Memukau, Penampilan Jazzlyn Pada Lomba Casual

hamparan.info -Namanya Jazzlyn Michelle Clarance Djimanto. Usianya 5tahun. Sekolah di Taman Kanak-kanak atau TK Town For Kids, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Ayah kandung Jazzlyn Michelle Clarance Djimanto bernama Ferry Djimanto berkata, lomba kali ini anaknya mengambil tema busana etnis Dayak dan Melayu. Tema casual tradisional Tidayu (Tionghoa/Dayak/Melayu)

Ferry Djimanto bercerita, bahwa anak kandungnya mengikuti kegiatan itu ada belasan sampai 20 kali.

“Udah ikut les modeling kurang lebih 1 tahun,” ujar Ferry Djimanto.

Persiapan pertama adalah kepedean dan mental anak. Setiap ada lomba, Ferry Djimanto menyiapkan kostum serta accessories seperti kalung, gelang, anting, hiasan rambut dan sepatu.

“Selain persiapan bagi anak, mamanya juga harus berkreatifitas untuk perpaduan baju dan siapin accessories,” kata Ferry Djimanto.

“Minggu lalu ikut di acara hari Kartini yg diselenggarakan di showroom mobil Wuling dan Trans Studio mini di Kabupaten Kubu Raya, Jazzlyn, meraih juara 1,” ucap Ferry Djimanto.

Ferry Djimanto berkata, untuk di showroom mobil Wuling dan Trans Studio mini Jazzlyn menggunakan pakaian busana adat Madura. “Dan hari ini perlombaan JEWITA, Jazzlyn meraih juara 2 dengan menggunakan pakaian busana Tidayu (Tionghoa, Dayak, Melayu) dan perlombaan tersebut dapat kita pilih untuk pakaiannya.. dan ternyata Jazzlyn memilih pakaian busana adat Dayak dan Melayu. Dan kita juga mendukung Jazzlyn mengikuti setiap perlombaan yg di adakan. Yang juara 1 anak usia 8 tahun,” ujar Ferry Djimanto.

“Dan tidak setiap perlombaan Jazzlyn selalu jadi pemenang. Yang namanya pasti ada yang kalah dan menang,” kata Ferry Djimanto.

Granat Nanas Ditemukan Warga Perbatasan Diserahkan ke TNI

hamparan.info – Penyerahan satu buah granat nanas kepada personel satuas tugas Kodam XII/Tanjungpura oleh warga bernama Pungah. Dia merupakan warga asal Dusun Sungai Enau, Desa Kaliau, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Granat nanas ini ditemukan secara tidak sengaja di tempat penyedotan pasir sungai di sana. Berdasarkan informasi dihimpun hamparan.info, pada Selasa, 27 Maret 2018 pukul 10.20 WIB di wilayah perbatasan RI-Malaysia itu sudah dilakukan penyerahan satu buah granat jenis nanas.

“Kondisi tua (granat nanas). Diperkirakan masih aktif. Sudah diserahkan kepada personil satuan tugas Kodam secara suka rela,” kata Pungah.

Adapun Kronologi penyerahan granat nanas ini, ketika Pungah sedang bekerja. Dia setiap hari rutin menyedot pasir sungai miliknya yang berlokasi di sungai di Dusun Sungai Enau, Desa Kaliau, Kecamatan Sajingan besar, Kabupaten Sambas.

Pada saat kegiatan sedot pasir, Pungah menemukan benda keras pada saat mencangkul tanah di pinggiran titik penyedotan. Setelah dilihat ternyata granat nanas. Lalu kemudian diambil dan diamankan di dekat pohon besar sekitar lokasi penyedotan pasir.

Atas temuan granat nanas itu, dia menyampaikan ke personel satuan tugas Kodam XII/Tanjungpura. “Berhubung sudah malam, ke lokasi untuk diperlihatkan,” kata dia.

Dengan sigap, personel satuan tugas pun segera ke lokasi yang dituju. Dan memberikan pemahaman serta pengertian agar granat yang ditemukan diserahkan kepada personel satuan tugas Kodam XII/Tanjungpura untuk diamankan. Sebab, granat nanas tersebut berbahaya apabila disimpan.

Dengan imbauan yang diberikan, dia bersedia menyerahkan dan selanjutnya menuju lokasi penyedotan pasir untuk melihat kondisi serta mengambilnya.

Penyerahan granat di laksanakan di lokasi penyedotan pasir dengan sukarela kepada personel satuan tugas. Selama proses penyerahan granat berjalan aman dan lancar.

Kondisi garanat yang ditemukan kemungkinan masih aktif dan tidak meledak sehingga terkubur ditepi sungai dalam waktu yang cukup lama. Penyerahan dan respon positif dari bapak Pungah kepada aparat keamanan adalah merupakan hasil penggalangan yang baik terhadap warga masyarakat sehingga warga memiliki kesadaran untuk memberikan informasi yang ada di lingkungannya. (HI-001)

Begini Kapolda Kalbar Hadiri Deklarasi Damai

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono

hamparan.info – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, mengajak semua lapisan masyarakat untuk lebih memahami arti pentingnya keberagaman. Hal ini penting guna memupuk persaudaraan antar sesama.

“Sebagai bentuk kecintaan kita terhadap tanah air, kebanggaan kita dalam ikut serta menjaga keamanan khususnya wilayah Kalimantan Barat,” ucap Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono.

Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono menjelaskan, secara singkat tentang keberagamaan di Kalimantan Barat baik suku ras dan agama serta kekayaan yang dimiliki. Hal ini yang harus dijaga bersama karena Kalimantan Barat merupakan suatu Provinsin yang langka dan harus kita banggakan.

Terkait Pilkada serentak tahun 2018 ini juga Kapolda Kalbar ‎ Irjen Pol Didi Haryono, mengimbau kepada seluruh hadirin agar tetap menjaga keamaan dengan cara tidak mudah terprovokasi oleh isu sara ataupun berita yang belum jelas sumbernya.

“Mari kita deklarasikan Anti Hoax, untuk menciptakan Pesta demokrasi 2018 di Kalimantan Barat berjalan aman dan lancar,” Irjen Pol Drs Didi Haryono, menegaskan.

Pada kesempatan ini juga Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs Didi Haryono, mengimbau agar anak – anak tidak ada yang terlibat dalam kasus narkoba baik sebagai pengguna atau penggedar, karena kasus yang paling tinggi saat ini merupakan tindak pidana Narkoba.

Kembali Irjen Pol Drs Didi Haryono, mengingatkan di tahun politik ini masyarakat harus lebih waspada terhadap informasi beredar sangat cepat melalui sosial media atau medsos. Teliti, cek, adalah kunci mengkonsumsi informasi. Jangan mudah terpancaing adanya sebaran informasi bohong.

“Mari cerdas gunakan sosmed. Bijak, adalah kewibawaan kita menelaah segala informasi. Ini penting,” demikian ‎Irjen Pol Drs Didi Haryono‎ berujar dan mengingatkan agar masyarakat cerdas memilah, memilih setiap informasi.

Untuk sekadar informasi, hari ini, Selasa, 27 Maret 2018, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, hadir dalam acara Forum Grup Diskusi (FGD) dengan tema Optimalisasi Peran Keuskupan Agung Pontianak Untuk Menciptakan Situasi Kamtibmas Yang Kondusif Pada Pelaksanaan Pilkada Tahun 2018 dan deklarasi damai oleh Keuskupan Agung Pontianak.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Yayasan Pengabdi Sekolah Suster Pontianak. Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Keuskupan atas kesempatan yang baik ini untuk berkumpul bersama dalam acara FGD dan Deklarasi Pilkada Damai. (**)

Lestarikan Budaya Lokal Persit Kartika Chandra Kirana Gelar Lomba Tari

Nyonya Tien Achmad Supriyadi

hamparan.info – Melestarikan budaya dapat dilakukan dengan banyak cara, seperti halnya perlombaan tarian daerah hal ini dilakukan Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XII/Tanjungpura, menggelar beragam jenis lomba, diantaranya, tarian daerah dan tari Tobelo dilaksanakan di Aula Makodam XII/Tanjungpura, Jalan Arteri Alianyang No.1, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

“Kegiatan perlombaan tarian daerah yang ada di wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah dan tari Tobelo ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke 72 Persit Kartika Chandra Kirana Tahun 2018,” ujar Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XII/Tanjungpura, Nyonya Tien Achmad Supriyadi.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XII/Tanjungpura, Nyonya Tien Achmad Supriyadi, Tujuan lomba tarian ini untuk meningkatkan rasa cinta kita kepada tarian daerah khas Indonesia dan mengasah kreatifitas Ibu-ibu Persit dibidang kebudayaan sehingga kita mampu menciptakan suatu kreasi baru yang berakar dari tradisi nusantara, khususnya budaya yang ada di wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

“Jadi lomba ini untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dan terbukti dengan adanya kegiatan lomba ini, bermunculan kreatifitas Ibu-ibu Persit dan kreasi baru seperti ini perlu dibudayakan,” kata Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XII/Tanjungpura, Nyonya Tien Achmad Supriyadi.

Sementara dalam lomba tersebut diikuti se-jajaran Persit Candra Kirana Daerah XII/Tanjungpura, dan mendatangkan dua juri dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gabriel, M.Si yang sudah Go Internasional sebagai juri satu lomba tari daerah, untuk juri dua Veronika, A.Md. Sedangkan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XII/Tanjungpura, Nyonya Tien Achmad Supriyadi juga sebagai juri kehormatan dalam acara lomba tari daerah dan tari Tobelo.

Sedangkan untuk juri pada lomba Tari Tobelo, selaku juri satu adalah Sri Mulyani dan juri dua Hamka, S.Pd serta Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XII/Tanjungpura, Ny. Helly Sulaiman Agusto sebagai juri kehormatan.

Untuk pemenang lomba Tari Daerah juara satu diraih nomor peserta 18 dari Persit Koorcabrem 121/Abw, juara dua nomor peserta 3 dari Persit Cabang X Rindam XII/Tanjungpura dan juara tiga nomor peserta 12 dari Ranting 4 Deninteldam XII/Tanjungpura. Sementara untuk juara harapan satu diraih oleh nomor peserta 8 dari Persit Cabang BS LI Kodim 1207/Berdiri Sendiri, juara harapan dua nomor peserta 7 dari Persit Ranting 3 Hubdam XII/Tanjungpura, untuk juara harapan tiga diraih oleh nomor peserta 17 dari Persit Ranting 3 Paldam XII/Tanjungpura.

Pemenang pada lomba Tari Tobelo, juara satu nomor peserta 12 dari Persit Ranting 4 Deninteldam XII/Tanjungpura, juara dua nomor peserta 18 dari Persit Koorcabrem 12/Abw, dan juara tiga nomor peserta 14 dari Persit Ranting 2 Bekangdam XII/Tanjungpura. Sedangkan untuk juara harapan satu nomor peserta 02 dari Persit Brigif 19/KH, juara harapan dua nomor peserta 03 dari Persit Cabang X Rindam XII/Tanjungpura, dan diurutan harapan ketiga diraih nomor peserta 01 Persit Ranting 5 Kesdam XII/Tanjungpura. (HI-001)

Dua Anggota Satgas Pamtas Kembali Bertugas

hamparan.info – Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XII/Tanjungura Kolonel Infanteri Tri Rana Subekti, S.Sos membenarkan saat dikonfirmasi bahwa, dua anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri (Yonif) 642/Kapuas telah kembali ke Indonesia yang sempat ditahan oleh Polis Diraja Malaysia (PDRM) Lundu Malaysia.

Kolonel Infanteri Tri Rana Subekti mengatakan, bahwa pada Senin 26 Maret 2018 tepatnya pukul 21.00 Wib dua anggota Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas telah kembali, yang sempat ditahan karena telah melanggar batas wilayah Malaysia saat melaksanakan tugas pengendapan menghadang pelaku penyelundupan barang ilegal dari arah Malaysia ke Indonesia beberapa hari lalu.

“Jadi pada hari ini, Senin 26 Maret 2018 tepatnya pukul 21.00 Wib, benar dua anggota Satgas Pamtas yaitu Kopda M. Rizal bersama Praka Subur Arianto sudah bergabung di Pos Pamtas yaitu Pos Lintas Batas Negara di Aruk, Sambas,” kata Kolonel Infanteri Tri Rana Subekti.

Kolonel Infanteri Tri Rana Subekti menerangkan, pelepasan dan pengembalian dua anggota tersebut dilakukan dari hasil kesepakatan dan kesepahaman antara pihak Polis Diraja Malaysia, Tentara Diraja Malaysia dengan Konjen dan ILO RI di Malaysia. Dimana sebelumnya dilakukan koordinasi antara pihak Indonesia yang diwakili oleh Konjen dan ILO dengan pihak Malaysia yaitu Polis Diraja Malaysia dan Tentara Diraja Malaysia.

Untuk kondisi personel dan alat persenjataan yang dibawa oleh dua anggota dikembalikan dalam kondisi baik. “Tidak ada kekurangan apapun, saat ini dua anggota sudah bergabung di Pos Jaga Pamtas yaitu di Pos Lintas Batas Negara, Desa Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat,” kata Kolonel Infanteri Tri Rana Subekti, dikutip dari keterangan yang diterima hamparan.info. (HI-001)

Satu Lagi, TNI Amankan Ratusan Botol Minuman Keras Malaysia

hamparan.info – Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Tri Rana Subekti, S. Sos mengabakarkan keterangan pers kepada awak media di Media Centre Kodam XII/Tanjungpura, Jalan Teuku Umar No. 47, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (21/3/2018). Bahwa Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri (Yonif) 123/Rajawali, telah mengamankan warga Negara Malaysia membawa ratusan botol minuman keras.

Dalam keterangan yang dikutip hamparan.info, Kapendam XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Tri Rana Subekti mengungkapkan, berdasarkan laporan dari Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 123/Rajawali Letkol Infanteri Akbar Nofrizal Yusananto, S.IP, pada Selasa, 20 Maret 2018, anggota Satgas Pamtas berhasil mengamankan warga negara Malaysia berinisial “GD” (47) membawa ratusan botol minuman keras beralkohol merk Benson dan King Way menggunakan kendaraan roda empat. Diduga akan diselundupkan ke wilayah Kecamatan Puring Kencana, Kabupaten Kapuas Hulu.

“GD, warga negara Malaysia yang berdomisili di Desa Batu Lintang, Serawak, Malaysia, membawa sebanyak 200 botol dalam 4 kardus merk Benson dan merk King Way sebanyak 168 kaleng dalam 7 kardus dibawa melalui jalan yang tidak syah (Jalan Tikus) tepatnya Jalan Desa Sei Mawang, Puring Kuncana, Kapuas Hulu,” ujar Kapendam XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Tri Rana Subekti.

Tri Rana Subekti menuturkan, GD sopir kendaraan roda empat, membawa ratusan botol minuman keras dengan modus disembunyikan dipaling bawah bersamaan membawa barang lainnya berupa sembako yang ditumpuk secara rapi diletakkan paling bawah dan ditutup dengan terpal. Kendaraan melintasi jalan tikus dari arah Desa Batu Lintang, Malaysia, menuju ke arah Desa Puring Kencana, jalan tersebut yang menghubungkan Indonesia-Malaysia.

“Pada saat itu, anggota Satgas Pamtas Yonif 123/Rajawali yang bertugas di Pos Sei Mawang II, kendaraan dikejar dan diberhentikan serta dilakukan pemeriksaan sesuai dengan ketentuan. Saat diperiksa, kendaraan tersebut membawa minuman keras beralkohol sebanyak 368 berupa kemasan botol dan kaleng, disembunyikan dibak belakang paling bawah dan ditutup lagi gunakan terpal,” tutur Tri Rana Subekti.

Untuk barang bukti dan GD (47) warga negara Malaysia sudah diserahkan oleh anggota Satgas Pamtas Yonif 123/Rajawali ke Kantor Polsek Puring Kencana. (HI-001)

Tim Menembak Tersebar di Singkawang

hamparan.info – Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Khairul Anwar M, S.H., M.Tr (Han) menutup Mobile Training Team (MTT) Menembak Tersebar Tahun Anggaran 2018, di lapangan Rindam XII/Tanjungpura, Senin (26/3/2018).

Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, pada awal amanatnya yang dibacakan Danrindam XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Khairul Anwar, mengucapkan rasa syukur atas keberhasilan para mantan petatar penataran MTT menembak tersebar dapat menyelesaikan dengan baik, lancar dan aman.

“Pengetahuan maupun keterampilan yang didapat agar diaplikasikan secara baik dan benar baik secara pribadi maupun kelompok, guna mendukung tugas pokok di satuan masing-masing,” ujarnya.

Menurut Panglima Kodam XII/Tanjungpura, bahwa penataran MTT menembak yang telah dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi para perwira dan Bintara di jajaran Kodam XII/Tanjungpura. Juga, mampu menyelenggarakan latihan menembak di satuan masing-masing.

“Latihan menembak tidak akan ada habisnya, tidak terbatas. Setelah keluar dari penataran ini, ilmu pengetahuan yang didapatkan, agar disampaikan kepada rekan-rekannya di satuan masing-masing, sehingga ilmu pengetahuan tentang menembak selalu terpelihara. Dan hilangkan rasa malas, rasa capek, rasa jenuh, dan timbulkan jiwa ingin tahu dalam bidang menembak, cintai profesi masing-masing, termasuk hobby menembak,” ucap Panglima Kodam XII/Tanjungpura, berpesan.

Usai menjadi Irup Danrindam XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Khairul Anwar, melakukan Jam Komandan kepada mantan peserta MTT menyampaikan, bahwa menembak merupakan salah satu dari kecabangan olah raga, yang akan dilombakan, bukan saja di tingkat nasional, bahkan akan mencapai ditingkat Internasional atau dunia, seperti ASAM dan AARM.

“Pelihara kemampuan yang telah dimiliki, bahkan ditingkatkan sampai kepuncak atau mahir, sehingga orang lain tidak dapat meraihnya”, Danrindam XII/Tanjungpura, menegaskan.

Selain itu, Danrindam juga menyampaikan, bahwa ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah didapatkan di dalam penataran MTT menembak di Tahun Anggaran 2018, bukan saja materi yang terdapat di dalam direktif namun melebihi dari itu, karena dimasukan materi AARM dan lainnya.

“Raih prestasi setinggi-tingginya melalui kemampuan menembak, tidak ada kesempatan datang dua kali, dengan cara pupuk motivasi dan semangat diri dan jauhi penyakit-penyakit yang bisa merugikan diri sendiri,” ujar Danrindam.

Menjaga fisik yang prima,lanjut Danrindam mengingat kan, bagi seorang prajurit merupakan kunci dalam menjalankan tugas negara, karena dengan fisik yang prima maka seorang prajurit dapat menjalankan tugas dengan baik.

“Dengan demikian pelihara fisik dan berlatihlah dengan sungguh-sungguh. Selain fisik, mental juga perlu dilatih dan dibina, sehingga keterpaduan antara fisik yang prima dan psikologi yang tenang akan menghasilkan petembak-petembak yang dapat dihandalkan, bukan saja di tingkat nasional, bahkan dapat menginjak yang lebih tinggi yakni tingkat dunia,” ujar Danrindam XII/Tanjungpura.

Selanjutnya Danrindam juga berpesan agar menjadi prajurit tidak lemah dengan fisik dan mental yang tidak prima, mengingat tantangan tugas dewasa ini semakin keras dan medan yang berat juga akan dihadapi setiap prajurit yang bertugas baik di medan perang maupun di medan tugas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dari sinilah saya menekankan agar para prajurit benar-benar serius untuk memanfaatkan ilmunya nanti ketika sudah kembali kesatuan masing-masing, “ tutup Kolonel Infanteri Khairul Anwar M, S.H., M.Tr (Han) dikutip dalam surat etektroniknya yang diterima hamparan.info. (HI-001)

Dorong Pelapak Perhatikan Kemasan Produk Konsumen

Mega Tri Agustina (Community Manager Bukalapak) memberikan sambutan dalam acara Kopdar Komunitas Bukalapak di Pontianak, 17 Maret 2018. (foto: Bukalapak))

hamparan.info – emiliki misi memajukan UKM di seluruh penjuru Indonesia, Komunitas Bukalapak terus berusaha menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi seluruh pelapak. Hari ini, kegiatan Kopdar Komunitas Bukalapak berlangsung di Kota Khatulistiwa, Pontianak.

Bertempat di sebuah warung, justru menambah keakraban dan tanpa menyurutkan semangat para pelapak di Pontianak untuk berbagi informasi, meningkatkan penghasilan mereka dalam berjualan online.

Tidak seperti biasanya, Kopdar Komunitas Bukalapak Pontianak kali ini menghadirkan perwakilan dari mitra logistik Bukalapak yaitu JNE yang akan berbagi tips mengenai pengemasan barang.

Head of Community Management Bukalapak, Muhammad Fikri, mengatakan tema yang diusung dalam kopdar komunitas Bukalapak Pontianak ini adalah ‘Bagaimana Meningkatkan Penghasilan dengan Mengoptimalkan Penjualan Online di Bukalapak.’

“Yang membuat kopdar kali ini terasa istimewa adalah kehadiran perwakilan dari JNE, agar para pelapak Bukalapak dapat memahami bahwa aspek pengemasan barang itu penting agar para pembeli dapat merasa puas dan barang juga terlindungi,” ujar Muhammad Fikri, dalam surat elektronik yang diterima sejumlah media di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu, 17 Maret 2018.

Muhammad Fikri menyatakan, bahwa selain menghadirkan narasumber dari JNE, salah satu Pelapak Jawara & Ranger Komunitas Banten juga akan melakukan bedah lapak seperti tips dan trik dalam penulisan judul produk, bagaimana foto produk yang baik, dan sebagainya. Sehingga agenda kopdar kali ini sarat dengan praktik langsung oleh para peserta yang hadir.

Komunitas Bukalapak Pontianak ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan produk lokal setempat dan bisa diikuti oleh Komunitas Bukalapak di kota lainnya. Komunitas Bukalapak yang saat ini sudah tersebar di lebih dari 83 kota di seluruh Indonesia merupakan inisiatif dari para pelapak Bukalapak sendiri. Hingga saat ini jumlah pelapak Bukalapak telah mencapai lebih dari 2,2 juta pelapak.

“Di Komunitas Bukalapak, kita percaya dengan konsep gotong royong dan kolaborasi. Sukses sendirian itu biasa, sukses bersama-sama itu baru luar biasa! Rasa kebersamaan dan persaudaraan dalam berkomunitas ini menjadi penting agar setiap orang berkesempatan menjadi pahlawan bangsa,” kata Muhammad Fikri.

Sales Corporate JNE Pontianak, Dery Prayogi, berkata sebagai mitra Bukalapak dalam menyediakan jasa layanan pengiriman siap membantu Bukalapak dalam mewujudkan visinya untuk menjadi online marketplace nomor 1 di Indonesia.

“Melalui sejumlah layanan yang kami punya, diharapkan kegiatan bisnis online para pelapak dapat berjalan maksimal memenuhi kebutuhan pembelinya di manapun mereka berada,” kata Dery Prayogi.

Dery Prayogi menambahkan bahwa pihak nya sangat senang dapat berbagi dengan para pelapak mengenai bagaimana pengemasan barang yang baik. Fungsi mendasar dari pengemasan adalah melindungi produk dari kerusakan-kerusakan. Pengemasan jenis-jenis barang tertentu juga tidak bisa sembarangan.

Disamping itu, penulisan alamat pengirim dan penerima juga harus dilakukan secara tepat, sehingga produk dapat diterima dengan baik oleh konsumen. Hal tersebut sangat penting agar para pengguna Bukalapak dapat dengan nyaman berbelanja di Bukalapak.

Menjahit Untuk Gali Potensi Istri Prajurit

hamparan.info – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Istri Prajurit (Persit) Kartika Chandra Kirana yang ke 72, Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura melalui Persit Kartika Chandra Kirana PD XII/Tanjungpura menggelar lomba menjahit serta pagelaraan fashion show produk hasil jahitan dari masing-masing satuan di bawah payung Kodam XII/Tanjungppura.

Terhitung sebanyak puluhan karya jahitan Persit Kartika Chandra Kirana PD XII/Tanjungpura, yang termasuk dalam karya jahitan dengan kualitas terbaik. Terutama dari hasil pola warna maupun kombinasi jahitan yang secara langsung mengikuti model gaya modern, tampil dalam fashion show tersebut.

“Setelah kita lihat hasilnya, ternyata semua hasil jahitan karya ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana PD XII/Tanjungpura, tidak kalah bagus dengan hasil karya penjahit profesional. Saya rasa inilah hasil karya yang memiliki nilai jual jika kita kembangkan,” kata Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD XII/Tanjungpura, Ny. Tien Achmad Supriyadi, saat menghadiri penilaian lomba menjahit di Aula Makodam XII/Tanjungpura, Jumat (9/3/18).

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD XII/Tanjungpura, Ny. Tien Achmad Supriyadi mengatakan, tujuan di gelarnya lomba menjahit untuk menggali potensi yang dimiliki oleh Istri-istri prajurit Kodam XII/Tanjungpura, guna menumbuh kembangkan bakat serta minat istri Prajurit dalam berkarya diluar dari tugas sebagai seorang istri Prajurit TNI AD.

“Alhamdulillah hasil memuaskan kita dapatkan dari lomba ini, saya harap keahlian ini dapat terus di kembangkan sehingga bisa menghasilkan karya yang lebih baik lagi dan memiliki nilai jual,” ujar Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD XII/Tanjungpura, Ny. Tien Achmad Supriyadi.

Untuk juri Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD XII/Tanjungpura mendatangkan dewan juri professional diantaranya, Rika Aprianti yang pernah berprestasi dibidang designer yaitu pernah mendapatkan Gading Designer Award Jakarta 2018 dan Asih Pratiwi Rohimah, S.Pd.T yang sehari-harinya sebagai Guru Tata Busana SMKN 5 Pontianak.

Peraih juara pertama dimenangkan oleh Persit Batalyon Kavaleri (Yonkav) 12/Beruang Cakti, juara kedua dari Persit Rindam XII/Tanjungpura dan juara ketiga dari Persit Korem 102/Panju Panjung, sedangkan untuk juara harapan satu diraih oleh Persit Batalyon Infanteri (Yonif) 641/Beruang juara kedua dari Persit Denmadam XII/Tanjungpura serta yang terakhir yaitu dari Persit Korem 121/Alambhana Wanawwai, pungkas Ketua Persit KCK PD XII/Tanjungpura Ny. Tien Achmad Supriyadi. (HI-008)