Baksos Pengobatan Dampak Asap

Cegah ISPA, Gapki Kalbar Beri Layanan Kesehatan Gratis

hamparan.info – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalbar mengelar bakti sosial di beberapa tempat. Hal ini Sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Sabtu (21/9/2019).

Kegiatan bertajuk  Baksos Pengobatan Dampak Asap  ini akan menyasar 700 masyarakat di Sekitar Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. 

Koordinator Gapki Wilayah Ketapang, Riduan menjelaskan kegiatan ini dilakukan di Kantor Kecamatan Muara Pawan, Jl Ketapang-Siduk Km 17. 

“Peserta yang kita targetkan sebanyak 700 orang untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan ini. Tapi, bagi pasien yang tidak mendapatkan kupon, akan tetap dilayani. Layanan kesehatan ini dibatasi hingga pukul 16.00 WIB,” kata Riduan dalam keterangan resminya.

Dalam baksos tersebut Gapki membawa tenaga medis masing-masing dari Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia sebanyak  3 dokter dan 3 apoteker, 2 dokter dan 4 perawat, dari perkebunan Sinar Mas.  Selanjutnya ada tenaga medis kecamatan sebanyak 1 dokter, 6 perawat, 3 bidan, 1 apoteker 1. Perwakilan tenaga medis dari PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) sebanyak 1 dokter dan 2 perawat.

Dalam kegiatan ini diharapkan mampu membantu masyarakat yang mengalami masalah kesehatan. Apalagi dalam peristiwa kabut asap kebakaran hutan dan lahan, masyarakat rentan menghirup partikel sangat kecil yang bisa menembus hingga ke dalam paru-paru yang dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pernapasan.

“Kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena akan mendasari peningkatan kualitas dan kuantitas hidup seseorang dalam bermasyarakat. Bagi seseorang yang memiliki penyakit tentu akan sangat sulit baginya untuk beraktivitas, apalagi di saat kondisi cuaca yang tidak sehat. Gapki peduli dengan hal tersebut dengan memberikan pelayanan kesehatan ini termasuk bisa dimanfaatkan masyarakat yang kesehatan terganggu karena asap,” ujar Riduan.

Camat Muara Pawan Maisir menuturkan ucapan terimakasih kepada Gapki Kalbar yg telah menempatkan kegiatan baksos pengobatan gratis di Daerah Muara Pawan Ketapang. 

Dia menilai kegiatan ini sangat berguna bagi masyarakat oleh karena akibat kabut asap, kesehatan anak-anak bahkan para bapak ibu rentan terkena ISPA.

“Para bapak ibu, kesempatan ini toling dipakai sebaiknya. Ada dokter di sini bisa konsultasi, tidak hanya untuk sakit sesak nafas, batu. Kalau ada masalah sakit gigi juga bisa disampaikan. Karena selain kesehatan jasmani dan kesehatan rohani, kesehatan gigi juga sangat penting,” ujarnya.

Camat Muara Pawan ini juga berpesan kepada seluruh warga yang hadir untuk menghindari membuka lahan dengan cara membakar apalagi yang dilakukan di musim kemarau.

“Itu ada UU yang melakukannya bisa kena hukuman. Jadi jangan main-main dengan api,” katanya. 

VPA Perkebunan Sinar Mas Kalimantan Barat, Junaidi, mengucapkan terimakasih kepada Camat dan Kades di Muara Pawan yang mau menyertakan warganya berpartisipasi dalam Baksos Pengobatan Dampak Asap. Kegiatan ini diinisiasi oleh Gapki Kalbar yang didumung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Perwakilan Sinar Mas, Sinar Mas Agribusiness and Food, dan Bumitama Gunajaya Agro.

Dampak karhutla, dia  merugikan semua pihak. Baik dari kesehatan, serta menghambat transportasi udara hingga laut. Bahkan aktivitas perdagangan juga terganggu.

“Izinkan kami memberikan perhatian pada kesehatan masyarakat di sini. Jika meminjam istilah dari Tzu Chi yang bilang kita ini berjodoh. Kami berbakti pada masyarakat, dan masyarakat mau dilayani oleh kami. Maka inilah bentuk cinta kasih. Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat,” kata Junaidi.

Satu di antara warga Kecamatan Muara Pawan, Solha (42) mengaku dampak kabut asap memang sangat dirasakannya. Beberapa pekan ini, ia mengalami batuk begitu pula dengan sang suami. Keluhan masalah kesehatan ini kepada petugas medis di posko layanan kesehatan.

“Saya sampaikan juga sakit asam urat. Jadi tadi diberikan obat dan vitamin. Kalau bagi kami warga yang kurang mampu, kegiatan ini sangat membantu sekali. Terimakasih ada kegiatan ini dan semoga lebih sering,” ujar ibu dengan lima anak ini.

Anwar (9), bocah kelas 4 SD N 02 Muara Pawan ini juga berpartisipasi bersama kedua orangtuanya memeriksakan kesehatan.

“Keluhan batuk pilek saja. Ini ada dikasi obat oleh dokter. Sudah beberapa hari tidak sekolah karena libur asap,” ujar anak ketiga dari tiga bersaudara ini. Di hari yang sama Gapki Kalbar juga menggelar kegiatan pembagian 20 ribu masker di jalanan Kota Pontianak.

Kegiatan dipusatkan di areal Mesjid Mujahidin, perempatan lampu merah A Yani-Sultan Abdurahman, serta Bundaran Digulis Universitas Tanjungpura, dan di titik Simpang Hotel Garuda Pontianak. (*)

Gapki Peduli Cegah ISPA dan Layanan Kesehatan Gratis

hamparan.info – Demi membantu meringankan beban kepada masyarakat, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Barat membagikan ribuan masker. Ini dilakukan untuk mencegah berbagai penyakit akibat dampak pekatnya kabut asap yang melanda di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat.  Sebab, ISPA (infeksi saluran pernapasan atas) dapat berdampak pada saat kabut asap pekat. Maka, lebih baik mencegahnya.

Yudi selaku pengurus Gapki Kalbar menyebut pembagian ribuan masker ini bukan hanya sekadar kegiatan sermoni belaka.  “Kegiatan pembagian 20 ribu masker bagi pengguna jalan di jalanan Kota Pontianak adalah mewujudkan tugas kami sebagi bentuk keperdulia kepada masyarakat,” kata Yudi, pada saat pembagian ribuan masker di simpang ruas jalan utama di Kota Pontianak, Sabtu, 21 September 2019.

Ia menjelaskan, kegiatan pembagian ribuan masker ini  dipusatkan di areal Masjid Raya  Mujahidin Pontianak, perempatan lampu merah A Yani-Sultan Abdurahman, serta Bundaran Digulis Universitas Tanjungpura, dan  Simpang Hotel Garuda Pontianak.

Sedangkan di Kabupaten Ketapang, Gapki Kalimantan Barat,  menggelar bakti sosial di sejumlah empat. “Hal ini Sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak Karhutla  di Kalimantan Barat,” kata Koordinator Gapki Wilayah Ketapang, Riduan.  Kegiatan sosial ini bertajuk peduli kesehatan ini akan menyasar 700 masyarakat di Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang.  Adapun kegiatan ini dilakukan di Kantor Kecamatan Muara Pawan, Jalan Ketapang-Siduk kilometer 17.

“Peserta yang kita targetkan sebanyak 700 orang untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan ini. Tapi, bagi pasien yang tidak mendapatkan kupon, akan tetap dilayani. Layanan kesehatan ini dibatasi hingga pukul 16.00 WIB,” ujar Riduan menjelaskan.  “Baksos  Gapki  membawa tenaga medis masing-masing dari Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia sebanyak 3 dokter dan 3 apoteker, Region Ketapang 1 sebanyak 1 dokter dan 2 perawat, Region Ketapang 2 sebanyak 1 dokter dan 2 perawat,”.

Dia berujar, ada tenaga medis kecamatan sebanyak 1 dokter, 6 perawat, 3 bidan, 1 apoteker 1. Perwakilan tenaga medis dari PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) sebanyak 1 dokter dan 2 perawat.

“Ini diharapkan mampu membantu masyarakat yang mengalami masalah kesehatan. Apalagi dalam peristiwa kabut asap kebakaran hutan dan lahan, masyarakat rentan menghirup partikel sangat kecil yang bisa menembus hingga ke dalam paru-paru yang dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pernapasan,” ucapnya.

Dia bilang, kesehatan adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena akan mendasari peningkatan kualitas dan kuantitas hidup seseorang dalam bermasyarakat. Bagi seseorang yang memiliki penyakit tentu akan sangat sulit baginya untuk beraktivitas, apalagi di saat kondisi cuaca yang tidak sehat. “Gapki peduli dengan hal tersebut dengan memberikan pelayanan kesehatan ini termasuk bisa dimanfaatkan masyarakat yang kesehatan terganggu karena asap,” tuturnya.

Camat Muara Pawan, Maisir, mengucapkan terima kasih kepada Gapki Kalbar yang telah menempatkan kegiatan baksos pengobatan gratis di Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. 

Dia menilai kegiatan ini sangat berguna bagi masyarakat oleh karena akibat kabut asap, kesehatan anak-anak bahkan para bapak ibu rentan terkena ISPA.

“Para bapak ibu, kesempatan ini toling dipakai sebaiknya. Ada dokter di sini bisa konsultasi, tidak hanya untuk sakit sesak nafas, batu. Kalau ada masalah sakit gigi juga bisa disampaikan. Karena selain kesehatan jasmani dan kesehatan rohani, kesehatan gigi juga sangat penting,” ujarnya.

Dia berpesan kepada seluruh warga yang hadir untuk menghindari membuka lahan dengan cara membakar apalagi yang dilakukan di musim kemarau.

“Itu ada UU yang melakukannya bisa kena hukuman. Jadi jangan main-main dengan api,” ucapnya. 

VPA Perkebunan Sinar Mas Kalimantan Barat, Junaidi, mengucapkan terima kasih kepada Camat dan Kades di Muara Pawan yang mau menyertakan warganya berpartisipasi dalam baksos Pengobatan Dampak Asap. Kegiatan ini diinisiasi oleh Gapki Kalbar yang didumung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Perwakilan Sinar Mas, Sinar Mas Agribusiness and Food, dan Bumitama Gunajaya Agro.

Dampak karhutla, dia menilai merugikan semua pihak. Baik dari kesehatan, serta menghambat transportasi udara hingga laut. Bahkan aktivitas perdagangan juga terganggu.

“Izinkan kami memberikan perhatian pada kesehatan masyarakat di sini. Jika meminjam istilah dari Tzu Chi yang bilang kita ini berjodoh. Kami berbakti pada masyarakat, dan masyarakat mau dilayani oleh kami. Maka inilah bentuk cinta kasih. Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat,” ujar Junaidi.

Satu di antara warga Kecamatan Muara Pawan, Solha (42) mengaku dampak kabut asap memang sangat dirasakannya. Beberapa pekan ini, ia mengalami batuk begitu pula dengan sang suami. Keluhan masalah kesehatan ini kepada petugas medis di posko layanan kesehatan.

“Saya sampaikan juga sakit asam urat. Jadi tadi diberikan obat dan vitamin. Kalau bagi kami warga yang kurang mampu, kegiatan ini sangat membantu sekali. Terima kasih ada kegiatan ini dan semoga lebih sering,” ujar ibu dengan lima anak ini.

Anwar (9), bocah kelas 4 SD N 02 Muara Pawan ini juga berpartisipasi bersama kedua orangtuanya memeriksakan kesehatan. “Keluhan batuk pilek saja. Ini ada dikasi obat oleh dokter. Sudah beberapa hari tidak sekolah karena libur asap,” ujar anak ketiga dari tiga bersaudara ini.

Ini Hasil Operasi Antik Seligi 2019 Polda Kepri

hamparan.info  –  Wakil Kepala Kepolisian Daerah  Kepulauan  Riau, Brigadir Jen Polisi Yan Fitri Halimansyah,  memimpin konferensi pers hasil Operasi Antik Seligi 2019 pada Rabu (11/9/2019).  Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol  S Erlangga, Wadirresnarkoba Polda Kepri AKBP Sades Oloan Maruli Pardede, juga turut mendampingi kegiatan itu.

Jenderal bintang dua itu, menyampaikan bahwa selama pelaksanaan Operasi Antik Seligi 2019 yang dimulai 21 Agustus hingga dengan 9 September 2019 atau selama 20 hari, Polda Kepri dan jajaran telah berhasil mengungkap 50 kasus tindak pidana narkoba.

“Bila dibandingkan dengan Operasi Antik Seligi tahun 2017 yang mengungkap sebanyak 30 kasus, maka terjadi peningkatan atau kenaikan sebesar 20 kasus atau 66,67 persen,” kata Wakil Kepala Kepala Kepolisian Daerah  Kepulauan  Riau, Brigadir Jenderal Polisi Yan Fitri Halimansyah.

Pengungkapan tindak pidana narkoba pada Operasi Antik Seligi 2019, dengan rincian sebagai berikut :

  • 8 (delapan) kasus berhasil diungkap oleh olda kepri.
  • 15 (lima belas) kasus oleh Polresta barelang.
  • 6 (enam) kasus oleh Polres tanjungpinang.
  • 7 (tujuh) kasus oleh Polres Karimun
  • 3 (tiga) kasus oleh Polres Bintan
  • 5 (lima) kasus oleh Polres Lingga.
  • 1 (satu) kasus oleh Polres Natuna dan
  • 5 (lima) kasus oleh Polres Anambas.

“Pelaku tindak pidana narkoba yang diamankan pada Operasi Antik Seligi 2019 sebanyak 80 orang tersangka terdiri dari 79 laki-laki dan 1 perempuan.  Jika dibandingkan dengan Operasi Antik 2017 sebanyak 43 tersangka dan terdapat kenaikan sebesar 37 orang atau 86,05 persen,” ujar Brigadir Jenderal Polisi Yan Fitri Halimansyah.

Pelaku yang diamankan pada Operasi Antik Seligi 2019, sebagai berikut :

  • Polda Kepri mengamankan sebanyak 14 orang tersangka.
  • Polresta Barelang mengamankan sebanyak 23 orang tersangka laki-laki dan 1 tersangka perempuan.
  • Polres Tanjungpinang mengamankan 12 orang tersangka.
  • Polres Karimun mengamankan 10 orang tersangka.
  • Polres Bintan mengamankan 5 orang tersangka.
  • Polres Lingga mengamankan 5 orang tersangka.
  • Polres Natuna mengamankan 2 orang tersangka.
  • Polres Anambas mengamankan 8 orang tersangka.

Sedangkan Barang barang bukti Narkoba yang diamankan pada Operasi Antik seligi 2019 adalah sebagai berikut:

  • 233,81 gram ganja kering.
  • 70 batang bibit pohon ganja.
  • 71,45 gram bibit biji ganja.
  • 151.080.76 gram sabu.
  • 889 ¾ butir ekstasi.
  • 0.93 gram serbuk ekstasi.

Dia menjelaskan, bahwa wilayah hukum Polda Kepri merupakan wilayah perairan yang luas dan berbatasan langsung dengan negara lain, menjadikan Kepri rentan dengan peredaran narkotika

“Kedepan diharapkan agar semua masyarakat dapat menjadi mata dan telinga bagi kepolisian untuk dapat memberikan informasi berbagai bentuk kejahatan Narkotika dan jadikan Narkoba sebagai musuh bersama,” kata Brigadir Jenderal Polisi Yan Fitri Halimansyah.

Soal Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi Peraga Imtaq Gowa, Polisi Bilang: Tinggal Perhitungan

hamparan.info – Penyidik Subdit III Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sulawesi Selatan terus menggenjot penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq tahun anggaran 2018 di Kabupaten Gowa.

“Itu tinggal tunggu perhitungan kerugian negara dari BPKP dan selanjutnya penetapan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono di Mapolda Sulsel, Rabu 11 September 2019.

Sebelumnya, lembaga pegiat anti korupsi, Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) mendesak Polda Sulsel terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq tahun anggaran 2018 di Kabupaten Gowa, Sulsel.

“Seharusnya ada pengembangan. Korupsi itu kan selalu dilakukan berjamaah. Semuanya harus diungkap secara utuh,” kata Kadir Wokanubun, Wakil Direktur Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) via telepon.

ACC Sulawesi, kata dia, sangat berharap Polda Sulsel juga transparan dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq tersebut.

“Kita juga akan pantau kasus ini secara ketat. Yah kita tentu harap penyidikan berjalan maksimal dan menyeret semua yang terlibat didalamnya,” kata Kadir.

Diketahui, Tim Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel telah menggeledah sejumlah Kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, Sulsel, Selasa 14 Mei 2019 sekitar pukul 14.00 wita.

Tak hanya kantor SKPD yang berada dalam satu area dengan Kantor Pemkab Gowa, tim tipikor Polda Sulsel itu juga dikabarkan turut menggeledah ruangan kerja yang berada dalam rumah jabatan (rujab) Bupati Gowa.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani membenarkan adanya penggeledahan tersebut. Kata dia, penggeledahan merupakan bagian dari proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq di Kabupaten Gowa tahun anggaran 2018 yang sementara berjalan.

“Lokasi penggeledahan diantaranya di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa dan Rujab Bupati Gowa,” kata Dicky.

Dalam penggeledahan tersebut, tim mengamankan sejumlah dokumen-dokumen penting terkait kegiatan pengadaan alat peraga imtaq yang sementara diusut.

“Kasus ini diselidiki sejak bulan Februari 2019 dan statusnya naik ke tahap penyidikan pada bulan Mei 2019 ini,” kata Dicky dikutip dari kedai-berita.com.

Dari hasil penyidikan, tim menemukan adanya dugaan mark up anggaran pada kegiatan pengadaan alat peraga imtaq yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa tersebut.

Di mana dari hasil cek tim ke lokasi sumber barang yakni di Yogyakarta, uang yang digunakan untuk belanja barang alat peraga yang dimaksud hanya sebesar Rp 1,5 miliar. Sementara anggaran yang digelontorkan untuk kegiatan tersebut senilai Rp 5.609.681.992.

Tak hanya itu, tim juga menemukan terjadinya keterlambatan pengerjaan. Dimana pada bulan Februari 2019 masih terjadi pengiriman barang dari Yogyakarta ke Makassar, sementara berdasarkan berita acara serah terima pengerjaan (progres pekerjaan) sudah dilaporkan 100 persen tepatnya pada bulan September 2018.

“Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi-saksi, terungkap juga ada intervensi dari beberapa pihak dalam proses lelang, pelaksanaan hingga pencairan pembayaran,” ujar Dicky.

Pengadaan alat peraga imtaq yang diperuntukkan untuk 82 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di 18 Kecamatan di Kabupaten Gowa tersebut, menggunakan anggaran sebesar Rp 5.609.681.992 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2018.

Adapun yang bertindak sebagai penyedia barang dalam kegiatan itu diketahui bernama Rahmawati Bangsawan alias Neno. Ia memenangkan tender menggunakan nama perusahaan yang ia pinjam yakni bernama PT. Arsa Putra Mandiri.

“Dalam kasus ini kita terapkan dugaan pelanggaran Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 Juncto Pasal 9 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” kata Dicky.

 

 

Puluhan Wanita Tertipu Lowongan Kerja di Batam

hamparan.info – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau melaui Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum   menangkap puluhan wanita  kasus Tindak Pidana  Perdagangan Orang atau TPPO di Provinsi Kepulauan Riau.  Kepala Bidang Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga, merinci kasus TPPO itu.

“Dari ke 31  Korban terdiri dari wanita direkrut dari Pulau Jawa dijanjikan bekerja di Batam sebagai pemandu lagu. Mereka diiming – iming  dengan gaji besar, sehingga  dapat terbeli rumah dan mobil,” ujar Kombes Pol S Erlangga di Mapolda Kepri, Batu Besar Batam, Senin (9/9/2019).

Dia menjelaskan, setelah korban dijanjikan untuk bekerja di Batam ternyata  dari ke 3I korban diarahkan untuk Ke Tanjung Balai Karimun tepatnya di Komplek Villa Garden No 58A, Kelurahan Kapling, Kabupaten Karimun. Saat itu, para korban dijerat oleh mucikari dengan  utang mulai dari tiket, penginapan dan tempat tinggal sehinnga korban membuat tidak berdaya.

Adapun gadis-gadis  yang menjadi korban perdagangan orang ini rata-rata berusia 18- 28  tahun. Dalam melayani para lelaki hidung belang dari bermacam negara. “Gadis-gadis itu dipatok tarif dari Rp600 ribu hingga Rp 2 juta permalam. Korban yang direkrut terdiri dari  Jakarta 4 orang, Bogor 2 orang, Bandung 15 orang , Garut  2 orang, Brebes dan Purbalinga 4 orang,” kata Kombes Pol S Erlangga.

Di tempat yang sama Wadir Direskrimum Polda Kepri, AKBP Ari Darmanto mengungkapkan kronologi kejadian itu berawal dari informasi Ombudsman atas pelporan korban inisial LS alias R.

“Karena korban merasa ditipu dan tidak terima dipekerjakan sebagai PSK. Nah, atas informasi itulah jajaran Polda Kepri dan Reskrimum Tanjung Balai Karimun melakukan awal   penyelamatan  terhadap  Para korban.  Kemudian dilanjutkan pemburuan terhadap 2 tersangka mucikari  dari Batam  dan Depri  Priatna  alias  Fahlen (sebagai penyuplai) bersama Istrinya bernama  Willi Yana  Suswanti  Alias  Jenny dirumah miliknya yang beralamat di Blok Haji Gofur  RT/01/02 Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Margaasih, Bandung,” kata AKBP Ari Darmanto.

AKBP Ari Darmanto berkata, “Lalu kita lakukan pengembangan dan berhasil mengamankan pelaku yang bertugas perekrut korbannya berinisial BP alias Valen,”.

AKBP Ari Darmanto, menjelaskan dalam menjalankan aksinya, Valen sebagai perekrut calon korbannya, menyebarkan iklan  lowongan pekerjaan melalui  Aplikasi  Beetalk, Line  dan Facebook dengan mencantumkan nomor WasthApp.

“Setelah dihubungi calon korbannya, pelaku kemudian menawarkan korbannya kerja di Batam. Selain para korban dan kedua pelaku TPPO yang sudah berstatus tersangka yaitu Akui  Alias  Papi Awi (Pemilik Villa Garden No 58A ) dan Defri Supriatna (Sebagai pensuplai). Kami juga berhasil mengamankan uang Rp15 juta sebagai barang bukti. Keduanya dijerat dengan Undang-undang No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdangan Orang,” ujar AKBP Ari Darmanto.

 

Masyarakat Kalbar Doa Bersama Untuk Akhiri Karhutla dan Doakan Keamanan Papua

hamparan.info – Ribuan masyarakat Kalimantan Barat hadir dalam acara doa bersama, berbagai tokoh elemen masyarakat ini tampak berdiri dengan semangat mengikuti rangkaian kegiatan yang dibalut dengan tema Doa Bersama Masyarakat Kalbar Untuk Negeri, Demi persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI. Kegiatan itu berlangsung di Alun Alun Kapuas Kota Pontianak, pada Senin (9/9/2019)

Dengan menggunakan ikat kepala merah putih dan tidak sedikit ada masyarakat yang mengenakan pakaian adat menambah nuansa Nusantara pada acara doa bersama yang diadakan oleh Polda Kalbar ini.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono, Wagub Kalbar Ria Norsan, Kasdam XII/Tanjungpura Brigjen TNI Alfret Denny D Teujuh, Danlanud Supadio Pontianak, Danlantamal Pontianak, Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Drs Imam Sugianto, Walikota Pontianak, Bupati Kuburaya serta tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan mahasiswa, hadir membaur dalam kegiatan seremoni itu.

“Menyikapi situasi keamanan dan ketertiban dalam menghadapi agenda nasional maupun daerah maka, perlu kiranya kita memanjatkan doa kehadirat Tuhan Yang Maha Esa agar negara kesatuan Republik Indonesia khususnya wilayah Kalbar selalu dalam lindungan-Nya dan dalam keadaan aman, damai dan makmur,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Irjen Pol Drs Didi Haryono.

Di menyebut, bangsa Indonesia yang memiliki kekayaan alam, budaya, dan agama khususnya Kalimantan Barat penduduknya dapat menjaga dan menciptakan rasa aman. Itu semua berkat bersinerginya semua insan elemen masyarakat yang mengerti bahwa rasa aman merupakan kebutuhan masyarakat hakiki umat manusia.

“Kejadian di Papua dan Papua Barat serta mengajak masyarakat Kalbat untuk tidak terpengaruh dan tetap menjaga kemanan dan bahkan turun menjaga masyarakat Papua yang ada di Kalbar untuk menujukan bahwa Masyarakat Kalbar sangat mencintai persatuan,” katanya.

Dia bilang, adanya orang yang tidak bertanggung jawab menyebarkan berita hoaks, tanpa memikirkan dampak nasional untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara.

Selain itu, bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalbar juga menjadi perhatian bersama. “Tidak lupa juga kesempatan ini kita panjatkan doa kepada yang maha kuasa agar setelah ini, setelah doa bersama ini menurunkan hujannya untuk mengurangi asap Karhutla agar tidak ada kendala dalam perputaran ekonomi masyarakat Kalbar,” katanya.

Sebagaimana diketahui kabut asap dalam beberapa pekan ini memang menyelimuti Provinsi Kalbar, jajaran Pemerintah Provinsi hingga Daerah juga sudah bersingeri dan tampak melakukan langkah langkah tegas dalam penanganan karhutla. Doa bersama diwakilkan para tokoh pemuka agama masing-masing agama yang ada di Kalbar. Islam, Kristen, Katolik, Tionghoa, Hindu dan Budha berhimpun dalam satu panggung.

 

 

Sisik Trenggiling Kembali Disita Polisi Kalbar

hamparan.info – Perburuan dan penjualan satwa yang dilindungi Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem masih saja terjadi di Kalimantan Barat. Di jalur perbatasan RI-Malaysia, tepatnya di Jalan Subah, Dusun Ledo, Desa Lesa Bela, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang, Unit 1 Subdit 4 Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Barat yang dipimpin oleh IPTU Marhiba, telah mengamankan 1 orang laki-laki berinisial RN alias BM berikut barang bukti berupa 3 kantong plastik berisi sisik trenggiling sebanyak 3 kilogram di sebuah warung kopi.

“Barang buktinya di simpan di rumahnya di Jala Subah, Dusun Ledo, Desa Lesa Bela, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang. Dasar penangkapan LP/303/VIII/2019/Kalbar/SPKT Polda kalbar tanggal 29 Agustus 2019,” kata Direktur Reskrimsus Polda Kalbar Komisaris Besar Polisi Mahyudi Nazriansyah.

Lelaki yang memiliki tiga bunga melati di pundaknya itu menjelaskan, Pasal persangakaan untuk pelaku ini, yakni Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf d UU No 5 tahunn 1950 Tentang KSDAE. Direktur Reskrimsus Polda Kalbar Komisaris Besar Polisi Mahyudi Nazriansyah SIK membeberkan, kronologi kejadian itu. Pada Rabu 28 Agustus 2019 Tim Ditkrimsus Polda Kalimantan Barat mendapat informasi dari masyarakat bahwa di sebuah warung Kopi di Jalan Subah, Desa Lesa Bela, Kecamatan Ledo,Kabupaten Bengkayang ada warga menjual sisik Trenggiling.

“Maka, selanjutnya Tim bergerak melakukan penyelidikan dan mencari informasi terkait sisik trenggiling itu,” katanya.

Dia menjelaskan kronologi penyitaan sisik trenggiling itu. Pada Kamis, 29 Agustus 2019 pukul 13.00 WIB Tim berhasil mengamankan pelaku menyampaikan bahwa harga trenggiling tersebut akan dijual dengan harga Rp. 2.700.000,- perkilogram. Sedangkan berdasarkan pengakuan pelaku, ia membeli dari pemburu sebanyak 4 kilogram dengan harga Rp. 3.650.000,-.

“Pada saat pelaku menunjukan 1 bungkus plastik warna hitam berisi sisik trenggiling selanjutnya langsung diamankan kemudian perugas menemukan 1 buah kotak kardus bertuliskan Fullo. Dan setelah dibuka ternyata isinya sisik trenggiling yang masing masing dibungkus dengan kantong plastik warna hitam dan warna merah dengan total jumlah 4 kilogram. Terhadap pelaku berikut barang buktinya diamankan guna proses penyidikan,” ujar Direktur Reskrimsus Polda Kalbar Komisaris Besar Polisi Mahyudi Nazriansyah.

Dia kembali menjelaskan, barang bukti yang disitia adalah 1 buat kardus bertuliskan Fullo yang di dalamnya berisi 1 kantong plastik warna hitam berisi sisik trenggiling dan 1 kantong plastik warna merah berisi sisik trenggiling, 1 kantong plasrik berisi sisik trenggiling.  “Total barang bukti setelah di timbang kurang lebih 3,5 kilogram,” ucapnya.

 

 

 

Begini Cara  Cegah dan Tumpas Narkoba

hamparan.info – Panjang Batas Negara wilayah perairan dan darat di Kalbar sangat luas. Sindikat Narkoba memanfaatkan celah batas itu untuk memasukan Narkoba ke wilayah Kalbar. Pengungkapan dan penangkapan terus dilakukan, pelakunya melibatkan warga negara asing, membuat Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi  Didi Haryono melakukan rapat koordinasi mengajak steakholder pemerintahan duduk bersama.

“Kejahatan narkoba adalah kejahatan yang perlu perhatian khusus tidak hanya dari Kepolisian tapi juga instansi instansi terkait,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi  Didi Haryono.

Di ruang Coffe Morning Mapolda Kalbar, Senin (26/8/2019) para pimpinan baik Gubernur Kalbar Sutarmidji, Pangdam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab, BNNP, pimpinan Bea Cukai Kalbar, Imigrasi, pihak Angkasa Pura, Pelabuhan laut Dwikora, Perhotelan serta Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) duduk bersama melakukan rapat koordinasi.

“Substansi pertemuan ini untuk menyamakan visi, misi, persepsi dan interprestasi terkait pencegahan dan penanganan narkoba,” kata dia, dikutip dalam keterangan resminya. Ada beberapa poin yang menjadi atensi Kapolda Kalbar ini, diantaranya kasus penyeludupan barang barang illegal termasuk Narkoba dari perbatasan Kalbar yang melibatkan warga lapas.

“Hampir 70 jalur jalan tikus di sepanjang perbatasan darat di Kalbar yang perlu pengamanan dan pengawasan menjadikan Kalbar angat rentan penyelundupan. Kita sangat malu apabila ada barang ilegal yg lolos dari Kalbar dan ditangkap di wilayah lain, terkesan kita disini melakukan pembiaran,” katanya.

Pangdam XII/Tanjungpura dalam rakor ini juga menekankan bahwa koordinasi ini jangan hanya terjadi ditingkat pimpinan, tetapi juga lakukan koordinasi hingga ke petugas di lapangan. Untuk beberapa pihak yang terkait seperti Bea Cukai, Pelabuhan dan Angkasapura menyatakan dukungan terhadap perang melawan narkoba.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji merespon rakor ini dengan beberapa “sentilan” untuk beberapa pihak, lapas misalnya menurut Sutarmidji masih tidak menjalankan dengan ketat.

“Begitu juga di LP, saya akan bawa ke Kemenkumham. Kok bisa kayak gitu, malahan ada warga lapas pakai HP,” katanya. Dalam rapat koordinasi ini juga Gubernur Kalbar menyatakan akan menindak tegas petugas border perbatasan dan mengancam merotasi petugas di sana.

“Kalau masuk dari entikong, Saya akan minta petugas disana diganti semua. Jika dibiarkan, akan begitu lagi,” katanya.

Sebagai informasi, Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Barat, Komisaris Besar Polisi Gembong Yudha, memaparkan terkait peredaran dan pengungkapan Narkoba di wilayah Kalbar. Setiap stakeholder memberikan masukan dan kesiapan melakukan pencegahan dan pemberantasan. Beberapa satgas telah dibentuk Polda Kalbar dan ditempatkan dibeberapa lokasi bersinergis dengan semua instansi terkait.

 

Peringati HUT Kemerdekaan, Organisasi Kepemudaan Adakan Bhakti Sosial di Perbatasan Aruk

hamparan.info – Purwato, Kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN)  sangat mengapresiasi agenda teman-teman organisasi kepemudaan. Selain melihat langsung wajah perbatasan Aruk Kalbar-Malaysia, juga mengajak bersama-sama menjaga perbatasan dan bersinergi kolaborasi bersama dalam agenda-agenda perbatasan. Dengan demikian belakangan ini berada terdepan Indonesia ini yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat yaitu di Aruk, Kabupaten Sambas perkembangan sangat signifikan baik dari wisatawan, & ekonomi kerakyatan.

Rival Aqma Rianda, Ketua GMNI Pontianak mengatakan  dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia Ke – 74 tahun di Aruk, di perbatasan Malaysia-Kabupaten Sambas ini untuk membuka kembali sebuah memori koletif perjalanan dinamika kebangsaan.  “Hari ini kita rayakan di perbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Malaysia sebagai beranda ruang tamu Republik Indonesia,” ujar Rival Aqma Rianda dalam keterangan resminya.

Peringati HUT kemerdekaan RI ke-74 OKP adakan Bakti Sosial di Aruk, kabupaten Sambas

Menurut dia,  jati dirinya Bangsa Indonesia terhadap negara-negara yang diperbatasan dengan negara tetangga harus  dimaknai sebagai upaya refleksi historis dan meneguhkan kembali semangat nasionalisme, spirit kebangsaan, dan jiwa patriotisme. “Agar lebih cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya Kalimantan Barat sebagai barometer keberagaman etnis, suku & agama,” kata dia.

Suharman Ketua DPD IMM KALBAR menuturkan respon pemerintah serta masyarakat Desa Aruk , Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas  sangat mengapresiasi Kegiatan Bhakti sosial perbatasan yang baru pertama kali dilaksanakan oleh organisasi kepemudaan. “Harapan dari hasil kegiatan ini bisa memberikan kontribusi dan rekomendasi untuk kemajuan di daerah perbatasan,” tutur Suharman.

Sementara menurut Kaleb elevensi, korwil XIV PP GMKI mengatakan perbatasan yang merupakan beranda dan halaman terdepan, wajah Indonesia di mata negara tetangga, sudah selayaknya mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. begitupun dengan  masyarakat di perbatasan tidak perlu minder lagi dengan status kawasan perbatasan, tetapi harusnya bangga.

Imran Ramadhan ketua PW KAMMI Kalbar menambahkan, perlunya Aruk dijadikan pusat ekspor impor untuk kesejahteraan masyarakat. “Hari ini kita perlu mengapresiasi kerja pemerintah dalam membangun infrastruktur di perbatasan ini, kedepan kita berharap perbatasan Aruk ini bisa menjadi pusat ekspor hasil bumi, laut maupun kerajinan masyarakat Sambas khususnya dan Kalbar pada umumnya untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat,” kata Imran Ramadhan.

Jhon Miranda, Ketua HIKMAHBUDHI Pontianak mengatakan, untuk dapat menghadirkan kebijakan dan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat perbatasan, Pemerintah melalui BNPP seharusnya melibatkan masyarakat secara aktif dalam perumusan dan pengambilan keputusan. Sehingga, kata dia, kebijakan tidak terjebak pada keinginan pemerintah saja tetapi juga mengakomodir keinginan masyarakat.

Selain itu, perlu dijajaki pula potensi pengembangan kerjasama pengelolaan perbatasan dengan negara tetangga yang selama ini masih berfokus pada aspek keamanan, dilebarkan ke aspek kesejahteraan dan sosial-budaya. “Dengan demikian, kepentingan keamanan, kesejahteraan, dan sosial-budaya wilayah perbatasan akan dapat dipenuhi secara bersama,” ujarnya.

Sumber : Rival Aqma Riyanda

 

Sutarmidji Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid

hamparan.info – Gubernur Kalbar, Sutarmidji meletakan batu pertama pembangunan Masjid Darunnajah di Sungai Dalam II, Senin (19/8/2019).

Pada kesempatan tersebut, Sutarmidji mengajak masyarakat Kalbar khususnya di Desa Sungai Raya Dalam II, Kabupaten Kubu Raya, untuk selalu memakmurkan masjid sebagai tempat pengembangan dan pembelajaran agama Islam.

“Saya harap, arsitekturnya jangan latah, sehingga bangunannya sama dengan  bangunan masjid yang sudah ada, tapi harus ada inovasi dalam modelnya,” kata  Sutarmidji.

Mantan Wali Kota Pontianak ini juga berharap, agar dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Darunnajah ini akan memberikan semangat kepada masyarakat di Sungai Raya Dalam II untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ia berharap masjid nantinya bisa sebagai peletakan dasar pendidikan, bagi tumbuhnya prakarsa peran serta dan swadaya masyarakat untuk membangun dirinya menjadi umat yang taat dan taqwa kepada Allah SWT.

“Motivasi yang diberikan oleh Rasulullah, barang siapa membangun masjid karena Allah, akan dibangunkan Allah rumah untuk dia di surga. Tentu maksudnya tidak sekadar membangun fisik masjidnya semata, tetapi lebih jauh ialah membangun, menghidupkan dan memakmurkan fungsi masjid yang didirikan itu terhadap jemaah dan umat di sekitarnya,” ujar Sutarmidji. (*)