Salut, Semangat dan Kerja Keras Atlet Disabilitas

hamparan.info – Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir, mengapresiasi atas semangat dan kerja keras para atlet Disabilitas atau difabel asal Bumi Uncak Kapuas.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat menyambut kontingen Atlit NPC diruang Kerja di Bupati Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Nasir menyampaikan, mereka telah mengharumkan nama Bumi Uncak Kapuas, ditingkat Provinsi pada ajang Pekan Paralympic Provinsi Kalbar Ke V tahun 2018 yang diselenggarakan di Pontianak beberapa waktu lalu.

“Atlet National Paralympic Committe (NPC) Kapuas Hulu, berhasil mengumpull 27 mendali, dengan rincian 10 mendali emas, 11 perak dan 6 perunggu,” kata dia.

BACA  Cara Membuka Keterisoliran Daerah Terpencil

Medali tersebut didapat pada cabang atletik angkat berat, tenis meja, renang dan bulu tangkis, dengan perolehan tersebut Kapuas Hulu berhasil meraih peringkat ke Lima dari Kabupaten kota se- Kalimantan Barat.

“Pada ajang Porprov Kalbar bukan hanya sekedar untuk meraih prestasi saja, melainkan sebagai ajang silaturahmi dan motivasi sesama atlit difabel,” ujarnya.

BACA Begini Wujud Nyata TNI di Perbatasan

Kepada para atlet NPC yang berhasil meraih medali emas agar terus meningkatkan prestasinya ke tingkat nasional bahkan dunia. Dia berujar, Pemda tetap komitmen meski dalam pengiriman atlit disabilitas ke Perparprov di Pontianak waktu itu.

“Kendalanya Pemkab menerima surat dari NPC Provinsi setelah APBD perubahan berjalan. Namun kita bersyukur akhirnya mereka bisa ikut Perparprov dan berhasil meraih meraih banyak medali,” kata dia dalam keterangan resminya.

Bupati dua periode ini juga mengingatkan, agar seluruh pengurus olahraga selalu berkoordinasi dengan Pemkab Kapuas Hulu. Disamping itu setiap pengurus olahraga yang telah melaksanakan kegiatan atau menerima bantuan agar melaporkan pengeluaran anggaran kegiatan kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. (*)

Tuntaskan Pengabdian Kepada Negara

hamparan.info – Bupati Ketapang Martin Rantan menjadi pembina pada apel pagi gabungan SOPD yang rutin dilaksanakan setiap awal bulan, yang wajib diikuti PNS dan Non PNS di jajaran pemerintah kabupaten Ketapang.

Apel Gabungan SOPD yang dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kejuaraan tenis meja beregu antar OPD, berlangsung di halaman Kantor Bupati Ketapang, Kalimantan Barat.

Dalam arahannya Bupati Martin Rantan mengucapkan terima kasih kepada ASN yang sudah menunaikan tugas pengabdiannya kepada Negara RI khusunya di Kabupaten Ketapang.

Dalam istilah kepemimpinan di kenal dengan PDLT, yakni Pengabdian Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak tercela. Hal ini sejalan dengan sumpah janji Kopri yang kedua, yakni menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara.

BACA Serunya Senam Lagu Syantik di Pameran Expo Ketapang

 Ini Pelaksaanaan Test CPNS di Ketapang

Bupati yang memimpin pengucapan Panca Prasetya Korpri, yang diikuti seluruh peserta apel, namun sangat di sayangkan Bupati masih ada peserta apel yang tidak mengikuti pengucapan panca prasetya Kopri tersebut.

“Saat pengucapan sumpah KORPRI ada ASN yang tidak mengikuti pengucapannya padahal panca setia KOPRI bagai mana melakukan pengabdian kalau untuk mengucapkan sumpah janaji KOPRI saja tidak mau,” kata Martin Rantan.

Dalam system penilaian PNS dikenal dengan reward dan punishment, penghargaan dan hukuman.

“Jadi ASN yang tidak mau mengabdi, silahkan mengundurkan diri atau pensiun dini,” ucapnya.

Selanjutnya PNS harus berdedikasi, bersemangat bersama sama membangun daerah ini untuk menciptakan bagai mana daerah ini bisa maju sehingga masyarakt bisa sejahtera karena kunci dari pelayanan public adalah kesejahteraan masyarakat.

Sesudah itu loyalitas bawahan dengan atasan, berjenjang dari staf dengan kasi, lolalitas kasi dengan kabid, dan loyallitas kabid dengan kepala Dinas, kepala badan.

“Dalam teori kepemimpinan ada yang dipimpin ada yang memimpin ada yang memegang komando ada melaksanakan komando jangan semuanya mau menjadi pemimpin,” kata dia dalam keterangan resminya.

Dia mengatakan di Pemkab Ketapang, kadang-kadang ada pejabat yang suka ngomong soal kondisi Pemerintahan dengan orang luar, kalau sudah seperti ini, bajunya saja yang Kopri tetapi hatinya sudah tidak Korpri.

Usai apel dilakukan penyerahan hadiah kepada para pemenang kejuaraan tenis meja beregu antar OPD Piala Bupati Ketapang tahun 2018, dengan rincian sebagai berikut, Juara pertama beregu Putra direbut tim Dinas Pendidikan, Juara kedua Tim Setda ketapang, Tim Pariwisata dan Kebudayaan,dan juara ke empat Tim Satpol PP, sementara untuk beregu putri juara pertama direbut Tim Dinas Pendidikan, juara kedua Tim RSUD Agoesdjam, dan juara ke tigaTim Setda dan juara keempat Tim dari Disdukcapil. (*)

Anak Milenial Penting Untuk Peduli HIV AIDS

Bupati Sintang Jarot Winarno menghadiri peringatan Hari HIV AIDS Se- Dunia tahun 2018 di Taman Bungur Depan Rumah Jabatan Bupati Sintang pada Sabtu, 1 Desember 2018.

Turut mendampingi Bupati Sintang Kadis Kesehatan dr Harisinto Linoh, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Sintang, H Murjono, Murjani Kadis Pekerjaan Umum dan dr Jani Tejo.

“Kepala OPD saya harapkan lebih akrab dengan berbagai komunitas yang ada di Sintang. Sintang banyak komunitas yang aktif. Sintang besar karena masyarakat nya besar dan peduli. Jiwa saya juga milenial. Sesuai dengan tema kita hari ini milenial peduli ODHA,” ujar Bupati Sintang Jarot Winarno.

BACA Medos Ramah Bagi Emak-emak

Jarot Winarno  menjelaskan, di Sintang ini sudah dilakukan pendataan sejak tahun 2000. Saat itu kasusnya mencapai 399 kasus. Kasus HIV AIDS seperti fenomena gunung es yakni tentu masih banyak orang yang tidak terdeteksi.

“Banyak orang yang tidak mau tes HIV AIDS, padahal kalau mau dan ternyata positif, kita akan bantu mereka,” kata Jarot Winarno.

BACA Penilaian Sembilan Program Reformasi Birokrasi di Kodam III/Siliwangi

Dulu kalau diperiksa positif HIV AIDS pasti diramal hidup tidak lama. Dengan teknologi, kita bisa tambah usia penderita. Yang parah sebenarnya adanya stigma negatif di masyarakat yang melihat penderita HIV AIDS sangat buruk.

Padahal penyakit Hepatitis lebih parah mudah menular dibandingkan HIV AIDS. Saat ini ada sekitar 5 ribuan sampai 10 ribuan penderitaan HIV AIDS yang kita tidak tahu siapa dan dimana. Dari angka itu, 35 persen penderita merupakan kaum milenial.

Maka anak-anak milenial penting untuk peduli dengan kasus HIV AIDS. Terima kasih kepada semua komunitas yang ada di Sintang yang sudah peduli pada kasus HIV AIDS. Kedepannya, komunitas bisa semakin rajin menggelar aksi.

“Saya bahagia bisa bertemu dengan kaum milenial yang peduli pada HIV AIDS. HIV juga masalah bagi milenial. Kaum milenial yang mengurus kaum milenial,” kata dia dalam keterangan resminya.

Rido Ketua Panitia Hari HIV AIDS Sedunia 2018 menjelaskan sudah melakukan kegiatan gathering banyak komunitas . “Kami membuka stand untuk cek HIV saat ini. Kami dari Komunitas Mari Melihat hari ini melaksanakan kegiatan pada bidang kesehatan. Kami sudah melaksanakan kegiatan di Merah Arai,” katanya.

Tujuan kegiatan itu, untuk merangkul kawan kawan untuk berbuat hal yang positif. Kami ingin mengajak kaum muda untuk aktif dengan berbagai kegiatan. Harapan kita kegiatan positif ini terus berlangsung. Semoga bukan pertemuan pertama dan terakhir.

“Niat kita sama yakni peduli dan membangun Sintang yang lebih maju. Tema kita #mileniapeduliOdha,” katanya.

dr Jani Tejo salah satu dokter  menjelaskan bahwa, tugas kita adalah masih harus terus mencari dan menemukan  penderita lama HIV AIDS yang sudah tertular tetapi belum diperiksa dan mencegah HIV yang baru.

Petrus Munung Lupang Duta HIV/AIDS Kabupaten Sintang mengajak  kita semua memahami dulu tentagng HIV AIDS karena virus HIV tidak menular dengan mudah.

Cara Membuka Keterisoliran Daerah Terpencil

hamparan.info – Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero menyampaikan, bahwa pihaknya terus berupaya membuka keterisoliran daerah terpencil yakni dengan membangun infrastruktur penghubung dari Kabupaten menuju kecamatan.

Anton menilai, dengan terbukanya akses jalan tersebut nantinya, maka secara otomatis akses dari desa menuju kecamatan juga ikut terbuka. “Pemda sangat serius dalam memperhatikan masalah infrastruktur ini,” ujarnya.

BACA  Catat, Jabatan Tingkat Tinggi Merupakan Jabatan Strategis

Dia menjelaskan, jika jalan sudah terbuka maka masyarakat akan lebih leluasa sehingga aktifitas perekonomian akan lancar.

“Akses jalan yang sudah mulai terbuka dan sedang ditangani saat ini seperti Jalan Bunut Hilir dan Embaloh Hilir,” ucapnya.

Setelah semua Kecamatan Se- Kabupaten Kapuas Hulu terhubung jalan darat selanjutnya, akan dibuka jalan menuju desa-desa.  “Untuk membuka keterisoliran suatu desa saat ini sudah dibantu dengan adanya program Kampung Keluarga Berencana (KB),” kata dia dikutip dalam keterangan resminya.

Melalui program tersebut, terwujud sebuah keterpaduan antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dicontohkannya, program Kampung KB di Desa Riam Tapang Kecamatan Silat Hulu, yang dulunya daerah tersebut terisolir.

BACA Oknum Prajurit Bawa Kabur Senjata

“Melalui program Kampung KB, semua OPD yang ada ikut terlibat mengkaji apa yang bisa dilakukan untuk di desa yang menjadi tempat pelaksanaan Kampung KB tersebut. Misal masalah akses, infrastruktur dilihat nanti dilakukan kajian dan menjadi prioritas,” katanya.

Selanjutnya, ditahun 2018 program yang serupa juga diluncurkan di Desa Bahenap Kecamatan Kalis, dimana akses menuju desa tersebut masih sulit.  “Untuk itulah Bahenap dipilih sebagai lokasi pencanangan Kampung KB,” katanya.

Bahenap juga dipilih sebagai tempat Pencangan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (Gisa) 2018.

“Keterisoliran itu salah satu alasan kita menempatkan Desa Bahenap sebagai pencanangan Kampung KB,” kata dia.

Pemikiran orang ketika mendengar kampung KB dianggap hanya program KB, padahal tidak, dimana tujuan akhir program tersebut bagaimana pemerintah berusaha mensejahterakan masyarakat. (*).

Bersalawat dan Khatamul Quran Bersama Kapolda Kalbar

hamparan.info – Lantunan ayat suci Alquran menggema pada malam Minggu, 1 November 2018. Inilah pengajian. Di kediaman rumah dinas Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono yang berada di bilangan Ahmad Yani, Kota Pontianak.

Ratusan anak panti asuhan dihadirkan. Mereka mengaji dan bersalawat, serta berdoa memanjatkan puji dan syukur kehadirat Alloh SWT. Karena berkat limpahan dan hidayah Alloh SWT, mereka bisa berada di alam bumi ini.

BACA Polda Kalbar Siap Sukseskan Pemilu 2019

Cara Wakapolda Kalbar Dekat dengan Warga

Dalam kesempatan itu, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, mengajak ratusan anak panti asuhan ini supaya terus menerus berbuat kebaikan. Sebab, dengan kebaikan itulah seseorang akan dimudahkan.

“Mengundang anak panti asuhan ini untuk kegiatan rutin di kediaman. Sekaligus Khatamul Quran anak panti asuhan,” kata Didi Haryono.

Didi Haryono berkata, sebelum kegiatan dilanjutkan salat Magrib berjemaah. “Mereka ini berasal dari panti asuhan Al Amiin Jalan Danau Sentarum Komplek Ari Karya Indah, B10-11 Kota Pontianak, pimpinan panti asuhan Ustadz Mahlan,” ucapnya dikutip dalam keterangan resminya.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono mengaku kagum dengan anak-anak panti asuhan. Apalagi di malam Minggu mereka melakukan kegiatan positif.

“Ini patut dicontoh oleh anak-anak lainya. Benar-benar mereka berbuat nyata dalam kehidupan,”.

 

 

Oknum Prajurit Bawa Kabur Senjata

hamparan.info – Adanya Informasi seorang oknum prajurit yang bergabung ke pemberontak dengan membawa satu pucuk senjata organik laras panjang SS1 beserta munisi dan empat buah magazine serta satu buah granat tangan di wilayah Pontianak, Kalimantan Barat. Sebelumnya telah ditetapkan status sebagai Daerah Militer oleh Presiden RI atas persetujuan DPR RI melalui Panglima TNI dan menunjuk Pangdam XII/Tpr, sebagai Pangkolakops.

Polisi Militer Daerah XII/Tanjungpura, selaku Badan Pelaksana Kodam XII/Tanjungpura yang tergabung dalam Satgas mempunyai fungsi untuk melakukan penegakan hukum dan tata-tertib militer di daerah operasi sesuai dengan fungsi kepolisian militer langsung menindak lanjuti informasi tersebut.

BACA Penilaian Sembilan Program Reformasi Birokrasi di Kodam III/Siliwangi

Pesawat Tempur Hawk Skadron Udara 1 Meriahkan Acara Robo-Robo

Danpomdam XII/Tanjungpura Kolonel Cpm Rinoso Budi selaku Dansatgas langsung memerintahkan personelnya melakukan gelar razia di daerah jalan lintas Pontianak- Sungai Pinyuh untuk menutup gerak dan pencarian terhadap oknum prajurit tersebut.

Dari gelar razia personil maupun kendaraan yang dilakukan, mendapatkan hasil seorang pemuda dengan membawa kendaraan sepeda motor milik oknum prajurit yang dicari. Sehingga pemuda tersebut diamankan guna untuk memperoleh keterangan dan pengembangan penyidikan, dari keterangan pemuda tersebut diketahui bahwa oknum prajurit tersebut berada di sebuah rumah persembunyian di wilayah Kota Pontianak beserta satu pucuk senjata SS1 , Magazen serta granat tangan yang dibawa kabur bersamanya.

Tidak menunggu lama Satgas Pomdam XII/Tpr, yang berkekuatan 25 orang langsung menyisir dan melakukan penyergapan di kediaman sasaran yang sudah dilakukan pengintaian sebelumnya.

Pelaku ditangkap bersama barang bukti satu pucuk senjata organik laras panjang jenis SS 1 beserta munisi , empat buah magazine dan satu buah granat tangan aktif dan selanjutnya dibawa ke Mapomdam XII/Tpr guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Pada saat di perjalanan rombongan Satgas yang membawa tahanan mendapat gangguan berupa penghadangan dijalan dari simpatisan pemberontak sehingga tim Satgas melakukan penerobosan blokade yang dilakukan oleh simpatisan dan kembali ke Mapomdam XII/Tanjungpura.

Informasi di atas adalah mekanisme latihan atau simulasi Polisi Militer Terintegrasi Tahun 2018 yang digelar Pomdam XII/Tpr dalam rangka menerapkan seluruh fungsi Polisi Militer dalam menghadapi Tugas Operasi. Latihan ini dilaksanakan di Mapomdam XII/Tpr dan Pontianak kompleks, Kamis (29/11/2018).

“Tujuan latihan ini, untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan tehnis polisi militer agar seluruh personel Pomdam XII/Tpr mampu dan memahami pelaksanaan tugas fungsi Polisi Militer Terintregrasi sesuai bidang dan fungsinya dalam menjalankan tugas operasi militerdi,” ujar Danpomdam XII/Tanjungpura Kolonel Cpm Rinoso Budi.

Dikutip dalam keteranganya, sebanyak 25 personel ikut dalam pelaksanaan latihan yang digelar selama tiga hari. Adapun materi yang dilatihkan dalam latihan yang bersifat dril tehnis atau aplikasi lapangan tersebut antara lain : Pengamanan Fisik, Administrasi Lidpamfik, Pencarian Orang dan Barang, Razia Pomad, Administrasi tentang Razia Pomad, Olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), Gelar Perkara, Berkas Perkara, Proses Pengurusan Tahanan Keadaan Bahaya/Operasi Militer, Pengawasan Bermotor, Pengendalian Lalu Lintas, dan Mengatasi Pengadangan.

Penilaian Sembilan Program Reformasi Birokrasi di Kodam III/Siliwangi

hamparan.info – Komando Daerah Militer (Kodam) III/Siliwangi menggelar Acara Pembukaan Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) yang dilaksanakan di Aula Manunggal Denmadam III/Siliwangi Jalan Kalimantan Bandung, Jawa Barat.

Panglima Kodam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (Han), yang disampaikan oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) III/Siliwangi, Brigjen TNI Nurchahyanto, M.Sc,  mengucapkan selamat datang kepada Ketua beserta seluruh anggota Tim Penilai dari Staf Paban II Jemen Srenad, dan kepada seluruh para Pejabat Kodam III/Siliwangi, para Pejabat Staf Perencanaan Seskoad, Dispsiad, Disjarahad, Disjasad, Ditajenad, dan para Pejabat Secapa Angkatan Darat.

“Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi merupakan instrumen penilaian kemajuan pelaksanaan reformasi birokrasi yang dilakukan secara mandiri (self assessement) oleh Kementerian atau Lembaga,” ucapnya.

Kodam III/Siliwangi menyambut baik dengan kegiatan ini, karena Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi juga merupakan sarana untuk melihat sejauhmana realisasi dan pemahaman tentang hal tersebut di jajaran TNI AD pada umumnya dan Kodam III/Siliwangi pada khususnya.

“Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi ini merupakan program penting. Namun, belum semua elemen dalam satuan memahami dengan benar bagaimana pelaksanaan dan realisasi di lapangan dalam menjalankan program tersebut,” ujarnya menerangkan.

Medos Ramah Bagi Emak-emak

hamparan.info – Ada tua, ada muda. Itulah yang terlihat pada pengajian mingguan di Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Ibu-ibu muda dan tua ini secara seksama mengikuti informasi perkembangan terbaru soal media sosial atau medsos.

Selingan ketika sesusai pengajian bersama ini mereka berdiskusi terkait medsos yang ramah. Sebab, medsos merupakan kebutuhan gaya hidup masa kini. Oleh karena, tentu harus bijak menggunakanya.

Medsos bisa jadi teman, bisa juga menjadi lawan. Maka dari itu, mereka sepakat, medsos digunakan semesetinya. Contohnya saja digunakan mempromosikan usaha di bidang UMKM. Karena di antara ibu-ibu pengajian ada yang berkiprah di bidang usaha kuliner.

Fungsi medsos memberikan makna baru bagi mereka. Karena, jangkauan yang begitu luas, siapapun bisa melihat semua postingan yang diunggung melalui Facebook, Twitter, Isntagram dan lain sebagainya.

Pada saat dilakukan diksusi bersama ini, para ibu-ibu bertanya bagaimana menyebarkan info usaha yang digelutinya. Adalah Syamhdui. Dia sebagai pemateri dalam diskusi rutin yang pesertanya ibu-ibu rumah tangga.

Kata Syamhudi,cara mudah menggunakan medsos yang ramah adalah tidak membawa perasaan ketika melihat unggahan di akun medsos. Namun begitu, dia mengajak, justru medsos akan menguntungkan ibu-ibu jika ramah menggunakanya.

“Usaha rumahan ini bisa diunggah di medsos. Lakukan postingan secara berkala,” tutur Syamhudi, dilansir dari keterangan resminya.  Medsos juga berdampak pada kehidupan pribadi. Maka, sudah sepatutnya, ramah menggunakan dengan tepat.

Baca Puluhan Desa Wisata Halal Ada di Desa Ini

   Penilaian Sembilan Program Reformasi Birokrasi di Kodam III/Siliwangi  

Puluhan Desa Wisata Halal Ada di Desa Ini

Ide untuk mengemas 99 desa menjadi desa wisata itu adalah impian. (foto: Asosiasi Pariwisata Islami Indonesia)

hamparan.info – Dalam mempertahankan Anugrah yang diterima Lombok- Sumbawa sebagai Destinasi wisata halal terfavorit,  Asosiasi Pariwisata Islami Indonesia (APII) akan membuat 99 desa wisata halal di Lombok- Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Desa wisata ini nantinya akan menyajikan berbagai aktifitas kebudayaan untuk memanjakan wisatawan yang datang berkunjung seperti kerajinan, kuliner, penginapan dan heritage yang ada di desa desa se Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Kita akan mulai desa wisata halal dari desa Setanggor, Lombok Tengah, setelah itu desa lainnya yang memeiliki potensi wisata halal juga akan digaungkan,” kata Ketua APII NTB, Fauzan Zakaria. 

Pantau Pertandingan Cabor

hamparan.info – WUSHU menjadi salah satu Cabor yang telah menyelesaikan pertandingan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Kalbar. Pada Cabor ini, Kontingen Kota Singkawang berhasil menjadi juara umum, dengan torehan enam medali emas, satu perak, dan satu perunggu.

Dengan perolehan tersebut, Kontingen Kota Singkawang berhasil memenuhi target. Di bawahnya ada Kabupaten Mempawah dengan raihan empat medali emas, lima perak, dan satu perunggu. Menyusul Kontingen Kota Pontianak, dengan koleksi tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu.

“Alhamdulillah kita sudah menyelesaikan pertandingan dengan aman dan terkenda. Pertandingan berlangsung seru dan melahirkan juara-juara terbaik,” ujar Ketua Pengprov Wushu Indonesia (WI) Kalbar, Adi Yani.

Pak Yani, panggilan akrabnya sangat bersyukur semua pertandingan bisa berjalan lancar dan aman. Hal tersebut menurutnya, karena kerja sama semua pihak. Ia pun mengucapkan selamat kepada para juara yang telah meraih prestasi membanggakan.

“Kepada para juara, terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Karena para juara ini yang nantinya akan kita seleksi untuk Pra-PON XX 2019. Semoga para juara Porprov bisa lolos ke PON XX Papua 2020,” kata dia dalam keteranganya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, dan Lingkungan Hidup (Disnas PRKPLH) Kalbar ini berharap, semua pihak bisa mendukung peningkatan prestasi olahraga Kalbar, terutama Cabor Wushu.

“Membina olahraga tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Atlet, pelatih, pengurus, dan pemerintah serta pihak swasta harus bersinergi membangun olahraga Kalbar,” tutur Yani.

Ketua Kontingen Kota Singkawang, Irwan mengaku bangga dengan Cabor Wushu yang bisa merealisasikan target meraih juara umum. Menurutnya, kerja sama tim dalam menyiapkan penampilan terbaik, menjadi kunci sukses tim.

“Selamat kepada tim Wushu yang sudah meraih prestasi terbaik. Tentunya ini jadi motivasi bagi Cabor lainnya, agar bisa mempersembahkan yang terbaik bagi Kota Singkawang,” ujar Irwan.

Wakil Wali Kota Singkawang ini menjelaskan, dengan berbagai kekurangan dan keterbatasan, Pemkot Singkawang sendiri terus mendorong pengembangan olahraga. Melalui sinergisitas dengan semua pihak, ia optimis atlet-atlet Kota Singkawang bisa terus berprestasi.

“Pastinya kita memberikan dukungan terbaik. Kita terus berkoodinasi dengan KONI, Pengkot Cabor, atlet, dan pelatih. Ke depan, kita akan terus bangun sarana dan prasarana olahraga, agar atlet mudah untuk latihan,” katanya.

Apresiasi terbaik juga disampaikan oleh Ketum KONI Kalbar, H Fachrudin D Siregar. Menurutnya, Porprov XII Kalbar Tahun 2018, adalah momen yang sangat spesial. Selain hadirnya seluruh penggiat olahraga di Kalbar, juga menjadi wadah pengembangan organisasi dan prestasi.

“Saya bangga dengan pencapaian atlet Wushu Singkawang. Keberhasilan menjadi juara umum, tentunya adalah sesuatu yang istimewa. Untuk itu, terus tingkatan prestasi menuju gelar nasional,” kata Fachrudin.

Porprov XII Kalbar sendiri secara resmi dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nachrawi, Sabtu (17/11). Event empat tahunan tersebut berlangsung di Stadion Sultan Syarief Abdrrahman Al-Kadrie (SSA). 10.389 orang ambil bagian dalam kegiatan tersebut, dengan 6.890 di antaranya adalah atlet, dan sisanya pelatih serta official.