ASN Sintang Bantu Bangun Gereja Tj. Baung

Sekda Sintang (kiri) menyerahkan dana sumbangan ASN Katholik Kabupaten Sintang untuk proses pembangunan gere di Tanjung Baung, Kecamatan Ketungau Hilir.

Hamparan.info – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, mengatakan Aparatur Sipil Negara (ASN) beragama Katholik di Sintang memiliki komitmen untuk membantu pembangunan gereja. Khususnya gereja yang berada di pedalaman yang mengalami kesulitan dana ketika membangun tempat ibadah.

Satu di antara yang mendapat bantuan yakni Gereja Stasi St. Mikael Tanjung Baung Kecamatan Ketungau Hilir. Gereja tersebut mendapat sumbangan dari ASN di Kabupaten Sintang yang diserahkan Sekda, Minggu (7/4).

“Kedepannya kegiatan ini akan Kami lanjutkan terus. Kami bertekad membantu pembangunan pembangunan gereja baik yang ada di stasi maupun Paroki. Kita menyadari kemampuan umat dalam membangun gereja terutama umat di pedalaman memang masih harus dibantu oleh kita semua,” ujarnya.

Untuk Gereja Stasi St. Mikael Tanjung Baung, uang yang terkumpul sejumlah 40 juta rupiah. Uang tersebut selanjutnya dibelanjakan keperluan bahan bangunan senilai 30 juta rupiah, sisanya diberikan dalam bentuk uang tunai.

“uang sebesar 10juta rupiah, kami serahkan kepada ketua panitia pembangunan gereja untuk menambah kas panitia. Sementara 30 juta rupiah kami belikan seng untuk keperluan pembangunan,” lanjutnya.

Pimpinan umat Katolik di Tanjung Baung, Pastor Leonardus Miau, mengakui kemampuan finansial masyarakat sekitar masih sangat minim. Sehingga bantuan tersebut sangat bermakna.

“Kami senang sekali, karna seng itu cukup untuk seluruh bangunan gereja baru kami. Kami juga sangat senang atas kunjungan perwakilan ASN,” ujarnya.

 

Terbang Asik, Malindo Air Kini Siapkan Makanan Ringan

MALINDO AIR – NET

Hamparan.info – Anda terbiasa terbang menggunakan Malindo Air dari Pontianak ke Kuala Lumpur dan sebaliknya maupun untuk rute penerbangan di dalam negeri?, kini terbang menggunakan maskapai berlambang singa tersebut berbeda dan semakin menyenangkan. Pasalnya, mereka melakukan inovasi pelayanan istimewa melalui aneka makanan dan minuman ringan, ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan penumpang ketika berada di dalam pesawat.

“Aneka makanan yang dimaksud seperti minuman panas yakni kopi dan teh, minuman dingin seperti jus mangga dan jus jeruk, termasuk bagi pecinta alkohol dengan kadar persen ringan. Selain itu, juga bisa mendapatkan minuman kesukaan penumpang di atas pesawat Malindo Air, “ ujar Corporate Communications Strategic Danang Mandala Prihantoro, Minggu (7/4).

Untuk jenis makanan ringan yang diberikan selama pelayanan penerbangan pun beragam sesuai keinginan penumpang. “Kita siapkan banyak pilihan makanan ringan, yang terpenting adalah kita melakukan inovasi tersebut telah disesuaikan dengan kelas dan kebutuhan penumpang” tambahnya.

Malindo Air pada penerbangan jenis pesawat Boeing menyediakan aneka makanan dan minuman tersebut dengan harga cukup terjangkau. Selain membeli, penumpang kelas ekonomi dan bisnis dapat memperoleh secara gratis untuk jenis makanan dan minuman tertentu. Sedangkan di penerbangan dilayani armada tipe ATR, yang beroperasi pada rute berjarak satu hingga dua jam, Malindo Air menyediakan paket kombo kopi dengan roti.

Chief Executive Officer (CEO) Malindo Air, Chandran Rama Muthy mengatakan, inovasi layanan ini dilakukan dalam upaya menjawab kebutuhan penumpang yang menginginkan berbagai makanan dan minuman panas dan dingin dengan variasi lebih banyak. “Kami berharap ini akan memberikan pengalaman terbang yang lebih baik bagi penumpang kelas ekonomi.”

Chandran mencontohkan bagi penumpang yang terbang bersama anak-anak bisa memiliki banyak pilihan seperti cokelat. Dengan ditemani beragam hiburan selama penerbangan di setiap armada Boeing, penumpang dapat membeli sebungkus keripik kentang dan secangkir kopi panas atau teh sebagai kombinasi.

“Malindo Air akan terus melakukan improvisasi menu dari waktu ke waktu. Hal yang sama akan diterapkan pada daftar Malindo Exclusive Merchandise dan item bebas bea lainnya,” pungkas Chandran. (*)

 

 

18 Siswa Berprestasi Sintang Diganjar Beasiswa

BANTUAN BEASISWA - Rapat Bantuan Beasiswa penuh untuk 18 orang siswa berpretasi Kabupaten Sintang di ruang Sekda Sintang, Senin (8/4). 18 orang calon mahasiswa tersebut nanti akan menempuh pendidikan mulai dari  Kedokteran di Untan hingga Kampus Dinas Perhubungan.
BANTUAN BEASISWA – Rapat Bantuan Beasiswa penuh untuk 18 orang siswa berpretasi Kabupaten Sintang di ruang Sekda Sintang, Senin (8/4). 18 orang calon mahasiswa tersebut nanti akan menempuh pendidikan mulai dari Kedokteran di Untan hingga Kampus Dinas Perhubungan. Foto : Humas Pemkab Sintang

Hamparan.info – Sebanyak 18 orang siswa berprestasi asal Kabupaten Sintang diganjar beasiswa pendidikan pada tahun 2019. Mereka nantinya akan dikirim tugas belajar di kampus-kampus terkenal luar daerah dengan biaya belajar ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, dari 18 orang tersebut nantinya 3 orang akan menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjung Pura (Untan) Pontianak, 10 kuota di Politeknik Pembangunan Pertanian Magelang (Polbangtan) dan 3-5 orang di Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD).

“Para peserta yang lulus seleksi akan didanai seluruh biaya kuliahnya hingga selesai. Setelah lulus, mereka harus mengabdi selama beberapa tahun di Kabupaten Sintang. Ini sebagai upaya kita mewujudkan masyarakat Sintang yang cerdas sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh Bupati dan Wakil Bupati kita dalam visi mereka,” ujar Sekda ketika memimpin rapat koordinasi bersama calon mahasiswa penerima beasiswa pendidikan dari Pemda Sintang beserta orang tuannya di Ruang Rapat Setda Sintang, Senin (8/4).

Sekda menyebut, program beasiswa ini sudah berapa tahun dilaksanakan, khususnya untuk mereka yang memiliki prestasi baik. Sampai saat ini, sudah ada 36 orang lulusan mahasiswa kedokteran, semuanya sudah ditempatkan, ditugaskan di Puskesmas-Puskesmas.

“Karna proses seleksi yang cukup ketat, jadi yang paling berprestasi lah yang akan mendapatkan beasiswa ini. Jadi seluruh biaya kuliah mereka sampai selesai itu akan dibiayai oleh Pemda dengan catatan mereka memenuhi persyaratan nilai dan tetap mempertahankan prestasi itu saat kuliah dan lulus tepat waktu,” paparnya.

Yosepha menyebut, bukan hanya mereka yang berasal dari sekolah di perkotaan yang mengikuti seleksi beasiswa yang disiapkan Pemkab tersebut. Bahkan, terdapat peserta seleksi beasiswa kedokteran berasal dari Kecamatan Sepauk.

“Kita tidak pandang kelompok mana dari suku apa, agama apa yang penting punya KK dan KTP Sintang,” tegas Yosepha.  (*)

Hebat, Desa di Sintang Bangun Rumah Adat Pakai Dana Desa

Wakil Bupati Sintang (dua dari kiri) seusai meresmikan Rumah Betang Desa Merimpit, Kecamatan Desa, Sintang, Senin (8/4). Rumah betang ini dibangun menggunakan dana ADD dan dukungan swakelola masyarakat lokal.
RUMAH BETANG – Wakil Bupati Sintang (dua dari kiri) seusai meresmikan Rumah Betang Desa Merimpit, Kecamatan Desa, Sintang, Senin (8/4). Rumah betang ini dibangun menggunakan dana ADD dan dukungan swakelola masyarakat lokal.

Hamparan.info – Membangun infrastruktur menggunakan dana desa (ADD), itulah yang berhasil dilakukan Kepala Desa Merimpit Baru, Kecamatan Dedai Kabupaten Sintang. Desa tersebut berhasil membangun Rumah Betang Panjang yang diberi nama “Patih Angga”, rumah betang ini yang diresmikan oleh Wakil Bupati Sintang, Askiman, Senin (8/4).

Keberhasilan membangun rumah betang tersebut mendapat apresiasi luar biasa Wakil Bupati. Ia menyebut keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa dana dana desa dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Meskipun dana minim namun hasil yang dicapai terlihat sangat luar biasa. Gedung ini merupakan ciri khas budaya kita semua, saya harap Rumah Betang ini ada bisa menjadi tempat untuk kita berkumpul bersama meningkatkan rasa kekeluargaan, rasa persaudaraan dan keharmonisan dalam masyarakat kita,” ujar Askiman.

Terlebih menurutnya, Rumah Betang tersebut dibangun dengan partisipasi seluruh anggota masyarakat Desa Merimpit. “Sungguh luar biasa bisa memanfaatkan dana desa dan ditopang dengan partisipasi swakelola seluruh anggota masyarakat,” tambahnya disambut tepuk tangan para penduduk yang hadir.

Rumah Betang Patih Angga sendiri berukuran 9 x 30 meter persegi. Betang ini berada satu kompleks dengan Kantor Desa Merimpit. Askiman berharap, Rumah Betang yang baru selain menjadi pusat kegiatan kebudayaan, juga menjadi pusat perekonomian masyarakat sekitar khususnya Usaha Kecil, Menengah (UMKM) yang saat ini mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sintang.

“Saat ini kita memang menggalakkan usaha kecil menengah sebagai salah satu penopang untuk ekonomi keluarga karena hasil komoditi kita sawit dan karet masih berharga rendah. Rumah Betang ini juga menjadi tempat untuk kita melestarikan adat dan budaya dalam bentuk galeri dan juga menjadi pusat kerajinan di Desa Merimpit,” ujar Askiman.

Apresiasi pembangunan Rumah Betang juga disampaikan Camat Dedai, Subendi, yang berharap agar keberadaan Betang Patih Angga akan menjadi ikon dan pusat kebudayaan di Kecamatan Dedai.

“Peresmian Betang Adat Patih Angga di Desa Merimpit Baru ini merupakan suatu kebanggaan bagi kita bersama baik secara umum masyarakat bagi Kecamatan Dedai dan masyarakat Sintang. Bangunan ini merupakan salah satu warisan tradisi budaya kita. Saya minta tolong kepada masyarakat supaya Rumah Betang ini kita jaga bersama,” ujarnya lagi. (*)