Video : Mengenal Pers Mahasiswa

hamparan.info – Ketua Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) WARTA IAIN Pontianak, Indah Chandika Anisyavira, menuturkan LPM WARTA adalah wadah untuk mencari ilmu dan pengalaman lapangan yang benar-benar nyata dalam hal ilmu jurnalistik pers kampus.

“Semenjak masuk ke LPM WARTA saya dituntut untuk lebih peka terhadap lingkungan. Ini membuat saya sadar bahwa perduli itu perlu,” tutur Indah Chandika Anisyavira.

Bagi dia, di LPM WARTA itulah membentuk karakter kepribadian seseorang. Itu sebabnya, dia mengajak kepada seluruh mahasiswa IAIN Pontianak, Kalimantan Barat, untuk ikut belajar bersama di LPM WARTA.

“Banyak mendapatkan informasi di dalam maupun di luar kampus yang belum tentu diketahui orang lain. Bertemu dengan orang-orang yang paham di bidang penulisan, memiliki pemikiran yang luas dengan pengalaman-pengalaman yang luar biasa,” ujar Indah Chandika Anisyavira.

Indah Chandika Anisyavira berujar,” Belum tentu semua orang bisa mendapatkan pengalaman seperti ini dan saya merasa sangat beruntung bisa bergabung dan berproses belajar bersama kawan-kawan di LPM WARTA,”.

 

 

 

Belajar Bersama Menangkal Hoaks bersama Google dan AJI

hamparan.info – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar pelatihan cara mendeteksi dan menangkal hoaks atau berita bohong, sejak 23 hingga 25 Agustus 2019 di Samarinda, Kalimantan Timur.  Puluhan jurnalis, mahasiswa, NGO, dan warga umum menjadi peserta.

“Hoaks dapat kita temukan sejak kita bangun. Saat bangun, apa yang pertama di buka? Handphone? Kita bisa menemukan banyak hoaks,” kata Trainer Google News Initiative,  Muhammad Iqbal, di Kota Samarinda, Minggu, 25 Agustus 2019.

Selain mudah di temui, hoaks juga dapat menimbulkan keresahan dan kegaduhan. Untuk itu, peserta diharap mampu mendeteksi dan menangkal hoaks yang kerap beredar di media sosial, dan dapat memberikan dampak hingga di dunia nyata. Terutama para jurnalis, agar dapat menjadi garda terdepan memverifikasi hoaks.

“Semakin kuat verifikasi yang dilakukan jurnalis, semakin minim warga terpapar hoaks, Bahkan karya jurnalistik bisa meredam segala potensi buruk dari hoaks,” ujar Sekertaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Revolusi Riza, dikutip dalam keterangan resminya.

 

 

Revo dan Iqbal memulai pemaparan dari cara mengetahui akun palsu. Peserta diberikan contoh-contoh akun palsu yang nyaris serupa dengan akun asli. Kebanyakan akun palsu menggunakan nama-nama orang yang terkenal atau memiliki pengaruh terhadap publik.

Mereka lalu menjelaskan tentang dua jenis hoaks. Yakni, misinformasi dan disinformasi. Misinformasi ialah informasi yang salah tapi dianggap benar karena ketidaktahuan. Sedangkan disinformasi adalah informasi diketahui hoaks, namun tetap sengaja disebarkan dengan tujuan tertentu. “Hoaks mudah menyebar karena banuak orang sudah memiliki “kebenaran” dalam hatinya,” kata Revo.

Para trainer juga memaparkan tentang cara memverifikasi foto dan video. Agar tidak keliru ketika mencatat lokasi dan waktu peristiwa dari hasil tangkapan kamera yang beredar. Peserta juga diarjarkan cara memverifikasi website atau domain yang sekiranya dapat dipercaya.

Tak hanya teori, peserta juga langsung diberikan soal dari materi yang telah dipaparkan untuk menguji apakah bisa mendeteksi dan menangkal hoaks.

Materi lain yang tak kalah penting ialah tentang keamanan digital. Peserta dijelaskan agar akun media sosial dan data media sosial yang dimiliki aman dari penyalahgunaan oleh pihak yang tidak diinginkan.

Di tahun ke dua ini, AJI, Google, dan Internews menargetkan 3 ribu jurnalis, mahasiswa dan kalangan umum dari puluhan kota di Indonesia mengikuti pelatihan ini. Di tahun sebelumnya, 3 ribu orang dari berbagai kalangan juga mengikuti pelatihan yang sama. Untuk kegiatan di Samarinda, pelaksana kegiatan ialah AJI Balikpapan Biro Samarinda.

 

 

 

Bupati Jarot Komitmen Bangun Rusun Seminari

hamparan.info – Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M.Med.PH bersama Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman, MM menghadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Susun Seminari Santo Yohanes Maria Vianney Keuskupan Sintang, kemarin.

Rumah Susun Seminari Santo Yohanes Maria Vianney Keuskupan Sintang ini nantinya akan menampung 168 orang mahasiswa yang akan dididik di seminari tersebut.

“Dua rusun sudah diresmikan. Rusun ini untuk asrama mahasiswa dan asrama siswa seminari, tujuannya memberi suasana belajar mengajar yang lebih baik dan dengan proses belajar mengajar yang baik, sehingga akhirnya akan melahirkan iman-imam baru yang berkualitas yang bisa melayani umat Katolik dan mewujudkan masyarakat Sintang yang religius,” ungkap Jarot pada kesempatan itu.

“Dukungan Pemerintah yaitu percepatan perizinan, akses jalan masuk dan kalau disini mereka minta pagarnya. Pemerintah pasti mendukung,” sambungnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi V DPR-RI Lasarus, S.Sos., M.Si mengatakan, adapun maksud dan tujuan proyek pembangunan Rumah Susun Seminari Santo Yohanes Maria Vianney Keuskupan Sintang yaitu kebutuhan akan rumah susun tersebut, karena keterbatasan asrama dan juga merupakan usulan dari seminari.

“Tentu tantangan ini berat bagi mereka, dampaknya hanya sedikit yang menjadi imam, selama 25 tahun hanya menghasilkan 20 orang imam,” ungkap Lasarus.

“Hadirnya tempat ini tentu menjadi jalan keluar. Harapan kita banyak imam yang dicetak dari sini, dibimbing dari awal dan sampai benar-benar menjadi imam. Tentu ini baik bagi perkembangan umat Katolik yang kekurangan imam saat ini,” sambungnya.

Direktur Rumah Susun, Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Ir. M. Hidayat, MM., pada kesempatan itu mengatakan bahwa kelembagaan pendidikan beragama dan berasrama menjadi perhatian pemerintah, seperti pondok pesantren dan seminari.

“Selama ini mereka belajar dalam kondisi asrama yang desak-desakan dan tidak layak. Ke depannya, Pemerintah tidak lagi menginginkan asrama yang kumuh. Jadi, harus bersih, kuat, dan fasilitasnya terpenuhi,” sambungnya.

Wakil Bupati Sintang, Askiman mengatakan, sesuai dengan tema HUT Kemerdekaan RI yang ke 74. Maka, pembangunan dimulai dari membangun Sumber Daya Manusia yang unggul, sehingga menuju Sintang yang lebih maju ke depan.

“Ini merupakan faktor pendorong yang luar biasa buat untuk meningkatkan SDM baik di bidang pendidikan khususnya pendidikan seminari,” ungkap Askiman pada kesempatan itu.

Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin O.F.M. Cap mengharapkan dengan adanya Rumah Susun Seminari Santo Yohanes Maria Vianney Keuskupan Sintang ini, pada akhirnya bisa melaksanakan pendidikan yang terpadu.

“Jumlah imam saat ini sangat terbatas untuk melayani seluruh umat Katolik di Sintang yang wilayahnya luas. Saya berharap kelak semakin banyak anak muda Katolik yang ingin menjadi imam dan dididik Seminari Santo Yohanes Maria Vianney Keuskupan Sintang,” tuturnya.

Turut hadir pada kegiatan ini Direktur Rumah Susun, Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Ir. M. Hidayat, MM., Wakil Ketua Komisi V DPR-RI Lasarus, S.Sos., M.Si., Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin O.F.M. Cap, unsur Forkopimda dan unsur OPD Kabupaten Sintang. (*)

Peduli Pendidikan Anak, PLN Kalbar Gelar Kegiatan PLN Mengajar

hamparan.info – PLN Unit Induk Wilayah Kalbar serahkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan senilai Rp. 52.450.000,- kepada SD Negeri 62 Kecamatan Sri Raya, Kabupaten Kuburaya. Bantuan yang berasal dari dana CSR PLN tahun 2019 tersebut diserahkan secara simbolis pada Kamis (15/8/2019).

Menurut Senior Manager SDM dan Umum PLN UIW Kalbar, Ordaia Arqam Nja’Oemar, bantuan yang diberikan merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan, khususnya pada dunia pendidikan.

“Selain menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan, kami juga melaksanakan kegiatan PLN Mengajar, dengan melibatkan Volounteer yang terdiri dari anak-anak muda PLN. Materi yang diajarkan pun seputar kelistrikan yang dikemas dalam bentuk fun games sehingga mudah dipahami oleh anak-anak sekolah dasar,” kata Arqam.

Pemberian bantuan dan program PLN Mengajar ini biasanya dilaksanakan dilingkungan proses bisnis kelistrikan yang dikelola PLN, sehingga keberadaannya benar-benar dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakat disekitarnya.

“Saya berharap, bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat bagi kemajuan proses belajar mengajar di SD Negeri 62 ini,” kata Arqam, dalam keterangan resminya.

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SD Negeri 62 Kecamatan Sei Raya, Endang Iryani mengatakan SD Negeri 62 setiap tahun ditunjuk sebagai pelaksana ujian akhir 3 sekolah, yakni SDN 37, SDN 38, dan SDN 62 sendiri. Kesulitan yang dihadapi adalah minimnya sarana dan prasarana penunjang, seperti meja dan kursi untuk siswa.
“Saya merasa terharu dan bahagia sekali, bahwa PLN telah peduli meringankan beban kami dalam melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah kami. Bantuan sarana dan prasarana sekolah ini pastinya akan sangat bermanfaat bagi proses belajar mengajar di SDN 62 ini,” ujar Endang.

SD Negeri 62 Kecamatan Sei Raya yang berdiri sejak tahun 2000 saat ini memiliki 210 orang siswa didik. Siswa yang mengikuti program PLN Mengajar berjumlah lebih kurang 70 orang terdiri dari siswa kelas 5 dan 6.
“Bantuan yang PLN berikan tentunya akan membuat anak-anak tambah semangat dalam belajar. Kami pun akan berupaya memberikan yang terbaik dalam mendidik anak-anak. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan yang telah diberikan. Dan semoga PLN semakin maju kedepannya,” tutur Endang.

 

TNI Ajari Anak Perbatasan Calistung

hamparan.info – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri Mekanis 643/Wanara Sakti, Pos Panga melaksanakan kegiatan les tambahan bagi anak-anak Dusun Panga dan Dusun Panga Bintawa, Desa Semangit, Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Kegiatan ini diikuti sebanyak 47 orang, yang terdiri dari kelas satu (1) sampai dengan kelas enam (6) Sekolah Dasar (SD).

Hal ini dikarenakan masih adanya anak-anak yang tidak bisa baca, tulis dan berhitung (Calistung) serta kurangnya kesadaran dan waktu orang tua untuk mengajari anak-anaknya karena kesibukan berladang. Juga tidak adanya Paud maupun sekolah taman kanak-kanak (TK) di Dusun Panga, sehingga anak kelas 1 belum mengenal dan mengetahui angka dan huruf.

Komandan Satgas Pamtas 643/WNS, Mayor Infanteri Dwi Agung Prihanto mengatakan, melihat kondisi nyata tersebut, Pos Panga Satgas Pamtas Yonmek 643/WNS, yang berada dekat dengan Desa Panga selain melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan juga melaksanakan kegiatan teritorial salah satunya adalah membantu masyarakat sekitar untuk mencerdaskan putra putri daerah Desa Panga dengan memberikan les tambahan. Hal ini merupakan bukti bahwa Satgas Pamtas peduli dengan masa depan anak-anak bangsa dan masa depan negara.

“Selain mengajarkan pelajaran sekolah, juga diajarkan tentang sikap disiplin dan keberanian ketika di dalam kelas agar siswa menjadi aktif di sekolah,” kata dia.

Kegiatan ini sebagai bentuk perhatian terhadap dunia pendidikan khususnya di Dusun Panga dan Dusun Panga Bintawa yang kondisi masih jauh tertinggal dari daerah lainnya. Kegiatan tersebut dimulai pukul 13.00 WIB s.d 15.00 WIB.

Agen Program KB ada di Kampus Ini?

hamparan.info – Peringatan Hari Kependudukan se-dunia yang jatuh pada 11 Juli digelar oleh seluruh civitas akademika Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat.  Mereka melakukan evaluasi kependudukan di Kalbar bersama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalbar.

Diharapkan nantinya para akademisi ini menjadi pelopor pentingnya keluarga berencana serta mengatur usia perkawinan.  Peringatan hari kependudukan se-dunia ini dipusatkan di Aula Rektor Untan membahas keragaman demografis dan pembangunan berkelanjutan di Kalbar. Sebab, ledakan penduduk perlu diwaspadai oleh Pemprov Kalbar. Caranya adalah dengan tidak henti-hentinya mengkampanyekan program keluarga berencana.

“Kualitas keluarga sangat menentukan masa depan bangsa untuk itu program keluarga berencana akan masuk dalam mata kuliah di Universitas Tanjungpura. Nantinya para mahasiswa menjadi agen perubahan dalam mengkampanyekan pentingnya keluarga yang berkualitas,” kata Pembantu Rektor 1 Universitas Tanjungpura, Aswandi.

Sementara itu, Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, H Kusmana, menyebut  saat ini Kalbar belum terlalu mengalami masalah ledakan penduduk. Namun begitu, sudah sepantasnya Pemetintah Provinsi Kalbar membuat suatu program keluarga berkualitas melalui program keluarga berencana dengan menggandeng civitas akademika Untan.

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Garut 2019-2020

hamparan.info – Universitas Garut (UNIGA) masih membuka penerimaan mahasiswa baru di periode gelombang 3 yang seleksinya akan dilaksanakan pada 27 Juli 2019.

Sebagai bahan pertimbangan kami informasikan tentang Fakultas/Program Studi yang ada di Universitas Garut. Kini Uniga telah memiliki 8 Fakultas dan 1 Program Pascasarjana dengan jumlah program studi sebanyak 25 program studi. Secara Institusi maupun Program Studi, Universitas Garut telah Terakreditasi B (Kecuali yang baru dibuka). Berikut daftar 25 program Studi, sebagai berikut :

  1. Program Pascasarjana, terdiri dari 3 (tiga) program studi
    • Ilmu Administrasi Negara (S2)
    • Manajemen Pendidikan Islam (S2)
    • Magister Manajemen (S2)
  2. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, terdiri dari 1 (satu) Program Studi
    • Ilmu Administrasi Negara (S1) dengan 3 Konsentrasi :
  • Kebijakan Publik
  • Manajemen Publik
  • Manajemen Keuangan sektor Publik
  1. Fakultas Ekonomi, terdiri dari 4 (empat) Program Studi
    • Manajamen (S1)
    • Akuntansi (S1)
    • Akuntansi (D3)
    • Pariwisata (S1)
  2. Fakultas Teknik, terdiri dari 2 (dua) Program Studi
    • Teknik Elektro (S1)
    • Teknik Telekomunikasi (D3)
  3. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) terdiri dari 3 (tiga) Program Studi
    • Farmasi (S1)
    • Kimia (S1)
    • Profesi Apoteker
  4. Fakultas Pertanian terdiri dari 4 (empat) Program Studi
    • Peternakan (S1)
    • Agroteknologi (S1)
    • Ilmu & Teknologi Pangan (S1)
    • Agribisnis (S1)
  5. Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan (FPIK), terdiri dari 6 (enam) Program Studi
    • Pendidikan Agama Islam(S1)
    • Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (S1)
    • Pendidikan Guru Sekolah Dasar(S1)
    • Pendidikan Jasmani (S1)
    • Pendidikan Fisika (S1)
    • Pendidikan IPA (S1)
  6. Fakultas Ilmu Komunikasi Terdiri dari 1 (satu ) Program Studi
    • Ilmu Komunikasi (S1) dengan 3 Konsentrasi :
  • Public Relations
  • Jurnalistik
  • Secretary Executive
  1. Fakultas Kewirausahaan (S1)
    • Kewirausahaan (S1)

Alamat Kampus :

  • Pascasarjana, Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, Fakultas Pendidikan Islam & Keguruan (FPIK) dan Fakultas Ilmu Komunikasi.Kampus Utama Jalan Samarang No. 52 A Tarogong Kaler, Hampor, Garut-Jawa Barat
  • Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik ( FISIP) Jalan Cimanuk No. 285 Tarogong Kidul – Garut
  • F-MIPA, Fakultas Teknik dan Fakultas Kewirausahaan. Jalan Jati No. 33 Tarogong Kaler – Garut

Membuka pendaftaran via online www.uniga.ac.id

Informasi Humas Uniga :
Telephone/WhatsApp : +6285223555554

Perkuat SDM dalam Pengoperasian WTA di Papua

Hamparan.info,  Sorong – Pemanfaatan Wahana Tanpa Awak (WTA) merupakan suatu teknologi yang dapat membantu berbagai pekerjaan. Di antaranya adalah pemetaan dan pemantauan kawasan yang sulit dijangkau. Berbagai metode terus dikembangkan untuk mendapatkan hasil pemetaan dan pemantaun yang maksimal. Belum lama ini SIAR, AURIGA didukung oleh KEHATI memfasilitasi pelatihan pemanfaatan Wahana Tanpa Awak (WTA) serta pemantauan kawasan hutan yang diduga ada aktivitas perambahan.

Setidaknya dari pelatihan yang dilakukan tersebut akan terbentuk tim yang terdiri dari tiga orang untuk pengoperasian WTA. Papua Forest Watch (PFW)  adalah suatu lembaga yang konsen di bidang kehutanan, maka SIAR dan AURIGA serta Papua Forest Watch menyiapkan orang-orang yang akan dilatih untuk pengoperasian WTA tersebut.

Pelatihan  terlaksana di Sorong, Papua Barat. Dalam pelatihan tersebut yang dilakukan adalah membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mahir dalam pengoperasian pemanfaatan Wahana Tanpa Awak baik dibidang pemetaan, pemantauan dan  dokumentasi.

Peserta pelatihan diberikan pemahaman terkait WTA. Mulai dari regulasi yang berlaku di Indonesia sesuai Undang-Undang, manajeman penggunaan yang baik dan benar, sistem serta anatomi WTA sehingga benar-benar bisa difungsikan dengan baik. Setelah memahami itu semua, peserta diajak dan dipandu menerbangkan pasawat jenis Cesna untuk mengasah kemampuan menerbangkan WTA. Setalah menguasai kemampuan terbang, baru peserta dipandu membuat rencana penerbangan di aplikasi Mission Planner kemudian pilot menerbangkan pesawat jenis Skywalker yang biasa digunakan untuk melakukan pemetaan dan pemantauan.

Mario salah satu peserta pelatihan mengatakan, pelatihan ini harus benar-bener diikuti dan dimanfaatkan. selesai dari pelatihan ini harus bisa menerbangkan drone baik itu jenis Multirotor atau pun fixed.

“kami sangat berterima kasih kepada instruktur pelatihan yang telah sudi membagi ilmu terkait pemanfaatan drone di berbagai macam bidangya. Tentu kedepan ilmu ini sangat bermanfaat bagi kami,” kata Mario di sela-sela pelatihan.

 

Apa Kabarnya Pergerakan Pers Mahasiswa Sekarang?

Kegiatan positif melawan hoaks

hamparan.info – Satu persatu orang-orang itu datang ke sebuah ruangan berukuran lebar. Ada kursi merah tertata rapi dibalut karpet warna silver. Waktu menunjukan pukul 16.00 WIB, Sabtu sore, 18 Mei 2019. Di depan ruangan ada baliho berukuran lebar bertuliskan milad atau ulang tahun ke 15 Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) WARTA IAIN Pontianak, Kalimantan Barat.

Suka duka menjadi aktivis pers mahasiswa bukanlah perihal mudah. Sebab aktivis pers mahasiwa peka  mengerti akan ruh pegerakan mahasiswa.  Memperjuangkan hak-hak mahasiswa, menyuarakan ketidakadilan di muka bumi dan menjadikan karya digital literasi sebagai ujung tombak aspirasi mahasiswa era sekarang.

Inilah dirasakan mahasiswa yang tergabung dalam LPM IAIN WARTA Pontianak.  Ada pun lokasi milad ke 15  ini di Gedung UPT Biro AUAK IAIN Pontianak, Jalan Letnan Jenderal Soeprapto Kota Pontianak.

“Kegiatan peringatan hari ulang tahun itu bertajuk Quo Vadis Pers Mahasiswa di Era 4.0. Dengan berlangsung  sederhana dan menampilkan karya positif untuk bangsa ini,” tutur Ketua Panitia, Hendra Gunawan, sembari memaparkan laporan kegiatan itu berharap untuk LPM terus memberikan konstribusi yang besar terhadap pergerakan pers mahasiswa.

Hendra bilang, Lembaga Pers Mahasiswa inilah sebagai wadah seluruh mahasiswa yang ada di IAIN Pontianak untuk memberi aspirasi hal apapun di kampus. “Dan menulis, foto, video, mengolah dan mengunggah yang lebih bermanfaat,” ucapnya, penuh harap kepada pers mahasiswa lainnya untuk tetap terus berbuat nyata demi bangsa ke arah lebih baik.

Hendra berkata, acara ini sebelumnya telah dipersiapakan sejak  April. Dan untuk kepanitiaan sudah berusaha mempersiapakan dari segi tempat kegiatan dikskusi. “Kegiatan ini bisa mempererat kekompakan kita bersama,” tutur pria murah senyum itu.

Pria berbadan kurus itu tengah melihat sebuah ruangan. Lirikan matanya tajam menatap. Ia adalah Farli Afif. Dia dipapuk Ketua Umum LPM WARTA IAIN Pontianak. Sesekali tanganya menunjuk. Mulutnya komat kamit berbica kepa orang sebelahnya.

“Senang sekali karena kita sudah memasuki tahun ke-15 LPM yang penuh perjuangan dan juga kerja keras dari kawan-kawan itu sangat-sangat aspirasi luar biasa,” ucap lelaki penghobi desai grafis itu.

BACA Bagi-bagi Inspirasi Menulis dari Mahasiswa IAIN Pontianak

Afif bilang, bangga dengan acara ini. Karena acara milad LPM WARTA IAIN Pontianak ini yang bertemakan Quo Vadis Pers Mahasiswa di Era 4,0 diharapkan kepada seluruh tamu undangan dan seluruh aktivis pers mahasiswa mampu berinovasi dalam dunia digital era keknikian.

“Untuk meningkatkan literasi para konsumen kita yang ada di dalam lingkungan kampus IAIN dan juga di masyarakat luar,” ujar pria yang memiliki akun YouTube bernama Farli Afif.

BACA KPU Kalbar Sosialiasi Pemilu ke Mahasiswa IAIN

Dia berharap kepada seluruh angkatan, penggurus dan seluruh keluarga besar LPM WARTA IAIN Pontianak untuk terus berkarya, memperjuangkan hak-hak mahasiswa, dan menjadi pelaku sejarah literasi digital di era kekinian.

“Bergerak, berbuat nyata. Terus berjuang kawan-kawan mengutamakan aspirasi. Semangat dan terus jaga kekompakan,” ucap lelaki pemilik akun Twitter Farli Afif.

 

Tulisan Itu Menjadikan Amal Ilmu Bemanfaat

hamparan.info – Buku bersama club menulis Al-Adabiy dan club menulis Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Kalimantan Barat. Itulah nama kegiatannya. Di Pondok Pesantren Al-Adabiy, Jalan Danau Sentarum, pada Minggu, 21 April 2019, kegiatan itu berlangsung meriah.

KH Muhammad Azman Alka selaku pemimpin Yayasan Pondok Pesantren Al-Adabiy, Nursilan  Kepala Madrasah Aliyah Al Adabiy, pembimbing Club Menulis IAIN Pontianak Dr Yusriadi,  DR Pabali Musa Wakil Bupati Sambas Periode 2011-2016. Dia juga merupakan penulis buku sejarah Kesultanan Sambas, serta pengawas Madrasah Wafida. Mereka berbaur dalam kegiatan penuh kekeluargaan itu.

Telihat, seluruh perwakilan siswa tingkat Aliyah se-Kota Pontianak, serta mengundang orang tua wali murid. Ini karena memang kegiatan peluncuran bukunya bertepatan dengan hari Kartini, yang merupakan momen yang pas untuk memberikan kebahagian di wajah orangtua wali murid dengan prestasi yang dimilikinya.

Ada pun peluncuran buku ini merupakan yang ke tiga, sejak fakum lima tahun yang lalu. Namun begitu, baru pertama kalinya dibarengi dengan peluncuran buku Club Menulis IAIN Pontianak.

Ada 9 buku yang diluncurkan, yaitu Wajah-wajah Pemimpin berisi kumpulan tulisan semua santri, Arti Sahabat berisi kumpulan cerpen yang ditulis dengan tema bebas, Surat Cinta Untuk Ibu berisi ungkapan santri untuk ibu, Apakah Aku Penulis, sebuah novel berjudul Dari Benci Kecinta, Mengunyah Luka, Gemerlap Bintang diKhtulistiwa, Asal Usul Desa di Kalimantan Barat, buku terakhir kisah kelompik 11 PBM menceritakan perjalanan mengikuti pekan bakti mahasiswa.

Buku- buku yang berhasil ditulis siswa-siswi al Adabiy serta mahasiswa Club Menulis IAIN Pontianak dengan berbagai macam judul yang mengisahkan kehidupannya dengan tulisan cerpen maupun novel. Buku Asal Usul di kalimantan Barat buku ini menjadi buku yang  istimewa karena berhasil ditulis dengan waktu satu minggu.

Menurut Ketua panitia, Mita Hairani, Club menulis Al-Adabiy sudah lama dibuka dan dibina Nursil. Sehingga bisa menjadi wadah siswa untuk menyalurkan bakatnya. “Harapannya agar siswa siswi Al-Adaby tetap mempertahankan keahliannya dalam kepenulisan,” tuturnya.

Semenyara menurut Kepala Yayasan Al-Adabiy, Nursilan, “Lima tahun sudah, club menulis ini fakum, namun dengan kerja keras pembimbing. Sehingga Club Menulis Al-Adaby hadir kembali, dan ada dua buku yang belum diselesaikan karena waktu yang tidak memungkinkan, merupakan tulisan siswa kelas12,”.

Sedangkan menurut Kepala Yayasan Al-Adabiy, Azman, mengizinkan dan memberikan kebebasan bagi siswanya untuk berkreasi jika positif. “Dan sangat mengapresiasi Club Menulis  Al Adabiy, serta mengucapkan terima kasih kepada Club Menulis IAIN Pontianak dalam kerja sama dan bimbingan kepada muridnya,”.

DR Yusriadi selaku pembimbing Club Menulis IAIN Pontianak mengatakan momentum ini merupakan hal yang penting bagi anak-anak, dan menulis merupakan tongkat kehidupan, beliau juga memberi apresiasi kepada siswa dengan hadiah buku.

BACA Video: Sedihnya Meratapi Jalan Hancur di Kalimantan Barat

“Orang bisa menulis dan bisa memberi filter tulisan yang masuk, apa yang kita tulis adalah ilmu kita, Korban hoax adalah orang yg tidak cerdas berliterasi, dan menulis dapat menjadi pekerjaan” kata Yusriadi.

Dia berpesan kepada siswa diperhatikan ataupun tidak diperhatikan teruslah melanjutkan tulisan, dengan tulisan menjadikan amal ilmu yang bemanfaat.

BACA Bagi-bagi Inspirasi Menulis dari Mahasiswa IAIN Pontianak

Pengawas Madrasah,  Wafida, melihat  grafiknya naik dengan  pontensi anak -anak  yang dikembangkan oleh yayasan menganggap pondo pesantren yang berbasis penggalian minat dan bakat bagi siswa siswi Al-Adabiy.

Kegiatan ini berjalan dengan lancar, dan akhir acara panitia memberikan dooprize sembilan buku yang sudah dicetak  kepada tamu undangan yang hadir, dan ditambah dengan mengabdikan sesi foto bersama.