Peringati HUT Kemerdekaan, Organisasi Kepemudaan Adakan Bhakti Sosial di Perbatasan Aruk

hamparan.info – Purwato, Kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN)  sangat mengapresiasi agenda teman-teman organisasi kepemudaan. Selain melihat langsung wajah perbatasan Aruk Kalbar-Malaysia, juga mengajak bersama-sama menjaga perbatasan dan bersinergi kolaborasi bersama dalam agenda-agenda perbatasan. Dengan demikian belakangan ini berada terdepan Indonesia ini yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat yaitu di Aruk, Kabupaten Sambas perkembangan sangat signifikan baik dari wisatawan, & ekonomi kerakyatan.

Rival Aqma Rianda, Ketua GMNI Pontianak mengatakan  dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia Ke – 74 tahun di Aruk, di perbatasan Malaysia-Kabupaten Sambas ini untuk membuka kembali sebuah memori koletif perjalanan dinamika kebangsaan.  “Hari ini kita rayakan di perbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Malaysia sebagai beranda ruang tamu Republik Indonesia,” ujar Rival Aqma Rianda dalam keterangan resminya.

Peringati HUT kemerdekaan RI ke-74 OKP adakan Bakti Sosial di Aruk, kabupaten Sambas

Menurut dia,  jati dirinya Bangsa Indonesia terhadap negara-negara yang diperbatasan dengan negara tetangga harus  dimaknai sebagai upaya refleksi historis dan meneguhkan kembali semangat nasionalisme, spirit kebangsaan, dan jiwa patriotisme. “Agar lebih cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya Kalimantan Barat sebagai barometer keberagaman etnis, suku & agama,” kata dia.

Suharman Ketua DPD IMM KALBAR menuturkan respon pemerintah serta masyarakat Desa Aruk , Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas  sangat mengapresiasi Kegiatan Bhakti sosial perbatasan yang baru pertama kali dilaksanakan oleh organisasi kepemudaan. “Harapan dari hasil kegiatan ini bisa memberikan kontribusi dan rekomendasi untuk kemajuan di daerah perbatasan,” tutur Suharman.

Sementara menurut Kaleb elevensi, korwil XIV PP GMKI mengatakan perbatasan yang merupakan beranda dan halaman terdepan, wajah Indonesia di mata negara tetangga, sudah selayaknya mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. begitupun dengan  masyarakat di perbatasan tidak perlu minder lagi dengan status kawasan perbatasan, tetapi harusnya bangga.

Imran Ramadhan ketua PW KAMMI Kalbar menambahkan, perlunya Aruk dijadikan pusat ekspor impor untuk kesejahteraan masyarakat. “Hari ini kita perlu mengapresiasi kerja pemerintah dalam membangun infrastruktur di perbatasan ini, kedepan kita berharap perbatasan Aruk ini bisa menjadi pusat ekspor hasil bumi, laut maupun kerajinan masyarakat Sambas khususnya dan Kalbar pada umumnya untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat,” kata Imran Ramadhan.

Jhon Miranda, Ketua HIKMAHBUDHI Pontianak mengatakan, untuk dapat menghadirkan kebijakan dan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat perbatasan, Pemerintah melalui BNPP seharusnya melibatkan masyarakat secara aktif dalam perumusan dan pengambilan keputusan. Sehingga, kata dia, kebijakan tidak terjebak pada keinginan pemerintah saja tetapi juga mengakomodir keinginan masyarakat.

Selain itu, perlu dijajaki pula potensi pengembangan kerjasama pengelolaan perbatasan dengan negara tetangga yang selama ini masih berfokus pada aspek keamanan, dilebarkan ke aspek kesejahteraan dan sosial-budaya. “Dengan demikian, kepentingan keamanan, kesejahteraan, dan sosial-budaya wilayah perbatasan akan dapat dipenuhi secara bersama,” ujarnya.

Sumber : Rival Aqma Riyanda

 

Sutarmidji Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid

hamparan.info – Gubernur Kalbar, Sutarmidji meletakan batu pertama pembangunan Masjid Darunnajah di Sungai Dalam II, Senin (19/8/2019).

Pada kesempatan tersebut, Sutarmidji mengajak masyarakat Kalbar khususnya di Desa Sungai Raya Dalam II, Kabupaten Kubu Raya, untuk selalu memakmurkan masjid sebagai tempat pengembangan dan pembelajaran agama Islam.

“Saya harap, arsitekturnya jangan latah, sehingga bangunannya sama dengan  bangunan masjid yang sudah ada, tapi harus ada inovasi dalam modelnya,” kata  Sutarmidji.

Mantan Wali Kota Pontianak ini juga berharap, agar dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Darunnajah ini akan memberikan semangat kepada masyarakat di Sungai Raya Dalam II untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ia berharap masjid nantinya bisa sebagai peletakan dasar pendidikan, bagi tumbuhnya prakarsa peran serta dan swadaya masyarakat untuk membangun dirinya menjadi umat yang taat dan taqwa kepada Allah SWT.

“Motivasi yang diberikan oleh Rasulullah, barang siapa membangun masjid karena Allah, akan dibangunkan Allah rumah untuk dia di surga. Tentu maksudnya tidak sekadar membangun fisik masjidnya semata, tetapi lebih jauh ialah membangun, menghidupkan dan memakmurkan fungsi masjid yang didirikan itu terhadap jemaah dan umat di sekitarnya,” ujar Sutarmidji. (*)

dr Johnson : Kami juga Membuka Ruangan Konsultasi Farmasi

hamparan.info – RSUD Sultan Syarif Muhammad Alkadrie Kota Pontianak mulai 1 Agustus 2019 akan melayani pelayanan pasien rawat jalan di sore hari untuk pasien umum dan BPJS.  Pelayanan hanya untuk poli penyakit dalam dan poli penyakit saraf.

Plt Direktur RSUD Sultan Syarif Muhammad Alkadrie Kota Pontianak, dr Johnson, menjelaskan  layanan itu berdasarkan arahan dari Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

“Jadi layanan yang kami lakukakan ini adalah sesuai dengan arahan bapak wali kota.  Setelah saya ditunjuk  sebagai PLT dan memberikan  arahan agar meningkatkan manfaat layanan bagi masyarakat di Kota Pontianak,” kata dr Johnson, Rabu (31/7/2019).

Dia menjelaskan, sesuai janji yang telah diberikan  dapat meningkatkan akses layanan dan pelayanan rumah sakit bisa menjadi sesuatu yang berguna bagi masyarakat. “Kami waktu itu menyatakan akan membuka poli rawat jalan disore hari untuk mengurai jumlah kunjungan yang mengantre pagi hri. Sehingga per tanggal 1 Juli kemaren kami sudah membuka pelayanan poliklinik sore hari untuk pasien umum,” kata dia. “Namun untuk pasien BJPS kami mulai per 1 Agustus. Sehingga pasien BPJS bisa menggunakan hak kepesertaannya sebagai peserta BPJS untuk mendapatkan layanan kesehatan dirumah sakit kota dari pagi hingga sore hari. Sore hari mulai buka jam 16.00-18.00,” ucapnya menambahkan.

Tidak hanya itu, dr Johnson  kembali menkelaskan, “Kemudian sesuai janji kami akan membuka ruangan  dimana fasilitas yang disediakan adalah fasilitas untuk pemenuhan hak kepesertaaan BPJS. Jadi kami akan membuka ruangan dengan satu tempat tidur,  ruangan dengan dua tempat tidur, ruangan dengan tiga tempat tidur dan  ruangan dengan enam tempat tidur,”.

dr Johnson mengatakan, adanya layanan itu, maka hak-hak kepesertaan BPJS yang ada kelas satu-tiga dapat mendapatkan  hak kepesertaan. Sehingga untuk pasien umum. “Kami juga memberikan layanan yang sama yaitu tanpa kelas.  Hanya tempat tidur yang membedakan setiap ruangan sedangkan layanan medisnya sama.Pasien umum tentu harga yang terjangkau dan yang mampu dijangkau masyarakat.  Sebelumnya pendaftaran poli rawat layan  hanya dilakukan sampai pukul 11 siang dan layanan akan selesai sampai   pasien habis. Rumah sakit kota rata-rata pasien BPJS perharinya yang melakukan rawat jalan 300-500 orang. 90 persen pengunjung rumah sakit adalah peserta BPJS,” kata dr Johnson.

dr Johnson  menjelaskan, pasien tentunya bukan hanya dari warga Pontianak melainkan dari kabupaten lainnya berdasarkan aturan BPJS yang bolej merujuk kesesama rumah sakit tipe C. Semua layanan sudah ada di rumah sakit, tinggal saat ini penyakit jantung.

“Kami juga membuka ruangan konsultasi farmasi.  Kalau di rumah sakit kota layanan spesialis ada 13 keahlian dengan tenaga medis 25 orang. Yang belum ada hanya penyakit jantung. Saat ini dokternya sedang sekolah. Begitu dia selesai dab balik maka rumah sakit kota mempunyai semua layanan spesialis. Sedangkan peralatan akan dilengkapi seiring dengan adanya tenaga kerja,” kata dr Johnson.

Catat Ini Bahaya Dampak Karhutla

hamparan.info – Guyuran hujan lebat tidak menyurutkan langkah sosok lelaki badan tegap itu berjalan ke sebuah halaman. Berbagai jenis kendaraan ada terparkir di halaman itu. Roda dua, tiga, empat, enam, yang sudah dimodifikasi. Satu persatu dicek.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono. Itulah nama lengkap dan jabatannya. Pada Senin, 22 Juli 2019, jenderal bintang dua itu mengecek lini persiapan pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla. Ini dilakukan demi mencegah dini Karhutla di Bumi Khatulistiwa.

“Pengecekan peralatan, cek kesiapan alat dan uji coba alat pemadam,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono.

Didi Haryono menyebut, ada ratusan relawan yang hadir dalam kegiatan itu.  Di antaranya dari  PKJB Pemadam Kebakaran Jawi Bhakti, Pemadan Bhakti Sungai Beliung,  PPKS Suwignyo,  Pemadam Winodadi, Damkar Purnama. Selain itu ada juga dari relawan pemadam  Kumpai Besar Kubu Raya, Prmadam Mitra Bhakti, Rantis R4 dan R6 Pemadam Dit Sabhara Polda Kalbar, dan  puluhan pemadam  lainnya.

“Tolong diingat, dicatat, bahaya dampak Karhutla itu sangat besar. Mulai dari kesehatan, ekonomi, dan lain-lain. Ini jelas merugikan kita semua. Maka, marilah bersama-sama, cegah Karhutla,” ucap Didi Haryono.

Dia menjelaskan, pada Kamis, 18 Juli 2019, kebakaran lahan gambut 80 hektare lebih di Desa Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Api cepat menjelar karena susahnya akses ke lokasi dan minimnya sumber air.

Di Desa Mekar Baru, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, personel gabungan Polri-TNI dan Manggala Agni berjibaku madamkan api yang menghanguskan 62 hektare. Titik api ini pertama kali terdeteksi satelit Aqua pada koordinat 00.86855°-109.16884°.

Beruntung si jago merah ini tidak menjalar. Karena, berkat kesigapan para peronel bersinergisitas Polri-TNI dan Manggala Agni kobaran api tidak meluas.

Sementara itu di Kabupaten Kayong Utara, kesiapsiagaan antisipasi Karhutla juga akan digelar pada Kamis, 25 Juli 2019. Kegiatan itu  menyelenggarakan apel siaga berkoordinasi dengan Polri-TNI, dan organisasi perangkat daerah di sana. Tentu hal ini dilakukan demi mencegah Karhutla.

“Itulah bentuk kesolidan kami bersinergisitas,” ujarnya menjelaskan. Sedangkan di Kabupaten Landak,  berbagai peralatan pemadam api dan personel disiagan Polres Landak.  “Kesiapsiagaan ini demi mengantisipasi Karhutlah di wilayah hukum Polres Landak. Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio SIK MH mengambil langkah cepat dan tepat. Ini terlihat mereka mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan, mulai dari mesin mini pemadam api dan personelnya. Ya tentu, kami tidak mau kecolongan. Karena pada  musim kemarau ini memungkin terjadinya Karhutla,” kata Didi Haryono.

Dia kembali menjelaskan, berdadasarkan laporan dari Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio SIK MH,” Wilayah Landak yang cukup luas dan medan yang cukup sulit menjadikan persiapan dilakukan sedini mungkin meski operasi Karhutla belum dimulai. Mengimbau kepada masyarakat atau pihak manapun yang akan membuka lahan untuk tidak melakukan dengan cara membakar,”

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, terus menerus melakukan monitoring serta melakukan persiapan-persiapan terhadap tanggap cepat bencana dan pemadaman terhadap Karhutla.  Bersinergi Polri-TNI dan organisasi perangkat daerah di sana mengimbau kepada semua pihak mencegah secara dini Karhutla. Tidak hanya itu, sosialisasi soal Karhutla dan mengaktifkan kembali kelompok-kelompok masyarakat siaga api, dan mengingatkan semua pihak agar menjaga lahan mereka tidak terjadi kebakaran. “Ini semua terntu harus didukung semua unsur. Maka, marilah bersama-sama jaga alam kita yang lestari,” kata  Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono.

Pencetak Atlet Terbanyak, Ada di Kodam Ini

hamparan.info – Kodam III/Siliwangi satu di antaranya dari beberapa Kodam yang ada di Indonesia adalah termasuk pencetak atlet terbanyak. Tidak heran apabila ada event-event besar Kodam III/Siliwangi selalu mengirim para petarung handal.

Koordinator Tim Atlet Karate Kodam III/Siliwangi, Mayor Czi Wawan mengatakan, siap memboyong pundi-pundi medali emas pada kejuaraan Walikota Surabaya International Open Karate Championship 2019 yang akan digelar pada 26 Juli 2019 mendatang.

“Saya optimis, akan boyong medali emas pada kejuaraan Walikota Surabaya International Open Karate Championship 2019,” kata Mayor Czi Wawan, di Gor Siliwangi Bandung, Senin (22/7/2019).

Mayor Czi Wawan mengatakan, kemenangan diraih bukan tidak ada alasan. Karena menurutnya, upaya yang dilakukan untuk tim atlet Kodam III/Slw dalam meningkatkan daya tahan, kecepatan, dan teknik strategi atlet sudah dilakukan jauh-jauh sebelumnya, apalagi pada kejuaraan event kali ini menurunkan petarung sejati dan belum lama ini meraih medali emas pada Gothenburg Open 2018 di Swedia.

Sedangkan tim atlet Kodam III/Slw, mengirimkan sebanyak 21 personel untuk mengikuti kelas TNI-Polri dan dari 21 personel termasuk ada dua putri.

” Atlet-atlet Karate dari Kodam III/Slw memang diperhitungkan. Itu lantaran banyak atlet karate asal Kodam III/Slw ini yang telah berprestasi, bukan hanya di tingkat nasional tapi juga ditingkat internasional,” kata Mayor Czi Wawan .

“Untuk itu, saya berharap Do’a dari semua masyarakat Indonesia dan keluarga besar Siliwangi pada khususnya, karena yang akan diraih ini bisa mengharumkan nama NKRI, dan tentunya akan mengharumkan nama Kodam III/Siliwangi yang kita cintai ini,” kata Mayor Czi Wawan.

Mereka yang Nangis, Senang dan Berang di balik Aksi Simpatik Tingginya UKT

Aksi Simpatik yang dilakukan sejumlah mahasiswa IAIN Pontianak atas kenaikan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) mencuri perhatian civitas akademika IAIN Pontianak, Senin 15 Juli 2019. Aksi tersebut pun ditanggapi beragam, mulai membuat berang pejabat kampus hingga menghibur petani yang kebetulan mengurus pendaftaran anaknya. Terlepas dari hal tersebut, aksi yang dibalut dengan parade puisi dan teatrikal itu berjalan aman tanpa tindakan anarkisme berlebihan.

hamparan.info – IMAM MAKSUM –

Hilir mudik mahasiswa mengawali Senin pagi itu (15/7). Seperti hari-hari biasa, Gazebo IAIN Pontianak mulai dipenuhi mahasiswa. Namun tampak berbeda kali itu, sejumlah mahasiswa sibuk menyiapkan atribut aksi. Mulai dari pengeras suara, kertas karton bernarasi dan sebuah sepanduk besar bertulisan “Aksi Simpatik Parade Amal Puisi atas Tingginya UKT”.

Awalnya massa aksi telah mendapatkan izin dari satuan pengamanan (satpam) untuk melaksanakan aksi di depan Gedung Biro AUAK. Mengambil sebagian bahu jalan utama kampus. Namun, kemudian pihak Biro AUAK menampik. Mereka pun disarankan untuk melakukan aksi di Gazebo. Di bawah instruksi koordintaor aksi, bergeserlah massa tersebut ke Gazebo.

Sekitar pukul 09:00 WIB, aksi dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dipimpin Koordinator lapangan, Zamal Saputra, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Ada sekitar 20 peserta aksi yang berdiri pun bernyanyi.

Zamal Saputra  menetes air matanya, seraya menyampaikan orasi. “Aksi ini adalah ekspresi kami sebagai mahasiswa menanggapi kenaikan biaya UKT mahasiswa baru,” ujarnya.

Peserta aksi kemudian secara bergiliran membacakan puisinya. Diiringi suara gitar. Diselingi penyampaian orasi hingga aksi teatrikal pocong dan makam.

***

Aksi Simpatik memancing perhatian civitas akademika. Berdasarkan pengamatan, mahasiswa-mahasiswa mendekat ke titik aksi. Melihat dan mendengar tuntutan yang digaungkan.

Bahkan beberapa calon mahasiswa baru turut menyaksikan aksi mahasiswa tersebut. Salah satunya Irma Damayanti. Hari itu dia ke kampus untuk mengurus berkas UKT.

Calon mahasiswa asal Teluk Batang Kayong Utara duduk di trotoar jalan. Ia beserta satu orang temannya mengaku memperhatikan aksi mahasiswa.

Irma Damayanti berpendapat setuju dengan tuntutan mahasiswa dalam aksi tersebut. “Alhamdulillah merasa terhibur (dengan adanya pembacaan puisi) liat antusias kakak tingkat, gimana ya pokoknya suke lihatnya,” ujar Irma Damayanti. Kata dia, selama tidak ada keributan dan tidak ada kericuhan serta masih dalam batas normal hal tersebut bisa dimaklumi.

“Lihat semangat kakak-kakak jadi ikut menular semangatnya,” tutur Irma Damayanti saat diwawancara wartaiainpontianak.com.

Irma Damayanti baru tahu isu kenaikan UKT setelah diinformasikan seniornya. “Dibilang UKT sekarang naik karena IAIN mau berubah statusnya menjadi UIN,” tutur Irma Damayanti menceritakan ulang.

Irma Damayanti adalah calon mahasiswa baru yang mendaftar jalur SPMB. “Untuk biaya UKT belum tahu karena masih menunggu pengumuman kelulusan,” katanya. 

***

Mata Misna (45) fokus melihat aksi mahasiswa. Perempuan asal Kabupaten Kayong Utara itu tidak menyangka ada aksi mahasiswa. Ia mengaku datang ke IAIN Pontianak untuk menemani anaknya mengambil nilai. “Anak saya sudah tamat setahun yang lalu. Hari ni mau ngambil nilai sekaligus nemankan tetangga mendaftarkan anaknya kuliah,” kata Misna.

Terkait biaya UKT IAIN Pontianak yang mengalami kenaikan di beberapa golongan, Misna tidak setuju dengan kebijakan  tersebut. “Pemerintah itu yang memilih rakyat, jadi harus meperhatikan rakyat, jangan memerhatikan diri sendiri,” tuturnya.

Jika uang kuliah mahal, kata Misna, pendidikan hanya diperuntukkan bagi anak pegawai negeri atau pejabat. “Kalau bagi petani, jika anak hanya satu yang disekolah iya masih mampu, tapi kalau banyak yang mau disekolahkan, SD, SMP, SMA, kuliah. Bagi yang tak mampu maka anak akan terbengkalai,” ujarnya.

Misna menuturkan siswa tamat SMA tidak bisa jadi pegawai. “Tamat SD jadi alas telapak kaki,” kata dia. “Macam kami di Kayong Utara melamar kerja semacam anjing garuk kepala, masuk situ salah, tidak diterima, masuk situ salah tak mau yang nerima,” ujarnya kesal.

Bagi Misna, punya anak tidak sampai dibangku kuliah itu jadi serba salah. “Dak kuliah tak ada kerja, belum lagi yang tamat kuliah jak susah cari kerja,” tutur Misna yang berprofesi petani itu.

Misna sependapat dengan tuntutan aksi mahasiswa perihal UKT. “Jika dapat itu biayanya seperti awal. Karena inikan sudah negeri, setiap negeri jangan sampai dinaikkan biaya sekolah tu. Karena bukan swasta. Swasta sesuai kalau mahal karena membangun sendiri,” katanya

Hamnah (49) tetangga Misna yang juga turut menyaksikan aksi simpatik mahasiswa mengaku senang. Ia berdua pun duduk di trotoar memperhatikan aksi yang berlangsung. “Kami mendukung mahasiswa (menuntut UKT turun),” katanya.

Meski masih menunggu pengumuman kelulusan anaknya, Hamnah terkejut dengan biaya beberapa golongan UKT yang mengalami kenaikan. “Kemampuan saya untuk menguliahkan anak itu sekitaran 1,5 sampai 1,7 juta persemesternye,” kata dia. Namun apabila kenyataan biaya kuliah anaknya lebih tinggi dari prediksinya maka ia mengaku keberatan.  

“Biaya semester seharusnya lebih memperhatikan kami, apalagi kami dari kampung, kami juga memikirkan biaya hidup anak saya di sini, kebutuhan kuliah, pakaian,” ucap Hamnah.

***

Firdaus Ahcmad, Warek I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Pontianak mengaku mensuport aksi simpatik tersebut. “Artinya kawan-kawan senior ini tidak hanya memikirkan diri sendiri tetapi juga memikirkan adek-adeknya,” kata Firdaus Ahcmad. Namun dia belum menangkap dasar dari aksi tersebut dengan alasan kebijakan UKT untuk mahasiswa baru bukan untuk mahasiswa lama. “Kenapa  mahasiswa (lama) yang bicara,” tuturnya.

Menurut Firdaus Ahcmad, mahasiswa senior yang terkoordinir dalam organisasi kemahasiswaan bisa ikut berdialog dalam pengambilan kebijakan ini sehingga membantu sosialisasi UKT ini kepada mahasiswa baru.

Mantan Senat Mahasiswa IAIN Pontianak priode 89 ini mengatakan penaikan UKT bukan kebijakan yang serta merta. Tapi diawali dengan kajian-kajian tentang kebutuhan pengelolaan pendidikan. “Pengelolaan pendidikan tidak ada yang murah sekarang. Harga semua pada naik. Tahun ini kita tidak mungkin membayar honor dosen non PNS dan dosen luar biasa itu sama dengan besarnya tahun lalu,” ujarnya saat diwawancara WARTA Senin, (15/7).

Terkait pengelolaan uang UKT itu, Firdaus Ahcmad berkomitmen memperbaiki fasilitas pendidikan. “Sedikit demi sedikit. Yang belum ada AC-nya akan kita adakan,” katanya.

Bersamaan dengan itu pula, pihak lembaga siap meningkatkan kualitas dosen. Firdaus Ahcmad bilang kalau ada dosen yang kurang berkualitas bisa langsung lapor kepadanya.“ “Kita langsung evaluasi,” ujarnya. Namun menurut Warek I itu, sampai saat ini belum ada laporan dosen yang kurang kualitasnya.

Terkait penentuan golongan UKT mahasiswa baru, ketepat sasaran ditentukan berdasarkan pengajuan mahasiswa. Syarat calon mahasiswa baru mendaftar ulang yaitu harus menyertakan surat dukung UKT, rekening litrik, penghasilan orang tua. “Nah dari situ kita rapat untuk menentukan. Kita cek benar tidak ini,” katanya.

Perihal UKT IAIN Pontianak itu, Firdaus Ahcmad menegaskan bahwa masih tergolong rendah. “Murah dari (kampus) yang lain, saya sudah tanya sana-sini,” ujarnya.

Jokowi Minta ASEAN Tangani Masalah Muslim Rohingya di Rakhine State

Presiden Jokowi menerima Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2019).

Dalam pertemuan, Jokowi menyampaikan pentingnya konsep kerja sama Indo-Pasifik terkait nasib muslim Rohingya di Kota Rakhine, Myanmar.

“Mengenai masalah Rakhine State, Presiden menyampaikan pentingnya keterlibatan ASEAN dalam membantu Myanmar di dalam mempersiapkan repatriasi yang sukarela, damai, dan bermartabat,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakara Pusat, Rabu (13/3/2019).

Retno mengatakan, Thailand, yang saat ini menjadi Ketua Negara-Negara ASEAN, perlu membahas lebih jauh mengenai rencana itu.

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Serang – Capres Prabowo Subianto meresmikan kantor baru DPD Gerindra Banten di Jalan Serang-Pandeglang. Selain meresmikan, kedatangannya ke Banten akan bertemu dengan pendukung di rumah aspirasi.

Ketua DPD Banten Desmon J Mahesa mengatakan, Prabowo secara khusus meresmikan rumah partai Gerindra Banten yang baru.

Prabowo juga dijadwalkan menyapa partai koalisi, relawan dan masyarakat Banten.

“Hari ini Pak Prabowo datang dalam rangka meresmikan DPD partai, kedua akan ke rumah aspirasi saya di Ciwaru dalam rangka menyapa masyarakat,” kata Desmon singkat di Jalan Serang-Pandeglang, Banten, Sabtu (16/3/2019).

Prabowo langsung memberikan tumpeng ke salah satu tokoh Banten Buya Humaid Tanara sebagai prosesi peresmian. Ia juga menandatangani prasasti gedung DPD Gerindra.

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

Jakarta – Hari yang sama 14 tahun lalu, Munir Said Thalib meninggal di dalam pesawat yang mengantarnya ke Amsterdam, Belanda. Munir diracun di udara.

Pollycarpus Budihari Priyanto, seorang pilot senior Garuda Indonesia saat itu, ditangkap dan diadili. Dia divonis 14 tahun penjara, tetapi majelis hakim yang mengadilinya yakin ada dalang di balik pembunuhan Munir. Siapa?

Pertanyaan itu hingga Pollycarpus akhirnya bebas tahun ini pun belum terjawab. Presiden Joko Widodo (Jokowi) didesak mengambil tindakan.

“Kembali kami menegaskan negara belum mampu membongkar konspirasi dalam kejahatan ini.

Pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa kasus pembunuhan Munir adalah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan masih sebatas janji tanpa bukti,” ujar salah satu aktivis HAM dari Kontras, Yati Andriani, di Jalan Kramat II, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (7/9/2018).