Kekayaan Alam  Melimpah Ada di Desa

  • Whatsapp

Akselerasi Pembangunan Desa Mandiri di Kayong Utara

hamparan.info – Kunjungan kerja. Inilah yang dilakukan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono ke sejumlah daerah. Kabupaten Kayong Utara salah satu kabupaten yang disambanginya. Ia datang ke sana dengan sejumlah pejabat utama Polda Kalimantan Barat.

Kegiatan yang digelar di Istana Rakyat Kabupaten Kayong Utara itu tampak hadir juga Bupati Ketapang, Citra Duani beserta SKPD dan Forkopimda Kayong Utara, Pabung Kodim 1203 Ketapang beserta para Danramil jajaran Kodim 1203 Ketapang, Para Camat, Kepala Desa, Lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas se – Kabupaten Kayong Utara.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono menyebut, provinsi Kalimantan Barat mempunyai kekayaan yang melimpah dari segi aspek geografis demografi, dan sumber daya alam.

“Kalimantan Barat mempunyai kekayaan alam yang melimpah khusus wilayah Kabupaten Kayong Utara, untuk itu kita harus memanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” Didi Haryono di Kabupaten Kayong Utara, Kamis, 17 Januari 2019.

Dia menjelaskan, dalam program desa mandiri ini Provinsi Kalimantan Barat terdiri dari 176 kecamatan, 2.031 Desa, 217 pulau dan kurang lebih 1.500 desa yang tertinggal. Untuk itulah, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mendukung penuh upaya pemerintah provinsi Kalimantan Barat mewujudkan desa mandiri di daerah ini. Hal itu tentunya mempercepat pembangunan yang merata , adil, dan makmur sejahtera. “Kepolisian siap mendukung,” ucapnya menegaskan.

Dia kembali mengingatkan, untuk aparatur desa tentunya musti hati-hati dalam penggunaan dana desa. Sebab, jika lalai dan lemah pengawasan justru akan berdampak negatif.

“Khususnya dalam penggunan anggaran dana desa yang ada. Polri sangat antusias dalam mendukung program ADD untuk mencegah lebih awal dari hal-hal penyimpangan oleh para Kepala Desa. Jangan sampai ada yang menghambat pembangunan desa. Ini jangan ada korban karena salah penggunan uang dana desa,” kata dia.

Tingkat kejahatan di Kabupaten Kayong Utara paling rendah, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono menjelaskan, soal situasi Kamtibmas di Kayong Utara yang paling Kondusif dibanding Kabupaten – kabupaten dan Polres – polres lain di jajaran Polda Kalbar. Namun begitu, bukan berarti Polres Kayong Utara berleha-leha dan terlena. Akan tetapi, harus mampu dan menekan kriminalitas sejak dini. Sebab, jika hal itu dilakukan, maka keamanan akan terjaga damai dan sejahtera.

“Tingkat kejahatan di Kabupaten Kayong Utara paling rendah daripada kabupaten lain atau polres – polres lain jajaran Polda Kalbar, karena ada kerukunan dan rasa kekeluargaan yang sangat kental,” ujarnya.

Dia menegaskan, “Dengan semangat bersama, TNI dan Polri selalu mendukung pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mencapai target tahun 2019, Indeks Pembangunan Manusia serta Indeks Kebahagiaan Manusia Kalbar masuk sepuluh besar,”

Apel 3 Pilar Desa

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono beserta rombongan memimpin langsung kegiatan Apel 3 Pilar Desa. Pesertanya adalah Kepala Desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Selain itu, Bupati Kayong Utara Citra Duani, Kapolres Kayong Utara AKBP Asep Irpan Rosadi, Forkopimda, para Kepala Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat dan tokoh agama juga turut hadir dalam kegiatan itu.

“Apel 3 Pilar Desa digelar demi kesiapan penyelenggaraan dan pengamanan Pemilu 2019 dan akselerasi pembangunan desa mandiri di Kabupaten Kayong Utara,” kata Didi Haryono.

Sementara itu, Bupati Kayong Utara, Citra Duani, berharap Apel 3 Pilar Desa saling bersinergi. Tujuanya jelas, agar Pemilu berjalan aman dan damai.

“Supaya tingkat keamanan dan kenyamanan di Kayong Utara ini dapat terjaga, serta Pemilu yang aman dan damai di Kabupaten Kayong Utara pada tahun 2019 ini bisa terwujud,” kata Bupati Kayong Utara, Citra Duani.

Bupati Kayong Utara, Citra Duani, menjelaskan akselerasi pembangunan desa mandiri di daerahnya menargetkan empat desa lain segera terbentuk menjadi desa mandiri tahun 2019. “Empat desa itu antara lain Pangkalan Buton, Teluk Melano, Teluk Batang, dan Seponti Jaya. Sehingga nantinya tingkat perekonomian masyarakat desa di Kayong Utara bisa meningkat,” ujarnya menjelaskan.

 

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *