Rasio Elektrifikasi Kalbar Terus Meningkat, Akhir 2018 Capai 87,6%

Listrik PLN Menyala, Penantian Panjang Warga Desa Nanga Kelampai dan Desa Menyumbung Berakhir

hamparan.info – Warga Desa Nanga Kelampai Kecamatan Tumbang Titi Kabupaten Ketapang sambut gembira peresmian dan penyalaan listrik yang masuk ke desa mereka. Acara peresmian yang dilaksanakan pada Selasa (30/4/2019) dihadiri oleh Bupati Ketapang, ditandai dengan penyalaan listrik di salah satu rumah warga.

Desa Nanga Kelampai merupakan satu dari 6 desa yang juga turut diresmikan penyalaan listriknya, yakni desa Menyembung, Benua Krio, Air Durian Jaya, Mekar Sari, dan Jungkal.

Menurut General Manager PLN UIW Kalbar, Agung Murdifi, peresmian listrik desa ini merupakan bentuk komitmen PLN untuk terus meningkatkan rasio desa berlistrik yang ada di Kalimantan Barat.

“Listrik itu sangat penting. Hadirnya listrik di Desa Nanga Kelampai, Desa Menyumbung dan beberapa desa lainnya diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk itu mari kita jaga asset infrastruktur kelistrikan yang sudah dibangun agar pasokan listriknya aman, terutama dari gangguan tanam tumbuh yang berada disekitar jaringan listrik,” kata Agung dalam keterangan resmi yang diterima hamparan.info.

Dia bilang, bahwa untuk melistriki 6 desa tersebut, pihaknya telah membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 36,31 kms, jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 21,02 kms, dan 11 unit gardu distribusi berkapasitas 550 kVA, dengan total sambungan rumah yang akan dilistriki sebanyak 1.292 rumah.

Bupati Ketapang, Martin Rantan, Pemerintah Kabupaten Ketapang mendukung sepenuhnya upaya PLN dalam melaksanakan pembangunan dan perluasan jaringan listrik sehingga nantinya akan banyak desa yang akan menikmati listrik dari PLN.

“Kami akan segera membuat surat edaran kepada seluruh Camat dan Kepala Desa untuk mendukung PLN dalam menjaga infrastruktur kelistrikan, terutama jaringan listrik agar tidak terganggu oleh tanam tumbuh milik warga,” kata Martin.

Kepala Desa Nanga Kelampai, Radinus, menyambut baik listrik yang segera menyala di desa mereka. Keberadaan listrik tentunya akan membuat kehidupan warga desa menjadi lebih baik lagi.

Menurut dia sebelum adanya listrik, untuk keperluan penerangan warga menggunakan genset dan harus mengeluarkan biaya sekitar 600 hingga 700 ribu per bulannya untuk membeli solar, itupun belum termasuk biaya perawatan mesin genset jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan.

“Mimpi dan penantian panjang kami selama puluhan tahun untuk dapat menikmati listrik kini telah terwujud. Keberadaan listrik tentunya akan merubah kehidupan warga desa menjadi lebih baik lagi. Atas nama warga, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah khususnya PLN yang telah mewujudkan mimpi kami untuk dapat menikmati listrik,” kata Radinus bersemangat.

Dalam kegiatan peresmian listrik desa tersebut juga diberikan bantuan CSR berupa sarana pendukung proses belajar mengajar kepada SMP Negeri 05 Tumbang Titi serta bantuan peralatan sekolah kepada para siswa. Bantuan CSR ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak didik yang belajar disana.

Sepanjang tahun 2018 kemaren, PLN UIW Kalbar telah melistriki 29 desa, membangun jaringan JTM sepanjang 321 kms, jaringan JTR 191 kms, 8.285 kVA gardu distribusi dan melakukan penyalaan 3.643 sambungan rumah.

Sementara di tahun 2019 ini PLN merencanakan akan melistriki 60 desa/dusun, membangun JTM sepanjang 375,37 kms, JTR sepanjang 230,59 kms, dan gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 9.975 kVA serta potensi penambahan pelanggan sebanyak 13.728 sambungan rumah. Hingga akhir 2018 posisi rasio elektrifikasi di Kalbar sebesar 87,6%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *