Ini Kawasan Industri Terintegrasi dan Peluang Serap Angkatan Kerja Trampil

hamparan.info – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut hadirnya kawasan industri terintegrasi menjadi peluang bagi angkatan kerja khususnya di Jatim untuk memenuhi ketersediaan tenaga kerja.

“Ini menjadi bagian penting, karena 29,4 persen pertumbuhan ekonomi Jatim di support dari industri,” ujar Gubernur Khofifah usai melihat dari dekat kawasan industri berinfrastruktur skala internasional JIIPE di Manyar, Gresik, Kamis (22/8/2019).

JIIPE dibangun dengan infrastruktur berskala internasional diatas lahan seluas 3.000 hektar, di Jalan Raya Manyar KM 11 Manyarejo, Sidorukun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Keberadaan JIIPE menjadi destinasi investasi paling strategis di Jatim dan Indonesia. Areal mega proyek ini dibangun dan dikembangkan bersama oleh Pelindo 3 & AKR Corporindo Tbk.

Didukung oleh infrastruktur lengkap yang dibutuhkan oleh industri. Terhubung langsung ke pelabuhan laut dalam, jalur kereta dan akses tol serta jalur distribusi barang untuk pasar domestik dan internasional akan semakin pendek.

Dengan komposisi peruntukan seluas 1761 hektar untuk kawasan industri, 800 hektar untuk perumahan dan dilengkapi dengan pelabuhan seluas 400 hektare.

“Di areal ini perusahaan industri akan merasakan langsung efisiensi biaya logistik dalam memproduksi barang yang semakin kompetitif,” ujar perempuan pertama yang menjabat Gubernur Jatim ini.

Khofifah menambahkan, untuk menjajaki kebutuhan SDM termasuk tenaga kerja dengan keahlian khusus, akan dilakukan sinergitas bagi sekolah di tingkatan SMA/SMK serta Diploma dan S1 bisa magang di perusahaan-perusahaan yang ada di lokasi tersebut.

“Bagi Pemprov Jatim, JIIPE yang berproses untuk menjadi kawasan industri terintegrasi dengan fasilitas, pelabuhan, perumahan, wisata dan perhotelan bisa bekerja sama dalam proses rekrutmen pemenuhan tenaga kerja,” kata Khofifah dilansir dari surabayapos.com.

Juga disebutkan, untuk proses limbah di kawasan industri bisa dilakukan dengan kontrol yang muda dan dipastikan tidak dibuang ke laut karena ada sistem pengawasan yang terintegrasi. Termasuk koneksitas dengan daerah lain yang dekat seperti Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan.

Dirut JIIPE Bambang Sutiyono mengatakan, JIIPE diresmikan pada 2014. Dan, pihaknya meminta kepada ke Pemprov Jatim untuk mendukung transportasi, yakni rel kereta api yang terkoneksi dengan Petrokimia. Juga untuk kebutuhan air bersih yang rencananya dari sumber air Umbulan dari Pasuruan, terangkai ke Surabaya dan Gresik.(tji)

 

Khofifah: Banyak Perempuan Hebat Tanpa Suara, tapi . .

hamparan.info – Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada, Minggu (21/4/2019), menjadi momen refleksi tentang peran dan kekuatan perempuan di Indonesia.

Bagi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, nilai-nilai Kartini masa kini terus digeliatkan para perempuan dari seluruh lapisan elemen dalam status sosial ekonomi level apapun.

Bahkan, menurut gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini, para ibu-ibu yang berjualan sayur di pasar, berjualan gorengan, para pejuang ekonomi keluarga, adalah sosok Kartini riil yang ada di sekitar kita saat ini.

BACA Prosesi Sumpah Setia Personel Brigif 19/Khatulistiwa

Mereka yang tak kenal lelah setiap hari berjuang untuk bisa menghidupi keluarga, menjaga agar api di dapur terus mengepul dan menyisihkan penghasilannya guna memberikan pendidikan untuk para anak-anaknya adalah sosok nyata Kartini masa kini.

“Para perempuan, ibu-ibu yang tengah malam berjualan sayur di berjualan gorengan, berjualan ikan di pasar tradisional, yang sehabis subuh mereka sudah kembali ke rumah dengan memperoleh keuntungan dari hasil berdagang, mereka memiliki kontribusi yang sangat besar ketika mereka menyisihkan keuntungan yang sedikit itu untuk biaya pendidikan anak-anaknya, mereka itu lah perempuan hebat tanpa suara yang sebenarnya penuh karya,” kata Khofifah mengungkapkan tentang makna Hari Kartini.

BACA Ini Generasi Milenial Berdaya Guna 

Mereka, kata Khofifah adalah perempuan-perempuan yang memiliki kontribusi besar dalam pemberdayaan masyarakat bangsa dan negara.

Para ibu-ibu itu juga adalah pahlawan seperti Kartini yang juga berjuang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang dimulai dari keluarga kecil yang mereka miliki.

BACA Bagi-bagi Inspirasi Menulis dari Mahasiswa IAIN Pontianak

“Terlebih saat ini sudah banyak perempuan yang masuk sektor ekonomi digital. Mereka bisa aktif berjualan namun cukup melalui gadget jadi tidak harus keluar rumah, sehingga fungsi ekonomi dan ketahanan keluarga bisa berjalan bersamaan,” ujarnya.

Menurut wanita yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini, para perempuan Kartini masa kini itu harus menjadi satu kesatuan yang sama-sama berjuang untuk membangun kualitas sumber daya manusia dan ekonomi bangsa.

BACA Berbagi Pengetahuan dengan Anak-Anak Pedalaman Ketapang

Bukan hanya para ibu-ibu dan perempuan yang ada di kawasan perkotaan saja, melainkan juga termasuk mereka para ibu-ibu dan perempuan di daerah pedalaman, di kepulauan terpencil, bahkan yang ada jauh di daerah perbatasan, menurut Khofifah semua harus bergandengan tangan dan terjalin koneksitas dengan sektor-sektor stratagis.

“Mereka harus berjejaring dengan yang ada di kota, dengan sektor perbankan, sektor legislatif, sektor  eksekutif, semua jejaring itulah yang akan meneguhkan ketahanan, kekuatan masyarakat bangsa dan negara Indonesia,” kata Khofifah dalam keterangan resminya.

BACA Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Perbanyak Dzikir dan Salawat

Dia menjelaskan, keteladanan sosok Kartini masa kini menurut Khofifah bisa diwujudkan dalam banyak hal. Terutama dengan meneladani sikap keteguhan, ketegaran, dan juga keberanian dari sosok Raden Adjeng Kartini.

“Selamat Hari Kartini. Kartini hari ini adalah Kartini yang punya keteguhan dan ketegaran menghadapi berbagai dinamika kehidupan dimana pun mereka berada dan dalam status sosial ekonomi selevel apapun. Dan dari level manapun itu, mereka akan tetap memberikan kontribusi terhadap peneguhan masyarakat bangsa dan negara kita serta terus membangun ketahanan masyarakat bangsa dan negara Indonesia,” ujar Khofifah.

Bamsoet Dukung BNN Ubah Ladang Ganja Jadi Lahan Produktif

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, (foto: Tempo)

hamparan.info – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendukung langkah strategis Badan Narkotika Nasional (BNN) dibawah kepemimpinan Komisaris Jenderal Polisi Heru Winarko menjalankan program Grand Design Alternative Development (GDAD). Dengan demikian BNN tidak hanya sekadar memberangus keberadaan lahan ganja semata. Namun juga mengalihfungsikannya menjadi agrowisata, lahan pertanian produktif, maupun kegiatan lain yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Program ini telah sukses dijalankan di Desa Meunasah Bungo, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireun, Aceh. Berkat kerjasama BNN dengan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar, lahan ganja seluas 25 hektar berhasil diubah menjadi lahan pertanian produktif seperti jagung. Langkah taktis BNN ini tak hanya memberantas peredaran ganja, melainkan juga mencegah dengan konsep pemberdayaan masyarakat,” ujar Bamsoet menanggapi berbagai proyek keberhasilan GDAD yang dijalankan BNN di Aceh, Minggu (21/04/19).

BACA Kesehatan Perempuan Penentu Kualitas Bangsa?

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen ini memahami, tidak mudah bagi BNN mengubah perilaku masyarakat yang sebelumnya telah bergantung kepada lahan gaja sebagai sumber pendapatan perekonomian. Disisi lain, pemberangusan lahan ganja juga tidak membuat efek jera, lantaran ditutup satu tumbuh lagi lahan baru. Begitupun dari segi penindakan hukum yang tidak menghasilkan banyak perubahan.

“Langkah BNN menjalankan GDAD dengan mengedukasi masyarakat dalam memanfaatkan lahan, sangat penting dilakukan. Ini menunjukan konsep pemberdayaan untuk pencegahan ternyata lebih jitu dilakukan ketimbang segi penindakan secara hukum,” kata Bamsoet.

BACA Jaga Kesehatan dan Peduli Lingkungan

Dikutip dalam keterangannya, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mencatat, program GDAD telah dijalankan di tiga kabupaten di Provinsi Aceh sebagai proyek percontohan. Yakni di Aceh Besar, Gayo Lues dan Bireun.

“DPR RI melihat GDAD sebagai langkah positif. Kita akan koordinasikan agar berbagai kementerian dan lembaga bisa mendukung. Misalnya Kementerian Pertanian dengan menyiapkan bibit dan pupuk, Kementerian PUPR dengan menyiapkan infrastruktur jalan dan irigasi, serta kementerian dan lembaga lainnya,” kata Bamsoet.

Penjelasan La Nyalla Soal ‘Potong Leher’

hamparan.info – Menanggapi diungkitnya kalimat potong leher jika pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf kalah di Madura yang pernah diucapkan La Nyalla Mahmud Mattalitti. Ketua MPW Pemuda Pancasila Jatim itu akhirnya angkat bicara terkait ungkapannya itu.

La Nyalla mengatakan, tantangan tersebut bukan untuk menantang kubu Prabowo-Sandiaga maupun orang Madura, melainkan untuk internal kader dan anggotanya.

BACA Prabowo di Cianjur Optimis Menang

“Saya memimpin beberapa organisasi dan yayasan. Ada Pemuda Pancasila, KADIN, KONI dan milik saya Yayasan La Nyalla Academia, dan itu sudah berkiprah selama 20 tahun di Jatim, saya memiliki kader,” kata La Nyalla, Sabtu (20/4/2019).

La Nyalla berkata, kader tersebut tersebar di 38 kabupaten/kota di Jatim termasuk juga ada di Madura. Tantangan potong leher merupakan bahasa dan cara berkomunikasi di kalangan kader dan internal anggotanya.

BACA Kampanye di Papua, Prabowo Disambut Tarian Adat

“Salah satunya adalah bahasa tantangan kepada mereka. Supaya mereka tahu kalau saya totalitas dan tidak main-main,” kata Calon DPD untuk wilayah Jatim itu.

Sebagai pimpinan yang menunjukkan kesungguhannya, La Nyalla berharap para kader dan anggotanya juga akan mengikuti langkah itu.

BACA Video: Tengkawang Bukan Sekadar Program

“Kalau saya secara khusus menantang orang Madura buat apa? Saya punya kader dan anggota sendiri di Madura. saya juga punya keluarga di Madura. Anak saya, Ketua Sapma Pemuda Pancasila Jatim, juga berdarah Madura,” kata Ketua Kadin Jatim itu.

Itu merupakan bahasa komando yang diinstruksikan kepada para kader dan anggotanya. “Yang bukan kader anggota saya, ya tidak perlu ikut komentar,” katanya. (tji)

Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Perbanyak Dzikir dan Salawat

hamparan.info – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak kepada masyarakat terutama bagi pengurus dan siswa siswi Khodijah Surabaya untuk senantiasa memperbanyak dzikir, salawat serta memperkuat tali silaturahmi antar sesama. Tujuannya agar setiap yang menjadi niat dan cita cita dari individu di masa depan dapat tercapai serta berjalan secara berseiring.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Haul Majelis Dzikir Maulidur Rasul dan Haul KH Abdul Wahab Turcham ke 24 di halaman Yayasan Khodijah Surabaya, Sabtu (20/4/2019).

Ia mengatakan, lewat dzikir dan salawat yang dilakukan dapat menjadikan segala niat dan cita cita baik yang diucapkan maupun dilakukan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan bimbingan dari guru guru kita.

BACA Asyik, Pertama Kalinya Dufan Buka Malam Hari

Tak hanya itu, dengan perbanyak dzikir dan salawat dapat menjaga sekaligus melindungi diri umat yang beriman. Baik dari tutur kata, fikiran dan kaki dalam langkah selalu di jaga sekaligus dilindungi oleh Alloh SWT.

“Mudah mudahan kaki, pikiran dan tutur kata kita di jaga sekaligus dilindungi oleh Alloh SWT,” ujarnya.

BACA Nissan dan Datsun Iringi Peresmian Tol Trans Jawa

Khofifah yang juga selaku Ketua Umum Yayasan Khadijah Surabaya, menegaskan bahwa dengan perbanyak dzikir dan sholawat dapat menjauhkan serta menyelamatkan diri dari orang orang yang hendak bersikap maupun berprilaku dzolim terhadap diri kita.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah mengajak semua yang hadir terus melantunkan salawat Asyghil. Salawat tersebut, diharapkan mampu menjaga sekaligus membentengi diri dari setiap kejahatan di dunia.

BACA Apa Dampak Batalnya Kenaikan Cukai Rokok?

“Lewat salawat Asyghil tersebut bertujuan untuk memohon kan sholawat dan salam atas Nabi Muhammad SAW , keluarga dan sahabatnya, sholawat ini bertujuan meminta kepada Alloh agar kita diselamatkan dari kejahatan orang-orang yang zalim,” ucapnya dalam keterangan resminya.

Ketua Muslimat Jawa Timur Masruroh Wahid sebagai wakil dari alumni Khodijah sekaligus murid dari KH. Abdul Wahab Turcham Pendiri di taman pendidikan Khodijah mengatakan, bahwa dahulu beliau mendirikan sekolah pada awalnya hanya memilih santri santri perempuan.

BACA Ini Kapal Selam Pertama Produksi PT PAL Indonesia

Dalam kenangannya, KH. Abdul Wahab Turcham bercita cita agar perempuan yang ada di Jatim dapat menjadi pemimpin bangsa dan guru guru terbaik dari anaknya sekaligus masyarakat. Karena, banyak pendapat setinggi apapun peran perempuan akan kembali lagi ke dapur. Maka, pak kiai berkomitmen untuk memberikan perhatian terhadap pendidikan perempuan setinggi-tingginya.

“Ada pepatah mengatakan, bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi karena nantinya akan kembali ke dapur. Namun KH. abdul Wahab Turcham ingin ada anak anak perempuan menjadi pemimpin bangsa. Dan Allhamdulillah, saat ini lulusan dari Khodijah ada yang bisa menjadi pemimpin bangsa salah satunya seperti Ibu Khofifah yang pernah menjabat sebagai menteri dan saat ini menjadi Gubernur Jatim,” ujarnya. (tji)

Ini Kapal Selam Pertama Produksi PT PAL Indonesia

hamparan.info – Dengan semangat “Wujudkan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia” khususnya industri Matra Laut, PT PAL Indonesia meluncurkan produk kapal selam buatan dalam negeri, yakni Kapal Selam jenis Diesel Electric, yang diberi nama KRI Alugoro 405. Penamaan Kapal Selam KRI Alugoro-405, diberikan oleh Ibu Nora Ryamizard Ryacudu.

Sebelumnya, guna kepentingan proses Transfer of Technology (TOT), PT PAL mengirimkan lebih dari 206 putra-putri terbaik bangsa Indonesia ke Korea Selatan. Dan, Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu mengembangkan dan membangun teknologi kapal selam.

Ini adalah Kapal Selam ketiga yang dibangun dengan skema alih teknologi antara Daewoo Shipbuilding Marine and Engineering (DSME) Korea Selatan dengan PT PAL di Surabaya.

Selanjutnya, kapal itu untuk memperkuat jajaran TNI AL. Saat ini Angkatan Laut Indonesia telah diperkuat oleh dua kapal selam sejenis yaitu KRI Nagapasa 403 pada tahun 2017 dan KRI Ardadedali 404 pada tahun 2018.

Prosesi penyerahan Kapal Selam Alugoro 405 digelar di Dermaga Fasilitas Kapal Selam, PT PAL, Ujung, Surabaya. Ditandai penyerahan maket kapal selam oleh Direktur Utama PT PAL Indonesia kepada Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, Kamis (11/4/2019).

“Alugoro diambil dari nama sebuah senjata pemukul yang dimiliki oleh tokoh pewayangan Prabu Baladewa. Senjata itu berupa Gada yang digunakan oleh para ksatria atau bangsawan lainnya,” kata Ryamizard Ryacudu.

Kekuatan senjata Gada itu, dengan sekali pukul dapat menghancurkan kepala orang atau lawan yang dipukulnya.

“Senjata Gada itu dianggap sakti karena pemberian dari Dewa Batara Guru, sebagai hadiah pada waktu menikah dengan Dewi Erawati,” ujar Ryamizard.

Hadir di acara Peluncuran dan Penamaan Kapal Selam ketiga jenis Diesel Electric, KRI Alugoro 405 itu, diantaranya Panglima Komando Armada II Laksda TNI Mintoro Yulianto. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji.

Sebelumnya, TNI Angkatan Laut telah diperkuat oleh dua kapal selam sejenis yaitu KRI Nagapasa 403, yakni pada tahun 2017 dan KRI Ardadedali 404, pada tahun 2018.

Bedanya, KRI Alugoro 405 ini dirakit secara lokal di fasilitas pembangunan kapal milik PT PAL Surabaya.

“Ini merupakan kontribusi positif bagi kemajuan industri pertahanan terutama PT PAL, dalam rangka proses alih teknologi menuju kemandirian produksi dalam negeri di bidang teknologi pengembangan Alutsista TNI,” ujar Ryamizard.

Kapal ini memiliki panjang 61,3 meter dengan kecepatan ± 21 knot di bawah permukaan air, mampu berlayar lebih dari 50 hari dan dapat menampung lebih dari 40 kru kapal di tambah dengan satu tim pasukan elit TNI AL untuk menunjang fungsi operasinya. (tji)

Video: Saat Bule Amerika Seruput Wine Maram, Apa Rasanya?

hamparan.info-Di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, ada suguhan khusus bagi warga yang berkunjung kesana. Dusun Sebaju, Desa Nanga Kebebu, Kabupaten Melawi, itulah nama tempatnya yang selalu ramai didatangi warga dalam negeri maupun luar negeri.

Seperti diunggah akun YouTube SuaR Institute Mery dari Lembaga Seacology Amerika didampingi Irman Meilandi perwakilan Seacology Indonesia menyambangi masyarakat adat Dusun Sebaju, Desa Nanga Kebebu, Kabupaten Melawi. Di Sebaju, Mery disuguhkan Wine Maram dan bahan bakunya. Merypun menikmatinya.