Siaga Bencana, Ini Dilakukan PMI Pontianak

hamparan.info – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menggelar kegiatan penyegaran dan simulasi posko bagi 40 anggota Korps Sukarela (KSR) yang berasal dari unit perguruan tinggi di Pontianak. Ajang berlatih bersama para relawan PMI berbasis mahasiswa ini, digelar di kampus Politeknik Negeri Pontianak (Polnep).

Wakil Ketua Bidang PMR dan Relawan PMI Kota Pontianak, Edi Yusnandar, saat membuka kegiatan ini, menyebut latihan gabungan (latgap) ini sebagai aktualisasi kesiapan Posko PMI, khususnya PMI Kota Pontianak, dalam upaya tanggap darurat bencana.

Simulasi ini, menurut Edi, dilakukan untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi semua unsur relawan dalam penanganan tanggap darurat bencana. “Terutama dalam hal kesiapan posko penanggulangan bencana,” kata Wakil Ketua Bidang PMR dan Relawan PMI Kota Pontianak, Edi Yusnandar.

Selain diberikan materi Manajemen Posko yang menjadi syarat utama dalam hal pengorganisasian semua unsur pelayanan, juga para peserta menerima materi Pertolongan Pertama (PP) serta Assesment atau teknik mengidentifikasi dan analisa sebuah situasi tertentu dalam keadaan darurat.

Bagi PMI, posko penanggulangan bencana ini merupakan unsur penting dan sebagai ujung tombak pusat informasi dan pelayanan PMI di lapangan. Karenanya, dibutuhkam relawan yang terampil dan sigap dalam melaksanakan tugas kemanusian sehingga dalam pengelolaannya, posko ini dapat berfungsi sebagai pusat informasi untuk keberlangsungan pelayanan yang diberikan PMI secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

“PMI sebagai organisasi kemanusiaan dituntut dapat berperan secara profesional, tanggap dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Edi Yusnandar.

Untuk tujuan itu, PMI menilai pelatihan seperti ini sebagai sesuatu yang sangat penting agar relawan memiliki kemampuan teknis manajemen posko yang baik. “Tentunya dengan terus dilatih secara berkala,” kata Wakil Ketua Bidang PMR dan Relawan PMI Kota Pontianak, Edi Yusnandar. Karenanya, ke depan kegiatan seperti ini akan dilakukan secara periodik oleh PMI.

Dalam pelatihan yang diinisiasi oleh PMI Kota Pontianak ini melibatkan tujuh KSR, yakni selain KSR Markas PMI Kota Pontianak itu sendiri, juga KSR Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), Universitas Tanjungpura (Untan), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Pontianak, Politeknik Kesehatan (Poltekes) Pontianak dan Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP).

Di kesempatan terpisah, Sekretaris PMI Kalimantan Barat, Adi Sumariadi, yang memantau secara langsung kegiatan ini, berharap para relawan terus memaksimalkan perannya untuk mampu menjalankan misi-misi kemanusiaan.

“Salah satunya dengan memerankan diri sebagai individu maupun dalam kapasitasnya sebagai anggota PMI yang selalu aktif dan peduli terhadap berbagai upaya penanganan masalah kemanusiaan,” kata Adi, dikutip dalam keterangan resminya Minggu, 31 Maret 2019.

Keberhasilan pelayanan kepalangmerahan saat tanggap darurat bencana ini, lanjut Adi, sangat dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya kecepatan dan ketepatan memperoleh dan mengolah data maupun informasi yang akurat di lapangan.

“Data itulah yang nantinya akan dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat sebagai upaya mendekatkan bantuan, baik personel maupun logistik, ke lokasi bencana,”.

Video: Geger, Penampakan Ikan Purba di Ambon

hamparan.info – Jarum jam menunjukan pukul 13.00 WIT. Hari itu, Minggu siang, 31 Maret 2019, di sebuah bibir pantai, warga berkeruman. Ada tua, muda, nenek, kakek, hingga anak kecil tumpah ruah ke pantai.

Kampung Pisang, Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Indonesia, geger.

Apa sebab? Rupanya ada penemuan seekor bangkai ikan purba yang panjangnya 2,5 dan lebar 1,5 meter. Ikan purba ditemukan warga setempat bernama Umar. Dia seorang nelayan setempat. Dia melihat ikan purba itu mengapung dekat keramba ikan miliknya.

Sandiaga Nobar Debat Capres Tanpa TV dan Lampu

hamparan.info – Calon Wakil Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Uno, nonton bareng debat keempat bersama para pendukungnya. Nobar yang digelar di Rumah Siap Kerja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu, 30 Maret 2019.

Di tengah-tengah nonton bareng tersebut acara sempat berhenti. Layar dan lampu di tempat itu seketika redup digantikan dengan cahaya lilin yang sebelumnya telah disiapkan panitia.

“Teman-teman semuanya, dalam 4 menit kita akan menuju Earth Hour dengan durasi satu jam. Teman-teman silakan melakukan streaming di smartphone-nya masing-masing,” kata salah seorang panitia melalui pengeras suara.

Para peserta yang mengikuti nonton bareng debat capres tersebut langsung membuka layar gawainya untuk melanjutkan menonton debat capres yang tidak bisa ditampilkan di layar.

Sebagai Informasi, Earth hour adalah kampanye lingkungan yang diinsiasi NGO lingkungan internasional, World Wide Fund for Nature (WWF) untuk melawan perubahan iklim.

Kampanye tersebut dilakukan setiap tanggal 30 Maret setiap tahunnya. Pada tahun ini, jatuh di hari Sabtu, 30 Maret 2019 pada pukul 20.30 WIB sampai 21.30 WIB. Kampanye global ini mengimbau supaya mematikan segala perangkat elektronik demi menghemat energi.

Debat keempat Pilpres 2019 hanya diikuti capres Jokowi dan Prabowo Subianto. Keduanya akan beradu gagasan terkait tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional.

Secara umum, mekanisme dan aturan debat keempat ini hampir sama dengan sebelumnya.

“Untuk debat keempat, format dan mekanisme sama dengan debat ketiga. Hanya untuk sesi empat dan lima, sesi debat itu diatur penggunakaan waktunya,” ujar Komisioner KPU, Wahyu Setiawan di lokasi, Jakarta.

Pada sesi empat dan lima, moderator memberikan kesempatan kedua kandidat untuk saling bertanya dan menjawab. Setiap pertanyaan diberikan waktu selama delapan menit. Dari waktu tersebut dibagi secara adil kepada Jokowi dan Prabowo masing-masing empat menit.

“Sehingga dengan pengaturan waktu ini, kedua calon mendapat alokasi waktu yang sama, dan prinsip keadilan dapat diterapkan dalam debat keempat ini,” kata dia, dikutip dari liputan6.com.

Sesi pertama debat akan diisi dengan pemaparan visi, misi, serta program dari masing-masing kandidat. Kemudian di sesi dua dan tiga dilakukan pendalaman visi, misi, dan program melalui beberapa pertanyaan yang diajukan moderator.

Sementara sesi keenam diisi dengan penyampaian pernyataan penutup oleh masing-masing kandidat.

 

Begini Debat Capres Jokowi vs Prabowo

hamparan.info – Capres Joko Widodo dan capres Prabowo Subianto saling menyapa sebelum debat capres 2019. Keduanya saling hormat dan bersalaman.

Di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu malam, 30 Maret 2019, moderator awalnya membuka kegiatan debat capres. Setelah itu, moderator mempersilakan Ketua KPU Arief Budiman naik ke panggung.

Dilansir dari detik.com, moderator juga memanggil kedua kandidat. Jokowi, yang mengenakan pakaian putih, tiba di panggung terlebih dahulu. Setelah itu, Prabowo datang dan langsung menyapa Jokowi. Keduanya saling hormat dan cipika-cipiki.

Prabowo, yang mengenakan jas berwarna hitam, tampak berbincang dengan Jokowi. Setelah itu, dia membisikkan sesuatu ke telinga Jokowi.

Keduanya tampak tertawa. Tak diketahui persis apa yang dibisikkan oleh Prabowo kepada Jokowi itu.

Diketahui, malam ini akan berlangsung debat antara Jokowi dan Prabowo. Debat kali ini mengangkat tema pertahanan-keamanan, ideologi, pemerintahan, dan hubungan internasional.

Merawat Lingkungan

hamparan.info – Di akhir pekan di penghujung bulan Maret 2019, dimanfaatkan oleh Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono kolaborasi aksi nyata di tengah masyakarat. Bakti Sosial Kesehatan. Itulah kegiannya. Ini dilakukan demi sinergitas Polri dan masyarakat di lingkungan Keraton Kadriah Kota Pontianak.

Wakapolda Kalbar Brigadir Jenderal Polisi Sri Handayani beserta beberapa Pejabat Utama Polda Kalbar, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, serta Sultan Pontianak Syarif Mahmud Melvin AlKadrie, membaur bersama masyarakat dalam kegiatan kemanusian itu.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono menyebut, Bidang kedokteran dan kesehatan Polda Kalbar sebagai pelaksana kegiatan bakti sosial berupa pelayanan pengobatan umum dan khitanan massal dalam rangka menciptakan Pemilu 2019 aman, damai dan sejuk.

“Polda Kalbar dan jajarannya siap memfasilitasi masyarakat di lingkungan keraton kadriah pontianak sepanjang untuk kepentingan yang baik,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono.

Beberapa minggu yang lalu daerah ini terjadi kebakaran dan tentunya kita berpartisipasi meringankan beban warga berupa bakti sosial di aspek kesehatan. “Banyak lagi bidang-bidang lain yang bisa kami bantu dengan fasilitas dan tenaga yang kami miliki,” kata dia.

Dia menuturkan,”Keamanan merupakan kebutuhan, oleh sebab itu keamanan harus kita ciptakan. Pertemuan seperti ini adalah tempat kita mencurahkan ide-ide positif serta mendiskusikan hal-hal yang belum lurus baik dilingkungan keraton kadriah sendiri maupun Kalimantan Barat yang kita cintai ini,”.

Sultan Pontianak Syarif Mahmud Melvin AlKadrie mengaku bangga adanya aksi nyata yang dilakukan Polda Kalbar dan jajara. “Mengucapkan terima kasih kepada Polda Kalbar dan jajarannya telah memberikan pelayanan pengobatan umum dan khitanan massal di lingkungan Keraton Kadriah Pontianak,” kata dia.

Petakan Sawit Masyarakat dengan Drone

Hamparan.info – Dalam Keputusan Direktur Jendral Perkebunan No : 105/Kpts/PI 400/2/2018 Tentang Pedoman Penertiban Surat Tanda Daftar Usahan Perkebunan untuk Budidaya (STD-B) yang telah diatur oleh Kementrian Pertanian Republik Indonesia.

Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktur Jendaral Perkebunan ini mengintruksikan seluruh bupati dan wali kota untuk mendata seluruh kebun masyarakat yang mandiri. Mengingat di Indonesia yang paling luas adalah kebun sawit maka kebun sawit masyarakat yang akan di data kepemilikannya.

Pendataan dan Pemetaan sawit masyarakat kembali dilakukan oleh SIAR Nusantara. Kali ini, pendataan dan pemetaan yang dilakukan di Kabupetan Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat tepatnya di dua Kecamatan yakni Kecamatan Air Upas dan Manis Mata. Dari hasil pantauan dilapangan, sebaran sawit masyarakat cukup luas di dua Kecamatan tersebut. data yang sudah terambil total luasa yang SIAR petakan kurang lebih 20.000 ha belum keseluruhan sawit masyarakat yang ada di Kecamatan Air Upas dan Manis Mata.

Dalam hal ini, peran dan fungsi Stakeholder sangat diperlukan dalam proses pedataan dan pemetaan kebun sawit masyarakat. Dalam melakukan pendataan dan pemetaan, SIAR menggadeng Pemerintahan Kabupaten Ketapang, yang mana ketika data perkebutan sawit masyarakat ini sudah mendapatkan Surat Tanda Daftar Usahan Perkebunan untuk Budidaya (STD-B) maka data sawit masyarakat akan menjadi data Kabupaten Ketapang.

Proses pertama untuk mendapatkan Surat Tanda Daftar Usahan Perkebunan untuk Budidaya (STD-B) sudah selesai dilakukan. Yakni pengambilan foto udara menggunakan Wahana Tanpa Awak (WTA), langkah selanjutnya adalah pendataan kepemilikan lahan perorangan dari hasil foto udara yang telah dijadikan peta. Setelah pendataan kepemilikan lahan selesai tentu tindaklanjutnya kami serahkan ke pemerintahan Kabupaten Ketapang untuk mengesahkan  Surat Tanda Daftar Usahan Perkebunan untuk Budidaya (STD-B). untuk petani-petani sawit mandiri.

Sumber siar.or.id

Teknologi WTA Mudahkan Pekerjaan Pendataan Sawit Masyarakat

Hamparan.infoPelatihan Pemanfaatan Wahana Tanpa Awak untuk Pemetaan Sawit Rakyat kembali digelar di Balikpapan. Kali ini KEHATI dan SIAR Nusantara memperkenalkan WTA kepada beberapa lembaga diantaranya adalah Sulawesi Community Foundation (SCF), Kawal Borneo Community Foundation (KBCF), Java Learning  Center (JAVLEC) dan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS).

Salah satu peserta pelatihan Saiful Anwar dari Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) mengatakan, dalam pemanfaatan Wahana Tanpa Awak ini sangat menudahkan dalam proses pendataan kebun-kebun petani yang ada di wilayah kami.

Dalam pelatihan ini, mereka dikenalkan dengan berbagai macam Wahana Tanpa Awak dan pemanfaatannya dalam dunia kerja, salah satunya adalah pendataan sawit masyarakat. Pemanfaatan WTA saat ini sangat mendukung dan memudahkan dalam kerja terumata pendataan, pemetaan dan monitoring kawasan.

“Kedepannya kami berharap hasil dari pelatihan ini, kami dapat mengoprsikan WTA secara mandiri untuk mendata kebun-kebun petani”, kata Saiful.

Tak hanya Saiful, Harri peserta dari Kawal Borneo Community Foundation juga mengatakan, ketepatan, keakuratan serta efesiensi waktu juga dibutuhkan dalam pengambilan data suatu kawasan. Dalam hal ini WTA adalah salah satu teknologi untuk memudahkan dalam pekerjaan yang kami lakukan.

“Apalagi fokus pekerjaan kami adalah Perhutanan Sosial, tentu peta-peta yang akan kami hasilkan apabila mengambilannya menggunakan WTA akan lebih bagus dan lebih detail terkait kawasan hutan,” kata Herry.

Pelatihan yang berlangsung lima hari tersebut tidak hanya pengenalan dan pemafaatan Wahana Tanpa Awak saja, dalam tiga hari para instruktur memperkenalkan jenis-jenis WTA, komponen-komponen untuk membangun sebiah WTA serta oprasional dan standar keaman dalam pemanfaatan dan penggunaan WTA. Dua berikutnya adalah latihan membuat flight plan dan praktik menerbangkan fixed wing langsung oleh peserta pelatihan.

Yulius salah satu instruktur pelatihan mengatan, peserta tak hanya dikenalkan dengan jenis dan pemanfaatan WTA  melainkan kami juga harus memastikan para peserta yang kami latih harus bisa menerbangkan dan membuat flight plan.

Dikutip dari siar.or.id

 

Amankan Pasokan Listrik Jelang Pemilu 2019, Ini Dilakukan PLN

hamparan.info – PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kalbar gelar Apel Posko Siaga Pemilu 2019 di halaman kantor PLN UP3 Pontianak Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Pontianak, Jumat, 29 Maret 2019.

GM PLN UIW Kalbar, Agung Murdifi, mendukung pelaksanaan pesta demokrasi kali ini PLN UIW Kalbar mensiagakan 1.250 orang petugas layanan teknik yang stand by selama 24 jam, bersiaga untuk menjaga keandalan jaringan listrik di KPU Provinsi, KPU Kota dan Kabupaten, PPK, dan TPS tersebar di Kalimantan Barat.

Sementara untuk Kota Pontianak dan sekitarnya ada 365 personil yang tergabung dalam posko siaga Pemilu. Demi kelancaran tugas layanan teknik telah disiapkan 87 unit kendaraan layanan gangguan, 14 unit trafo mobile, serta 38 unit genset yang tersebar diseluruh kantor-kantor unit layanan pelanggan.

“Untuk even-even besar telah kami siapkan 1 unit UPS yang stand by di kantor wilayah,” kata GM PLN UIW Kalbar, Agung Murdifi.

Kegiatan yang sama juga dilaksanakan diseluruh Unit Layanan di Wilayah Kalimantan Barat.

“Masing-masing Unit Layanan kami juga melakukan gelar pasukan dan peralatan Apel Posko Pemilu 2019. Hal ini kami lakukan sebagai wujud komitmen kami untuk hadir mensukseskan agenda nasional tersebut,” kata Agung Murdifi.

Sebagai upaya pengamanan pasokan listrik jelang pelaksanaan Pemilu, pihaknya telah melakukan berbagai upaya perbaikan dan peliharaan instalasi serta jaringan listrik, mulai dari sisi pembangkit, jaringan transmisi dan distribusi , hingga jaringan tegangan rendah yang menuju ke lokasi pelaksanaan Pemilu nantinya.

“Untuk meningkatkan koordinasi, kami juga telah melakukan visitasi ke kantor-kantor KPU yang ada di masing-masing unit. Hal ini kami lakukan untuk memastikan agar instalasi listrik serta genset di kantor-kantor KPU tempat rekapitulasi dan penghitungan suara nantinya benar-benar dalam kondisi aman. Jika masih ada kendala kami siap mencarikan solusinya,” kata Agung Murdifi dalam keterangan resminya yang diterima.

Agung Murdifi mengatakan bahwa pihaknya telah membuat SOP pelaksanaan pengamanan pasokan listrik sebagai panduan agar seluruh unit layanan lebih mudah saat mengeksekusi pekerjaan.

Selain jajaran manajemen PLN UIW Kalbar, UIP Kalbagbar, serta Kitlur Kalimantan, acara Apel Posko Siaga Pemilu 2019 juga dihadiri oleh Komisioner KPU Provinsi, Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, Kapolresta Pontianak, anggota Asosiasi Kelistrikan, serta Pekerja PLN dibagian layanan teknik.

BACA Promo Program ‘Menembus Batas’ di Peringatan Hari TBC Sedunia

BACA Lanjutkan Perjalanan Jelajahi Kalimantan, Tim Mobil Listrik isi daya di SPLU Tayan

#Connect2Earth Memiliki Pesan Dalam, Soal Apa?

hamparan.info – Gerakan Earth Hour di seluruh dunia akan menghelat malam puncak selebrasi pada Sabtu, 30 Maret 2019. Aksi kali ini, kampanye global hemat energi yang diinisiasi oleh WWF mengusung tema #Connect2Earth.

Untuk tahun 2019 ini Earth Hour Pontianak akan memusatkan kegiatan utamanya di Jalan Ayani bertepatan di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat.

Dengan beberapa rangkaian acara seperti musik akustik,musik sape’k,tarian tradisional multi etnis, musikalisasi puisi,dan perkusi.Ini sebagai bentuk dan cara kreatif anak muda Kalimantan Barat khususnya dalam mengkampanyekan gaya hidup hijau,dan bijak dalam penggunaan Energi.

Koordinator Earth Hour Pontianak I Wayan Bayu Anggara menjelaskan bahwa tema #Connect2Earth ini memiliki pesan yang sangat dalam.

“Apa pun yang kita lakukan akan selalu terhubung ke bumi. Dari hal baik atau buruk semuanya akan tetap selalu berdampak ke bumi,” kata I Wayan Bayu Anggara.

Dikutip dalam keterangn resminya, dia menjelaskan, melalui aksi ini hal-hal buruk sudah banyak terasa dampaknya terhadap kehidupan kita seperti cuaca yang semakin panas akibat naiknya suhu bumi. Suhu bumi naik berawal dari perilaku manusia yang boros dalam menggunakan energi.

Earth Hour Pontianak berupaya mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan satu langkah sederhana dan mudah.Yakni dengan mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak terpakai selama satu jam di minggu terakhir bulan Maret pada Pukul 20.30 – 21.30 WIB setiap tahunnya.

Kembali dia menjelaskan bahwa ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk memperlambat perubahan iklim. Di antaranya dengan bijak menggunakan energi listrik, membawa botol air minum sendiri, menggunakan transportasi umum atau membudayakan berboncengan saat bepergian dengan kendaraan bermotor.

Sokongan multipihak

Pemerintah Kalimantan Barat baik Gubernur dan Walikota, WWF-Indonesia program Kalimantan Barat, DLH Kota Pontianak, PLN, dan para pelaku bisnis seperti Hotel Mercure, Hotel Grand Mahkota, Hotel Harris, Hotel Santika, Hotel Aston, Hotel Transera, Hotel Golden Tulip dan puluhan komunitas di Kota Pontianak turut serta mendukung malam selebrasi Earth Hour Pontianak.

Menakar Tanggap Cepat Bergerak

hamparan.info – Wakil Kepala Kepolisian (Wakapolda) Kalimantan Barat Brigadir Jenderal Polisi Sri Handayani pada Upacara Penutupan Pelatihan Fungsi Teknis Personel Polri Jajaran Polda Kalbar menegaskan, Kamtibmas, penegak hukum, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat harus tanggap cepat bergerak. Caranya adalah dengan melihat langsung perkembangan paradigma permasalahan di masyarakat dan untuk mendukung keberhasilan tugas tersebut perlu ditunjang peningkatan kemampuan yang sesuai bidang atau fungsi melalui pelatihan di SPN Pontianak.

“SPN Pontianak sudah merancang 41 jenis pelatihan yang dibagi menjadi VII tahap dari bulan Januari sampai dengan bulan Juli nanti, dengan total 1.200 peserta pelatihan, terdiri atas perwira, bintara dan ASN/PNS Polri,” kata Wakapolda Kalimantan Barat Brigadir Jenderal Polisi Sri Handayani.

Dia menjelaskan, jenis pelatihan tahap IV yang telah dilaksanakan sejak 25 Maret hingga hari ini meliputi berbagai pelatihan. Di antaranya, Ba Penggunaan Kekuatan; Ba Penanganan konflik sosial; Ba pengemudi VIP/VVIP; Ba beladiri Polri; dan pelatihan Ba/PNS Gol II renja satker cyber troop.

“Dengan jumlah peserta masing masing 25 personel kecuali beladiri polri berjumlah 50 personel,” kata dia.

Mengingat waktunya relatif singkat selama enam hari, sehingga para peserta pelatihan tidak banyak waktu untuk belajar lebih mendalam akan bahan ajar yang diberikan.

“Namun saya yakin para peserta pelatihan mempunyai tekad dan kemauan yang kuat untuk sungguh-sungguh mengembangkan pengetahuan yang diperoleh pada saat kembali ke wilayah kerja masing-masing,” kata dia.

Dia mengingatkan, bahwa tahun 2019 ini adalah tahun politik. Di mana kita akan menghadapi hajat besar yaitu pesta demokrasi Pileg dan Pilpres 2019.

“Oleh karena itu harapan pimpinan polri, tingkatkan pengetahuan dan keterampilan yang saudara terima selama pelatihan. Selanjutnya diterapkan di tempat tugas masing-masing, sehingga dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari baik secara individu maupun kelompok,” kata dia.

Dia berharap, jadikanlah pengetahuan yang baru didapat dalam pelatihan ini. “Sebagai suatu kebanggaan. Sebagai ujung tombak di bidang pelayanan maupun penegakkan hukum, karena tugas polri ini saudara yang ikut menentukan tingkat kualitas pelayanan sehingga komitmen integritas sebagai anggota polri dapat direalisasikan secara konsisten,”.

Dia kembali berharap kepada para peserta untuk dapat memahami seluruh materi yang telah diajarkan. Lalu kemudian dipraktikan sebagai bagian dari tugas polri ke depan. sehingga diharapkan peserta dapat memberikan pelayanan secara tepat kepada masyarakat.

“Selain itu, seluruh peserta pelatihan yang akan kembali ke tempat tugas masing-masing, agar terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang saudara peroleh dari pelatihan ini, dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, dan melaksanakan proporsional, profesional, mempedomani ketentuan yang berlaku hingga tuntas, serta segera melakukan perubahan-perubahan sekecil apapun kearah yang lebih baik dengan tetap berpedoman pada norma-norma yang berlaku,” kata dia.