Berikut Tempat yang Wajib Disinggahi di Pontianak

Karaton Kadariyah Pontianak

hamparan.info – “Kalau sudah minum air Sungai Kapuas,  maka kau akan kembali lagi ke Kalimantan”.Begitulah bunyi pepatah tua yang sering terdengar di Kota Pontianak, kalimantan Barat.

Kota Pontianak salah satu kota yang masih menyimpan situs sejarah dan kebudayaan lokal. Selain itu, Kota Mempawah yang merupakan kabupaten hasil pemekaran Pontianak, pun sebuah daerah yang wajib dikunjungi para wisatawan kalau ingin bicara tentang peninggalan sejarah.

Berikut beberapa tempat yang harus dikunjungi wisatawan lokal maupun turis luar negeri jika datang ke Pontianak, seperti  dilansir dari gomuslim.co.id

Mempawah Mangrove Park

Bicara soal pesisir, di Desa Pasir, Mempawah, ada ekowisata mangrove yang menjadi ikon kota ini. Orang mengenalnya dengan Mempawah Mangrove Park (MMP). Saat saya berkunjung, di tempat itu sedang ada MMP Festival 2018. Perhelatan hari jadi MMP yang ke-2 tahun. Suasana meriah karena dihadiri oleh peserta Summercamp dari perwakilan mahasiswa 4 negara (Taiwan, Malaysia, Brunei, dan China) yang diselenggarakan oleh Universitas Tanjung Pura, Pontianak.

MMP Festival 2018 berlangsung selama 4 hari 3 malam yang juga disemarakan dengan berbagai atraksi perlombaan rakyat seperti panjat pinang dan tepuk bantal. Ada pula Forum Group Discussion (FGD) yang melibakan tokoh aktivis dan komunitas lingkungan membicarakan isu lingkungan dan perjuangan masing-masing tokoh dalam membentuk Ekowisata di daerahnya.

MMP memiliki jalur trekking mangrove yang ikonik, masyarakat menyebutnya dengan jembatan pelangi karena dicat warna-warni. Ada pula ikon-ikon lainnya seperti spot foto instagramable berbentuk matahari, kupu-kupu, dan menara pandang yang menjadi ciri khas ekowisata mangrove.

Fasilitas di ekowisata juga cukup lengkap, tersedia toilet, kantin, taman baca/perpustakaan, tempat bermain anak, dan pendopo. Karena itu, MMP menjadi objek wisata andalan di Mempawah. Bahkan, tiap akhir pekan MMP ramai dikunjungi oleh ratusan wisatawan. Harga tiket masuk Rp 5.000/orang.

Istana Amantubillah

Tak jauh dari objek wisata Mempawah Mangrove Park, saya berkunjung ke Istana Amantubillah yang artinya “Aku beriman kepada Allah”, terletak di samping jembatan gantung sungai Mempawah yang terkenal di Desa Pulau Pedalaman, Kecamatan Mempawah Timur. Istana Melayu Islam ini memiliki arti dikenal dengan kepemimpinan Opu Daeng Menambun dari kerajaan Matan.

Arsitektur bangunan di Istana Amantubillah kental dengan kerajaan Melayu kuno, berbentuk rumah panggung yang memanjang yang berbahan dasar kayu Belian. Di dalam ruangan terdapat berbagai benda-benda peninggalan sang raja. Nuansa kuning hijau mendominasi ornamen sebagai lambang kejayaan. Uniknya, Istana Amantubillah memiliki dua meriam yang konon katanya melahirkan satu meriam kecil, ada pula panji-panji peninggalan raja dan keramik tua.

Sementara, tak jauh dari istana, ada masjid bersejarah bernama Masjid Jami’atul Khair. Masjid Jamiatul Khair merupakan salah satu masjid tertua di Mempawah yang dibangun pada 1906 oleh Panembahan Menpawah Panembahan Mohammad Atufik Akamaddin. Arsitektur di atas kubah masjid  berbentuk tempayan kendi karena merupakan amanah dari sang raja. Masjid ini menjadi saksi perkembangan Islam di Mempawah.

Tugu Khatulistiwa, Istana Kadriah, Masjid Mujahidin dan Museum Kalimantan Barat

Berkunjung ke Kalimantan Barat tidak lengkap kalau belum ke tugu khatulistiwa, saat di Pontianak saya berkunjung ke tugu khatulistiwa yang merupakan simbol ikonik Pulau Kalimantan yang menadakan Indonesia terletak di garis khatulistiwa.

Tugu khatulistiwa memiliki peristiwa titik kulminasi Matahari yang terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September setiap tahunnya yang dikenal dengan Estical, fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi.

Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan “menghilang” beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain di sekitar tugu. Peristiwa alam ini menjadi event tahunan kota Pontianak yang menarik kedatangan wisatawan.

Istana Islam Kadriah 

Tidak jauh dari tugu khatulistiwa ada kerajaan Islam bernama Istana Kadriah. Pendirian Istana Kadriah dilakukan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie, keturunan Rasulullah dari Imam Ali ar-Ridha yang dibangun pada 1771 M. Terletak tepat di persimpangan sungai, yakni Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil dan Sungai Kapuas.

Syarif Abdurrahman Alkadrie melakukan penyebaran Islam di Pontianak. Sama seperti Istana Amantubillah, Istana Kadriah didominasi arsitektur melayu kuno yang kental dengan warna kuning. Berbentuk rumah pangung dengan pondasi kayu berlian.

Salah satu yang menarik dari istana kadriah adanya cermin seribu bayangan yang jika kita bercermin di depan maka banyangan kita akan nampak berjumlah ratusan ke belakang. Ada pula masjid tertua bernama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman Pontianak yang tidak jauh dengan Istana Kadriah.

Berrsitektur melayu kuno, masjid ini masih mempertahankan arsitektur dan pondasi alami tapa ada perombakan, sehingga masuk ke dalam cagar budaya.

Di sekitar masjid terdapat pemukiman warga yang masih memiliki keturunan dengan Sultan Alkadrie, mereka diberi gelar sebagai syarif dan syarifah yang menandakan bahwa mereka masih keturuna sultan.

Masjid Raya Mujahidin Kalbar

Setelah menyusuri kerajaan melayu Islam, saya berkunjung ke masjid terbesar di Kota Pontianak, yaitu Masjid Raya Mujahidin yang terletak di Jalan Ahmad Yani. Masjid ini merupakan landmark Islami di Kota Pontianak.

Bangunan masjid merupakan hasil renovasi pada tahun 2015, terlihat megah dan bernuansa Arab dengan sentuhan arsitektur Masjid Nabawai. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas publik seperti aula serbaguna untuk pertemuan atau pernikahan.

Tidak jauh dari masjid saya berkunjung ke Museum Kalimantan Barat. Tempat ini menyimpan  informasi yang berkaitan dengan sejarah peradaban Suku Melayu dan Dayak yang menjadi suku asli masyarakat di Kalimantan Barat. Terdapat berbagai informasi seputar budaya lokal, kerajinan tenun, dan benda bersejarah lainnya. Harga tiket masuk Rp 6.000, buka mulai hari Selasa sampai Kamis mulai pukul 08.00-16.00. Sementara pada Jumat hingga Minggu, tutup lebih cepat satu jam. Museum ini libur setiap Senin dan pada saat libur nasional.

Kuliner Khas Pontianak

Setelah puas mengunjungi tempat besejarah, tak lengkap rasanya jika belum menikmati kuliner khas pontianak. Di Jalan Tamar No. 3 ada tempat makan bernama Gleam Cafe yang menyajikan menu makanan dan camilan khas Pontianak. Saya mencicipi Chaikue, khas kue tradisional Pontianak. Chaikue memiliki isian rebung, kacang hijau, dan tongcai. Dinikmati dengan cocolan saus yang rasanya asam tapi segar, untuk satu porsi bersisi 10 dibandrol dengan harga Rp 11.000. Ada juga Kue Hebi yang terbuat dari tepung beras ditaburi abon yang gurih, untuk 1 kue seharga Rp 5.000.

Sedangkan menu utama yang khas ada Ikan Nila Asam Pedas, dilengkapi dengan nanas, kuahnya lebih kental dibanding pindang pada umumnya. Udang gala telur asin juga menjadi andalan di cafe ini. Rasanya gurih dan crispy, satu porsi isi 5 ekor udang dihargai Rp 40.000.

Kedai Kopi Aming dan Oleh-Oleh Pontianak

Kaum laki-laki di Pontianak sangat menyukai kopi. Maka tak heran hampir sebagian warung kopi di Pontianak tidak pernah sepi pengunjung. Apalagi jika malam, Anda harus datang lebih sore untuk dapat menikmati Kopi Aming malam hari yang terkenal.

Warung Kopi Amning terletak di Jalan Ketapang yang selalu dipenuhi oleh para pecinta kopi. Kopi Aming memiliki ciri khas biji kopi robusta yang nikmat hasil racikan sang pemilik, Limin Wong atau yang akran disapa Aming. Sebagai oleh-oleh anda bisa membeli bubu kopi yang dijual dengan berbagai ukuran. Untuk ukuran 200 gr dibandrol Rp 14.000. Buka pukul 06.00 hingga 23.00.

Tak hanya oleh-oleh Kopi Aming yang khas. Pontianak juga dikenal dengan Kue Bingke Fajar yang gurih dan lezat, kerupuk amplang, kerupuk kuku macan, olahan lidah buaya dan souvenir syal kain motif Melayu dan dayak yang dapat ditemui di Pusat Oleh-Oleh Pontianak (PSP) di Jalan Patimura No. 58, buka mulai pukul 09.00 hingga 20.00.

Mari berkunjung ke Pontianak, menelusuri jejak sejarah Islam Melayu dan mencicipi kuliner khasnya yang enak bercitarasa Melayu. Tunggu cerita perjalanan saya selanjutnya di Jelajah Nusantara

Asyiknya Santai Ngopi di Warung Kopi Aniew

Warung Kopi Aniew

hamparan.info – Menikmati kopi sambil berselancar dengan internet gratis ala warung kopi sering kita jumpai diberbagai sudut Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Hanya saja, masih sedikit yang punya racikan kopi yang menggugah selera dan punya citarasa khas.

Namun begitu, keberadaan warung kopi yang punya rasa kopi yang khas daerah dan wifi super cepat ini mungkin belum banyak diketahui. Salah satunya Warung Kopi Aniew di Jalan Merapi No.177, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak.

Warung Kopi Aniew dilihat dari segi interior mungkin terlihat biasa. Tidak jauh berbeda dengan desain interior warung kopi pada umumnya. Namun, dari segi kualitas kopi, Warung Kopi Aniew bisa dikatakan juara.

Apa sebab? Sensasinya. Ketika dihirup kopinya, sangat terasa di lidah. Di tambah lagi dengan fasilitas internet gratis dengan kecepatan stabil. Nyaman, ramah, murah senyum, seperti keluarga. Sedap lah. Mantap.

https://www.youtube.com/watch?v=XlMP5ior8W0

 

Di Kubu Raya, Ada Wisata Militer

hamparan.info – Kompi Kavaleri 12/ Macan Dahan Chakti menerima kunjungan dari Gugus Depan IV Simpang Mandong, SDN 11 Selesung, SDN 24 Tuan dan SDN 12 Pandan Sembuat, dari Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau yang melaksanakan Wisata Militer dengan mengunjungi satuan Kikav 12/MDC di Jalan Adi Sucipto, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Komandan Kompi Kaveleri 12/MDC Kapten Kavaleri Eka Teguh Wijaya mengatakan, kegiatan ini ditujukan untuk mengenalkan satuan serta mengenalkan dunia militer kepada masyarakat, khususnya kepada anak anak, menanamkan jiwa patriotisme dan nasionalisme kepada anak-anak sejak usia dini. Sehingga mereka dapat melihat secara langsung kegiatan sehari-hari TNI yang mempunyai tugas utama mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kegiatan dimulai dari pengenalan senjata, atribut satuan, outbound, alutsista dan sesi tanya jawab, makan bersama dan diakhiri foto bersama.

“Kami sangat senang dengan kedatangan kunjungan SD kec. Tayan hulu karena laporan dari Guru disana banyak anak yang putus sekolah. Sehingga kedatangan ke kikav 12/MDC dapat memotivasi anak-anak agar tidak putus sekolah sehingga dapat mendaftarkan diri menjadi TNI,” kata Komandan Kompi Kaveleri 12/MDC Kapten Kavaleri Eka Teguh Wijaya.

Sementara itu, Wali Kelas SD 11 Rubina, menilai kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan jiwa cinta tanah air, dan menumbuhkan rasa bangga sebagai anak indonesia serta cinta TNI. Menambah wawasan dan mendidik kedisiplinan, diharapkan anak anak termotifasi menjadi TNI.

Kegiatan dipimpin olehKomandan Kompi Kaveleri 12/MDC Kapten Kavaleri Eka Teguh Wijaya ini berjalan dengan lancar, walaupun dilaksanakan cukup singkat, namun kesan yang ditimbulkan sangatlah positif serta sangat berkesan bagi siswa siswi.

Arkind Berbagi Makanan Gratis untuk Kemanusiaan

Gerobak bertuliskan berbagi rasa berdiri tegak di samping Cafe Secangkir Cafein Jalan Danau Sentarum, Pontianak

hamparan.info – Gerobak bertuliskan berbagi rasa berdiri tegak di samping Cafe Secangkir Cafein Jalan Danau Sentarum, Pontianak. Gerobak dengan panjang sekitar 50 cm dengan lebar mencapai 100cm itu tampak seperti gerobak pada umumnya di pinggir jalan. Ada puluhan bungkus makanan yang tersusun di atasnya. Ada juga yang dikemas dalam kotak makanan berwarna putih.

Namun bukan untuk dijual, melainkan makanan-makanan itu akan dibagikan secara percuma. Adalah Aksi Relawan Kemanusiaan Indonesia yang berada di balik gerobak makanan itu.

Seperti di lansir dari akun instagram @ARKIND.2018 . Postingan tersebut bertuliskan Assalamualaikum Wr Wb…
Salam kemanusiaan… Kembali Hari ini Jum’at 15 Februari 2019 Gerobak Berbagi Rasa ARKIND Menyediakan Makanan Gratis dari Para Donatur untuk siapa saja yg membutuhkan
Silahkan datang ke Gerobak Berbagi Rasa,
Jl.Danau Sentarum tepat nya di Kedai Secangkir cafe’in depan Bank BRI Pontianak. Postingan itu juga dilengkapi  tagar #gerobakberbagirasa dan #aksirelawankemanusiaanindonesia.

Dalam postingan tersebut juga menampilkan foto seorang pria bertopi hitam dengan kaos hijau tengah memasukkan makanan ke dalam plastik hitam. Hingga saat ini, belum diketahui jelas nama pria tersebut.

Festival Cap Go Meh Masuk Top 100 Calender of Event Kemenpar

Festival Cap Go Meh di Singkawang Kalimantan Barat masuk dalam Top 100 Calenderof Event (CoE) Kementerian Pariwisata

hamparan.info – Festival Cap Go Meh di Singkawang Kalimantan Barat masuk dalam Top 100 Calender of Event (CoE) Kementerian Pariwisata. Oleh karenannya, festival ini menjadi agenda wajib bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Menariknya, Festival Cap Go Meh Singkawang memiliki berbagai macam atraksi yang membedakan dari festival Cap Go Meh pada umumnya.

Menjadi satu paket dengan Perayaan Tahun Baru Imlek 2570, Festival Cap Go Meh 2019 dibuka 3 Februari 2019 lalu. Deretan atraksi terbaiknya akan digelar mulai dari pentas seni dan budaya, live musik dari artis nasional, atraksi tatung, expo Cap Go Meh, hingga atraksi 12 naga. Lokasinya terdapat di beberapa titik Kota Singkawang. Mulai Lapangan Kridasana hingga Pusat Kota Singkawang. Mulai 5 Februari hingga 19 Februari 2019.

BACA Cap Go Meh 2019 di Singkawang Jadi Daya Magnet

Yang paling ditunggu adalah parade para tatung Dayak-Tionghoa. Setiap tahun ada lebih dari 500 tatung berparade sambil memamerkan kesaktiannya. Tatung merupakan sosok manusia yang menurut beberapa kepercayaan sedang dirasuki roh dewa. Kata ‘tatung’ sendiri berasal dari Bahasa Hakka, yang berarti roh.

Di perayaan Festival Cap Go Meh 2019, akan ada pemecahan rekor MURI replika Singa Raksasa berukuran 8,8 meter. Pemecahan rekor MURI juga sudah berlangsung setiap tahunnya.

BACA Cicipi Rujak Berbumbu Ebi Khas Singkawang

Tahun lalu festival menyertakan 9 Replika Naga. Sepasang singa ini sudah dipersiapkan sejak empat bulan lalu menggunakan bahan styrofoam oleh putra daerah Kota Singkawang. Sedangkan angka 8 dari ukuran singa tersebut lantaran angka 8 merupakan angka sempurna.

“Lalu yang bagusnya lagi, replika tersebut yang buat orang-orang disabilitas di sana. Ini perlu diapresiasi sehingga menjadi tontonan yang menarik,” kata Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar Esthy Reko Astuti di Jakarta, seperti dilansir dari sinarharapan.net .

Kemeriahan dilanjutkan dengan Festival Pawai Lampion. Lazim digelar malam hari. Festival Pawai Lampion ini menjadi fenomena dengan keindahan warnanya. Usai menikmati warna warni lampion, wisatawan diajak menikmati nuansa religi di Kota Singkawang.

BACA Mempawah Mangrove Festival 2018 Ajak Selamatkan Perisai Hijau Kalbar

Prosesi Tolak Bala oleh para Rohaniawan atau Tatung diberikan pada 18 Februari 2019. Berikutnya, ada prosesi Sembahyang Dewa Langit (Ket Sam Thoi). Kedua sub event ini digelar di Kota Singkawang. Nuansa religi ini juga ikut menegaskan status Singkawang sebagai Kota Seribu Kelenteng.

Perayaan puncak festival akan digelar 19 Februari 2019. Festival Cap Go Meh menyajikan aksi-aksi unik dari para Tatung. Aksi ini bisa dinikmati di sepanjang jalan utama Kota Singkawang. Ada juga Altan dan Lelang, lalu prosesi ditutup dengan pembakaran Replika 12 Naga di Vihara Buddhayana Roban (Chai Thong).

“Festival Cap Go Meh ini venue terbaik untuk berlibur. Daya tarik yang ditawarkan sungguh luar biasa. Selain atraksinya, wisatawan juga bisa menikmati beragam kuliner khas Singkawang. Sebab, festival ini juga memiliki stand kuliner Singkawang. Untuk aksesibilitas, jalan menuju Singkawang ini sangat bagus. Jalannya lebar dan mulus. Ini memang sudah menjadi komitmen Presiden Joko Widodo,” kata Esthy Reko Astuti yang juga Ketua Tim Pelaksana CoE Nasional Kemenpar.

Aksesibilitas dan amenitas juga sudah dipersiapkan oleh pemerintah daerah Singkawang. Aksesibilitas menuju ke Kota Singkawang juga sangat mudah. Bila melalui jalur darat, wisatawan pun bisa menggunakan bus Damri dari Bandara Supadio, Pontianak. Tarif yang ditawarkan sekitar Rp100 Ribu sekali jalan. Total ada 5 armada yang disiapkan dengan interval keberangkatan pukul 09.00, 11.00, 12.00, 13.00, dan 14.00 WIB.

Bagi para wisatawan asal Malaysia maka aksesibilitasnya jauh lebih sederhana. Mereka bisa menempuh jalur darat langsung dari Kuching menuju Singkawang melalui pintu PLBN Aruk di Sambas, Kalbar. Lalu, bagaimana dengan amenitas? Ada beragam hotel yang ditawarkan Kota Singkawang. Sebut saja Hotel Swiss-Belinn Singkawang dengan rate Rp800 Ribu semalam. Begitu juga dengan Hotel Airy Singkawang Tengah Salam Diman 129 dengan banderol Rp261 Ribu per malam. Untuk hotel dengan harga di bawah Rp200 Ribu diantaranya, Wahana Inn, Astina Graha, juga Airy Graha Wahana.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, juga mengatakan, Cap Go Meh ini festival luar biasa. Dengan eksotisme yang ditawarkan, event ini selalu sukses menarik kunjungan wisatawan dalam jumlah besar. Sehingga dapat menarik wisatawan dari wilayah perbatasan seperti Taiwan, Tiongkok ataupun Malaysia.

“Pariwisata perbatasan dilakukan dengan menggarap pasar di wilayah perbatasan NKRI berpotensi lebih banyak dikunjungi wisman dari negara tetangga karena memiliki kedekatan (proximity) secara geografis. Mereka juga memiliki kedekatan kultural/emosional yang membuat pariwisata perbatasan lebih mudah dikunjungi,” kata Menpar Arief Yahya.

Cicipi Rujak Berbumbu Ebi Khas Singkawang

hamparan.info – Bicara soal kuliner tidak ada salahnya mencolek Kota Singkawang. Kota yang dikenal dengan kota seribu klenteng ini menyimpan beragam kuliner khas akan citarasanya. Salah satu di antaranya adalah rujak buah. Meskipun sering dijumpai di kota-kota lain, rujak racikan Singkawang ini sungguh menggugah selera.

Rujak adalah makanan yang dibuat dengan berbagai macam bumbunya. Tetapi rujak yang satu ini bisa bikin ketagihan. Pilihan buah segar dengan siraman bumbu kacang dan ebi halus sungguh menggoda selera.

BACA Lima Tempat Wisata Unik di Dunia, Salah Satunya Taman Nereka 

Untuk mencicipi rujak ini, anda hanya perlu berkendara selama tiga jam dari Kota Pontianak, Ibukota Provinsi Kalimantan Barat. Kota ini ternama karena banyak klenteng dan juga atraksi budayanya. Selain unik, tiap kelenteng juga punya sejarah menarik.

Dikutip dari laman food.detik.com menjelang sore hari, jika ingin ngemil, selain bakso sapi ada rujak buah yang tidak kalah enak. Banyak orang merekomendasikan rujak buah Thai Phui Ji yang terletak di Jl. Salam Diman. lebih tepatnya di sebuah gang kecil. Masyarakat menyebutnya rujak gang Puskesmas. Jika masih bingung menemukan lapaknya, anda bisa gunakan google maps supaya mempermudah.

BACA Ini Tempat Destinasi Wisata Edukasi di Kalbar

Lokasinya di mulut sebuah gang antara dua rumah dan gerobak tempat meraciknya ditutup dengan tenda bertulisan ‘Rujak Thai Phui Ji’. Karenanya mudah dikenali. Konon di akhir pekan dan hari libut nyaris dipenuhi pengunjung.

Kalau mau makan di tempat, bisa langsung menuju meja kayu panjang. Tinggal menyebut jenis buah yang dipesan. Mau rujak buah campur, rujak mangga, rujak pecel, bubur teri atau sop bihun teri.

Karena ingin ngemil yang segar, maka kami memesan rujak buah dan rujak pecel. Beberapa pembeli masih mengantre giliran dilayani. Sambil memanti rujak diracik kami tak melewatkan camilan favorit di sini. Bingka dan opak yang diolesi sambal rujak atau lim mui kerupuk. Juga ada lim mui pepaya atau mentimun, potongan panjang pepaya/mentimun diolesi bumbu rujak.

Rujak Thai Phui Ji : Segar Gurih Rujak Berbumbu Ebi Khas SingkawangBingka yang beraroma harum pandan disiram saus gula aren dengan taburan kelapa parut. Foto: detikfood

Kue bingkanya ditaruh dalam kotak plastik dalam bentuk potongan sekitar 5x3x2 cm. Tinggal ambil sebanyak yang diinginkan. Taruh di piring kecil. Tambahkan kelapa parut disesiakan dalam kotak besar lalu tinggal dikucuri saus gula aren yang ditaruh dalam pitcher atau jug plastik. Sistem self service ini yang terasa lebih memuaskan.

Warna bingka dari tepung beras dan daun suji pandan ini hijau tua sedikit kecokelatan. Teksturnya lembut dengan wangi pandan yang sedap. Saus gula arennnya tak terlalu manis. Legit alami dengan aksen sedikit asam khas gula aren. Kelapa parutnya juga pas, tidak terlalu tua atau terlalu muda.

Dalam sekali makan bisa 2 bingka ludes karena lembut legitnya. Sementara opak atau kerupuk ubi (lim mui kerupuk), diolesi bumbu rujak kecokelatan kental dengan taburan ebi sangrai yang dihaluskan. Kriuk, manis gurih rasanya, tak ada rasa pedas berlebihan.

Rujak Thai Phui Ji : Segar Gurih Rujak Berbumbu Ebi Khas SingkawangKerupuk ubi dengan olesan bumbu rujak dan taburan ebi bubuk Foto: detikfood

Rujak buahnya (Rp 15.000) disajikan dalam deep plate kecil dengan tumpukan irisan buah yang menjulang. Dibagian atasnya diberi beberapa emping goreng yang lebar tipis. Isiannya tak beda jauh dari rujak buah biasa. Irisan nanas, bengkuang, mangga, jambu dan pepaya.

Bumbu rujak yang royal nyaris menutupi buah-buahnya. Ada taburan bubuk ebi yang dihaluskan. Meski warnanya cokelat gelap, rasa bumbu rujak tak terlalu manis, ada jejak terasi dan rasa renyah kacang yang dicincang kasar bikin rujak makin enak. Ditambah gurih ebi segar terasi makin spesial. Emping yang lebar tipis pun jadi pelengkap yang pas.

Rujak Thai Phui Ji : Segar Gurih Rujak Berbumbu Ebi Khas SingkawangRujak aneka buah disiram saus kental dan ditaburi ebi bubuk. Foto: detikfood

Rujak Sayuran (Rp 15.000) tampilannya tak jauh beda. Hanya saja isiannya sayuran. kangkung, rebung, kacang panjang, pakis, dan tauge serta bihun. Setellah diaduk jadi satu rasanya manis gurih segar. Tak seperti pecel Jawa, tak ada rasa bawnag putih dan kencur. Jadi memang melulu rujak sayuran saja.

O, ya soal nama warung, Thai Phu Jie menurut A Kian, sang pemilik warung, merupakan panggilan populer dirinya yang artinya Aci atau Cik Gendut. Karena wanita ini bertubuh subur dan selalu ramah menyapa pelanggannya Rujak legendaris ini tak boleh Anda lewatkan jika ke Singkawang. Bisa jadi Anda ketagihan setelah mencicipinya seperti banyak pelanggannya.

Rujak Thai Phui Ji
Jalan Salam Diman No. 8, Condong
Singkawang Tengah
Kota Singkawang Kalimantan Barat

Cap Go Meh 2019 di Singkawang Jadi Daya Magnet

hamparan.info – Cap Go Meh merupakan rangkaian dari perayaan hari ke 15 terahir tahun Baru Imlek. Ini dirayakan oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia.

Di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, misalnya. Di kota seribu kelenteng itu sebagai salah satu kota dengan mayoritas penduduk Tionghoa tentu memiliki agenda tahunan yang akan menarik banyak wisatawan.

Seperti yang diwartakan jatim.tribunnews.com, setiap tahun menjelang Festival Imlek dan Cap Go Meh, Kota Singkawang akan dikunjungi banyak wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menyaksikan event tahunan ini.

Terlebih Festival Imlek dan Cap Go Meh sudah mendunia serta mendapatkan pengakuan dari UNESCO. Acara yang akan digelar pada 19 Februari 2019 mendatang memberikan pemasukan besar untuk Kota Singkawang, terutama dari pariwisata dan penginapan.

Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang, Supardiyana mengatakan, dari 37 hotel yang ada di Kota Singkawang, saat ini pemesanan kamar sudah mencapai 80 persen atau mendekati penuh.

Sementara kamar yang masih tersisa yakni Hotel Sahabat Baru, Hotel Singkawang, Hotel Palapa dan Hotel Bajau Beach. Diprediksi mendekati perayaan itu, semua hotel yang ada di Kota Singkawang tidak bakal mampu menampung lonjakan pengunjung yang ingin menginap.

Dikutip dari dari travel.kompas.com, Supardiyana mengimbau, kepada masyarakat Kota Singkawang, khususnya yang punya rumah dan masih memiliki kamar yang kosong bisa disewakan untuk dijadikan homestay.

Pada acara Cap Gomeh tahun 2019 Pemerintah Kota Singkawang akan pastikan tidak kalah meriah dari tahun tahun sebelumnya. Sebanyak 12 ekor replika naga akan ditampilkan demi memeriahkan acara Cap Gomeh tahun 2019 ini.

Ketua pembuatan 12 reflika Naga Bulan, Bong Sin Fo, mengatakan “Saat ini pembuatan 12 replika Naga Bulan sudah rampung atau mencapai 100 persen”. Disinggung mengenai target Rekor Muri, Bong Sin Fo mengatakan, jika Rekor Muri sebagai pembuat naga terbanyak sudah ada di tangan pihak Santo Yosep Singkawang Group pada tahun 2018.”

Replika naga akan di pindahkan satu persatu naga dari gudang penyimpanan ke tenda yang akan dijadikan stand Naga Bulan tepatnya di Jalan Alianyang (samping Singkawang Grand Mall), Setelah semuanya di pindah, barulah akan disusun agar kelihatan bagus dan rapi. Sesuai jadwal, ke-12 replika Naga Bulan ini akan mulai dipamerkan pada H-3 atau H-4 perayaan Imlek.

Ditampilkannya sebanyak 12 replika Naga Bulan pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh di tahun ini, hanya semata-mata bertujuan untuk memeriahkan Kota Singkawang dan mendukung Pemkot yang ingin menjadikan Singkawang sebagai salah satu destinasi wisata, khususnya melalui wisata budaya.

Setiap perayaan Cap Go Meh, tatung-tatung begitu mendominasi, namun dengan ditampilkannya replika naga dalam jumlah yang banyak (12 ekor) tentu akan menjadi daya tarik tersendiri dan juga menjadikan festival CGM lebih bervariasi lagi.

Lima Tempat Wisata Unik di Dunia, Salah Satunya Taman Nereka

Sudah punya list ingin berlibur ke mana saja saat weekend tiba?

hamparan.info – Sudah punya list ingin berlibur ke mana saja saat weekend tiba? Jika belum, tak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru dan unik. Nah, buat kamu yang hobi travelling rasanya wajib untuk mengunjungi beberapa tempat wisata yang tengah hist ini.

Di sana kamu bisa melihat sesuatu yang menakjubkan, aneh tapi menarik untuk dikunjungi. Ini dia lima tempat wisata yang harus kamu kunjungi, dilansir dari brightside.me yang seperti dikutip laman grid.id.

1. Beaujolais Nouveau Spa, Jepang

Di Yunessun Spa Resort, para tamu dapat bersantai dan berenang di bak mandi besar dengan sebotol anggur setinggi 3,6 meter. Selama itu, pengunjung dapat meremdam dirinya dalam kolam sangat.

2. Bubblegum Alley, California

Gang ini berada di San Luis Obispo dan tercipta pada tahun 1960-an.Dengan tinggi mencapai 15 kaki, dinding ini dilapisi permet karet dari turis dari seluruh dunia yang berkunjung.

3. Museum Avanos Hair, Turki

Museum ini dibuka pada tahun 1979 ketika seorang tukang pot lokal, Chez Galip, harus berpisah dengan teman wanitanya. Chez lalu meminta teman wanitanya untuk membawa sovenir agar ia bisa mengingatnya dan si wanita memberinya beberapa helai rambutnya.

Kemudian beberapa helai rambut itu Chez letakkan di dinding toko dan menceritakan kisahnya kepada beberapa pengunjung yang datang ke museumnya. Mendengar kisah itu, banyak wanita yang bersedih sehingga mereka meninggalkan beberapa helai rambut mereka juga untuknya. Saat ini, museum ini telah memiliki lebih dari 16.000 helai rambut wanita.

4. Carhenge, Nebraska

Carhenge terletak di dekat kota Aliansi. Tempat ini terbuat dari 38 mobil Amerika kuno, yang semuanya telah ditutupi cat abu-abu dan disusun dalam lingkaran. Tempat ini dibuat oleh seorang arsiteknya, Jim Reinders.

5. The Wang Saen Suk Hell Garden, Thailand

Nama lainnya adalah Thailand Hell Horror Park. Di sini, kamu benar-benar merasa seperti bertemu setan atau seperti masuk neraka. Sebab, Anda akan menemukan banyak patung-patung jiwa yang disiksa dan plakat yang memberi tahu dosa apa telah mereka lakukan.

Nah, bagaimana, Anda tertarik untuk mencoba?

Ini Tempat Destinasi Wisata Edukasi di Kalbar

 

Mempawah – Dalam satu hari Batalyon Kavaleri 12/Beruang Cakti kembali menerima kunjungan belajar dari siswa-siswi PAUD Sutita Kecamatan Siantan dan SDN 23 Kabupaten Mempawah.

Komandan Batalyon Kavaleri (Danyonkav) 12/BC, Mayor Kav Rinaldi Irawan, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi dan melatih kedisiplinan serta menambah wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air.

“Juga untuk menambah semangat belajar anak untuk meraih cita-cita mereka,” kata dia.

Dia bilang, satuannya seringkali menjadi destinasi wisata edukasi dan kegiatan outing pelajar dari sekolah-sekolah yang ada wilayah Kabupaten Mempawah dan Kota Pontianak.

“Ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Yonkav 12/BC dijadikan wadah proses pendidikan. Selain menambah wawasan para siswa mengenai profesi Prajurit TNI AD, harapannya kegiatan ini juga menumbuhkan rasa bangga dan cinta kepada tanah air,” katanya.

Anak-anak dari PAUD Sutita Kecamatan Siantan sebanyak 87 orang siswa dan guru pendamping sangat antusias mengikuti kegiatan kunjungan ke Yonkav 12/BC. Hal ini terlihat dari rasa ingin tahu siswa siswi ketika Prajurit Yonkav 12/BC memperkenalkan dan memperlihatkan peralatan dan persenjataan serta mengajarkan lagu dan yel-yel untuk membangkitkan semangat.

Hal yang sama juga dilakukan oleh 40 orang siswa serta guru dari SD Negeri 23 Kab. Mempawah, mereka juga sangat antusias mengikuti kegiatan kunjungan tersebut. Tampak keceriaan dan kegembiraan mereka saat menaiki tank milik Yonkav 12/BC.