Puluhan Wanita Tertipu Lowongan Kerja di Batam

hamparan.info – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau melaui Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum   menangkap puluhan wanita  kasus Tindak Pidana  Perdagangan Orang atau TPPO di Provinsi Kepulauan Riau.  Kepala Bidang Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga, merinci kasus TPPO itu.

“Dari ke 31  Korban terdiri dari wanita direkrut dari Pulau Jawa dijanjikan bekerja di Batam sebagai pemandu lagu. Mereka diiming – iming  dengan gaji besar, sehingga  dapat terbeli rumah dan mobil,” ujar Kombes Pol S Erlangga di Mapolda Kepri, Batu Besar Batam, Senin (9/9/2019).

Dia menjelaskan, setelah korban dijanjikan untuk bekerja di Batam ternyata  dari ke 3I korban diarahkan untuk Ke Tanjung Balai Karimun tepatnya di Komplek Villa Garden No 58A, Kelurahan Kapling, Kabupaten Karimun. Saat itu, para korban dijerat oleh mucikari dengan  utang mulai dari tiket, penginapan dan tempat tinggal sehinnga korban membuat tidak berdaya.

Adapun gadis-gadis  yang menjadi korban perdagangan orang ini rata-rata berusia 18- 28  tahun. Dalam melayani para lelaki hidung belang dari bermacam negara. “Gadis-gadis itu dipatok tarif dari Rp600 ribu hingga Rp 2 juta permalam. Korban yang direkrut terdiri dari  Jakarta 4 orang, Bogor 2 orang, Bandung 15 orang , Garut  2 orang, Brebes dan Purbalinga 4 orang,” kata Kombes Pol S Erlangga.

Di tempat yang sama Wadir Direskrimum Polda Kepri, AKBP Ari Darmanto mengungkapkan kronologi kejadian itu berawal dari informasi Ombudsman atas pelporan korban inisial LS alias R.

“Karena korban merasa ditipu dan tidak terima dipekerjakan sebagai PSK. Nah, atas informasi itulah jajaran Polda Kepri dan Reskrimum Tanjung Balai Karimun melakukan awal   penyelamatan  terhadap  Para korban.  Kemudian dilanjutkan pemburuan terhadap 2 tersangka mucikari  dari Batam  dan Depri  Priatna  alias  Fahlen (sebagai penyuplai) bersama Istrinya bernama  Willi Yana  Suswanti  Alias  Jenny dirumah miliknya yang beralamat di Blok Haji Gofur  RT/01/02 Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Margaasih, Bandung,” kata AKBP Ari Darmanto.

AKBP Ari Darmanto berkata, “Lalu kita lakukan pengembangan dan berhasil mengamankan pelaku yang bertugas perekrut korbannya berinisial BP alias Valen,”.

AKBP Ari Darmanto, menjelaskan dalam menjalankan aksinya, Valen sebagai perekrut calon korbannya, menyebarkan iklan  lowongan pekerjaan melalui  Aplikasi  Beetalk, Line  dan Facebook dengan mencantumkan nomor WasthApp.

“Setelah dihubungi calon korbannya, pelaku kemudian menawarkan korbannya kerja di Batam. Selain para korban dan kedua pelaku TPPO yang sudah berstatus tersangka yaitu Akui  Alias  Papi Awi (Pemilik Villa Garden No 58A ) dan Defri Supriatna (Sebagai pensuplai). Kami juga berhasil mengamankan uang Rp15 juta sebagai barang bukti. Keduanya dijerat dengan Undang-undang No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdangan Orang,” ujar AKBP Ari Darmanto.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *