Bersinergi Ciptakan Desa Mandiri, Bisakah?

hamparan.info – Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab menghadiri pencanangan bulan bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XVI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2019 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47 yang dipusatkan di Desa Tebas Kuala, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Dengan tema,”Dengan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat Kita Tingkatkan Semangat Gotong Royong Dalam Mewujudkan Masyarakat Yang Berintegritas dan Mandiri.

Pencanangan BBGRM XVI Provinsi Kalimantan Barat dan HKG PKK ke-47 dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Barat,  Sutarmidji ditandai dengan pelepasan balon ke udara dan peletakan batu pertama pembangunan Balai Dusun Tebas Kuala. Yang dihadiri juga oleh Dandim 1202/Skw, Kapolres Sambas, Bupati dan Wakil Bupati Sambas, Ketua DPRD Sambas, Menteri Pelancongan Serawak serta Para Kepala Dinas Pemerintah Propinsi Kalbar.

Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab menyampaikan, program BBGRM sangat bermanfaat untuk mempererat tali persaudaraan di masyarakat dalam rangka mewujudkan masyarakat yang berintegrasi dan menghilangkan ego pribadi.

Dia mengajak kepada masyarakat untuk membangun sinergitas kegotongroyongan antara pemerintah dengan masyarakat untuk mewujudkan program pembangunan nasional di Kalimantan Barat. Sesuai dengan program gubernur tahun ini adalah desa mandiri.

“Kodam XII/Tpr siap mendukung dan bersinergi dalam menciptakan desa yang unggul di Kalbar. Untuk itu mari kita ciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kalimantan Barat,” ujar Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab. Dia mengajak pada masyarakat untuk tetap menjaga dan merawat semangat kebersamaan agar demi mewujudkan tetap tegaknya NKRI .

Gubernur Kalimantan Barat  Sutarmidji mengajak pada masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan desa mandiri di Kalimantan Barat. Yang sampai saat ini hanya memiliki satu desa mandiri. “Untuk mewujudkan itu kita harus saling bekerja sama antara Pemda, TNI-Polri serta Masyarakat,” kata Gubernur Kalimantan Barat  Sutarmidji.

Emak Iah dan Ato Terharu Dibantu Kapolsek Kadupandak

hamparan.info – Pada Rabu, 31 Juli 2019 pukul 09.30 WIB kepulan asap menggumpal menghiasi langit desa. Warga pun panik. Api cepat menjalar menghanguskan 4 unit rumah warga Kampung Babakansirna, RT 002 RW 008, Desa Parakantugu, Kecamatan Cijati, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Petugas Kepolisian Sektor Kadupandak bergerak cepat menuju lokasi kejadian setelah mendapat laporan dari warga setempat melalui pesan singkat.

Kapolres Cianjur AKBP Soliyah meluai Kapolsek Kadupandak, Ajun Komisaris Polisi Yusup Ruhiman,  merinci kebakaran rumah warga  Parakantugu. Adapun korban kebakaran tersebut di antaranya, Emak Iah usianya 85 tahun. Sehari-harinya  mengurus rumah tangga.

“Ukuran rumah 6 x 12 meter rumah panggung,” ujaranya.  Rumah kedua diketahui milik warga setempat bernama Ato  yang umurnya 55 tahun. Selamanya bekerja sebagai wiraswasta memiliki rumah  ukuran rumah 13 x 9 meter rumah panggung. Rumah ketiga diketahui milik warga bernama Sarnudin (48 tahun)  ukuran rumah 6 x 13 meter rumah panggung. Rumah ke empat  milik warga bernama Markonah (50 tahun) ukuran rumah 6x 14 meter permanen.

“ Awal kebakaran rumah diketahui oleh Emak Iah yang sedang berada di rumahnya mengetahui api sudah membakar rumah bagian ruang dapur milik Ato. Dan menurut keterangan Ato api membakar rumahnya diperkirakan berasal dari tungku miliknya yang lupa dipadamkan karena Ato buru-buru meninggalkan rumah berangkat ke sawah,” ujarnya menjelaskan. 

Api membakar hangus rumah Ato dan menjalar ke tiga rumah lainnya dikarenakan jarak rumah kerumah sangat berdekatan.  Akibat kebakaran dari empat rumah tersebut korban mengalami kerugian materi sebesar kurang lebih Rp 600.000.000,- (enam ratus juta rupiah).

“Korban jiwa tidak ada. Hanya korban hewan ternak kambing milik Ato sebanyak 8 ekor kambing (4 betina dan 4 jantan) semuanya mati,” ucapnya menerangkan.

Atas kejadian itu, sejumlah saksi diperiksa. Ini dilakukan guna pengembangan permasalahan tersebut.  Ada pun tindakan yang sudah dilakukan petugas, di antaranya  menerima laporan, mendatangi  atau cek tempat kejadian perkara, membantu memadamkan, mendata dan cari saksi tindak lanjut terkait kejadian kebakaran, sudah melakukan koordinasi dengan Camat dan Kasi Kesra untuk segera mendapatkan bantuan pakaian dari PMI dan sembako dari Dinas Pertanian,sudah koordinasi dengan Ustad Pelor (Ketua BAZNAS Kecamatan Cijati), untuk segera memperoleh bantuan.

Pada, Jumat, 2 Agustus 2019 pukul 09.30 WIB Kapolres Cianjur AKBP Soliyah melalui Kapolsek Kadupandak, Ajun Komisaris Polisi Yusup Ruhiman, beserta anggota melakukan kegiatan bakti sosial  dengan memberikan bantuan  berupa sembako  dan  pakaian  kepada korban kebakaran yang menimpa 4 unit rumah warga di Kampung Babakansirna, RT 002 RW 008, Desa Parakantugu, Kecamatan Cijati, Kabupaten Cianjur.

Adalah Emak Iah dan  Ato. Mereka adalah pemilik rumah dari empat rumah yang terbakar itu menerima bantuan. “Tidak nyangka saya dibantu sama Pak Polisi. Terkejut saya,” tutur Emak Iah, semringah pada saat menerima bantuan langsung sembako dari Kapolsek Kadupandak, Ajun Komisaris Polisi Yusup Ruhiman.

Hal senada juga dituturkan Ato. Ia mengaku terharu mendapat bantuan itu. “Asli inimah bentuk nyata kiprah nyata Pak Kapolsek Kadupandak. Semoga saja beliau sehat selalu dan dimudahkan rejeki lancar jaya,” tutur Ato, menetaskan air mata.         

Kapolres Cianjur AKBP Soliyah melalui Kapolsek Kadupandak, Ajun Komisaris Polisi Yusup Ruhiman, menuturkan ia beserta jajaranya terketuk hati untuk memberikan bantuan kepada korban kebakaran yang menimpa warga Desa Parakantugu, Kecamatan Cijati. “Harapan kami dengan bantuan ini korban kebakaran 4 unit rumah dapat terbantu dan bermanfaat,” tuturnya.

Catat, TMMD Tingkatkan Kesejahteraan Desa terisolir

hamparan.info – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 secara serentak telah dimulai tanggal 10 Juli 2019 di 50 Kabupaten seluruh Indonesia, termasuk 4 (empat) Kabupaten/kota di wilayah Kodam III/Siliwangi yaitu Kodim 0607/Kota Sukabumi, Kodim 0610/Sumedang, Kodim 0604/Karawang, serta Kodim 0617/Majalengka.

Menurut Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) III/Siliwangi Kolonel Infanteri Wellyanto, program TMMD merupakan salah satu wujud kepedulian TNI kepada Pemerintahan di Daerah dalam membantu percepatan pembangunan di daerah tertinggal demi tercapainya kesejahteraan rakyat.

“TMMD ke-105 tahun 2019 dengan tema Bersama TMMD Membangun untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat, melibatkan personel dari TNI AD, TNI AL, TNI AU juga Polri, yang tergabung dalam Satgas TMMD,” kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) III/Siliwangi Kolonel Infanteri Wellyanto.

Personel Satgas TMMD ini tinggal di rumah-rumah penduduk di sekitar lokasi TMMD. Sehingga antara TNI-Polri dan rakyat benar-benar saling membaur dan dapat mempererat persaudaraan yang sudah terjalin, serta dapat mengetahui permasalahan yang ada di masyarakat.

“Program TMMD membantu pemerintah daerah yang mengalami keterbatasan anggaran dalam membiayai pembangunan. Oleh karena itu, perlu sinergitas semuanya. Ketika dilakukan bersama-sama, pembangunannya bisa terwujud. Permasalahan bangsa tidak bisa diselesaikan oleh satu kelompok, melainkan harus dikerjakan bersama dengan keterpaduan, sinergitas, dan kolaborasi,” kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) III/Siliwangi Kolonel Infanteri Wellyanto.

Pengusulan wilayah operasi TMMD sesuai masukan Bupati melalui Dandim. Sebelumnya juga, TNI melalukan survei serta pengamatan terhadap wilayah yang akan diprogramkan TMMD.

Kegiatan TMMD merupakan dinamisasi lintas sektoral dalam membangun daerah. Hal itu di antaranya dengan membangun insfratruktur jalan guna membuka akses ke daerah terisolir.

Selain itu juga, sebagai upaya pertumbuhan desa sehingga sasaran yang dibutuhkan masyarakat bisa tercapai. Seperti halnya akses pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

“Kegiatan TMMD ini, di selaras dengan upaya pemerintah daerah yang mencanangkan membangun bangsa dari mulai desa pinggiran,” ujar Kolonel Infanteri Wellyanto.

Dari semua itu yang lebih penting dalam pelaksanaan TMMD adalah sebagai bentuk aktualisasi budaya gotong royong semua pihak dari TNI, Pemerintahan hingga masyarakat.

“Dengan goyong royong bisa terbina upaya menyatukan perbedaan. Gotong royong merupakan nilai luhur bangsa yang memang harus tetap dijaga,” kata Kolonel Infanteri Wellyanto.

Khusus TMMD di wilayah Kodam III/Siliwangi, sepekan menjelang penutupan tanggal 8 Agustus yang akan datang, 90 persen dari program yang sudah direncanakan telah dapat tercapai sehingga diharapkan saat penutupan nanti sudah rampung semuanya.

Kolonel Infanteri Wellyanto berharap Satuan terkait di lokasi TMMD agar mempersiapkannya dengan baik, untuk pengawasan dan perawatan terhadap hasil-hasil TMMD diharapkan Pemda setempat. Tujuanya agar sama-sama menjaga sehingga benar-benar dapat memberi efek sosial ekonomi bagi kemajuan wilayah dan masyarakat setempat.

Glorio Sanen : Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Harus Mengakui Wilayah Adat

hamparan.info – Presidium Dewan Kehutanan Nasional, Glorio Sanen, berpendapat pemerintah pusat harus menyampaikan secara utuh apakah pemindahaan Ibu Kota Negara atau Pemindahan Pusat Pemerintahan dari Jakarta (Pulau Jawa) ke Kalimantan?. Glorio Sanen mencatat beberapa point penting terkait pemindahan tersebut. Berikut di bawah ini point penting soal pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan:

1. Pemerintah harus mengakui Wilayah Adat bagi Masyarakat yang Wilayahnya terkena dampak atas pemindahan

2. Pemindahan tidak disertai dengan Pemindahan masalah dari Jakarta (Kerusakan Lingkungan, Macet, Banjir dan Kriminalitas);

3. Perlunya Afirmatif Action kepada Masyarakat terkena dampak, karena saat ini kondisinya tertinggal jauh dibandingkan dengan calon pendatang;

4. Pemindahan tidak merusak Hutan Kalimantan dan Ramah Lingkungan karena saat ini Kalimantan adalah paru paru dunia.

“Harapanya Pemidahan tersebut harus memberikan dampak positif bagi masyarakat adat di Kalimantan. Bukan hanya memindahkan masalah.  Dan berharap adat harus mengkaji wacana pemindahan tersebut secara holistik,” ujar Presidium Dewan Kehutanan Nasional, Glorio Sanen, dalam keterang resminya yang diterima di Kota Pontianak, 1 Agustus 2019.

Mengenok Danramil Samalantan Evakuasi Nenek Alusia

hamparan.info – Wujud kepedulian terhadap warga binaan, Komandan Koramil (Danramil) 1202-12/Samalantan, Letnan Dua Inf Agustinus membantu warga Desa Gerantung, Kec. Monterado, Kab. Bengkayang, yang sedang sakit dan harus dievakuasi ke rumah sakit karena kondisinya koma alias tidak sadarkan diri.

Alusia, Demikian nama lengkapnya. Nenek berumur 74 tahun ini, demi kesembuhannya Danramil membawa Nenek Alusia dengan menggunakan mobil ambulans dievakuasi menuju rumah sakit dengan dibantu dari pihak keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Danramil 1202-12/Samalantan, Letda Inf Agustinus, menyampaikan do’a agar nenek lekas diberikan kesembuhan dan kesehatan, serta berpesan kepada keluarganya untuk sabar, tabah dan merawat nenek dengan sebaik-baiknya.

“Kepedulian ini akan terus dilakukan semua anggota Koramil terutama Babinsa sebagai pembina wilayah, sehingga terwujud hubungan baik dengan warga,” tutur Danramil.

Sementara itu, pihak keluarga sangat berterima kasih kepada bapak Danramil yang telah membantu kami, dan berharap agar wujud kebersamaan antara TNI dengan Rakyat dimanapun berada dan bertugas tetap harus terjalin, terpelihara demi kesejahteraan serta kemajuan diwilayah binaan Koramil 1202-12/Samalantan.

“Semoga dengan kepedulian TNI terhadap warga, akan menjadikan kepedulian yang membawa berkah,” ucapnya.

Satgas 301 Terangkan Dusun Klawik

hamparan.info – Setelah 4 tahun hidup dalam gelap, warga Dusun Klawik, Desa Mensiaw, Kecamatan Lanjak, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kini bisa merdeka dapat menikmati terang di waktu malam. Setelah Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Indonesia-Malaysia Yonif Raider 301/Pks berhasil memperbaiki pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang selama ini mengalami kerusakan.

Hal ini disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif R 301/Pks, Letnan Kolonel Infanteri Andi Hasbullah di Pos Kotis Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu.

“PLTS yang dibangun pemerintah di wilayah perbatasan yang ada tepat di belakang bangunan SD Negeri 11 Klawik selama ini rusak sehingga tidak lagi beroperasi selama 4 tahun karena tidak ada perawatan dan tidak ada yang dapat memperbaiki ketika ada kerusakan,” ujarnya.

Ia mengatatakan, dengan rusaknya PLTS yang merupakan satu-satunya pembangkit listrik di Dusun Klawik membuat aktivitas masyarakat di Dusun Klawik terganggu, sedangkan anak-anak tidak bisa belajar pada malam hari serta sebagian warga harus mengunakan lampu pelita dari minyak tanah yang itupun sangat sulit untuk mendapatkannya.

“Melihat keadaan Dusun Klawik yang darurat listrik dan adanya keluhan serta permintaan masyarakat setempat kepada Satgas Yonif Raider 301/Pks sehingga Danpos Klawik, Serka Eko Hariadi beserta 8 personel yang memiliki pengalaman di bidang kelistrikan melakukan perbaikan PLTS,”  tutur Dansatgas Pamtas Yonif R 301/Pks.

Ia  kembali mengatakan, Satgas Yonif Raider 301/Pks, bertekad berbuat terbaik, ikhlas, dan jujur dalam melaksanakan perbaikan dengan memeriksa satu per satu komponen PLTS di Kampung Banda, kemudian memperbaiki yang rusak. Beberapa di antara perangkat, seperti pengisian baterai PLTS sudah rusak kemudian diperbaiki oleh Satgas Pamtas.

“Selama satu pekan memperbaiki dan mengganti komponen yang rusak, akhirnya Satgas Pamtas Yonif Raider 301/Pks berhasil menghidupkan PLTS di Dusun Klawik dan kemudian memasang kembali kabel listrik ke rumah warga,” ucap Letkol Inf Andi Hasbullah.

“Perbaikan PLTS di Dusun Klawik salah bukti upaya Satgas Pamtas Yonif 301/Pks dalam mengatasi kesulitan masyarakat di perbatasan yang merupakan beranda terdepan NKRI,” ucapnya menambahkan.

Yohanes Adi Putra, Kepala Dusun Klawik menyampaikan terima kasih kepada satgas karena rumah mereka kembali teraliri listrik dan dapat menerangi lagi Dusun Klawik.

“Anak-anak sekolah bisa belajar, menonton TV dan ibu-ibu setelah pulang dari kebun bisa masak,” ujar Yohanes Adi Putra.

Masyarakat Dusun Klawik, lanjut  bergembira karena rumah-rumah mereka sudah terang dan lampu jalan di kampung dapat bersinar kembali sembari disambut tawa gembira dari para siswa SD Negeri 11 Dusun Klawik.

Bisakah Desa Berani Menggali Potensi?

hamparan.info – Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kementerian Desa PDTT  M Fachri menghadiri Rapat Koordinasi Kerjasama dan Kemitraan Masyarakat untuk Desa Membangun Indonesia di  Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (31/7/2019).

Rakor dihadiri oleh unsur Dinas PMD Kabupaten Bogor, Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Bogor, para Kepala Desa, Kader Pemberdayaan Masyarakat, Kepala BumDesa, Pendamping Desa, Organisasi  Masyarakat  serta  Tokoh  Masyarakat se-Kabupaten Bogor.

Direktur PMD, M Fachri mengatakan, Rakor tersebut untuk mendorong upaya dan bentuk koordinasi penguatan kapasitas pendampingan desa di bidang kerjasama dan kemitraan masyarakat desa, baik di tingkat kementerian, lembaga negara, BUMN, Pemerintah Daerah dan Desa, untuk dapat bekerjasama baik antar desa maupun dengan sektor swasta. Hal ini kata Direktur PMD, untuk lebih memperkuat secara kelembagaan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat  khususnya  desa-desa  di  wilayah Kabupaten Bogor.

“Kegiatan ini dalam rangka mempercepat pelaksanaan program – program prioritas serta pengembangan berbagai bentuk program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,  guna menjalin kerjasama dan kemitraan usaha masyarakat dalam rangka percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” kata Direktur PMD, M Fachri.

Dia mengatakan, kita akui bahwa masalah pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa sampai saat ini masih banyak dan kompleks. Kondisi ini menuntut  masyarakat  desa harus memenuhi segala kekurangan yang ada di desanya, dengan  segala  keterbatasan  yang  dimiliki.

Tidak menutup kemungkinan banyak tenaga kerja terutama kalangan muda, terpaksa bermigrasi keluar dari wilayah desanya. Sehingga diharapkan adanya kerjasama desa dan kemitraan terutama dengan sektor swasta, untuk dapat memacu peningkatan perekonomian masyarakat dan menyerap tenaga kerja.

“Melalui kerjasama dan kemitraan ini, juga diharapkan dapat memberikan  ruang  bagi  desa  untuk  mengembangkan potensinya dengan  memenuhi  kekurangan  dan keterbatasannya. Desa, terutama dengan pihak swasta, dapat bersinergi untuk peningkatan perekonomian desa. Di sinilah proses kemitraan menjadi penting untuk dilakukan,” kata Direktur PMD, M Fachri, dalam keterangan resminya.

Turut hadir pula dalam acara tersebut  Mirwanto Mangunwiyoto Anggota Tim Asistensi Kementerian Desa PDTT,  Ariroh Rezeki Matanari, dan HP Panggabean penggiat desa/Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Kerukunan Masyarakat Hukum Adat Nusantara.

Juga hadir Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Desa Ditjen Bina Pemdes Kemendagri yang diwakili Kasubdit Pemberdayaan Komunitas, Direktorat  Pemberdayaan Informasi pada Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kadis PMD Kabupaten Bogor beserta jajarannya, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat/NGO, Tenaga Ahli Kabupaten dan Pendamping Desa, Kepala Bumdes, serta para  hadirin peserta dari Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi.

Pada kegiatan ini, juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman/MoU kemitraan antara Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Kerukunan Mayarakat Hukum Adat Nusantara dengan Kepala Desa Rajapolah, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, dalam hal pendampingan teknis, pengembangan produk unggulan desa, kelembagaan ekonomi desa, dan advokasi hukum adat dalam rangka pengembangan ekonomi kreatif desa.

Soal Latma Kekar Malindo, Pangdam: Saling mengenal dalam Pelaksanaan Tugas

hamparan.info – Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab bersama Panglima 1 Divisyen Pertama Infanteri Malaysia Mejar Jeneral Dato Din Bin Haji Abu menutup secara resmi Latihan Bersama (Latma) Kekar Malindo-43AB/2019 antara TNI Angkatan Darat dengan Tentera Darat Malaysia di Pantai Pasir Panjang, Kota Singkawang.

Latma Kekar Malindo-43AB/2019 telah dilaksanakan selama satu minggu yang dimulai sejak Rabu 24 Juli lalu. Yang diikuti oleh Yonif 645/Gardatama Yudha dari TNI AD dan Batalyon 10 Rejimen Renjer Diraja (RRD) dari TDM. Latihan bersama kedua Angkatan Bersenjata ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pengalaman, keterampilan kedua bangsa serta dapat mengenal lebih dekat sejarah dan budaya, serta memelihara kebersamaan dan kerja sama antara TNI AD dengan Angkatan Darat Malaysia.

“Mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Danbrigif 19/Khatulistiwa yang telah menyelenggarakan Latma Kekar Malindo-43AB/2019, sehingga dapat berjalan baik, aman, lancar dan berhasil,” kata Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab, Rabu (31/7/2019).

Latihan bersama ini merupakan salah satu aktifitas bilateral kedua negara yang diselenggarakan setiap tahun, sehingga momen tersebut sangat penting untuk dipahami para peserta sebagai proses pembelajaran yang berharga dalam meningkatkan hubungan persahabatan yang harmonis dan sinergis antar kedua negara khususnya pada bidang militer.

“Oleh karena itu, Materi Latma Kekar Malindo-43AB/2019 yang sudah dilatihkan, agar diaplikasikan secara benar guna mendukung kedua belah pihak dalam melaksanakan Operasi Militer khususnya wilayah perbatasan,” kata Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab.

Prajurit kedua angkatan menpedomani validitas Prosedur Tetap Operasi Malaysia-Indonesia (Protap Malindo) dan fungsi unsur Komando Kompi Senapan Yonif dalam pelaksanaan Operasi Bersama yang telah dilatihkan.

Latihan bersama tersebut ntuk menjalin kebersamaan, sinergitas dalam rangka kegiatan-kegiatan bersama di perbatasan, juga untuk  saling mengenal antara angkatan kedua negara.  “Dengan saling mengenal akan mempermudah dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Latma ini dilakukan untuk menguji SOP pengamanan supaya dalam pelaksanaan tugas bersama bisa sinergis. Juga dalam rangka meningkatkan profesionalitas prajurit dalam taktik baik dalam latihan teknik dan taktis.

“Intinya adalah untuk menjalin silaturahmi antara saudara-saudara kita di malaysia sehingga apapun yang terjadi kita bisa selesaikan bersama,” kata Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab.

Satu Lagi, Bandara Supadio Jadi Pelanggan Premium PLN

hamparan.info – Bandara Supadio resmi menjadi Pelanggan Premium Silver PLN Pontianak dengan daya 3.465 kVA. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan penumpang penerbangan di bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II.

Menurut Executive General Manager Angkasa Pura II Pontianak, Eri Braliantoro, untuk meningkatkan mutu layanan pada pengguna jasa bandara pihaknya membutuhkan kualitas pasokan listrik yang andal tanpa padam, sehingga para pengguna jasa penerbangan di Bandara Internasional Supadio dapat menikmati layanan secara maksimal.

Selain meningkatkan performa layanan dan mengurangi keluhan terhadap listrik, menjadi pelanggan premium tentunya akan menghemat biaya operasional, karena pihaknya dapat menekan biaya pemeliharaan genset sebagai antisipasi jika terjadi padam.

“Kami berupaya  melakukan optimalisasi pelayanan bandara, support dari Stakeholder sangat kami butuhkan, termasuk listrik dari PLN. Layanan premium ini pastinya akan meningkatkan performa layanan kami kepada pengguna jasa bandara. Semoga kerjasama kita ini dapat meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat khususnya pengguna jasa bandara,” kata Executive General Manager Angkasa Pura II Pontianak, Eri Braliantoro, Rabu (31/7/2019).

General Manager UIW Kalbar, Agung Murdifi mengatakan, PT. Angkasa Pura II merupakan pelanggan premium ke 29 PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat.  Proses permohonan menjadi pelanggan premium sangat mudah dan tidak berbelit-belit. Berawal dari beberapa kunjungan probing yang dilakukan oleh Account Executive (AE) PLN Pontianak, akhirnya pihak PT. Angkasa Pura II tertarik dan mengajukan permohonan pada tanggal 13 Mei 2019 lalu, dilanjutkan dengan penandatanganan MOU menjadi pelanggan premium. Selang 2 bulan permohonan menjadi pelanggan premium diproses, dilanjutkan dengan pembangunan jaringan SKTM khusus ke Bandara Supadio kini PT. Angkasa Pura dapat menikmati layanan prima dari PLN.

“Sebagai pelanggan premium, aliran listrik PT. Angkasa Pura II akan dipasok dari 2 penyulang, yakni penyulang Bandara sebagai penyulang utama, dan penyulang Arteri sebagai penyulang cadangan, sementara listrik akan dipasok dari Gardu Induk Sungai Raya,” kata General Manager UIW Kalbar, Agung Murdifi.

Untuk kehandalan pasokan listrik, disisi jaringan SKTM Bandara Internasional Supadio dipasang alat Automatic Change Over Switch (ACOS) yang berfungsi secara otomatis memindah suplai energi listrik ke Penyulang cadangan jika sewaktu-waktu terjadi gangguan.

“Jika terjadi gangguan pada penyulang utama maka secara otomatis per 0,1 hingga 0,5 detik akan dipasok melalui penyulang cadangan,” ujar General Manager UIW Kalbar, Agung Murdifi, dalam keterangan resminya.

Sebagai informasi diketahui, Bandara Internasional Supadio yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura II yang dibangun pada tahun 1940-an ini dulunya dikenal dengan nama Bandara Sungai Durian. Setelah mengalami beberapa kali perluasan, kini Bandara yang terletak di Kabupaten Kubu Raya ini memiliki luas sekitar 366 ha,  landasan pacu sepanjang 2.250 meter dan lebar 45 meter. Melayani berbagai destinasi dengan 9 Maskapai penerbangan.

Pemeliharaan Jaringan PLN, Demi Tingkatkan Apa?

hamparan.info – Gangguan listrik yang menyebabkan padam di kawasan Pontianak Timur dan Utara sebagian besar disebabkan oleh layang-layang, prosentasenya sekitar 80 persen, sisanya 20 persen disebabkan oleh pohon dan penyebab lainnya.

Manager ULP Siantan, Mohammad Maula Mahardiko, menyebut untuk menekan angka gangguan listrik akibat layang-layang ini pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat terkait, serta melakukan sosialisasi di beberapa lokasi kantor lurah dan pemukiman warga yang banyak pemain layang-layang.

“Khusus untuk patroli layang-layang kami lakukan rutin setiap sore hari, mensasar titik-titik lokasi para pemain layang-layang. Perlu kerjasama aparat serta tokoh masyarakat untuk ambil bagian dalam merazia pemain layang-layang agar keberadaannya tidak semakin meresahkan kita semua,” kata Maula.

Dia menjelaskan, yang terpenting adalah ketegasan instansi dan aparat terkait dalam menerapkan larangan bermain layang-layang. Upaya pemeliharaan dan perbaikan jaringan listrik kerap dilakukan secara berkala untuk memastikan pasokan listrik ke rumah-rumah pelanggan aman. Mulai dari pemangkasan pohon dan tanam tumbuh milik warga, perbaikan konstruksi jaringan listrik, hingga upaya perbaikan dan pemeliharaan instalasi jaringan listrik seperti trafo dan gardu distribusi.

Sebelum melakukan pemangkasan, pihaknya akan melakukan pendekatan kepada warga minimal 1 minggu sebelumnya. Melakukan sosialisasi kepada warga, jika mereka sudah paham dan menyetujui baru dilakukan eksekusi untuk pamangkasan dan penebangan pohon.

Pemeliharaan jaringan tidak hanya dilakukan pada hari kerja saja, namun juga pada hari-hari libur, terutama jika terjadi gangguan seperti pohon tumbang yang menimpa jaringan, kabel yang rantas, dan lain-lain yang mengakibatkan terputusnya aliran listrik ke rumah pelanggan.

“Untuk pelayanan terbaik, kami siap melayani 24 jam. Jika terjadi gangguan temporer tetap kami lakukan inspeksi untuk mengetahui penyebab gangguan, sementara upaya perbaikan hingga penormalan aliran listrik kami upayakan secepat mungkin agar pelanggan dapat segera menikmati listrik dengan aman dan nyaman, terkecuali memang jarak kejadian gangguannya cukup jauh dan butuh waktu untuk menuju ke lokasi gangguan,” kata Maula.

Untuk tiap kali kejadian padam dan info pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan jaringan listrik, pihaknya akan menginformasikan lewat WA group ‘ PLN Menyapa’ yang anggotanya terdiri dari Forkompincam, tokoh masyaraka agama, tokoh masyarakat, Kepala Desa/Dusun, sehingga informasi dapat tersampaikan secara cepat dan tepat.

PLN ULP Siantan memiliki panjang Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 764 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 1.993 kms dan gardu distribusi sebanyak 1.020 buah dengan total kapasitas 112.812 kVA. Saat ini melayani 124.155 pelanggan.