Bangkitkan Ekonomi Desa, Bisakah? 

hamparan.info – Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dirjen PPMD) Kemendesa PDTT-RI, Taufik Madjid  menyampaikan bahwa sejak awal 2018 lalu, Presiden Joko Widodo sudah mengamanatkan agar pemanfaatan Dana Desa sudah harus bergeser. Dana Desa tidak lagi fokus membiayai pembangunan infrastruktur, tapi lebih diarahkan ke sektor pengembangan usaha-usaha ekonomi desa.

Hal tersebut disampaikan Taufik pada Rabu malam (14/8/2019) di hadapan peserta sosialisasi program dan mekanisme penyusunan rencana usaha kemitraan Pilot Inkubasi Inovasi Desa – Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID– PEL) Tahun 2019 di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Selain peserta Pusat, pejabat daerah yang menjadi lokasi program PIID-PEL juga diundang.

Taufik bilang, program PIID-PEL adalah bagian dari Program Inovasi Desa yang merupakan program Kementerian Desa PDTT. Sumber pendanaannya dari Loan Bank Dunia. Program ini dilaksanakan menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo dalam mendorong pengembangan ekonomi di desa.

 

 

“Program PIID-PEL kita harapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas maupun kualitas produk masyarakat. Polanya, dengan melakukan pendekatan kemitraan, sehingga usaha yang dijalankan masyarakat dan BumDesa bisa menghasilkan untung dan berkelanjutan,” kata Taufik.

Dirjen meyakini, semakin banyak peluang usaha di desa, maka akan memperkuat simpul perekonomian masyarakat desa. Bahkan, kekuatan ekonomi yang tumbuh subur di desa, dapat memperkuat perekonomian Indonesia di tahun-tahun mendatang.

Keberadaan program PIID-PEL harus mampu menciptakan model usaha yang dapat jadi acuan pembelajaran bagi desa-desa lain. Ini bertujuan, supaya kegiatan usaha masyarakat yang sudah ada dapat terbantu.

“Semoga program PIID-PEL mampu memberi keyakinan kepada semua pihak, bahwa program ini merupakan model fasilitasi yang tepat untuk membangkitkan perekonomian desa maupun nasional,” kata Taufik, dalam keterangan resminya.

Taufik juga menitip pesan, agar program PIID PEL diupayakan mampu memotivasi pemerintahan desa maupun kabupaten, untuk ikut ambil bagian dalam pelaksanaan program. Utamanya dalam hal memberikan dukungan regulasi dan kebijakan. Seperti mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur yang sejalan dengan rencana usaha kemitraan.

“Yang paling akhir saya sampaikan, besar harapan kami di Kementerian Desa ini, khususnya Direktorat Jenderal PPMD, bagaimana kegiatan ini mampu menghasilkan rencana-rencana usaha kemitraan yang bermutu dan mampu mendorong tumbuhkembangnya perekonomian masyarakat desa,” kata Taufik.

 

 

Soal Bansus, Glorio Sanen: Korupsi atau Maladministrasi?

hamparan.info – Praktisi Hukum, Glorio Sanen, mengatakan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menduga terjadi penyimpangan penyaluran dana bantuan khusus (Bansus) desa dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, tahun anggaran 2017. Pada peristiwa tersebut terjadi kesalahan prosedur, apakah kesalahan tersebut Korupsi atau Maladministrasi?

Pada peristiwa tersebut seluruh dana bantuan disalurkan ke desa jadi BPKAD hanya sebagai Penyalur, dan bantuan tersebut digunakan sebagaimana peruntukanya walaupun terjadi Penyimpangan Prosedur, Kelalaian dan Tidak Profesional.

Praktisi Hukum, Glorio Sanen  menjelaskan, proses Hukum atas peristiwa tersebut akan memberikan dampak.  “Ketakutan dalam pengelolaan Dana Desa dan/atau Anggaran Dana Desa sehingga berpotensi daya serap anggaran rendah yang berdampak atas Pembangunan Desa. Pemerintah Daerah akan sulit memberikan Bantuan Khusus kepada Desa yang memerlukan padahal hal tersebut dimandatkan oleh UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa,” kata Glorio Sanen, dalam keterangan resminya yang diterima di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat, 9 Agustus 2019.

Inovasi Pemerintah Daerah untuk Desa

Glorio Sanen  menjelaskan, inovasi Pemerintah Kabupaten sangat diperlukan untuk mempercepat Kemajuan Daerah, Kabupaten Bengkayang tahun 2019 sudah tidak lagi menjadi Daerah tertinggal sebagai dampak dari Indeks Desa Membangun yang meningkat. “Kebijakan ini menjadi fakta bahwa Inovasi yang telah dilakukan oleh Pemkab Bengkayang walaupun diperlukan perbaikan sistem administrasinya,” kata Glorio Sanen.

Mendukung Pemberantasan Korupsi

Glorio Sanen  mengatakan, komitmen pemberantasan korupsi  oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Baratharus didukung namun Kepastian Perbuatan Korupsi juga harus termuat didalam peraturan Perundang undangan agar memberikan dampak positif untuk pembangunan. Harapanya Kepolisian Daerah Kalimantan Barat melihat peristiwa tersebut secara Komprehensif agar Proses Penegakan Hukum memberikan rasa keadilan.

Contoh Kasus

Kembali Glorio Sanen  menjelaskan, outusan perkara korupsi di tingkat kasasi(Mahkamah Agung) membebaskan mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung, putusan perkara tersebut onslag van recht vervolgingyaitu perbuatannya ada, tetapi bukan tindak pidana melainkan perdata dan administrasi, sehingga harus menjadi pembelajaran dalam penerapan bidang Hukum bagi para pihak.

Maladministrasi

Maladministrasi menurut Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia (“UU 37/2008”) diartikan sebagai perilaku atau perbuatan melawan hukum, melampaui wewenang, menggunakan wewenang untuk tujuan lain dari yang menjadi tujuan wewenang tersebut, termasuk kelalaian atau pengabaian kewajiban hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh Penyelenggara Negara dan pemerintahan yang menimbulkan kerugian materiil dan/atau immateriil bagi masyarakat dan orang perseorangan.

Pada penyaluran dana bantuan khusus desa dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, tahun anggaran 2017 telah terjadi Penyimpangan Prosedur, Kelalaian dan Tidak Profesional sehingga ada Potensi Perbuatan Melawan Hukum yaitu Maladministrasi dalam perkara tersebut. sehingga perlu Penegakan Hukum bidang Adminitrasi Negara atas peristiwa tersebut.

Glorio Sanen mengungarikan harapan atas peristiwa tersebut :

  1. Presumption of innocent(Praduga tidak bersalah) merupakan Asas yang termuat dalam Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) sehingga Para Pihak tidak berspekulasi Opini terkait perkara tersebut apalagi memaksa untuk menghubungkan dengan Pilkada Kabupaten Bengkayang tahun 2020 namun lebih menghormati proses hukum yang berjalan.
  2. Perlunya peningkatan kapasitas Aparatur Desa dan Aparatur Sipil Negara terkait Perbendaharaan dan Keuangan Negara terutama disektor Pengadaan Barang/Jasa.
  3. Peristiwa ini tidak membuat Pemerintah Daerah Takut Berinovasi sehingga menghambat Percepatan Pemajuan Daerah.

 

 

 

TMMD ke-105 Ketapang Resmi Ditutup

hamparan.info  – Pangdam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab menutup secara resmi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 Kodim 1203/Ketapang di lapangan Sepak Bola Desa Batu Lapis, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang.

TMMD ke-105 Kodim 1203/Ketapang ditutup dengan pernyataan resmi oleh Pangdam XII/Tpr serta ditandai dengan Penyerahan dan penandatanganan hasil oleh Dansatgas TMMD, Letnan Kolonel Kav Jami’an kepada Bupati Ketapang, Martin Rantan yang disaksikan langsung oleh Pangdam XII/Tpr.

Pangdam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para Prajurit TNI, POLRI, aparat pemerintah daerah, serta segenap komponen masyarakat yang telah bekerja keras guna mencapai sasaran pembangunan, baik fisik maupun non-fisik.

“TMMD merupakan wujud operasi bakti TNI yang ditujukan untuk mewujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat melalui pelaksanaan kegiatan bantuan kemanusiaan dan bakti sosial kemasyarakatan dalam rangka membantu pemerintah untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi terwujudnya stabilitas dalam negeri,” kata Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab.

Kembali Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama Pemerintah Daerah dan masyarakat yang telah memberikan dukungan, kontribusi positif dan partisipasi aktif dalam pelaksanaan program TMMD, sehingga hasil TMMD ini dapat dinikmati manfaatnya oleh masyarakat luas.

Bupati Ketapang, Martin Rantan dalam sambutannya menyampaikan, pelaksanaan TMMD ke-105 TA. 2019 Kodim 1203/Ktp telah di laksanakan secara terperinci, TMMD ini menjadi pemacu perkembangan masyarakat yang berada di desa agar dapat membangun desanya menjadi lebih maju.

“TMMD bukan juga hanya membangun wilayah desa akan tetapi dapat mengedukasi masyarakat untuk membangun wilayahnya,” ujar Bupati Martin Rantan.

Bupati Ketapang Martin Rantan dalam kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih kepada Pangdam XII/Tpr serta Kodim 1203/Ktp atas keberhasilan pelaksanaan TMMD di Desa Sekukun.

“Kita sangat mengapresiasi kepada TNI, karena pelaksanaan TMMD ini memberikan nilai positif bagi pembangunan di Kab. Ketapang,” kata Martin Rantan.

Rakyat Merasakan Kemerdekaan  Sesungguhnya

hamparan.info – Karya Bakti TNI pembukaan jalan sepanjang 20 kilometer yang menghubungkan Desa Batu Lapis dengan Desa Beginci Darat ditutup sekaligus diresmikan oleh Pangdam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab di lapangan sepak bola Desa Batu Lapis, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.  Adanya akses jalan yang sudah terhubung, warga merasa bahagia karena selama 74 tahun dalam keterisoliran dan kini sudah merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya.

Penutupan Karya bakti TNI di wilayah Kodim 1203/Ketapang ditandai dengan pemencetan tombol sirine oleh Pangdam XII/Tpr bersama Bupati Ketapang, Wakil Ketua DPRD Ketapang, Kasrem 121/Abw, Dandim 1203/Ktp serta Kabagops Polres Ketapang. Sedangkan peresmian jalan yang diberi nama Jalan Tanjungpura tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Pangdam XII/Tpr bersama dengan Bupati Ketapang.

Pangdam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab  mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang dan seluruh komponen masyarakat Desa Batu Lapis dan Beginci Darat, serta semua pihak yang telah membantu dan mendukung terlaksananya kegiatan Karya Bakti TNI ini, sehingga dapat berjalan sukses sesuai dengan rencana.

Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab menyampaikan, Kegiatan Karya Bakti TNI yang dilaksanakan oleh Kodam XII/Tpr di wilayah Kodim 1203/Ketapang adalah menindaklanjuti Kebijakan Kasad Bidang Teritorial, khususnya Bakti TNI yaitu melaksanakan kegiatan Bakti TNI kreatif dan Bakti TNI lainnya sesuai kebijakan Pimpinan.

“Oleh karena itu Kodim 1203/Ktp bersama dengan Pemda Ketapang dan Instansi terkait serta komponen masyarakat melaksanakan kegiatan Karya Bakti TNI berupa pembukaan jalan sepanjang 20 Km dari Desa Batu Lapis menuju Desa Beginci Darat dan pembuatan jembatan,” ujar Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab.

Tujuan Karya Bakti TNI ini adalah, untuk meningkatkan soliditas dan sinergitas Prajurit TNI dengan aparat pemerintah serta komponen masyarakat lainnya yang selama ini telah terbina dengan baik. Selain itu, pelaksanaan Karya Bakti TNI ini adalah bentuk perwujudan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terpeliharanya kemanunggalan TNI dengan rakyat yang sampai saat ini banyak memberikan dukungan dalam pelaksanaan tugas pokok TNI.

Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab menjelaskan, dalam menentukan pemilihan sasaran fisik Karya Bakti TNI ini, diarahkan pada pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana yang langsung menyentuh kepentingan rakyat. Ini dilakukan demi menunjang kegiatan ekonomi yang sangat dibutuhkan oleh rakyat dalam memperlancar transportasi dan memperpendek jarak tempuh.

Sedangkan sasaran non fisik diarahkan pada kegiatan yang dapat menggugah kesadaran dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Sehingga apabila sasaran ini tercapai akan mendorong terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab.

Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab mengajak kepada masyarakat agar dapat menjadikan momen kegiatan Bakti TNI sebagai wadah untuk bersilaturahmi antar sesama, sehingga tercipta suasana keakraban dan kekeluargaan. Sebab, kebersamaan antara TNI dengan rakyat harus terus terjaga dan terpelihara dalam keharmonisan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Hal tersebut untuk mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh untuk menangkal berbagai ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang datang dari luar,” kata Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab.

Pada acara penutupan karya bakti TNI kali ini juga dilaksanakan kegiatan Bakti Sosial untuk masyarakat diantaranya Pengobatan gratis, Pemberian Sembako dan Pemberian Sarana Kontak. Untuk memeriahkan acara juga digelar acara hiburan untuk masyarakat.

 

Salat Gaib untuk Mbah Moen

hamparan.info – Dalam rangka menciptakan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah yang aman, damai dan kondusif, Polda Jawa Barat menggelar Tabligh Akbar dan Istighotsah, di Masjid Al-Amman, Polda Jabar, Jalan Sukarno Hatta, Rabu (7/8/2019).

Hadir pada kegiatan tersebut Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Tri Soewandono, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dan Kasdam beserta para pejabat Utama Kodam III/Slw, personel Polda dan TNI.

Bertindak selaku penceramah Habib Jidan Bin Novel Bin Salim dan Istighosah dipimpin Habib Rifki Bin Indrus Al Hamid.

Sebelum dilaksanakan pemberian ceramah oleh Habib Jidan Bin Novel Bin Salim, ratusan personel Polda dan Prajurit TNI serta seluruh yang hadir melaksanakan salat gaib untuk KH Maimun Zubair atau Mbah Moen.

Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Rudy Sufahriadi mengatakan, kegiatan Istighosah ini adalah rasa syukur kita kepada Alloh SWT, bahwa sampai hari ini dalam rangkaian mengamankan Jawa Barat dan sekitarnya masih dalam keadaan aman.

“Kita bersyukur solidatas TNI-Polri tetap terpelihara, mari sama-sama membangun dan mengamankan Jawa barat semoga Alloh SWT selalu melindungi personel TNI-Polri dan masyarakat Jabar,” kata Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Rudy Sufahriadi.

Pada kesempatan tersebut, Habib Jidan Bin Novel Bin Salim, memimpin Doa untuk para tokoh masyarakat, dan tokoh agama, Kapolda, Pangdam, Gubernur, jajaran TNI-Polri, Ketua MUI, Insyaallah dijadikan perkumpulan yang diberkahi oleh Alloh SWT.

 

Panen Padi Sukses, Poktan : Terima Kasih Bapak Babinsa

hamparan.info – Sertu Aliyanto Babinsa Desa Matang Danau mewakili Danramil 1202-05/Paloh menghadiri acara panen padi dan temu lapang demfarm padi di Dusun Perigi Nyatuk, Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Hadir pada acara tersebut, Kepala BPTP Kalbar  Akhmad Musyafak, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Camat Paloh Suhaimi, Danramil 05/Paloh, diwakili Babinsa Desa Matang Danau Sertu Aliyanto, unsur pegawai Kecamatan Paloh, Kepala Desa Matang Danau dan Kelompok Tani Daya Usaha.

Demfarm padi Inpari 32 dan 46 di lahan seluas 5 hektare milik kelompok tani Daya Usaha yang di ketuai Saidi ini merupakan salah satu metode penyuluhan dilapangan untuk memperlihatkan secara nyata cara atau hasil penerapan suatu inovasi teknologi padi yang telah teruji yang diharapkan dapat menguntungkan bagi para petani.

Selain teknologi, alat mesin pertanian (Alsintan) dan dengan pengetahuan SDM di bidang pertanian yang mumpuni dalam diri seorang penyuluh pertanian juga sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Dengan adanya Demfarm padi ini kedepan hasil panen dapat lebih meningkat sehingga berdampak pada pendapatan dan kesejahteraan para petani juga dapat mewujudkan swasembada pangan di Kabuapaten Sambas.

Sertu Aliyanto Babinsa Desa Matang Danau menuturkan, dengan sistem pertanian ini diharapkan kelompok tani dapat meningkatkan produksinya dengan biaya yang terjangkau. Juga menghimbau kepada masyarakat mau beralih ke Pertanian Organik secara bertahap.

“Kami para Babinsa siap mendukung dan mendampingi kelompok tani, untuk mensukseskan pertanian di wilayah binaan,” ujar Sertu Aliyanto. Saidi sebagai Ketua Kelompok Tani Daya Usaha mengaku senang dan bangga karena hasil panen padi yang dicapai saat ini lebih sukses. Hal tersebut bisa terwujud karena Babinsa dan PPL selalu memberikan pendampingan kepada petani dari kegiatan penyuluhan, pengolahan lahan, bercocok tanam sampai panen. “Terima Kasih Bapak Babinsa,”.

Peredaran Narkoba Diamankan Polisi Kalbar

hamparan.info – Upaya pemberantasan narkoba terus dilakukan jajaran Polda Kalimantan Barat. Berbagai langkah pun dilakukan ini demi menyalamatkan generasi bangsa.    

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Barat, Komisaris Besar Polisi Gembong Yudha, mengungkap peredaran narkoba di wilayahnya.

“Ada 2.3kilogram narkotika jenis sabu berhasil diamankan petugas,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Barat, Komisaris Besar Polisi Gembong Yudha, pada saat pers rilis di halaman Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak, Kamis, 1 Agustus 2019.

Komisaris Besar Polisi Gembong Yudha, mengungkapkan barang bukti narkoba ini berhasil diamankan hasil jerih payah Timsus Direktorat Narkoba dengan berhasil meringkus jaringan narkoba sebanyak 6 tersangka, salah satu tersangkanya merupakan seorang wanita.

“Timsus Direktorat Narkoba berhasil mengagalkan peredaran narkoba antar Provinsi, sebanyak 6 tersangka berhasil tim amankan. Dan barang bukti seberat 2.3 kilogram sabu,” ujarnya.

Dari para tersangka ini 1 merupakan warga Pontianak dan sisanya tersangka berasal dari Jawa Timur. Kembali Direrktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Barat, Komisaris Besar Polisi Gembong Yudha, mengungkapkan bahwa terhitung dari Januari hingga Juli Polda Kalbar telah mengungkap 426 kasus tindak pidana narkotika dengan tersangka yang di proses hukum sebanyak 572 orang.

“Pengungkapan kasus narkoba ini juga dilakukan pemusnahan barang bukti narkotika,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Barat, Komisaris Besar Polisi Gembong Yudha.

TMMD Memiliki Andil untuk Rakyat

hamparan.info – – Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) dari Sterdam XII/Tpr yang di pimpin oleh Mayor Infanteri Ari Siswoyo meninjau TMMD ke-105 Kodim 1205/Sintang, di Desa Benua Kencana, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang. Dalam peninjauan tersebut didampingi oleh Dansatgas TMMD ke-105 Kodim 1205/Sintang Letnan Kolonel Infanteri Rachmat Basuki.

Tim Wasev TMMD ke-105 Kodam XII/Tpr, melakukan peninjauan dari titik nol peningkatan jalan sepanjang 9 Km yang terletak di Desa Benua Kencana, Kecamatan Tempunak dengan kemajuan fisik mencapai 85 persen.

Selain itu, juga meninjau lokasi pembangunan Gereja dan perehaban Mushola oleh Satgas TMMD Kodim 1205/Sintang, serta melihat langsung proses pengerjaan peningkatan badan jalan dilapangan bersama masyarakat sekitar.

Pada kesempatan tersebut, Mayor Infanteri Ari mengatakan, kedatangannya untuk meninjau kegiatan TMMD guna melihat secara langsung bagaimana pelaksanaan TMMD di lapangan, untuk mendapatkan saran dan masukan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan TMMD yang akan datang.

Kegiatan TMMD memiliki andil yang sangat besar bagi masyarakat, yang dalam pengerjaannya banyak melibatkan unsur antara lain TNI, Polri, Pemda dan masyarakat.

“TMMD sebagai bentuk upaya TNI dalam membantu pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan di daerah,” ucap Mayor Inf Ari.

Selesai melaksanakan peninjauan pembangunan sasaran fisik, Tim Wasev juga menyempatkan diri meninjau salah satu rumah milik warga bernama Bapak Muntai Kepala Desa Riam Batu, tempat menginap anggota Satgas selama pelaksanaan TMMD ke-105 Kodim/1205/Sintang.

TMMD Itu Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

hamparan.info – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 Kodim 1203/Ketapang di Desa Sekukun, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mendapat peninjauan dari Tim Pengawas Evaluasi (Wasev) TMMD Ke-105 2019 Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal TNI Oerip Soekotjo didampingi oleh Letnan Kolonel Infanteri M Ridha.

Turut serta dalam peninjauan, Kasiterrem 121/Abw, Kolonel Infanteri Nyamin, Wakil Bupati Kabupaten Ketapang, H Soeprapto, Dandim 1203/Ketapang, Letan Kolonel Kavaleri Jami’an, serta Kasdim 1203/Ktp, Mayor Infanteri Dedi Indrawan.

Rangkaian kunjungan Tim Wasev tersebut disambut dengan ritual adat istiadat setempat, dilanjutkan dengan paparan Dansatgas dan peninjauan sasaran-sasaran TMMD, selain itu Tim wasev juga meluangkan waktu untuk bersilahturahmi dengan masyarakat kecamatan Hulu Sungai.

Saat memaparkan pada Tim Wasev TMMD, Dandim 1203/Ketapang, Letan Kolonel Kavaleri Jami’an selaku Dansatgas TMMD menyampaikan pencapaian pengerjaan kegiatan TMMD ke-105 TA.2019 dengan 11 sasaran fisik maupun non fisik mencapai 90 persen, dan akan selesai dalam beberapa hari kedepan sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Sedangkan Ketua Tim Wasev TMMD, Brigadir Jenderal TNI Oerip Soekotjo saat melaksanakan tatap muka dengan masyarakat menyampaikan, bahwa kedatangannya adalah untuk memastikan sejauh mana pelaksanaan TMMD Ke-105 TA. 2019 Kodim 1203/Ketapang dengan harapan pengerjaan sasaran dapat selesai tepat waktu, selain itu untuk menyerap masukan saran dari berbagai pihak guna peningkatan TMMD kedepanya.

“Terima kasih dan mengapresiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang dan masyarakat yang telah mendukung penuh kegiatan TMMD ke-105 Kodim 1203/Ktp,” ujarnya.

Dia menyebut, melalui Program TMMD, TNI siap membantu program pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, guna terwujudnya pertahanan nasional yang mantap di segala bidang serta meningkatkan kemanunggalan TNI-Rakyat. “Kepada masyarakat nantinya untuk merawat dan menjaga hasil pelaksanaan TMMD,”  kata Brigadir Jenderal TNI Oerip Soekotjo.

Dalam kesempatan tatap muka tersebut Tim Wasev juga menyerahkan bantuan kursi roda kepada masyarakat yang menderita lumpuh, penyerahan alat olahraga kepada tokoh pemuda dan penyerahan buku tulis kepada anak-anak.

Ini Cara Menjaga dan Melestarikan Budaya Gotong Royong

hamparan.info – Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XVI, inilah nama kegiatanya. Pjs Danramil 1202-09/Tebas, Peltu Effendi, dan Babinsa bersama dengan masyarakat Desa Tebas bahu membahu gotong royong penimbunanan jalan Posyandu di Desa Tebas Kuala, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

“Kegiatan ini dilakukan guna menyongsong Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XVI tingkat provinsi tahun 2019 yang akan dilaksanakan 3 Agustus 2019 mendatang di Desa Tebas Kuala,” kata Komandan Distrik Militer (Dandim) 1202/Singkawang, Letnan Kolonel Armed Viktor JL Lopulalan.

Letnan Kolonel Armed Viktor JL Lopulalan menjelaskan, tujuan Bulan Bhakti Gorong Royong Masyarakat ini adalah untuk menjaga dan melestarikan budaya gotong royong, meningkatkan kebersamaan masyarakat dan pemerintah dalam pembangunan daerah, meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap hasil pembangunan dan menciptakan kebersamaan.

“BBRGM adalah upaya untuk membangkitan kembali semangat gotong royong yang telah mulai luntur dalam dinamika masyarakat yang modern serta peran aktif masyarakat dalam pembangunan daerah,” ujar Akmil lulusan tahun 2000 ini.

Dia kembali menjelaskan, dalam pelaksanaannya membutuhkan dukungan serta partisipasi dari seluruh komponen masyarakat, sehingga program BBGRM benar-benar merupakan pembangunan yang berasal dari rakyat, untuk rakyat dan dilaksanakan oleh rakyat, sehingga bermanfaat bagi kepentingan orang banyak.

“Dengan BBGRM mari kita tingkatkan partisipasi keluarga dan semangat gotong royong dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri,” kata Dandim 1202/Singkawang, Letnan Kolonel Armed Viktor JL Lopulalan.