Tokoh Kalbar Mengharukan Kita Semua

hamparan.info – Berkumpulnya berbagai orang penting hari ini terkait menyikapi Pilkada Serentak 2018 di Kalimantan Barat, membuat Pembina Relawan Midji-Norsan Suib SE M.Si terharu.

Pembina Relawan Midji-Norsan Suib SE M.Si menjelaskan, hal itulah memberikan contoh yang baik kepada sebagai generasi ke depan. “Kami terharu betapa indah dan damainya masyarakat Kalimantan Barat melihat berkumpulnya lintas tokoh dan duduk bersama, serta duduk dan bersedia gurau,” ujar Pembina Relawan Midji-Norsan Suib SE M.Si. “Dan yang paling penting dari hal ini semua adalah semua yang hadir menunjukkan bahwa Kalimantan Barat ini adalah daerah yang aman, damai dan sama sama merasa bertanggung jawab atas kemajuan kedepan,”.

Dikutip dalam keteranganya, Pembina Relawan Midji-Norsan Suib SE M.Si berkata,” Bagaimanapun kami semua ini adalah generasi semua kalangan. Pelajaran yang berharga yang dicontohkan oleh para lintas tokoh yang hadir terutama Pak Sutarmidji, Ibu Karolin Margret Natasa, Pak Suryadman Gidod merupakan sesuatu yang luar biasa. Inilah Kalimantan Barat yang pantas dijadikan pusat peradaban kemajmukan dan toleransi antar sesama anak negeri,”.

Pembina Relawan Midji-Norsan Suib SE M.Si mengucapkan terima kasih selama proses Pilkada Serentak 2018 di Kalimantan Barat, berjalan lancar, aman, dan damai. “Kepada Pak Sutarmidji, Pak Ria Norsan, Ibu Karolin Margret Natasa, Pak Suryadman Gidod, Pak Milton, dan Pak Boyman, semua adalah Aset Kalimantan Barat yang luar biasa. Kami semua akan mengingat jasa dan kebaikan serta kesungguhan dalam menjaga warga kalimantan dalam bingkai Binneka Tunggal Ika di bawah naungan NKRI,”.

Keakraban Dua Cagub Kalbar Bertemu

hamparan.info – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar sempat diwarnai ketegangan di media sosial. Hal ini dipicu oleh hasil quick count yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survai, sehingga para pendukung pasangan calon saling menyerang di media sosial atau medsos.

Aparat keamanan berhasil menengahi dampak dari medsos tersebut, kelompok masyarakat yang berkerumun terprovokasi di terminal pasar ngabang kab. Landak akhirnya membubarkan diri, begitu juga beberapa warga yang khawatir mengamankan diri telah kembali kerumahnya.

Untuk meredam suasana, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, menggagas mempertemukan dua pasangan calon gubernur Kalbar bertempat di Pendopo Gubernur Kalbar pada Rabu, 4 Juli 2018. Pertemuan ini untuk meredam ketegangan yang terjadi di masyarakat.

Dalam suasana penuh keakraban pada acara silaturahmi forkopimda, para stakeholder dan tokoh masyarakat ini, dua Paslon Paslon Gubernur Kalbar Sutarmidji-Ria Norsa dan Gubernur Kalbar Karolin Margaret Natasya-Suryadman Gidot terlihat sangat akrab. Pada kesempatan ini juga mereka mendeklarasikan bersama mengajak warga untuk saling menjaga situasi kamtimbmas di Kalbar.

Salah satu poin yang dideklarasikan, mengajak seluruh masyarakat Kalbar tetap menjaga keamanan, jangan mudah terhasut dan menunggu hasil rekepitulasi pemungutan suara dari KPU Provinsi Kalbar.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi serta Penjabat Gubernur Kalbar, Dodi Riyadmajdi telah memberikan penjelasan kepada masyarakat untuk tenang dan bersabar menunggu hasil real count yang akan di umumkan oleh KPUD Provinsi nanti.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono menyampaikan kegiatan silaturahmi sudah yang ke-28 kali dilaksanakan bersama Forkopimda, para stakeholder dan tokoh masyarakat ini dalam mengawal setiap tahapan Pilkada yang sudah berjalan aman, lancar dan sukses sehingga Kalbar benar-benar Kondusif.

“Kotak Suara dari 11.568 TPS hari ini sudah terkumpul di KPUD Kabupaten, setiap tahapan Pilkada sudah dilalui, semua kendala dan hambatan dapat diselesaikan dengan baik, ibarat kendaraan saat ini kita sudah coolling down, situasi inilah pada saat ini sudah pendinginan, sehingga nantinya ada yang terpilih maupun tidak terpilih sesuai nanti hasilnya yang akan di umumkan oleh KPUD Provinsi, ” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono mengatakan, di era globalisasi ini, semua kegiatan terlihat dan terpantau oleh para investor. “Apabila kamtibmas kondusif ini semua akan membawa kemajuan dan unggul dalam pembangunan lima tahun kedepan bagi Kalbar,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono.

Pengakuan Mustafa, Tanpa Sengaja Minum Tinta Pilkada

hamparan.info – Selama hidup seorang Kakek, di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, tidak pernah melakukan cek darah dan kesehatan. Mustafa, demikian nama lengkapnya. Pria berumur 62 tahun ini merupakan anggota Linmas atau petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Diduga kakek Mustafa tanpa sengaja meminum tinta Pilkada saat bertugas di TPS tersebut.

Jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 1207/Berdiri Sendiri melakukan penjemputan pada Kamis, 28 Juni 2018, sekira Pukul 11.00 WIB, di rumah Mustafa yang beralamatkan, Jalan Komodor Yos Sudarso, Gang Bunut, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Mereka yang menjemput langsung ke rumah Kakek Mustafa adalah Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1207/Berdiri Sendiri Letnan Kolonel Infanteri Hardi Darmawan, Danramil 1207-03/Pontianak Barat, Mayor Inf Eko, Babinsa Sungai Jawi Luar Sertu Supriyadi dan Bamin Komsos Ramil 03, Sertu Matares.

Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1207/Berdiri Sendiri Letnan Kolonel Infanteri Hardi Darmawan mengatakan, bahwa, “Saya menjemput Bapak Mustafa, atas dasar arahan dari Dandim 1207/BS Kolonel Inf Ulysses Sondang. Agar Bapak Mustafa untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan, ujarnya di Ruang Kerjanya, Kodim 1207/BS, Jalan Gusti Lelanang, Kota Pontianak. “Sudah dilaksanakan pemeriksaan kesehatan. Kakek Mustafa saat itu adalah anggota Linmas atau petugas TPS 01 Kelurahan Sungai Jawi Luar, dalam pengakuan Kakek Mustafa, tanpa sengaja meminum tinta Pilkada saat bertugas di TPS,”.

Sedangkan pemeriksaan yang dilakukan di Rumah Sakit Kartika Husada, Jalan Adi Sucipto, kata Kasdim 1207/BS Letkol Inf Hardi, adalah meliputi pemeriksaan tensi darah, foto Rontgen, pengambilan dan pengecekan darah serta pemeriksaan EKG Jantung “Pasien ditangani oleh dr. Nanik Darmawati,” tutu Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1207/Berdiri Sendiri Letnan Kolonel Infanteri Hardi Darmawan.

Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1207/Berdiri Sendiri Letnan Kolonel Infanteri Hardi Darmawan menjelaskan, pemeriksaan kesehatan selesai, dan secara umum dinyatakan sehat, normal. Maka dari itu, selanjutnya pasien diberikan obat dan diperbolehkan pulang.

Sementara itu, Mustafa menyampaikan terima kasih, bahwa TNI telah peduli kepada dirinya. Ini sebagai wujud nyata dan rasa simpatik serta kepedulian Bapak Pangdam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi.

“Saya, terima kasih kepada bapak TNI yang sudah menjemput dengan segala kebaikannya yang tidak pernah saya terpikir sampai terjadi di hari ini. Karena pengakuannya baru kali ini, Saya diperiksa lengkap,” ujar Mustafa.

Pencoblosan dan Perhitungan Suara di Kalbar Aman

hamparan.info – Pencoblosan dan perhitungan suara di Provinsi Kalimantan Barat berjalan aman sesuai harapan. Proses pemungutan suara Pilkada Serentak 2018 di enam wilayah, provinsi, kota dan kabupaten di Kalimantan Barat ini berlangsung aman, tertib, dan damai.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, mengungkapkan sejumlah pebajat utama juga di tempatkan di berbagi tempat guna memberikan rasa aman dan nyaman pada rakyat yang menyelenggarakan pesta demokrasi di negeri ini.

“Pejabat utama Polda Kalbar, saya tempatkan sebagai tim asistensi di wilayah kota dan kabupaten untuk mendampingi membantu para Kapolres/ta,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, Jumat, 29 Juni 2018.

Tidak hanya itu, begitu juga Mabes Polri hadir mengawal langsung Pilkada Serentak 2018 di Kalimantan Barat yang dipimpin langsung oleh Kalemdiklat Polri Komisaris Jenderal Polisi Unggung Cahyono. Beliau selaku Pamatwil dan Asisten SDM Kapolri Inspektur Jenderal Drs Polisi Arief Sulistyanto selaku tim supervisi dan asistensi untuk wilayah Kalimantan Barat.

“Sudah mendapat laporan dari seluruh pejabat yang diplotting di seluruh Polres sampai sekarang situasi Pilkada Gubernur Kalbar, Wali Kota Pontianak dan Bupati aman dan terkendali,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono. “Ada beberapa tempat pemungutan suara (TPS) yang memiliki potensi rawan. Namun, kerawanan tersebut bisa di atasi. Ada beberapa tingkat kerawanan yang ada tapi semua kami bisa antisipasi. Kami pertebal dengan personel baik dari TNI maupun Polri, serta petugas keamanan TPS,”.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono mengatakan, jajaran Polres di wilayah Kalbar, mendapat BKO 1.104 personel dari Polda.

“11.658 TPS di Kalbar telah kita jaga dengan perkuatan 11.642 Personel Polri/TNI dan 23.316 petugas keamanan TPS dan alhamdulillah kita dapat merasakan langsung semua berjalan dengan aman, lancar dan sukses,“ ujarnya.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH menjelaskan, semua personel di TPS saat ini sudah kita tarik, sebagian pasukan digeser untuk memperkuat personel keamanan di PPK dan kantor KPU Kabupaten maupun Provinsi. “Peran serta masyarakat Kalbar, sangat membantu kami aparat keamanan dalam mensukseskan pesta demokrasi ini,” kata dia.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono berkata, “Masyarakat Kalbar sangat antusias dalam pelaksanaan Pesta Demokrasi ini, semua tahapan Pilkada sampai dengan pencoblosan dan perhitungan suara telah berjalan dengan aman dan lancar, deklarasi dan komitmen Pilkada damai oleh berbagai lapisan masyarakat Kalbar benar-benar dapat terwujud dan kita bersama dapat merubah kata rawan menjadi aman dalam Pesta Demoktasi di Kalbar ini,“.

Dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Kalimantan Barat. Dari sejak penggeseran logistik, pencoblosan dan perhitungan suara tidak ada konflik yang terjadi di Kalimantan Barat.

“Alhamdulillah Kalbar Aman, tak perlu ada yang dikhawatirkan lagi, kita semua selalu bersinergi duduk bersama, kami bersama TNI, KPU, Banwaslu, Pemda dan seluruh Komponen masyarakat Kalbar siap mensukseskan Pesta Demokrasi ini,” kata dia .

Wujud Nyata TNI – Polri, Beri Rasa Aman Kepada Seluruh Masyarakat di Kalbar

hamparan.info – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi bersama Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, didampingi Asintel Kasdam XII/Tpr, Dir Intelkam Polda Kalbar, dan Karoops Polda Kalbar, memantau langsung Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur, di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Rabu 26 Juni 2018. Hal ini wujud nyata bahwa TNI – Polri memberi rasa aman kepada seluruh masyarakat yang sedang melaksanakan hak pilih dalam Pilkada, di Kalbar.

Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi mengatakan, ini merupakan perintah dari Komando Atas bahwa, Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan perbantuan kepada Polisi Republik Indonesia (Polri). Baik jumlah personel maupun Alutsista yang diperlukan dan segala macam yang sudah diatur sedemikian rupa, katanya.

“Jadi ini memang tugas TNI untuk Pilkada Serentak. Ini merupakan perbantuan kepada Polri jumlahnya 4.987 personel untuk di Kalbar dengan tujuan agar Pilkada aman dan damai. Dalam arti tidak ada hal yang tidak diinginkan,” ujar Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi.

Selain itu, Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi menyampaikan, dengan kedatangan ke daerah hingga langsung ke TPS – TPS bersama Kapolda, baik sebelum pelaksanaan hingga saat pada pencoblosan di Singkawang. Namun sebelumnya, sudah mengecek secara langsung ke beberapa TPS yang ada di Kabupaten Sambas, tuturnya.

“Saya bersama Kapolda dalam melaksanakan pengecekan di lapangan ini, untuk meyakinkan kepada masyarakat bahwa, TNI dan Polri siap untuk mengamankan pesta demokrasi dan TNI-Polri tetap Netral,” ujar Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, mengakhiri.

Panglima Kodam XII/Tpr Tinjau Hingga ke TPS

hamparan.info – Giliran Tempat Pemungutan Suara (TPS) Kabupaten Bengkayang , tepatnya di TPS 007, RT 08, Kelurahan Sebalo yang mendapat kunjungan kerja Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi bersama Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, yang didampingi Asintel Kasdam XII/Tpr, Dir Intelkam Polda Kalbar, dan Karoops Polda Kalbar.

Sebelumnya, Panglima Kodam XII/Tpr beserta rombongan meninjau langsung di Kabupaten Sambas. Kini giliran Kabupaten Bengkayang. Panglima Kodam XII/Tpr dan rombongan usai mendarat langsung menuju Pos TPS 007, di Kelurahan Sebalo, Bengkayang, Kalimantan Barat.

Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, menekankan kepada jajaran yang terlibat dalam pengamanan Pilkada bahwa, segala bentuk pelaporan hasil harus segera dilaporkan dalam kesempatan pertama dan buat check point tempat yang bisa laporan sebagai sarana kendali.

“Segera laporkan hasil dari pencoblosan. Agar bisa dimonitor posisi hasil Pilkada seluruh wilayah yang menggelar kegiatan ini,” Pinta Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi.

Panglima Kodam XII/Tpr juga menyampaikan, hingga saat ini tidak ada laporan masalah terkait pencoblosan. “Saya sudah bertemu dengan personel pengamanan di lapangan, keadaannya aman, tertib dan terkendali, “Dan memang itu yang diharapkan masyarakat Indonesia,” kata Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi.

Video: Begini Sinergitasi TNI–Polri di Kalbar

hamparan.info – Sinergitasi TNI–Polri di Kalbar mendapat apresiasi Mabes Polri melalui Tim Asistensi Pamatwil Pilkada Serentak 2018 wilayah Kalbar Komisaris Jenderal Polisi Unggung Cahyono.
.
“Pilkada Serentak 2018 di Kalbar sangat kondusif. Semua tahapan Pilkada mampu dikelola dengan baik. Semua berjalan dengan aman dan lancar, kami semua memiliki sikap yang optimistis dan berhasil bersama merubah kata rawan menjadi aman dalam Pesta Demoktasi di Kalbar ini,“ kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono.

Penjelasan Kapendam XII/Tpr Soal Terlibat Pilkada Proses

hamparan.info – Sebanyak 6.568 Prajurit perbantuan TNI kepada Polri dalam rangka pengamanan Pilkada serentak tahun 2018. Hal ini sesuai Nota kesepahaman antara Pangdam XII/Tpr dengan Kapolda Kalbar dalam rangka memelihara Kamtibmas di Wilayah Provinsi Kalbar. Dikatakan Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XII/Tanjungpura, Letnan Kolonel Infanteri Aulia Fahmi Dalimunthe, Kamis (27/6/2018).

Kapendam XII/Tpr menuturkan rinciannya sebagai berikut, untuk perbantuan kepada Polda Kalbar di wilayah Provinsi Kalbar sejumlah 4.896 personel terdari BKO Polda Kalbar 3.851 personel sedangkan cadangan wilayah Provinsi Kalbar sejumlah 1.045 personel. Sementara untuk Polda Kalteng di wilayah Provinsi Kalteng sejumlah 1.672 personel, BKO Polda Kalteng sejumlah 1.400 personel. Untuk cadangan Provinsi Kalteng sejumlah 272 personel.

Selain yang sudah di BKO kan kepada Polda Kalbar dan Polda Kalteng dan sudah masuk kedudukan masing-masing dengan pasukan cadangannya, Kodam XII/Tpr juga secara khusus menyiapkan pasukan cadangan yang di tempatkan di Makodam XII/Tpr, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupten Sintang dan di Singkawang sebanyak 524 Prajurit TNI AD.

“Untuk pelaksanaan apel pasukan cadangan yang di lapangan keras Makodam XII/Tpr, di ambil dan diberi pengarahan langsung oleh Asops Kasdam XII/Tpr Kolonel Inf Elkines. Apel pasukan cadangan Pengamanan Pilkada tersebut juga diikuti oleh Prajurit-prajurit dari Pangkalan Udara Supadio Pontianak dan Pangkalan Utama Angkatan Laut XII Pontianak, dilaksanakan pada Selasa 26 Juni 2018,” kata Kapendam XII/Tpr, Letkol Inf Aulia Fahmi Dalimunthe.

Kapendam XII/Tpr menjelaskan, bahwa pasukan yang sudah di BKO kan kepada Kepolisian baik kepada Polsek maupun kepada Polres sudah masuk kedudukan, sedangkan yang melaksanakan Apel di Kodam XII/Tpr adalah untuk pasukan cadangan yang di siaga 1 kan di Makodam XII/Tanjungpura dan di Kabupaten – Kabupaten sehingga selalu siap bergerak kapan saja, jelasnya.

“Sedangkan untuk Tugas Pokok saat ini yang utama adalah Pengamanan Pilkada, dengan tetap menjaga Netralitas TNI-Polri bahwa keterlibatan TNI-Polri adalah untuk pengamanan kelancaran dan kesuksesan Pilkada Serentak 2018. Prajurit TNI tidak berbicara, mengkoreksi, terlebih mempengaruhi jalannya proses Pilkada ini, apabila ada yang terlibat akan kita proses,”ucapnya.

Kapendam XII/Tpr pun memaparkan, bahwa Netralitas TNI merupakan amanah dalam pelaksanaan reformasi internal TNI sesuai UU RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Netral dalam arti tidak berpihak, tidak ikut, atau tidak membantu salah satu pihak, juga Netralitas TNI itu, bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis. Jadi Implementasi (pelaksanaan) Netralitas TNI baik dalam Pemilu maupun Pilkada. Sehingga dalam mengamankan penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada sesuai dengan tugas dan fungsi bantuan TNI kepada Polri.

“Netral dengan tidak memihak dan memberikan dukungan kepada salah satu kontestan Pemilu dan Pilkada, baik untuk Satuan, Perorangan, fasilitas TNI tidak dilibatkan pada rangkaian kegiatan Pemilu dan Pilkada dalam bentuk apapun di luar tugas dan fungsi TNI, Prajurit TNI tidak menggunakan hak memilih baik dalam Pemilu maupun Pilkada. Namun, khusus bagi istri prajurit TNI atau suami prajurit TNI serta anak prajurit TNI, mempunyai hak untuk memilih ini merupakan hak individu selaku warga,” ujarnya.

Sementara Pasukan Cadangan yang disiapkan di Kodam XII/Tpr adalah untuk wilayah Kubu Raya dan Pontianak. Kekuatan ini di bentuk menjadi 4 SSK (Satuan Setingkat Kompi), selaku Komandan Pasukan Cadangan yaitu Komandan Polisi Militer (Danpomdam) XII/Tpr, Kolonel Cpm Rinoso Budi, dan selaku Wakil Komandan Pasukan Cadangan yaitu Wakil Komandan Detasemen Markas (Wadan Denma) Kodam XII/Tpr, Letkol Inf Ilyanto. Namun tindakan atas perintah, dan yang bertanggungjawab di lapangan adalah Kepala Kepolisian atau yang menerima pasukan BKO dari TNI,” kata Kapendam XII/Tanjungpura, Letkol Inf Aulia Fahmi Dalimunthe.

Panglima Kodam XII/Tpr Bersama Kapolda Kalbar Tinjau TPS di Kabupaten Perbatasan RI-Malaysia

hamparan.info – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi bersama Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, didampingi Asintel Kasdam XII/Tpr, Dir Intelkam Polda Kalbar, dan Karoops Polda Kalbar, memantau langsung Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur, di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Rabu (27/6/2018).

Panglima Kodam XII/Tpr beserta rombongan, saat tiba di Lapangan Kantor Pemda Kabupaten Sambas, Jalan Pembangunan Sambas, disambut langsung oleh Bupati Sambas, H Athbah Suhaili, Karo SDM Polda Kalbar, Kasdim Singkawang, dan Kapolres Sambas.

Sebelum menuju ke TPS, Panglima Kodam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi bersama Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono memberi keterangan kepada awak media.

“Semua pihak tak perlu meragukan netralitas TNI-Polri dalam Pilkada sekarang ini yang sedang dilaksanakan. Percaya Bawaslu bisa awasi Netralitas TNI-Polri dan Saya pun mengingatkan kepada penyelenggara agar Netralitas Pilkada dijaga,” ujar Panglima Kodam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi.

Selain itu, Panglima Kodam XII/Tpr menyampaikan, untuk Bawaslu aktif dalam mengawasi, pelanggaran dicatat dengan baik. Namun, selalu koordinasikan dengan aparat, apabila tidak cukup bukti jangan sampai membuat situasi yang kurang kondusif.

“Di wilayah Kabupaten Sambas khususnya, tidak ada pelanggaran pada umumnya di Kalimantan Barat,” ujar Panglima Kodam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi.

Di tempat yang sama, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, kegiatan ini untuk melihat secara langsung proses pencoblosan suara dan memastikan bahwa proses pelaksanaannya berjalan aman dan lancar.

“Alhamdulillah hasil pantauan personel di lapangan hingga saat ini, tidak ditemukan adanya kendala atau hambatan yang menonjol yang dapat menghambat kelancaran pencoblosan pada Pilkada Kalbar. Selain itu Kapolda Kalbar menegaskan, TNI dan Polri bersama sama siap memberikan rasa aman kepada warga masyarakat Kalbar untuk melaksanakan proses pemberian partisipasi hak suaranya pada Pilkada,” ucapnya.

“Kepada masyarakat Kalbar untuk sama-sama menjaga situasi yang aman dan damai dalam seluruh rangkaian proses pilkada Kalbar,” kata Kapolda Kalbar.

Usai meninjau langsung dibeberapa TPS yang ada di Kabupaten Sambas, Panglima Kodam XII/Tanjungpura beserta rombongan bertolak ke Kabupaten Bengkayang, untuk melakukan hal yang sama.