Pria Pontianak Sidak Kuburan, Apa yang Ditemukan?

  • Whatsapp
Harry Adrianto saat sidak kuburan di Kelurahan Bangka Belitung
Harry Adrianto saat sidak kuburan di Kelurahan Bangka Belitung

hamparan.info – Kuburan adalah tempat peristirahatan kita dan juga anda  yang terakhir. Namun kadang tidak dirawat dengan baik.  Warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat, khususnya warga muslim mulai cemas. Karena, lahan kuburan yang terbatas. Tanah kuburan mulai menyempit. Ditambah lagi banyak kuburan terlihat tidak dirawat, tumbuh ilalang dan semak belukar. Tanah kuburan becek, dan jauh dari kerapihan serta keindahan seperti sebuah taman surgawi.

BACA Ini Generasi Milenial Berdaya Guna 

Muat Lebih

banner 300250

Demikian hal itu dikatakan Staf Ahli Ketua DPD RI Perwakilan Kalbar, Harry Adrianto, baru-baru ini. Harry Adrianto, mendapat laporan dari warga soal kuburan di kawasan BLKI Kelurahan Bangka Belitung, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Warga di sana mengeluh jalan di kawasan kuburan itu becek.

“Parah jika hujan mengguyur kawasan kuburan. Mengganggu masyarakat yang sedang memakamkan keluarganya maupun jika sedang berziarah,” kata  Harry Adrianto dikutip dalam keterangan resminya.

Kepada Harry Adrianto seorang warga Bangka Belitung bernama Agus bilang, “Tidak ada yang mau peduli dengan kuburan, baik pemerintah maupun dewan pun cuek. Mungkin gara2 dikuburan ini tidak ada suara pemilihnya,” ucapnya dengan nada kesal.

Lurah Bangka Belitung, Juharta, saat menemani Harry Adrianto ke lokasi kuburan yang tak jauh dari rumah dinas Ketua DPRD Kota Pontianak dan Rumah Dinas Wali Kota Pontianak ini mengakui jika hujan lokasi jalan di kawasan kuburan tersebut becek parah.

“Tapi sudah kami ajukan atau sudah kami usulkan, mudah-mudahan ada yang mengawal,” ujar Juharta  kepada Harry Daya, panggilan akrab Harry Adrianto.

Dari pengamatan Harry Daya di lapangan hampir rata-rata kuburan muslim tidak terawat. “Entah  berapa jumlahnya, mungkin ratusan atau mungkin ribuan lokasi, termasuk di gang gang atau pemukiman padat,” tutur Harry Daya perihatin.

Harry Daya mengaku aneh hampir semua kuburan berasal dari warga yang memiliki inisiatif bergotong royong membeli tanah wakaf. Walau tak sedikit orang baik atau tokoh menyumbangkan tanahnya untuk di wakafkannya untuk umum.  “Subhanallah,” tutur Harry Daya. “Harus pemerintah kota sudah memikirkan lokasi kuburan baru yang luas dan trategis. Yang nantinya di kelola secara baik, rapi indah dan nyaman seperti taman.  Contoh Jakarta atau Taman Makam Pahlawan di Sei Raya,” ucap Harry Daya.

Harry Daya  berharao,  dinas terkait termasuk kecamatan dan kelurahan sebaiknya harus diikut sertakan untuk berkomunikasi dengan warga  yang terkena musibah kematian. Termasuk ikut mengelola dan merawat tanah kuburan sehingga mereka sebagai pelayan masyarakat lebih  bermanfaat.

“Dan yang lebih penting, para penggali kuburan mendapat gaji. Selain untuk kesejahteraan keluarga dan masa depan anak istrinya.  Sehingga mereka memiliki tanggungjawab untuk merawat kuburan menjadi sebuah taman yang rapi indah  tidak becek atau bersemak lagi,” ujar Harry Daya.

 

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *