Teknologi WTA Mudahkan Pekerjaan Pendataan Sawit Masyarakat

Hamparan.infoPelatihan Pemanfaatan Wahana Tanpa Awak untuk Pemetaan Sawit Rakyat kembali digelar di Balikpapan. Kali ini KEHATI dan SIAR Nusantara memperkenalkan WTA kepada beberapa lembaga diantaranya adalah Sulawesi Community Foundation (SCF), Kawal Borneo Community Foundation (KBCF), Java Learning  Center (JAVLEC) dan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS).

Salah satu peserta pelatihan Saiful Anwar dari Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) mengatakan, dalam pemanfaatan Wahana Tanpa Awak ini sangat menudahkan dalam proses pendataan kebun-kebun petani yang ada di wilayah kami.

Dalam pelatihan ini, mereka dikenalkan dengan berbagai macam Wahana Tanpa Awak dan pemanfaatannya dalam dunia kerja, salah satunya adalah pendataan sawit masyarakat. Pemanfaatan WTA saat ini sangat mendukung dan memudahkan dalam kerja terumata pendataan, pemetaan dan monitoring kawasan.

“Kedepannya kami berharap hasil dari pelatihan ini, kami dapat mengoprsikan WTA secara mandiri untuk mendata kebun-kebun petani”, kata Saiful.

Tak hanya Saiful, Harri peserta dari Kawal Borneo Community Foundation juga mengatakan, ketepatan, keakuratan serta efesiensi waktu juga dibutuhkan dalam pengambilan data suatu kawasan. Dalam hal ini WTA adalah salah satu teknologi untuk memudahkan dalam pekerjaan yang kami lakukan.

“Apalagi fokus pekerjaan kami adalah Perhutanan Sosial, tentu peta-peta yang akan kami hasilkan apabila mengambilannya menggunakan WTA akan lebih bagus dan lebih detail terkait kawasan hutan,” kata Herry.

Pelatihan yang berlangsung lima hari tersebut tidak hanya pengenalan dan pemafaatan Wahana Tanpa Awak saja, dalam tiga hari para instruktur memperkenalkan jenis-jenis WTA, komponen-komponen untuk membangun sebiah WTA serta oprasional dan standar keaman dalam pemanfaatan dan penggunaan WTA. Dua berikutnya adalah latihan membuat flight plan dan praktik menerbangkan fixed wing langsung oleh peserta pelatihan.

Yulius salah satu instruktur pelatihan mengatan, peserta tak hanya dikenalkan dengan jenis dan pemanfaatan WTA  melainkan kami juga harus memastikan para peserta yang kami latih harus bisa menerbangkan dan membuat flight plan.

Dikutip dari siar.or.id

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *