Video : Mengenal Pers Mahasiswa

hamparan.info – Ketua Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) WARTA IAIN Pontianak, Indah Chandika Anisyavira, menuturkan LPM WARTA adalah wadah untuk mencari ilmu dan pengalaman lapangan yang benar-benar nyata dalam hal ilmu jurnalistik pers kampus.

“Semenjak masuk ke LPM WARTA saya dituntut untuk lebih peka terhadap lingkungan. Ini membuat saya sadar bahwa perduli itu perlu,” tutur Indah Chandika Anisyavira.

Bagi dia, di LPM WARTA itulah membentuk karakter kepribadian seseorang. Itu sebabnya, dia mengajak kepada seluruh mahasiswa IAIN Pontianak, Kalimantan Barat, untuk ikut belajar bersama di LPM WARTA.

“Banyak mendapatkan informasi di dalam maupun di luar kampus yang belum tentu diketahui orang lain. Bertemu dengan orang-orang yang paham di bidang penulisan, memiliki pemikiran yang luas dengan pengalaman-pengalaman yang luar biasa,” ujar Indah Chandika Anisyavira.

Indah Chandika Anisyavira berujar,” Belum tentu semua orang bisa mendapatkan pengalaman seperti ini dan saya merasa sangat beruntung bisa bergabung dan berproses belajar bersama kawan-kawan di LPM WARTA,”.

 

 

 

Seperti Apa Era Kendaraan Listrik?

hamparan.info – Peraturan Presiden (Perpres) no. 5 tahun 2019 tentang kendaraan listrik sudah diketok. Menyambut hal tersebut, Kementerian Perhubungan menyelenggarakan Parade dan Pameran Kendaraan Listrik dengan Tema Menuju Indonesia Bersih Udara dan Hemat Energi dengan Kendaraan Listrik, pada Sabtu, 31 Agustus 2019 di lapangan Monumen Nasional Jakarta Pusat.

Plt Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani, menyampaikan bahwa PLN siap mendukungan era kendaraan listrik. Dukungan tersebut diwujudkan dalam menyiapkan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Terdapat dua skema bisnis SPKLU yang digagas PLN, yaitu Company Owned Company Operated (COCO) dan Partner Owned Partner Operated (POPO). Selain itu, dukungan lain dari PLN yaitu dengan memberikan diskon tambah daya listrik sebesar 75 persen bagi pemilik motor listrik dan diskon 100 persen atau gratis bagi pemilik mobil listrik, agar pemilik kendaraan listrik bisa menggunakan station charging di masing-masing rumahnya tanpa kendala daya listrik.

Selain diskon tambah daya tersebut PLN juga memberikan diskon tarif listrik sebesar 30 persen bagi pemilik kendaraan listrik di malam hari mulai pukul 22.00 Wib sampai 04.00 Wib, berlaku sejak 1 September 2019.

“Kami memberikan kemudahan bagi semua pihak yang ingin bersama-sama mengembangkan kendaraan listrik. Mulai dari pelanggan sampai partner yang ingin bekerjasama,” kata Sripeni Inten Cahyani, dikutip dalam keterangan resminya.

Dalam pameran dan parade kendaraan listrik kali ini PLN juga berpartisipasi menjadi pendukung acara dengan Powered by PLN karena selama pameran berlangsung pasokan listrik menggunakan sumber PLN yang pastinya bebas polusi karena tidak menimbulkan asap.

“Kami mendukung program pemerintah menuju Indonesia Bersih dengan mendorong pengembangan kendaraan listrik dan penggunaan energi ramah lingkungan untuk event dengan memakai Power Bank dan UPS PLN ,” kata Sripeni Inten Cahyani.

 

 

 

Setetes Darah untuk Perdamaian Dunia

Ormas Oi Wilayah Kalimantan Barat Ajak Masyarakat Donor Darah

hamparan.info – Sebentar lagi, hari ulang tahun atau HUT Ormas Oi ke 20.  Nah, rangkaian HUT Ormas Oi ke 20 tahun ini  Ormas Oi menggelar donor darah secara serempak di seluruh Indonesia. Adapun temanya adalah Setetes Darah untuk Perdamaian Dunia.

“Diharapkan kegiatan kemanusiaan ini berdampak positif bagi kemanusiaa,” kata  Badan Pengurus Wilayah (BPW)  Ormas Oi Kalimantan Barat, Apriyadi Riyanto, Jumat, 29 Agutus 2019.

Dia mengimbau kepada seluruh Badan Pengurus Kota/Kabupaten (BPK) se-Kalbar untuk turut serta melaksanakan kegiatan donor darah serempak. Dikutip dalam keterangan resminya, kegiatan donor darah, merupakan agenda rutin Ormas Oi yang diselenggarakan setiap tiga kali dalam setahun, yaitu dibulan Januari,  Mei dan September dan untuk bulan September tahun ini bertepatan pada 1 September 2019.

“Aksi donor darah yang dilaksanakan di tiap BPK Ormas Oi di wilayah Kalbar merupakan bentuk kepedulian Ormas Oi terhadap kemanusiaan. Sekaligus bentuk partisipasi aktif terhadap kesediaan stok darah di PMI yang selalu menipis dikarenakan jumlah pasien yang memerlukan darah sangat tinggi,” ucap Apri sapaan akrabnya.

Di Kota Pontianak sebagai pusat Ibu Kota Provinsi yang melayani hampir semue pasien dari dalam dan luar kota sering kali PMI kewalahan dalam menyiapkan stok darah. “Sehingga dengan kegiatan ini, diharapkan bisa membantu banyak orang yang membutuhkan darah,” ujarnya.

BPK Ormas Oi di Wilayah Kalimantan Barat dalam kegiatan donor darah ini bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) di setiap Kota/Kabupaten di daerah masing-masing. “Kita ada 8 kepengurusan ditingkat Kota dan kabupaten yang siap untuk menyukseskan kegiatan,” ucapnya menjelaskan.

Dia menhimbau kepada seluruh anggota Oi untuk turut serta kami juga mengajak komunitas-komunitas yang peduli kemanusian untuk turut serta dan mengajak masyarakat luas agar bersama-sama melakukan aksi donor darah pada Minggu (1/9/2019) di PMI terdekat.  “Kami mengundang secara terbuka, seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama berbuat kebaikan dengan mendonorkan darah dan menyadari pentingnya berdonor,”.

 

 

 

Begini Cara  Cegah dan Tumpas Narkoba

hamparan.info – Panjang Batas Negara wilayah perairan dan darat di Kalbar sangat luas. Sindikat Narkoba memanfaatkan celah batas itu untuk memasukan Narkoba ke wilayah Kalbar. Pengungkapan dan penangkapan terus dilakukan, pelakunya melibatkan warga negara asing, membuat Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi  Didi Haryono melakukan rapat koordinasi mengajak steakholder pemerintahan duduk bersama.

“Kejahatan narkoba adalah kejahatan yang perlu perhatian khusus tidak hanya dari Kepolisian tapi juga instansi instansi terkait,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi  Didi Haryono.

Di ruang Coffe Morning Mapolda Kalbar, Senin (26/8/2019) para pimpinan baik Gubernur Kalbar Sutarmidji, Pangdam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab, BNNP, pimpinan Bea Cukai Kalbar, Imigrasi, pihak Angkasa Pura, Pelabuhan laut Dwikora, Perhotelan serta Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) duduk bersama melakukan rapat koordinasi.

“Substansi pertemuan ini untuk menyamakan visi, misi, persepsi dan interprestasi terkait pencegahan dan penanganan narkoba,” kata dia, dikutip dalam keterangan resminya. Ada beberapa poin yang menjadi atensi Kapolda Kalbar ini, diantaranya kasus penyeludupan barang barang illegal termasuk Narkoba dari perbatasan Kalbar yang melibatkan warga lapas.

“Hampir 70 jalur jalan tikus di sepanjang perbatasan darat di Kalbar yang perlu pengamanan dan pengawasan menjadikan Kalbar angat rentan penyelundupan. Kita sangat malu apabila ada barang ilegal yg lolos dari Kalbar dan ditangkap di wilayah lain, terkesan kita disini melakukan pembiaran,” katanya.

Pangdam XII/Tanjungpura dalam rakor ini juga menekankan bahwa koordinasi ini jangan hanya terjadi ditingkat pimpinan, tetapi juga lakukan koordinasi hingga ke petugas di lapangan. Untuk beberapa pihak yang terkait seperti Bea Cukai, Pelabuhan dan Angkasapura menyatakan dukungan terhadap perang melawan narkoba.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji merespon rakor ini dengan beberapa “sentilan” untuk beberapa pihak, lapas misalnya menurut Sutarmidji masih tidak menjalankan dengan ketat.

“Begitu juga di LP, saya akan bawa ke Kemenkumham. Kok bisa kayak gitu, malahan ada warga lapas pakai HP,” katanya. Dalam rapat koordinasi ini juga Gubernur Kalbar menyatakan akan menindak tegas petugas border perbatasan dan mengancam merotasi petugas di sana.

“Kalau masuk dari entikong, Saya akan minta petugas disana diganti semua. Jika dibiarkan, akan begitu lagi,” katanya.

Sebagai informasi, Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Barat, Komisaris Besar Polisi Gembong Yudha, memaparkan terkait peredaran dan pengungkapan Narkoba di wilayah Kalbar. Setiap stakeholder memberikan masukan dan kesiapan melakukan pencegahan dan pemberantasan. Beberapa satgas telah dibentuk Polda Kalbar dan ditempatkan dibeberapa lokasi bersinergis dengan semua instansi terkait.

 

Belajar Bersama Menangkal Hoaks bersama Google dan AJI

hamparan.info – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar pelatihan cara mendeteksi dan menangkal hoaks atau berita bohong, sejak 23 hingga 25 Agustus 2019 di Samarinda, Kalimantan Timur.  Puluhan jurnalis, mahasiswa, NGO, dan warga umum menjadi peserta.

“Hoaks dapat kita temukan sejak kita bangun. Saat bangun, apa yang pertama di buka? Handphone? Kita bisa menemukan banyak hoaks,” kata Trainer Google News Initiative,  Muhammad Iqbal, di Kota Samarinda, Minggu, 25 Agustus 2019.

Selain mudah di temui, hoaks juga dapat menimbulkan keresahan dan kegaduhan. Untuk itu, peserta diharap mampu mendeteksi dan menangkal hoaks yang kerap beredar di media sosial, dan dapat memberikan dampak hingga di dunia nyata. Terutama para jurnalis, agar dapat menjadi garda terdepan memverifikasi hoaks.

“Semakin kuat verifikasi yang dilakukan jurnalis, semakin minim warga terpapar hoaks, Bahkan karya jurnalistik bisa meredam segala potensi buruk dari hoaks,” ujar Sekertaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Revolusi Riza, dikutip dalam keterangan resminya.

 

 

Revo dan Iqbal memulai pemaparan dari cara mengetahui akun palsu. Peserta diberikan contoh-contoh akun palsu yang nyaris serupa dengan akun asli. Kebanyakan akun palsu menggunakan nama-nama orang yang terkenal atau memiliki pengaruh terhadap publik.

Mereka lalu menjelaskan tentang dua jenis hoaks. Yakni, misinformasi dan disinformasi. Misinformasi ialah informasi yang salah tapi dianggap benar karena ketidaktahuan. Sedangkan disinformasi adalah informasi diketahui hoaks, namun tetap sengaja disebarkan dengan tujuan tertentu. “Hoaks mudah menyebar karena banuak orang sudah memiliki “kebenaran” dalam hatinya,” kata Revo.

Para trainer juga memaparkan tentang cara memverifikasi foto dan video. Agar tidak keliru ketika mencatat lokasi dan waktu peristiwa dari hasil tangkapan kamera yang beredar. Peserta juga diarjarkan cara memverifikasi website atau domain yang sekiranya dapat dipercaya.

Tak hanya teori, peserta juga langsung diberikan soal dari materi yang telah dipaparkan untuk menguji apakah bisa mendeteksi dan menangkal hoaks.

Materi lain yang tak kalah penting ialah tentang keamanan digital. Peserta dijelaskan agar akun media sosial dan data media sosial yang dimiliki aman dari penyalahgunaan oleh pihak yang tidak diinginkan.

Di tahun ke dua ini, AJI, Google, dan Internews menargetkan 3 ribu jurnalis, mahasiswa dan kalangan umum dari puluhan kota di Indonesia mengikuti pelatihan ini. Di tahun sebelumnya, 3 ribu orang dari berbagai kalangan juga mengikuti pelatihan yang sama. Untuk kegiatan di Samarinda, pelaksana kegiatan ialah AJI Balikpapan Biro Samarinda.

 

 

 

Meriahnya Jalan Sehat di Desa

hamparan.info – Jalan sehat digelar di lapangan pasar ikan di Desa Bakau Besar Laut, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada Minggu, 25 Agustus 2019. Kepala Desa Bakau Besar Laut, Iwan Supardi,  melepas jalan sehat yang dihadiri seluruh masyarakat Desa Bakau Besar Laut.

Sejumlah petugas dari Polres Mempawah mengawal acara itu demi mengawasi dan menertibkan di tengah berlangsungnya jalan sehat tersebut.  Ada senam yang diikuti oleh seluruh masyarakat yang hadir di kegiatan tersebut, sebelum pembagian dooprize jalan sehat dan hadiah pemenang lomba 17 Agustus 2019 yang dimulai sejak 17  hingga 24 Agustus 2019.

 

 

Adapun kepanitian kegiatan ini dibentuk sejak 5 Agustus yang diketua oleh Agus, dan Endah Sriana sebagai sekretaris, serta kerja sama antara Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAIN Pontianak kelompok 38  yang magang selama 40 hari.

“Dengan dilibatkan menjadi kepanitiaan saya dan taman-teman  merasa bangga dan mendapatkan pengalaman yang baru selama berada di desa ini,” kata Mahasiswa KKL 2019 IAIN Pontianak, Dhea.

 

 

“Mudah-mudahan kedepannya, untuk Bakau khususnya, dalam merayakan hari kemerdekaan semakin meriah dan masyarakannye semakin mendukung,”kata Endah selaku sekretaris di acara hari kemerdekaan tersebut.

Tujuan dari kegiatan ini merupakan bentuk kecintaan terhadap tanah air, dengan menyambut hari kemerdekaan yang ke 74, serta membagun semangat anak bangsa khususnya masyarakat didesa sungai Bakau besar laut, dengan berbagai macam kegiatan perlombaan atau permainan rakyat 17 Agustus 2019.

“Melihat masyarakat yang sangat antusias sekali mengikuti kegiatan yang diadakan oleh desa, dan mukin untuk kedepan harapannya  lebih meria lagi,” kata  Agus selaku ketua panitia.

 

 

 

 

3 Alasan Martinus Sudarno Potensi Duduki kursi Ketua DPRD Provinsi Kalbar

hamparan.info – Sebagai partai pemenang di Kalimantan Barat, PDI Perjuangan akan menjadi Ketua DPRD Kalba. Ini  karena meraih kursi terbanyak yaitu 15 kursi dari 65 kursi.

Salah satu anggota DPRD terpilih dari PDI Perjuangan yaitu Martinus Sudarno yang namanya tidak asing di internal partai maupun masyarakat Kalbar ini untuk kali  ketiga terpilih sebagai anggota DPRD Kalbar dari dapil Sanggau-Sekadau.

“Namanya kian mencuat kepermukaan menjadi salah satu calon ketua DPRD Kalbar periode 2019 – 2024, tentu dalam hal ini tidak sembarangan. Ia mempunyai pengalaman yang mempuni dan terbukti,” kata Ketua DPD Gerakan Muda Penerus Perjuangan Kemerdekaan (GMPPK) Kalbar, Albert Pandur Sae Pudaba, dalam keterangan resminya.

Dia menjabarkan, 3 alasan kenapa Martinus Sudarno berpotensi menduduki kursi Ketua DPRD Provinsi Kalbar 2019-2024 :

  1. Beliau saat ini tercatat sebagai Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar.
  2. Berpengalaman 3 periode Sebagai DPRD Kalbar sejak 2009 – 2014, 2014 – 2019, 2019 – 2024 (Hatrick);
  3. Memiliki kemampuan komunikasi politik yang baik, sebagai orang yang sudah berkecimpung lama di dunia ini, tentu sudah tidak diragukan lagi komunikasi politik beliau, karna pada dasarnya seorang yang terjun dalam dunia politik praktis harus mempunyai kemampuan komunikasi politik yang bagus dan baik.

“Poin-poin di atas menjadikan beliau sangat berpeluang dalam menduduki kursi Ketua DPRD Provinsi Kalbar periode 2019-2024,” kata Albert Pandur Sae Pudaba.

 

Rangkaian Festival Paret Nanas Berakhir, Apa Mimpi Besarnya?

hamparan.info – Festival Parit Nanas sejak 17 hingga 24 Agustus 2019 berakhir sudah hari ini. Berbagai  kegiatan pun digelar. Di antaranya  adalah lomba mural, lomba foto, dan lomba Vlog. Gawe festival rakyat itu digelar demi menyadarkan atau mengkampanyekan sadar akan keberadaan paret di Paret Nanas, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Ketua Kreasi Sungai Putat (KSP), Syamhudi,  menilai Festival Paret bagian dari cara kampanye soal paret kota untuk mendorong dua sisi. Sisi pemerintah mendorong Pemerintah Kota Pontianak untuk memprioritaskan juga perhatian ke pada paret baik dari kebijakannya maupun teknis.

“Hal ini dikarenakan paret tidak sekadar wadah aliran air melainkan masa depan keberadaan kota ini akan terhubung erat dengan keberadaan paret-paret kota,” kata Ketua  Kreasi Sungai Putat , Syamhudi.

Dia menjelaskan,  siklus paret kota (hutan gambut, pemukiman dan sungai kapuas) dan sisi lainnya mengajak masyarakat meningkatkan kepeduliannya terhadap paret dari rasa memiliki menjadi menjaganya. “Karena Paret ilang peradaban ilang. Gambut ilang kote tenggelam,” kata Ketua  Kreasi Sungai Putat , Syamhudi.

 

 

Camat Pontianak Utara, Aulia Candra, menyebut orang zaman dulu bangun rumah rumahnya rumah betang, ada jarak antara tanah dan lantai. Zaman sekarang orang bangun rumah, lantai tidak ketemu tanah itu dianggap bukan rumah.

“Harapan saya kita kembali bisa menjaga paret kite, di Pontianak Utara ini yang Insya Alloh masih bisa dipergunakan sebagai saluran air. Jangan pula paret dijadikan tempat berdagang, karena orang mau lewat susah, tolong kita jaga sama-sama menjaga.  Mari menjadikan Paret Nanas ini salah satu destinasi wisata. Mau bersampan kano bisa di Bentasan sana, sudah ade lifejacket, pelampungnya, bagi yang mau berenang silakan,” kata Camat Pontianak Utara, Aulia Candra.

Lurah Siantan Hulu, Tirta Arifin, mengaku bersyukur kegiatan itu berjalan lancar. “Alhamdulillah selama palaksanaan Festival Parit Nanas mulai tanggal 17 Agustus sampai dengan 24 Agustus dapat berjalan dengan lancar,” kata Lurah Siantan Hulu, Tirta Arifin.

Kegiatan ini terselenggara  atas bantuan dan dukungan dari berbagai pihak.  “Teman – teman panitia Gerakan Senyum Kapuas, Kreasi Sungai Putat dan Kelompok Pemuda Paret Nanas,” ucap Lurah Siantan Hulu, Tirta Arifin.

“Selamat kami ucapkan kepada para pemenang Lomba dalam rangka Festival Parit Nanas semoga bisa terus mengembangkan diri dan terus ikut mempromosikan potensi daerahnya sendiri yaitu Parit Nanas. Kedepan rencananya akan ada pendampingan khusus dari Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kota Pontianak terkait pengelolaan Parit Nanas, semoga bisa merubah stigma negatif Parit Nanas menjadi lebih baik,” ujar Lurah Siantan Hulu, Tirta Arifin.

Lurah Siantan Hulu, Tirta Arifin berujar,” Terima kasih juga diucapkan kepada semua pihak yg sudah membantu dan mendukung kegiatan yang memasuki tahun ketiga ini, semoga masyarakat semakin cinta dengan parit, semakin dekat dengan parit dan semakin sayang dengan parit. Merdeka Negeriku, merdeka Paritku, Paritku Sahabatku, Merdeka!!,”.

Lurah Siantan Hulu, Tirta Arifin, merinci kegiatan:

  1. Upacara Pengibaran Bendera di Atas Parit Nanas (17 Agustus)
  2. Lomba fotografi tema Kearifan Lokal Parit Nanas (17 – 18 Agustus)
  3. Lomba V Log tema Kearifan Lokal Parit Nanas (17 – 18 Agustus)
  4. Lomba Mural tema Keluarga Berencana (17 – 18 Agustus)
  5. Acara Puncak berupa pentas Seni, Jalan, Sehat, Kampanye Perlindungan Anak, Donor Darah (24 Agustus ).

 

 

Ketua Gerakan Senyum Kapuas, Abdurrachman Randy , yang juga selaku panitia penyelenggara kegiatan itu menyebut berbagai kegiatan digelar. Di antaranya  lomba mural, lomba foto, lomba Vlog. “ Terus tadi ada gerak jalan sehat, serta kegiatan donor darah dan kampanye perlindungan anak,” kata Ketua Gerakan Senyum Kapuas, Abdurrachman Randy.

Dia bilang, untuk Festival Paret Nanas #3 ini tentu harapannya dapat mengingatkan lagi kepada masyarakat luas untuk dapat menjaga paret. Khususnya lagi masyarakat Siantan Hulu yang bersentuhan langsung dengan Paret Nanas. “Selain untuk kebutuhan sehari-hari, Paret Nanas bisa dimanfaatkan sebagai kawasan wisata yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” ujar Ketua Gerakan Senyum Kapuas, Abdurrachman Randy.

 

 

 

Sedapnya, Gangan Asam Haruan Banjar

Indonesia merupakan negara yang memiliki keunikan dan keaslian budayanya, termasuk sajian kuliner yang sangat otentik dan kaya akan rasa. Pada tahun ini, Grup perhotelan Accor di Indonesia sedang gencar mengenalkan serta menampilkan keragaman sajian kuliner lokal melalui program “Culinary Journey”  yang berasal dari 120 atau lebih restoran Hotel Accor di Indonesia.

Setelah sebelumnya sukses mengadakan launching Culinary Journey yang pertama dengan menu lokal khas pontianak yaitu “Ikan Patin Bakar Sambal Tempoyak”. Kini Mercure dan Ibis Pontianak City Center kembali mewarnai Culinary Journey yang kedua dengan menghadirkan menu Gangan Asam Haruan Banjar.

Gangan Asam Haruan Banjar menghidangkan komposisi dari ikan haruan atau yang lebih dikenal dengan ikan gabus dipadukan dengan bumbu bumbu lokal serta tentunya memiliki manfaat dan khasiat yang baik untuk kesehatan tubuh kita.

Launching Culinary Journey yang kedua diselenggarakan di Mercure Pontianak City Center berkolaborasi dengan Ibis Pontianak City Center serta mengundang para awak media di kota Pontianak, Kalimantan Barat.  Acara tersebut dikemas sedemikian rupa dengan menyuguhkan secara live demo memasak Gangan Asam Haruan Banjar yang dipandu oleh Chef Ismail dari Ibis Pontianak City Center dan Chef Mangun dari Mercure Pontianak City Center.

Menu Gangan Asam Haruan Banjar dapat dinikmati dengan harga Rp. 75,000/Porsi dan dapat ditemukan tidak hanya di Mercure dan Ibis Pontianak namun tersebar di Accor hotel region Kalimantan seperti Novotel – Ibis Balikpapan, Mercure Banjarmasin, Novotel Banjarmasin Airport

Chef Mangun menambahkan menu culinary journey akan berganti setiap 3 bulan sekali dengan resep serta bumbu tradisional yang menjadi andalannya. Sajian ini pun memiliki ciri khas yang berbeda dengan sajian Culinary Journey sebelumnya.

Acara tersebut mendapatkan respon positif dari awak media dan tamu yang hadir. selain itu,demo masak ini dapat menambah pengetahuan kuliner lokal kita. Peluncuran Culinary Journey kedua ini ditutup dengan makan siang bersama di ebony restaurant Mercure Pontianak City Center.

“Melalui Culinary Journey, diharapkan para tamu hotel dapat menikmati dan mengenal lebih jauh mengenai ragam kuliner lokal di region Kalimantan ini serta dapat berpartisipasi secara aktif lewat media sosial dengan menampilkan foto makanan favorit mereka di hotel dengan memberi tanda pagar #accorfoodstory #accorculinaryjourney #mercurepontianakcitycenter #ibispontianakcitycenter “, kata Chef Ismail, dalam keterangan resminya, Jumat, 23 Agustus 2019.