Setetes Darah untuk Perdamaian Dunia

Ormas Oi Wilayah Kalimantan Barat Ajak Masyarakat Donor Darah

hamparan.info – Sebentar lagi, hari ulang tahun atau HUT Ormas Oi ke 20.  Nah, rangkaian HUT Ormas Oi ke 20 tahun ini  Ormas Oi menggelar donor darah secara serempak di seluruh Indonesia. Adapun temanya adalah Setetes Darah untuk Perdamaian Dunia.

“Diharapkan kegiatan kemanusiaan ini berdampak positif bagi kemanusiaa,” kata  Badan Pengurus Wilayah (BPW)  Ormas Oi Kalimantan Barat, Apriyadi Riyanto, Jumat, 29 Agutus 2019.

Dia mengimbau kepada seluruh Badan Pengurus Kota/Kabupaten (BPK) se-Kalbar untuk turut serta melaksanakan kegiatan donor darah serempak. Dikutip dalam keterangan resminya, kegiatan donor darah, merupakan agenda rutin Ormas Oi yang diselenggarakan setiap tiga kali dalam setahun, yaitu dibulan Januari,  Mei dan September dan untuk bulan September tahun ini bertepatan pada 1 September 2019.

“Aksi donor darah yang dilaksanakan di tiap BPK Ormas Oi di wilayah Kalbar merupakan bentuk kepedulian Ormas Oi terhadap kemanusiaan. Sekaligus bentuk partisipasi aktif terhadap kesediaan stok darah di PMI yang selalu menipis dikarenakan jumlah pasien yang memerlukan darah sangat tinggi,” ucap Apri sapaan akrabnya.

Di Kota Pontianak sebagai pusat Ibu Kota Provinsi yang melayani hampir semue pasien dari dalam dan luar kota sering kali PMI kewalahan dalam menyiapkan stok darah. “Sehingga dengan kegiatan ini, diharapkan bisa membantu banyak orang yang membutuhkan darah,” ujarnya.

BPK Ormas Oi di Wilayah Kalimantan Barat dalam kegiatan donor darah ini bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) di setiap Kota/Kabupaten di daerah masing-masing. “Kita ada 8 kepengurusan ditingkat Kota dan kabupaten yang siap untuk menyukseskan kegiatan,” ucapnya menjelaskan.

Dia menhimbau kepada seluruh anggota Oi untuk turut serta kami juga mengajak komunitas-komunitas yang peduli kemanusian untuk turut serta dan mengajak masyarakat luas agar bersama-sama melakukan aksi donor darah pada Minggu (1/9/2019) di PMI terdekat.  “Kami mengundang secara terbuka, seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama berbuat kebaikan dengan mendonorkan darah dan menyadari pentingnya berdonor,”.

 

 

 

Meriahnya Jalan Sehat di Desa

hamparan.info – Jalan sehat digelar di lapangan pasar ikan di Desa Bakau Besar Laut, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada Minggu, 25 Agustus 2019. Kepala Desa Bakau Besar Laut, Iwan Supardi,  melepas jalan sehat yang dihadiri seluruh masyarakat Desa Bakau Besar Laut.

Sejumlah petugas dari Polres Mempawah mengawal acara itu demi mengawasi dan menertibkan di tengah berlangsungnya jalan sehat tersebut.  Ada senam yang diikuti oleh seluruh masyarakat yang hadir di kegiatan tersebut, sebelum pembagian dooprize jalan sehat dan hadiah pemenang lomba 17 Agustus 2019 yang dimulai sejak 17  hingga 24 Agustus 2019.

 

 

Adapun kepanitian kegiatan ini dibentuk sejak 5 Agustus yang diketua oleh Agus, dan Endah Sriana sebagai sekretaris, serta kerja sama antara Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak kelompok 38  yang magang selama 40 hari.

“Dengan dilibatkan menjadi kepanitiaan saya dan taman-teman  merasa bangga dan mendapatkan pengalaman yang baru selama berada di desa ini,” kata Mahasiswa KKL 2019 IAIN Pontianak, Dhea.

 

 

“Mudah-mudahan kedepannya, untuk Bakau khususnya, dalam merayakan hari kemerdekaan semakin meriah dan masyarakannye semakin mendukung,”kata Endah selaku sekretaris di acara hari kemerdekaan tersebut.

Tujuan dari kegiatan ini merupakan bentuk kecintaan terhadap tanah air, dengan menyambut hari kemerdekaan yang ke 74, serta membagun semangat anak bangsa khususnya masyarakat didesa sungai Bakau besar laut, dengan berbagai macam kegiatan perlombaan atau permainan rakyat 17 Agustus 2019.

“Melihat masyarakat yang sangat antusias sekali mengikuti kegiatan yang diadakan oleh desa, dan mukin untuk kedepan harapannya  lebih meria lagi,” kata  Agus selaku ketua panitia.

 

 

 

 

Begini Pengibaran Bendera dari Bawah Laut dan di Bungker Poncan Ala Komantab

hamparan.info –  Prosesi upacara pengibaran bendera Republik Indonesia dari bawah laut di perairan Poncan Gadang, Kota Sibolga, Sumatera Utara yang dilaksanakan Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab), berjalan sukses, Minggu (18/8/2019).

Kapolres Sibolga AKBP Edwin H Hariandja hadir dan mengikuti prosesi upacara dan pengibaran bendera yang dilaksanakan di tepian pantai. Kasat sabhara AKP Agus Adhitama dipercaya menjadi inspektur upacara pada pengibaran kali ini.


Tampak puluhan peserta berbaris di tepian pantai. Sejumlah penyelam dipimpin Maecenas Adhara Donnya dan Rahmand Maulana Harahap menggerek bendera dari dasar laut. Lagu Indonesia Raya mengiring sepanjang proses pengibaran berlangsung. Kapal Polairud, Basarnas dan sejumlah kapal lainnya melakukan penjagaan.

Sementara di Bungker Poncan prosesi pengibaran bendera dipimpin Afrizal Prima Akhir Pohan dan belasan pramuka. Di laut bendera dikibar berukuran 2xmeter, sementara di Bungker Poncan yang terletak puncak bukit, bendera yang dikibarkan berukuran 4×6 meter.

Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agus Adhitama dalam amanahnya mengapresiasi pengibaran bendera tersebut. Dia juga menyebut bangga dengan kegiatan yang bertujuan positif tersebut.

“Ini adalah kegiatan yang harus didukung, karena muaranya tentu sangat positif, apalagi bagi generasi muda,” kata Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agus Adhitama.

Sementara itu, Kapolres Sibolga AKBP Edwin H Hariandja mengatakan aksi-aksi lingkungan harus terus digalakkan untuk mendorong penyelamatan lingkungan.

“Kampanye perlindungan lingkungan harus terus kita gelorakan, karena kitalah yang melindungi lingkungan dan alam kita ini,” kata AKBP Edwin H Hariandja, dalam keterangan resminya.

Pengibaran bendera ini menjadi rangkaian Kemah Merdeka dan Bakti Lingkungan yang digelar Komantab sepanjang dua hari sejak Sabtu (17/8/2019) dan Minggu (18/8/2019).

Selain pengibaran bendera dan upacara, sejumlah kegiatan lain yang digelar antara lain: aksi bersih pantai, kemping pinggir pantai, belajar panahan, diskusi lingkungan dan peletakan artificial reef.

Kegiatan hari ini selain kembali diramaikan ratusan peserta yang berasal dari lintas komunitas di Sumatera Utara, sejumlah pejabat juga terlihat hadir. Di antaranya Kasatlantas AKP Akbar Lubis, Kabag Sunda, Kompol Irianto, Kabag Ops, AKP R Sihombing dan Kasat Reskrim, AKP D Harahap. Tampak juga Kordinator Pos SAR Sibolga Hari Susanto.

 

 

 

Hadiah Ulang Tahun Ke-74 dari WASI untuk Republik Indonesia

Pecahkan Rekor Dunia ; WASI Kibarkan Merah Putih di Dasar Laut

hamparan.info – Wanita Selam Indonesia (WASI) menginisiasi pengibaran bendera Merah Putih seluas 1.014 meter persegi di dasar Teluk Manado, Sulawesi Utara (Sulut), tepatnya di kawasan Megamas. Pengibaran bendera tersebut tercatat sebagai rekor baru dunia versi Guinness World Records. Pemecahan rekor tersebut terjadi pada tanggal 1 sampai 3 Agustus 2019.

Ketua WASI Tri Tito Karnavian kepada wartawan, menyatakan pemecahan rekor tersebut sebagai hadiah ulang tahun ke-74 dari WASI untuk Republik Indonesia. “Semoga apa yang kami lakukan tak hanya sebatas rekor ini, akan ada banyak kontribusi lain yang akan WASI lakukan untuk Indonesia ke depan. Kami berharap semua orang mau melakukan yang terbaik bagi bangsanya,” kata Tri Tito Karnavian.

Tri Tito Karnavian mengungkapkan  ada perjalanan panjang yang harus WASI lalui untuk memecahkan rekor tersebut. Paling tidak pihaknya menyiapkan waktu hingga satu tahun, mulai dari pembuatan bendera raksasa yang dikerjakan pengrajin lokal asal Bitung, Raden Ali beserta timnya hingga menentukan besaran bendera yang akan dikibarkan.

“Semula kami hanya akan mengibarkan bendera seluas 500 meter seperti yang dilakukan WASI ketika memecahkan rekor MURI 2018 lalu, namun ada masukan dari Guinness World Records bahwa pengibaran bendera harus sesuai standar yang berlaku di Indonesia, berdasarkan aturan tersebut, maka kami membuat bendera berukuran 26 x 39 meter dan kemudian mengibarkan bendera dengan ukuran 1.014 meter persegi tersebut di Teluk Manado,” kata Tri Tito Karnavian.

Untuk diketahui, berdasarkan UU no 24 Tahun 2009 Pasal 4 ayat 1, ukuran bendera yang harus dipenuhi adalah bentuk segi empat dengan ukuran lebar dua pertiga dari ukuran panjang.

Dikuitp dalam keterangan resminya, ketika disinggung soal motivasi memecahkan rekor tersebut,  Tri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki banyak sekali potensi pariwisata laut yang indah. Objek wisata itu membentang dari Sabang sampai Merauke, sehingga WASI ingin semua itu dikenal oleh dunia luar.

Untuk diketahui WASI sendiri adalah organisasi selam di Indonesia yang didirikan sejak tahun 2018. Meskipun usianya masih terbilang muda, namun organisasi ini telah berhasil memecahkan 1 rekor nasional versi MURI pada tahun 2018 dan 3 rekor dunia versi Guinness World Records pada tahun 2019 ini.

 

 

 

Ingin Dengar Lagu Blues? Saksikan Penampilannya

hamparan.info – Soul Blues Band, ini nama band musik yang berada di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, yang terbentuk pada Desember 2018. Lagu cover blues itulah genrenya.  Tema musik soul blues. Pasaran kedepan untuk mengenal musik blues.

Dan tentu musik blues jangan sampai punah. Dan untuk menghibur orang-orang yang suka tentang blues.

“Insaallah kami akan roodshow semua kabupaten Kalbar. Karena musik blue untuk bereferensi individual dari masing-masing flaye. Musik suol blues. Untuk semua kalangan umur rata- rata 50-an,” kata Ferry DJX, Drumer Soul Blues.

dr Johnson : Kami juga Membuka Ruangan Konsultasi Farmasi

hamparan.info – RSUD Sultan Syarif Muhammad Alkadrie Kota Pontianak mulai 1 Agustus 2019 akan melayani pelayanan pasien rawat jalan di sore hari untuk pasien umum dan BPJS.  Pelayanan hanya untuk poli penyakit dalam dan poli penyakit saraf.

Plt Direktur RSUD Sultan Syarif Muhammad Alkadrie Kota Pontianak, dr Johnson, menjelaskan  layanan itu berdasarkan arahan dari Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

“Jadi layanan yang kami lakukakan ini adalah sesuai dengan arahan bapak wali kota.  Setelah saya ditunjuk  sebagai PLT dan memberikan  arahan agar meningkatkan manfaat layanan bagi masyarakat di Kota Pontianak,” kata dr Johnson, Rabu (31/7/2019).

Dia menjelaskan, sesuai janji yang telah diberikan  dapat meningkatkan akses layanan dan pelayanan rumah sakit bisa menjadi sesuatu yang berguna bagi masyarakat. “Kami waktu itu menyatakan akan membuka poli rawat jalan disore hari untuk mengurai jumlah kunjungan yang mengantre pagi hri. Sehingga per tanggal 1 Juli kemaren kami sudah membuka pelayanan poliklinik sore hari untuk pasien umum,” kata dia. “Namun untuk pasien BJPS kami mulai per 1 Agustus. Sehingga pasien BPJS bisa menggunakan hak kepesertaannya sebagai peserta BPJS untuk mendapatkan layanan kesehatan dirumah sakit kota dari pagi hingga sore hari. Sore hari mulai buka jam 16.00-18.00,” ucapnya menambahkan.

Tidak hanya itu, dr Johnson  kembali menkelaskan, “Kemudian sesuai janji kami akan membuka ruangan  dimana fasilitas yang disediakan adalah fasilitas untuk pemenuhan hak kepesertaaan BPJS. Jadi kami akan membuka ruangan dengan satu tempat tidur,  ruangan dengan dua tempat tidur, ruangan dengan tiga tempat tidur dan  ruangan dengan enam tempat tidur,”.

dr Johnson mengatakan, adanya layanan itu, maka hak-hak kepesertaan BPJS yang ada kelas satu-tiga dapat mendapatkan  hak kepesertaan. Sehingga untuk pasien umum. “Kami juga memberikan layanan yang sama yaitu tanpa kelas.  Hanya tempat tidur yang membedakan setiap ruangan sedangkan layanan medisnya sama.Pasien umum tentu harga yang terjangkau dan yang mampu dijangkau masyarakat.  Sebelumnya pendaftaran poli rawat layan  hanya dilakukan sampai pukul 11 siang dan layanan akan selesai sampai   pasien habis. Rumah sakit kota rata-rata pasien BPJS perharinya yang melakukan rawat jalan 300-500 orang. 90 persen pengunjung rumah sakit adalah peserta BPJS,” kata dr Johnson.

dr Johnson  menjelaskan, pasien tentunya bukan hanya dari warga Pontianak melainkan dari kabupaten lainnya berdasarkan aturan BPJS yang bolej merujuk kesesama rumah sakit tipe C. Semua layanan sudah ada di rumah sakit, tinggal saat ini penyakit jantung.

“Kami juga membuka ruangan konsultasi farmasi.  Kalau di rumah sakit kota layanan spesialis ada 13 keahlian dengan tenaga medis 25 orang. Yang belum ada hanya penyakit jantung. Saat ini dokternya sedang sekolah. Begitu dia selesai dab balik maka rumah sakit kota mempunyai semua layanan spesialis. Sedangkan peralatan akan dilengkapi seiring dengan adanya tenaga kerja,” kata dr Johnson.

Agen Program KB ada di Kampus Ini?

hamparan.info – Peringatan Hari Kependudukan se-dunia yang jatuh pada 11 Juli digelar oleh seluruh civitas akademika Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat.  Mereka melakukan evaluasi kependudukan di Kalbar bersama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalbar.

Diharapkan nantinya para akademisi ini menjadi pelopor pentingnya keluarga berencana serta mengatur usia perkawinan.  Peringatan hari kependudukan se-dunia ini dipusatkan di Aula Rektor Untan membahas keragaman demografis dan pembangunan berkelanjutan di Kalbar. Sebab, ledakan penduduk perlu diwaspadai oleh Pemprov Kalbar. Caranya adalah dengan tidak henti-hentinya mengkampanyekan program keluarga berencana.

“Kualitas keluarga sangat menentukan masa depan bangsa untuk itu program keluarga berencana akan masuk dalam mata kuliah di Universitas Tanjungpura. Nantinya para mahasiswa menjadi agen perubahan dalam mengkampanyekan pentingnya keluarga yang berkualitas,” kata Pembantu Rektor 1 Universitas Tanjungpura, Aswandi.

Sementara itu, Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, H Kusmana, menyebut  saat ini Kalbar belum terlalu mengalami masalah ledakan penduduk. Namun begitu, sudah sepantasnya Pemetintah Provinsi Kalbar membuat suatu program keluarga berkualitas melalui program keluarga berencana dengan menggandeng civitas akademika Untan.