Belajar Bersama Menangkal Hoaks bersama Google dan AJI

hamparan.info – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar pelatihan cara mendeteksi dan menangkal hoaks atau berita bohong, sejak 23 hingga 25 Agustus 2019 di Samarinda, Kalimantan Timur.  Puluhan jurnalis, mahasiswa, NGO, dan warga umum menjadi peserta.

“Hoaks dapat kita temukan sejak kita bangun. Saat bangun, apa yang pertama di buka? Handphone? Kita bisa menemukan banyak hoaks,” kata Trainer Google News Initiative,  Muhammad Iqbal, di Kota Samarinda, Minggu, 25 Agustus 2019.

Selain mudah di temui, hoaks juga dapat menimbulkan keresahan dan kegaduhan. Untuk itu, peserta diharap mampu mendeteksi dan menangkal hoaks yang kerap beredar di media sosial, dan dapat memberikan dampak hingga di dunia nyata. Terutama para jurnalis, agar dapat menjadi garda terdepan memverifikasi hoaks.

“Semakin kuat verifikasi yang dilakukan jurnalis, semakin minim warga terpapar hoaks, Bahkan karya jurnalistik bisa meredam segala potensi buruk dari hoaks,” ujar Sekertaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Revolusi Riza, dikutip dalam keterangan resminya.

 

 

Revo dan Iqbal memulai pemaparan dari cara mengetahui akun palsu. Peserta diberikan contoh-contoh akun palsu yang nyaris serupa dengan akun asli. Kebanyakan akun palsu menggunakan nama-nama orang yang terkenal atau memiliki pengaruh terhadap publik.

Mereka lalu menjelaskan tentang dua jenis hoaks. Yakni, misinformasi dan disinformasi. Misinformasi ialah informasi yang salah tapi dianggap benar karena ketidaktahuan. Sedangkan disinformasi adalah informasi diketahui hoaks, namun tetap sengaja disebarkan dengan tujuan tertentu. “Hoaks mudah menyebar karena banuak orang sudah memiliki “kebenaran” dalam hatinya,” kata Revo.

Para trainer juga memaparkan tentang cara memverifikasi foto dan video. Agar tidak keliru ketika mencatat lokasi dan waktu peristiwa dari hasil tangkapan kamera yang beredar. Peserta juga diarjarkan cara memverifikasi website atau domain yang sekiranya dapat dipercaya.

Tak hanya teori, peserta juga langsung diberikan soal dari materi yang telah dipaparkan untuk menguji apakah bisa mendeteksi dan menangkal hoaks.

Materi lain yang tak kalah penting ialah tentang keamanan digital. Peserta dijelaskan agar akun media sosial dan data media sosial yang dimiliki aman dari penyalahgunaan oleh pihak yang tidak diinginkan.

Di tahun ke dua ini, AJI, Google, dan Internews menargetkan 3 ribu jurnalis, mahasiswa dan kalangan umum dari puluhan kota di Indonesia mengikuti pelatihan ini. Di tahun sebelumnya, 3 ribu orang dari berbagai kalangan juga mengikuti pelatihan yang sama. Untuk kegiatan di Samarinda, pelaksana kegiatan ialah AJI Balikpapan Biro Samarinda.

 

 

 

Sedapnya, Gangan Asam Haruan Banjar

Indonesia merupakan negara yang memiliki keunikan dan keaslian budayanya, termasuk sajian kuliner yang sangat otentik dan kaya akan rasa. Pada tahun ini, Grup perhotelan Accor di Indonesia sedang gencar mengenalkan serta menampilkan keragaman sajian kuliner lokal melalui program “Culinary Journey”  yang berasal dari 120 atau lebih restoran Hotel Accor di Indonesia.

Setelah sebelumnya sukses mengadakan launching Culinary Journey yang pertama dengan menu lokal khas pontianak yaitu “Ikan Patin Bakar Sambal Tempoyak”. Kini Mercure dan Ibis Pontianak City Center kembali mewarnai Culinary Journey yang kedua dengan menghadirkan menu Gangan Asam Haruan Banjar.

Gangan Asam Haruan Banjar menghidangkan komposisi dari ikan haruan atau yang lebih dikenal dengan ikan gabus dipadukan dengan bumbu bumbu lokal serta tentunya memiliki manfaat dan khasiat yang baik untuk kesehatan tubuh kita.

Launching Culinary Journey yang kedua diselenggarakan di Mercure Pontianak City Center berkolaborasi dengan Ibis Pontianak City Center serta mengundang para awak media di kota Pontianak, Kalimantan Barat.  Acara tersebut dikemas sedemikian rupa dengan menyuguhkan secara live demo memasak Gangan Asam Haruan Banjar yang dipandu oleh Chef Ismail dari Ibis Pontianak City Center dan Chef Mangun dari Mercure Pontianak City Center.

Menu Gangan Asam Haruan Banjar dapat dinikmati dengan harga Rp. 75,000/Porsi dan dapat ditemukan tidak hanya di Mercure dan Ibis Pontianak namun tersebar di Accor hotel region Kalimantan seperti Novotel – Ibis Balikpapan, Mercure Banjarmasin, Novotel Banjarmasin Airport

Chef Mangun menambahkan menu culinary journey akan berganti setiap 3 bulan sekali dengan resep serta bumbu tradisional yang menjadi andalannya. Sajian ini pun memiliki ciri khas yang berbeda dengan sajian Culinary Journey sebelumnya.

Acara tersebut mendapatkan respon positif dari awak media dan tamu yang hadir. selain itu,demo masak ini dapat menambah pengetahuan kuliner lokal kita. Peluncuran Culinary Journey kedua ini ditutup dengan makan siang bersama di ebony restaurant Mercure Pontianak City Center.

“Melalui Culinary Journey, diharapkan para tamu hotel dapat menikmati dan mengenal lebih jauh mengenai ragam kuliner lokal di region Kalimantan ini serta dapat berpartisipasi secara aktif lewat media sosial dengan menampilkan foto makanan favorit mereka di hotel dengan memberi tanda pagar #accorfoodstory #accorculinaryjourney #mercurepontianakcitycenter #ibispontianakcitycenter “, kata Chef Ismail, dalam keterangan resminya, Jumat, 23 Agustus 2019.

 

Petugas PLN GI Singkawang Standby 24 Jam Nonstop

Catatan Perjalanan Media Touring PLN Group Kalbar Tahun 2019

hamparan.info – Gardu Induk (GI) Singkawang mulai beroperasi sejak tahun 2010 berfungsi menerima suplai listrik dari GI Bengkayang. Posisi GI Singkawang yang masuk dalam sistem kelistrikan Khatulistiwa cukup strategis karena sebagai pengatur beban listrik yang disalurkan ke GI Singgiring dan GI Sambas, kedua saluran transmisi yang dilewati cukup dominan dalam mengamankan pasokan listrik kepada pelanggan di beberapa kota dan kabupaten.

Menurut Manager UP3B Kalbar, Ricky Faizal, keberadaan gardu induk disistem kelistrikan Khatulistiwa tentunya cukup dominan dalam mengatur penyaluran aliran listrik ke berbagai kawasan, untuk itu diperlukan komitmen dan integritas para petugas dalam menangani teknis pengoperasiannya.

“Untuk menjaga integritas layanan, petugas diseluruh gardu induk standby 24 jam nonstop untuk memastikan keandalan pasokan listrik yang disuplai dari satu GI ke GI lainnya,” kata Ricky.

Dia menjelaskan, Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Singkawang berada dibawah wilayah kerja PLN UP3B Kalbar. ULTG Singkawang sendiri membawahi 6 GI, yakni GI Singkawang, GI Senggiring, GI Sambas, GI Ngabang, dan GI Bengkayang. Seluruh GI telah terinterkoneksi dalam sistem kelistrikan Khatulistiwa.

“PLN ini milik kita bersama. Untuk menjadikan kelistrikan di Kalbar ini semakin membaik, masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi dalam membantu menjaga instalasi PLN. Jika menemukan anomali atau kejanggalan pada saluran transmisi, tower, atau ada warga yang melakukan pembakaran serta penggalian dekat tapak tower dan lain-lain agar segera melaporkan ke petugas PLN layanan terdekat,” kata Ricky.

Sementara itu, Jafrihan, Manager ULTG Singkawang menjelaskan bahwa GI Singkawang menerima suplai listrik dari GI Bengkayang sebesar 134,8 MW. Kemudian menyalurkan listrik ke GI Sambas sebesar 29,2 MW dan ke GI

Senggiring sebesar 48 MW melalui saluran transmisi 150 kV. Setiap GI terhubung satu sama lain dengan double sirkuit. Mekanisme kerjanya dengan sistem loop, artinya jika terjadi gangguan pada satu sirkuit maka pasokan listrik akan disuplai dari saluran lainnya, sehingga layanan kepada pelanggan tidak akan terganggu.

Jika menemukan anomali atau kejanggalan pada instalasi maka petugas akan bergerak cepat untuk melakukan identifikasi gangguan yang terjadi, apakah sifatnya temporer atau permanen.

“Sekecil apapun gangguan yang terjadi yang berpotensi menyebabkan terganggunya pasokan listrik maka petugas akan bergerak cepat mengatasinya. Harus turun kelapangan meski terkadang dalam cuaca yang buruk sekalipun,” kata Jafrihan.

Untuk menjaga keandalan pasokan listrik, Jafrihan menghimbau agar masyarakat turut peduli menjaga keberadaan instalasi listrik milik PLN. Mengikhlaskan tanam tubuh yang dimiliki untuk bisa ditebang terutama yang dekat dengan jaringan listrik, serta tidak bermain layang-layang terutama dengan menggunakan tali kawat.

 

Hadiah Ulang Tahun Ke-74 dari WASI untuk Republik Indonesia

Pecahkan Rekor Dunia ; WASI Kibarkan Merah Putih di Dasar Laut

hamparan.info – Wanita Selam Indonesia (WASI) menginisiasi pengibaran bendera Merah Putih seluas 1.014 meter persegi di dasar Teluk Manado, Sulawesi Utara (Sulut), tepatnya di kawasan Megamas. Pengibaran bendera tersebut tercatat sebagai rekor baru dunia versi Guinness World Records. Pemecahan rekor tersebut terjadi pada tanggal 1 sampai 3 Agustus 2019.

Ketua WASI Tri Tito Karnavian kepada wartawan, menyatakan pemecahan rekor tersebut sebagai hadiah ulang tahun ke-74 dari WASI untuk Republik Indonesia. “Semoga apa yang kami lakukan tak hanya sebatas rekor ini, akan ada banyak kontribusi lain yang akan WASI lakukan untuk Indonesia ke depan. Kami berharap semua orang mau melakukan yang terbaik bagi bangsanya,” kata Tri Tito Karnavian.

Tri Tito Karnavian mengungkapkan  ada perjalanan panjang yang harus WASI lalui untuk memecahkan rekor tersebut. Paling tidak pihaknya menyiapkan waktu hingga satu tahun, mulai dari pembuatan bendera raksasa yang dikerjakan pengrajin lokal asal Bitung, Raden Ali beserta timnya hingga menentukan besaran bendera yang akan dikibarkan.

“Semula kami hanya akan mengibarkan bendera seluas 500 meter seperti yang dilakukan WASI ketika memecahkan rekor MURI 2018 lalu, namun ada masukan dari Guinness World Records bahwa pengibaran bendera harus sesuai standar yang berlaku di Indonesia, berdasarkan aturan tersebut, maka kami membuat bendera berukuran 26 x 39 meter dan kemudian mengibarkan bendera dengan ukuran 1.014 meter persegi tersebut di Teluk Manado,” kata Tri Tito Karnavian.

Untuk diketahui, berdasarkan UU no 24 Tahun 2009 Pasal 4 ayat 1, ukuran bendera yang harus dipenuhi adalah bentuk segi empat dengan ukuran lebar dua pertiga dari ukuran panjang.

Dikuitp dalam keterangan resminya, ketika disinggung soal motivasi memecahkan rekor tersebut,  Tri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki banyak sekali potensi pariwisata laut yang indah. Objek wisata itu membentang dari Sabang sampai Merauke, sehingga WASI ingin semua itu dikenal oleh dunia luar.

Untuk diketahui WASI sendiri adalah organisasi selam di Indonesia yang didirikan sejak tahun 2018. Meskipun usianya masih terbilang muda, namun organisasi ini telah berhasil memecahkan 1 rekor nasional versi MURI pada tahun 2018 dan 3 rekor dunia versi Guinness World Records pada tahun 2019 ini.

 

 

 

Peduli Pendidikan Anak, PLN Kalbar Gelar Kegiatan PLN Mengajar

hamparan.info – PLN Unit Induk Wilayah Kalbar serahkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan senilai Rp. 52.450.000,- kepada SD Negeri 62 Kecamatan Sri Raya, Kabupaten Kuburaya. Bantuan yang berasal dari dana CSR PLN tahun 2019 tersebut diserahkan secara simbolis pada Kamis (15/8/2019).

Menurut Senior Manager SDM dan Umum PLN UIW Kalbar, Ordaia Arqam Nja’Oemar, bantuan yang diberikan merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan, khususnya pada dunia pendidikan.

“Selain menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan, kami juga melaksanakan kegiatan PLN Mengajar, dengan melibatkan Volounteer yang terdiri dari anak-anak muda PLN. Materi yang diajarkan pun seputar kelistrikan yang dikemas dalam bentuk fun games sehingga mudah dipahami oleh anak-anak sekolah dasar,” kata Arqam.

Pemberian bantuan dan program PLN Mengajar ini biasanya dilaksanakan dilingkungan proses bisnis kelistrikan yang dikelola PLN, sehingga keberadaannya benar-benar dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakat disekitarnya.

“Saya berharap, bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat bagi kemajuan proses belajar mengajar di SD Negeri 62 ini,” kata Arqam, dalam keterangan resminya.

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SD Negeri 62 Kecamatan Sei Raya, Endang Iryani mengatakan SD Negeri 62 setiap tahun ditunjuk sebagai pelaksana ujian akhir 3 sekolah, yakni SDN 37, SDN 38, dan SDN 62 sendiri. Kesulitan yang dihadapi adalah minimnya sarana dan prasarana penunjang, seperti meja dan kursi untuk siswa.
“Saya merasa terharu dan bahagia sekali, bahwa PLN telah peduli meringankan beban kami dalam melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah kami. Bantuan sarana dan prasarana sekolah ini pastinya akan sangat bermanfaat bagi proses belajar mengajar di SDN 62 ini,” ujar Endang.

SD Negeri 62 Kecamatan Sei Raya yang berdiri sejak tahun 2000 saat ini memiliki 210 orang siswa didik. Siswa yang mengikuti program PLN Mengajar berjumlah lebih kurang 70 orang terdiri dari siswa kelas 5 dan 6.
“Bantuan yang PLN berikan tentunya akan membuat anak-anak tambah semangat dalam belajar. Kami pun akan berupaya memberikan yang terbaik dalam mendidik anak-anak. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan yang telah diberikan. Dan semoga PLN semakin maju kedepannya,” tutur Endang.

 

Festival Media AJI di Jambi Resmi Diluncurkan

hamparan.info – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kembali menggelar Festival Media tahun 2019. AJI Jambi ditunjuk sebagai tuan rumah perhelatan besar tahunan ini. Bertepatan dengan perayaan HUT AJI ke-25 di Jakarta, Fesmed AJI ke-8 Jambi resmi diluncurkan, di JS Luwansa, Rabu, 7 Agustus 2019.

Festival Media yang diselenggarakan AJI tempat penyelenggaraannya bergilir, dari satu kota ke kota lain. Temanya menyesuaikan dengan topik yang menjadi perbincangan hangat publik.

Festival Media merupakan salah satu momen di mana jurnalis, media dan publik bertemu melalui rangkaian kegiatan, mulai dari pameran, pelatihan hingga talkshow.

Belakangan ini tema soal hoaks, berita palsu, dan disinformasi menjadi perbincangan hangat. Penyebarannya juga sangat cepat dan massif. Dengan pengguna internet dan media sosial yang lebih dari separuh populasi penduduk 260 juta, tak mengherankan jika penyebaran informasi itu sangat meluas. Dengan kondisi tersebut, Festival Media di Jambi mengangkat tema “Literasi di Era Disrupsi”.

“Kami sangat bangga dan berterima kasih sudah ditunjuk menjadi tuan rumah Festival Media Aliansi Jurnalis Independen ini,” kata M Ramond EPU, Ketua AJI Jambi setelah menghadiri peluncuran Festival Media di Jakarta.

Dikutip dalam keterangan resminya, Ramond EPU menjelaskan Festival Media di Jambi ini menjadi momen spesial. Karena, bertepatan dengan seperempat abad AJI dalam memperjuangkan independensi, profesionalitas dan etika jurnalis.

“Dengan tema Literasi di Era Disrupsi, jurnalis, media dan publik di Jambi akan diajak untuk melihat berbagai tantangan dan upaya menghadapi era digital saat ini,” kata Ramond.

Sementara itu, Ketua Umum AJI Indonesia, Abdul Manan mengajak para jurnalis di Jambi untuk mengikuti terlibat aktif dalam setiap rangkaian Fesmed yang penuh dengan kegiatan menarik, seperti workshop, talkshow dan lain sebagainya.

“Tak hanya jurnalis, tapi juga kepada publik, masyarakat Jambi, blogger, Persma, mahasiswa, kita harapkan kedatangannya, karena di Fesmed ini akan banyak kegiatan menarik yang berkaitan dengan literasi media,” kata Manan.

Tema yang diusung dalam Fesmed 2019 ini kata Manan, masih selaras dengan tema HUT ke-25 AJI. Tema besar Literasi di Era Disrupsi ini diangkat karena sebagai salah satu cara AJI untuk menjawab tantangan yang dihadapi jurnalis saat ini.

Tantangan di era disrupsi ini menurut Manan, jurnalis dihadapkan pada iklim media yang mengalami perubahan kultur orang membaca berita, dari sebelumnya cetak beralih ke digital. Sehingga, itu berdampak pada tutupnya perusahaan media cetak.

“Disrupsi lain berdampak media itu sendiri sebagai penyalur informasi yang sekarang informasi sudah beralih ke media sosial. Tentu dengan peralihan ini media mainstream mendapatkan kompetitor yang serius,” katanya.

Dengan tema Literasi di Era Disrupsi yang diangkat dalam Fesmed 2019 ini kata Manan, juga bisa mendorong peningkatan kapasitas jurnalis untuk menghadapi perubahan di era yang baru ini. Sebagai dampak digitalisasi sekarang ini informasi tidak akurat, hoaks dan fake news mudah tersebar secara masif di media sosial.

“Karena itu yang bisa dilakukan jurnalis adalah bagaimana juga bisa mendidik publik supaya lebih melek dan kritis ketika menerima informasi dari media sosial,” katanya.

 

Perkuat SDM dalam Pengoperasian WTA di Papua

Hamparan.info,  Sorong – Pemanfaatan Wahana Tanpa Awak (WTA) merupakan suatu teknologi yang dapat membantu berbagai pekerjaan. Di antaranya adalah pemetaan dan pemantauan kawasan yang sulit dijangkau. Berbagai metode terus dikembangkan untuk mendapatkan hasil pemetaan dan pemantaun yang maksimal. Belum lama ini SIAR, AURIGA didukung oleh KEHATI memfasilitasi pelatihan pemanfaatan Wahana Tanpa Awak (WTA) serta pemantauan kawasan hutan yang diduga ada aktivitas perambahan.

Setidaknya dari pelatihan yang dilakukan tersebut akan terbentuk tim yang terdiri dari tiga orang untuk pengoperasian WTA. Papua Forest Watch (PFW)  adalah suatu lembaga yang konsen di bidang kehutanan, maka SIAR dan AURIGA serta Papua Forest Watch menyiapkan orang-orang yang akan dilatih untuk pengoperasian WTA tersebut.

Pelatihan  terlaksana di Sorong, Papua Barat. Dalam pelatihan tersebut yang dilakukan adalah membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mahir dalam pengoperasian pemanfaatan Wahana Tanpa Awak baik dibidang pemetaan, pemantauan dan  dokumentasi.

Peserta pelatihan diberikan pemahaman terkait WTA. Mulai dari regulasi yang berlaku di Indonesia sesuai Undang-Undang, manajeman penggunaan yang baik dan benar, sistem serta anatomi WTA sehingga benar-benar bisa difungsikan dengan baik. Setelah memahami itu semua, peserta diajak dan dipandu menerbangkan pasawat jenis Cesna untuk mengasah kemampuan menerbangkan WTA. Setalah menguasai kemampuan terbang, baru peserta dipandu membuat rencana penerbangan di aplikasi Mission Planner kemudian pilot menerbangkan pesawat jenis Skywalker yang biasa digunakan untuk melakukan pemetaan dan pemantauan.

Mario salah satu peserta pelatihan mengatakan, pelatihan ini harus benar-bener diikuti dan dimanfaatkan. selesai dari pelatihan ini harus bisa menerbangkan drone baik itu jenis Multirotor atau pun fixed.

“kami sangat berterima kasih kepada instruktur pelatihan yang telah sudi membagi ilmu terkait pemanfaatan drone di berbagai macam bidangya. Tentu kedepan ilmu ini sangat bermanfaat bagi kami,” kata Mario di sela-sela pelatihan.

 

Petakan Sawit Mayarakat, Langkah Awal Dorong STDB

Hamparan.info  Kalimantan Timur – Pemetaan menggunakan Wahana Tanpa Awak (WTA) di Kalimantan Timur tepatnya di desa Long Ikis, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Kali ini  yang dipetakan SIAR adalah kebun petani kelapa sawit mandiri yang ada di 5 desa.  Pemetaan ini terlaksana dikarenakan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) ingin mendata kebun petani mandiri yang ada di Kecamatan Long Ikis terutama di 5 desa, terkait produktivitas hasil perkebunan kelapa sawit masyarakat.

Total luasan areal yang dipetakan dari 5 desa itu kurang lebih 4000 hektar. Selain untuk mendorong kebijakan supaya perusahaan mau bermitra dengan mansyarakat banyak hal lain yang dapat dilakukan apabila peta areal kebun masyarakat sudah ada.

Salah satu diantaranya kata Syaiful Anwar Selaku staff lapangan SPKS kita dapat mendorong Disbun untuk melakukan dan mengeluarkan Surat Tanda Daftar Budidaya (STD-B) kebun-kebun petani yang ada di Kecamatan Long Ikis.

“Hingga saat ini terkait peta sebaran kelapa sawit masyarakat belum ada. Maka dari itu data areal pekebun sawit mandiri sangat kita butuhkan. Sebab data dan peta areal kebun ini menjadi salah satu syarat apabila ingin bermitra dengan perusahan. Maka dari itu kita SPKS Paser sangat menbutuhkan data tersebut agar bisa mendorong perusahaan mau bermitra dengan petani. Selama ini petani menjual buah sawit mereka lewat tengkulak-tengkulak dengan harga dibawah standar yang ditetapkan Disbun,” kata Syaiful.

 

Video: Sedihnya Meratapi Jalan Hancur di Kalimantan Barat

hamparan.info – Beginilah kondisi terkini jalan provinsi dari Manis Mata menuju Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Terlihat jelas, kondisi jalan sangat memprihatikan.

Namun begitu, tidak menyurutkan nyali pengendara untuk melintasi melalui jalan seperti bubur tersebut.

Terpantau pada Minggu, 28 April 2019, kebanyakan pengendara memilih jalan alternatif ini melalui jalan perkebunan kelapa sawit milik PT Bumitama Gunaya Agro (BGA).

Akan tetapi, untuk saat ini jalan alternatif ini tidak bisa dilalui disebabkan penyebrangan menggunakan kapal tongkang tidak beroperasi.

Gunung Palung dan Berbagai Manfaat bagi Masyarakat

hamparan.info   Taman Nasional Gunung Palung adalah salah satu Taman Nasional yang berada di Kalimantan Barat. Taman Nasional ini terletak di Kabupaten Kayong Utara dan Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Keanekaragaman hayati menjadi daya tarik bagi peneliti baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Apalagi di taman nasional ini salah satu hewan endemik pulau bernoe yaitu orang hutan sangat madah ditemui.

Salah satu peneliti Orangutan dari Yayasan Palung Elizabeth sudah membuat jalur transek Orang utan di Taman Nasional Gunung Palung. “ Setidaknya sudah ada 10 jalur transek Orang utan yang sudah kami survey dan itu memang jalur mereka untuk mencari makan.” Kata Elizabeth.

Selain Orang utan, hewan-hewan lainnya juga banyak. Diantaranya Macan, Kijang serta Babi. Untuk Macan jarang sekali ditemui. Dan hanya terlihat dari camera traps.

Darmadi salah satu petugas Taman Nasional Gunung Palung mengatakan, camera traps yang kami pasang dalam 1 atau 2 minggu  sekali dicek hasilnya.

“ Dan hewan yang sering terekam dalam camera babi hutan, kijang dan sesekali macan juga terekam dalam camera traps yang kami pasang,” kata Darmandi.

Selain banyaknya hewan-hewan yang ada di Gunung Palung, tentu manfaat Gunung Palung bagi masyarakat sekitar juga berdampak. Salah satunya adalah kesedian air bersih yang dirasakan oleh masyarakat.

Herman salah satu masyarakat yang berasal dari desa Sedahan mengatakan, dengan ditetapkanya Gunung Palung ini menjadi kawasan konservasi menjadi keuntungan bagi desa-desa disekitarnya secara umum bagi masyarakat Kayong Utara.

“ Sebab apabila tidak dijadikan Taman Nasional tidak menutup kemungkinan kawasan Gunung Palung ini menjadi incaran oleh korporasi yang bergerak di bidang perkebunan dan sebaginya,” kata Herman.

Seperti yang terjadi di hulu Ketapang kata Herman, sebagian masyarakat untuk air minum saja harus mengeluarkan uang sementara kami disini tinggal minum saja tidak perlu keluar uang.

Untuk sampai ke basecamp Taman Nasional Gunung Palung ini ada dau jalur menjadi alternative. Diantaranya jalur darat dan jalur sungai. Kebanyakan peneliti yang datang ke kawasan Gunung Palung ini menggunakan jalur darat. Sebab jalur sungai digunakan untuk mengangkut logistik saja.  Jarak tempuh yang untuk jalur darat memakan waktu kurang lebih 3 jam, sedangkan jalur sungai memakan waktu selama 5 jam.