Perjuangan Babinsa Menyebrangkan Anak Sekolah di Pedalaman

hamparan.info – Bagi warga Desa Teluk Tewah, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kehadiran Bintara Pembina Desa atau Babinsa di desa mereka sangatlah bermanfaat sekali. Sebab, sudah bertahun-tahun, personel Babinsa yang membantu memfasilitasi transportasi sekolah bagi anak-anak di desa yang letaknya terpencil serta tidak memiliki akses jalan darat ini, dengan menggunakan kelotok kecil miliknya.

Bersekolah awalnya merupakan sesuatu hal yang cukup membebani bagi perekonomian warga Desa Teluk Tewah ini. Letak desa mereka yang terpencil, tepatnya di sekitar wilayah hulu sungai Mentaya, membuat mereka terisolir.

Satu-satunya sarana transportasi yang bisa menjangkau desa dengan penduduk yang lumayan banyak, yakni sekitar 400 kepala keluarga hanyalah dengan menggunakan kendaraan air, sejenis sampan bermesin yang disebut kelotok.

Dulu pendidikan warga di sana yang rata-rata bekerja sebagai petani rotan. Dan rata-rata tamat sekolah dasar. Sebab untuk meanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, mereka terpaksa harus bersekolah ke kecamatan terdekat.

Keadaan ini dirasa sangat membebani kehidupan keluarga, yang hampir keseluruhannya bekerja sebagai petani rotan dan karet. Karena untuk biaya pulang pergi sekolah ke kecamatan, mereka harus mengeluarkan biaya Rp25.000 per orang.

“Terima kasih kepada bapak babinsa. Semoga ini lebih baik,” ucap Mukhtar, warga Desa Teluk Tewah.

Hal ini lah yang akhirnya menimbulkan rasa keprihatinan bagi Babinsa Desa Teluk Tewah, Serda Ugarmansyah, yang dengan penuh keikhlasan mengupayakan membantu antar-jemput warga yang ingin melanjutkan sekolah, dengan menggunakan kelotok pribadi miliknya.

“Saya merasa prihatin dengan kondisi ini. Akses jalan nya tak ada. Kita bantu pakai klotok ini,” tutur Babinsa Desa Teluk Tewah, Serda Ugarmansyah.

Pekerjaan antar jemput pelajar sekolah ini memang tidak bisa setiap hari dilakukan, sebab kesibukannya sebagai personel Babinsa untuk sejumlah desa lainnya di Koramil 1015-11 Cempaga, juga mewajibkannya untuk tidak hanya berdiam di desa teluk tewah saja.

Namun upaya Serda Uganiansyah dalam membantu warga ini dirasakan sangat membantu sekali, yakni mengurangi biaya transportasi warga, sebab antar jemput warga bersekoah ini dilakukan tanpa pungutan biaya. (DDS)

Kesan Ketua Umum Dharma Pertiwi Murid TK Bacakan Puisi

hamparan.info – Siang itu cuaca di sebuah tempat begitu panas. Namun, tak menyurutkan semangat seorang wanita datang ke tempat itu. Ia adalah Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto, beserta rombongan dan didampingi Ketua Dharma Pertiwi Daerah L Ny. Tien Achmad Supriyadi dan pengurus, melakukan peninjauan ke tiga sekolah tingkat kanak-kanak di wilayah Kalimantan Barat.

Tujuanya adalah dalam rangka kunjungan kerja di wilayah Kalimantan Barat. Di antaranya meninjau secara langsung ke TK Angkasa, TK Hang Tuah VI Lantamal XII Pontianak dan TK Kartika XVII-02 Cabang XVII Tanjungpura, pada Jumat, 27 April 2018.

Sebelum masuk, Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto beserta rombongan disambut oleh Drum Band dan pengalungan serta pemberian bunga pertanda sambutan hangat dari Anak-anak TK Kartika XVII-02 Cabang XVII Tanjungpura.

Tepuk tangan meriah rombongan pada saat mendengarkan lantunan puisi soal kebersihan yang diucapkan oleh satu murid TK Kartika XVII-02 Cabang XVII Tanjungpura. Riuhnya tepuk tangan ini memukau para rombongan tersebut.

Senyum terpancar dari Ibu Ketua Umum Dharma Pertiwi beserta rombongan. Tak mengira, anak murid TK Kartika XVII-02 Cabang XVII Tanjungpura bisa mengucapkan puisi kampanye lingkungan. Sebab, menjaga lingkungan suatu keharusan semua umat manusia di alam bumi ini.


Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto menyampaikan, bahwa selama kunjungan, baru ditemukan di TK Hang Tuah VI Lantamal XII Pontianak yang ada tenaga pendidiknya seorang pria.

“Jadi ini sangat bagus. Sebab, tenaga pendidik pria juga dibutuhkan untuk figur bagi murid TK pria,“ ujarnya.

Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto beserta rombongan juga memberikan bantuan berupa tas dan alat perlengkapan sekolah di tiga TK yang dikunjungi.

“Diharapkan bantuan itu dapat memacu semangat para murid untuk belajar sungguh-sunguh. Sebab, generasi bangsa ada di tangan mereka,” ucapnya berharap.

Tatap Muka Anggota Dharma Pertiwi Daerah L

hamparan.info – Ketua Umum Dharma Pertiwi, Nanny Hadi Tjahjanto melakukan tatap muka dengan anggota Dharma Pertiwi Daerah L, dan Organisasi Wanita dalam rangka kunjungan kerja di Wilayah Kalimantan Barat, dilaksanakan di Aula Makodam XII/Tanjungpura, Jalan Arteri Alianyang Nomor 1, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan, tatap muka guna memberikan semangat kepada para pendamping Prajurit dan Polisi, yang dihadiri anggota Dharma pertiwi Daerah L dan Organisasi Wanita se-wilayah Kalimantan Barat sebanyak 690 orang.

“Terima kasih kepada seluruh elemen dan ibu-ibu yang telah hadir dalam kegiatan ini serta seluruh pihak yang mendukung hingga terselenggara dengan sangat baik,” ujar Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto, dengan tersenyum.

Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto menyampaikan, bahwa menjadi Istri seorang Prajurit TNI dan istri Polisi harus mampu dan memahami tugas serta peran suaminya sebagai prajurit dalam menjaga kedaulatan NKRI demi persatuan dan kesatuan bangsa. Juga harus memberikan dukungan optimal berupa dukungan moril yang berlandaskan atau bersumber dari lingkungan keluarga yang harmonis.

Selain itu, Ketua Umum Dharma Pertiwi mengingatkan, peranan ibu sebagai suri teladan bagi anaknya bertujuan agar ibu mampu menjadi contoh bagi anak-anaknya. Mengingat bahwa perilaku orang tua, khususnya ibu, akan ditiru yang kemudian dijadikan panduan dalam perilaku anak, dan perhatikan cara bergaul dengan lingkungan masing-masing.

“Tentunya mendidik anak disesuaikan tingkat kecerdasan anak itu sendiri, dan setiap Ibu-ibu diharapkan turut berperan untuk anak-anak kita jauhi yang namanya narkoba. Ini sangat penting untuk dilaksanakan, lantaran narkoba secara spesifik menargetkan anak muda,” kata Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto.

Perserta UNBK SMP di Kubu Raya 9479 siswa

hamparan.info – Bupati Kubu Raya Rusman Ali meninjau langsung persiapan dan pelaksanaan UNBK Tingkat SMP di Kabupaten Kubu Raya. Ini dilakukan oleh Rusman Ali guna memastikan pelaksanaan UNBK tingkat SMP di Kubu Raya dapat berjalan dnegan lancar dan mendapat kelulusan seratus persen.

“Kita ingin memastikan bahwa pelaksanaan UNBK ini dapat berjalan dengan lancar, sehingga anak-anak kita dapat mengikuti UNBK ini dengan baik dan kelululusan kita harapkan seratus persen,” ujar Rusman Ali saat meninjau UNBK di SMP Negeri 1 Sungai Raya, Senin, 23 April 2018.

Rusman Ali mengatakan, sempat terjadi gangguan selama kurang lebih 3 menit saat anak-anak mau login. Akan tetapi sudah normal, dan anak-anak bisa login semua. Disamping itu, juga ada beberapa anak yang kemudian ofline setelah mengerjakan soal selama 30 menit.

“Tadi, sempat ada gangguan selama kurang lebih 3 menit diawal-awal anak-anak mau login. Kemudian normal dan setelah berjalan sekitar 30 menit ada beberapa anak-anak kita yang ofline. Ini murni gangguan jaringan dan sistem. Dan setelah kita konfirmasi, yang ofline dan yang mengalami gangguan, sistem akan otomatis menambahkan waktu yang terpotong akibat gangguan sistem. Jadi akan tetap dua jam, hanya saja mereka akan selesai belakangan dari teman-teman yang lain,” ujar Rusman Ali.

Dikutip dalam siaran persnya yang diterima, Rusman Ali berharap agar anak-anak tidak perlu panik saat mengalami gangguan jaringan dan gangguan sistem. Tetap mengerjakan dengan tenang, sebab sistem akan otomatis menambah waktu yang hilang selama offline.

Semenatar itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya Frans Randus mengatakan kendala yang terjadi hanya kendala teknis.

Menurut dia, kendala teknis adalah hal yang lumrah sebab menggunakan jaringan internet.

“Ada kendala tadi, adalah kendala teknis, hal itu adalah hal yang lumrah sebab menggunakan jaringan. Yang terpenting ada penyelesaiannya, sehingga tidak merugikan anak-anak yang ujian. Hanya mungkin akan berdampak sikologi terhadap anak, bisa saja mereka menjadi grogi dan panik, inilah dampak dari teknologi, kita harus siap,” kata Frans Randus.

Di Kubu Raya total jumlah perserta UNBK SMP adalah 9479 siswa yang mengikuti UNBK yang tersebar diseluruh wilayah Kubu Raya.

TK Hangtuah VI LANTAMAL XII Uji Ketrampilan Out Bond

hamparan.info- TK HANGTUAH VI di bawah binaan yayasan Hangtuah Lantamal XII Pontianak, Jalan Kom Yos Sudarso Jeruju Pontianak, Kalimantan Barat.

Berjumlah 58 siswa siswi TK Hangtuah VI Pontianak bersama 8 guru pendamping bekerjasama Mapala Utan Pontianak mengajak anak didiknya uji ketrampilan dan keberanian serta respon terhadap lingkungan.

Dikutip dari Dinas Penerangan Lantamal XII Pontianak, tujuan kegiatan out bond TK Hangtuah terhadap anak didik untuk memberikan pembelajaran dan pengalaman kepada anak anak TK Hangtuah agar dapat mengenal alam bebas, mencinai alam serta belajar mengatasi masalah, rintangan, dan bermain layang fog dengan mandiri, senang dan gembira sengan tanpa rasa takut.

Diharapkan melalui out bond para anak didik Berlatih solidaritas sesama anak, kekompakan dalam tim, kemandirian , rasa cinta kasih dan rasa syukur pada sang pencipta alam semesta Allah SWT. Turut hadir dalam acara tersebut para orangtua murid serta mapala utan pontianak.

Pengabdian Tanpa Batas Tentara di Perbatasan

hamparan.info-Kondisi pendidikan di beranda terdepan cukup perlu adanya perhatian dari semua pihak. Kondisi saat ini diantara minimnya pemanfaatan tenaga guru diberbagai tingkatan sekolah di beranda terdepan, termasuk di perbatasan Indonesia-Malaysia. Tentunya keprihatinan tersebut banyak hal yang bisa dilakukan oleh siapapun, untuk ikut memecahkan masalah secara arif dan bijaksana.

Gagasan dan ide bermunculan untuk mencerdaskan anak bangsa di wilayah perbatasan. Satu diantaranya Institusi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang sangat perhatian terhadap pendidikan baik yang ada di perkotaan maupun di wilayah terdepan atau perbatasan.

Berlian dalam ide dan gagasan yang dilakukan oleh jenderal bintang satu adalah seorang Komandan Resort Militer (Danrem) 121/Alambhana Wanawwai Brigadir Jenderal TNI Bambang Ismawan yang saat ini masih menjabat di jajaran Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura melaunching Program Pengabdian Tanpa Batas Tentara di Perbatasan (Petasan) di Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.

“Petasan adalah Pengabdian Tanpa Batas Tentara di Perbatasan, ini bermula dari kunjungan kerjanya yang termasuk di wilayah jajaran Korem 121/Abw dan masuk ke sekolah-sekolah tingkat sekolah dasar. Ada sejumlah 20 sekolah perlu dengan segera dilakukan oleh semua pihak bahkan bersifat perorangan,” ujar Danrem 121/Abw Brigadir Jenderal TNI Bambang Ismawan, usai melauching Program Petasan di lapangan di Desa Sebunga, Sambas.

Dia mengatakan, Danrem 121/Abw, bahwa Launching Program Petasan ini mewakili Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi mengatakan, disamping menjaga perbatasan, juga harus membantu meningkatkan pendidikan di wilayah perbatasan, ungkapnya.

Dia menyampaikan, bahwa Korem tidak memiliki uang untuk menjalankan program Petasan. Namun memiliki tenaga, semangat dan kemauan, karena tidak memiliki uang, Korem mengajak kepada siapa saja, baik Pemerintah Daerah, BUMN, swasta dan pribadi untuk menjalankan program Petasan. “Sumbangan bisa dalam bentuk apa pun, tidak terpaku dengan uang. Dan itu akan kita distribusikan kepada sekolahan yang memerlukan,” kata dia.

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili, menyampaikan apresiasi kepada Komandan Korem 121/Abw Brigadir Jenderal TNI Bambang Ismawan, dimana Danrem telah menginisiasi bahkan dinyatakan ide cerdas dan cemerlang, ini yang pertama untuk perbatasan di Kabupaten Sambas dan perbatasan yang lain di wilayah Kalimantan Barat.

“Kita berikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Bapak Komandan Korem 121/Abw Brigadir Jenderal TNI Bambang Ismawan, telah melaksanakan Launching Program Pengabdian Tanpa Batas Tentara di Perbatasan,” katanya.

Selain itu, kata Bupati bahwa Launching ini dinyatakan sukses dan mendapat sambutan baik dari seluruh elemen masyarakat khususnya para pengusaha yang siap membantu dan memajukan pendidikan di perbatasan.

“Jadi yang dilakukan oleh Bapak Danrem 121/Abw, patut dijadikan contoh bagi kita semua, dengan ide yang sangat cemerlang. Mudah-mudahan apa yang dilakukan ini, menjadi contoh terbaik buat masyarakat semua untuk peduli dengan perbatasan,” katanya.

Usai launching, Danrem 121/Abw dan Bupati Sambas serta beberapa penyumbang dana meninjau SD Negeri 14 Transmigrasi Sebunga. Dimana terdapat anggota Babinsa dari jajaran Korem 121/Abw yang kesehariannya selain melaksanakan tugas pokok juga mengabdikan sebagai tenaga pendidik di SD tersebut.

Tampak keceriaan dan penuh semangat para siswa – siswi saat Danrem dan Bupati lakukan dialog bersama para siswa – siswi dan dilontarkan pertanyaan oleh Danrem, senyum dan tawa dari para siswa – siswi maupun masyarakat terlihat senang dengan kedatangannya.

Kapolda Kalbar Ajak Pelajar Jauhi Narkoba

hamparan.info – Jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mendatangi sejumlah sekolah menengah umum atau SMU di wilayah ini. Tujuanya adalah, mengajak pelajar untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba, menolak hoaks di media sosial dan sosialisasi penerimaan anggota Polri Tahun 2018.

Aktivitas padat, sebagai Kepala Kepolisian Daerah Kalbar, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, tak membuatnya lelah. Seperti pada Senin (2/4/2018), jenderal bintang dua itu didampingi Direktur Reskrimum Polda Kalbar, Kombes Arif Rachman, menjadi Inspektur upacara di SMA Negeri 1 Sungai Raya, di Kabupaten Kubu Raya.

Di hadapan para siswa-siswi, itu sejumlah masalah dibahas. Di antara adalah tentang bahaya narkoba, Karena narkoba merusak generasi bangsa. Untuk itulah, ia mengajak jauhi narkoba. Tak hanya itu, ia juga mengingatkan sebaran informasi yang begitu cepat melalui sosial media atau sosmed haruslah bijak dan cermat.

“Karena, jika tidak hati-hati akan berdampak negatif. Tolak hoaks. Bijak di medsos,” ujar Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono.

Didi Haryono menilai, SMU Negeri 1 Sungai Raya, ini sangat aktif dalam berbagai kegiatan, mengulir prestasi Paskibraka terbaik dan menyumbang peserta terbanyak dalam seleksi menjadi anggota Polri pada tahun 2017.

“Bagi yang berminat menjadi anggota Polri agar dipersiapkan diri dari sekarang. Saya akan memberikan motivasi penuh. Saya asli putra daerah Kalbar. Saya bisa seperti ini. Semua juga harus bisa,” ucap Didi Haryono, memberikan motivasi semangat.

Didi Haryono mengajak, para siswa-siswi menanamkan kecintaan dan kebanggan terhadap bangsa dan negara dengan hati yang iklas. “Sehingga dapat kita jadikan pondasi yang kuat dalam membangun bangsa ini. Kembangkan sikap dan perilaku yang senantiasa mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara,” ujar Didi Haryono.

Selepas upacara Kapolda Kalbar menyempatkan berdialog langsung dengan Dewan Guru dan para siswa-siswi SMU Negeri 1 Sungai Raya. Sekaligus mensosialisasikan rekrutmen Taruna Akpol, Bintara dan Tamtama Polri serta mengajak para siswa untuk sebanyak mungkin mengikuti seleksi tersebut.

“Rekrutmen pendaftaran dimulai 26 Maret s/d 11 April 2018 ini, kita bertekad untuk melaksanakan seluruh proses dengan clean dan clear, targetnya adalah berhasil merekrut calon anggota Polri yang berkualitas,” kata Didi Haryono.

Didi Haryono berujar, dalam penerimaan ini, Polri menekankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (BETAH). “Sehingga betul-betul dihasilkan sumber daya Polri yang berkualitas dan lebih baik lagi,” kata Didi Haryono.

Kata Didi Haryono, panitia seleksi baik dari Polri maupun instansi luar juga disumpah sesuai dengan agama masing-masing. Panitia seleksi juga akan diawasi oleh pengawas internal dalam hal ini oleh Irwasda dan Bid Propam Polda Kalbar. Sedangkan pengawas eksternal diambil dari beberapa elemen baik dari Dinas Pendidikan, Universitas, dan seluruh elemen masyarakat.

Adapun dalam pengumuman hasil seleksi dilaksanakan secara terbuka dengan disaksikan oleh peserta dan didampingi oleh orang tua atau wali. Sehingga mengetahui secara langsung hasil nilai dan kemampuan peserta seleksi.

“Agar peserta seleksi mempersiapkan diri dengan berolah raga dan belajar serta mempersiapkan mental. Nantinya mendapatkan hasil yang terbaik,” kata Didi Haryono.

Mengukur Kesiapsiagaan Bali untuk Pertemuan IMF-Bank Dunia

hamparan.info – Provinsi Bali menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) Bank Dunia 2018 yang akan diselenggarakan pada 8-14 Oktober 2018. “Pertemuan tersebut akan dihadiri oleh sekitar 2.400 tamu VIP dan VVIP serta 20.000 orang delegasi peserta dari 189 negara,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP), Willem Rampangilei.

Kepala BNPB Willem Rampangilei memimpin langsung peninjauan lapangan untuk mengecek dan mengukur kesiapsiagaan Bali dalam menghadapi bencana. Bersama Danrem, Asops Kodam Udayana dan Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Kepala BNPB memeriksa kesiapan gedung dan jalur serta tempat evakuasi jika bencana alam terjadi.

BNPB bersama Pemerintah Provinsi Bali, TNI, Polri, BPBD, serta dinas terkait untuk melakukan rencana operasi jika terjadi bencana di wilayah Bali. Hal ini merupakan salah satu syarat dari Meeting Team Secretariat (MTS) IMF-WB.

Terkait dengan kerawanan bencana di Provinsi Bali, Pemerintah Indonesia selaku tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut, bertanggung jawab atas keselamatan para delegasi dan pada saat yang bersamaan, keamanan dan keselamatan wisatawan asing, wisatawan lokal dan penduduk setempat juga menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan. Potensi bencana alam yang ada di Bali antara lain adalah letusan gunungapi, gempabumi dan tsunami.

“Hingga saat ini, kita telah menunjukkan progress yang sangat baik dengan telah disusunnya Rencana Operasi Pengamanan oleh TNI bekerjasama dengan POLRI, Pemerintah dan Pemerintah Daerah bagi delegasi yang akan hadir pada kegiatan tersebut,” kata Willem Rampangilei, dalam surat keterangan resminya yang diterima berbagai media.

Pada kesempatan tersebut rombongan juga melakukan pengecekan di beberapa tempat, antara lain, tempat pelaksanaan konferensi dan penginapan tamu delegasi di Bali Nusa Dua Convention Center serta Garuda Wisnu Kencana (GWK). Mengecek kesiapsiagaan tempat tersebut jika bencana alam terjadi dan sesuai rencana operasi yang ditentukan.

Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) merekomendasikan bangunan Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) tahan gempabumi sampai dengan magnitude 8,5 SR. Selain itu juga mengecek jalur evakuasi yang dilakukan untuk bencana kebakaran dan gempabumi, titik kumpul di BNDCC 1 di pintu masuk Jimbaran dan parkir selatan. Sedangkan, BNDCC 2 di depan area drop off BNDCC 2, leading dock Pecatu Hall. Sedangkan untuk evakuasi bencana tsunami di roff top of BNDCC hotel yang mampu menampung sampai dengan 5.000 orang.

Pelatihan dan latihan perlu dilakukan dengan bertahap, bertingkat dan berlanjut. Oleh karena itu, pada tanggal 26 April 2018 mendatang, bersamaan dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana, diusulkan agar dilaksanakan Table Top Exercise untuk Rencana Operasi untuk evakuasi VVIP VIP, dan dapat dilanjutkan dengan TFG dan Geladi Lapangan.

Ini Seruan Petisi Stop Senapan Angin

Pongo Ranger pada Hari Hutan International. (foto: IAR Indonesia)

hamparan.info – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam komunitas pemuda yang bergerak dalam bidang edukasi lingkungan hidup di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Pongo Ranger, membuat petisi untuk memperketat penggunaan senapan angin di City Mall Ketapang.

Pembuatan petisi ini merupakan salah satu rangkaian acara yang digelar oleh Pongo Ranger bekerja sama dengan IAR Indonesia dan pihak City Mall Ketapang dalam rangka memperingati Hari Hutan Internasional.

Ketua panitia acara, Shafa Fakhir, mengatakan ide untuk membuat petisi ini muncul setelah banyaknya kasus kejahatan terhadap satwa liar yang terjadi di Kalimantan baru-baru ini.

“Petisi ini kami buat menyusul banyaknya satwa liar yang menjadi korban kejahatan senapan angin. Kami tidak ingin kejadian pembunuhan orangutan yang terjadi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur terjadi juga di sini,” kata Shafa Fakhir.

Petisi ini ditujukan untuk Kapolres Ketapang agar memperketat penggunaan senapan angin. Merujuk pada Peraturan Kepala Kepolisian RI Nomor 8 tahun 2012 yang berbunyi “Senapan angin hanya boleh digunakan untuk kegiatan olahraga menembak sasaran dan di lokasi yang sudah ada izinnya. Kepemilikan senapan angin harus ada izin dari Polda setempat dengan beberapa persyaratan.”

Dengan demikian, kepemilikan senapan angin harus mendapatkan ijin dari kepolisian. Hal ini untuk mengantisipasi adanya penyimpangan dan penyalahgunaan senjata tersebut. “Kami akan membawa petisi ini ke kantor Polres Ketapang. Harapannya, Bapak Kapolres mau melarang atau paling tidak memperketat izin penggunaan senapan angin,” kata siswi kelas X SMA 1 Ketapang ini.

Ketua Yayasan IAR Indonesia, Tantyo Bangun, mengapresiasi sikap kaum muda Ketapang yang sangat peduli dengan lingkungan hidup.

“Hari ini kita saksikan dua sikap yang sangat lugas disampaikan oleh generasi milenial di Ketapang dan Kalimantan Batat secara umum. Pertama, mereka menyatakan sikap menolak budaya kekerasan yang tercermin dari petisi untuk penegakan aturan penggunaan senapan angin. Kedua, mereka mendukung pelestarian alam dengan menyuarakan pentingnya melindungi satwa liar untuk Indonesia yang sejahtera dan berkelanjutan,” kata Tantyo Bangun.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta, mengaku tersentuh dan sangat bersyukur dengan inisiatif dari anggota masyarakat yg notabene anak-anak muda ini untuk berperan serta dalam upaya2 konservasi satwa liar.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghormatan saya setinggi tingginya untuk mereka. Anak-anak muda Ketapang, anda kereennn!!!,” kata Sadtata Noor Adirahmanta.

Selain pembuatan petisi, Pongo Ranger juga menggelar kegiatan lomba mewarnai untuk siswa siswi Sekolah Dasar dan lomba menggambar dengan tema Teror Senapan Angin untuk siswa-siswi Sekolah Menengah Atas.

Selain itu juga ada pertunjukan teatrikal dan perkusi serta nonton bareng film dokumenter Asimetris. Tujuan dari rangkaian kegiatan ini adalah untuk memberi penyadartahuan kepada masyarakat tentang fungsi hutan serta mengumpulkan dukungan lewat petisi untuk penegakan hukum bagi pemilik dan pengguna senapan angin illegal dan menegaskan peran masyarakat dalam menghentikan tindakan ilegal yang membahayakan kehidupan satwal liar dilindungi.

Pongo Ranger berawal dari perkumpulan alumni kemah konservasi IAR Indonesia yang melakukan kegiatan bersama,” ungkap Supervisor Edukasi dan Penyadartahuan IAR Indonesia sekaligus Pembina Pongo Ranger, Dwi Riyan. Dia mengatakan bahwa Pongo Ranger terbentuk atas inisiasi mereka sendiri.

“Seiring waktu, perkumpulan ini secara mandiri menginisiasi kegiatan secara mandiri untuk melakukan edukasi dan penyadartahuan terkait kelestarian lingkungan di Ketapang. Setelah solid, mereka kemudian membuat struktur yg baku, serta publikasi secara mandiri dengan nama Pongo Ranger,” kata Dwi Riyan, dikutip dalam siaran pers rilisnya yang diterima berbagai media di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Puluhan Paket Sabu Siap Edar Diamankan TNI

barang bukti sabu diamankan TNI

hamparan.info – Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Tri Rana Subekti, S. Sos saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya, membenarkan bahwa Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Indonesia-Malaysia dari Batalyon Infanteri (Yonif) 642/Kapuas telah menggagalkan barang haram berupa sabu sebanyak 51 paket dan siap edar.

Kapendam XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Tri Rana Subekti, menjelaskan ini adalah berdasarkan laporan dari Komandan Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas Letkol Infanteri Faizal Amri, pelaku dapat digagalkan yang berinisial (Maj) warga Desa Sosok, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau pada Rabu 7 Maret 2018, membawa sabu sebanyak 51 paket.

Kapendam XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Tri Rana Subekti menuturkan kronologisnya, bermula penangkapan terhadap seorang pengendara motor yang melintas di depan Pos TNI di Dusun Pemodis, Kecamatan Beduai, dengan gerak yang mencurigakan. Maj berusaha menghindari pemeriksaan dari Pos Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas.

“Saat diperiksa pelaku menyimpan barang tersebut, dijok motor bagian dalam dan di gantungan kunci motor yang sudah dimodifikasi,” ujar Kapendam XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Tri Rana Subekti.

Selain barang bukti kristal putih yang diduga sabu sebanyak 51 paket, kata Kapendam yang disembunyikan dalam kotak permen, ada juga uang yang diduga hasil penjualan sabu sebanyak Rp 2.507.000. Untuk penanganan selanjutnya, pelaku dan barang bukti sudah diserahkan ke Polsek Beduai,” kata Kapendam XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Tri Rana Subekti. (HI-008)