Khofifah: Banyak Perempuan Hebat Tanpa Suara, tapi . .

hamparan.info – Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada, Minggu (21/4/2019), menjadi momen refleksi tentang peran dan kekuatan perempuan di Indonesia.

Bagi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, nilai-nilai Kartini masa kini terus digeliatkan para perempuan dari seluruh lapisan elemen dalam status sosial ekonomi level apapun.

Bahkan, menurut gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini, para ibu-ibu yang berjualan sayur di pasar, berjualan gorengan, para pejuang ekonomi keluarga, adalah sosok Kartini riil yang ada di sekitar kita saat ini.

BACA Prosesi Sumpah Setia Personel Brigif 19/Khatulistiwa

Mereka yang tak kenal lelah setiap hari berjuang untuk bisa menghidupi keluarga, menjaga agar api di dapur terus mengepul dan menyisihkan penghasilannya guna memberikan pendidikan untuk para anak-anaknya adalah sosok nyata Kartini masa kini.

“Para perempuan, ibu-ibu yang tengah malam berjualan sayur di berjualan gorengan, berjualan ikan di pasar tradisional, yang sehabis subuh mereka sudah kembali ke rumah dengan memperoleh keuntungan dari hasil berdagang, mereka memiliki kontribusi yang sangat besar ketika mereka menyisihkan keuntungan yang sedikit itu untuk biaya pendidikan anak-anaknya, mereka itu lah perempuan hebat tanpa suara yang sebenarnya penuh karya,” kata Khofifah mengungkapkan tentang makna Hari Kartini.

BACA Ini Generasi Milenial Berdaya Guna 

Mereka, kata Khofifah adalah perempuan-perempuan yang memiliki kontribusi besar dalam pemberdayaan masyarakat bangsa dan negara.

Para ibu-ibu itu juga adalah pahlawan seperti Kartini yang juga berjuang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang dimulai dari keluarga kecil yang mereka miliki.

BACA Bagi-bagi Inspirasi Menulis dari Mahasiswa IAIN Pontianak

“Terlebih saat ini sudah banyak perempuan yang masuk sektor ekonomi digital. Mereka bisa aktif berjualan namun cukup melalui gadget jadi tidak harus keluar rumah, sehingga fungsi ekonomi dan ketahanan keluarga bisa berjalan bersamaan,” ujarnya.

Menurut wanita yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini, para perempuan Kartini masa kini itu harus menjadi satu kesatuan yang sama-sama berjuang untuk membangun kualitas sumber daya manusia dan ekonomi bangsa.

BACA Berbagi Pengetahuan dengan Anak-Anak Pedalaman Ketapang

Bukan hanya para ibu-ibu dan perempuan yang ada di kawasan perkotaan saja, melainkan juga termasuk mereka para ibu-ibu dan perempuan di daerah pedalaman, di kepulauan terpencil, bahkan yang ada jauh di daerah perbatasan, menurut Khofifah semua harus bergandengan tangan dan terjalin koneksitas dengan sektor-sektor stratagis.

“Mereka harus berjejaring dengan yang ada di kota, dengan sektor perbankan, sektor legislatif, sektor  eksekutif, semua jejaring itulah yang akan meneguhkan ketahanan, kekuatan masyarakat bangsa dan negara Indonesia,” kata Khofifah dalam keterangan resminya.

BACA Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Perbanyak Dzikir dan Salawat

Dia menjelaskan, keteladanan sosok Kartini masa kini menurut Khofifah bisa diwujudkan dalam banyak hal. Terutama dengan meneladani sikap keteguhan, ketegaran, dan juga keberanian dari sosok Raden Adjeng Kartini.

“Selamat Hari Kartini. Kartini hari ini adalah Kartini yang punya keteguhan dan ketegaran menghadapi berbagai dinamika kehidupan dimana pun mereka berada dan dalam status sosial ekonomi selevel apapun. Dan dari level manapun itu, mereka akan tetap memberikan kontribusi terhadap peneguhan masyarakat bangsa dan negara kita serta terus membangun ketahanan masyarakat bangsa dan negara Indonesia,” ujar Khofifah.

Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Perbanyak Dzikir dan Salawat

hamparan.info – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak kepada masyarakat terutama bagi pengurus dan siswa siswi Khodijah Surabaya untuk senantiasa memperbanyak dzikir, salawat serta memperkuat tali silaturahmi antar sesama. Tujuannya agar setiap yang menjadi niat dan cita cita dari individu di masa depan dapat tercapai serta berjalan secara berseiring.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Haul Majelis Dzikir Maulidur Rasul dan Haul KH Abdul Wahab Turcham ke 24 di halaman Yayasan Khodijah Surabaya, Sabtu (20/4/2019).

Ia mengatakan, lewat dzikir dan salawat yang dilakukan dapat menjadikan segala niat dan cita cita baik yang diucapkan maupun dilakukan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan bimbingan dari guru guru kita.

BACA Asyik, Pertama Kalinya Dufan Buka Malam Hari

Tak hanya itu, dengan perbanyak dzikir dan salawat dapat menjaga sekaligus melindungi diri umat yang beriman. Baik dari tutur kata, fikiran dan kaki dalam langkah selalu di jaga sekaligus dilindungi oleh Alloh SWT.

“Mudah mudahan kaki, pikiran dan tutur kata kita di jaga sekaligus dilindungi oleh Alloh SWT,” ujarnya.

BACA Nissan dan Datsun Iringi Peresmian Tol Trans Jawa

Khofifah yang juga selaku Ketua Umum Yayasan Khadijah Surabaya, menegaskan bahwa dengan perbanyak dzikir dan sholawat dapat menjauhkan serta menyelamatkan diri dari orang orang yang hendak bersikap maupun berprilaku dzolim terhadap diri kita.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah mengajak semua yang hadir terus melantunkan salawat Asyghil. Salawat tersebut, diharapkan mampu menjaga sekaligus membentengi diri dari setiap kejahatan di dunia.

BACA Apa Dampak Batalnya Kenaikan Cukai Rokok?

“Lewat salawat Asyghil tersebut bertujuan untuk memohon kan sholawat dan salam atas Nabi Muhammad SAW , keluarga dan sahabatnya, sholawat ini bertujuan meminta kepada Alloh agar kita diselamatkan dari kejahatan orang-orang yang zalim,” ucapnya dalam keterangan resminya.

Ketua Muslimat Jawa Timur Masruroh Wahid sebagai wakil dari alumni Khodijah sekaligus murid dari KH. Abdul Wahab Turcham Pendiri di taman pendidikan Khodijah mengatakan, bahwa dahulu beliau mendirikan sekolah pada awalnya hanya memilih santri santri perempuan.

BACA Ini Kapal Selam Pertama Produksi PT PAL Indonesia

Dalam kenangannya, KH. Abdul Wahab Turcham bercita cita agar perempuan yang ada di Jatim dapat menjadi pemimpin bangsa dan guru guru terbaik dari anaknya sekaligus masyarakat. Karena, banyak pendapat setinggi apapun peran perempuan akan kembali lagi ke dapur. Maka, pak kiai berkomitmen untuk memberikan perhatian terhadap pendidikan perempuan setinggi-tingginya.

“Ada pepatah mengatakan, bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi karena nantinya akan kembali ke dapur. Namun KH. abdul Wahab Turcham ingin ada anak anak perempuan menjadi pemimpin bangsa. Dan Allhamdulillah, saat ini lulusan dari Khodijah ada yang bisa menjadi pemimpin bangsa salah satunya seperti Ibu Khofifah yang pernah menjabat sebagai menteri dan saat ini menjadi Gubernur Jatim,” ujarnya. (tji)

18 Siswa Berprestasi Sintang Diganjar Beasiswa

BANTUAN BEASISWA - Rapat Bantuan Beasiswa penuh untuk 18 orang siswa berpretasi Kabupaten Sintang di ruang Sekda Sintang, Senin (8/4). 18 orang calon mahasiswa tersebut nanti akan menempuh pendidikan mulai dari  Kedokteran di Untan hingga Kampus Dinas Perhubungan.
BANTUAN BEASISWA – Rapat Bantuan Beasiswa penuh untuk 18 orang siswa berpretasi Kabupaten Sintang di ruang Sekda Sintang, Senin (8/4). 18 orang calon mahasiswa tersebut nanti akan menempuh pendidikan mulai dari Kedokteran di Untan hingga Kampus Dinas Perhubungan. Foto : Humas Pemkab Sintang

Hamparan.info – Sebanyak 18 orang siswa berprestasi asal Kabupaten Sintang diganjar beasiswa pendidikan pada tahun 2019. Mereka nantinya akan dikirim tugas belajar di kampus-kampus terkenal luar daerah dengan biaya belajar ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, dari 18 orang tersebut nantinya 3 orang akan menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjung Pura (Untan) Pontianak, 10 kuota di Politeknik Pembangunan Pertanian Magelang (Polbangtan) dan 3-5 orang di Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD).

“Para peserta yang lulus seleksi akan didanai seluruh biaya kuliahnya hingga selesai. Setelah lulus, mereka harus mengabdi selama beberapa tahun di Kabupaten Sintang. Ini sebagai upaya kita mewujudkan masyarakat Sintang yang cerdas sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh Bupati dan Wakil Bupati kita dalam visi mereka,” ujar Sekda ketika memimpin rapat koordinasi bersama calon mahasiswa penerima beasiswa pendidikan dari Pemda Sintang beserta orang tuannya di Ruang Rapat Setda Sintang, Senin (8/4).

Sekda menyebut, program beasiswa ini sudah berapa tahun dilaksanakan, khususnya untuk mereka yang memiliki prestasi baik. Sampai saat ini, sudah ada 36 orang lulusan mahasiswa kedokteran, semuanya sudah ditempatkan, ditugaskan di Puskesmas-Puskesmas.

“Karna proses seleksi yang cukup ketat, jadi yang paling berprestasi lah yang akan mendapatkan beasiswa ini. Jadi seluruh biaya kuliah mereka sampai selesai itu akan dibiayai oleh Pemda dengan catatan mereka memenuhi persyaratan nilai dan tetap mempertahankan prestasi itu saat kuliah dan lulus tepat waktu,” paparnya.

Yosepha menyebut, bukan hanya mereka yang berasal dari sekolah di perkotaan yang mengikuti seleksi beasiswa yang disiapkan Pemkab tersebut. Bahkan, terdapat peserta seleksi beasiswa kedokteran berasal dari Kecamatan Sepauk.

“Kita tidak pandang kelompok mana dari suku apa, agama apa yang penting punya KK dan KTP Sintang,” tegas Yosepha.  (*)

Diskusi Musikal Anti Korupsi Ajak Mahasiswa Semangat Lawan Korupsi

Diskusi Musikal Anti Korupsi

hamparan.info – Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) sebagai salah satu organisasi non-pemerintah yang bergerak dalam isu anti-korupsi akan menyelenggarakan kegiatan “Bung Hatta Kalimantan Tour 2019: Diskusi Musikal Anti-Korupsi” yang akan dilaksanakan, Kamis 5 April 2019 di Aula Syeikh Abdul Rani Mahmud Al-Yamani IAIN Pontianak.

Kegiatan ini bertujuan menyebarkan informasi tentang korupsi, penyebab, dan dampak dari korupsi kepada generasi muda. Selain itu, dapat meningkatkan kesadaran kritis dan menumbuhkan semangat perjuangan melawan korupsi pada diri sendiri dan di lingkungan sekitar. Dari kegiatan ini pula diharapkan dapat meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam gerakan anti-korupsi di tingkat daerah maupun nasional.

Diskusi Musikal ini akan menghadirkan narasumber di antaranya Amien Sunaryadi, Peraih BHACA 2008 sekaligus mantan Ketua KPK RI. Pada pelaksanaanya, BHACA akan bekerjasama dengan band Sisters in Danger (Most Popular Award dari badan dunia UN Women tahun 2017 lalu lewat lagu ’16 Oranges’) dan band Simponi (juara 1 kompetisi Sounds of Freedom 2014, London; juara 2 Fair Play 2012, Brasilia). Sisters in Danger dan Simponi merupakan anggota dari Perkumpulan Simponi, sebuah organisasi musik untuk pendidikan yang berpengalaman melakukan diskusi musikal sejak tahun 2010 di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini akan berlangsung di IAIN Pontianak Kamis 5 April 2019 mulai pukul 13;00 hingga 16;00. Sebanyak  200 kursi peserta disiapkan untuk kegiatan ini. Peserta bebas mendaftar, tidak hanya mahasiswa IAIN Pontianak namun juga untuk mahasiswa umum di luar kampus IAIN Pontianak.

Berdasarkan keterangan dalam Term of Reference (TOR) kegiatan tersebut, meningkatkan partisipasi dalam memberantas korupsi harus terus digalakkan, apalagi mengingat pemilu yang tinggal menghitung hari. “Pemilu yang akan berlangsung sebentar lagi juga tidak luput dari praktek korupsi, mulai dari politik uang sampai dengan mantan koruptor yang dicalonkan dalam pemilu. Hal-hal di atas sangat penting untuk diinformasikan dan didiskusikan oleh generasi muda, khususnya mahasiswa. Fakta-fakta penyebab dan akibat korupsi harus dibahas secara gamblang, agar generasi muda menjadi kritis dan menjadi bagian dari gerakan anti-korupsi di daerahnya masing-masing, maupun dalam skala nasional,”

Farli Afif, Ketua Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Warta IAIN Pontianak mengatakan diskusi musikal anti korupsi ini dikonsep khusus kaum milenial. Kegiatan ini akan berjalan menarik dan mengalir tanpa rasa kaku karena diisi dengan penampilan dari grup band simfoni yang punya prestasi di kancah internasional.

Farli Afif berharap dengan kegiatan ini kaum muda atau milenial tidak hanya sekedar mengetahui cara menghindari dari korupsi. “Tapi juga bagaimana kaum milenial ini kedepannya dapat memberikan kontribusi yang besar untuk membangun indonesia yang bebas dari korupsi,” ujar Farli Afif.

Sebagai informasi BHACA Tour Kalimantan ini akan dibuka di Aula Wali Kota Pontianak Tanggal 4 April. Kemudian 5 April, esoknya  akan dilangsungkan di IAIN Pontianak.

Cerianya Murid MAN Insan Cendikia Sambas Ketemu Polisi

hamparan.info – Cerita. Itulah yang terlihat pagi itu di sebuah halaman Mapolda Kalimantan Barat. Ada wanita, ada pria. Mereka antusias bertemu dengan aparat penegak hukum di negeri ini. Mereka datang dari ujung batas negeri.

Murid Madrasah Aliayah Negeri (MAN) Insan Cendikia Kabupaten Sambas. Itulah, nama sekolah itu. Dirlantas Polda Kalbar Komisaris Besar Polisi Asep Akbar dan Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Donny Charles Go, menerima kunjungan calon penerus bangsa yang kurang lebih berjumlah 200 orang.

Dalam kesempatan itu, Direktur Lalu Lintas Polda Kalbar Komisaris Besar Polisi Asep Akbar Hikmana, menjelaskan, tujuan ratusan murid ini ke Mapolda Kalbar demi melihat teknologi yang ada di Mapolda Kalbar. Salah satunya yang dimiliki Direktorat Lalu Lintas yaitu RTMC (Regional Traffic Management Centre).

“Anak anak sekolah ini utamanya mereka akan melihat apa yang ada di Polda ini terkait tentang teknologi, khususnya RTMC (Regional Traffic Management Centre),” kata dia.

Selain itu juga nantikan akan dijelaskan terkait dengan tugas tugas kepolisian dan fungsi fungsinya, misalkan biro SDM akan mengenalkan bagaimana rekrutmen polisi, biro Rena terkait perencanaan dan lain lain.

“Terkait kunjungan pelajar MAN Insan Cendikia ini akan lebih dekat dan mengenal dengan tugas kepolisian,” katanya.

Sementara itu, menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalbar AKBP Donny Charles Go, pihaknya juga memberikan motivasi kepada para murid yang berkeinginan menjadi bagian anggota Polri bahwa rekrutmen Polri tidak dipungut biaya alias gratis.

“Bagi para pelajar yang mempunyai cita cita, keinginan menjadi anggota Polri, jangan minder atau tidak percaya diri. Seluruh proses rekrutment Polri hingga pendidikan tidak dipungut biaya. Cukup persiapkan diri dan percaya pada kemampuan diri sendiri,”.

Berbagi Pengetahuan dengan Anak-Anak Pedalaman Ketapang

hamparan.info Kemajuan dan perkembangan teknologi terus merambah di kalangan masyarakat. hal itu tak bisa dielakan, salah satu langkah yang harus dilakukan adalah membangun kapasitas serta keterampilan diri untuk menguasai berbagai macam teknologi.

Beberapa waktu lalu di Kecamatan Air Upas tim pemetaan SIAR Nusantara melakukan pengambilan foto udara menggunakan Wahana Tanpa Awak (drone)  untuk memetakan perkebunan sawit masyarakat yang berada di Kecamatan Air Upas dan Manis Mata di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.

Lokasi penerbangan Wahana Tanpa Awak (WTA) tepat di lapangan Sekolah Dasar Negeri 12 Lempak Sari Bekayas Air Upas. Ketika tim sedang prepared anak-anak sekolah dasar langsung menyerbu lokasi. Suasana ramai, takjub serta rasa ingin tahu yang tinggi memuncak. Pertanyaaan-pertanyaan klasik keluar dari anak-anak sekolah dasar tersebut. “ om bisa terbang ke? Terbuat dari gabus ye om?”, mereka bertanya.

Selasai prepared wahana tanpa awak siap diterbangkan, ketika WTA diluncurkan anak-anak tersebut bersorak ria menyaksikan WTA tersebut terbang dengan dikedalikan melalui remote atau transmiter. “ Pasawatnya terbang, hebat sekali,” seru salah satu anak.

Melihat antusias dan rasa ingin tahu yang tinggi, salah satu tim SIAR Hardi Lintar menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka terkait rasa penasaran yang besar kenapa pasawat itu bisa terbang dan dikendalikan hanya dari ramote atau transmiter.

Hardi Lintar menjelaskan ke anak-anak sekolah dasar tersebut terkait komponen-komponen elektronik yang saling berhubungan didalam satu unit drone. Anak-anak tersebut mendengarkan dengan seksama  perihal teknologi dalam bidang pemetaan yang digunakan.

Secara sadar kata Lintar, dalam proses ini, selain melakukan pekerjaan tugas dasarnya adalah memberitahu serta memotivasi anak-anak sekolah dasar untuk melek teknologi. Hal-hal dasar telah diberitahu, bagi anak yang memiliki rasa ingin tahu tinggi tentu dia akan mencari referensi lain yan berkaitan dengan apa yang telah disampaikan.

“Sebab bagaimana pun juga, perkembangan teknologi  sudah didepan mata, generasi-genearasi ini, tentu akan tumbuh dalam teknologi yang kedepannya akan lebih canggih dari ini. Maka dari itu sumber daya manusia harus disiapkan dari sekarang.

Jumadi salah satu tokoh masyarakat di desa  Lempak Sari Bekayas kecamatan Air Upas mengatakan, hal secam ini akan menambah movitasi anak-anak kita yang ada disini.

“ Sebab bagi mereka apa yang dilihat mereka dan diperkenalkan lagi oleh kawan-kawan ini secara tak sadar akan menjadi motivasi baik itu orang tua atau anak-anaknya sendiri untuk melanjutkan pendidikan yan lebih tinggi dan mempunyai keterampilan dibidang yang mereka inginkan,” kata Jumadi.

Dalam obrolan yang singkat dengan anak-anak dan beberapa orang tua, wahana tanpa awak yang tim  tunggu sedah selesai menjalankan tugasnya yang telah tim SIAR setting otomatis. Bel sekolah pun berbunyi mendakan waktu istirahat anak-anak sekolah dasar telah usai. Anak-anak sekolah dasar pun membubarkan diri dan tim SIAR melanjutkan pengambilan foto udara menggunakan wahana tanpa awak yang didampingi oleh pengurus-pengur koperasi unit desa.

Cara Membangun Integritas Wawasan Kebangsaan di Kalangan Mahasiswa 

hamparan.info – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi  Didi Haryono menyebut, bahwa hingga saat ini situasi Kamtibmas di 14 kabupaten/kota saat ini relatif kondusif. Mulai dari trend kenaikan jumlah kuantitatif kriminalitas pada semua jenis gangguan Kamtibmas yang didominasi oleh kejahatan transnational crimes (narkoba, illegal treding, smuggling, logging dan mining) serta kejahtan konvensional lainnya.

“Namun nilai tersebut merupakan langkah pro-aktif Polda Kalbar dalam rangka cipta kondisi khususnya menghadapi seluruh rangkaian agenda nasional yang terselenggara di Kalimantan Barat,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi  Didi Haryono.

Dia menjelaskan, berbagai langkah strategi yang diterapkan oleh Polda Kalbar Berkibar. Dalam menjaga kondusifitas Kamtibmas dan mencegah radikalisme di era globalisasi guna mendukung pembangunan daerah adalah dengan mengedepankan pro-aktif kepolisian yang promoter, dituangkan dalam wujud Program Polda Kalbar Berkibar. Hal itu juga seiring dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dalam point 5 dan 6 dimana aspek prosperity seiring dengan aspek security dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat melalui percepatan pembangunan infrastruktur dan perbaikan tata kelola pemerintahan.

“Peguruan tinggi sebagai mitra mengingat mahasiswa dipandang sebagai kekuatan demokrasi sekaligus kekuatan intelektual masyarakat yang jika diberdayakan dengan optimal dapat memberikan akselerasi penciptaan Kamtibmas yang lebih kondusif di Kalimantan Barat dan akan menular di seluruh provinsi,” kata dia.

Tidak hanya itu, tentu saja ada peran mahasiswa yang diharapkan agar kemitraan ini berjalan sukses. “Kami berharap mahasiswa dapat menjadi sosial control bagi Polda Kalbar yang senantiasa memberikan masukan konstruktif demi terciptanya Polri Polda Kalbar yang jauh lebih baik,” kata dia.

Dalam mendukung program pemerintah Nawacita, khususnya pada Cita pertama yaitu: menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara; dan pada Cita kedelapan, yaitu: melakukan revolusi karakter bangsa, serta untuk mendukung terwujudnya visi Polri 2015-2019, yaitu: mewujudkan Polri yang makin profesional, unggul dan dapat dipercaya masyarakat guna mendukung terciptanya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian dengan berlandaskan semangat gotong royong.

“Serta berperan aktif mewujudkan Pembangunan Daerah, yang dituangkan dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), yang dituangkan dalam poin. Di antaranya, pembangunan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, peningkatan kesadaran hukum dan HAM, pengembangan system penanggulangan bencana, peningkatan perlindungan masyarakat, terbangunnya harmonisasi antar kelompok masyarakat,” kata dia dalam kuliah umum di Universitas Panca Bhakti Jalan Komodor Yos Soedarso, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, yang mengambil tema: “Peran Polda Kalbar Dalam Membangun Integritas Wawasan Kebangsaan di Kalangan Mahasiswa Guna Mendukung Harkamtibmas yang Lebih Kondusif”

Dia, kembali memberikan pemahaman empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yang terdiri dari Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Ke­satuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika. Kesadaran ke-Bhinnekaan Tunggal Ika dalam Berbangsa dan Bernegara merupakan perwujudan Pancasila, sehingga memandang bentuk Negara sebagai NKRI merupakan pemandangan yang final.

Dalam kesempatan itu juga para mahasiswa berdialog langsung dengan Kapolda Kalbar, berbagai hal disampaikan, diantaranya terkait Perbatasan, Narkoba, Karhutla, Tambang Emas, Lakalantas, Dana ADD dan beberapa hal lainnya.

“Maka strategi yang tengah dilaksanakan oleh Polda Kalbar dalam mengimplementasikan program Promotor Kapolri, yaitu dengan Program Polda Kalbar Berkibar (berkinerja dengan benar) Zero Ilegal dan Zero Tolerance,” kata dia.

 

 

Luangkan Waktu untuk Membaca

hamparan.info – Penyelenggaraan pelatihan bintara identifikasi, pelatihan Bintara penanganan radikalisme, pelatihan Bintara nautika, pelatihan Bintara/PNS golongan II alat komunikasi dan jaringan serta pelatihan Bintara tactical program pada dasarnya untuk meningkatkan kualitas sumber daya personel di lingkungan Polri.

Demikian hal itu dikatakan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi  Didi Haryono pada upacara penutupan pelatihan Bintara Polri jajaran Polda Kalimantan Barat, pada Jumat, 15 Maret 2019.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono menuturkan, walaupun dilaksanakan dalam waktu yang relatif singkat, namun diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan di bidang kepolisian. Sehingga sekembalinya dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Pontianak ini, peserta pelatihan dapat menunjukkan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat dengan berbekal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang sudah dipelajari.

“Kita menyadari bahwa pelatihan yang hanya enam hari ini, bila dikaitkan dengan tantangan tugas yang akan kita hadapi tentunya belumlah cukup. apalagi tahun ini merupakan tahun politik dimana kita akan menghadapi hajat besar yaitu pesta demokrasi dalam Pemilu 2019,” ujarnya.

Dia mengingatkan, harapan pimpinan Polri. Pengetahuan dan Keterampilan yang telah diterima selama pelatihan, hendaknya diterapkan di tempat tugas masing-masing.

“Sehingga dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari baik secara individu maupun kelompok,” kata dia.

Untuk memiliki anggota Polri yang berkualitas, ada empat hal yang harus dipenuhi. Di antaranya adalah adanya motivasi baik dari dalam maupun dari luar individu, latar belakang pendidikan yang memadai, pelatihan yang disesuaikan dengan tantangan tugas serta kesejahteraan yang mampu memenuhi kebutuhan dasar setiap individu anggota.

“Dalam peningkatan kesejahteraan Polri, pimpinan telah berupaya salah satunya melalui program remunerasi yaitu penggajian berbasis kinerja. Sedangkan untuk menghadapi tantangan tugas ke depan, polri telah memprogramkan pelatihan secara periodik seperti yang kita laksanakan saat ini,” kata dia.

Dia berharap, para Bintara terus meningkatkan pengetahuan yang sudah didapat. Caranya adalah gunakanlah waktu luang untuk membaca buku petunjuk dan kuasailah informasi.

“Ini penting. Karena kita tidak ketinggalan informasi yang ada, baik kebijakan pimpinan Polri maupun peraturan-peraturan yang ada sebagai landasan pelaksanaan tugas, sehingga dapat memberikan perlindungan serta menciptakan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, perubahan yang terjadi di berbagai aspek kehidupan masyarakat, menyebabkan timbulnya tantangan tugas Polri yang semakin berat dan kompleks. Hal ini terlihat dari munculnya berbagai potensi kerawanan dalam berbagai kehidupan masyarakat. Baik di tingkat daerah maupun di tingkat pusat.

“Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan teknologi khususnya bidang informasi, berdampak pula kepada munculnya kejahatan berdimensi baru dengan modus operandi yang canggih dan sulit pembuktiannya,” kata dia.

Dia mengingatkan, untuk mengantisipasi ancaman dan gangguan serta tantangan tersebut, maka kita wajib meningkatkan keterampilan melalui berbagai pelatihan.

“Seperti yang kita laksanakan saat ini. Para peserta pelatihan memiliki cakrawala dan wawasan pengetahuan yang luas di bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Dia berharap, kepada para personel Bintara untuk terus meningkatkan kemampuan. Baik pada aspek kognitif (intelektual) maupun psikomotorik (skill) dengan membaca berbagai literatur.

“Pertajam kepekaan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di tengah masyarakat. Cepat mengambil sikap dan cepat menyesuaikan perubahan yang ada. Tingkatkan kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat untuk membangun kemitraan yang efektif. Sehingga dapat mewujudkan kesadaran, ketaatan hukum dan partisipasi masyarakat yang tinggi dalam Harkamtibmas,” kata dia.

Budaya Menabung Sejak Usia Dini

hamparan.info – Dalam Rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke–55 Dharma Pertiwi Yayasan Kartika Jaya Koordinator XLIII Yonif 631/Atg, bekerjasama dengan pihak BRI Cabang Palangka Raya menggelar acara Kegiatan Gemar Menabung Usia Dini, di Taman Kanak Kanak Kartika XVII-26 Mayonif R 631/Atg Jalan Tjilik riwut KM 1, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Bayu Yudha Pratama, mengajak murid murid TK Kartika XVII-26 berkunjung ke Kantor Cabang BRI Palangka Raya, serta memberikan sosialisasi pelajaran praktek cara menabungkan uang ke dalam buku tabungan Bank BRI dan cara menggunakan ATM. Para murid murid TK Kartika XVII-26 Yonif 631/Atg, tampak begitu antusiasnya karena dapat mencoba sendiri.

“Mengajarkan menabung dimulai sejak usia dini adalah hal yang positif, kalau sudah terbiasa menabung berarti mengajarkan anak untuk berhemat, apabila sudah besar kebiasaan itu sudah tertanam,” kata Bayu Yudha Pratama.

Selain itu, sebagai imbauan kepada orangtua/wali murid, mengajarkan untuk menabung pada anak bukan hanya di sekolah, tetapi peran orangtua di rumah jauh lebih baik untuk mulai mengajarkan menabung pada anak-anaknya di usia dini.

Bagi-bagi Inspirasi Menulis dari Mahasiswa IAIN Pontianak

Menulis itu mudah

hamparan.info – Banyak hal positif yang dapat dilahirkan dalam aktivitas menulis. Selain membantu menyampaikan informasi, proses menulis juga membantu merawat ingatan dan nalar seorang penulis.

Lembaga Pers Mahasiswa IAIN Pontianak melalui kanalnya, WARTA TV , Segmen Bagi-Bagi Inspirasi episode 1 mengangkat judul Menulis untuk Keabadian. Mewawancarai Sulistio, Mantan Ketua Divisi Penerbitan, Pemimpin Redaksi WARTA priode 2017-2018, Redaktur Pelaksana WARTA 2018-2019. Juga pendapat Imam Maksum, Pemimpin Redaksi WARTA 2018-2019.

Pada video tersebut ditampilkan bagaimana makna menulis yang diutarakan oleh dua mahasiswa prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, IAIN Pontianak. Mereka berdua juga berbagi tips dan trik bagaimana mulai menulis di era millenial sekarang.