Glorio Sanen : Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Harus Mengakui Wilayah Adat

  • Whatsapp

hamparan.info – Presidium Dewan Kehutanan Nasional, Glorio Sanen, berpendapat pemerintah pusat harus menyampaikan secara utuh apakah pemindahaan Ibu Kota Negara atau Pemindahan Pusat Pemerintahan dari Jakarta (Pulau Jawa) ke Kalimantan?. Glorio Sanen mencatat beberapa point penting terkait pemindahan tersebut. Berikut di bawah ini point penting soal pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan:

1. Pemerintah harus mengakui Wilayah Adat bagi Masyarakat yang Wilayahnya terkena dampak atas pemindahan

2. Pemindahan tidak disertai dengan Pemindahan masalah dari Jakarta (Kerusakan Lingkungan, Macet, Banjir dan Kriminalitas);

3. Perlunya Afirmatif Action kepada Masyarakat terkena dampak, karena saat ini kondisinya tertinggal jauh dibandingkan dengan calon pendatang;

4. Pemindahan tidak merusak Hutan Kalimantan dan Ramah Lingkungan karena saat ini Kalimantan adalah paru paru dunia.

“Harapanya Pemidahan tersebut harus memberikan dampak positif bagi masyarakat adat di Kalimantan. Bukan hanya memindahkan masalah.  Dan berharap adat harus mengkaji wacana pemindahan tersebut secara holistik,” ujar Presidium Dewan Kehutanan Nasional, Glorio Sanen, dalam keterang resminya yang diterima di Kota Pontianak, 1 Agustus 2019.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *