Kampanye Zaman Now Bukan Lagi . . .

0
Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI
Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan saat ini bukan zamannya lagi melakukan kampanye dengan membagi-bagikan uang atau sembako kepada masyarakat. Kandidat, tim pemenangan maupun relawan Caleg ataupun Capres-Cawapres yang masih melakukan hal itu, tidak ubahnya pihak yang tak bisa move on dari kampanye zaman old.

“Kampanye zaman now bukan lagi mengobral janji-janji manis. Apalagi sebar rupiah ke para pemilih. Tetapi, harus dengan menekankan pada dialog terbuka antara kandidat dengan warga. Kehadiran fisik kandidat, baik secara langsung dihadapan pemilih maupun menggunakan platform media sosial menjadi sebuah keharusan,” ujar Bambang Soesatyo usai melantik Kader dan Saksi Tempat Pemungutan Suara (TPS) Tim Pemenangan Bambang Soesatyo di Purbalingga, Jawa Tengah.

Bambang Soesatyo : Kenali Calon Wakil Rakyat

Dari pagi hingga sore hari, Bambang Soesatyo berkeliling melantik ribuan kader dan saksi TPS Tim Pemenangan Bamsoet di delapan titik kecamatan di Purbalingga, yaitu Kecamatan Mrebet, Bobotsari, Karangreja, Karangjambu, Karanganyar, Karangmoncol, Rembang dan Kertanegara.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila yang juga Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menandaskan pentingnya dialog terbuka, karena pemilih saat ini sudah sangat kritis. Mereka sudah sadar dan tidak ingin salah memilih serta tidak mudah lagi diiming-imingi dengan uang puluhan atau ratusan ribu rupiah. Tim pemenangan ataupun relawan yang hanya mengandalkan money politic, harus bersiap gigit jari.

“Bukan hanya dialog, kampanye yang dijalankan tim pemenangan maupun relawan juga harus membangun jembatan untuk menghubungkan hati calon pemilih dengan kandidat yang dijagokannya. Tawarkanlah sesuatu yang nyata, sesuatu yang membumi, bukan sesuatu yang jauh di awang-awang,” kata dia dalam keterangan resminya.

BACA Ekonomi dan Politik di Davos, Menko Luhut: Kami Tahu

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini menilai walaupun sudah ada aturan hukum yang melarang money politic, namun prakteknya kerap masih ditemukan di lapangan. Jika ancaman pidana sepertinya tidak mampu menghalau, maka hukuman sosial harus diberikan untuk memberantas money politic.

“Jika Caleg yang terpilih hanya mengandalkan money politic tanpa mempunyai kualitas serta kemampuan yang baik, bagaimana negara kita akan maju dan makmur. Karenanya, senjata utama yang digunakan oleh para Caleg dan tim pemenangan sekarang bukan lagi uang. Tetapi, program, ide, gagasan dan kesungguhan kandidat untuk bekerja melayani rakyat,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here