya supremasi hukum dan menjadi sorotan publik.

“Saya telah menyaksikan upaya yang sungguh-sungguh dari penyidik polda kalbar dalam memberantas berbagai kasus pencurian, perjudian, perdagangan orang, TKI illegal dan lain lain. Hal ini merupakan salah satu pencapaian yang patut untuk diapresiasi sebagai tonggak keberhasilan 100 hari kerja Kapolda Kalbar khususnya program Zero Illegal,” kata dia.

Kepada seluruh peserta training ESQ character building ini, diharapkan kesempatan ini benar – benar dapat dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya, untuk tidak hanya dapat mengasah potensi kecerdasan intelektual (IQ). Namun juga dapat mempertajam potensi emosi (EQ) dan juga melandaskan semua perilaku dengan potensi spiritual (SQ).

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Dirreskrimum, Kombes Arif Rachman atas prakarsa terselenggaranya training ESQ character building ini,” kata dia.

ESQ Leadership Centre, DR Ary Ginanjar Agustian, menjelaskan mentor hanya bisa memberikan motivasi, training dan mengajarkan nilai-nilai kebaikan.

“Slogan Polda Kalbar Berkibar sudah mendapatkan Trust dari masyarakat, Zero Tolerance dan Zero Illegal merupakan ajaran Tauhid dari ibrahim alaihi sallam. Full komintmen, Integrity dan Capacity. Menyatukan kemulian, martabat yang tak terhingga, Trust Building telah lahir di Polda Kalbar,” ujarnya.

Dia menjelaskan, tugas Polisi di zaman sekarang tantangannya tidak sama, tidak bisa lagi ditakar, berubah dengan cepat dan susah diprediksi.

“Oleh sebab itu melalui pelatihan ESQ ini, Polda Kalbar mencoba meningkatan Kapasitas dan Integritas dalam melayani masyarakat,” katanya.

Akibat Sampah Meluber, Bau, Akses Jalan Diblokir Warga

Warga blokir akses jalan di Jalan Kebangkitan Nasional, Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak.

hamparan.info – Pada Sabtu, 7 April 2018, pukul 06.30 WIB, akses jalan masuk ke lokasi tempat pembuangan akhir simpang empat Jalan Kebangkitan Nasional, RT 005 / RW 005 Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mendadak ramai. Rupanya di sana terjadi pemblokiran akses jalan menuju lokasi tempat pembuangan akhir oleh warga setempat. Itu terjadi karena warga di sana kesal.

Alasan warga melakukan pemblokiran jalan itu karena ada beberapa tuntutan yang disampaikan oleh warga kepada pemerintah setempat dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak.

Menurut warga, pembuangan sampah harus ke belakang, tidak boleh di depan terus dan jalan-jalan kembalikan ke seperti pembuangan awal. Pembersihan paret yang tercemari oleh limbah sampah harus dibersihkan setidaknya 3 bulan sekali.

Sebab di sana ada 2 paret, yaitu paret Madura, Kelurahan Batulayang dan paret Sungai Sahang yaitu paret batas Kelurahan Batulayang dan Kelurahan Siantan Hilir.

Tumpukan sampah tidak boleh terlalu tinggi sehingga bisa mengurangi bau dan harus ada penanganan pengurangan bau. Sampah yang jatuh dari mobil sampah disepanjang Jl. Kebangkitan nasional harus dibersihkan, dan mobil sampah tidak boleh membuka terpal di luar kawasan Dinas Lingkungan Hidup atau di jalan umum.

Limbah kotoran manusia tidak boleh di buang di tempat yang sudah ada sekarang ini. Mobil sampah yang bongkar malam maupan siang tidak boleh terlalu cepat di sepanjang jln kebangkitan nasional.

Parkir mobil tidak boleh di sepanjang Jalan Kebangkitan Nasional di jalan umum. Ketika ada peroyek dilingkungan TPA warga harus dilibatkan dalam pengerjaannya.Penebasan jalan di sepanjang Jalan Kebangkitan Nasionl.

Masyarakat di sekitar TPA yang terkena dampak air limbah sampah wajib diberikan air bersih gratis atau air ledeng gratis. Pembangunan Gg. Badai harus dilanjutkan pengerjaannya. Adanya pemblokiran jalan ini, maka sekitar pukul 08.00 wib dilakukan pertemuan di lokasi pemblokiran yang dihadiri oleh berbagai pihak.

Menanggapi tuntutan warga tersebut maka Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Sriyati, menyampaikan permohonan maaf. “Untuk Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak saat ini sedang melaksanakn cuti dan untuk PJS Wali Kota Pontianak sedang berada di Jakarta,” katanya.

Dia menjelaskan, adanya tuntutan warga terhadap permasalahan yang terjadi di lokasi pembuangan sampah, dia menjelaskan,” Kami dari pihak Pemerintah Kota Pontianak sudah merencanakan dan menganggarkan penataan ulang di lokasi TPA karena untuk lahan lokasi TPA seluruhnya seluas 30,9 hektare dan masih terdapat lahan kosong yang bisa kita manfaatkan,”.

Dia mengakatan, untuk diketahui saat ini sarana dan prasarana di lokasi pembuangan sampah banyak yang rusak dan tidak bisa berfungsi secara maksimal. Sehingga hal tersebut berdampak terhadap pengelolaan limbah sampah.

“Untuk kedepan, jalan akses pembuangan sampah kebelakang akan kita bangun, selain itu terkait saluran pembuangan limbah dan saluran air akan kita bangun secara bertahap karena terbatasnya anggaran yang kita miliki,” katanya.

Adanya limbah yang tercemar di Sungai Sahang dan Sungai Madura, Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, sudah melakukan upaya yaitu menaburkan obat Deogen yang berfungsi untuk menyebarkan bakteri yang berfungsi menghilangkan bau dan kuman

“Kalau belum maksimal mungkin obat deogen yang sudah kita taburkan belum sebanyak limbah yang ada,” katanya.

Sebagai informasi untuk warga bahwa dalam 1 (satu) minggu ini, perencanan pembangunan baru selesai dan apabila perencanaan pembangunan sudah selsai. Nantinya akan segera disosialisasikan ke masyarakat sekitar terkait apa-apa yang akan bangun. Berdasarkan hasil pertemuan tersebut disepakati beberapa tuntutan warga yang akan diperioritaskan sebagai berikut :

Permasalahan limbah yang tercemar ke sungai sahang dan sungai madura, karena sungai yang tercemar tersebut digunakan sehari-hari oleh masyarakat.

Pembuangan sampah yang dibuang didepan dekat dengan pemukiman warga harus segera dibuang kebelakang. Air tinja yang dibuang dilokasi TPA apabila terjadi hujan meluap dan mencemari sungai akan segera diatasi.

Sejumlah personel Unit Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Pontianak Utara, turun ke lokasi guna mengamankan kegiatan.

Kepala Unit Pembinaan Masyarakat Polsek Pontianak Utara, Inspektur Dua Polisi Suharto menjelaskan, setelah mendengarkan penjelasan dan jawaban dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, warga menyetujui untuk membuka kembali akses jalan masuk ke lokasi TPA.

“Sekitar pukul 10.00 WIB kegiatan berakhir, selama kegiatan berlangsung dilakukan pengamanan dari anggota Polsek Pontianak Utara dengan jumlah 12 personel dan Babinsa Siantan Hilir. Situasi aman dan kondusif,” kata dia.

Lebih Baik Mandi Keringat, Daripada. . .

hamparan.info- Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura menggelar Penataran Staf Perancang Latihan (SPL) Batalyon Tim Pertempuran (BTP) Tahun Anggaran 2018, dilaksanakan di Rindam XII/Tanjungpura, Kamis (5/4/2018). Irup pada upacara tersebut Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Khairul Anwar M juga selaku Pimpinan Umum Penataran.

Dalam amanat Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi yang dibacakan oleh Danrindam XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Khairul Anwar mengatakan, penataran untuk memberikan kemampuan bagi peserta dalam menyelenggarakan dan merancang suatu latihan, khususnya tentang teknik dan taktik pertempuran masing-masing kecabangan dalam rangka membentuk latihan satuan yang diorganisir sebagai Batalyon Tim Pertempuran dalam tugas-tugas operasi dengan memadukan kerja sama antar kecabangan yang berkesinambungan guna mendukung manuver lapangan satuan Batalyon Infanteri (Yonif) dalam bentuk latihan Batalyon Tim Pertempuran.

Selain itu, dalam amanatnya Panglima Kodam XII/Tanjungpura menyampaikan, bahwa kegiatan penataran adalah untuk meningkatkan kemampuan para penyelenggara latihan, khususnya dalam perencanaan latihan BTP di wilayah Kodam XII/Tanjungpura. Sehingga keluar dari penataran, seluruh peserta dapat menguasai manajemen latihan mulai dari tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan hingga tahap pengakhiran.

“Tentunya dalam penguasaan materi harus menguasai Cara Memberi Instruksi (CMI), mampu menyelenggarakan latihan sesuai dengan buku petunjuk teknik penyelenggaraan latihan, dan memahami tentang pengetahuan Latihan Posko II Batalyon. Juga penataran ini, agar memahami dalam menyelenggarakan teknik dan taktik pertempuran Satpur, Satbanpur dan Satbanmin dalam BTP serta mampu menyelenggarakan aplikasi BTP dengan baik dan benar,” katanya.

Dia mengatakan, bahwa penataran dilaksanakan selama 21 hari, dimulai hari ini, Kamis 5 hingga 26 April 2018 kedepan diikuti 40 personel terdiri dari Perwira dan Bintara jajaran Kodam XII/Tanjungpura. Para petatar dibekali ilmu baik berupa pelajaran teori maupun praktek yang berkaitan dengan aplikasi teknik penyelenggaraan latihan.

Dia berpesan kepada Danrindam XII/Tanjungpura, para Guru Militer dan kepada para Pelatih di lapangan agar melaksanakan setiap tugas yang dipercayakan laksanakan secara sungguh-sungguh, mengikuti pedoman operasional pendidikan yang berlaku, baik dalam pelaksanaan pelajaran teori maupun praktek dan dapat diaplikasikan sesuai keadaan sebenarnya.

Usai melaksanakan upacara para peserta menerima jam Komandan dari Pimpinan Umum Penataran Kolonel Infanteri Khairul Anwar M. Dalam arahannya menyampaikan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan selama 21 hari bila ada materi belum dipahami langsung bertanya pada kegiatan tersebut.

“Bila saat menerima pelajaran belum paham agar ditanyakan langsung kepada para pelatih atau gumil selaku pemangku materi. Sehingga, setelah kembalinya kesatuan masing-masing mampu menyelenggarakan latihan setingkat Batalyon yang diperkuat oleh unsur Satbanpur dan Satbanmin,” katanya.

Kodam XII/Tanjungpura tidak lama lagi pada TW III Tahun 2018, akan melaksanakan latihan BTP Yonif 643/Wanara Sakti. Jadi Gumil dan Pelatihnya para peserta yang ikut sekarang ini akan dilibatkan sesuai dengan kecabangan masing-masing.

Danrindam XII/Tanjungpura selanjutnya menegaskan, latihan merupakan kesejahteraan yang hakiki bagi seorang prajurit. Tidak ada prajurit yang hebat, yang ada adalah prajurit yang terlatih, tanpa latihan, seorang prajurit tidak akan memiliki militansi dan professional dibidangnya.

“Lebih baik mandi keringat di medan latihan, daripada mandi darah di medan pertempuran. Lebih baik mandi keringat pada saat latihan, daripada menangis pada saat pertandingan,” katanya.

Dia mengatakan, perang konvesional juga sudah tidak lagi sesuai dengan cara berkehidupan manusia pada saat ini. Hal ini, yang dilakukan yakni dengan cara perang lainnya seperti, Proxy War. Proxy memiliki arti dalam bahasa Indonesia yaitu proksi yang jika diartikan bisa menjadi wakil. Jadi proxy war memiliki arti perang wakil atau perang yang diwakili. Jadi proxy war merupakan sebuah perang dimana pemeran utamanya tidak menggunakan kekuatannya sendiri untuk menyerang musuhnya melainkan mereka menggunakan wakil atau kaki tangannya.

“Sifat dan karakteristik perang telah berubah seiring berkembangnya tekhnologi dan kepintaran umat manusia. Kemungkinan terjadinya perang secara langsung pada jaman ini sangat kecil. Dikarenakan adanya hukum HAM. Namun, dikarenakan adanya tuntutan atau keinginan maka munculah perang-perang jenis baru. Seperti Perang Asimetris, Perang Hibrida, dan Perang Proxy. Akan tetapi perang konvensional harus perlu dipahami juga, karena negara-negara Timur Tengah perang Konvensional masih tetap berlangsung,” katanya.

Dia berharap, para Petatar Penataran SPL BTP dalam OLI (Operasi Lawan Insurjen) TA. 2018. “Setelah penataran ini selesai, jadilah seorang perancang latihan yang mempunyai visi dan misi yang jelas, yakni untuk meningkatkan kemampuan prajurit TNI AD khususnya prajurit Kodam XII/Tanjungpura yang mempunyai kemampuan bertempur di hutan, di gunung, di pemukiman dan segala medan pertempuran, serta mempunyai kemampuan mengusir dan menghancurkan insurjen atau orang-orang yang ingin menghancurkan keutuhan NKRI,” kata dia.

Enam Personel Pendam Naik Pangkat

hamparan.info – Enam personel Penerangan Kodam XII/Tanjungpura pada periode April 2018 telah dinaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi. Demikian dikatakan Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Tri Rana Subekti, pada saat memimpin syukuran kenaikan pangkat anggotanya, yang didampingi oleh Ketua Persit Ranting 3 Penerangan, Cabang 1 Sinteldam PD XII/Tanjungpura Nyonya Yani Tri Rana Subekti, hadir seluruh prajurit dan anggota Persit Ranting 3 Penerangan serta puluhan berbagai media di Media Centre Kodam XII/Tanjungpura, Jalan Teuku Umar No. 47 Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/4/2018) malam.

“Kenaikan pangkat tersebut diantanya dua Perwira Pertama menjadi Perwira Menengah yaitu Mayor Arh Subur Harsono dan Mayor Arh Ahmad Yani, satu Bintara Tinggi semula berpangkat Pembantu Letnan Dua (Pelda) menjadi Pembantu Letnan Satu (Peltu) yaitu Peltu (K) Fourida Wati, dan dua Bintara adalah Serka Yusuf dan Sertu Irfan serta satu PNS semula golongan Pengatur Muda Tk. I II/b menjadi II/c yaitu PNS Lilis Liana,” kata Tri Rana Subekti.

Dia menyampaikan kepada anggota yang telah diberi anugrah kenaikan pangkat lebih tinggi dari sebelumnya. Dengan kenaikan pangkat patut bersyukur dan diharapkan lebih semangat dalam kinerja, semangat juga untuk menambah pengalaman, apalagi yang dinaikan dari Perwira Pertama menjadi pindah golongan menjadi Perwira Menengah.

“Perwira Menengah ini, sudah matang dan sudah syarat dengan pengalaman dan harus mampu berkoordinasi lebih baik,” katanya.

Dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota dan Ibu-ibu Persit serta kepada para awak media atas doa dan kerjasamanya. Karena atas doanya, dibulan April 2018 ini akan mengikuti pendidikan Sesko TNI yang akan dilaksanakan selama tujuh bulan kedepan.

“Jadi tidak lama lagi, jabatan Kapendam XII/Tanjungpura akan diserah terimakan kepada pengganti yang baru seperti sebagaimana mestinya dilakukan serah terima jabatan dari pejabat lama kepada pejabat pengganti,” katanya.

Sebelum dia memberikan sambutan, seluruh yang hadir bersama para awak media melaksanakan Doa dan membacakan Surat Yasin bersama dipimpin oleh Kapten Cpl Slamet dari Bintaldam XII/Tanjungpura.

Sigap Menjawab Tuntutan Tugas Jelang Pilkada Serentak

hamparan.info – Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura menggelar Mobile Training Team (MTT) Pengetahuan Dasar Intel Bagi Bintara Intelijen dan Babinsa Tahun Anggaran 2018 jajaran Kodam XII/Tanjungpura diikuti sebanyak 152 peserta. Kegiatan itu digelar di Aula Saidi, Markas Perbekalan dan Angkutan Daerah Militer XII/Tanjungpura, Jalan Adi Sucipto, Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (3/4/2018).

Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Intelijen Kasdam XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Hendri Sembiring mengatakan, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika kehidupan yang semakin kompleks pada saat ini, dunia intelijen terus bergerak dan berubah dengan cepat.

“Perubahan kehidupan sosial yang membawa dampak positif dan negatif mengandung konsekuensi. Bahwa, aparat intelijen harus selalu peka mengikuti setiap pergeseran pola interaksi sekecil apapun dan sigap menjawab tuntutan tugas dengan aktif mengembangkan potensi serta kualitas diri,” ujarnya.

Dijelaskan, kegiatan MTT sangatlah penting, terutama dalam menyikapi perkembangan situasi dalam menghadapi Pilkada tahun 2018 dan perkembangan situasi nasional kedepan. Hal ini, untuk memperkuat kemampuan deteksi dini, cegah dini dan ketajaman analisis terhadap situasi yang berkembang di masyarakat.

“Jadi, aparat intelijen harus mampu menyajikan data intelijen yang tepat dan valid, sehingga pimpinan dapat segera mengambil langkah yang tepat menghadapi segala bentuk ancaman yang akan terjadi,” ucapnya.

Sementara itu, aparat intelijen harus memiliki peran sebagai pengumpul keterangan yang memiliki tanggung jawab untuk melaporkan dalam setiap perkembangan situasi yang terjadi dilingkungannya. Semakin akurat informasi dan semakin dini penyampaiannya, maka semakin besar manfaatnya bagi pimpinan untuk mengambil keputusan.

“Untuk aparat intelijen, harus peka dan cepat berikan informasi yang akurat kepada pimpinan tidak ada kata terlambat, karena bila ada keterlambatan berakibat fatal,” ucapnya menegaskan. (HI-008)

Silahturahmi, Setelah Puluhan Tahun Tak Bertemu

hamparan.info- Di tengah kesibukanya sebagai kepala kepolisian, tak menyurutkan pria berbadan tegap, gagah ini lupa akan sekolahnya. Sekolah itu jauh dari pusat ibu kota provinsi.

SDN 3 Singkawang. Itulah nama sekolah dulu Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono menimba ilmu. Tiada yang mengira. Bahwa jenderal bintang ini dua akan menjadi orang nomor satu di Kepolisian Daerah Kalimantan Barat.

Lelaki kelahiran Sambas, 2 Maret 1962, ini mengaku sudah puluhan tahun tidak pernah bertemu kawan sejawatnya. Maka dari itu, ia menyempatkan waktu senggang berjumpa. Acara itu dikemas dalam silaturahmi.

“Bangun silahturahmi setelah 44 tahun tak bertemu,” tutur Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono mengawali cerita.

Didi Haryono menjelaskan adanya reuni bersama teman masa kecilnya sewaktu masih di SDN 3 Singkawang sebagai ajang menjalin kekeluargaan. Walaupun, ia super sibuk sebagai orang nomor satu di Kepolisan Daerah Kalimantan Barat.

Adapun tema reuni ini adalah “Malam Tumpahan Salok 44 Tahun”. Kegiatan silaturahmi ini turut dihadiri oleh lima orang guru yang pernah mengajar Didi Haryono. Selain itu, ada 41 teman sekolah dasar, sewaktu kecil Didi Haryono.

“Silahturami merupakan konsekuensi iman kepada Alloh SWT. Dipanjangkan umur, dan diluaskan rezekinya. Masuk surga dan dijauhkan dari api neraka. Bahkan dalam hadist dijelaskan bahwa “Rahmat tidak akan turun pada kaum yang padanya terdapat orang yang memutuskan tali silahturahmi” HR Muslim,” ucap Didi Haryono, dalam sambutannya.

Canda tawa, dan penuh kekeluargaan dalam reuni itu. Semua bahagia. Reuni ini pun berjalan dengan khidmat dan lancar ini ditutup dengan makan malam dan foto bersama seluruh tamu undangan.