Baksos Pengobatan Dampak Asap

Cegah ISPA, Gapki Kalbar Beri Layanan Kesehatan Gratis

hamparan.info – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalbar mengelar bakti sosial di beberapa tempat. Hal ini Sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Sabtu (21/9/2019).

Kegiatan bertajuk  Baksos Pengobatan Dampak Asap  ini akan menyasar 700 masyarakat di Sekitar Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. 

Koordinator Gapki Wilayah Ketapang, Riduan menjelaskan kegiatan ini dilakukan di Kantor Kecamatan Muara Pawan, Jl Ketapang-Siduk Km 17. 

“Peserta yang kita targetkan sebanyak 700 orang untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan ini. Tapi, bagi pasien yang tidak mendapatkan kupon, akan tetap dilayani. Layanan kesehatan ini dibatasi hingga pukul 16.00 WIB,” kata Riduan dalam keterangan resminya.

Dalam baksos tersebut Gapki membawa tenaga medis masing-masing dari Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia sebanyak  3 dokter dan 3 apoteker, 2 dokter dan 4 perawat, dari perkebunan Sinar Mas.  Selanjutnya ada tenaga medis kecamatan sebanyak 1 dokter, 6 perawat, 3 bidan, 1 apoteker 1. Perwakilan tenaga medis dari PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) sebanyak 1 dokter dan 2 perawat.

Dalam kegiatan ini diharapkan mampu membantu masyarakat yang mengalami masalah kesehatan. Apalagi dalam peristiwa kabut asap kebakaran hutan dan lahan, masyarakat rentan menghirup partikel sangat kecil yang bisa menembus hingga ke dalam paru-paru yang dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pernapasan.

“Kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena akan mendasari peningkatan kualitas dan kuantitas hidup seseorang dalam bermasyarakat. Bagi seseorang yang memiliki penyakit tentu akan sangat sulit baginya untuk beraktivitas, apalagi di saat kondisi cuaca yang tidak sehat. Gapki peduli dengan hal tersebut dengan memberikan pelayanan kesehatan ini termasuk bisa dimanfaatkan masyarakat yang kesehatan terganggu karena asap,” ujar Riduan.

Camat Muara Pawan Maisir menuturkan ucapan terimakasih kepada Gapki Kalbar yg telah menempatkan kegiatan baksos pengobatan gratis di Daerah Muara Pawan Ketapang. 

Dia menilai kegiatan ini sangat berguna bagi masyarakat oleh karena akibat kabut asap, kesehatan anak-anak bahkan para bapak ibu rentan terkena ISPA.

“Para bapak ibu, kesempatan ini toling dipakai sebaiknya. Ada dokter di sini bisa konsultasi, tidak hanya untuk sakit sesak nafas, batu. Kalau ada masalah sakit gigi juga bisa disampaikan. Karena selain kesehatan jasmani dan kesehatan rohani, kesehatan gigi juga sangat penting,” ujarnya.

Camat Muara Pawan ini juga berpesan kepada seluruh warga yang hadir untuk menghindari membuka lahan dengan cara membakar apalagi yang dilakukan di musim kemarau.

“Itu ada UU yang melakukannya bisa kena hukuman. Jadi jangan main-main dengan api,” katanya. 

VPA Perkebunan Sinar Mas Kalimantan Barat, Junaidi, mengucapkan terimakasih kepada Camat dan Kades di Muara Pawan yang mau menyertakan warganya berpartisipasi dalam Baksos Pengobatan Dampak Asap. Kegiatan ini diinisiasi oleh Gapki Kalbar yang didumung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Perwakilan Sinar Mas, Sinar Mas Agribusiness and Food, dan Bumitama Gunajaya Agro.

Dampak karhutla, dia  merugikan semua pihak. Baik dari kesehatan, serta menghambat transportasi udara hingga laut. Bahkan aktivitas perdagangan juga terganggu.

“Izinkan kami memberikan perhatian pada kesehatan masyarakat di sini. Jika meminjam istilah dari Tzu Chi yang bilang kita ini berjodoh. Kami berbakti pada masyarakat, dan masyarakat mau dilayani oleh kami. Maka inilah bentuk cinta kasih. Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat,” kata Junaidi.

Satu di antara warga Kecamatan Muara Pawan, Solha (42) mengaku dampak kabut asap memang sangat dirasakannya. Beberapa pekan ini, ia mengalami batuk begitu pula dengan sang suami. Keluhan masalah kesehatan ini kepada petugas medis di posko layanan kesehatan.

“Saya sampaikan juga sakit asam urat. Jadi tadi diberikan obat dan vitamin. Kalau bagi kami warga yang kurang mampu, kegiatan ini sangat membantu sekali. Terimakasih ada kegiatan ini dan semoga lebih sering,” ujar ibu dengan lima anak ini.

Anwar (9), bocah kelas 4 SD N 02 Muara Pawan ini juga berpartisipasi bersama kedua orangtuanya memeriksakan kesehatan.

“Keluhan batuk pilek saja. Ini ada dikasi obat oleh dokter. Sudah beberapa hari tidak sekolah karena libur asap,” ujar anak ketiga dari tiga bersaudara ini. Di hari yang sama Gapki Kalbar juga menggelar kegiatan pembagian 20 ribu masker di jalanan Kota Pontianak.

Kegiatan dipusatkan di areal Mesjid Mujahidin, perempatan lampu merah A Yani-Sultan Abdurahman, serta Bundaran Digulis Universitas Tanjungpura, dan di titik Simpang Hotel Garuda Pontianak. (*)

Gapki Peduli Cegah ISPA dan Layanan Kesehatan Gratis

hamparan.info – Demi membantu meringankan beban kepada masyarakat, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Barat membagikan ribuan masker. Ini dilakukan untuk mencegah berbagai penyakit akibat dampak pekatnya kabut asap yang melanda di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat.  Sebab, ISPA (infeksi saluran pernapasan atas) dapat berdampak pada saat kabut asap pekat. Maka, lebih baik mencegahnya.

Yudi selaku pengurus Gapki Kalbar menyebut pembagian ribuan masker ini bukan hanya sekadar kegiatan sermoni belaka.  “Kegiatan pembagian 20 ribu masker bagi pengguna jalan di jalanan Kota Pontianak adalah mewujudkan tugas kami sebagi bentuk keperdulia kepada masyarakat,” kata Yudi, pada saat pembagian ribuan masker di simpang ruas jalan utama di Kota Pontianak, Sabtu, 21 September 2019.

Ia menjelaskan, kegiatan pembagian ribuan masker ini  dipusatkan di areal Masjid Raya  Mujahidin Pontianak, perempatan lampu merah A Yani-Sultan Abdurahman, serta Bundaran Digulis Universitas Tanjungpura, dan  Simpang Hotel Garuda Pontianak.

Sedangkan di Kabupaten Ketapang, Gapki Kalimantan Barat,  menggelar bakti sosial di sejumlah empat. “Hal ini Sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak Karhutla  di Kalimantan Barat,” kata Koordinator Gapki Wilayah Ketapang, Riduan.  Kegiatan sosial ini bertajuk peduli kesehatan ini akan menyasar 700 masyarakat di Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang.  Adapun kegiatan ini dilakukan di Kantor Kecamatan Muara Pawan, Jalan Ketapang-Siduk kilometer 17.

“Peserta yang kita targetkan sebanyak 700 orang untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan ini. Tapi, bagi pasien yang tidak mendapatkan kupon, akan tetap dilayani. Layanan kesehatan ini dibatasi hingga pukul 16.00 WIB,” ujar Riduan menjelaskan.  “Baksos  Gapki  membawa tenaga medis masing-masing dari Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia sebanyak 3 dokter dan 3 apoteker, Region Ketapang 1 sebanyak 1 dokter dan 2 perawat, Region Ketapang 2 sebanyak 1 dokter dan 2 perawat,”.

Dia berujar, ada tenaga medis kecamatan sebanyak 1 dokter, 6 perawat, 3 bidan, 1 apoteker 1. Perwakilan tenaga medis dari PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) sebanyak 1 dokter dan 2 perawat.

“Ini diharapkan mampu membantu masyarakat yang mengalami masalah kesehatan. Apalagi dalam peristiwa kabut asap kebakaran hutan dan lahan, masyarakat rentan menghirup partikel sangat kecil yang bisa menembus hingga ke dalam paru-paru yang dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pernapasan,” ucapnya.

Dia bilang, kesehatan adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena akan mendasari peningkatan kualitas dan kuantitas hidup seseorang dalam bermasyarakat. Bagi seseorang yang memiliki penyakit tentu akan sangat sulit baginya untuk beraktivitas, apalagi di saat kondisi cuaca yang tidak sehat. “Gapki peduli dengan hal tersebut dengan memberikan pelayanan kesehatan ini termasuk bisa dimanfaatkan masyarakat yang kesehatan terganggu karena asap,” tuturnya.

Camat Muara Pawan, Maisir, mengucapkan terima kasih kepada Gapki Kalbar yang telah menempatkan kegiatan baksos pengobatan gratis di Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. 

Dia menilai kegiatan ini sangat berguna bagi masyarakat oleh karena akibat kabut asap, kesehatan anak-anak bahkan para bapak ibu rentan terkena ISPA.

“Para bapak ibu, kesempatan ini toling dipakai sebaiknya. Ada dokter di sini bisa konsultasi, tidak hanya untuk sakit sesak nafas, batu. Kalau ada masalah sakit gigi juga bisa disampaikan. Karena selain kesehatan jasmani dan kesehatan rohani, kesehatan gigi juga sangat penting,” ujarnya.

Dia berpesan kepada seluruh warga yang hadir untuk menghindari membuka lahan dengan cara membakar apalagi yang dilakukan di musim kemarau.

“Itu ada UU yang melakukannya bisa kena hukuman. Jadi jangan main-main dengan api,” ucapnya. 

VPA Perkebunan Sinar Mas Kalimantan Barat, Junaidi, mengucapkan terima kasih kepada Camat dan Kades di Muara Pawan yang mau menyertakan warganya berpartisipasi dalam baksos Pengobatan Dampak Asap. Kegiatan ini diinisiasi oleh Gapki Kalbar yang didumung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Perwakilan Sinar Mas, Sinar Mas Agribusiness and Food, dan Bumitama Gunajaya Agro.

Dampak karhutla, dia menilai merugikan semua pihak. Baik dari kesehatan, serta menghambat transportasi udara hingga laut. Bahkan aktivitas perdagangan juga terganggu.

“Izinkan kami memberikan perhatian pada kesehatan masyarakat di sini. Jika meminjam istilah dari Tzu Chi yang bilang kita ini berjodoh. Kami berbakti pada masyarakat, dan masyarakat mau dilayani oleh kami. Maka inilah bentuk cinta kasih. Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat,” ujar Junaidi.

Satu di antara warga Kecamatan Muara Pawan, Solha (42) mengaku dampak kabut asap memang sangat dirasakannya. Beberapa pekan ini, ia mengalami batuk begitu pula dengan sang suami. Keluhan masalah kesehatan ini kepada petugas medis di posko layanan kesehatan.

“Saya sampaikan juga sakit asam urat. Jadi tadi diberikan obat dan vitamin. Kalau bagi kami warga yang kurang mampu, kegiatan ini sangat membantu sekali. Terima kasih ada kegiatan ini dan semoga lebih sering,” ujar ibu dengan lima anak ini.

Anwar (9), bocah kelas 4 SD N 02 Muara Pawan ini juga berpartisipasi bersama kedua orangtuanya memeriksakan kesehatan. “Keluhan batuk pilek saja. Ini ada dikasi obat oleh dokter. Sudah beberapa hari tidak sekolah karena libur asap,” ujar anak ketiga dari tiga bersaudara ini.

Percepat Proses Pemekaran Dusun Kumpai Panjang

hamparan.info – Tim Penetapan dan Penegasan Batas Desa (PPBD) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PM dan PD) Kabupaten Ketapang melakukan survey dan pemetaan Batas Desa  Dusun Kumpai Panjang, Desa Beringin Rayo, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang (3/9/2019). Tim yang dipimpin Kepala bidang Fasilitasi Wilayah Desa Dinas PM dan PD Drs. Kusnadi berjumlah 5  orang melakukan pertemuan dengan panitia pemekaran, Kepala Desa beringin Rayo, dan Kepala Dusun Kumpai Panjang.

Dusun Kumpai Panjang, Desa Beringin Rayo, Kecamatan Tumbang Titi sendiri terletak di diujung perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, Dusun Kumpai Panjang menjadi lokasi strategis lalulintas perbatasan antar daerah, terutama antar masyarakat Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang sering melakukan transaksi perdagangan hasil pertanian dan perkebunan.

“Para pedagang dari Kalteng sering datang untuk membeli hasil pertanian dan perkebunan masyarakat Dusun Kumpai panjang, seperti Pisang, ubi, terong dan lain sebagainya,” ujar salah satu warga Kumpai Panjang pada salah satu tim batas.

“Layak dan mendesak untuk dimekarkan. Pemekaran menjadi Desa dari Dusun untuk memperpendek rentang kendali, percepatan pembangunan menuju Ketapang maju dan sejahtera. ” Layak dan mendesak di Mekarkan dusun kita ini. Terlebih letaknya strategis di pintu gerbang perbatasan Kalteng dengan Kalbar. Tata ruang Pembangunannya kita tata sebaik mungkin. Sebab Kumpai Panjang merupakan cerminan Kota ketapang di pintu masuk perbatasan Kabupaten dan provinsi tetangga. Selain itu sebagaimana Nawacita Presiden RI Jokowi, Pembangunan daerah pinggiran yang tertinggal merupakan prioritas pembangunan mengejar ketertinggalannya dengan daerah lain” kata Bupati.

Sesuai arahan Bupati Ketapang Martin Rantan,  Dusun Kumpai Panjang harus segera dipersiapakan untuk dimekarkan menjadi Desa Persiapan, hal ini terkait untuk memperpendek rentang kendali pelayanan Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang. Adapun 2 syarat penting legalitas persyaratan pemekaran adalah Jumlah Penduduk dan kejelasan Batas Desa seperti yang diamanatkan dalam Permendagri Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pemekaran Desa dan Permendagri Nomor 45 Tahun 2016 tentang Batas Desa.

Selanjutnya Kata Bupati Martin, Terhadap SDA dan SDM Dusun Kumpai panjang berpeluang untuk pembangunan dan mensejahterakan masyarakatnya. Tanahnya yang subur , hasil hutan yang relatif masih banyak dan Keramah tamahan warganya supaya terus dijaga dan dibudayakan. Semua itu demi Ketapang maju menuju kesejahteraannya.

Untuk mengejar maksud tersebut, Mantan Anggota DPRD Kabupaten Ketapang yang pernah menjadikan Dusun Kumpai Panjang ini menginginkan agar Pemerintahan Desa Induk Beringin Rayo mempersiapkan secepatnya persyaratan pelepasan kawasan pemekaran Desa bersama dengan Panitia Pemekaran.

” Lengkapi dulu persyaratan administrasi. mulai dari pelepasan kawasan, tata batas yang jelas serta asset yang dimiliki, maupun jumlah penduduk. Validasi data dan kesepakatan secara tertulis dengan kepastian hukum yang jelas. Segala berkas lengkap ajukan ke Pemkab Ketapang khususnya Dinas terkait. Kita terus kawal pemekarannya hingga ke pemerintahan provinsi kalbar bahkan hingga ke pemerintah Pusat di Jakarta,” kata Martin Rantan ketika melakukan kunjungan kerja di Dusun Kumpai Panjang bulan Juli 2019 yang lalu seperti dilansir Diskominfo Kabupaten Ketapang. 

Gaya Wakapolri Cek Peralatan Karhutla Kalbar

hamparan.info – Upaya jerih payah penanganan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla saat ini menjadi atensi nasional maupun dunia internasional masih terus dilakukan. Demi memastikan penanganan sudah maksimal, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ( Wakapolri ) Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono turun langsung melihat dan berdialog langsung dengan petugas yang tergabung dalam Satgas Karhutla Provinsi Kalimantan Barat, pada Jumat (13/9/2019).

Acara seremoni ini pun dikemas dalam apel penggelaran peralatan sarana prasaran (sarpras). Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh warga masyarakat, komunitas pemerhati kebakaran.

“Saya mewakili pimpinan Polri mengucapkan terima kasih yang setinggi tingginya kepada masyarakat yang sudah berswadaya sendiri, dengan keinginan bisa membantu orang lain agar terlepas dari bencana karhutla, antusias yang luar biasa,” kata Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono.

Dia bilang, sehubungan dengan bencana yang sedang kita alami, kebakaran lahan dan hutan hal ini bukan hanya isu lokal ataupun nasional, akan tetapi menjadi isu internasional.

Terkait penanganan yang dilakukan Polda Kalbar. “Sudah menerima paparan dari jajaran Polda Kalbar yang sudah sangat maksimal dan tegas. Saya tadi sudah menerima perkembangan penanganan, sudah dilaksanakan semua dengan baik dari preventif hingga aspek penegakan hukum. Dari paparan bapak Kapolda tadi saya mendengar sudah ada 52 kasus yang sedang diproses. Dua di antaranya merupakan perusahaan atau korporasi,” katanya.

Dia berkata, walaupun kasus yang ditangani oleh Polda Kalbar didominasi oleh perorangan, namun tidak menutup kemungkinan bisa berkaitan dengan korporasi. Proses penyidikan dan pengembangan masih terus dilakukan.

“Dari KLHK juga tadi saya mendapatkan laporan sudah ada 26 korporasi yang sedang di dalam proses,” katanya.

Dia bilang, mengenai Karhutla tidak hanya selalu bicara tentang upaya pemadaman dan penegakan hukum saja. “Kami di sini mengajak bersama-sama kita teruskan sosialisasi dan eduksi terhadap proses membuka lahan dan efek yang disebabkan akibat membakar lahan,” katanya.

 

 

 

Ini Hasil Operasi Antik Seligi 2019 Polda Kepri

hamparan.info  –  Wakil Kepala Kepolisian Daerah  Kepulauan  Riau, Brigadir Jen Polisi Yan Fitri Halimansyah,  memimpin konferensi pers hasil Operasi Antik Seligi 2019 pada Rabu (11/9/2019).  Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol  S Erlangga, Wadirresnarkoba Polda Kepri AKBP Sades Oloan Maruli Pardede, juga turut mendampingi kegiatan itu.

Jenderal bintang dua itu, menyampaikan bahwa selama pelaksanaan Operasi Antik Seligi 2019 yang dimulai 21 Agustus hingga dengan 9 September 2019 atau selama 20 hari, Polda Kepri dan jajaran telah berhasil mengungkap 50 kasus tindak pidana narkoba.

“Bila dibandingkan dengan Operasi Antik Seligi tahun 2017 yang mengungkap sebanyak 30 kasus, maka terjadi peningkatan atau kenaikan sebesar 20 kasus atau 66,67 persen,” kata Wakil Kepala Kepala Kepolisian Daerah  Kepulauan  Riau, Brigadir Jenderal Polisi Yan Fitri Halimansyah.

Pengungkapan tindak pidana narkoba pada Operasi Antik Seligi 2019, dengan rincian sebagai berikut :

  • 8 (delapan) kasus berhasil diungkap oleh olda kepri.
  • 15 (lima belas) kasus oleh Polresta barelang.
  • 6 (enam) kasus oleh Polres tanjungpinang.
  • 7 (tujuh) kasus oleh Polres Karimun
  • 3 (tiga) kasus oleh Polres Bintan
  • 5 (lima) kasus oleh Polres Lingga.
  • 1 (satu) kasus oleh Polres Natuna dan
  • 5 (lima) kasus oleh Polres Anambas.

“Pelaku tindak pidana narkoba yang diamankan pada Operasi Antik Seligi 2019 sebanyak 80 orang tersangka terdiri dari 79 laki-laki dan 1 perempuan.  Jika dibandingkan dengan Operasi Antik 2017 sebanyak 43 tersangka dan terdapat kenaikan sebesar 37 orang atau 86,05 persen,” ujar Brigadir Jenderal Polisi Yan Fitri Halimansyah.

Pelaku yang diamankan pada Operasi Antik Seligi 2019, sebagai berikut :

  • Polda Kepri mengamankan sebanyak 14 orang tersangka.
  • Polresta Barelang mengamankan sebanyak 23 orang tersangka laki-laki dan 1 tersangka perempuan.
  • Polres Tanjungpinang mengamankan 12 orang tersangka.
  • Polres Karimun mengamankan 10 orang tersangka.
  • Polres Bintan mengamankan 5 orang tersangka.
  • Polres Lingga mengamankan 5 orang tersangka.
  • Polres Natuna mengamankan 2 orang tersangka.
  • Polres Anambas mengamankan 8 orang tersangka.

Sedangkan Barang barang bukti Narkoba yang diamankan pada Operasi Antik seligi 2019 adalah sebagai berikut:

  • 233,81 gram ganja kering.
  • 70 batang bibit pohon ganja.
  • 71,45 gram bibit biji ganja.
  • 151.080.76 gram sabu.
  • 889 ¾ butir ekstasi.
  • 0.93 gram serbuk ekstasi.

Dia menjelaskan, bahwa wilayah hukum Polda Kepri merupakan wilayah perairan yang luas dan berbatasan langsung dengan negara lain, menjadikan Kepri rentan dengan peredaran narkotika

“Kedepan diharapkan agar semua masyarakat dapat menjadi mata dan telinga bagi kepolisian untuk dapat memberikan informasi berbagai bentuk kejahatan Narkotika dan jadikan Narkoba sebagai musuh bersama,” kata Brigadir Jenderal Polisi Yan Fitri Halimansyah.

Soal Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi Peraga Imtaq Gowa, Polisi Bilang: Tinggal Perhitungan

hamparan.info – Penyidik Subdit III Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sulawesi Selatan terus menggenjot penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq tahun anggaran 2018 di Kabupaten Gowa.

“Itu tinggal tunggu perhitungan kerugian negara dari BPKP dan selanjutnya penetapan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono di Mapolda Sulsel, Rabu 11 September 2019.

Sebelumnya, lembaga pegiat anti korupsi, Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) mendesak Polda Sulsel terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq tahun anggaran 2018 di Kabupaten Gowa, Sulsel.

“Seharusnya ada pengembangan. Korupsi itu kan selalu dilakukan berjamaah. Semuanya harus diungkap secara utuh,” kata Kadir Wokanubun, Wakil Direktur Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) via telepon.

ACC Sulawesi, kata dia, sangat berharap Polda Sulsel juga transparan dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq tersebut.

“Kita juga akan pantau kasus ini secara ketat. Yah kita tentu harap penyidikan berjalan maksimal dan menyeret semua yang terlibat didalamnya,” kata Kadir.

Diketahui, Tim Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel telah menggeledah sejumlah Kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, Sulsel, Selasa 14 Mei 2019 sekitar pukul 14.00 wita.

Tak hanya kantor SKPD yang berada dalam satu area dengan Kantor Pemkab Gowa, tim tipikor Polda Sulsel itu juga dikabarkan turut menggeledah ruangan kerja yang berada dalam rumah jabatan (rujab) Bupati Gowa.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani membenarkan adanya penggeledahan tersebut. Kata dia, penggeledahan merupakan bagian dari proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq di Kabupaten Gowa tahun anggaran 2018 yang sementara berjalan.

“Lokasi penggeledahan diantaranya di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa dan Rujab Bupati Gowa,” kata Dicky.

Dalam penggeledahan tersebut, tim mengamankan sejumlah dokumen-dokumen penting terkait kegiatan pengadaan alat peraga imtaq yang sementara diusut.

“Kasus ini diselidiki sejak bulan Februari 2019 dan statusnya naik ke tahap penyidikan pada bulan Mei 2019 ini,” kata Dicky dikutip dari kedai-berita.com.

Dari hasil penyidikan, tim menemukan adanya dugaan mark up anggaran pada kegiatan pengadaan alat peraga imtaq yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa tersebut.

Di mana dari hasil cek tim ke lokasi sumber barang yakni di Yogyakarta, uang yang digunakan untuk belanja barang alat peraga yang dimaksud hanya sebesar Rp 1,5 miliar. Sementara anggaran yang digelontorkan untuk kegiatan tersebut senilai Rp 5.609.681.992.

Tak hanya itu, tim juga menemukan terjadinya keterlambatan pengerjaan. Dimana pada bulan Februari 2019 masih terjadi pengiriman barang dari Yogyakarta ke Makassar, sementara berdasarkan berita acara serah terima pengerjaan (progres pekerjaan) sudah dilaporkan 100 persen tepatnya pada bulan September 2018.

“Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi-saksi, terungkap juga ada intervensi dari beberapa pihak dalam proses lelang, pelaksanaan hingga pencairan pembayaran,” ujar Dicky.

Pengadaan alat peraga imtaq yang diperuntukkan untuk 82 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di 18 Kecamatan di Kabupaten Gowa tersebut, menggunakan anggaran sebesar Rp 5.609.681.992 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2018.

Adapun yang bertindak sebagai penyedia barang dalam kegiatan itu diketahui bernama Rahmawati Bangsawan alias Neno. Ia memenangkan tender menggunakan nama perusahaan yang ia pinjam yakni bernama PT. Arsa Putra Mandiri.

“Dalam kasus ini kita terapkan dugaan pelanggaran Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 Juncto Pasal 9 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” kata Dicky.

 

 

Ini Kandidat Pilwalkota Makassar Periode 2020-2025

hamparan.info – Berbagai organisasi masyarakat (Ormas) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ramai-ramai mendukung Moh. Romdhan Pomanto maju kembali dalam Pemilihan Wali Kota dan Wali Kota Makassar (Pilwalkot Makassar) periode 2020.

Ormas yang mendorong Dhani Pomanto (DP) maju kembali bertarung dalam Pilwalkot Makassar tersebut diantaranya ada dari Relawan Jakarta (RJ), Brigade Makassar, Kiwal Garuda Hitam dan Pemuda Pancasila (PP).

Ketua Relawan Jakarta, Daeng Accung mengatakan dukungan kepada DP untuk maju kembali dalam Pilwalkot tahun depan, merupakan kesepakatan bersama yang telah terbangun dengan sejumlah ormas besar lainnya di Makassar di antaranya PP dan Kiwal Garuda Hitam.

“Kita harapkan kedepannya agar apa yang menjadi cita-cita DP yang belum terlaksana dan terselesaikan tentang bagaimana mewujudkan Makassar sebagai kota dunia itu bisa terwujud,” kata Ketua Relawan Jakarta, Daeng Accung, dalam pertemuannya bersama ormas PP yang dihadiri langsung Ketuanya, Erwin Hatta dan Ketua Kiwal Garuda Hitam, Gosal di Markas Relawan Jakarta di Jalan Sungai Limboto Makassar, Rabu 11 September 2019.

Ia mengatakan pemberitaan yang santer menyerang pribadi DP, merupakan sikap orang yang selalu memelihara tanggapan miring dan menyimpan rasa sakit hati dan biasanya itu tak lain bersumber dari orang-orang yang bersebelahan dengan DP kemarin dan hingga saat ini.

“Meski demikian, kami tetap bersama dibarisan terdepan dalam mengawal DP untuk ikut maju sebagai balon Wali Kota Makassar periode 2020-2025,” ujarnya.

Terjadinya perbedaan politik dalam hal ini, diakuinya merupakan hal yang biasa dan lumrah. Sehingga kita jangan memandang perbedaan tersebut dari sisi negatif.

“Tapi bagaimana pendewasaan kita dalam memahami politik demi mewujudkan apa yang kita harapkan bersama,” kata dia.

Mengenai sosok yang akan digandengkan berpasangan dengan DP nantinya, menurut dia, putri mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang akrab dipanggil Tita merupakan sosok yang sangat cocok menjadi wakil kedepan dan itu akan membawa pengaruh yang signifikan dalam perolehan suara nantinya.

“Namun semua yang memutuskan itu hanya DP. Beliau belum memastikan karena masih sedang ada kesibukan di Jakarta,” ujarnya menambahkan.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Brigade Makassar, Nu’mang. Menurut dia, DP merupakan sosok yang masih terkuat dan memiliki basis pemilih yang ril dari sekian kandidat yang sudah menyatakan diri maju bertarung dalam Pilwalkota Makassar periode 2020-2025.

“Belum ada yang mampu memberikan konsep dalam memajukan pembangunan di kota Makassar dan memang program yang dijalankan terasa dan bermanfaat khususnya masyarakat Makassar,” kata Nu’mang, seperti diberitakan kedai-berita.com.

 

 

 

Beasiswa Rp200 Juta bagi Mahasiswa Berprestasi Tanjungpura

BCA Gelar Kuliah Umum dan Serahkan Dana

hamparan.info – Berkomitmen untuk mendukung pengembangan pendidikan di Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pemberian dana beasiswa kepada 18 Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia dengan nilai total Rp 5,35 Miliar. Universitas Tanjungpura menjadi salah satu perguruan tinggi penerima beasiswa Bakti BCA.

Beasiswa Bakti BCA senilai Rp200 juta diserahkan secara simbolis oleh Direktur BCA Henry Koenaifi kepada perwakilan mahasiswa/i Universitas Tanjungpura, dengan total penerima beasiswa sejumlah 50 orang di Pontianak, Selasa (10/9/19).

Turut serta dalam acara seremoni yakni Executive Vice President CSR BCA Inge Setiawati, Kepala Kantor Wilayah XI Mingto Purba, Executive Vice President Human Capital Management BCA Hendra Tanumihardja, Rektor Universitas Tanjungpura Garuda Wiko, Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Tanjungpura. Selain penyerahan beasiswa, BCA juga menggelar kuliah umum yang bertema ‘Sukses Menghadapi Dunia Kerja’  oleh Direktur BCA Henry Koenaifi.

Henry Koenaifi mengatakan, menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang excellence dibentuk dari pendidikan di bangku sekolah hingga kuliah.  BCA yang memang fokus pada pemberdayaan SDM ingin menciptakan kualitas terbaik generasi penerus bangsa. Oleh sebab itu, BCA kian berkomitmen untuk mengembangkan pendidikan di Tanah Air melalui program Beasiswa Bakti BCA.

“Memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan anak-anak Indonesia merupakan salah satu visi misi kami sebagai salah satu institusi perbankan swasta terbesar di Indonesia. Melalui program beasiswa ini, diharapkan dapat memberikan kesempatan yang luas untuk meraih cita-cita anak muda Indonesia,” kata Henry Koenaifi, dalam keterangan tertulisnya.

Beasiswa Bakti BCA dikembangkan sejak tahun 1999 dan ditujukan bagi mahasiswa Strata Satu (S1) yang berprestasi namun memiliki kendala finansial. Diharapkan beasiswa yang diterima para mahasiswa, termasuk mahasiswa Universitas Tanjungpura ini  dapat meningkatkan motivasi belajar dan membantu mereka menyelesaikan pendidikan.

Pada tahun 2019, BCA memberikan beasiswa senilai Rp5,35 Miliar kepada 703 mahasiswa di 18 PTN. Dukungan yang diberikan tidak hanya berhenti pada dukungan materiil, melainkan BCA juga secara aktif  melengkapi mahasiwa dengan kemampuan soft skill yang dibutuhkan saat menempuh jenjang perguruan tinggi dan persiapan memasuki kerja.

Beasiswa Bakti BCA sudah memasuki tahun ke-20 dan terus mengevaluasi dana yang diberikan serta jumlah penerimanya. Terhitung sejak tahun 2019, BCA menambahkan jumlah perguruan tinggi negeri penerima beasiswa dari 16 menjadi 18 perguruan tinggi negeri. Sementara jumlah dana yang dialokasikan juga meningkat setiap tahunnya.

Berikut merupakan rincian pengalokasian dana Beasiswa Bakti BCA:

2014/2015           Rp3,8 Miliar       481 Mahasiswa

2015/2016           Rp4,1 Miliar        554 Mahasiswa

2016/2017           Rp4,25 Miliar      587 Mahasiswa

2017/2018           Rp4,45 Miliar      636 Mahasiswa

2018/2019           Rp4,95 Miliar      629 Mahasiswa

2019/2020           Rp5,35 Miliar      703 Mahasiswa

“Di era revolusi industri 4.0 sekarang ini diperlukan pelaksanaan up-skilling agar generasi muda dapat bersaing hingga kancah global. Oleh sebab itu, melalui program Bakti BCA Solusi Cerdas, BCA tidak hanya memberikan beasiswa, namun juga konsisten menggelar pelatihan dengan tujuan untuk memperlengkapi para mahasiswa dengan pengembangan diri. Kami berharap Beasiswa Bakti BCA dan pelatihan yang diinisiasi dapat turut meningkatkan daya saing serta kualitas sumber daya manusia Indonesia,” kata Henry. (**)

 

 

 

Puluhan Wanita Tertipu Lowongan Kerja di Batam

hamparan.info – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau melaui Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum   menangkap puluhan wanita  kasus Tindak Pidana  Perdagangan Orang atau TPPO di Provinsi Kepulauan Riau.  Kepala Bidang Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga, merinci kasus TPPO itu.

“Dari ke 31  Korban terdiri dari wanita direkrut dari Pulau Jawa dijanjikan bekerja di Batam sebagai pemandu lagu. Mereka diiming – iming  dengan gaji besar, sehingga  dapat terbeli rumah dan mobil,” ujar Kombes Pol S Erlangga di Mapolda Kepri, Batu Besar Batam, Senin (9/9/2019).

Dia menjelaskan, setelah korban dijanjikan untuk bekerja di Batam ternyata  dari ke 3I korban diarahkan untuk Ke Tanjung Balai Karimun tepatnya di Komplek Villa Garden No 58A, Kelurahan Kapling, Kabupaten Karimun. Saat itu, para korban dijerat oleh mucikari dengan  utang mulai dari tiket, penginapan dan tempat tinggal sehinnga korban membuat tidak berdaya.

Adapun gadis-gadis  yang menjadi korban perdagangan orang ini rata-rata berusia 18- 28  tahun. Dalam melayani para lelaki hidung belang dari bermacam negara. “Gadis-gadis itu dipatok tarif dari Rp600 ribu hingga Rp 2 juta permalam. Korban yang direkrut terdiri dari  Jakarta 4 orang, Bogor 2 orang, Bandung 15 orang , Garut  2 orang, Brebes dan Purbalinga 4 orang,” kata Kombes Pol S Erlangga.

Di tempat yang sama Wadir Direskrimum Polda Kepri, AKBP Ari Darmanto mengungkapkan kronologi kejadian itu berawal dari informasi Ombudsman atas pelporan korban inisial LS alias R.

“Karena korban merasa ditipu dan tidak terima dipekerjakan sebagai PSK. Nah, atas informasi itulah jajaran Polda Kepri dan Reskrimum Tanjung Balai Karimun melakukan awal   penyelamatan  terhadap  Para korban.  Kemudian dilanjutkan pemburuan terhadap 2 tersangka mucikari  dari Batam  dan Depri  Priatna  alias  Fahlen (sebagai penyuplai) bersama Istrinya bernama  Willi Yana  Suswanti  Alias  Jenny dirumah miliknya yang beralamat di Blok Haji Gofur  RT/01/02 Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Margaasih, Bandung,” kata AKBP Ari Darmanto.

AKBP Ari Darmanto berkata, “Lalu kita lakukan pengembangan dan berhasil mengamankan pelaku yang bertugas perekrut korbannya berinisial BP alias Valen,”.

AKBP Ari Darmanto, menjelaskan dalam menjalankan aksinya, Valen sebagai perekrut calon korbannya, menyebarkan iklan  lowongan pekerjaan melalui  Aplikasi  Beetalk, Line  dan Facebook dengan mencantumkan nomor WasthApp.

“Setelah dihubungi calon korbannya, pelaku kemudian menawarkan korbannya kerja di Batam. Selain para korban dan kedua pelaku TPPO yang sudah berstatus tersangka yaitu Akui  Alias  Papi Awi (Pemilik Villa Garden No 58A ) dan Defri Supriatna (Sebagai pensuplai). Kami juga berhasil mengamankan uang Rp15 juta sebagai barang bukti. Keduanya dijerat dengan Undang-undang No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdangan Orang,” ujar AKBP Ari Darmanto.

 

Masyarakat Kalbar Doa Bersama Untuk Akhiri Karhutla dan Doakan Keamanan Papua

hamparan.info – Ribuan masyarakat Kalimantan Barat hadir dalam acara doa bersama, berbagai tokoh elemen masyarakat ini tampak berdiri dengan semangat mengikuti rangkaian kegiatan yang dibalut dengan tema Doa Bersama Masyarakat Kalbar Untuk Negeri, Demi persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI. Kegiatan itu berlangsung di Alun Alun Kapuas Kota Pontianak, pada Senin (9/9/2019)

Dengan menggunakan ikat kepala merah putih dan tidak sedikit ada masyarakat yang mengenakan pakaian adat menambah nuansa Nusantara pada acara doa bersama yang diadakan oleh Polda Kalbar ini.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono, Wagub Kalbar Ria Norsan, Kasdam XII/Tanjungpura Brigjen TNI Alfret Denny D Teujuh, Danlanud Supadio Pontianak, Danlantamal Pontianak, Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Drs Imam Sugianto, Walikota Pontianak, Bupati Kuburaya serta tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan mahasiswa, hadir membaur dalam kegiatan seremoni itu.

“Menyikapi situasi keamanan dan ketertiban dalam menghadapi agenda nasional maupun daerah maka, perlu kiranya kita memanjatkan doa kehadirat Tuhan Yang Maha Esa agar negara kesatuan Republik Indonesia khususnya wilayah Kalbar selalu dalam lindungan-Nya dan dalam keadaan aman, damai dan makmur,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Irjen Pol Drs Didi Haryono.

Di menyebut, bangsa Indonesia yang memiliki kekayaan alam, budaya, dan agama khususnya Kalimantan Barat penduduknya dapat menjaga dan menciptakan rasa aman. Itu semua berkat bersinerginya semua insan elemen masyarakat yang mengerti bahwa rasa aman merupakan kebutuhan masyarakat hakiki umat manusia.

“Kejadian di Papua dan Papua Barat serta mengajak masyarakat Kalbat untuk tidak terpengaruh dan tetap menjaga kemanan dan bahkan turun menjaga masyarakat Papua yang ada di Kalbar untuk menujukan bahwa Masyarakat Kalbar sangat mencintai persatuan,” katanya.

Dia bilang, adanya orang yang tidak bertanggung jawab menyebarkan berita hoaks, tanpa memikirkan dampak nasional untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara.

Selain itu, bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalbar juga menjadi perhatian bersama. “Tidak lupa juga kesempatan ini kita panjatkan doa kepada yang maha kuasa agar setelah ini, setelah doa bersama ini menurunkan hujannya untuk mengurangi asap Karhutla agar tidak ada kendala dalam perputaran ekonomi masyarakat Kalbar,” katanya.

Sebagaimana diketahui kabut asap dalam beberapa pekan ini memang menyelimuti Provinsi Kalbar, jajaran Pemerintah Provinsi hingga Daerah juga sudah bersingeri dan tampak melakukan langkah langkah tegas dalam penanganan karhutla. Doa bersama diwakilkan para tokoh pemuka agama masing-masing agama yang ada di Kalbar. Islam, Kristen, Katolik, Tionghoa, Hindu dan Budha berhimpun dalam satu panggung.