Tolong, Ada Buaya Menyerang Warga Hingga Putus Tangan

0
Buaya teridentifikasi merupakan buaya muara (Crocodylus porosus) dengan panjang 3,5 meter
, akibat serangan buaya yang terjadi saat Julhaidir mandi pada pukul 18.30 WIB di tepi sungai Seranggas itu, mengakibatkan tangan bagian kiri putus

WILDLIFE RESCUE UNIT BKSDA Kalteng Berhasil Amankan  Buaya Yang Diduga Menyerang Warga Sampit

hamparan.info – Setelah seminggu lamanya memasang perangkap buaya, akhirnya usaha Wild Life Rescue Unit (WRU) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Tengah SKW II untuk menangkap buaya yang diduga menyerang warga Dusun Seranggas, Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur membuahkan hasil.

Peristiwa itu berawal dari laporan warga setempat yang mengabarkan terjadinya serangan buaya terhadap warga Dusun Seranggas bernama Julhaidir. Seorang laki-laki berumur 41 tahun. Kejadian itu terjadi pada 1 Februari 2019.

Dikutip dari akun Facebook BKSDA Kalteng, akibat serangan buaya yang terjadi saat Julhaidir mandi pada pukul 18.30 WIB di tepi sungai Seranggas itu, mengakibatkan tangan bagian kiri putus.

Kepala SKW II BKSDA Kalteng berkesempatan membezuk dan memberikan bantuan pengobatan kepada korban saat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Murjani-Sampit. Maka, selanjutnya pada 2 Februari 2019, Wild Life Rescue Unit SKW II BKSDA Kalteng bersama-sama dengan anggota Polair Polda Kalteng, anggota Polsek Samuda, Staf Kecamatan Teluk Sampit dan Staf Desa Lempuyang melakukan pemasangan perangkap buaya di Sungai Seranggas, di Dusun Seranggas, Desa Lempuyang Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Selain memasang perangkap tim juga mengimbau kepada warga sekitar lokasi.  Serangan untuk berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar sungai. Akhirnya pada Jumat, 8 Februari 2019 Pukul 06.00 WIB tim WRU mendapatkan informasi dari dari Ketua RT setempat, bahwa ada buaya yang masuk dalam perangkap yang telah dipasang.

Dan  pada 9 Februari 2019, tim WRU SKW II BKSDA Kalteng menuju lokasi dan bersama-sama pihak desa, kecamatan, Pospol dan Polsek setempat untuk mengevakuasi buaya tersebut.

Buaya teridentifikasi merupakan buaya muara (Crocodylus porosus) dengan panjang 3,5 meter. Saat ini buaya tersebut telah diamankan di Pos Penjagaan Bandara dan Pelabuhan Sampit-BKSDA untuk selanjutnya akan dibawa ke Kandang Transit Buaya di TWA Tangkiling.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here