Kawat Layang-layang Ancam Jiwa Warga dan Pasokan Listrik

  • Whatsapp
banner 468x60

hamparan.info – Intensitas gangguan listrik hingga menyebabkan padam akibat kawat layang-layang beberapa minggu terakhir ini cukup meningkat Kalimantan Barat.  Di Jalan Sudirman, Perumnas Roban, Kota Singkawang, dan sekitarnya terutama di sore hari menjelang berbuka puasa.

“Kawat layang-layang langsung menyebabkan korsleting atau hubungan singkat saat menyentuh jaringan listrik, hingga padampun tak bisa kita hindari. Dan lebih berbahaya lagi karena dapat mengancam keselamatan jiwa warga hingga maut merenggut,” kata Manager PLN UP3 Singkawang, Sumarsono, Senin (13/5/2019).

Muat Lebih

banner 300250

BACA PLN Wujudkan Mimpi Warga Desa Jaya Sakti Menjadi Kenyataan

Sumarsono menjelaskan, layang-layang dengan menggunakan tali biasa pun sebenarnya dapat menyebabkan gangguan listrik meski prosesnya tidak langsung karena membutuhkan kondisi basah, sehingga benang plastik yang semulanya bersifat tidak bisa menghantarkan listrik (isolator) namun karena embun mulai turun atau hujan maka otomatis akan berubah menjadi penghantar listrik (isolator).

“Dalam keadaan basah karena embun atau hujan yang turun, benang plastik layang-layang pun berubah menjadi penghantar listrik hingga terjadi hubungan singkat dan listrik pun padam. Makanya, malam hari pun  layang-layang dapat mengancam pasokan listrik,” kata Sumarsono.

BACA PLN Singkawang Siap Amankan Pasokan Listrik Jelang Pemilu 2019

Dia mengaku pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan dengan melakukan razia bersama Satpol PP dan aparat keamanan terhadap para pemain layang-layang, namun tingkat kesadaran masyarakat masih rendah meski sudah banyak korban yang berjatuhan. Padahal layang-layang bertali kawat sudah dilarang sesuai Perda Ketertiban Umum nomor 1 tahun 2016, sehingga pelakunya bisa dijerat hukum.

“Masalah ini hendaknya menjadi perhatian kita bersama karena dampak buruknya dirasakan oleh masyarakat termasuk PLN. Seharusnya warga kota Singkawang dapat merasakan perbedaan kondisi kelistrikan saat sebelum masuk bulan Ramadhan dan saat bulan Ramadhan seperti sekarang ini, dimana intensitas gangguan listriknya meningkat, dan itu lebih disebabkan oleh masalah eksternal, yakni ulah para pemain layang-layang,” kata Sumarsono dalam keterangan resminya.

BACA  Layanan Premium PLN di Kalbar Banyak Peminat

Saat melakukan patroli dengan dibantu anggota TNI Brigade Infanteri Singkawang, Sumarsono berharap semoga para pemain layang-layang dapat menyadari dampak buruk yang disebabkan oleh ulah mereka.

“Tolong bantu PLN dalam menjaga suplai listrik minimal dengan mencegah atau melarang anggota keluarga untuk tidak bermaing layang-layang terutama dengan menggunakan tali kawat. Sekuat apapun upaya yang  kami lakukan untuk mengamankan pasokan listrik namun jika tidak ada dukungan dari masyarakat maka jangan bermimpi listrik kita aman,” ujar Sumarsono.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *