Kapal Vietnam Tepergok Curi Ikan, Tabrak Kapal TNI AL

  • Whatsapp
foto : suara.com
foto : suara.com
banner 468x60

hamparan.info – Cuplikan video insiden antara kapal berbendera Vietnam menabrak lambung kapal TNI AL KRI Tjiptadi-381 beredar di media sosial. Markas Besar Komando Armada I TNI AL telah memberikan pernyataan resmi bahwa peristiwa itu benar terjadi.

Kepala Dinas Penerangan Komando Armada I TNI AL Letnan Kolonel (P) Agung Nugroho, seperti dikutip Antara, Senin (29/4) mengakui tindakan kapal berbendera Vietnam menabrakkan kapal itu merupakan bentuk provokasi.

Agung menjelaskan insiden itu terjadi pada Sabtu (27/4) pukul 14.45 WIB di Laut Natuna Utara, yang merupakan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

“KRI Tjiptadi-381 sedang melaksanakan operasi penegakan hukum terhadap kapal ikan asing berbendera Vietnam bernomor lambung BD 979,” kata Agung di lansir cnnindonesia.com., Senin 29 April 2019.

Kapal itu tepergok sedang mencuri ikan di perairan Natuna. Komandan KRI Tjiptadi, kemudian menangkap kapal ikan berbendera Vietnam itu.

Namun, kapal ikan tersebut ternyata dikawal kapal Pengawas Perikanan Vietnam, dan kapal pengawal itu berusaha menghalangi personel TNI AL di KRI Tjiptadi-381. Kapal itu memprovokasi hingga menabrakkan badan kapalnya ke KRI Tjiptadi-381.

Agung mengatakan, lokasi kejadian itu ada di wilayah ZEE nasional, sehingga tindakan penangkapan kapal ikan ilegal oleh KRI Tjiptadi-38 sudah benar dan sesuai prosedur. Namun di sisi lain, pihak Vietnam juga mengklaim wilayah itu merupakan kawasan perairannya.

Tak hanya menabrak KRI Tjiptadi-381, kapal pengawas Vietnam itu juga sengaja menabrak kapal ilegal bernomor lambung BD 979 yang sedang ditunda KRI Tjiptadi-381. Akibatnya kapal ikan ilegal Vietnam itu bocor dan tenggelam.

Menurut Agung, tindakan KRI Tjiptadi-381 menahan diri dan tak terpancing provokasi Vietnam sudah tepat. Untuk meminimalisir ketegangan atau insiden yang lebih buruk di antara kedua negara, kejadian/insiden tersebut akan diselesaikan melalui jalur resmi antar pemerintahan kedua negara, Indonesia dan Vietnam.

Sementara Anak Buah Kapal (ABK) kapal ikan ilegal Vietnam yang berjumlah 12 orang ditahan dan dibawa ke geladak KRI Tjiptadi-381. Namun dua ABK yang berada di atas kapal ikan itu berhasil melompat ke laut dan ditolong salah satu kapal Pengawas Perikanan Vietnam.

“Selanjutnya ke-12 ABK kapal ikan ilegal Vietnam dibawa dan akan diserahkan ke Pangkalan TNI AL Ranai guna proses hukum selanjutnya,” kata Agung.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *