TPPO Itu Bukan Hanya Pernikahan Biasa

hamparan.info – Kunjungan Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, berkunjung ke Mapolda Kalimantan Barat dengan agenda pertemuan para korban pengantin pesanan. Gubernur Kalimantan Barat  Sutarmidji, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Bupati Sambas, dan kepala dinas terkait yang ada di Bumi Khatulistiwa juga hadir dalam kegiatan itu.

 Pada kesempatan itu, Kepala Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, menyebut kasus  para korban pengantin pesanan musti semua pihak sadar akan arti pentingnya menjaga keluarga di antara mereka.

 “Ini termasuk transnasional crime. Sehingga penanganannya termasuk extra ordinary crime. Hal ini menjadi hal yang sangat utama bagi kita,” ujar Didi Haryono, Kamis (25/7/2019).

 Dia menegaskan tidak main-main dengan permasalahan tersebut. “Nanti akan kita kembangkan lagi terkait kasus – kasus masalah dukcapilnya. Pemalsuan identitas dan sebagainya,” kata dia.

 Dia menjelaskan,” Dari 3 tersangka ini korbannya ada 5, yang sudah berangkat itu 5, dan yang belum berangkat itu 2,”.

 Di tempat yang sama Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, menegaskan,” Pada bidang diplomatik kita sudah menyampaikan konsen kita, pada pemerintah Tiongkok, saya sudah melakulan pertemuan dengan duta besar Tiongkok, dan duta besar kita yang berada di Tiongkok sudah bertemu dengan mentri luar negeri Tiongkok untuk menyamakan persepsi bahwa kasus ini dilihat sebagai dugaan tindak pidana TPPO bukan hanya pernikahan biasa,”.

 Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, mengaku, “Saya sebagai perempuan, saya juga sangat miris, melihat kasus ini, karena melibatkan perempuan Indonesia yang menjadi korban, dan sebagian dari mereke masih berusia yang sangat muda, satu di antara 7 yang saya temui, berusia 14 tahun,”.

Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi  berhatrap,” Kerja sama yang baik antara semua pihak, terutama yang berada di hulu, Untuk melakukan pencegahan dari pihak kepolisian juga saya minta komitmen yang tinggi untuk membuka dari kejahatan transnasional ini,”. 

​Dampak Karhutla Hambat Kecerdasan dan Pertumbuhan Anak

hamparan.info – Kepala Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono mengingatkan,  Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang rawan terjadi kebakaran hutan, kebun dan lahan.

“Kita mengetahui bahwa kalimantan barat memiliki kondisi geografis yang memiliki bentangan 1 1/6 Pulau Jawa dengan luas daratan 110.000 km2,  serta  terdapat 14.680.790 ha lahan perkebunan dan pertanian, dan juga hamparan lahan gambut yang cukup luas di setiap wilayah Kalimantan Barat,” kata dia seusai gelar pasukan Operasi Bina Karuna Kapuas 2019  Kabupaten Kubu Raya, Rabu, 24 juli 2019.

Dia menjelaskan, kondisi geografis kalbar yang luas  menjadikan sebuah potensi bagi oknum yang tidak bertanggung jawab untuk membuka lahan dengan cara  membakar. Hal inilah yang menjadi pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. Terjadinya kebakaran hutan, kebun dan lahan di areal yang luas dapat menimbulkan dampak yang besar, munculnya kabut asap dapat merusak ​saraf otak, ​menghambat kecerdasan dan pertumbuhan anak-anak, ​menggangu aktifitas belajar anak di sekolah,  ​menimbukan penyakit infeksi saluran pernafasan, ​menghambat transportasi penerbangan, lalu lintas di darat dan di laut, ​menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Tahun 2015 merupakan fenomena terjadinya kebakaran hutan  terbesar kalimantan barat selama 5 tahun terakhir. data menyebutkan seluas 2,6 juta hektar lahan di kalbar terbakar dan sekitar 504.000 orang terutama anak-anak terkena ispa, hilangnya keragaman hayati, terganggunya aktivitas ekonomi  karena terjadinya pembatalan penerbangan baik internasional maupun domestik di mana terjadi hampir di sebagian pulau besar Indonesia khususnya Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Sebesar kurang lebih 220 triliyun rupiah kerugian ekonomi indonesia akibat karhutla. pada saat itu provinsi kalbar merupakan salah satu dari enam provinsi penyumbang asap terbesar di Indonesia,” katanya.

Data hotspot di Kalimantan Barat pada tahun 2018, terdapat 2.842 titik api, dengan luas lahan yang terbakar 1.152,51 ha, dan berhasil di padamkan seluas 852,78 ha atau setara 73,99%. Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu kabupaten yang menjadi penyumbang asap terbanyak di kalimantan barat, oleh karena itu pelaksanaan apel gelar pasukan tahun ini dilaksanakan di kabupaten kubu raya dengan harapan dapat meningkatkan kepedulian dan tingkat kesadaran masyarakat untuk menjaga wilayah kabupaten kubu raya dari terjadinya karhutla.

Hal ini tentunya perlu menjadi perhatian kita bersama baik pemerintah, swasta dan masyarakat dalam mengantisipasi dan menanggulangi terjadinya karhutlah di tahun 2019 ini. Upaya penanggulangan karhutla dapat dilakukan dengan upaya preemtif antara lain pemetaan hot spot, deteksi dini, melakukan himbauan, melakukan sosialisasi kepada pihak perusahaan dan masyarakat, melakukan kegiatan koordinasi dengan instansi lain, memberdayakan peran bhabinkamtibmas dan babinsa serta kades/lurah sebagai kekuatan tiga pilar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, memberdayakan peran tomas dan mendorong pemda melakukan upaya sesuai tupoksinya.

“Ini tentunya merupakan hasil dari kerjasama antara polri, tni dan seluruh elemen masyarakat yang peduli untuk mencegah terjadinya karhutla. Upaya preventif antara lain dengan melakukan patroli bersama, patroli udara, mendatangi tkp dan melakukan pemadaman bersama stake holders lainnya serta mengajak masyarakat dan perusahaan guna mengantisipasi kebakaran. kemudian melaksanakan gelar peralatan menghadapi operasi bina karuna di polda kalbar maupun di kantor gubernur, dengan melibatkan stake holders terkait dan elemen masyarakat yang peduli dengan pencegahan karhutla,” katanya.

Upaya gakkum dengan mendatangi tempat kejadian perkara , melakukan kegiatan lidik, sidik, saksi ahli, gelar perkara dan menyerahkan berkas, barang bukti dan tersangka ke jaksa penuntut umum. Terdata sepanjang tahun 2018 terdapat 29 kasus karhutla yang ditangani polda kalbar dan jajaran dengan tersangka sebanyak 39 orang dan 1 orang korban meninggal dunia akibat karhutla.

“Perlu kesadaran dari semua pihak pengguna lahan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. larangan ini sebagaimana telah di atur dalam undang-undang perkebunan maupun lingkungan hidup. masyarakat  yang membuka ladang dengan cara membakar harus dicarikan solusinya bagaimana mereka tetap dapat bercocok tanam dengan tidak membakar lahan. berikan solusi  yang berkaitan dengan sistem tanam dan permodalan yang tepat dan efisien,” katanya.

Para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat tokoh pemuda dan instansi terkait, diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam mencegah dan menemukan solusi karhutla di Kalimantan Barat yang dapat menampung kepentingan dan kebutuhan semua pihak termasuk kebutuhan para petani ladang yang membuka lahan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

“Kami mengajak kepada seluruh peserta gelar pasukan dan semua segenap elemen masyarakat bersinergi, bersatu padu bahu membahu untuk memberikan solusi bagi permasalahan karhutla di provinsi kalimantan barat yang kita cintai ini. Berdayakan petugas patroli desa untuk cegah karhutla dan giat patroli dititik beratkan pada titik hotspot, jika menemukan titik api segera dipadamkan. laksanakan patroli terpadu tni, polri, manggala agni dan masyarakat peduli api serta mapping desa-desa yang berpotensi terjadinya karhutla,” kata dia.

Dia berpesan, kepada anggota yang terlibat Operasi Bina Karuna Kapuas-2019 agar melaksanakan operasi tersebut dengan ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab serta dapat bekerja sama dengan komponen lainnya termasuk masyarakat sehingga tujuan operasi ini mewujudkan kalbar yang bebas dari asap  dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Alam Menjaga Kita, jika . . .

hamparan.info – Pada Rabu 24 2019 pukul 07.50 WIB di Jalan Angkasa Pura II, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, mendadak ramai. Ada ribuan orang datang kesana. Apel Gelar Pasukan. Ini adalah event dalam rangka Bina Karuna Kapuas. 

Kepala Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono bertindak sebagai Inspektur Upacara itu. Pangdam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, Danlantamal XII/Pontianak Laksamana Pertama TNI Gregorius Agung W.D, Ketua Pemuda Pancasila Provinsi Kalbar Firman Muntaco, Ketua Damkar Kalbar Ateng Tanjaya, Ketua Satpol PP Kalbar, Danramil se – Pontianak, Kapolsek se – Pontianak, Jajaran BPBN, dan Jajaran BPBD juga hadir dalam event tahunan itu.

“Apel Bina Karuna Kapuas ini kita harus saling mencegah terjadi nya kebakaran hutan di Kalimantan Barat ini. Karena ini semua menjadi tanggung jawab kita sebagai warga Kalimantan Barat yang kita cintai ini. Oleh karena itu mari bapak – bapak dan ibu – ibu kita harus serius dalam menangani Karhutla ini, karena ini adalah ancaman buat kita semua,” kata Kepala Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono. 

Dengan adanya apel Bina Karuna Kapuas ini, dia mengajak,”Mari bapak dan ibu kita harus saling menjaga keamanan kebakaran hutan di Kalimantan Barat ini, karna ini akan mengakibatkan sangat fatal,”. 

Ada beberapa faktor akibat dari kebakaran hutan ini sebagai berikut: 

1. Mengakibatkan sakitnya asma

2. Mengganggu pernapasan bagi anak ank kecil 

3. Membatalkan penerbangan 

4. Mengganggu anak sekolah akibatnya sekolah diliburkan

5. Mengakibatkan para lansia harus banyak masuk rumah sakit

6. Masih banyak lagi kerugian yang lainnya

“Ada nya apel ini kita supaya bisa mencegah nya Karhutla, yaitu dengan cara selalu melihat hotspot, memberikan informasi kepada masyarakat bahayanya Karhutla, dan cara lain kerja sama dengan pabrik – pabrik yang ada di sekitar. Selalu mengadakan Patroli dengan rutin dengan aparat yang ada karena ini sangat baik untuk pencegahan dini, dan para anggota yang ada selalu siap untuk melakukan patroli dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab. Jalan terakhir yaitu dengan cara hukuman yang berlaku yang ada di Indonesia,” ujar Kepala Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono.

Kepada seluruh anggota operasi Bina Karuna ini harus penuh rasa tanggung jawab. “Karena kalianlah yang harus bekerja keras untuk menjaga di sekitar kita ini, karena kalau kita bisa menjaga alam ini. Alam ini pun bisa menjaga kita, semoga Alloh SWT selalu memberikan petunjuknya demi kita menjaga tugas, khususnya di Kalimantan Barat ini,” kata dia.

PLN Bangun Posyandu Demi Ketersediaan Pelayanan Kesehatan

hamparan.info – PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kalbar melalui program PLN Peduli menyerahkan bantuan berupa pembangunan sarana dan prasarana pos pelayanan terpadu (Posyandu) dengan total biaya kurang lebih senilai Rp 205 juta rupiah untuk 2 Posyandu di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Selasa (23/7/2019).

Bantuan diberikan masing-masing senilai Rp100 juta untuk Posyandu Desa Batu Ampar dan Rp105 juta untuk Posyandu Desa Sumber Agung.

Bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh Manager Komunikasi PLN UIW Kalbar, Syaipunnur Rahsia ini bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional serta mendukung ketersediaan pelayanan kesehatan.

“Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada hari ini, kami menyerahkan bantuan pembangunan sarana dan prasarana kepada 2 Posyandu,” kata Syaipun.

Ia menambahkan pemberian bantuan pembangunan sarana dan prasarana yang di berikan kepada 2 posyandu tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Kehadiran Posyandu ini pastinya akan sangat membantu masyarakat di Kecamatan Batu Ampar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Mengingat betapa pentingnya pos pelayanan kesehatan bagi masyarakat, maka kami berusaha untuk membantu keberlangsungan pelayanan Posyandu. Alhamdulillah hari ini kami bisa besilaturahmi dengan Kader Posyandu di sini, semoga bantuan dapat diterima serta mendatangkan manfaat bagi masyarakat,” kata Syaipun.

PLN Turut meningkatkan skor indeks desa membangun Kalbar

Bantuan ini juga merupakan wujud dari dukungan PLN terhadap program Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang menargetkan dalam kurun waktu 5 tahun mendatang akan menumbuhkan 10 hingga 20% desa di Kalimantan Barat, yang akan memiliki status sebagai Desa Mandiri. Indeks Desa membangun merupakan indeks komposit dari 3 indeks yakni Indeks ketahanan sosial, ketahanan ekonomi dan ketahanan lingkungan.

Pembangunan posyandu tersebut akan meningkatkan skor pada indeks ketahanan sosial yang terdapat dimensi kesehatan, dimana dimensi ini terdapat indikator terjangkaunya prasarana kesehatan dan tingkat aktivitas posyandu.

“Selaras dengan program Gubernur Kalbar, bahwa pembangunan Posyandu ini akan membantu meningkatkan Indeks Desa Membangun. Dimana akan meningkatkan skor pada dimensi pelayanan kesehatan yang mudah dan memberdayakan masyarakat melalui aktivitas posyandu,” kata Syaipun, dalam keterangan resminya.

Sementara itu Camat Batu Ampar, Ikhsan Sukendra , mengapresiasi upaya PLN yang telah peduli terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat.

“Atas nama warga Desa dan Kecamatan Batu Ampar, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas bantuan yang diberikan melalui program PLN Peduli. Bantuan CSR ini sangat tepat sasaran karena Posyandu adalah jantung pelayanan kesehatan masyarakat. Semoga PLN terus maju dan sukses dalam melayani,” kata Ikhsan.

Dalam kesempatan yang sama, Manager ULP Rasau, Marwaji menghimbau kepada warga apabila membutuhkan informasi terkait layanan permohonan pasang baru, perubahan daya dan gangguan, serta info layanan lainnya dapat menghubungi call centre 123, atau datang langsung ke unit layanan PLN terdekat.

“Mari kita bersama-sama menjaga keberlangsungan pasokan listrik serta peduli akan keberadaannya. Biasakan bayar rekening listrik tepat waktu, mulai tanggal 1 hingga tanggal 20 tiap bulannya,” kata Marwaji.

Catat Ini Bahaya Dampak Karhutla

hamparan.info – Guyuran hujan lebat tidak menyurutkan langkah sosok lelaki badan tegap itu berjalan ke sebuah halaman. Berbagai jenis kendaraan ada terparkir di halaman itu. Roda dua, tiga, empat, enam, yang sudah dimodifikasi. Satu persatu dicek.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono. Itulah nama lengkap dan jabatannya. Pada Senin, 22 Juli 2019, jenderal bintang dua itu mengecek lini persiapan pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla. Ini dilakukan demi mencegah dini Karhutla di Bumi Khatulistiwa.

“Pengecekan peralatan, cek kesiapan alat dan uji coba alat pemadam,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono.

Didi Haryono menyebut, ada ratusan relawan yang hadir dalam kegiatan itu.  Di antaranya dari  PKJB Pemadam Kebakaran Jawi Bhakti, Pemadan Bhakti Sungai Beliung,  PPKS Suwignyo,  Pemadam Winodadi, Damkar Purnama. Selain itu ada juga dari relawan pemadam  Kumpai Besar Kubu Raya, Prmadam Mitra Bhakti, Rantis R4 dan R6 Pemadam Dit Sabhara Polda Kalbar, dan  puluhan pemadam  lainnya.

“Tolong diingat, dicatat, bahaya dampak Karhutla itu sangat besar. Mulai dari kesehatan, ekonomi, dan lain-lain. Ini jelas merugikan kita semua. Maka, marilah bersama-sama, cegah Karhutla,” ucap Didi Haryono.

Dia menjelaskan, pada Kamis, 18 Juli 2019, kebakaran lahan gambut 80 hektare lebih di Desa Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Api cepat menjelar karena susahnya akses ke lokasi dan minimnya sumber air.

Di Desa Mekar Baru, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, personel gabungan Polri-TNI dan Manggala Agni berjibaku madamkan api yang menghanguskan 62 hektare. Titik api ini pertama kali terdeteksi satelit Aqua pada koordinat 00.86855°-109.16884°.

Beruntung si jago merah ini tidak menjalar. Karena, berkat kesigapan para peronel bersinergisitas Polri-TNI dan Manggala Agni kobaran api tidak meluas.

Sementara itu di Kabupaten Kayong Utara, kesiapsiagaan antisipasi Karhutla juga akan digelar pada Kamis, 25 Juli 2019. Kegiatan itu  menyelenggarakan apel siaga berkoordinasi dengan Polri-TNI, dan organisasi perangkat daerah di sana. Tentu hal ini dilakukan demi mencegah Karhutla.

“Itulah bentuk kesolidan kami bersinergisitas,” ujarnya menjelaskan. Sedangkan di Kabupaten Landak,  berbagai peralatan pemadam api dan personel disiagan Polres Landak.  “Kesiapsiagaan ini demi mengantisipasi Karhutlah di wilayah hukum Polres Landak. Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio SIK MH mengambil langkah cepat dan tepat. Ini terlihat mereka mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan, mulai dari mesin mini pemadam api dan personelnya. Ya tentu, kami tidak mau kecolongan. Karena pada  musim kemarau ini memungkin terjadinya Karhutla,” kata Didi Haryono.

Dia kembali menjelaskan, berdadasarkan laporan dari Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio SIK MH,” Wilayah Landak yang cukup luas dan medan yang cukup sulit menjadikan persiapan dilakukan sedini mungkin meski operasi Karhutla belum dimulai. Mengimbau kepada masyarakat atau pihak manapun yang akan membuka lahan untuk tidak melakukan dengan cara membakar,”

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, terus menerus melakukan monitoring serta melakukan persiapan-persiapan terhadap tanggap cepat bencana dan pemadaman terhadap Karhutla.  Bersinergi Polri-TNI dan organisasi perangkat daerah di sana mengimbau kepada semua pihak mencegah secara dini Karhutla. Tidak hanya itu, sosialisasi soal Karhutla dan mengaktifkan kembali kelompok-kelompok masyarakat siaga api, dan mengingatkan semua pihak agar menjaga lahan mereka tidak terjadi kebakaran. “Ini semua terntu harus didukung semua unsur. Maka, marilah bersama-sama jaga alam kita yang lestari,” kata  Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono.

Kapolda Kalbar: Pembanguan SPN Mengadopsi Nilai Budaya Kearifan Lokal Masyarakat 

hamparan.info – Meriah. Inilah yang terlihat pada Senin, 8 Juli 2019, di lokasi rencana pembangunan SPN (Sekolah Polisi Negara) Polda Kalimantan Barat di Kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang. Di tempat itu telah dilaksanakan launching SPN Polda Kalbar dan penandatanganan prasasti pembangunan SPN Polda Kalbar.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono dalam kesempatan itu menyebut, pentingnya pembangunan SPN sesuai nawacita Presiden RI Joko Widodo membangun dari daerah pedalaman.

“Pembangunan Sekolah Polisi Negara di Kota Singkawang ini merupakan pembangunan gedung yang lebih representatif dan mengadopsi nilai budaya kearifan lokal masyarakat provinsi Kalimantan Barat. Pembangunan nantinya sesuai kearifan lokal masing-masing kabupaten/kota se- Kalbar. Dengan demikian tentunya kami terbuka untuk masing-masing kabupaten dapat mengusulkan model bangunan sesuai ciri khas daerahnya namun tidak mengurangi prototipe nya Polri,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono.

Launching pembangunan SPN Polda Kalbar ini penting dilaksanakan, sebagai bentuk nyata partisifasi aktif baik masyarakat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, maupun para pengusaha yang memang menginginkan kemajuan yang masif di Kalbar.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pembangunan SPN Polda Kalbar di Kota Singkawang mulai dilaksanakan sejak awal tahun 2019 yaitu dengan melakukan kajian strategis yang ditindaklanjuti dengan pertemuan antara Polda Kalbar dengan gubernur, para wali kota, para bupati dan para pengusaha yang difasilitasi oleh Ketua DPRD Provinsi Kalbar dan para Ketua DPRD kabupaten dan kota se- Kalimantan Barat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, biaya yang dibutuhkan dalam pembangunan SPN Polda Kalbar ini diperkirakan sebesar Rp 117,9 miliar yang terbagi dalam dua tahap. Pada tahun 2019 akan terbangun 8 unit fasilitas dengan biaya sebesar Rp28,5 miliar sedangkan sisanya sebesar Rp89,4 miliar dengan bangunan sebanyak 23 unit akan dilaksanakan pada tahun 2020.

“Saya selaku Kapolda Kalbar mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Singkawang yang diprakarsai oleh ibu Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie yang dengan iklas memberikan lahan seluas lebih kurang 40 hektare kepada Polda Kalbar untuk dijadikan lahan pembangunan SPN. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Gubernur provinsi Kalbar dan Wali Kota Singkawang beserta para bupati yang telah memberikan hibah bangunan pada tahun 2019 senilai Rp28,5 miliar dengan jumlah bangunan sebanyak 8 unit yang merupakan fasilitas utama,” ujarnya.

Kepada para bupati dan wali kota yang berencana akan menghibahkan bangunan pada tahun 2020, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono berkata,” Kami mengharapkan untuk segera melakukan koordinasi dengan para kapolres, karorena, karolog dan ka SPN Polda Kalbar. Tidak lupa kami juga mengucapkan terima kasih kepada para pengusaha yang sudah berperan dalam pembangunan SPN Polda Kalbar ini, kita saksikan sekarang dalam proses pembangunan jalan utama yang merupakan hibah dari PT WHW. Kepada rekan rekan pengusaha yang hadir, kami mengharapkan untuk berpartisifasi dalam pembangunan SPN Polda Kalbar yang merupakan kebanggaan kita semua.

Dia berujar,” Saya atas nama Kepolisian Negara Republik Indonesia, mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi sebesar- besarnya atas dukungan serta bantuan hibah yang telah diberikan pada tahun 2019 khususnya dari pemerintah daerah Provinsi Kalbar, Kota Singkawang, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sekadau, dan Kabupaten Ketapang,”.

Pembangunan Sekolah Polisi Negara dimaksud bertujuan selain untuk mencetak sumber daya manusia Polri yang mampu melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, patuh hukum dan profesional. Dan juga dapat digunakan untuk wahana pendidikan bagi seluruh masyarakat di Provinsi Kalimantan Barat. Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan Sekolah Polisi Negara dimaksud, tidak dapat seluruhnya dibebankan kepada APBN Polri, mengingat kemampuan APBN Polri masih terbatas.

“Dan nantinya setelah selesai kami akan mengundang bapak ibu sekalian dan bapak Kapolri untuk meresmikan SPN Polda Kalbar. Polda Kalbar berharap seluruh stake holder dan seluruh masyarakat yang ada di Propinsi Kalimantan Barat dapat mendukung baik materil maupun moril, demi kelancaran pembangunan dimaksud. diharapkan ke depan semakin baik dan meningkatnya kinerja polda kalbar dalam memberikan pelayanan prima kepada seluruh masyarakat yang ada di Provinsi Kalbar,” kata dia.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan, lokasi SPN ini sangat strategis karena nantinya karena udah ada pemicu pembangunan SPN, maka akan memicu terhadap pembangunan sekitar. Dengan adanya SPN kita berupaya Pihak Polisi keluaran dari SPN Kalbar mempunyai Postur Polri yang ideal sehingga dapat bersaing.

“Kami berharap kepada para pengusa untuk ikut dalam percepatan pembangunan, dimana nantinya akan semakin mendukung situasi yang kondusif dalam melakukan usaha. Untuk bagian dari Pemprov Kalbar, saya sudah sampaikan kepada pelaksanan, kalau dapat pada tanggal 1 Juli 2020 sudah selesai semua. Saya juga berharap kepada Bupati/Wali Kota, Desember nanti penetapann tender sudah selesai semua, Januari paking sudah selesai sehingga 1 Juli Ultah Polri yang ke-74 SPN bisa diresmikan,” kata dia.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menuturkan, Kota Singkawang merupakan kota nomor 2 terbesar di Kalimantan Barat dengan luas 5004 kilo meter persegi yang merupakan kota sebagai tujuan masyarakat daerah lain untuk melanjutkan pendidikan.

“Sehubungan dengan rencana pembangunan SPN Polda, kami pemerintah Kota Singkawang sangat mendukung, karena akan memberikan pembangunan baik masyarakat setempat dari aspek ekonomi, dan semakin mendekatkan Polri kepada masyarakat setempat dalam memberikan ketentraman masyarakat setempat. Semoga target 2020 SPN dapat selesai dan kami akan mengundang kembali dalam acara peresmian,” kata Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie.

Sementara itu, dalam laporan perkembangan pembangunan SPN Polda Kalbar oleh Kombespol Supriadi, bahwa terlaksananya pembangunan SPN berkat partisipasi dari Pemprov Kalbar, pemerintah kabupaten/kota se-kalbar, para pengusaha dan masyarakat se-Kalbar. Pembangunan SPN tepat di Jalan Conglongkong, RT10 RW 04, Kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan dengan luas lahan 40 hektare yang merupakan hibah masyarakat setempat atas prakarsa Wali Kota Singkawang.

“Adapun yang telah dilakukan Polda kalbar dalam rangka melakukan percepatan pembangunan SPN, di antaranya adalah kami Melakukan kajian strategis mengenai kondisi SPN Polda Kalbar yang saat ini berada ditengah-tengah kota dengam kondisi yang sudah tidak refresentatif sehingga dalam aktivitasnya mengganggu masyarakat sekitar. Melaksanakan studi banding ke Polda Gorontalo dalam pembangunan SPN Gorontalo melibatkan pemprov, Pekab/kota, para pengusaha dan masyarakat se Prov. Gorontalo. Membuat surat kepada Pemprov, Pemkab/kota serta para pengusaha dalam rangka partisipasi dalam pembangunan SPN Polda Kalbar,” kata dia.

Sebagai informasi, turut hadir bersama Kapolda Kalbar, Ketua DPRD Prov. Kalbar, M Kebing L, Pangdam XII/Tpr, Mayjend TNI Herman Asaribab, Danrem 121/AWB Brigjen TNI Bambang Trisnohadi, Ketua DPRD kabupaten/kota se-kalbar, Para Bupati/Walikota se-kalbar, Kepala Bank Kalbar, Ketua KONI Kalbar Fachrudin Siregar, Irwasda Polda Kalbar Kombes Pol Andi Musa, Pejabat Utama Polda Kalbar, Kapolres/ta jajaran Polda Kalbar, para donatur dan tamu undangan.

Tabur Bunga di Pelabuhan Senghie Pontianak

hamparan.info – Sebagai wujud penghormatan anggota Polri akan jasa-jasa pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raga demi bangsa dan negara serta mengenang jasa para pahlawan bangsa yang telah mendahului sebagai ketauladanan generasi muda, maka tabur dilakukan. Pada Senin, 1 Juli 2019, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono melakukan rangkaian upacara adalah peletakan karangan bunga, dilanjutkan dengan tabur bunga di di Pelabuhan Senghie Pontianak.

“Ini sebagai bentuk penghargaan kepada para pahlawan yang gugur dalam pertempuran di laut. Makna dari pelaksanaan tabur bunga ini, selain untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang gugur, juga dapat melanjutkan nilai-nilai perjuangan mereka,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono. “Selaku generasi penerus, Kita hanya melanjutkan nilai-nilai perjuangan, pengabdian, dedikasi, tampa pamrih dari mereka membela rakyat demi masa depan bangsa. Nilai-nilai perjuangan dari para pahlawan perlu diwarisi kepada generasi muda yang akan datang, agar mereka tetap mengenang jasa-jasa perjuangan para pahlawan,”.

BACA Mau Cek Kesehatan Gratis di Bulan Ramadan? di Sini Tempatnya

Dia menjelaskan,  memasuki usia Bhayangkara ke 73 tahun, Polda Kalimantan Barat dengan motto Polda Kalbar Berkibar, masih terus meningkatkan kinerja terbaiknya sebagaimana tugas sebagai pelindungi, pengayom dan melayani masyarakat.

“Dengan semangat promoter, pengabdian polri untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Kalbar Cinta Damai. Polri siap mengawal kebijakan pemerintah,” katanya. Kegitan seremoni ini juga dihadiri unsur TNI dan perwakilan Pemerintah Provinsi Kalbar dan Pemerintah Kot Pontianak serta undangan lainnya.

 

Apa Hakikat Pangkat di Lingkungan Organisasi Kepolisian?

hamparan.info – Berdasarkan catatan Biro SDM Polda Kalbar pada periode 1 Juli 2019 ini anggota Polri Polda Kalbar mendapatkan kenaikan pangkat sebanyak 911 personel. Terdiri dari, 2 orang dari AKBP ke Kombes Pol 5 orang dari kompol ke AKBP 4 orang dari akp ke Kompol 1 orang dari IPTU ke AKP 10 orang dari IPDA ke IPTU 5  dan 7 orang dari AIPTU ke IPDA.  Serta sisanya total 817 orang di lingkungan Bintara.

Sedangkan untuk PNS Polri Polda Kalbar yang menerima kenaikan pangkat pada periode 1 April 2019 adalah sebanyak 65 orang terdiri dari:  16 orang PNS Polri dari golongan III  45 orang PNS Polri dari golongan II 4 orang PNS Polri dari golongan I.

BACA Asah Skil Menerbangkan Wahana Tanpa Awak

“Untuk itu pada kesempatan ini saya ucapkan selamat atas kenaikan pangkat saudara-saudara terutama kepada Pejabat Utama Polda Kalbar, Kabidkum dan Kabid Humas Polda Kalbar,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, Senin (1/6/2019).

Dia menjelaskan, hakikat pangkat dalam lingkungan organisasi kepolisian merupakan perwujudan dari kompetensi, dedikasi dan tanggung jawab. Setiap jenjang kepangkatan memiliki level kompetensi dan tanggung jawab yang berbeda.

BACA Petakan Sawit Mayarakat, Langkah Awal Dorong STDB

“Semakin tinggi pangkat, semakin tinggi pulalah tanggung jawab yang diemban. sejalan dengan itu, seharusnya semakin tinggi pangkat seseorang, maka kompetensinya harus semakin meningkat. Kompetensi di sini meliputi pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), serta sikap dan perilaku (attitude),” kata dia.

Secara yuridis, teknis dan etis dapat dimaknai dengan esensi adalah bahwa setiap anggota kepolisian diberi pangkat yang mencerminkan peran, fungsi dan kemampuan, serta sebagai keabsahan wewenang dan tanggung jawab dalam penugasannya.

BACA Perkuat SDM dalam Pengoperasian WTA di Papua

“Maka, saya mengingatkan kepada para peserta korps raport sekalian, untuk segera menjadikan dirinya siap dengan tuntutan kompetensi dan tanggung jawab yang harus diemban. Jangan pernah menganggap bahwa pangkat adalah sebuah hak yang akan diterima pada waktunya,” katanya.

Oleh karenanya penuhi segala tanggung jawab dan kewajiban dengan pangkat baru yang disandang para personel ini.

BACA Dekatkan Layanan Perbankan, BCA Hadir di Kubu Raya

“Sekali lagi saya sampaikan, sejatinya pangkat bukanlah pemberian tetapi akumulasi dari kerja keras, loyalitas, dedikasi dan prestasi yang saudara- saudara berikan selama ini kepada organisasi, masyarakat dan negara selama periode tertentu. Tentunya, sebagai personel polda kalbar yang memiliki sedikitnya tiga kecerdasan yaitu: intelijensia, emosional, dan spiritual, kita harus mampu cepat beradaptasi dengan berbagai perubahan lingkungan. Jadikan diri saudara-saudara sebagai motor kinerja stabilisator dan dinamisator yang berprestasi dalam rangka mendukung terwujudnya polda kalbar berkibar,” katanya.

Ini Bursa Inovasi Desa di Kecamatan Terentang

hamparan.info – Program Inovasi Desa Provinsi Kalimantan Barat memulai tahapan Bursa di kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya, pada Minggu, 30 Juni 2019. Bursa Inovasi Desa tingkat kecamatan Terentang ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kubu Raya,  Sujiwo.

Dalam event itu Wakil Bupati Kubu Raya,  Sujiwo, berharap  agar desa harus sudah berinovasi dalam penggunaan dana desa.

“Agar desa yang diwakili oleh Kepala Desa , BPD dan tokoh masyarakat setelah berkomitmen atas menu bursa yang telah disediakan untuk dapat nantinya dimasukkan ke dalam APBDES 2020,” kata Sujiwo.

Bursa Inovasi Desa Kecamatan Terentang ini dihadiri oleh Camat Terentang, Soharto yang dalam kegiatan ini mendampingi Wakil Bupati Sujiwo  dan dihadiri masyarakat dari 10 desa yang ada di kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu raya.

Bursa Inovasi Desa Kecamatan Terentang ini juga dihadiri P2KTD, salah satunya  lembaga Swa Bina Prakasa ( bidang Kewirausahaan) yang diwakili oleh Hatta Siswa Mahyaya , dengan kehadiran P2KTD diharapkan dapat membantu desa dalam . merealisasikan komitmen yang telah dimiliki desa.

Sementara itu menurut Koordinator Kabupaten Kubu Raya Program Pemberdayaan Masyarakat Desa ( P3MD-PID), Yulita, pelaksanaan Bursa Inovasi Desa tingkat kecamatan lebih fokus dalam melayani wakil -wakil desa untuk memilih menu yang ada di Bursa Inovasi tingkat kecamatan.

Danrindam III/Siliwangi: Banggalah Selalu Kepada Profesimu

hamparan.info – Komandan Resimen Induk Kodam (Danrindam) III/Siliwangi, Kolonel Infanteri Indarto Kusno Hadi secara resmi menutup dan melantik 989 Prajurit Bintara Pendidikan Pembentukan Bintara Reguler (Diktukba Reg) TNI AD Tahun Anggaran 2019 di Lapangan SECABA Bihbul, Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (29/6/2019).

“989 prajurit, merupakan alih golongan, yakni dari golongan Tamtama menjadi golongan Bintara, seusai mengikuti Diktukba Reg, dan 989 prajurit yang berpangkat Sersan Dua (Serda) itu, akan melanjutkan pendidikan tahap II, atau mengikuti pendidikan kecabangan masing-masing,” kata Danrindam III/Siliwangi, Kolonel Infanteri Indarto Kusno.

BACA Tugas Operasi adalah Pengabdian dan Kehormatan Bagi Seorang Prajurit

 Penilaian Sembilan Program Reformasi Birokrasi di Kodam III/Siliwangi

Keberhasilan merupakan modal dasar yang berharga untuk mendukung kelancaran pendidikan, yaitu pendidikan kecabangan masing-masing yang bertujuan membekali kemampuan dan keterampilan khusus serta sekaligus merupakan syarat mutlak yang harus ditempuh untuk menjadi seorang bintara yang handal.

“Banggalah selalu kepada profesimu sebagai prajurit, karena dengan rasa bangga itu, semua tugas dapat dilakukan dengan mudah serta jadilah Prajurit yang Profesional, Loyal dan Tegak Lurus serta Dicintai Rakyat,” ujar Danrindam III/Siliwangi, Kolonel Infanteri Indarto Kusno diakhir amanatnya itu.