Prajurit Kodam XII/Tanjungpura Lakukan Pendidikan Hadapi Ini

hamparan.info – Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Khairul Anwar Mandailing, secara resmi memimpin upacara Pembukaan Penataran Rawa, Laut, Sungai dan Pantai (Ralasuntai) Tersebar Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura Tahun Anggaran 2018, di Pantai Pasir Panjang Pak Lotai.

Pada upacara Pembukaan Penataran Rawa, Laut, Sungai dan Pantai (Ralasuntai) Tersebar Kodam XII/Tanjungpura Tahun Anggaran 2018, Danrindam XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Khairul Anwar Mandailing, membacakan amanat Panglima Kodam XII/Tanjungpura, tujuan dilaksanakannya penataran adalah untuk meningkatkan kemampuan prajurit di satuan tempur jajaran Kodam XII/Tanjungpura agar mampu bergerak di medan Ralasuntai serta melaksanakan secara optimal di satuan.

Selain itu dalam amanat Panglima Kodam XII/Tanjungpura, untuk dibuka penataran Ralasuntai ini agar memahami tentang Teknik Penyelenggaraan Latihan (Nikgarlat) Ralasuntai, juga mampu bergerak di medan sebenarnya yakni bergerak melintasi rawa, laut, sungai maupun melintasi di pantai dengan bergerak senyap dalam arti tidak bisa diketahui oleh siapapun.

“Indonesia adalah negara tropis dan kepulauan dimana keadaan hutan dan gunung, rawa, laut, sungai serta pantai yang luas dan lebar, begitu juga dengan kondisi yang ada di wilayah Kodam XII/Tanjungpura untuk Provinsi Kalbar maupun Provinsi Kalteng, jadi sangat tepat penataran ini dilaksanakan dalam menunjang tugas prajurit bila Ibu Periwi memanggil,” kata dia.

Berharap, guna menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas, kepada para petatar agar benar-benar dapat memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya, sehingga semua materi yang diberikan baik sama pelatih maupun guru militer dapat diserap secara maksimal. Seusai upacara dilaksanakan Danrindam XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Khairul Anwar Mandailing langsung memberika jam Komandan kepada seluruh peserta petatar dan para pelatih maupun guru militer dilaksanakan di lapangan Alianyang Rindam XII/Tanjungpura.

Dia menjelaskan, bahwa latihan Ralasuntai merupakan latihan tingkat kerawanan yang sangat tinggi, seperti rawa hidup yang bisa menelan korban yang melintas, bahkan binatang buas seperti buaya dan banyak rintangan yang belum pernah dijumapai oleh peserta latihan.

“Jadi untuk peserta, utamakan faktor keamanan baik personel maupun materiil, dengan demikian ikuti petunjuk dan benar-benar saat menerima materi pelajaran agar terhindar dari segala yang akan merugikan kita semua,” ucapnya.

Dia mengajak bagi prajurit yang mempunyai kemampuan menembak yang lebih dari kawannya agar tunjukkan kemampuan tersebut untuk mengikuti latihan terpusat yang dilaksanakan di Rindam XII/Tanjungpura, untuk mengangkat nama baik khususnya Kodam XII/Tanjungpura dan pada umumnya TNI Angkatan Darat.

Sementara penataran ini dilaksanakan selama 15 hari yang diikuti oleh 20 personel, terdiri Perwira dan Bintara dari jajaran Kodam XII/Tanjungpura, dalam kurun waktu yang telah ditentukan seluruh peserta penataran selain dibekali tentang teknik juga diberikan tentang taktik di medan Rawa, Laut, Sungai dan Pantai.

Santunlah Bermedsos, Kenapa Tidak

hamparan.info- Era zaman sekarang, informasi begitu cepat menyebar melalui berbagi sosial media. Sebut saja Instagram, Facebook, Twitter dan sejumlah sosmed lainya.

Tak jarang perang opini yang terbentuk bisa mengalahkan fakta yang terjadi. Untuk itulah, kehati-hatian, dan bijak bermedsos juga perlu dipahami bersama. Ini demi kebaikan bersama dalam tatatan kehidupan.

Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono menerangkan, opini negatif dan tersebar luas juga akan mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat.

“Dinamika berkembang zaman di era informasi ini, maka kita antisipasi dengan pengembangan SDM melalui peningkatan kompetensi dengan diberikannya teori, simulasi dan latihan terkait medsos,” kata dia.

Dia berujar, etika bermedsos juga harus dimiliki setiap individu. Mengingat, hal itu penting dilakukan demi kebaikan bersama.


“Mampu menyaring dan menangkis peredaran isu negatif menjadi berita positif,” kata dia.

Di jajaran Humas Polda Kalbar saja, hingga saat ini para personel siap siaga untuk mencegah hal-hal negatif soal medsos. Tentu hal ini berguna menangkal informasi bohong yang berkembang di medsos.

“Seluruh personel Polri sebagai pengemban fungsi humas, harus mampu memberikan pelayanan informasi dan memiliki kemampuan mendengar perbincangan maya di medsos” kata dia.

Perkembangan medsos harus juga diikuti kemampuan untuk mengelolanya. “Perlu kesantunan, karena kan jempolmu harimaumu,” ucapnya, mengingatkan.

Untuk informasi, berjumlah 127 personel Polda Kalbar yang mengikuti pelatihan melek medsos. Diharapkan nantinya mampu mengelola informasi publik dari aspek manajemen media. Adapun tema yang diusung adalah ‘Peningkatan Kemampuan Media Sosial bagi personel Polda Kalbar, Senin (23/4/2018), dengan menghadirkan narasumber kabidhumas Polda Jatim.

“Jempol yang baik menjadi satu aura yang positif dalam membingkai Polda Kalbar. Mari kita mengantisipasi informasi bohong alias hoaks,” kata dia.

Jambret Ditangkap, 6 Personel TNI-AD Dapat Perhargaan

hamparan.info – Viral di media sosial, dua jambret di Jalan Tanjung Raya II, Kota Pontianak, Kalimantan Barat ditangkap oleh personel Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura. Dua pelaku saat melarikan diri dengan menggunakan kendaraan roda dua dan sempat kejar-kejaran setelah merampas telepon genggam seorang pelajar.

Kejadian pada Minggu 15 April 2018 pukul 01.25 WIB. Ketika itu, pelaku beraksi di daerah Ambawang merampas telepon genggam milik seorang pelajar yang hendak pulang. Namun dengan kesigapan tim patroli dari personel Kodam XII/Tanjungpura yang berjumlah enam orang dan menggunakan tiga kendaraan roda dua di bawah pimpinan Serda Ancil Kumala beserta lima anggotanya dapat dengan cepat mengejar dan meringkus dua penjambret tersebut.

Aksi penyelamatan ini membuahkan hasil suatu penghargaan dan kehormatan serta apresiasi pimpinan terhadap prajurit yang berprestasi. Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, langsung memberikan piagam kepada enam Prajurit Kodam XII/Tanjungpura, seusai upacara di Lapangan Markas Kodam XII/Tanjungpura, Jalan Arteri Alianyang, Nomor 1, Kabupaten Kubu Raya, Senin (23/4/2018).

“Prajurit yang berjasa dan melampaui panggilan tugasnya karena integritas sebagai prajurit pejuang akan diberikan penghargaan yang luar biasa oleh negara,” ujarnya.

Pemberian penghargaan seperti ini adalah bentuk nyata terhadap komitmen untuk memberikan reward kepada para personel TNI AD atas integritas dan prestasi pengabdian yang telah dipersembahkan kepada TNI AD, bangsa dan negara.

“Jadi dua pelaku penjambretan terhadap warga pada pekan lalu telah berhasil digagalkan, dengan keberhasilan tersebut mengindikasikan bahwa peran Tim Motoris Kodam XII/Tanjungpura sangat berguna, tentunya dapat menekan angka kriminalitas dan memberikan rasa aman terhadap masyarakat di wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya” kata dia.

Sedangkan nama-nama yang mendapat penghargaan tersebut di antaranya Serda Ancil Kumala, Praka Sutrisno, Praka Fery Permana, Pratu Muhammad Devianto, Pratu Argatama, dan Pratu Yongki Widian Rangga

Untuk diketahui, kedua pelaku penjambretan berinisial An (25) dan Ya (20) keduanya warga Siantan Hulu serta barang bukti sudah diserahkan langsung ke Mapolsek Pontianak Timur.

Perserta UNBK SMP di Kubu Raya 9479 siswa

hamparan.info – Bupati Kubu Raya Rusman Ali meninjau langsung persiapan dan pelaksanaan UNBK Tingkat SMP di Kabupaten Kubu Raya. Ini dilakukan oleh Rusman Ali guna memastikan pelaksanaan UNBK tingkat SMP di Kubu Raya dapat berjalan dnegan lancar dan mendapat kelulusan seratus persen.

“Kita ingin memastikan bahwa pelaksanaan UNBK ini dapat berjalan dengan lancar, sehingga anak-anak kita dapat mengikuti UNBK ini dengan baik dan kelululusan kita harapkan seratus persen,” ujar Rusman Ali saat meninjau UNBK di SMP Negeri 1 Sungai Raya, Senin, 23 April 2018.

Rusman Ali mengatakan, sempat terjadi gangguan selama kurang lebih 3 menit saat anak-anak mau login. Akan tetapi sudah normal, dan anak-anak bisa login semua. Disamping itu, juga ada beberapa anak yang kemudian ofline setelah mengerjakan soal selama 30 menit.

“Tadi, sempat ada gangguan selama kurang lebih 3 menit diawal-awal anak-anak mau login. Kemudian normal dan setelah berjalan sekitar 30 menit ada beberapa anak-anak kita yang ofline. Ini murni gangguan jaringan dan sistem. Dan setelah kita konfirmasi, yang ofline dan yang mengalami gangguan, sistem akan otomatis menambahkan waktu yang terpotong akibat gangguan sistem. Jadi akan tetap dua jam, hanya saja mereka akan selesai belakangan dari teman-teman yang lain,” ujar Rusman Ali.

Dikutip dalam siaran persnya yang diterima, Rusman Ali berharap agar anak-anak tidak perlu panik saat mengalami gangguan jaringan dan gangguan sistem. Tetap mengerjakan dengan tenang, sebab sistem akan otomatis menambah waktu yang hilang selama offline.

Semenatar itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya Frans Randus mengatakan kendala yang terjadi hanya kendala teknis.

Menurut dia, kendala teknis adalah hal yang lumrah sebab menggunakan jaringan internet.

“Ada kendala tadi, adalah kendala teknis, hal itu adalah hal yang lumrah sebab menggunakan jaringan. Yang terpenting ada penyelesaiannya, sehingga tidak merugikan anak-anak yang ujian. Hanya mungkin akan berdampak sikologi terhadap anak, bisa saja mereka menjadi grogi dan panik, inilah dampak dari teknologi, kita harus siap,” kata Frans Randus.

Di Kubu Raya total jumlah perserta UNBK SMP adalah 9479 siswa yang mengikuti UNBK yang tersebar diseluruh wilayah Kubu Raya.

Ini Bukti Nyata Polri-TNI Amankan Pilkada

hamparan.info – “Sebelum saya melanjutkan, perlu saya sampaikan bahwa kondisi Kalimantan Barat secara umum kondusif. Saya berterima kasih karena keseriusan kita bersama dan sinergitas TNI-Polri yang solid mampu bersama-sama menjaga stabilitas kamtibmas dalam masa pesta demokrasi pilkada serentak tahun 2018,”

Hal itulah dikatakan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono pada Apel Gelar Pasukan di halaman Makodam XII/Tanjungpura Jalan Arteri Alianyang Nomor 1, Kabupaten Kubu Raya.

Jenderal bintang dua itu menjelaskan, apel gelar pasukan ini bentuk kesiapan Kodam XII/Tanjungpura dan Polda Kalbar dalam rangka mengamankan setiap tahapan pilkada serentak di Kalimantan Barat.

“Ini sarana sinergitas dalam kesiapan seluruh personel pengamanan, berikut kelengkapan sarana dan prasarana pendukungnya,” ujarnya. Keterpaduan unsur lintas sektoral dalam pengamanan guna mensukseskan pesta demokrasi pemilihan gubernur/wakil gubernur Kalimantan Barat tahun 2018, pemilihan wali kota/wakil wali kota Pontianak, serta pemilihan bupati/wakil bupati Mempawah, Sanggau, Kayong Utara dan Kubu Raya yang aman dan kondusif.

Dia menilai bingkai Kebhinekaan serta persatuan dan kesatuan negara kita tengah diuji. isu-isu yang mengemuka dalam setiap peristiwa yang terjadi di beberapa daerah masih bersumber dari isu primordial, seperti konflik horizontal dan vertikal dimana permasalahan tersebut sangat mengancam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Saat ini begitu mudahnya masyarakat terbawa isu-isu konflik yang sengaja diangkat oleh kepentingan-kepentingan tertentu,” ucapnya mengingatkan. Caranya adalah semangat berbhineka harus terus menerus diterapkan dan semangat untuk saling menghormati dan menghargai yang harus dijunjung tinggi dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat untuk senantiasa bersinergi dan harmonis dalam menciptakan dan memelihara kamtibmas seperti inilah yang harus kita contohkan kepada dunia.

“Karena hanya dengan itulah kita bisa dengan tenang, bersama-sama membangun bangsa indonesia khususnya kalimantan barat untuk lebih maju lagi dan tidak kalah dengan daerah lainnya, demi kemaslahatan bersama,” kata dia.

Saat ini, dia menjelaskan di wilayah ini sudah memasuki tahapan kampanye dalam pesta demokrasi. Sebuah pesta yang sarat dengan berbagai dinamikanya, pemilihan kepala daerah memerlukan jaminan stabilitas Kamtibmas agar setiap tahapan pilkada dapat berjalan dengan tertib dan aman.

“Suksesnya pilkada maka kita semua telah berkontribusi untuk membangun pondasi yang kokoh untuk melanjutkan pembangunan demi kesejahteraan bersama,” kata dia. Pada konteks inilah peranan TNI-Polri dan seluruh stakeholders penyelenggaraan pilakda serentak 2018 sangat besar dalam mengawal dan mengamankan seluruh proses pilkada.

Ada sejumlah potensi gangguan selama pilkada ke depan yang harus kita semua ketahui dan sama-sama harus kita cegah dan tangkal, diantaranya adalah praktik-praktik kecurangan pemilihan yang dapat dilakukan oleh siapa saja, baik penyelenggara, pemilih, serta pihak lainnya yang dapat memicu penolakan dan protes dari pihak lain dan berujung konflik; ancaman fisik dan non-fisik terhadap keamanan para calon, pemilih, dan masyarakat umum, serta upaya-upaya pihak tertentu yang sengaja ingin menciptakan gangguan kamtibmas seperti teroris; ancaman terhadap keamanan fasilitas umum, dan sarana-prasarana penunjang pemilihan suara seperti kantor KPU/Bawaslu, TPS, kotak suara, alat komunikasi, dan sebagainya, serta ancaman-ancaman terhadap seluruh proses pemilihan mulai dari tahap persiapan hingga tahap akhir yaitu pelantikan kepala daerah.

“Untuk itu, polri tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan penebalan dalam pengamanan pada setiap tahapan pilkada,” kata dia. Sebagaimana penyampaian Bapak Kapolri: “Polri sangat mengharapkan kerja sama dengan tni karena kami harus menjaga agar stabilitas keamanan tetap terjalin meskipun ada dinamika politik yang mungkin bisa meningkat. demikian juga 2019 adalah tahun politik,” dan penyampaian panglima tni “mudah-mudahan sinergitas ini akan mempererat hubungan silaturahim sehingga semua kegiatan di lapangan akan lebih mudah karena kuncinya adalah koordinasi dan komunikasi,”

Personel TNI pada Pam TPS sifatnya membantu personel Polri yang sudah diploting pada TPS/tidak diploting sendirian di TPS. “Untuk diketahui, bahwa pelibatan kekuatan pengamanan dari unsur polri sebanyak 6.746 personel; dari unsur tni yang saat ini ada dihadapan saya sebanyak 4.896 personel; total berjumlah 11.642 personel yang tersebar di 11.666 TPS,” kata dia.

Dia menyampaikan bahwa dinamika Kamtibmas yang terjadi di Kalimantan Barat selama tahun 2017 dan diawal tahun 2018 didominasi oleh kejahatan konvensional, kejahatan terhadap kekayaan negara, transnational crimes, khususnya penyelundupan narkoba dalam skala besar serta kejahatan informasi dan transaksi elektronik (ite).

Untuk itulah Polda Kalbar telah mengambil langkah-langkah kongkrit dengan program 100 hari kapolda kalbar dengan slogan polda kalbar berkibar (berkinerja dengan benar) yang mengedepankan zero illegal dan zero tolerance, dengan fokus; bidang law enforcement, yaitu pembentukan satgas zero illegal dan zero tolerance dimasing-masing satker yang memiliki fungsi penegakan hukum dan seluruh satwil dengan fokus prioritas dibidang lingkungan hidup dan transnational crimes, kejahatan terhadap kekayaan negara serta narkoba;bidang social maintenance, yaitu pemberian target penanganan zero illegal kepada satker dan satwil dengan memperhatikan dinamika melalui sumber daya yang dimilki; dibidang public trust, yaitu meningkatkan kualitas pelayanan dan kultur kepolisian guna semakin menambah kepercayaan publik secara berkelanjutan;
bidang partnership, yaitu meningkatkan kerjasama dengan stake holder sebagai mitra guna membangun keberhasilan program 100 hari jilid II program Kapolda Kalbar

“Ini mempunyai tujuan dari prespektif kepolisian yang ingin menjadikan kalimantan barat sebagai provinsi teraman pada saat pilkada serentak 2018, serta dengan stabilitas kamtibmas yang kondusif membawa kalimantan barat bersaing dan lebih unggul,” kata dia.

Permasalahan narkoba yang menjadi sangat krusial di Kalimantan Barat, baik Polda Kalbar, BNN, Bea Cukai dan TNI di jajaran telah banyak melakukan pengungkapan dan penangkapan terhadap jaringan narkoba. “Kita perangi bersama dan jadikan narkoba sebagai musuh utama dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga mengajak kepada seluruh personel pelaksana pengamanan khususnya dari jajaran polda kalbar dan jajaran Kodam XII/ Tanjungpura untuk senantiasa menjaga netralitas dan profesionalitas,” kata dia. Hindari segala tindakan dan perilaku yang kontra produktif, yang justru dapat mengganggu jalannya pilkada, serta mencederai nilai-nilai demokrasi dan menurunkan citra TNI-Polri di mata masyarakat.

Ada beberapa penekanan yang perlu untuk dipedomani dan dilaksanakan siapkan mental dan fisik dengan dilandasi komitmen moral dan disiplin kerja yang tinggi, dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Petakan setiap kerawanan di setiap tahapan pilkada, serta lakukan deteksi dini dengan mengoptimalkan fungsi intelijen dan bhabinkamtibmas serta babinsa, sehingga setiap potensi permasalahan dapat segera teratasi. Tingkatkan hubungan dan komunikasi yang telah terjalin baik di antara 9 elemen terkait pilkada, yaitu KPU, Bawaslu / Panwaslu, TNI-Polri, pemda, pasangan calon dan pendukungnya, parpol, lsm pemerhati demokrasi, tokoh masyarakat/ tokoh adat/ tokoh agama/ tokoh pemuda/ tokoh perempuan, serta media, guna mewujudkan sinergi polisional yang proaktif; tingkatkan kewaspadaan terhadap segala potensi ancaman terorisme yang memanfaatkan momen pilkada; siapkan rencana pengamanan kontinjensi, sehingga mampu menghadapi eskalasi ancaman yang mengarah pada situasi kontinjensi; lakukan pengawasan dan pengendalian secara melekat, terhadap pelaksanaan operasi dan kinerja anggota, untuk meminimalisasi terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

“Saya mengajak kita semua, untuk menjadikan apel gelar pasukan ini sebagai momentum untuk meningkatkan soliditas, solidaritas, sinergi dan harmoni antar instansi, serta mari kita satukan tekad dan komitmen untuk memberikan contoh dan membuktikan kepada masyarakat, bahwa TNI-Polri bersama unsur stakeholders pilkada siap untuk mengawal, mengamankan serta mensukseskan pilkada serentak 2018,” kata dia.

Mengamanan Pilkada Serentak 2018 di Kalbar

hamparan.info – Ada yang berbeda hari ini, Jumat, 20 April2018, di halaman Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura. Ribuan orang berbadan tegap lengkap dengan senjata laras panjang berbaris rapi.

Rupanya ada gelar apel pernyataan pemberian dan penerimaan BKO pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada Kepolisian Daerah Kalimatan Barat. Ini dilakukan dalam rangka pengamanan Pilkada Serentak Tahun 2018.

Kegiatan ini digelar di lapangan Keras Kodam XII/Tanjungpura yang berada di Jalan Arteri Alianyang Nomor 1, Kabupaten Kubu Raya. Hadir saat apel itu Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Kapolda Kalbar, Danlantamal XII Pontianak dan Danlanud Supadio Pontianak, Kasdam XII/Tpr, Danrem 121/ABW, Irdam, para Pa Sahli Pangdam, Asrendam, LO AL, LO AU, para Asisten Kasdam, para Kabalakdam dan Komandan Satuan jajaran Kodam XII/Tpr, para pejabat utama Polda Kalimantan Barat.

Menurut Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi didampingi Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, usai memimpin Apel Pernyataan Pemberian dan Penerimaan BKO Pasukan TNI kepada Polda Kalbar Dalam Rangka Pengamanan Pilkada Serentak 2018, berjumlah 4.600 personel TNI telah di BKO kan kepada Polda Kalbar dalam rangka Pengamanan Pilkada serentak.

“Personel disiagakan dan bertugas pengamanan Pilkada di bawah kendali para Kapolres di wilayah Polda Kalbar, Panglima Kodam pun menegaskan, tidak boleh terjadi keraguan dalam pengamanan Pilkada serentak ini,” ujar Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi.

Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi menegaskan, bahwa BKO pasukan TNI kepada Polri di bawah kendali operasi sesuai permintaan dari Kapolda Kalbar kepada Panglima Kodam XII/Tanjungpura dan personel sudah disesuaikan dengan wilayah masing-masing Polres, sehingga para Kapolres memegang Komando.

BKO itu, kata jenderal bintang dua itu Kodam memberikan perkuatan kepada Polda Kalbar, sehingga pasukan yang nanti diberikan kepada Polres, maka pasukan itu harus patuh kepada perintah Kapolres, patuh dalam artian sesuai dengan tugasnya dalam pengamanan Pilkada.

“Jadi jangan ragu-ragu Kapolres untuk menggerakkan pasukan TNI, karena sudah di bawah Komandonya,” ucapnya menegaskan.

Kodam XII/Tanjungpura juga, menyiapkan peralatan dan perlengkapan TNI dapat digunakan apabila pada saat pendistribusian Logistik Pilkada mengalami hambatan. Sedangkan untuk personel yang di BKO kan berlaku sejak 3 Maret hingga 17 Oktober 2018 ke depan.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono menegaskan, untuk penambahan kekuatan dari personel TNI yang di BKO kan kepada Polda Kalbar. Untuk penambahan kekuatan dalam rangka mengamankan 8 tahapan Pilkada yang sekarang sudah mulai masuk dalam tahapan kampanye.

“Di Kalimantan Barat kata Kapolda Kalbar, ada 11.666 TPS. BKO dari Kodam adalah menambah perkuatan 4.600 personel ditambah dengan personel Polda Kalbar 2/3 dari kekuatan itu ada 11.600 personel, hal ini untuk mengamankan 11.666 TPS,” kata Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono mengajak, untuk warga masyarakat mari bersama-sama mengamankan jalannya Pilkada ini agar benar-benar sesuai dengan harapan Pimpinan dan masyarakat, bahwa Pilkada dapat dilaksanakan dengan aman, damai, lancar dan sukses.

TK Hangtuah VI LANTAMAL XII Uji Ketrampilan Out Bond

hamparan.info- TK HANGTUAH VI di bawah binaan yayasan Hangtuah Lantamal XII Pontianak, Jalan Kom Yos Sudarso Jeruju Pontianak, Kalimantan Barat.

Berjumlah 58 siswa siswi TK Hangtuah VI Pontianak bersama 8 guru pendamping bekerjasama Mapala Utan Pontianak mengajak anak didiknya uji ketrampilan dan keberanian serta respon terhadap lingkungan.

Dikutip dari Dinas Penerangan Lantamal XII Pontianak, tujuan kegiatan out bond TK Hangtuah terhadap anak didik untuk memberikan pembelajaran dan pengalaman kepada anak anak TK Hangtuah agar dapat mengenal alam bebas, mencinai alam serta belajar mengatasi masalah, rintangan, dan bermain layang fog dengan mandiri, senang dan gembira sengan tanpa rasa takut.

Diharapkan melalui out bond para anak didik Berlatih solidaritas sesama anak, kekompakan dalam tim, kemandirian , rasa cinta kasih dan rasa syukur pada sang pencipta alam semesta Allah SWT. Turut hadir dalam acara tersebut para orangtua murid serta mapala utan pontianak.

Video: Kunker Pertama DANLANTAMAL XII Pontianak

hamparan.info – Pada Rabu, 18 April 2018, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) XII Pontianak Laksamana Pertama (Laksma) TNI Gregorius Agung W. D M. melalaksanakan kunjungan kerja pertama di Posal Jungkat wilayah kerja Lantamal XII di Wajok Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Simak video lengkapnya di bawah ini:

https://www.youtube.com/watch?v=3R980HfwItw

Dua Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Dilantik

hamparan.info- Serah terima jabatan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang IX Denmadam Pengurus Daerah XII/Tanjungpura, dan Berdiri Sendiri II Batalyon Infanteri (Yonif) 641/Raider Pengurus Daerah XII/Tanjungpura, dipimpin langsung oleh Ketua Persit KCK Daerah XII/Tanjungpura Nyonya Tien Achmad Supriyadi, di Aula Makodam XII/Tanjungpura.

Dia mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari serah terima jabatan Dandenmadam XII/Tpr yang dilaksanakan pada beberapa waktu lalu ini, dari Letnan Kolonel Infanteri Ilyanto kepada Letnan Kolonel Arm Muhammad Haidir dan serah terima jabatan Danyonif Raider 641/Beruang dari Letnan Kolonel Infanteri Wisnu Herlambang kepada Letnan Kolonel Infanteri Setyo Budiyono.

Dia mengucapkan selamat atas pengangkatan kepada Ny. Heti Muhammad Haidir sebagai Ketua Persit KCK Cabang IX Denmadam PD XII/Tpr dan Ny. Arie Setyo Budiyono sebagai Ketua Persit KCK Cabang BS II Yonif 641/Raider PD XII/Tanjungpura.

Ia menyampaikan, sebagai istri Prajurit atau sebagai pendamping suami dan ibu dari anak-anak, ini adalah peran utama kita, jangan sia-siakan peran ini karena sangatlah mulia.

Ia berkata, marilah bersama-sama mengevaluasi peran sebagai istri dan ibu untuk dilaksanakan dengan optimal. “Jadi seorang istri itu, dituntut untuk mendampingi suami dalam suka dan duka, memberikan dukungan dan motivasi kepada suami untuk siap bertugas dimanapun serta melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik sebagai prajurit,” ucapnya.

Sebagai anggota organisasi, mari terapkan prinsip-prinsip kekeluargaan yang dijiwai oleh rasa saling asah, saling asih dan saling asuh antara sesama anggota.