Rakyat Merasakan Kemerdekaan  Sesungguhnya

hamparan.info – Karya Bakti TNI pembukaan jalan sepanjang 20 kilometer yang menghubungkan Desa Batu Lapis dengan Desa Beginci Darat ditutup sekaligus diresmikan oleh Pangdam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab di lapangan sepak bola Desa Batu Lapis, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.  Adanya akses jalan yang sudah terhubung, warga merasa bahagia karena selama 74 tahun dalam keterisoliran dan kini sudah merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya.

Penutupan Karya bakti TNI di wilayah Kodim 1203/Ketapang ditandai dengan pemencetan tombol sirine oleh Pangdam XII/Tpr bersama Bupati Ketapang, Wakil Ketua DPRD Ketapang, Kasrem 121/Abw, Dandim 1203/Ktp serta Kabagops Polres Ketapang. Sedangkan peresmian jalan yang diberi nama Jalan Tanjungpura tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Pangdam XII/Tpr bersama dengan Bupati Ketapang.

Pangdam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab  mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang dan seluruh komponen masyarakat Desa Batu Lapis dan Beginci Darat, serta semua pihak yang telah membantu dan mendukung terlaksananya kegiatan Karya Bakti TNI ini, sehingga dapat berjalan sukses sesuai dengan rencana.

Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab menyampaikan, Kegiatan Karya Bakti TNI yang dilaksanakan oleh Kodam XII/Tpr di wilayah Kodim 1203/Ketapang adalah menindaklanjuti Kebijakan Kasad Bidang Teritorial, khususnya Bakti TNI yaitu melaksanakan kegiatan Bakti TNI kreatif dan Bakti TNI lainnya sesuai kebijakan Pimpinan.

“Oleh karena itu Kodim 1203/Ktp bersama dengan Pemda Ketapang dan Instansi terkait serta komponen masyarakat melaksanakan kegiatan Karya Bakti TNI berupa pembukaan jalan sepanjang 20 Km dari Desa Batu Lapis menuju Desa Beginci Darat dan pembuatan jembatan,” ujar Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab.

Tujuan Karya Bakti TNI ini adalah, untuk meningkatkan soliditas dan sinergitas Prajurit TNI dengan aparat pemerintah serta komponen masyarakat lainnya yang selama ini telah terbina dengan baik. Selain itu, pelaksanaan Karya Bakti TNI ini adalah bentuk perwujudan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terpeliharanya kemanunggalan TNI dengan rakyat yang sampai saat ini banyak memberikan dukungan dalam pelaksanaan tugas pokok TNI.

Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab menjelaskan, dalam menentukan pemilihan sasaran fisik Karya Bakti TNI ini, diarahkan pada pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana yang langsung menyentuh kepentingan rakyat. Ini dilakukan demi menunjang kegiatan ekonomi yang sangat dibutuhkan oleh rakyat dalam memperlancar transportasi dan memperpendek jarak tempuh.

Sedangkan sasaran non fisik diarahkan pada kegiatan yang dapat menggugah kesadaran dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Sehingga apabila sasaran ini tercapai akan mendorong terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab.

Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab mengajak kepada masyarakat agar dapat menjadikan momen kegiatan Bakti TNI sebagai wadah untuk bersilaturahmi antar sesama, sehingga tercipta suasana keakraban dan kekeluargaan. Sebab, kebersamaan antara TNI dengan rakyat harus terus terjaga dan terpelihara dalam keharmonisan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Hal tersebut untuk mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh untuk menangkal berbagai ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang datang dari luar,” kata Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab.

Pada acara penutupan karya bakti TNI kali ini juga dilaksanakan kegiatan Bakti Sosial untuk masyarakat diantaranya Pengobatan gratis, Pemberian Sembako dan Pemberian Sarana Kontak. Untuk memeriahkan acara juga digelar acara hiburan untuk masyarakat.

 

Soal Latma Kekar Malindo, Pangdam: Saling mengenal dalam Pelaksanaan Tugas

hamparan.info – Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab bersama Panglima 1 Divisyen Pertama Infanteri Malaysia Mejar Jeneral Dato Din Bin Haji Abu menutup secara resmi Latihan Bersama (Latma) Kekar Malindo-43AB/2019 antara TNI Angkatan Darat dengan Tentera Darat Malaysia di Pantai Pasir Panjang, Kota Singkawang.

Latma Kekar Malindo-43AB/2019 telah dilaksanakan selama satu minggu yang dimulai sejak Rabu 24 Juli lalu. Yang diikuti oleh Yonif 645/Gardatama Yudha dari TNI AD dan Batalyon 10 Rejimen Renjer Diraja (RRD) dari TDM. Latihan bersama kedua Angkatan Bersenjata ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pengalaman, keterampilan kedua bangsa serta dapat mengenal lebih dekat sejarah dan budaya, serta memelihara kebersamaan dan kerja sama antara TNI AD dengan Angkatan Darat Malaysia.

“Mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Danbrigif 19/Khatulistiwa yang telah menyelenggarakan Latma Kekar Malindo-43AB/2019, sehingga dapat berjalan baik, aman, lancar dan berhasil,” kata Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab, Rabu (31/7/2019).

Latihan bersama ini merupakan salah satu aktifitas bilateral kedua negara yang diselenggarakan setiap tahun, sehingga momen tersebut sangat penting untuk dipahami para peserta sebagai proses pembelajaran yang berharga dalam meningkatkan hubungan persahabatan yang harmonis dan sinergis antar kedua negara khususnya pada bidang militer.

“Oleh karena itu, Materi Latma Kekar Malindo-43AB/2019 yang sudah dilatihkan, agar diaplikasikan secara benar guna mendukung kedua belah pihak dalam melaksanakan Operasi Militer khususnya wilayah perbatasan,” kata Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab.

Prajurit kedua angkatan menpedomani validitas Prosedur Tetap Operasi Malaysia-Indonesia (Protap Malindo) dan fungsi unsur Komando Kompi Senapan Yonif dalam pelaksanaan Operasi Bersama yang telah dilatihkan.

Latihan bersama tersebut ntuk menjalin kebersamaan, sinergitas dalam rangka kegiatan-kegiatan bersama di perbatasan, juga untuk  saling mengenal antara angkatan kedua negara.  “Dengan saling mengenal akan mempermudah dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Latma ini dilakukan untuk menguji SOP pengamanan supaya dalam pelaksanaan tugas bersama bisa sinergis. Juga dalam rangka meningkatkan profesionalitas prajurit dalam taktik baik dalam latihan teknik dan taktis.

“Intinya adalah untuk menjalin silaturahmi antara saudara-saudara kita di malaysia sehingga apapun yang terjadi kita bisa selesaikan bersama,” kata Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab.

Mengamalkan Nilai Pancasila Menanggulangi Kemiskinan

hamparan.info – Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab membuka acara Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Daerah (PGID) Kabupaten Kubu Raya di Aula Makodam XII/Tanjungpura.

Tuhan Mengangkat Kita dari Samudera Raya (Mazmur 71 ayat 20 B)’, dengan sub tema “Dalam Solidaritas dengan Sesama Anak Bangsa, Kita Tetap Mengamalkan Nilai-nilai Pancasila guna Menanggulangi Kemiskinan, Ketidakadilan, Radikalisme dan Kerusakan Lingkungan.

Pembukaan Sidang diawali dengan pernyataan resmi dilanjutkan dengan pemukulan gong oleh Pangdam XII/Tpr yang didampingi oleh Bupati Kubu Raya yang diwakili Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kab. Kubu Raya, Ibu Cicilia Tri Agustina, Ketua Umum PGIW Kalbar, Ketua PGID Kubu Raya, Perwakilan DPRD Kubu Raya, Perwakilan Kemenag Kubu Raya serta Ketua FKUB Kubu Raya.

Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab  mengajak kepada gereja-gereja yang ada di Kubu Raya untuk turut serta berperan aktif menjaga toleransi dalam rangka persatuan dan kesatuan bangsa.

“Dalam kegiatan ini saya mengharapkan kerjasama seluruh pimpinan gereja untuk turut mewartakan dan memberikan wawasan kebangsaan dan bela negara kepada para jemaatnya demi kepentingan bangsa dan negara,” kata Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab.

BACA Mayjen TNI Herman Asaribab: Kerukunan dan Kedamaian Itu Kebutuhan

Para pejabat Kodam XII/Tpr di antaranya, Pasahli Pangdam XII/Tpr bidang Manajemen Sishanneg, Kolonel Armed Alexander, Aslog Kasdam XII/Tpr, Kolonel Czi Yudha Rusniwan, Aster Kasdam XII/Tpr, Kolonel Infanteri Asep Apandi, Kapaldam XII/Tpr, Kolonel Cpl Octovianus Oskar E dan Dandim 1207/BS, Kolonel Armed Stefie Tjanje Nuhujanan.