Peringati HUT Kemerdekaan, Organisasi Kepemudaan Adakan Bhakti Sosial di Perbatasan Aruk

  • Whatsapp
Peringati HUT kemerdekaan RI ke-74 OKP adakan Bakti Sosial di Aruk, kabupaten Sambas

hamparan.info – Purwato, Kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN)  sangat mengapresiasi agenda teman-teman organisasi kepemudaan. Selain melihat langsung wajah perbatasan Aruk Kalbar-Malaysia, juga mengajak bersama-sama menjaga perbatasan dan bersinergi kolaborasi bersama dalam agenda-agenda perbatasan. Dengan demikian belakangan ini berada terdepan Indonesia ini yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat yaitu di Aruk, Kabupaten Sambas perkembangan sangat signifikan baik dari wisatawan, & ekonomi kerakyatan.

Rival Aqma Rianda, Ketua GMNI Pontianak mengatakan  dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia Ke – 74 tahun di Aruk, di perbatasan Malaysia-Kabupaten Sambas ini untuk membuka kembali sebuah memori koletif perjalanan dinamika kebangsaan.  “Hari ini kita rayakan di perbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Malaysia sebagai beranda ruang tamu Republik Indonesia,” ujar Rival Aqma Rianda dalam keterangan resminya.

Peringati HUT kemerdekaan RI ke-74 OKP adakan Bakti Sosial di Aruk, kabupaten Sambas

Menurut dia,  jati dirinya Bangsa Indonesia terhadap negara-negara yang diperbatasan dengan negara tetangga harus  dimaknai sebagai upaya refleksi historis dan meneguhkan kembali semangat nasionalisme, spirit kebangsaan, dan jiwa patriotisme. “Agar lebih cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya Kalimantan Barat sebagai barometer keberagaman etnis, suku & agama,” kata dia.

Suharman Ketua DPD IMM KALBAR menuturkan respon pemerintah serta masyarakat Desa Aruk , Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas  sangat mengapresiasi Kegiatan Bhakti sosial perbatasan yang baru pertama kali dilaksanakan oleh organisasi kepemudaan. “Harapan dari hasil kegiatan ini bisa memberikan kontribusi dan rekomendasi untuk kemajuan di daerah perbatasan,” tutur Suharman.

Sementara menurut Kaleb elevensi, korwil XIV PP GMKI mengatakan perbatasan yang merupakan beranda dan halaman terdepan, wajah Indonesia di mata negara tetangga, sudah selayaknya mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. begitupun dengan  masyarakat di perbatasan tidak perlu minder lagi dengan status kawasan perbatasan, tetapi harusnya bangga.

Imran Ramadhan ketua PW KAMMI Kalbar menambahkan, perlunya Aruk dijadikan pusat ekspor impor untuk kesejahteraan masyarakat. “Hari ini kita perlu mengapresiasi kerja pemerintah dalam membangun infrastruktur di perbatasan ini, kedepan kita berharap perbatasan Aruk ini bisa menjadi pusat ekspor hasil bumi, laut maupun kerajinan masyarakat Sambas khususnya dan Kalbar pada umumnya untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat,” kata Imran Ramadhan.

Jhon Miranda, Ketua HIKMAHBUDHI Pontianak mengatakan, untuk dapat menghadirkan kebijakan dan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat perbatasan, Pemerintah melalui BNPP seharusnya melibatkan masyarakat secara aktif dalam perumusan dan pengambilan keputusan. Sehingga, kata dia, kebijakan tidak terjebak pada keinginan pemerintah saja tetapi juga mengakomodir keinginan masyarakat.

Selain itu, perlu dijajaki pula potensi pengembangan kerjasama pengelolaan perbatasan dengan negara tetangga yang selama ini masih berfokus pada aspek keamanan, dilebarkan ke aspek kesejahteraan dan sosial-budaya. “Dengan demikian, kepentingan keamanan, kesejahteraan, dan sosial-budaya wilayah perbatasan akan dapat dipenuhi secara bersama,” ujarnya.

Sumber : Rival Aqma Riyanda

 

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *