Baksos Pengobatan Dampak Asap

Cegah ISPA, Gapki Kalbar Beri Layanan Kesehatan Gratis

hamparan.info – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalbar mengelar bakti sosial di beberapa tempat. Hal ini Sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Sabtu (21/9/2019).

Kegiatan bertajuk  Baksos Pengobatan Dampak Asap  ini akan menyasar 700 masyarakat di Sekitar Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. 

Koordinator Gapki Wilayah Ketapang, Riduan menjelaskan kegiatan ini dilakukan di Kantor Kecamatan Muara Pawan, Jl Ketapang-Siduk Km 17. 

“Peserta yang kita targetkan sebanyak 700 orang untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan ini. Tapi, bagi pasien yang tidak mendapatkan kupon, akan tetap dilayani. Layanan kesehatan ini dibatasi hingga pukul 16.00 WIB,” kata Riduan dalam keterangan resminya.

Dalam baksos tersebut Gapki membawa tenaga medis masing-masing dari Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia sebanyak  3 dokter dan 3 apoteker, 2 dokter dan 4 perawat, dari perkebunan Sinar Mas.  Selanjutnya ada tenaga medis kecamatan sebanyak 1 dokter, 6 perawat, 3 bidan, 1 apoteker 1. Perwakilan tenaga medis dari PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) sebanyak 1 dokter dan 2 perawat.

Dalam kegiatan ini diharapkan mampu membantu masyarakat yang mengalami masalah kesehatan. Apalagi dalam peristiwa kabut asap kebakaran hutan dan lahan, masyarakat rentan menghirup partikel sangat kecil yang bisa menembus hingga ke dalam paru-paru yang dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pernapasan.

“Kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena akan mendasari peningkatan kualitas dan kuantitas hidup seseorang dalam bermasyarakat. Bagi seseorang yang memiliki penyakit tentu akan sangat sulit baginya untuk beraktivitas, apalagi di saat kondisi cuaca yang tidak sehat. Gapki peduli dengan hal tersebut dengan memberikan pelayanan kesehatan ini termasuk bisa dimanfaatkan masyarakat yang kesehatan terganggu karena asap,” ujar Riduan.

Camat Muara Pawan Maisir menuturkan ucapan terimakasih kepada Gapki Kalbar yg telah menempatkan kegiatan baksos pengobatan gratis di Daerah Muara Pawan Ketapang. 

Dia menilai kegiatan ini sangat berguna bagi masyarakat oleh karena akibat kabut asap, kesehatan anak-anak bahkan para bapak ibu rentan terkena ISPA.

“Para bapak ibu, kesempatan ini toling dipakai sebaiknya. Ada dokter di sini bisa konsultasi, tidak hanya untuk sakit sesak nafas, batu. Kalau ada masalah sakit gigi juga bisa disampaikan. Karena selain kesehatan jasmani dan kesehatan rohani, kesehatan gigi juga sangat penting,” ujarnya.

Camat Muara Pawan ini juga berpesan kepada seluruh warga yang hadir untuk menghindari membuka lahan dengan cara membakar apalagi yang dilakukan di musim kemarau.

“Itu ada UU yang melakukannya bisa kena hukuman. Jadi jangan main-main dengan api,” katanya. 

VPA Perkebunan Sinar Mas Kalimantan Barat, Junaidi, mengucapkan terimakasih kepada Camat dan Kades di Muara Pawan yang mau menyertakan warganya berpartisipasi dalam Baksos Pengobatan Dampak Asap. Kegiatan ini diinisiasi oleh Gapki Kalbar yang didumung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Perwakilan Sinar Mas, Sinar Mas Agribusiness and Food, dan Bumitama Gunajaya Agro.

Dampak karhutla, dia  merugikan semua pihak. Baik dari kesehatan, serta menghambat transportasi udara hingga laut. Bahkan aktivitas perdagangan juga terganggu.

“Izinkan kami memberikan perhatian pada kesehatan masyarakat di sini. Jika meminjam istilah dari Tzu Chi yang bilang kita ini berjodoh. Kami berbakti pada masyarakat, dan masyarakat mau dilayani oleh kami. Maka inilah bentuk cinta kasih. Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat,” kata Junaidi.

Satu di antara warga Kecamatan Muara Pawan, Solha (42) mengaku dampak kabut asap memang sangat dirasakannya. Beberapa pekan ini, ia mengalami batuk begitu pula dengan sang suami. Keluhan masalah kesehatan ini kepada petugas medis di posko layanan kesehatan.

“Saya sampaikan juga sakit asam urat. Jadi tadi diberikan obat dan vitamin. Kalau bagi kami warga yang kurang mampu, kegiatan ini sangat membantu sekali. Terimakasih ada kegiatan ini dan semoga lebih sering,” ujar ibu dengan lima anak ini.

Anwar (9), bocah kelas 4 SD N 02 Muara Pawan ini juga berpartisipasi bersama kedua orangtuanya memeriksakan kesehatan.

“Keluhan batuk pilek saja. Ini ada dikasi obat oleh dokter. Sudah beberapa hari tidak sekolah karena libur asap,” ujar anak ketiga dari tiga bersaudara ini. Di hari yang sama Gapki Kalbar juga menggelar kegiatan pembagian 20 ribu masker di jalanan Kota Pontianak.

Kegiatan dipusatkan di areal Mesjid Mujahidin, perempatan lampu merah A Yani-Sultan Abdurahman, serta Bundaran Digulis Universitas Tanjungpura, dan di titik Simpang Hotel Garuda Pontianak. (*)

Gapki Peduli Cegah ISPA dan Layanan Kesehatan Gratis

hamparan.info – Demi membantu meringankan beban kepada masyarakat, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Barat membagikan ribuan masker. Ini dilakukan untuk mencegah berbagai penyakit akibat dampak pekatnya kabut asap yang melanda di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat.  Sebab, ISPA (infeksi saluran pernapasan atas) dapat berdampak pada saat kabut asap pekat. Maka, lebih baik mencegahnya.

Yudi selaku pengurus Gapki Kalbar menyebut pembagian ribuan masker ini bukan hanya sekadar kegiatan sermoni belaka.  “Kegiatan pembagian 20 ribu masker bagi pengguna jalan di jalanan Kota Pontianak adalah mewujudkan tugas kami sebagi bentuk keperdulia kepada masyarakat,” kata Yudi, pada saat pembagian ribuan masker di simpang ruas jalan utama di Kota Pontianak, Sabtu, 21 September 2019.

Ia menjelaskan, kegiatan pembagian ribuan masker ini  dipusatkan di areal Masjid Raya  Mujahidin Pontianak, perempatan lampu merah A Yani-Sultan Abdurahman, serta Bundaran Digulis Universitas Tanjungpura, dan  Simpang Hotel Garuda Pontianak.

Sedangkan di Kabupaten Ketapang, Gapki Kalimantan Barat,  menggelar bakti sosial di sejumlah empat. “Hal ini Sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak Karhutla  di Kalimantan Barat,” kata Koordinator Gapki Wilayah Ketapang, Riduan.  Kegiatan sosial ini bertajuk peduli kesehatan ini akan menyasar 700 masyarakat di Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang.  Adapun kegiatan ini dilakukan di Kantor Kecamatan Muara Pawan, Jalan Ketapang-Siduk kilometer 17.

“Peserta yang kita targetkan sebanyak 700 orang untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan ini. Tapi, bagi pasien yang tidak mendapatkan kupon, akan tetap dilayani. Layanan kesehatan ini dibatasi hingga pukul 16.00 WIB,” ujar Riduan menjelaskan.  “Baksos  Gapki  membawa tenaga medis masing-masing dari Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia sebanyak 3 dokter dan 3 apoteker, Region Ketapang 1 sebanyak 1 dokter dan 2 perawat, Region Ketapang 2 sebanyak 1 dokter dan 2 perawat,”.

Dia berujar, ada tenaga medis kecamatan sebanyak 1 dokter, 6 perawat, 3 bidan, 1 apoteker 1. Perwakilan tenaga medis dari PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) sebanyak 1 dokter dan 2 perawat.

“Ini diharapkan mampu membantu masyarakat yang mengalami masalah kesehatan. Apalagi dalam peristiwa kabut asap kebakaran hutan dan lahan, masyarakat rentan menghirup partikel sangat kecil yang bisa menembus hingga ke dalam paru-paru yang dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pernapasan,” ucapnya.

Dia bilang, kesehatan adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena akan mendasari peningkatan kualitas dan kuantitas hidup seseorang dalam bermasyarakat. Bagi seseorang yang memiliki penyakit tentu akan sangat sulit baginya untuk beraktivitas, apalagi di saat kondisi cuaca yang tidak sehat. “Gapki peduli dengan hal tersebut dengan memberikan pelayanan kesehatan ini termasuk bisa dimanfaatkan masyarakat yang kesehatan terganggu karena asap,” tuturnya.

Camat Muara Pawan, Maisir, mengucapkan terima kasih kepada Gapki Kalbar yang telah menempatkan kegiatan baksos pengobatan gratis di Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. 

Dia menilai kegiatan ini sangat berguna bagi masyarakat oleh karena akibat kabut asap, kesehatan anak-anak bahkan para bapak ibu rentan terkena ISPA.

“Para bapak ibu, kesempatan ini toling dipakai sebaiknya. Ada dokter di sini bisa konsultasi, tidak hanya untuk sakit sesak nafas, batu. Kalau ada masalah sakit gigi juga bisa disampaikan. Karena selain kesehatan jasmani dan kesehatan rohani, kesehatan gigi juga sangat penting,” ujarnya.

Dia berpesan kepada seluruh warga yang hadir untuk menghindari membuka lahan dengan cara membakar apalagi yang dilakukan di musim kemarau.

“Itu ada UU yang melakukannya bisa kena hukuman. Jadi jangan main-main dengan api,” ucapnya. 

VPA Perkebunan Sinar Mas Kalimantan Barat, Junaidi, mengucapkan terima kasih kepada Camat dan Kades di Muara Pawan yang mau menyertakan warganya berpartisipasi dalam baksos Pengobatan Dampak Asap. Kegiatan ini diinisiasi oleh Gapki Kalbar yang didumung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Perwakilan Sinar Mas, Sinar Mas Agribusiness and Food, dan Bumitama Gunajaya Agro.

Dampak karhutla, dia menilai merugikan semua pihak. Baik dari kesehatan, serta menghambat transportasi udara hingga laut. Bahkan aktivitas perdagangan juga terganggu.

“Izinkan kami memberikan perhatian pada kesehatan masyarakat di sini. Jika meminjam istilah dari Tzu Chi yang bilang kita ini berjodoh. Kami berbakti pada masyarakat, dan masyarakat mau dilayani oleh kami. Maka inilah bentuk cinta kasih. Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat,” ujar Junaidi.

Satu di antara warga Kecamatan Muara Pawan, Solha (42) mengaku dampak kabut asap memang sangat dirasakannya. Beberapa pekan ini, ia mengalami batuk begitu pula dengan sang suami. Keluhan masalah kesehatan ini kepada petugas medis di posko layanan kesehatan.

“Saya sampaikan juga sakit asam urat. Jadi tadi diberikan obat dan vitamin. Kalau bagi kami warga yang kurang mampu, kegiatan ini sangat membantu sekali. Terima kasih ada kegiatan ini dan semoga lebih sering,” ujar ibu dengan lima anak ini.

Anwar (9), bocah kelas 4 SD N 02 Muara Pawan ini juga berpartisipasi bersama kedua orangtuanya memeriksakan kesehatan. “Keluhan batuk pilek saja. Ini ada dikasi obat oleh dokter. Sudah beberapa hari tidak sekolah karena libur asap,” ujar anak ketiga dari tiga bersaudara ini.

Percepat Proses Pemekaran Dusun Kumpai Panjang

hamparan.info – Tim Penetapan dan Penegasan Batas Desa (PPBD) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PM dan PD) Kabupaten Ketapang melakukan survey dan pemetaan Batas Desa  Dusun Kumpai Panjang, Desa Beringin Rayo, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang (3/9/2019). Tim yang dipimpin Kepala bidang Fasilitasi Wilayah Desa Dinas PM dan PD Drs. Kusnadi berjumlah 5  orang melakukan pertemuan dengan panitia pemekaran, Kepala Desa beringin Rayo, dan Kepala Dusun Kumpai Panjang.

Dusun Kumpai Panjang, Desa Beringin Rayo, Kecamatan Tumbang Titi sendiri terletak di diujung perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, Dusun Kumpai Panjang menjadi lokasi strategis lalulintas perbatasan antar daerah, terutama antar masyarakat Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang sering melakukan transaksi perdagangan hasil pertanian dan perkebunan.

“Para pedagang dari Kalteng sering datang untuk membeli hasil pertanian dan perkebunan masyarakat Dusun Kumpai panjang, seperti Pisang, ubi, terong dan lain sebagainya,” ujar salah satu warga Kumpai Panjang pada salah satu tim batas.

“Layak dan mendesak untuk dimekarkan. Pemekaran menjadi Desa dari Dusun untuk memperpendek rentang kendali, percepatan pembangunan menuju Ketapang maju dan sejahtera. ” Layak dan mendesak di Mekarkan dusun kita ini. Terlebih letaknya strategis di pintu gerbang perbatasan Kalteng dengan Kalbar. Tata ruang Pembangunannya kita tata sebaik mungkin. Sebab Kumpai Panjang merupakan cerminan Kota ketapang di pintu masuk perbatasan Kabupaten dan provinsi tetangga. Selain itu sebagaimana Nawacita Presiden RI Jokowi, Pembangunan daerah pinggiran yang tertinggal merupakan prioritas pembangunan mengejar ketertinggalannya dengan daerah lain” kata Bupati.

Sesuai arahan Bupati Ketapang Martin Rantan,  Dusun Kumpai Panjang harus segera dipersiapakan untuk dimekarkan menjadi Desa Persiapan, hal ini terkait untuk memperpendek rentang kendali pelayanan Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang. Adapun 2 syarat penting legalitas persyaratan pemekaran adalah Jumlah Penduduk dan kejelasan Batas Desa seperti yang diamanatkan dalam Permendagri Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pemekaran Desa dan Permendagri Nomor 45 Tahun 2016 tentang Batas Desa.

Selanjutnya Kata Bupati Martin, Terhadap SDA dan SDM Dusun Kumpai panjang berpeluang untuk pembangunan dan mensejahterakan masyarakatnya. Tanahnya yang subur , hasil hutan yang relatif masih banyak dan Keramah tamahan warganya supaya terus dijaga dan dibudayakan. Semua itu demi Ketapang maju menuju kesejahteraannya.

Untuk mengejar maksud tersebut, Mantan Anggota DPRD Kabupaten Ketapang yang pernah menjadikan Dusun Kumpai Panjang ini menginginkan agar Pemerintahan Desa Induk Beringin Rayo mempersiapkan secepatnya persyaratan pelepasan kawasan pemekaran Desa bersama dengan Panitia Pemekaran.

” Lengkapi dulu persyaratan administrasi. mulai dari pelepasan kawasan, tata batas yang jelas serta asset yang dimiliki, maupun jumlah penduduk. Validasi data dan kesepakatan secara tertulis dengan kepastian hukum yang jelas. Segala berkas lengkap ajukan ke Pemkab Ketapang khususnya Dinas terkait. Kita terus kawal pemekarannya hingga ke pemerintahan provinsi kalbar bahkan hingga ke pemerintah Pusat di Jakarta,” kata Martin Rantan ketika melakukan kunjungan kerja di Dusun Kumpai Panjang bulan Juli 2019 yang lalu seperti dilansir Diskominfo Kabupaten Ketapang. 

Soal Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi Peraga Imtaq Gowa, Polisi Bilang: Tinggal Perhitungan

hamparan.info – Penyidik Subdit III Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sulawesi Selatan terus menggenjot penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq tahun anggaran 2018 di Kabupaten Gowa.

“Itu tinggal tunggu perhitungan kerugian negara dari BPKP dan selanjutnya penetapan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono di Mapolda Sulsel, Rabu 11 September 2019.

Sebelumnya, lembaga pegiat anti korupsi, Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) mendesak Polda Sulsel terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq tahun anggaran 2018 di Kabupaten Gowa, Sulsel.

“Seharusnya ada pengembangan. Korupsi itu kan selalu dilakukan berjamaah. Semuanya harus diungkap secara utuh,” kata Kadir Wokanubun, Wakil Direktur Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) via telepon.

ACC Sulawesi, kata dia, sangat berharap Polda Sulsel juga transparan dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq tersebut.

“Kita juga akan pantau kasus ini secara ketat. Yah kita tentu harap penyidikan berjalan maksimal dan menyeret semua yang terlibat didalamnya,” kata Kadir.

Diketahui, Tim Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel telah menggeledah sejumlah Kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, Sulsel, Selasa 14 Mei 2019 sekitar pukul 14.00 wita.

Tak hanya kantor SKPD yang berada dalam satu area dengan Kantor Pemkab Gowa, tim tipikor Polda Sulsel itu juga dikabarkan turut menggeledah ruangan kerja yang berada dalam rumah jabatan (rujab) Bupati Gowa.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani membenarkan adanya penggeledahan tersebut. Kata dia, penggeledahan merupakan bagian dari proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq di Kabupaten Gowa tahun anggaran 2018 yang sementara berjalan.

“Lokasi penggeledahan diantaranya di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa dan Rujab Bupati Gowa,” kata Dicky.

Dalam penggeledahan tersebut, tim mengamankan sejumlah dokumen-dokumen penting terkait kegiatan pengadaan alat peraga imtaq yang sementara diusut.

“Kasus ini diselidiki sejak bulan Februari 2019 dan statusnya naik ke tahap penyidikan pada bulan Mei 2019 ini,” kata Dicky dikutip dari kedai-berita.com.

Dari hasil penyidikan, tim menemukan adanya dugaan mark up anggaran pada kegiatan pengadaan alat peraga imtaq yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa tersebut.

Di mana dari hasil cek tim ke lokasi sumber barang yakni di Yogyakarta, uang yang digunakan untuk belanja barang alat peraga yang dimaksud hanya sebesar Rp 1,5 miliar. Sementara anggaran yang digelontorkan untuk kegiatan tersebut senilai Rp 5.609.681.992.

Tak hanya itu, tim juga menemukan terjadinya keterlambatan pengerjaan. Dimana pada bulan Februari 2019 masih terjadi pengiriman barang dari Yogyakarta ke Makassar, sementara berdasarkan berita acara serah terima pengerjaan (progres pekerjaan) sudah dilaporkan 100 persen tepatnya pada bulan September 2018.

“Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi-saksi, terungkap juga ada intervensi dari beberapa pihak dalam proses lelang, pelaksanaan hingga pencairan pembayaran,” ujar Dicky.

Pengadaan alat peraga imtaq yang diperuntukkan untuk 82 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di 18 Kecamatan di Kabupaten Gowa tersebut, menggunakan anggaran sebesar Rp 5.609.681.992 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2018.

Adapun yang bertindak sebagai penyedia barang dalam kegiatan itu diketahui bernama Rahmawati Bangsawan alias Neno. Ia memenangkan tender menggunakan nama perusahaan yang ia pinjam yakni bernama PT. Arsa Putra Mandiri.

“Dalam kasus ini kita terapkan dugaan pelanggaran Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 Juncto Pasal 9 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” kata Dicky.

 

 

3 Alasan Martinus Sudarno Potensi Duduki kursi Ketua DPRD Provinsi Kalbar

hamparan.info – Sebagai partai pemenang di Kalimantan Barat, PDI Perjuangan akan menjadi Ketua DPRD Kalba. Ini  karena meraih kursi terbanyak yaitu 15 kursi dari 65 kursi.

Salah satu anggota DPRD terpilih dari PDI Perjuangan yaitu Martinus Sudarno yang namanya tidak asing di internal partai maupun masyarakat Kalbar ini untuk kali  ketiga terpilih sebagai anggota DPRD Kalbar dari dapil Sanggau-Sekadau.

“Namanya kian mencuat kepermukaan menjadi salah satu calon ketua DPRD Kalbar periode 2019 – 2024, tentu dalam hal ini tidak sembarangan. Ia mempunyai pengalaman yang mempuni dan terbukti,” kata Ketua DPD Gerakan Muda Penerus Perjuangan Kemerdekaan (GMPPK) Kalbar, Albert Pandur Sae Pudaba, dalam keterangan resminya.

Dia menjabarkan, 3 alasan kenapa Martinus Sudarno berpotensi menduduki kursi Ketua DPRD Provinsi Kalbar 2019-2024 :

  1. Beliau saat ini tercatat sebagai Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar.
  2. Berpengalaman 3 periode Sebagai DPRD Kalbar sejak 2009 – 2014, 2014 – 2019, 2019 – 2024 (Hatrick);
  3. Memiliki kemampuan komunikasi politik yang baik, sebagai orang yang sudah berkecimpung lama di dunia ini, tentu sudah tidak diragukan lagi komunikasi politik beliau, karna pada dasarnya seorang yang terjun dalam dunia politik praktis harus mempunyai kemampuan komunikasi politik yang bagus dan baik.

“Poin-poin di atas menjadikan beliau sangat berpeluang dalam menduduki kursi Ketua DPRD Provinsi Kalbar periode 2019-2024,” kata Albert Pandur Sae Pudaba.

 

Pangdam III/Slw, Kapolda Jabar dan Gubernur Jabar Hadiri Upacara Memperingati HUT RI Ke-74

hamparan.info – Pangdam III/Slw, Mayjen TNI Tri Soewandono, Kapolda Jabar, Irjen Pol Drs. Rudy Sufahriadi, dan Gubernur Jabar, H. M. Ridwan Kamil, masing-masing didampingi Istri hadiri upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-74, dan Gubernur Jabar juga selaku Irup di Lapangan Gasibu Jalan Ponegoro Kota Bandung, Sabtu (17/8/2019).

Pada upacara HUT Kemerdekaan RI ke-74 penuh hidmat yang disaksikan warga masyarakat Bandung sekitarnya ikut memenuhi lapangan Gasibu. Terlebih unik pada upacara kali ini dan menjadi sorotan khusus bagi peserta upacara dan masyarakat yang menyaksikannya. Diantaranya dengan hadirnya 100 orang warga asli Papua khusus untuk mengikuti prosesi upacara tersebut.

Mereka adalah warga asli Papua yang sedang menempuh pendidikan di berbagai daerah di Jawa Barat jauh-jauh datang dengan penuh kesukarelaan untuk membuktikan kesetiaannya datang ke Bandung untuk mengikuti upacara dan menyatakan bahwa mereka adalah anak Bangsa Indonesia yang cinta akan tumpah darah dan tanah airnya yaitu Indonesia, sebagai bentuk kecintaan mereka terhadap bangsa Indonesia. Demikian disampaikan Kapendam III/Slw.

Seusai prosesi upacara sebagai acara lanjutan, 100 warga asli Papua menunjukan kebolehannya di depan para tamu undangan melakukan tari Sajojo dan sontak Pangdam III/Slw, Gubernur, dan Kapolda Jabar, beserta Istri dan diikuti pejabat lainnya turut juga meramaikan tari sajojo bersama dengan warga asli Papua di lapangan Gasibu. (Pendam III/Siliwangi)

Kepala Desa di Ketapang Ditangkap Polisi Gara-Gara Ini

hamparan.info – Kampanye penindakan terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan tidak sekadar kampanye belaka, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat contohnya, menindak tegas segala upaya pembakaran hutan dan lahan, seperti di Kabupaten Ketapang, seorang kepala desa berinisial YS terpaksa harus berurusan dengan Polres Ketapang karena membakar lahan.

Demikian hal itu dikatakan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Barat Kombes Pol Donny Charles Go. Dia menyampaikan bahwa 1 kasus yang sedang ditangai oleh Polres Ketapang lantaran membakar lahan.

“Kami dari Polda Kalbar menginformasikan, ini sebagai warning juga terhadap yang lain agar tidak membakar lahan, bahwa siapapun yang mencoba membuka lahan dengan cara membakar akan diproses hukum,” kata Kombes Pol Donny Charles Go.

Kabid Humas Polda Kalbar mengungkapkan bahwa pertama ada laporan terkait karhutla di Dusun Sekucing Bulin, Rt 05, Desa Sekucing Kualan, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang.

Dari laporan tersebut, Polres Ketapang langsung menuju ke lokasi dan melakukan langkah langkah identifikasi.

“Kronologisnya pelaku mengajak beberapa rekannya untuk membuka lahan pada tanggal 26 Juli yang lalu untuk memperluas kebun kelapa sawit miliknya, walau ada upaya menyiapkan dengan memasang mesin air dan slang untuk menjaga lahan yang dibakar namun ternyata api dengan cepat meluas yang akhirnya tidak dapat dikendalikan,” ucapnya menjelaskan.

Sampai saat ini kepolisian sudah melakukan identifikasi, olah tkp serta memeriksa saksi saksi , dan pelaku pembakaran sudah dilakukan pemanggilan untuk di periksa oleh Polres Ketapang.

“Saat ini sudah berhasil dipadamkan, kurang lebih 0,3 ha lahan yang terbakar,” ujarnya.

Kombes Pol Donny Charles Go bilang, Karhutla merupakan peristiwa yang sangat tidak diinginkan oleh siapapun karena dampak yang ditimbulkan sangat merugikan baik terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan dan ekonomi, untuk itu Polda Kalbar mengingatkan agar tidak membakar lahan walau sekecil apapun.

Totok Mukarto Kembali Mendapat Gelar Baru : Kirip Paren Lung

hamparan.info – Mantan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda, DR (HC) R. Totok Mukarto,SH,CN,M.Si,CCBL kembali mendapat gelar baru, gelar tersebut didapatkan sebagai gelar kehormatan dari masyarakat Dayak Kalimantan Timur. Totok Mukarto yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kantor di KSOP Kelas II Gresik, Jawa Timur, pada Sabtu (3/8/2019) siang mendapat Gelar Kehormatan dengan nama Kirip Paren Lung.

Kedatangan Totok Mukarto dari Gresik, Jawa Timur ke Samarinda hadir untuk memenuhi undangan dan  disambut meriah oleh warga Dayak di Desa Budaya Pampang Sungai Siring Kota Samarinda dengan tradisi Percik Air dan berbagai tarian adat Dayak. Prosesi pemberian gelar kehormatan tersebut merupakan wujud perhatian dan perhargaan atas jasanya saat menjabat  sebagai Kepala Kantor KSOP Samarinda dengan berhasil menciptakan ketertiban di Pelabuhan, pelayanan publik yang cepat dan transparan sehingga mampu meningkatkan pendapatan Negara yang berdampak positif bagi perekonomian masyarakat Samarinda.

Prosesi pemberian gelar kehormatan tersebut berlangsung hikmah yang ditandai dengan pemasangan tanda adat sebagai warga kehormatan adat Dayak Kenyah Pampang oleh Ketua Adat serta pemberian gelar nama “KIRIP PAREN LUNG’ yang artinya seorang penguasa muara yang dihormati dan turut hadir Istri, Ratna Sari Dewi dan putrinya, RR. Catherine Putri Zafira juga mendapat gelar kehormatan, sang istri dengan nama IDANG MENING “cahaya bersih” dan sang putri dengan nama ULAU TAU “Sinar Matahari”.

Ketua Adat Dayak Kenyah Pampang, Esron Palan dalam sambutanya sangat bahagia atas kehadiran Totok Mukarto bersama keluarga dan rombongan dari Gresik dan kesempatan tersebut menuturkan bahwa keluarga besar dayak Pampang bertambah lagi atas pemberian gelar kepada bapak Totok Mukarto dan Keluarga sudah menjadi bagian dari warga Suku Dayak Kenyah, Esron Palan pun menambahkan bahwa pihaknya merasa kehilangan sosok pemimpin yang selama ini bisa mengayomi warganya khususnya yang bermukim di sepanjang sungai Mahakam hingga di Muara yang umumnya sebagai nelayan dan tidak terganggu lagi dengan aktifitas yang ilegal.

Totok Mukarto di hadapan media menyatakan, “Ucapan terima kasih tak terhingga atas sambutan serta pemberian gelar kehormatan tersebut dan kalaupun selama dirinya menjabat sebagai kepala kantor KSOP Samarinda saat itu adalah semata karena upaya menciptakan tujuan transportasi nasional yang efektif, efisien dan transparan dengan mengutamakan keselamatan, kenyamanan dalam pelayaran serta terciptanya kepatuhan dalam penegakan hukum.

Perlu diketahui bahwa saat Totok Mukarto menjabat sebagai Kepala Kantor KSOP Samarinda, segudang prestasi telah di ukir di Samarinda, tidak hanya dalam penegakan hukum dalam pelayaran seperti menindak para pelaut yang menggunakan ijasah/sertifikat palsu. Namun berhasil membuat pelayanan publik yang transparan dengan menyiapkan gedung satu atap yang nyaman dalam pengurusan dokumen pelayaran yang berada di kawasan perkantoran KSOP Samarinda.

Prestasi tersebut dibuktikan dengan kinerja yang didapatkan dari Kementerian Perhubungan Laut berupa perhargaan juara terbaik kategori unit pelayanan administrasi dan perizinan/non perizinan serta penghargaan dari pemerintah provinsi Kaltim dengan keikutsertaannya dalam Pameran Kaltim Expo dengan predikat sebagai juara umum.

Tak hanya prestasi, Totok Mukarto pun berhasil mengumupulkan para stakeholder dalam mendukung pelaksaanaan setiap kegiatan seperti gelar pelatihan Keselamatan dalam pelayaran, mediasi para buruh pelabuhan terkait upah hingga penyelesaian masalah para nelayan yang beroprasi di Sungai Mahakam dan perairan Muara Berau.

Pencarian Heli Mi 17 Tetap Berjalan

hamparan.info – Upaya pencarian Heli Penerbad jenis MI 17 No Reg HA 5138 hingga saat ini masih terus dilakukan oleh Kodam XVII/Cenderawasih selaku Komando Operasi TNI Wilayah Papua. Heli MI 17 dinyatakan lost contact sejak Jumat, 28 Juni 2019, pada saat heli tersebut sedang melaksanakan distribusi logistik dan rotasi pasukan Satgas Pengamanan Perbatasan Yonif 725/Wrg di wilayah Oksibil.

Hingga saat ini pencarian telah memasuki hari ke – 34. Sejak awal pencarian, Koops TNI Wilayah Papua telah melibatkan 7 pesawat pencari, baik pesawat milik TNI maupun pesawat sipil yang diperbantukan dalam kegiatan Search and Rescue (SAR) melalui udara. Penerbangan SAR dilakukan total sebanyak 70 sortie, dimana masing-masing sortie dilakukan selama 1 – 2,5 jam terbang. Sedangkan pencarian melalui darat telah melibatkan lebih dari 700 personel gabungan yang terdiri dari personel TNI (300 org) , Polri (35 org), Basarnas (30 org) , Pemda dan masyarakat (400 org) .

Wilayah pencarian yang telah disisir melalui udara meliputi seluruh wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Kabupaten Jayapura bagian selatan dan barat. Sedangkan pencarian melalui darat difokuskan di 3 wilayah yaitu Oksibil, Lereh dan Kaureh.

Operasi pencarian heli MI 17 No Reg HA-5138 dipimpin langsung oleh Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, selaku Panglima Komando Operasi TNI Wilayah Papua.

Sebagai informasi, penugasan operasi prajurit TNI beserta Alutsista di wilayah Papua merupakan bagian dari penggunaan kekuatan (Gun Kuat) TNI, dimana dalam hal ini menjadi tanggung jawab dan kewenangan Mabes TNI. Dalam pelaksanaan tugas operasi, Koops TNI Wilayah Papua langsung mengendalikan jalannya operasi dari ke-3 matra TNI (AD, AL, AU) yang berada di wilayah Papua.

“Perlu kita perjelas di sini, meskipun heli beserta awak dan penumpangnya berasal dari matra TNI – AD, namun penugasan mereka di Papua adalah dalam rangka operasi pengamanan perbatasan yang merupakan bagian dari penggunaan kekuatan TNI, maka komando dan pengendalian berada dibawah Mabes TNI dalam hal ini Satuan Tugas Udara (Satgasud) Koops TNI Wilayah Papua. Demikian pula dalam hal operasi pencarian, Koops TNI wilayah Papua tetap dibawah Kodal Mabes TNI, sehingga pengerahan operasional Heli harus atas izin dari Mabes TNI,” tutur Kapendam XVII/Cenderawasih, Letnan Kolonel Cpl Eko Daryanto.

Dekatkan Layanan Perbankan, BCA Hadir di Kubu Raya

hamparan.info – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meresmikan Kantor Cabang Utama (KCU) Kubu Raya, Kalimantan Barat. Ini dilakukan demi mendekatkan layanan perbankan memberikan kemudahan dan kenyamanan layanan perbankan serta membangun komunikasi dengan nasabah demi menjamin nilai tambah yang dirasakan segenap nasabah di Kota tersebut.

KCU Kubu Raya sendiri telah beroperasi pada tanggal 27 November 2017 dan berlokasi di Jalan Rahadi Usman dan saat ini KCU Kubu Raya resmi beroperasi di Jalan Arteri Supadio, Kubu Raya per tanggal 24 Juni 2019. Adapun seremoni peresmian berupa penandatanganan prasasti dilakukan oleh Direktur BCA Erwan Yuris, di Kubu Raya pada Rabu (26/6/2019).

BACA Asyik, BNI 46 dan PT Astra Buka Akses Seluasnya kepada Desa

Turut hadir dalam seremoni peresmian tersebut Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan H Tommy AS, Perwakilan Kepala BI Provinsi Kalbar Adianto Cahyono, Direktur Utama Bank Kalbar Samsir Ismail, Perwakilan Kepala OJK Provinsi Kalbar, dan nasabah setia BCA.

Direktur BCA Erwan Yuris mengatakan, trend digitalisasi yang saat ini berkembang turut pula mendorong sejumlah transformasi digital yang dilakukan BCA.  Sekitar 97 persen transaksi di BCA saat ini berlangsung secara digital. Nasabah BCA merasa nyaman dengan kemudahan yang diberikan BCA  melalui internet dan mobile banking, dan berbagai aplikasi, fitur, alat pembayaran nontunai yang disediakan BCA.

BACA Mengamalkan Nilai Pancasila Menanggulangi Kemiskinan

Kendati demikian, BCA yakin, peran Kantor Cabang tidak akan tergantikan. Komunikasi intens tatap muka yang humanis dan personal antara perbankan dan nasabah hanya dapat tercipta karena adanya representasi Kantor Cabang. BCA selalui ingin di sisi Anda. Tidak hanya sekadar melalui gadget atau aplikasi tertentu, tetapi selalu membangun komunikasi, kedekatan, dan silahturahmi secara langsung dengan nasabah.

“Kehadiran KCU ini memberikan jaminan bahwa BCA benar-benar ingin memprioritaskan kebutuhan nasabah, memberikan kenyamanan, kemudahan, dan keamanan yang prima kepada nasabah dalam bertraksaksi. BCA berharap dapat membantu memenuhi berbagai kebutuhan layanan keuangan dan transaksi masyarakat, serta mendukung terciptanya pertumbuhan ekonomi yang positif di daerah ini,” ujar Direktur BCA Erwan Yuris, dalam keterangan resminya diterima di Kota Pontianak.

BACA Berlapang Dada dan Saling Memaafkan

Seperti diketahui, KCU Kubu Raya ini melengkapi 1.246 kantor cabang BCA yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, 17.000 ATM, serta  layanan internet dan mobile banking yang dapat diakses 24 jam. Infrastuktur tersebut melayani aktivitas transaksi dari 19,5 juta rekening  nasabah BCA per 31 Maret 2019.

Transformasi digital dilakukan BCA melalui internet dan mobile banking, dan berbagai aplikasi, fitur, alat pembayaran nontunai, antara lain  Flazz BCA, Sakuku, DUITT, dan fitur-fitur seperti QRku, OneKlik BCA, BCA Keyboard, dan Buka Rekening Online. Untuk berhubungandengan BCA melalui Halo BCA, berbagai macam kemudahan melalui aplikasi percakapan saat ini juga sudah diadopsi BCA, seperti melalui VIRA BCA, BCA Webchat, BCA WhatsApp.