Pencarian Heli Mi 17 Tetap Berjalan

hamparan.info – Upaya pencarian Heli Penerbad jenis MI 17 No Reg HA 5138 hingga saat ini masih terus dilakukan oleh Kodam XVII/Cenderawasih selaku Komando Operasi TNI Wilayah Papua. Heli MI 17 dinyatakan lost contact sejak Jumat, 28 Juni 2019, pada saat heli tersebut sedang melaksanakan distribusi logistik dan rotasi pasukan Satgas Pengamanan Perbatasan Yonif 725/Wrg di wilayah Oksibil.

Hingga saat ini pencarian telah memasuki hari ke – 34. Sejak awal pencarian, Koops TNI Wilayah Papua telah melibatkan 7 pesawat pencari, baik pesawat milik TNI maupun pesawat sipil yang diperbantukan dalam kegiatan Search and Rescue (SAR) melalui udara. Penerbangan SAR dilakukan total sebanyak 70 sortie, dimana masing-masing sortie dilakukan selama 1 – 2,5 jam terbang. Sedangkan pencarian melalui darat telah melibatkan lebih dari 700 personel gabungan yang terdiri dari personel TNI (300 org) , Polri (35 org), Basarnas (30 org) , Pemda dan masyarakat (400 org) .

Wilayah pencarian yang telah disisir melalui udara meliputi seluruh wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Kabupaten Jayapura bagian selatan dan barat. Sedangkan pencarian melalui darat difokuskan di 3 wilayah yaitu Oksibil, Lereh dan Kaureh.

Operasi pencarian heli MI 17 No Reg HA-5138 dipimpin langsung oleh Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, selaku Panglima Komando Operasi TNI Wilayah Papua.

Sebagai informasi, penugasan operasi prajurit TNI beserta Alutsista di wilayah Papua merupakan bagian dari penggunaan kekuatan (Gun Kuat) TNI, dimana dalam hal ini menjadi tanggung jawab dan kewenangan Mabes TNI. Dalam pelaksanaan tugas operasi, Koops TNI Wilayah Papua langsung mengendalikan jalannya operasi dari ke-3 matra TNI (AD, AL, AU) yang berada di wilayah Papua.

“Perlu kita perjelas di sini, meskipun heli beserta awak dan penumpangnya berasal dari matra TNI – AD, namun penugasan mereka di Papua adalah dalam rangka operasi pengamanan perbatasan yang merupakan bagian dari penggunaan kekuatan TNI, maka komando dan pengendalian berada dibawah Mabes TNI dalam hal ini Satuan Tugas Udara (Satgasud) Koops TNI Wilayah Papua. Demikian pula dalam hal operasi pencarian, Koops TNI wilayah Papua tetap dibawah Kodal Mabes TNI, sehingga pengerahan operasional Heli harus atas izin dari Mabes TNI,” tutur Kapendam XVII/Cenderawasih, Letnan Kolonel Cpl Eko Daryanto.

Mengenok Danramil Samalantan Evakuasi Nenek Alusia

hamparan.info – Wujud kepedulian terhadap warga binaan, Komandan Koramil (Danramil) 1202-12/Samalantan, Letnan Dua Inf Agustinus membantu warga Desa Gerantung, Kec. Monterado, Kab. Bengkayang, yang sedang sakit dan harus dievakuasi ke rumah sakit karena kondisinya koma alias tidak sadarkan diri.

Alusia, Demikian nama lengkapnya. Nenek berumur 74 tahun ini, demi kesembuhannya Danramil membawa Nenek Alusia dengan menggunakan mobil ambulans dievakuasi menuju rumah sakit dengan dibantu dari pihak keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Danramil 1202-12/Samalantan, Letda Inf Agustinus, menyampaikan do’a agar nenek lekas diberikan kesembuhan dan kesehatan, serta berpesan kepada keluarganya untuk sabar, tabah dan merawat nenek dengan sebaik-baiknya.

“Kepedulian ini akan terus dilakukan semua anggota Koramil terutama Babinsa sebagai pembina wilayah, sehingga terwujud hubungan baik dengan warga,” tutur Danramil.

Sementara itu, pihak keluarga sangat berterima kasih kepada bapak Danramil yang telah membantu kami, dan berharap agar wujud kebersamaan antara TNI dengan Rakyat dimanapun berada dan bertugas tetap harus terjalin, terpelihara demi kesejahteraan serta kemajuan diwilayah binaan Koramil 1202-12/Samalantan.

“Semoga dengan kepedulian TNI terhadap warga, akan menjadikan kepedulian yang membawa berkah,” ucapnya.

Satgas 301 Terangkan Dusun Klawik

hamparan.info – Setelah 4 tahun hidup dalam gelap, warga Dusun Klawik, Desa Mensiaw, Kecamatan Lanjak, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kini bisa merdeka dapat menikmati terang di waktu malam. Setelah Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Indonesia-Malaysia Yonif Raider 301/Pks berhasil memperbaiki pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang selama ini mengalami kerusakan.

Hal ini disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif R 301/Pks, Letnan Kolonel Infanteri Andi Hasbullah di Pos Kotis Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu.

“PLTS yang dibangun pemerintah di wilayah perbatasan yang ada tepat di belakang bangunan SD Negeri 11 Klawik selama ini rusak sehingga tidak lagi beroperasi selama 4 tahun karena tidak ada perawatan dan tidak ada yang dapat memperbaiki ketika ada kerusakan,” ujarnya.

Ia mengatatakan, dengan rusaknya PLTS yang merupakan satu-satunya pembangkit listrik di Dusun Klawik membuat aktivitas masyarakat di Dusun Klawik terganggu, sedangkan anak-anak tidak bisa belajar pada malam hari serta sebagian warga harus mengunakan lampu pelita dari minyak tanah yang itupun sangat sulit untuk mendapatkannya.

“Melihat keadaan Dusun Klawik yang darurat listrik dan adanya keluhan serta permintaan masyarakat setempat kepada Satgas Yonif Raider 301/Pks sehingga Danpos Klawik, Serka Eko Hariadi beserta 8 personel yang memiliki pengalaman di bidang kelistrikan melakukan perbaikan PLTS,”  tutur Dansatgas Pamtas Yonif R 301/Pks.

Ia  kembali mengatakan, Satgas Yonif Raider 301/Pks, bertekad berbuat terbaik, ikhlas, dan jujur dalam melaksanakan perbaikan dengan memeriksa satu per satu komponen PLTS di Kampung Banda, kemudian memperbaiki yang rusak. Beberapa di antara perangkat, seperti pengisian baterai PLTS sudah rusak kemudian diperbaiki oleh Satgas Pamtas.

“Selama satu pekan memperbaiki dan mengganti komponen yang rusak, akhirnya Satgas Pamtas Yonif Raider 301/Pks berhasil menghidupkan PLTS di Dusun Klawik dan kemudian memasang kembali kabel listrik ke rumah warga,” ucap Letkol Inf Andi Hasbullah.

“Perbaikan PLTS di Dusun Klawik salah bukti upaya Satgas Pamtas Yonif 301/Pks dalam mengatasi kesulitan masyarakat di perbatasan yang merupakan beranda terdepan NKRI,” ucapnya menambahkan.

Yohanes Adi Putra, Kepala Dusun Klawik menyampaikan terima kasih kepada satgas karena rumah mereka kembali teraliri listrik dan dapat menerangi lagi Dusun Klawik.

“Anak-anak sekolah bisa belajar, menonton TV dan ibu-ibu setelah pulang dari kebun bisa masak,” ujar Yohanes Adi Putra.

Masyarakat Dusun Klawik, lanjut  bergembira karena rumah-rumah mereka sudah terang dan lampu jalan di kampung dapat bersinar kembali sembari disambut tawa gembira dari para siswa SD Negeri 11 Dusun Klawik.

Bisakah Desa Berani Menggali Potensi?

hamparan.info – Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kementerian Desa PDTT  M Fachri menghadiri Rapat Koordinasi Kerjasama dan Kemitraan Masyarakat untuk Desa Membangun Indonesia di  Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (31/7/2019).

Rakor dihadiri oleh unsur Dinas PMD Kabupaten Bogor, Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Bogor, para Kepala Desa, Kader Pemberdayaan Masyarakat, Kepala BumDesa, Pendamping Desa, Organisasi  Masyarakat  serta  Tokoh  Masyarakat se-Kabupaten Bogor.

Direktur PMD, M Fachri mengatakan, Rakor tersebut untuk mendorong upaya dan bentuk koordinasi penguatan kapasitas pendampingan desa di bidang kerjasama dan kemitraan masyarakat desa, baik di tingkat kementerian, lembaga negara, BUMN, Pemerintah Daerah dan Desa, untuk dapat bekerjasama baik antar desa maupun dengan sektor swasta. Hal ini kata Direktur PMD, untuk lebih memperkuat secara kelembagaan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat  khususnya  desa-desa  di  wilayah Kabupaten Bogor.

“Kegiatan ini dalam rangka mempercepat pelaksanaan program – program prioritas serta pengembangan berbagai bentuk program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,  guna menjalin kerjasama dan kemitraan usaha masyarakat dalam rangka percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” kata Direktur PMD, M Fachri.

Dia mengatakan, kita akui bahwa masalah pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa sampai saat ini masih banyak dan kompleks. Kondisi ini menuntut  masyarakat  desa harus memenuhi segala kekurangan yang ada di desanya, dengan  segala  keterbatasan  yang  dimiliki.

Tidak menutup kemungkinan banyak tenaga kerja terutama kalangan muda, terpaksa bermigrasi keluar dari wilayah desanya. Sehingga diharapkan adanya kerjasama desa dan kemitraan terutama dengan sektor swasta, untuk dapat memacu peningkatan perekonomian masyarakat dan menyerap tenaga kerja.

“Melalui kerjasama dan kemitraan ini, juga diharapkan dapat memberikan  ruang  bagi  desa  untuk  mengembangkan potensinya dengan  memenuhi  kekurangan  dan keterbatasannya. Desa, terutama dengan pihak swasta, dapat bersinergi untuk peningkatan perekonomian desa. Di sinilah proses kemitraan menjadi penting untuk dilakukan,” kata Direktur PMD, M Fachri, dalam keterangan resminya.

Turut hadir pula dalam acara tersebut  Mirwanto Mangunwiyoto Anggota Tim Asistensi Kementerian Desa PDTT,  Ariroh Rezeki Matanari, dan HP Panggabean penggiat desa/Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Kerukunan Masyarakat Hukum Adat Nusantara.

Juga hadir Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Desa Ditjen Bina Pemdes Kemendagri yang diwakili Kasubdit Pemberdayaan Komunitas, Direktorat  Pemberdayaan Informasi pada Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kadis PMD Kabupaten Bogor beserta jajarannya, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat/NGO, Tenaga Ahli Kabupaten dan Pendamping Desa, Kepala Bumdes, serta para  hadirin peserta dari Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi.

Pada kegiatan ini, juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman/MoU kemitraan antara Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Kerukunan Mayarakat Hukum Adat Nusantara dengan Kepala Desa Rajapolah, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, dalam hal pendampingan teknis, pengembangan produk unggulan desa, kelembagaan ekonomi desa, dan advokasi hukum adat dalam rangka pengembangan ekonomi kreatif desa.

dr Johnson : Kami juga Membuka Ruangan Konsultasi Farmasi

hamparan.info – RSUD Sultan Syarif Muhammad Alkadrie Kota Pontianak mulai 1 Agustus 2019 akan melayani pelayanan pasien rawat jalan di sore hari untuk pasien umum dan BPJS.  Pelayanan hanya untuk poli penyakit dalam dan poli penyakit saraf.

Plt Direktur RSUD Sultan Syarif Muhammad Alkadrie Kota Pontianak, dr Johnson, menjelaskan  layanan itu berdasarkan arahan dari Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

“Jadi layanan yang kami lakukakan ini adalah sesuai dengan arahan bapak wali kota.  Setelah saya ditunjuk  sebagai PLT dan memberikan  arahan agar meningkatkan manfaat layanan bagi masyarakat di Kota Pontianak,” kata dr Johnson, Rabu (31/7/2019).

Dia menjelaskan, sesuai janji yang telah diberikan  dapat meningkatkan akses layanan dan pelayanan rumah sakit bisa menjadi sesuatu yang berguna bagi masyarakat. “Kami waktu itu menyatakan akan membuka poli rawat jalan disore hari untuk mengurai jumlah kunjungan yang mengantre pagi hri. Sehingga per tanggal 1 Juli kemaren kami sudah membuka pelayanan poliklinik sore hari untuk pasien umum,” kata dia. “Namun untuk pasien BJPS kami mulai per 1 Agustus. Sehingga pasien BPJS bisa menggunakan hak kepesertaannya sebagai peserta BPJS untuk mendapatkan layanan kesehatan dirumah sakit kota dari pagi hingga sore hari. Sore hari mulai buka jam 16.00-18.00,” ucapnya menambahkan.

Tidak hanya itu, dr Johnson  kembali menkelaskan, “Kemudian sesuai janji kami akan membuka ruangan  dimana fasilitas yang disediakan adalah fasilitas untuk pemenuhan hak kepesertaaan BPJS. Jadi kami akan membuka ruangan dengan satu tempat tidur,  ruangan dengan dua tempat tidur, ruangan dengan tiga tempat tidur dan  ruangan dengan enam tempat tidur,”.

dr Johnson mengatakan, adanya layanan itu, maka hak-hak kepesertaan BPJS yang ada kelas satu-tiga dapat mendapatkan  hak kepesertaan. Sehingga untuk pasien umum. “Kami juga memberikan layanan yang sama yaitu tanpa kelas.  Hanya tempat tidur yang membedakan setiap ruangan sedangkan layanan medisnya sama.Pasien umum tentu harga yang terjangkau dan yang mampu dijangkau masyarakat.  Sebelumnya pendaftaran poli rawat layan  hanya dilakukan sampai pukul 11 siang dan layanan akan selesai sampai   pasien habis. Rumah sakit kota rata-rata pasien BPJS perharinya yang melakukan rawat jalan 300-500 orang. 90 persen pengunjung rumah sakit adalah peserta BPJS,” kata dr Johnson.

dr Johnson  menjelaskan, pasien tentunya bukan hanya dari warga Pontianak melainkan dari kabupaten lainnya berdasarkan aturan BPJS yang bolej merujuk kesesama rumah sakit tipe C. Semua layanan sudah ada di rumah sakit, tinggal saat ini penyakit jantung.

“Kami juga membuka ruangan konsultasi farmasi.  Kalau di rumah sakit kota layanan spesialis ada 13 keahlian dengan tenaga medis 25 orang. Yang belum ada hanya penyakit jantung. Saat ini dokternya sedang sekolah. Begitu dia selesai dab balik maka rumah sakit kota mempunyai semua layanan spesialis. Sedangkan peralatan akan dilengkapi seiring dengan adanya tenaga kerja,” kata dr Johnson.

Soal Latma Kekar Malindo, Pangdam: Saling mengenal dalam Pelaksanaan Tugas

hamparan.info – Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab bersama Panglima 1 Divisyen Pertama Infanteri Malaysia Mejar Jeneral Dato Din Bin Haji Abu menutup secara resmi Latihan Bersama (Latma) Kekar Malindo-43AB/2019 antara TNI Angkatan Darat dengan Tentera Darat Malaysia di Pantai Pasir Panjang, Kota Singkawang.

Latma Kekar Malindo-43AB/2019 telah dilaksanakan selama satu minggu yang dimulai sejak Rabu 24 Juli lalu. Yang diikuti oleh Yonif 645/Gardatama Yudha dari TNI AD dan Batalyon 10 Rejimen Renjer Diraja (RRD) dari TDM. Latihan bersama kedua Angkatan Bersenjata ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pengalaman, keterampilan kedua bangsa serta dapat mengenal lebih dekat sejarah dan budaya, serta memelihara kebersamaan dan kerja sama antara TNI AD dengan Angkatan Darat Malaysia.

“Mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Danbrigif 19/Khatulistiwa yang telah menyelenggarakan Latma Kekar Malindo-43AB/2019, sehingga dapat berjalan baik, aman, lancar dan berhasil,” kata Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab, Rabu (31/7/2019).

Latihan bersama ini merupakan salah satu aktifitas bilateral kedua negara yang diselenggarakan setiap tahun, sehingga momen tersebut sangat penting untuk dipahami para peserta sebagai proses pembelajaran yang berharga dalam meningkatkan hubungan persahabatan yang harmonis dan sinergis antar kedua negara khususnya pada bidang militer.

“Oleh karena itu, Materi Latma Kekar Malindo-43AB/2019 yang sudah dilatihkan, agar diaplikasikan secara benar guna mendukung kedua belah pihak dalam melaksanakan Operasi Militer khususnya wilayah perbatasan,” kata Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab.

Prajurit kedua angkatan menpedomani validitas Prosedur Tetap Operasi Malaysia-Indonesia (Protap Malindo) dan fungsi unsur Komando Kompi Senapan Yonif dalam pelaksanaan Operasi Bersama yang telah dilatihkan.

Latihan bersama tersebut ntuk menjalin kebersamaan, sinergitas dalam rangka kegiatan-kegiatan bersama di perbatasan, juga untuk  saling mengenal antara angkatan kedua negara.  “Dengan saling mengenal akan mempermudah dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Latma ini dilakukan untuk menguji SOP pengamanan supaya dalam pelaksanaan tugas bersama bisa sinergis. Juga dalam rangka meningkatkan profesionalitas prajurit dalam taktik baik dalam latihan teknik dan taktis.

“Intinya adalah untuk menjalin silaturahmi antara saudara-saudara kita di malaysia sehingga apapun yang terjadi kita bisa selesaikan bersama,” kata Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab.

Satu Lagi, Bandara Supadio Jadi Pelanggan Premium PLN

hamparan.info – Bandara Supadio resmi menjadi Pelanggan Premium Silver PLN Pontianak dengan daya 3.465 kVA. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan penumpang penerbangan di bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II.

Menurut Executive General Manager Angkasa Pura II Pontianak, Eri Braliantoro, untuk meningkatkan mutu layanan pada pengguna jasa bandara pihaknya membutuhkan kualitas pasokan listrik yang andal tanpa padam, sehingga para pengguna jasa penerbangan di Bandara Internasional Supadio dapat menikmati layanan secara maksimal.

Selain meningkatkan performa layanan dan mengurangi keluhan terhadap listrik, menjadi pelanggan premium tentunya akan menghemat biaya operasional, karena pihaknya dapat menekan biaya pemeliharaan genset sebagai antisipasi jika terjadi padam.

“Kami berupaya  melakukan optimalisasi pelayanan bandara, support dari Stakeholder sangat kami butuhkan, termasuk listrik dari PLN. Layanan premium ini pastinya akan meningkatkan performa layanan kami kepada pengguna jasa bandara. Semoga kerjasama kita ini dapat meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat khususnya pengguna jasa bandara,” kata Executive General Manager Angkasa Pura II Pontianak, Eri Braliantoro, Rabu (31/7/2019).

General Manager UIW Kalbar, Agung Murdifi mengatakan, PT. Angkasa Pura II merupakan pelanggan premium ke 29 PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat.  Proses permohonan menjadi pelanggan premium sangat mudah dan tidak berbelit-belit. Berawal dari beberapa kunjungan probing yang dilakukan oleh Account Executive (AE) PLN Pontianak, akhirnya pihak PT. Angkasa Pura II tertarik dan mengajukan permohonan pada tanggal 13 Mei 2019 lalu, dilanjutkan dengan penandatanganan MOU menjadi pelanggan premium. Selang 2 bulan permohonan menjadi pelanggan premium diproses, dilanjutkan dengan pembangunan jaringan SKTM khusus ke Bandara Supadio kini PT. Angkasa Pura dapat menikmati layanan prima dari PLN.

“Sebagai pelanggan premium, aliran listrik PT. Angkasa Pura II akan dipasok dari 2 penyulang, yakni penyulang Bandara sebagai penyulang utama, dan penyulang Arteri sebagai penyulang cadangan, sementara listrik akan dipasok dari Gardu Induk Sungai Raya,” kata General Manager UIW Kalbar, Agung Murdifi.

Untuk kehandalan pasokan listrik, disisi jaringan SKTM Bandara Internasional Supadio dipasang alat Automatic Change Over Switch (ACOS) yang berfungsi secara otomatis memindah suplai energi listrik ke Penyulang cadangan jika sewaktu-waktu terjadi gangguan.

“Jika terjadi gangguan pada penyulang utama maka secara otomatis per 0,1 hingga 0,5 detik akan dipasok melalui penyulang cadangan,” ujar General Manager UIW Kalbar, Agung Murdifi, dalam keterangan resminya.

Sebagai informasi diketahui, Bandara Internasional Supadio yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura II yang dibangun pada tahun 1940-an ini dulunya dikenal dengan nama Bandara Sungai Durian. Setelah mengalami beberapa kali perluasan, kini Bandara yang terletak di Kabupaten Kubu Raya ini memiliki luas sekitar 366 ha,  landasan pacu sepanjang 2.250 meter dan lebar 45 meter. Melayani berbagai destinasi dengan 9 Maskapai penerbangan.

Kekayaan Intelektual Dukung Inovasi Daerah

hamparan.info –  Di Hotel Kapuas Dharma Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu 31 Juli 2019, mendadak ramai. Rupanya di sana ada Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat  yang diwakili Asisten Administrasi dan Umum Provinsi Kalbar, Marlyna. Ia berkesempatan memberikan kata sambutan dalam kegiatan Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Kabupaten / kota yang digelar oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat.

“Wilayah Provinsi Kalimantan Barat masih memiliki potensi kekayaan intelektual yang tinggi yang perlu digali lebih dalam kepemilikan komunal seperti ekspresi budaya tradisional, pengetahuan tradisional, indikasi geografis atau indikasi asal, serta sumber daya genetik perlu dikelola dan dimanfaatkan seoptimal mungkin. Menjadi bagian dalam inovasi daerah demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat,” ujarnya di hadapan para peserta yang hadir memenuhi tempat kegiatan itu.

Dia menilai  untuk mendukung itu semua, maka dibutuhkan aparatur sipil negara (ASN) yang handal yang memiliki wawasan yang luas terkait dengan Hak Kekayaan Intelektual.

Sementara itu, menurut Plt Kepala Badan Penelitian dan pengembangan (Litbang) Provinsi Kalbar  Emi Puterina, kegiatan sosialisasi ini diadakan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat terutama para ASN terkait hak kekayaan intelektual yang meliputi aspek dasar hukum, peran pemerintah daerah yang diwakili lembaga kelitbangan daerah dalam perlindungan HKI.

“Mekanisme pengajuan HKI, potensi-potensi HKI seperti ekspresi budaya tradisional, sumber daya genetik, serta indikasi geografis.  Dampak atau outcome dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan praktek-praktek inovasi di daerah guna peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Emi Puterina.

Pada kegiatan sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual ini juga menghadirkan pejabat dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual serta Pejabat dari Kantor Wilayah Kalimantan Barat   Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Dalam paparannya, Suzy Heranita, yang mewakili Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham menyoroti betapa berharganya kekayaaan intelektual bagi sebuah bangsa.

 “Semakin maju suatu negara, semakin bergantung negara tersebut pada modal intelektualnya, karena modal intelektual bersifat “renewable and sustainable,“ kata dia. 

Dia  menjelaskan aset kekayaan intelektual sangat bernilai karena memiliki kelebihan-kelebihan yaitu memiliki perlindungan hukum, memiliki nilai dalam bisnis, menciptakan penghasilan, mendatangkan investor, serta mendorong riset dan teknologi. 

“Secara ekonomi Kekayaan Intelektual merupakan aset yang bersifat skalable atau mengakomodasi perubahan, tidak mengalami depresiasi (penyusutan), serta dapat dimanfaatkan disertai dengan aset pendukung seperti teknologi, SDM, dan fasilitas produksi,” ujarnya menjelaskan. 

Sedangkan Muhayan dari Kanwil Kalimantan Barat menyoroti pada pentingnya menjaga kepemilikan Kekayaan Intelektual Komunal.  Contoh-contoh kekayaan intelektual komunal (KIK) dari kalimantan Barat yang telah terdaftar antara lain  KIK Perayaan Cap Go Meh Kota Singkwang, KIK Tradisi Budaya Robo-robo dan Haul Opu Daeng Manambo di Kabupaten Mempawah. 

Sementara itu untuk KIK indikasi geografis dari Kalimantan Barat yaitu terdaftar untuk Beras Uncak dari Kabupaten Kapuas Hulu.  Ditambahkan oleh Muhayan bahwa Kalimantan Barat kaya akan sumber daya genetik (SDG) namun kita masih sangat kurang perhatian terhadap  masalah.  “Kita sering kecolongan,  SDG kita banyak yang dimanfaatkan orang dari luar negeri,” ucapnya mengingatkan.  Dia berharap ada peningkatan kepedulian terutama dari kalangan ASN terhadap sumber-sumber Kekayaan Intelektual Komunal Daerah yang berujung pada pemanfaatan untuk sebesar-besar kesejahteraan masyarakat khususnya Kalimantan Barat.

Discover Local : Program Accor Hotels Group untuk Brand Mercure Hotel

hamparan.info – Pariwisata dan kebudayaan Indonesia sangat beragam. Maka setiap daerah di Indonesia memiliki keunikannya masing – masing. Akan tetapi tidak semua orang mengetahui dan mengenal lebih dalam budaya tersebut yang disebabkan oleh minimnya promosi serta pengenalan kepada khalayak ramai.

Dalam upaya meningkatkan pengenalan budaya lokal Kalimantan Barat, Mercure Pontianak City Center memiliki program yang dinamakan Discover Local yang bertujuan mengenalkan budaya lokal Kalimantan Barat kepada wisatawan nasional hingga mancanegara.

Penyelenggaraan acara Launching Discover Local di Lobby area hotel Mercure Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa, 30 Juli 2019 berlangsung meriah dengan mengundang penari tradisional dengan tema TIDAYU (Tionghua, Dayak, Melayu) yang melambangkan tiga suku besar di Kalimantan Barat serta saling merangkul keberagaman satu sama lain.

Tidak hanya menampilkan tarian tradisional, tetapi acara ini semakin menarik dengan adanya Live Cooking Show yang langsung dipandu oleh Chef Mangun dari Mercure Pontianak City Center. Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Disporapar Kota Pontianak, Tamu hotel, rekan awak media serta manajemen Hotel Mercure dan Ibis Pontianak City Center.

“Melalui Discover local kami ingin mengangkat serta mengenalkan budaya lokal melalui aspek makanan, sejarah budaya dan juga kerajinan tangan (local crafts). Pada launching ini kami sedang memperkenalkan kerajinan tangan dari manik dayak yang berasal dari Kabupaten Kapuas hulu, dan untuk rencana kedepannya kami akan menghadirkan local craft lainnya seperti tenun dari Sintang dan juga songket dari Sambas ,” kata General Manager Mercure dan Ibis Pontianak City Center, Rudin Ruslan.

Sebelumnya Mercure Pontianak sudah mulai menerapkan pengenalan budaya lokal melalui penggunaan pakaian tradisional pada hari tertentu bagi para karyawannya dan juga mengundang musisi tradisional untuk menghibur para tamu hotel.

“Dari segi makanan, kami juga menghadirkan menu makanan khas Kalimantan Barat, sehingga para tamu dapat merasakan dan mengenal lebih jauh makanan khas dari Kalimantan Barat, tentunya menu ini akan bervariasi setiap bulannya,” ujarnya.

Discover Local juga mendapatkan dukungan dari pemerintah kota khususnya dari Disporapar Kota Pontianak. “Pemerintah kota Pontianak menyambut baik Launching pertama yang dilakukan oleh Mercure Pontianak City Center dan mengimbau hotel – hotel di Kota Pontianak untuk ikut mengangkat budaya lokal  dan juga bagi para remaja, tua maupun muda dan seluruh masyarakat, Mari kita lestarikan budaya kita agar budaya kita semakin dikenal tidak hanya nasional saja bahkan sampai mancanegara,” kata Hendra Feilani selaku perwakilan dari Disporapar Kota Pontianak.

Pemeliharaan Jaringan PLN, Demi Tingkatkan Apa?

hamparan.info – Gangguan listrik yang menyebabkan padam di kawasan Pontianak Timur dan Utara sebagian besar disebabkan oleh layang-layang, prosentasenya sekitar 80 persen, sisanya 20 persen disebabkan oleh pohon dan penyebab lainnya.

Manager ULP Siantan, Mohammad Maula Mahardiko, menyebut untuk menekan angka gangguan listrik akibat layang-layang ini pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat terkait, serta melakukan sosialisasi di beberapa lokasi kantor lurah dan pemukiman warga yang banyak pemain layang-layang.

“Khusus untuk patroli layang-layang kami lakukan rutin setiap sore hari, mensasar titik-titik lokasi para pemain layang-layang. Perlu kerjasama aparat serta tokoh masyarakat untuk ambil bagian dalam merazia pemain layang-layang agar keberadaannya tidak semakin meresahkan kita semua,” kata Maula.

Dia menjelaskan, yang terpenting adalah ketegasan instansi dan aparat terkait dalam menerapkan larangan bermain layang-layang. Upaya pemeliharaan dan perbaikan jaringan listrik kerap dilakukan secara berkala untuk memastikan pasokan listrik ke rumah-rumah pelanggan aman. Mulai dari pemangkasan pohon dan tanam tumbuh milik warga, perbaikan konstruksi jaringan listrik, hingga upaya perbaikan dan pemeliharaan instalasi jaringan listrik seperti trafo dan gardu distribusi.

Sebelum melakukan pemangkasan, pihaknya akan melakukan pendekatan kepada warga minimal 1 minggu sebelumnya. Melakukan sosialisasi kepada warga, jika mereka sudah paham dan menyetujui baru dilakukan eksekusi untuk pamangkasan dan penebangan pohon.

Pemeliharaan jaringan tidak hanya dilakukan pada hari kerja saja, namun juga pada hari-hari libur, terutama jika terjadi gangguan seperti pohon tumbang yang menimpa jaringan, kabel yang rantas, dan lain-lain yang mengakibatkan terputusnya aliran listrik ke rumah pelanggan.

“Untuk pelayanan terbaik, kami siap melayani 24 jam. Jika terjadi gangguan temporer tetap kami lakukan inspeksi untuk mengetahui penyebab gangguan, sementara upaya perbaikan hingga penormalan aliran listrik kami upayakan secepat mungkin agar pelanggan dapat segera menikmati listrik dengan aman dan nyaman, terkecuali memang jarak kejadian gangguannya cukup jauh dan butuh waktu untuk menuju ke lokasi gangguan,” kata Maula.

Untuk tiap kali kejadian padam dan info pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan jaringan listrik, pihaknya akan menginformasikan lewat WA group ‘ PLN Menyapa’ yang anggotanya terdiri dari Forkompincam, tokoh masyaraka agama, tokoh masyarakat, Kepala Desa/Dusun, sehingga informasi dapat tersampaikan secara cepat dan tepat.

PLN ULP Siantan memiliki panjang Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 764 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 1.993 kms dan gardu distribusi sebanyak 1.020 buah dengan total kapasitas 112.812 kVA. Saat ini melayani 124.155 pelanggan.