MeRcure Ibis Pontianak Peduli Lingkungan

hamparan.info – Mercure dan Ibis Pontianak City Center kembali mengadakan aksi mencintai lingkungan dengan menyumbangkan 2000 bibit pohon mangrove sekaligus melakukan penanaman secara langsung yang berlokasi di kawasan khusus konservasi mangrove di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Kegiatan ini selain memperingati hari mangrove sedunia juga selaras dengan Program Planet 21 Acting Here yang digaungkan oleh semua Grup perhotelan Accor diseluruh dunia.

AKsi penanaman mangrove ini merupakan lanjutan dari program mercure dan ibis yang sebelumnya telah berkomitmen mengganti penggunaan botol berkemasan plastic dengan water pitcher. Selain itu juga menghentikan penggunaan sedotan, stir dan juga cotton bud yang berbahan plastik.  Selain merupakan bentuk kegiatan CSR (Corporate social responsibility), momentum seperti ini dimanfaatkan untuk mempererat persaudaraan dan kerjasama antar karyawan hotel serta melibatkan para mahasiswa, pelajar peduli lingkungan dan stakeholder lainnya.

Dalam perkembangannya keberadaan mangrove berfungsi sebagai pemecah gelombang sehingga cukup efektif mengurangi ketinggian tsunami selain itu mangrove juga ramah akan lingkungan dan dapat membantu ekosistem di sekitar pantai tersebut.

 “Penanaman pohon mangrove ini merupakan program yang berkesinambungan dan akan terus kami lakukan dalam komitmen kami menjaga lingkungan. Kami turut mengucapakan terimakasih kepada para tamu hotel atas sumbangsih yang telah dilakukan melalui dana sosial ATFAC dan Plant for planet sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar,” kata  Manajer Operasional dari Mercure Dan Ibis Pontianak City Center, Samian Rais.

Bersinergi Ciptakan Desa Mandiri, Bisakah?

hamparan.info – Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab menghadiri pencanangan bulan bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XVI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2019 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47 yang dipusatkan di Desa Tebas Kuala, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Dengan tema,”Dengan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat Kita Tingkatkan Semangat Gotong Royong Dalam Mewujudkan Masyarakat Yang Berintegritas dan Mandiri.

Pencanangan BBGRM XVI Provinsi Kalimantan Barat dan HKG PKK ke-47 dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Barat,  Sutarmidji ditandai dengan pelepasan balon ke udara dan peletakan batu pertama pembangunan Balai Dusun Tebas Kuala. Yang dihadiri juga oleh Dandim 1202/Skw, Kapolres Sambas, Bupati dan Wakil Bupati Sambas, Ketua DPRD Sambas, Menteri Pelancongan Serawak serta Para Kepala Dinas Pemerintah Propinsi Kalbar.

Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab menyampaikan, program BBGRM sangat bermanfaat untuk mempererat tali persaudaraan di masyarakat dalam rangka mewujudkan masyarakat yang berintegrasi dan menghilangkan ego pribadi.

Dia mengajak kepada masyarakat untuk membangun sinergitas kegotongroyongan antara pemerintah dengan masyarakat untuk mewujudkan program pembangunan nasional di Kalimantan Barat. Sesuai dengan program gubernur tahun ini adalah desa mandiri.

“Kodam XII/Tpr siap mendukung dan bersinergi dalam menciptakan desa yang unggul di Kalbar. Untuk itu mari kita ciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kalimantan Barat,” ujar Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab. Dia mengajak pada masyarakat untuk tetap menjaga dan merawat semangat kebersamaan agar demi mewujudkan tetap tegaknya NKRI .

Gubernur Kalimantan Barat  Sutarmidji mengajak pada masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan desa mandiri di Kalimantan Barat. Yang sampai saat ini hanya memiliki satu desa mandiri. “Untuk mewujudkan itu kita harus saling bekerja sama antara Pemda, TNI-Polri serta Masyarakat,” kata Gubernur Kalimantan Barat  Sutarmidji.

Apa Kabarnya Budaya Gotong Royong?

hamparan.info – Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab mengajak kepada masyarakat khususnya masyarakat Sambas untuk menggalakkan kembali budaya gotong-royong kepada masyarakat. Hal ini disampaikan Pangdam XII/Tpr saat memberikan sambutan pada pameran pembangunan dalam rangka Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat XIV Provinsi Kalimantan Barat serta memperingati Hari Jadi ke-388 Kota Sambas dan HUT perpindahan ibukota Kabupaten Sambas ke-20 di halaman Kantor Bupati Sambas sore tadi yang dibuka oleh Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili yang ditandai dengan pemukulan bedug oleh Bupati Sambas, Pangdam XII/Tpr, Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Kalbar diikuti tabuhan Tahar oleh Forkopimda Sambas dan Ketua Persit KCK PD XII/Tpr.

Menurut Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab dengan gotong royong akan menjadi penangkal masuknya pengaruh budaya luar yang sangat individual saat ini, dimana mulai melunturkan rasa kebersamaan dan gotong-royong, kepekaan sosial mulai berkurang, tegur sapa dan bercengkrama serta kesadaran saling membantu sudah mulai memudar.

Dia menjelaskan dengan adanya sikap gotong royong pada masyarakat akan meningkatkan rasa cinta tanah air, menumbuhkan rasa Nasionalisme dan mempunyai wawasan kebangsaan, menumbuhkan semangat Bhineka Tunggal Ika, membentuk karakter yang baik, sehingga akan terbentuk disiplin yang tinggi, berjiwa patriotisme, mampu bekerjasama dan memiliki jiwa korsa  dan kreatifitas. 

Sedangkan terkait dengan pameran pembangunan Jenderal Bintang Dua ini menyampaikan, pameran ini adalah untuk mempromosikan dan merupakan suatu potret wilayah sebagai sarana dan prasarana masyarakat untuk mengetahui sampai sejauh mana tingkat perkembangan pembangunan di wilayahnya.

“Sehingga masyarakat akan dapat mengaplikasikan potensi unggulan yang bertujuan untuk mempercepat proses pembangunan,” kata Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab.

Dia berharap pameran pembangunan dapat meningkatkan kegiatan gotong-royong sesama masyarakat untuk menciptakan pembangunan di wilayah masing-masing, sehingga program gotong- royong benar-benar merupakan yang berasal dari rakyat, untuk rakyat dan dilaksanakan oleh rakyat serta hasilnya diharapkan bermanfaat bagi kepentingan hajat orang banyak. Roda perekonomian harus dapat berjalan lancar guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju Provinsi Kalimantan Barat yang lebih maju.

“Untuk itu, mari kita bangun sinergitas kerja sama yang lebih baik dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur maupun sarana dan prasarana guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab.

Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab berpantun, “Ikan kakap ikan sebatok yang paling nyaman dimasak pakai santan, tujuan panglima datang ke sitok untuk menghadiri undangan dari Sambas. Nanam kacang pakai pancang. Pancangnya dibuat dari batang keringan mungkin Panglima datang agak lancang, datang kesitok nyuruh tuan dan nyonya nerima sambutan,”.

Sedangkan Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili mengatakan, pameran pembangunan secara rutin dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sambas dengan tujuan agar seluruh masyarakat mendapatkan informasi terkait program pembangunan di Kabupaten Sambas.” Baik dari sektor pembangunan infrastruktur, ekonomi kerakyatan dan sosial budaya,” kata Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili.

Untuk diketahui, pameran pembangunan kali ini diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah, Instansi Vertikal, GOW Kabupaten Sambas, Perbankan, Polres, Kodim 1202/Skw, Yonif 645/Gty, Perguruan Tinggi di Sambas, Para Pelaku UMKM, Tim Penggerak PKK Provinsi dan 14 Kab/Kota se-Kalbar, Kelompok Tani Nelayan Andalan serta Dinas Pertanian Kab/Kota se-Kalbar.

Selain dalam rangka Pencanangan BBGRM XIV dan hari jadi Kota Sambas pameran pembangunan ini digelar juga dalam rangka HUT RI Ke-74, HKG PKK ke-47, PEDA KTNA XI, Hari Krida Pertanian ke-47, Hari Pangan Sedunia Ke-39, Harganas XXVI dan Pencanangan PKK KB-Kes Tingkat Provinsi Kalbar Tahun 2019.

Menyoal Sampah di Kota Singkawang

hamparan.info – Komando Rayon Militer (Koramil) 1202-11/Singkawang, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang, Komandan Kodim 1202/Singkawang, Letnan Kolonel Armed Victor Jacob Lucas L memimpin kegiatan sosialisasi dan dialog tentang penanganan pembersihan sungai di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, soal sampah.

Forum diskusi bersama ini dilaksanakan guna untuk membahas penanganan kebersihan khususnya dalam menangani permasalahan pengelolaan sampah di kota Singkawang.  Komandan Kodim 1202/Singkawang, Letnan Kolonel Armed Victor Jacob Lucas L mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk menyikapi persoalan sampah di Singkawang.

“Diharapkan masyarakat memiliki kesadaran dengan tidak membuang limbah dan sampah ke sungai yang akan memberikan dampak terhadap revitalitas sungai tersebut. Sehingga ini perlu adanya edukasi yang seimbang. Terutama nilai ekonomis yang dapat dimanfaatkan, dibanding membuang sampah sembarangan yang ujungnya mencemari lingkungan,” kata Letnan Kolonel Armed Victor Jacob Lucas L.

Dia menjelaskan, masalah sampah di Kota Singkawang merupakan tanggung jawab kita semua. Kita harus turun tangan, bahu membahu membersihkan sungai dengan cara bergerak bersama.

“Oleh karena itu, perlu adanya kesinambungan antara masyarakat baik TNI, pemerintah, komunitas untuk ikut bertanggungjawab bersama menjaga lingkungan. Dengan demikian, edukasi dan infrastruktur yang dibangun dapat memberikan hasil yang optimal,” ujar Letnan Kolonel Armed Victor Jacob Lucas L.

Dalam kegiatan tersebut perlu dilibatkan juga Toga, Tomas dan pakar hukum dalam pelaksanaannya, bentuk tim, untuk memberikan himbauan kepada mayarakat agar jangan membuang sampah sembarangan. Letnan Kolonel Armed Victor Jacob Lucas L  berharap, agar seluruh yang hadir memberikan saran dan masukan secara tertulis, tentang penanganan pembersihan sungai, baik dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

TMMD Wujudkan Mimpi Warga Desa

hamparan.info – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Imbangan ke-105 Kodim 1011/Kuala Kapuas di Desa Wargo Mulyo berjalan lancar. Sasaran semenisasi jalan sudah selesai dikerjakan dengan panjang 1.500 meter, lebar 220 centimter serta ketebalan 15 centimeter. Kegiatan sosial ini sangat terasa manfaatnya bagi warga Desa Wargo Mulyo, Kecamatan Kapuas Kuala, Kabuapten  Kapuas, Kalimantan Tengah.

Program TMMD banyak sudah mewujudkan mimpi warga desa Wargo Mulyo. Kondisi jalan yang dulunya masih tanah berbatu, yang merupakan persoalan bagi masyarakat ketika hendak pergi ke kebun maupun ke sawah.

Pada saat musim hujan tiba warga kesulitan membawa hasil panen dikarenakan jalan becek dan berlumpur. Hal ini juga menjadi impian dan harapan masyarakat. Sekarang mimpi itu mulai tampak di depan mata, melalui program TMMD Imbangan ke-105 Kodim 1011/Klk, jalan tersebut sudah selesai di bangun. Sehingga memudahkan warga saat mengangkut hasil panenya.

“Syukurlah sekarang jalanan kami sudah disemen dan ini sangat bermanfaat, apalagi sekarang musim panen, sehingga mempermudah pengangkutan gabah hasil panen penanaman padi,” kata Suroso warga desa Wargo Mulyo, yang bekerja sebagai petani.

Komandan Kodim 1011/Klk, Letnan Kolonel Kavaleri Bambang Kristianto Bawono, mengatakan salah satu tujuan TMMD imbangan ini adalah mewujudkan kebersamaan TNI dengan rakyat dan membantu mempermudah ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam akses jalan ke persawahan.

“Dengan semenisasi jalan yang sudah dibuat ini, diharapkan kepada warga supaya menjaga dan merawatnya, agar tetap nyaman dikemudian hari dalam beraktivitas sehari-hari,” kata Letnan Kolonel Kavaleri Bambang Kristianto Bawono.

Mahasiswa Bersihkan Parit yang Tersumbat di Dusun Palangkeran

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak membersihkan parit anak sungai yang tersumbat. (Foto: Wahyu Kusuma Dewi / hamparan.info)

hamparan.info – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak gelar kerja bakti membersihkan parit yang tersumbat akibat sampah yang menumpuk di Dusun Palangkeran pada Jumat 2 Agustus 2019.

Kegiatan kerja bakti dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 09.30 WIB. Sekitar 12 orang yang terdiri dari 7 laki-laki dan 5 orang perempuan bersama-sama membersihkan parit yang tersumbat sampah. Mereka adalah mahasiswa KKL IAIN Pontianak yang ditugaskan di desa Semparong Parit Raden tepatnya Dusun Palangkeran.

Kegiatan berlangsung lancar meski dengan alat seadanya hasil pinjaman dari warga setempat. Warga pun antusias terhadap kegiatan mahasiswa KKL yang berinisiatif membersihkan parit yang tersumbat sampah sehingga menjadikan aliran parit lancar dan tidak bau lagi.

Menurut Arianton, Katua Kelompok 7 KKL IAIN POntianak, kegiatan tersebut diharapkan dapat membawa mahasiswa IAIN dalam berbakti terhadap masyarakat. Selain itu, dengan kegiatan gotong royong menjadikan pelajaran bagi mahasiswa sehingga nantinya mampu membawa mahasiswa mewujudkan Indonesia yang lebih baik lagi.

Selain itu, kerja bakti ini juga merupakan salah satu bentuk revolusi mental dan mendukung gerakan Indonesia bersih. Dengan adanya kerja bakti tersebut dapat menyadarkan masyarakat untuk lebih menjaga lingkungan dan tidak sembarangan membuang sampah terutama disungai.

Karena itu dapat berdampak pada aliran sungai dan membuat sungai jadi tercemar. kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang dilaksanakan setiap hari jum’at oleh Mahasiswa KKL IAIN Pontianak kelompok 7. (Reporter : Wahyu Kusuma Dewi).

Catat, TMMD Tingkatkan Kesejahteraan Desa terisolir

hamparan.info – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 secara serentak telah dimulai tanggal 10 Juli 2019 di 50 Kabupaten seluruh Indonesia, termasuk 4 (empat) Kabupaten/kota di wilayah Kodam III/Siliwangi yaitu Kodim 0607/Kota Sukabumi, Kodim 0610/Sumedang, Kodim 0604/Karawang, serta Kodim 0617/Majalengka.

Menurut Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) III/Siliwangi Kolonel Infanteri Wellyanto, program TMMD merupakan salah satu wujud kepedulian TNI kepada Pemerintahan di Daerah dalam membantu percepatan pembangunan di daerah tertinggal demi tercapainya kesejahteraan rakyat.

“TMMD ke-105 tahun 2019 dengan tema Bersama TMMD Membangun untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat, melibatkan personel dari TNI AD, TNI AL, TNI AU juga Polri, yang tergabung dalam Satgas TMMD,” kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) III/Siliwangi Kolonel Infanteri Wellyanto.

Personel Satgas TMMD ini tinggal di rumah-rumah penduduk di sekitar lokasi TMMD. Sehingga antara TNI-Polri dan rakyat benar-benar saling membaur dan dapat mempererat persaudaraan yang sudah terjalin, serta dapat mengetahui permasalahan yang ada di masyarakat.

“Program TMMD membantu pemerintah daerah yang mengalami keterbatasan anggaran dalam membiayai pembangunan. Oleh karena itu, perlu sinergitas semuanya. Ketika dilakukan bersama-sama, pembangunannya bisa terwujud. Permasalahan bangsa tidak bisa diselesaikan oleh satu kelompok, melainkan harus dikerjakan bersama dengan keterpaduan, sinergitas, dan kolaborasi,” kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) III/Siliwangi Kolonel Infanteri Wellyanto.

Pengusulan wilayah operasi TMMD sesuai masukan Bupati melalui Dandim. Sebelumnya juga, TNI melalukan survei serta pengamatan terhadap wilayah yang akan diprogramkan TMMD.

Kegiatan TMMD merupakan dinamisasi lintas sektoral dalam membangun daerah. Hal itu di antaranya dengan membangun insfratruktur jalan guna membuka akses ke daerah terisolir.

Selain itu juga, sebagai upaya pertumbuhan desa sehingga sasaran yang dibutuhkan masyarakat bisa tercapai. Seperti halnya akses pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

“Kegiatan TMMD ini, di selaras dengan upaya pemerintah daerah yang mencanangkan membangun bangsa dari mulai desa pinggiran,” ujar Kolonel Infanteri Wellyanto.

Dari semua itu yang lebih penting dalam pelaksanaan TMMD adalah sebagai bentuk aktualisasi budaya gotong royong semua pihak dari TNI, Pemerintahan hingga masyarakat.

“Dengan goyong royong bisa terbina upaya menyatukan perbedaan. Gotong royong merupakan nilai luhur bangsa yang memang harus tetap dijaga,” kata Kolonel Infanteri Wellyanto.

Khusus TMMD di wilayah Kodam III/Siliwangi, sepekan menjelang penutupan tanggal 8 Agustus yang akan datang, 90 persen dari program yang sudah direncanakan telah dapat tercapai sehingga diharapkan saat penutupan nanti sudah rampung semuanya.

Kolonel Infanteri Wellyanto berharap Satuan terkait di lokasi TMMD agar mempersiapkannya dengan baik, untuk pengawasan dan perawatan terhadap hasil-hasil TMMD diharapkan Pemda setempat. Tujuanya agar sama-sama menjaga sehingga benar-benar dapat memberi efek sosial ekonomi bagi kemajuan wilayah dan masyarakat setempat.

TMMD Memiliki Andil untuk Rakyat

hamparan.info – – Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) dari Sterdam XII/Tpr yang di pimpin oleh Mayor Infanteri Ari Siswoyo meninjau TMMD ke-105 Kodim 1205/Sintang, di Desa Benua Kencana, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang. Dalam peninjauan tersebut didampingi oleh Dansatgas TMMD ke-105 Kodim 1205/Sintang Letnan Kolonel Infanteri Rachmat Basuki.

Tim Wasev TMMD ke-105 Kodam XII/Tpr, melakukan peninjauan dari titik nol peningkatan jalan sepanjang 9 Km yang terletak di Desa Benua Kencana, Kecamatan Tempunak dengan kemajuan fisik mencapai 85 persen.

Selain itu, juga meninjau lokasi pembangunan Gereja dan perehaban Mushola oleh Satgas TMMD Kodim 1205/Sintang, serta melihat langsung proses pengerjaan peningkatan badan jalan dilapangan bersama masyarakat sekitar.

Pada kesempatan tersebut, Mayor Infanteri Ari mengatakan, kedatangannya untuk meninjau kegiatan TMMD guna melihat secara langsung bagaimana pelaksanaan TMMD di lapangan, untuk mendapatkan saran dan masukan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan TMMD yang akan datang.

Kegiatan TMMD memiliki andil yang sangat besar bagi masyarakat, yang dalam pengerjaannya banyak melibatkan unsur antara lain TNI, Polri, Pemda dan masyarakat.

“TMMD sebagai bentuk upaya TNI dalam membantu pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan di daerah,” ucap Mayor Inf Ari.

Selesai melaksanakan peninjauan pembangunan sasaran fisik, Tim Wasev juga menyempatkan diri meninjau salah satu rumah milik warga bernama Bapak Muntai Kepala Desa Riam Batu, tempat menginap anggota Satgas selama pelaksanaan TMMD ke-105 Kodim/1205/Sintang.

TMMD Itu Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

hamparan.info – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 Kodim 1203/Ketapang di Desa Sekukun, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mendapat peninjauan dari Tim Pengawas Evaluasi (Wasev) TMMD Ke-105 2019 Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal TNI Oerip Soekotjo didampingi oleh Letnan Kolonel Infanteri M Ridha.

Turut serta dalam peninjauan, Kasiterrem 121/Abw, Kolonel Infanteri Nyamin, Wakil Bupati Kabupaten Ketapang, H Soeprapto, Dandim 1203/Ketapang, Letan Kolonel Kavaleri Jami’an, serta Kasdim 1203/Ktp, Mayor Infanteri Dedi Indrawan.

Rangkaian kunjungan Tim Wasev tersebut disambut dengan ritual adat istiadat setempat, dilanjutkan dengan paparan Dansatgas dan peninjauan sasaran-sasaran TMMD, selain itu Tim wasev juga meluangkan waktu untuk bersilahturahmi dengan masyarakat kecamatan Hulu Sungai.

Saat memaparkan pada Tim Wasev TMMD, Dandim 1203/Ketapang, Letan Kolonel Kavaleri Jami’an selaku Dansatgas TMMD menyampaikan pencapaian pengerjaan kegiatan TMMD ke-105 TA.2019 dengan 11 sasaran fisik maupun non fisik mencapai 90 persen, dan akan selesai dalam beberapa hari kedepan sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Sedangkan Ketua Tim Wasev TMMD, Brigadir Jenderal TNI Oerip Soekotjo saat melaksanakan tatap muka dengan masyarakat menyampaikan, bahwa kedatangannya adalah untuk memastikan sejauh mana pelaksanaan TMMD Ke-105 TA. 2019 Kodim 1203/Ketapang dengan harapan pengerjaan sasaran dapat selesai tepat waktu, selain itu untuk menyerap masukan saran dari berbagai pihak guna peningkatan TMMD kedepanya.

“Terima kasih dan mengapresiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang dan masyarakat yang telah mendukung penuh kegiatan TMMD ke-105 Kodim 1203/Ktp,” ujarnya.

Dia menyebut, melalui Program TMMD, TNI siap membantu program pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, guna terwujudnya pertahanan nasional yang mantap di segala bidang serta meningkatkan kemanunggalan TNI-Rakyat. “Kepada masyarakat nantinya untuk merawat dan menjaga hasil pelaksanaan TMMD,”  kata Brigadir Jenderal TNI Oerip Soekotjo.

Dalam kesempatan tatap muka tersebut Tim Wasev juga menyerahkan bantuan kursi roda kepada masyarakat yang menderita lumpuh, penyerahan alat olahraga kepada tokoh pemuda dan penyerahan buku tulis kepada anak-anak.

Ini Cara Menjaga dan Melestarikan Budaya Gotong Royong

hamparan.info – Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XVI, inilah nama kegiatanya. Pjs Danramil 1202-09/Tebas, Peltu Effendi, dan Babinsa bersama dengan masyarakat Desa Tebas bahu membahu gotong royong penimbunanan jalan Posyandu di Desa Tebas Kuala, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

“Kegiatan ini dilakukan guna menyongsong Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XVI tingkat provinsi tahun 2019 yang akan dilaksanakan 3 Agustus 2019 mendatang di Desa Tebas Kuala,” kata Komandan Distrik Militer (Dandim) 1202/Singkawang, Letnan Kolonel Armed Viktor JL Lopulalan.

Letnan Kolonel Armed Viktor JL Lopulalan menjelaskan, tujuan Bulan Bhakti Gorong Royong Masyarakat ini adalah untuk menjaga dan melestarikan budaya gotong royong, meningkatkan kebersamaan masyarakat dan pemerintah dalam pembangunan daerah, meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap hasil pembangunan dan menciptakan kebersamaan.

“BBRGM adalah upaya untuk membangkitan kembali semangat gotong royong yang telah mulai luntur dalam dinamika masyarakat yang modern serta peran aktif masyarakat dalam pembangunan daerah,” ujar Akmil lulusan tahun 2000 ini.

Dia kembali menjelaskan, dalam pelaksanaannya membutuhkan dukungan serta partisipasi dari seluruh komponen masyarakat, sehingga program BBGRM benar-benar merupakan pembangunan yang berasal dari rakyat, untuk rakyat dan dilaksanakan oleh rakyat, sehingga bermanfaat bagi kepentingan orang banyak.

“Dengan BBGRM mari kita tingkatkan partisipasi keluarga dan semangat gotong royong dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri,” kata Dandim 1202/Singkawang, Letnan Kolonel Armed Viktor JL Lopulalan.