Gapki Peduli Cegah ISPA dan Layanan Kesehatan Gratis

hamparan.info – Demi membantu meringankan beban kepada masyarakat, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Barat membagikan ribuan masker. Ini dilakukan untuk mencegah berbagai penyakit akibat dampak pekatnya kabut asap yang melanda di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat.  Sebab, ISPA (infeksi saluran pernapasan atas) dapat berdampak pada saat kabut asap pekat. Maka, lebih baik mencegahnya.

Yudi selaku pengurus Gapki Kalbar menyebut pembagian ribuan masker ini bukan hanya sekadar kegiatan sermoni belaka.  “Kegiatan pembagian 20 ribu masker bagi pengguna jalan di jalanan Kota Pontianak adalah mewujudkan tugas kami sebagi bentuk keperdulia kepada masyarakat,” kata Yudi, pada saat pembagian ribuan masker di simpang ruas jalan utama di Kota Pontianak, Sabtu, 21 September 2019.

Ia menjelaskan, kegiatan pembagian ribuan masker ini  dipusatkan di areal Masjid Raya  Mujahidin Pontianak, perempatan lampu merah A Yani-Sultan Abdurahman, serta Bundaran Digulis Universitas Tanjungpura, dan  Simpang Hotel Garuda Pontianak.

Sedangkan di Kabupaten Ketapang, Gapki Kalimantan Barat,  menggelar bakti sosial di sejumlah empat. “Hal ini Sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak Karhutla  di Kalimantan Barat,” kata Koordinator Gapki Wilayah Ketapang, Riduan.  Kegiatan sosial ini bertajuk peduli kesehatan ini akan menyasar 700 masyarakat di Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang.  Adapun kegiatan ini dilakukan di Kantor Kecamatan Muara Pawan, Jalan Ketapang-Siduk kilometer 17.

“Peserta yang kita targetkan sebanyak 700 orang untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan ini. Tapi, bagi pasien yang tidak mendapatkan kupon, akan tetap dilayani. Layanan kesehatan ini dibatasi hingga pukul 16.00 WIB,” ujar Riduan menjelaskan.  “Baksos  Gapki  membawa tenaga medis masing-masing dari Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia sebanyak 3 dokter dan 3 apoteker, Region Ketapang 1 sebanyak 1 dokter dan 2 perawat, Region Ketapang 2 sebanyak 1 dokter dan 2 perawat,”.

Dia berujar, ada tenaga medis kecamatan sebanyak 1 dokter, 6 perawat, 3 bidan, 1 apoteker 1. Perwakilan tenaga medis dari PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) sebanyak 1 dokter dan 2 perawat.

“Ini diharapkan mampu membantu masyarakat yang mengalami masalah kesehatan. Apalagi dalam peristiwa kabut asap kebakaran hutan dan lahan, masyarakat rentan menghirup partikel sangat kecil yang bisa menembus hingga ke dalam paru-paru yang dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pernapasan,” ucapnya.

Dia bilang, kesehatan adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena akan mendasari peningkatan kualitas dan kuantitas hidup seseorang dalam bermasyarakat. Bagi seseorang yang memiliki penyakit tentu akan sangat sulit baginya untuk beraktivitas, apalagi di saat kondisi cuaca yang tidak sehat. “Gapki peduli dengan hal tersebut dengan memberikan pelayanan kesehatan ini termasuk bisa dimanfaatkan masyarakat yang kesehatan terganggu karena asap,” tuturnya.

Camat Muara Pawan, Maisir, mengucapkan terima kasih kepada Gapki Kalbar yang telah menempatkan kegiatan baksos pengobatan gratis di Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. 

Dia menilai kegiatan ini sangat berguna bagi masyarakat oleh karena akibat kabut asap, kesehatan anak-anak bahkan para bapak ibu rentan terkena ISPA.

“Para bapak ibu, kesempatan ini toling dipakai sebaiknya. Ada dokter di sini bisa konsultasi, tidak hanya untuk sakit sesak nafas, batu. Kalau ada masalah sakit gigi juga bisa disampaikan. Karena selain kesehatan jasmani dan kesehatan rohani, kesehatan gigi juga sangat penting,” ujarnya.

Dia berpesan kepada seluruh warga yang hadir untuk menghindari membuka lahan dengan cara membakar apalagi yang dilakukan di musim kemarau.

“Itu ada UU yang melakukannya bisa kena hukuman. Jadi jangan main-main dengan api,” ucapnya. 

VPA Perkebunan Sinar Mas Kalimantan Barat, Junaidi, mengucapkan terima kasih kepada Camat dan Kades di Muara Pawan yang mau menyertakan warganya berpartisipasi dalam baksos Pengobatan Dampak Asap. Kegiatan ini diinisiasi oleh Gapki Kalbar yang didumung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Perwakilan Sinar Mas, Sinar Mas Agribusiness and Food, dan Bumitama Gunajaya Agro.

Dampak karhutla, dia menilai merugikan semua pihak. Baik dari kesehatan, serta menghambat transportasi udara hingga laut. Bahkan aktivitas perdagangan juga terganggu.

“Izinkan kami memberikan perhatian pada kesehatan masyarakat di sini. Jika meminjam istilah dari Tzu Chi yang bilang kita ini berjodoh. Kami berbakti pada masyarakat, dan masyarakat mau dilayani oleh kami. Maka inilah bentuk cinta kasih. Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat,” ujar Junaidi.

Satu di antara warga Kecamatan Muara Pawan, Solha (42) mengaku dampak kabut asap memang sangat dirasakannya. Beberapa pekan ini, ia mengalami batuk begitu pula dengan sang suami. Keluhan masalah kesehatan ini kepada petugas medis di posko layanan kesehatan.

“Saya sampaikan juga sakit asam urat. Jadi tadi diberikan obat dan vitamin. Kalau bagi kami warga yang kurang mampu, kegiatan ini sangat membantu sekali. Terima kasih ada kegiatan ini dan semoga lebih sering,” ujar ibu dengan lima anak ini.

Anwar (9), bocah kelas 4 SD N 02 Muara Pawan ini juga berpartisipasi bersama kedua orangtuanya memeriksakan kesehatan. “Keluhan batuk pilek saja. Ini ada dikasi obat oleh dokter. Sudah beberapa hari tidak sekolah karena libur asap,” ujar anak ketiga dari tiga bersaudara ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *