Foto: Diseminasi Survei Kepuasan dan Kepercayaan masyarakat Kalbar Terhadap Polisi

hamparan.info – Kegiatan Diseminasi survei kepuasan dan kepercayaan masyarakat Kalimantan Barat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik pada Kepolisian Daerah Kalimantan Barat ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor 1 Universitas Tanjungpura Dr. Aswandi, para pejabat utama Polda Kalbar, para mahasiswa Universitas Tanjungpura serta tamu undangan.

Capaian Kinerja Polda Kalbar Dinilai Baik Masyarakat 

hamparan.info – Tantangan kedepan begitu berat bagi jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Mengapa? Karena, masyarakat di wilayah ini percaya kepada pihak kepolisian dalam berbagai hal. Tentu, hal itu tidak mudah sebuah kepercayaan.

Komitmen menuju perbuahan adalah hal mutlak. Sebab, menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum adalah sebuah keharusan jajaran kepolisian.

Baru-baru ini, Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak, melakukan survei kepuasan dan kepercayaan masyarakat Kalimantan Barat kepada penyelenggaraan pelayanan publik terhadap Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Dari hasil survei ini, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat dinilai baik dalam setiap aspek.

Adalah Dr. Herry Sujaini ST. MT. Dia merupakan Ketua Tim Survei, sekaligus menjabat Kepala UPT TIK UNTAN. Dia memaparkan berdasarkan survei indeks kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polda Kalbar tahun 2018, dinilai dari empat aspek, yaitu aspek penegakan hukum, aspek pemeliharaan kamtibmas, aspek pelayanan publik, dan aspek pelayanan masyarakat.

BACA Bersalawat dan Khatamul Quran Bersama Kapolda Kalbar

“Adapun hasilnya, dalam aspek penegakan hukum persentasenya adalah 77,79% yang mana hasilnya Baik, aspek pemeliharaan kamtibmas persentasenya adalah 76,19% juga Baik, aspek pelayanan publik adalah 78,50% juga Baik, dan aspek kepercayaan masyarakat adalah 79,53% juga Baik. Dengan rata rata penilaian dari setiap aspek persentasenya adalah 77,61% dengan nilai Baik,” kata  Herry Sujaini, Rabu, 5 Desember 2018 di Kota Pontianak.

Dia menjelaskan, survei kepuasan dan kepercayaan masyarakat ini adalah kegiatan riset yang dilakukan oleh Universitas Tanjungpura Pontianak yang didasari atas keingintahuan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi  Didi Haryono  terhadap hasil kinerjanya dan jajaran.

BACA Cara Wakapolda Kalbar Dekat dengan Warga

“Universitas Tanjungpura dipilih oleh Kapolda Kalbar untuk melakukan riset ini. Survei ini adalah kegiatan riset atau penelitian, yang didasari dengan keingintahuan Bapak Kapolda terhadap hasil kinerja beliau dan jajarannya,” ucapnya menjelaskan.

Sementara itu, menurut Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, hasil riset Universitas Tanjungpura Pontianak dapat dijadikan pola belajar bersama. Tak hanya itu, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi  Didi Haryono, juga menyambut baik dan mengapresiasi atas kegiatan survei kepuasan masyarakat Kalimantan Barat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik pada kepolisian Kalimantan Barat tersebut.

BACA Kapolda Kalbar: Wujudkan Keluarga Berkualitas

“Survei ini dapat dijadikan referensi serta sumber informasi dan acuan bagi kepala kesatuan di tingkat Polres dalam menetapkan arah kebijakan dan strategi,” kata dia.

Dia menjelaskan, pengukuran survei kepuasan masyarakat ini dilaksanakan untuk mengetahui kinerja aparatur di Polda Kalimantan Barat dan Polresta jajaran Polda Kalbar dalam rangka pelayanan publik yang berkualitas.

Selain itu dapat diketahui pula tingkat kepuasan pelayanan melalui hasil pendapat dan penilaian masyarakat terhadap pelayanan publik yang berkualitas yang ada di Polda Kalimantan Barat dan Polresta jajaran Polda Kalbar.

BACA Kapolda Kalbar: Hati-hati Saat Mudik

“Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) merupakan inisiasi Polda Kalimantan Barat dengan menggandeng kemitraan yaitu tim dosen dari Universitas Tanjungpura yang telah memiliki kredibilitas di bidang akademis,” ucapnya.

Hasil yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah tersedianya data dan informasi tentang persepsi masyarakat terhadap pelayanan publik yang berkualitas di lingkungan Polda Kalimantan Barat dan Polresta jajaran Polda Kalbar yang dilaksanakan oleh aparatur di tiap unit kerja.

BACA Kapolda Kalbar Cek Pemudik

“Selaku pimpinan Polda, saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para peneliti yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh. Semoga hal ini dapat memperkaya wawasan dan pengetahuan serta bermanfaat bagi semua pihak,” kata dia.

Selain itu terkait hasil dari survei tersebut, maka pihak kepolisian akan menerima dengan baik apapun hasil yang diberikan demi kebaikan instansi Kepolisian kedepannya.

BACA Horeee . . . Ada Bazar Pasar Murah di Mapolda Kalbar

Untuk informasi, kegiatan Diseminasi survei kepuasan dan kepercayaan masyarakat Kalimantan Barat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik pada Kepolisian Daerah Kalimantan Barat ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor 1 Universitas Tanjungpura Dr. Aswandi, para pejabat utama Polda Kalbar, para mahasiswa Universitas Tanjungpura serta tamu undangan.

Terharu, Uraian Air Mata Lansia

hamparan.info – Puluhan lanjut usia atau lansia terharu, setelah bertemu Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono ke sebuah panti jompo. Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulya Dharma, itulah nama yang dihuni lansia pria maupun wanita di sana.

Lokasi panti ini berada di Desa Arang Limbung, Kabupaten Kubu Raya. Adapun kunjungan orang nomor satu di Kepolisian Daerah Kalimantan Barat adalah untuk silaturahmi dan pemberian tali asih ke panti jompo.

“Lansia pada terharu dikunjungi,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Didi Haryono, Rabu, 13 Juni 2018.

Urai air mata berlinang dari para lansia itu. Karena, baru kali ini ada yang perduli kepada mereka. Apalagi yang mengunjungi adalah Kapolda Kalbar beserta rombongan Wakapolda Brigadir Jenderal Polisi Sri Handayani dan seluruh Pejabat Utama Polda Kalbar.

“Saya meminta doa dari mereka, agar PIlkada di Kalbar aman, damai, dan lancar,” ujarnya.

Pada kegiatan itu, dia didampingi Pejabat Utama Polda Kalbar. Kegiatan ini dalam rangka silaturahmi dan memberikan bantuan di bulan suci Ramadan oleh Polda Kalbar kepada 64 orang yang menghuni di panti sosial itu.

Kegiatan tali kasih yang dilakukan oleh Polda Kalbar ini pun mendapat sambutan yang baik dari pimpinan dan pengurus panti sosial.

“Mereka bilang, ke sini lagi ya pak,”tuturnya, menirukan ucapan pengurus panti sosial.

Dia, berjanji kegiatan ini menjadi rencana kegiatan tahunan Polda Kalbar untuk memberikan Tali Kasih di bulan Ramadan setiap tahunya.

Jelang Lebaran, Ini Dilakukan Polda Kalbar

hamparan.info – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, menyebut belajar dari pengalaman, perayaan hari raya keagamaan selalu diiringi dengan meningkatnya gangguan keamanan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas. Selain itu, gangguan terhadap ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

“Ini disebabkan adanya peningkatan aktivitas masyarakat baik dari aspek sosial, ekonomi, budaya serta pariwisata,” kata Didi Haryono, dalam rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri tahun 2018 di Mapolda Kalbar, Jalan Ahmad Yani No.1 Kota Pontianak, Senin, 4 Juni 2018.

Berdasarkan analisis data Biro Operasi Polda Kalbar, setiap menjelang, pada saat, dan pasca Lebaran angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas cenderung meningkat cukup tinggi. Secara umum saat ini situasi Kamtibmas Kalbar relatif kondusif.

“Adanya dampak beberapa minggu lalu di beberapa wilayah Indonesia tidak terjadi di wilayah kita. Namun kita semua tidak boleh under estimate harus over estimate, antisipasi segala bentuk kerawanan terkecil mulai dari tingkat rt, desa hingga daerah,” kata dia.

Untuk itu, guna menekan jumlah gangguan Kamtibmas termasuk pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta meningkatnya kejahatan konvensional menjelang perayaan idul fitri nanti, jenderal bintang dua itu telah menginstruksikan seluruh satker dan polres jajaran untuk menginventarisasi kembali daerah-daerah yang tergolong memiliki potensi dan ambang gangguan yang tinggi, untuk kemudian dijadikan sasaran dalam operasi.

“Demikian juga kepada instansi terkait, sesuai dengan bidang tugasnya, mulai dari sekarang diharapkan telah mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang mungkin akan timbul disertai upaya-upaya pemecahan masalahnya,” ucapnya.

Dia berkata, yang perlu mendapat atensi serta antisipasi juga adalah meningkatnya arus orang maupun barang serta langkah-langkah yang dilakukan baik dalam bentuk penambahan armada maupun kearifan lokal dari pihak yang berwenang. Begitu pun di sepanjang jalan Pontianak – Sanggau – Sintang – Kapuas Hulu maupun Pontianak – Singkawang – Sambas

“Diharapkan tersedia paramedis dari puskesmas yang stand by selama 1×24 jam, untuk membantu masyakarat yang membutuhkan pertolongan medis selama perjalanan mudik maupun balik,” ujarnya.

Masalah lain yang perlu mendapat atensi dari Polda Kalbar adalah kemungkinan adanya kenaikan tarif angkutan secara sepihak oleh pengusaha angkutan umum. Serta pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat jangan sampai terjadi inflansi ekonomi akibat kenaikan bahan pokok yang berpotensi menimbulkan konflik, satgas pangan yang sudah dibentuk harus lebih pro-aktif dalam mengawasi proses distribusi dan jual beli.

“Dalam waktu dekat, yaitu h-8 lebaran, jajaran polda kalbar akan melaksanakan operasi kewilayahan kendali pusat selama 16 hari dengan mengedepankan kegiatan pre-emtif, preventif serta penegakkan hukum,” ucapnya mengingatkan.

Dia menjelaskan, kegiatan tersebut tentunya tidak hanya dilakukan kepolisian saja, semua akan pro-aktif dan melibatkan berbagai instansi pemerintah serta pemangku kepentingan. Tujuanya jelas, agar operasi kewilayahan kendali pusat dengan sandi Operasi Ketupat Kapuas 2018 yang melibatkan banyak pihak ini dapat berjalan sukses, tentunya perlu pengaturan mekanisme komando dan pengendaliannya serta pembagian tugas yang jelas.

Mengamanan Pilkada Serentak 2018 di Kalbar

hamparan.info – Ada yang berbeda hari ini, Jumat, 20 April2018, di halaman Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura. Ribuan orang berbadan tegap lengkap dengan senjata laras panjang berbaris rapi.

Rupanya ada gelar apel pernyataan pemberian dan penerimaan BKO pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada Kepolisian Daerah Kalimatan Barat. Ini dilakukan dalam rangka pengamanan Pilkada Serentak Tahun 2018.

Kegiatan ini digelar di lapangan Keras Kodam XII/Tanjungpura yang berada di Jalan Arteri Alianyang Nomor 1, Kabupaten Kubu Raya. Hadir saat apel itu Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Kapolda Kalbar, Danlantamal XII Pontianak dan Danlanud Supadio Pontianak, Kasdam XII/Tpr, Danrem 121/ABW, Irdam, para Pa Sahli Pangdam, Asrendam, LO AL, LO AU, para Asisten Kasdam, para Kabalakdam dan Komandan Satuan jajaran Kodam XII/Tpr, para pejabat utama Polda Kalimantan Barat.

Menurut Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi didampingi Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, usai memimpin Apel Pernyataan Pemberian dan Penerimaan BKO Pasukan TNI kepada Polda Kalbar Dalam Rangka Pengamanan Pilkada Serentak 2018, berjumlah 4.600 personel TNI telah di BKO kan kepada Polda Kalbar dalam rangka Pengamanan Pilkada serentak.

“Personel disiagakan dan bertugas pengamanan Pilkada di bawah kendali para Kapolres di wilayah Polda Kalbar, Panglima Kodam pun menegaskan, tidak boleh terjadi keraguan dalam pengamanan Pilkada serentak ini,” ujar Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi.

Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi menegaskan, bahwa BKO pasukan TNI kepada Polri di bawah kendali operasi sesuai permintaan dari Kapolda Kalbar kepada Panglima Kodam XII/Tanjungpura dan personel sudah disesuaikan dengan wilayah masing-masing Polres, sehingga para Kapolres memegang Komando.

BKO itu, kata jenderal bintang dua itu Kodam memberikan perkuatan kepada Polda Kalbar, sehingga pasukan yang nanti diberikan kepada Polres, maka pasukan itu harus patuh kepada perintah Kapolres, patuh dalam artian sesuai dengan tugasnya dalam pengamanan Pilkada.

“Jadi jangan ragu-ragu Kapolres untuk menggerakkan pasukan TNI, karena sudah di bawah Komandonya,” ucapnya menegaskan.

Kodam XII/Tanjungpura juga, menyiapkan peralatan dan perlengkapan TNI dapat digunakan apabila pada saat pendistribusian Logistik Pilkada mengalami hambatan. Sedangkan untuk personel yang di BKO kan berlaku sejak 3 Maret hingga 17 Oktober 2018 ke depan.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono menegaskan, untuk penambahan kekuatan dari personel TNI yang di BKO kan kepada Polda Kalbar. Untuk penambahan kekuatan dalam rangka mengamankan 8 tahapan Pilkada yang sekarang sudah mulai masuk dalam tahapan kampanye.

“Di Kalimantan Barat kata Kapolda Kalbar, ada 11.666 TPS. BKO dari Kodam adalah menambah perkuatan 4.600 personel ditambah dengan personel Polda Kalbar 2/3 dari kekuatan itu ada 11.600 personel, hal ini untuk mengamankan 11.666 TPS,” kata Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono mengajak, untuk warga masyarakat mari bersama-sama mengamankan jalannya Pilkada ini agar benar-benar sesuai dengan harapan Pimpinan dan masyarakat, bahwa Pilkada dapat dilaksanakan dengan aman, damai, lancar dan sukses.

Kapolda Kalbar Ajak Pelajar Jauhi Narkoba

hamparan.info – Jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mendatangi sejumlah sekolah menengah umum atau SMU di wilayah ini. Tujuanya adalah, mengajak pelajar untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba, menolak hoaks di media sosial dan sosialisasi penerimaan anggota Polri Tahun 2018.

Aktivitas padat, sebagai Kepala Kepolisian Daerah Kalbar, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, tak membuatnya lelah. Seperti pada Senin (2/4/2018), jenderal bintang dua itu didampingi Direktur Reskrimum Polda Kalbar, Kombes Arif Rachman, menjadi Inspektur upacara di SMA Negeri 1 Sungai Raya, di Kabupaten Kubu Raya.

Di hadapan para siswa-siswi, itu sejumlah masalah dibahas. Di antara adalah tentang bahaya narkoba, Karena narkoba merusak generasi bangsa. Untuk itulah, ia mengajak jauhi narkoba. Tak hanya itu, ia juga mengingatkan sebaran informasi yang begitu cepat melalui sosial media atau sosmed haruslah bijak dan cermat.

“Karena, jika tidak hati-hati akan berdampak negatif. Tolak hoaks. Bijak di medsos,” ujar Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono.

Didi Haryono menilai, SMU Negeri 1 Sungai Raya, ini sangat aktif dalam berbagai kegiatan, mengulir prestasi Paskibraka terbaik dan menyumbang peserta terbanyak dalam seleksi menjadi anggota Polri pada tahun 2017.

“Bagi yang berminat menjadi anggota Polri agar dipersiapkan diri dari sekarang. Saya akan memberikan motivasi penuh. Saya asli putra daerah Kalbar. Saya bisa seperti ini. Semua juga harus bisa,” ucap Didi Haryono, memberikan motivasi semangat.

Didi Haryono mengajak, para siswa-siswi menanamkan kecintaan dan kebanggan terhadap bangsa dan negara dengan hati yang iklas. “Sehingga dapat kita jadikan pondasi yang kuat dalam membangun bangsa ini. Kembangkan sikap dan perilaku yang senantiasa mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara,” ujar Didi Haryono.

Selepas upacara Kapolda Kalbar menyempatkan berdialog langsung dengan Dewan Guru dan para siswa-siswi SMU Negeri 1 Sungai Raya. Sekaligus mensosialisasikan rekrutmen Taruna Akpol, Bintara dan Tamtama Polri serta mengajak para siswa untuk sebanyak mungkin mengikuti seleksi tersebut.

“Rekrutmen pendaftaran dimulai 26 Maret s/d 11 April 2018 ini, kita bertekad untuk melaksanakan seluruh proses dengan clean dan clear, targetnya adalah berhasil merekrut calon anggota Polri yang berkualitas,” kata Didi Haryono.

Didi Haryono berujar, dalam penerimaan ini, Polri menekankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (BETAH). “Sehingga betul-betul dihasilkan sumber daya Polri yang berkualitas dan lebih baik lagi,” kata Didi Haryono.

Kata Didi Haryono, panitia seleksi baik dari Polri maupun instansi luar juga disumpah sesuai dengan agama masing-masing. Panitia seleksi juga akan diawasi oleh pengawas internal dalam hal ini oleh Irwasda dan Bid Propam Polda Kalbar. Sedangkan pengawas eksternal diambil dari beberapa elemen baik dari Dinas Pendidikan, Universitas, dan seluruh elemen masyarakat.

Adapun dalam pengumuman hasil seleksi dilaksanakan secara terbuka dengan disaksikan oleh peserta dan didampingi oleh orang tua atau wali. Sehingga mengetahui secara langsung hasil nilai dan kemampuan peserta seleksi.

“Agar peserta seleksi mempersiapkan diri dengan berolah raga dan belajar serta mempersiapkan mental. Nantinya mendapatkan hasil yang terbaik,” kata Didi Haryono.

Silahturahmi, Setelah Puluhan Tahun Tak Bertemu

hamparan.info- Di tengah kesibukanya sebagai kepala kepolisian, tak menyurutkan pria berbadan tegap, gagah ini lupa akan sekolahnya. Sekolah itu jauh dari pusat ibu kota provinsi.

SDN 3 Singkawang. Itulah nama sekolah dulu Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono menimba ilmu. Tiada yang mengira. Bahwa jenderal bintang ini dua akan menjadi orang nomor satu di Kepolisian Daerah Kalimantan Barat.

Lelaki kelahiran Sambas, 2 Maret 1962, ini mengaku sudah puluhan tahun tidak pernah bertemu kawan sejawatnya. Maka dari itu, ia menyempatkan waktu senggang berjumpa. Acara itu dikemas dalam silaturahmi.

“Bangun silahturahmi setelah 44 tahun tak bertemu,” tutur Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono mengawali cerita.

Didi Haryono menjelaskan adanya reuni bersama teman masa kecilnya sewaktu masih di SDN 3 Singkawang sebagai ajang menjalin kekeluargaan. Walaupun, ia super sibuk sebagai orang nomor satu di Kepolisan Daerah Kalimantan Barat.

Adapun tema reuni ini adalah “Malam Tumpahan Salok 44 Tahun”. Kegiatan silaturahmi ini turut dihadiri oleh lima orang guru yang pernah mengajar Didi Haryono. Selain itu, ada 41 teman sekolah dasar, sewaktu kecil Didi Haryono.

“Silahturami merupakan konsekuensi iman kepada Alloh SWT. Dipanjangkan umur, dan diluaskan rezekinya. Masuk surga dan dijauhkan dari api neraka. Bahkan dalam hadist dijelaskan bahwa “Rahmat tidak akan turun pada kaum yang padanya terdapat orang yang memutuskan tali silahturahmi” HR Muslim,” ucap Didi Haryono, dalam sambutannya.

Canda tawa, dan penuh kekeluargaan dalam reuni itu. Semua bahagia. Reuni ini pun berjalan dengan khidmat dan lancar ini ditutup dengan makan malam dan foto bersama seluruh tamu undangan.

Begini Apel Akbar Bukti Ulama

hamparan.info – Apel Akbar Kesetiaan Pancasila dan Harlah NU ke-92, Kader Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat bertempat di lapangan Terminal Kuari, Kabupaten Sekadau. 

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, Wakil Seketaris PB Nahdlatul Ulama Bpk Abdul Munim, Forkopimda Provinsi Kalbar, Pejabat Utama Polda Kalbar, Kepala BIN Kalbar, Para Ulama dan Tokoh Nahdlatul Ulama Se-Kalbar, serta Seluruh Kader Nahdatul Ulama se- Kalimantan Barat. 

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono menyampaikan Apel ini terwujud dengan kesuksesan serta semangat dari seluruh Kader Nahdatul Ulama se- Kalimantan Barat. 

“Hari ini,saya merasa bangga dan berbahagia dan bersukacita dapat hadir di tengah-tengah kader Nahdaltul Kalimantan dan Apel Kesetiaan pancasila, saya salut karena kader ulama tetap menjaga kesatuan pancasila dan NKRI dengan gagah berani,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, Sabtu, 31 Maret 2018.

‎Negara Indonesia adalah Negara Majemuk terdiri dari berbagai macam Suku , Agama, Ras dan Budaya yang tersebar dari sabang sampai merauke namun dari itu kita tetap satu. Seperti kita Gelorakan Pancasila dan NKRI, akhir-akhir ini kita di hadapkan atau menyaksikan berbagai persoalan di Negeri kita seperti berita Hoax yang tersebar oleh karena itu kita harus tanamkan dalam diri kita sendiri untuk tidak mudah percaya.

‎Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono berbangga kepada seluruh peserta Apel akbar ini karena sebagai bukti tekad kader ulama untuk tetap menjaga kesatuan dan persatuan, saya berharap dapat menebarkan pesan perdamaian di Indonesia dan kalbar pada khususnya.

“Saya menghimbau untuk tetap mewujudkan pesta demokrasi yang damai, hendaknya seluruh kader harus berani menentang berita hoax dan isu negatif yang justru menganggu dikehidupan bermasyarakat, bernegara. Mari bersama-sama untuk terus memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menjadikan Indonesia aman dan sejahtera,” demikian Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono mengimbau dan menekankan pentingnya demokrasi di negeri ini. (**)

Ingat! TNI-Polri Garda Terdepan Bangsa dan Negara

hamparan.info – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono memberikan pengarahan dalam rangka Apel Dansat Tersebar Kodam XII/TPR TA 2018 di Mako Brigif 19/Khatulistiwa Singkawang.

Hadir dalam kegiatan itu Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Achamd Supriyadi, Karoops Polda Kalbar, Dir Narkoba Polda Kalbar, Kabid Humas Polda Kalbar, Danrem danrem 121/Abw, Komandan Batalyon, Kodim, Korem, Perwira seluruh jajaran Kodam XII/Tanjungpura.

“Karena akan menghadapi situasi keamanan dan ketertiban di Kalbar maupun Nasional dengan adanya pengarahan ini diharapkan dapat membantu dalam rangka mendukung keberhasilan tugas Pokok Kodam XII/TPR,” kata Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Achamd Supriyadi.

Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Achamd Supriyadi, menuturkan arahan ini sangat penting guna mendukung dan memberikan kesempatan untuk kita cepat dalam tindakan kedepannya, masalah Narkoba dan persiapan pengamanan Pilkada tahun 2018.

Pada Kesempatan yang sama, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, memberikan pembekalan guna menghadapi Pilkada serentak 2018 visi dan Misi TNI-Polri harus satu dalam menghadapi Potensi Konflik yang akan terjadi.

“TNI-Polri adalah garda dan benteng terdepan untuk menjaga bangsa dan negara, kita harus kokok dan Kompak dengan mengedapankan Visi dan Misi yang sama dan tidak percaya dengan berita Hoax yang dapat memecah belahkan Institusi kita yang sudah terjalin kuat, dalam menghadapi masa Pilkada bantuan personil dan pemetaan potensi konflik akan kita perkuat untuk mengantisipasi sebelum terjadinya konflik yang akan terjadi di masyarakat,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono.

“Kondisi wilayah kita langsung berbatasan dengan negara Malaysia, peredaran Narkoba merupakan kejahatan nomor satu di Kalimantan Barat, saya berpesan jangan pernah bermain-main dengan Narkoba , kita adalah contoh utama untuk diberikan kepada masyarakat agar tidak merusak generasi bangsa,” Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono menambahkan.

“Mari kita satu prespsi , visi dan misi, kita katakan perang terhadap Narkoba, tingkatkan Sinergitas TNI-Polri melalui teknik dan taktik utama dalam hal mengatasi dan mengantisipasi dan memberikan solusi di dalam Menghadapi Pilkada serentak tahun 2018,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono.

Wujudkan Pilkada 2018 Berkualitas Berintegritas

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono

hamparan.info – Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Kalimantan Barat, melalui mahasiswa himpunan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Untan menyelenggarakan kegiatan Dialog Publik, hari ini, Rabu, 28 Maret 2018. Diskusi ini mengambil tema “Peran Mahasiswa Membangun Pemilih Cerdas untuk Mewujudkan Pilkada 2018 yang Berkualitas dan Berintegritas di Kalimantan Barat”. Lokasi diskusi santai ini di Aula Rektorat Untan Pontianak.

Adapun sebagai narasumber diskusi adalah, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono. Dia diundang langsung dalam kegiatan dikusi itu. Selain itu kegiatan ini juga dihadiri oleh Rektor Untan, Prof Dr H Thamrin Usman, DEA, Dekan Fisip Drs Sukamto M.Si, BEM Untan, Muhammad Al-Iqbal, Ketua KPU Prov Kalbar, Ketua Bawaslu Kalbar, Wakil Rektor III dan IV, dosen, dan mahasiwa yang berjumlah kurang lebih 200 orang.

Dalam dialog publik tersebut Rektor Untan, Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA, menyampaikan sekaligus membuka kegiatan dialog publik . “Tujuan demokrasi indonesia ialah menciptakan kehidupan masyarakat yang sejahtera dengan konsep kejujuran, keadilan, dan keterbukaan.
Mewujudkan kedaulatan negara yang berasal dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat,” ‎kata Prof Dr H Thamrin Usman, DEA.

“Semoga tujuan ini dapat tercapai sehingga Pilkada di provinsi Kalimatan Barat dapat menjadi Pilkada yang berkualitas dan berintegritas,” ujar Rektor Untan, Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA, menambahkan.

Setelah dibukanya kegiatan dialog publik, kegiatan dilaksanakan dengan kegiatan Fragmentasi drama yang ditampilkan oleh Komunitas Santri IAIN Pontianak. Dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi damai yang dibacakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Provinsi Kalimantan Barat yang disaksikan langsung oleh Kapolda Kalbar, Rektor Untan, Dekan Fisip, Ketua Bawaslu, Ketua KPU Prov Kalbar, dan seluruh peserta yang hadir.

Terakhir, kegiatan penandatangan surat Deklarasi Damai dan penyematan Pin Pilkada Damai kepada perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiwa se Kalimantan Barat. Setelah pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Kapolda Kalimatan Barat sebagai keynote speaker menyampaikan Peran kepolisian Dalam Meminimalisir Indeks Kerawanan Sosial dalam Pilkada Serentak Tahun 2018 di Kalimantan Barat.

Selain itu, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono apresiasinya terhadap ide diselenggarakan nya kegiatan Dialog Publik ini, apalagi ada kegiatan deklarasi seperti tadi.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono menyampaikan bahwa Kalimantan Barat merupakan provinsi terluas ke empat setelah Papua, Kaltim, dan Kalteng. Meskipun begitu, kalbar termasuk provinsi yang kaya. Kaya dengan tambang dan mineral nya, kaya dengan lautannya, kaya dengan potensi manusianya.

“Mahasiswaharapan kita semua untuk menjadi pemimpin pemimpin yang dapat mengelola SDA kita yang kaya raya,” kata Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono.

“Gali potensi diri masing masing, biasakan untuk disiplin, dan menjadi pribadi yang sukses dan berhasil serta selalu bersyukur terhadap Tuhan YME,” ucap Irjen Pol Drs Didi Haryono, SH MH, penuh harapan pada generasi muda, apalagi mahasiswa adalah agen perubahan.

Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono‎ mengingatkan, kepada seluruh mahasiswa untuk tidak main main dengan narkoba. “Mahasiswa sudah dewasa, sudah tahu bahayanya,”.

Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono‎ kembali menyampaikan, bahwa setiap perkumpulan selalu berpotensi memiliki ketidaksamaan pendapat. “Kami dari pihak kepolisian selalu memetakan potensi terjadinya konflik,”.

Yang dimaksud di antaranya adalah ketidak netralan dan tidak proffesional penyelenggara pengawas dan aparat keamanan, konflik birokrasi dalam pilkada, para kandidat lebih andalkan egoisme, mobilisasi politik, praktek premanisme politik dan pemaksaan kehendak, manipulasi dan kecurangan hitung suara hasil pilkada, dualisme pengurusan parpol, permasalahan politik uang, intoleransi menjadi isu kampanye, belum dapat menerima hasil pilkada, dan sengketa pilkada.

Untuk mengamankan potensi terjadinya hal tersebut, pihak kepolisian juga sudah membentuk delapan asta siap yaitu siap pilun, siap posko, siap latpraops, siap kondisi kamtibmas, siap masyarakat, siap kuat personel, siap sarpras, dan siap anggaran.