Bea Cukai Amankan Penyelundupan 95.750 Baby Lobster ke Singapura

0
Jajaran petugas Kantor Wilayah Dirjen Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau dan KPU BC Tipe B Batam mengamankan 95.750 baby lobster yang hendak diselundupkan ke Singapura di perairan Pulau Patah, Kecamatan Moro
Jajaran petugas Kantor Wilayah Dirjen Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau dan KPU BC Tipe B Batam mengamankan 95.750 baby lobster yang hendak diselundupkan ke Singapura di perairan Pulau Patah, Kecamatan Moro

hamparan.info – Jajaran petugas Kantor Wilayah Dirjen Bea dan Cukai (DJBC) khusus Kepulauan Riau dan KPU BC Tipe B Batam mengamankan 95.750 baby lobster yang hendak diselundupkan ke Singapura di perairan Pulau Patah, Kecamatan Moro, Senin 24 Desember 2018.

Penyeludupan benih lobster ke luar negeri yang telah dilarang oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan ini menggunakan kapal cepat HSC (High Speed Craft) bermesin 4 x 300 PK fourstroke berkecepatan tinggi.

BACADaerah Perbatasan Rawan Penyeludupan

Hal itu dikatakan Kepala Kantor Wilayah Dirjen Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau Agus Yulianto saat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus di Kantor Wilayah Dirjen Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau, Tanjung Balai Karimun, Selasa siang 25 Desember 2018.

“Alhamdulilah pecah telor. Ini pertama kalinya patroli laut (Patla) DJBC Khusus Kepri menangkap benih (baby) lobster di laut dan keberhasilan ini tentunya berkat koordinasi di semua jajaran bea dan cukai,” ujar Agus Yulianto.

BACAFoto : Miras Ilegal Malaysia Diamankan
Agus Yulianto mengatakan pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa ada upaya penyeludupan benih lobster dari disekitar perairan Buluh Patah Pulau Moro yang hendak diselundupkan ke Singapura.

“ Sekitar pukul 9:30 WIB kapal patroli laut kami melihat HSC (High Speed Craft) menggunakan mesin 4 x 300 PK fourstroke berkecepatan tinggi. Kemudian dilakukan pengejaran dengan menghidupkan lampu polisi dan memberi tembakan peringatan ke atas supaya HSC tersebut berhenti akan tetapi tidak diindahkan. Setelah dilakukan pengepungan oleh tambahan armada kapal patroli laut kami disekitar Perairan Pu Jello, HSC tersangka terdesak ke dalam hutan bakau serta kandas dan para pelaku berhasil melarikan diri,” tutur Agus Yulianto membeberkan kronologi.

BACAVideo: Serunya Tour de Kepri 2018 di Kepulauan Riau
Lalu, setelah dilakukan pemeriksaan pendahuluan didapati HSC tersebut bermuatan 13 (tigabelas) kotak polystyrene dengan rincian baby lobster jenis pasir sebanyak 87.000 ekor senilai IDR 10.169.256.000 (harga satuan USD 8 dengan kurs IDR 14.611) dan baby lobster jenis mutiara sebanyak 8.750 ekor senilai IDR 1.917.693.7500 (harga satuan USD 15 dengan kurs IDR 14.611). Total jumlah senilai IDR 12.086.949.750.

Agus  menyatakan untuk tujuan dipastikan ke luar negeri atau Singapura. Untuk asalnya, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Apakah berasal dari Wilayah sekitar atau bukan. “Namun di perkirakan berasal dari pengepul yang kemudian akan di selundupkan keluar negeri. Benih lobster termasuk hasil laut yang dilarang penangkapannya berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan,” katanya.

BACALPM Warta Kukuhkan 26 Anggota Baru
Para pelaku dikenakan Pasal 102A huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Kepabeanan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.
Selanjutnya barang bukti berita benih (baby) lobster diserahkan kepada Kementrian Kelautan dan Perikanan Tanjungpinang untuk di lepas ke habitatnya di Pulau Karimun anak bersama-sama.

LSM Tuding Aparat Terlibat

LSM Kiprah menuding ada pihak-pihak yang sengaja membiarkan penyelundupan 95.750 Baby Lobster ke luar negeri melalui jalur pulau Karimun tujuan Singapur dan Malaysia.
“Sekarang masalahnya, pengepul biasa berhenti bermain, aparatnya yang ikut bermain karena keuntunganya sangat besar,” ujar Jhon Saputra Ketua LSM Kiprah di Hotel Aston Karimun, Selasa 25 Desember 2018.

BACAPenghijauan di Kawasan Bekas Tambang Emas
Dalam kesempatan itu, Jhon tidak menunjukan bukti-bukti adanya keterlibatan aparat dalam penyelundupan bibit lobster ke Singapura dan Malaysua. Hanya saja, LSM yang dikenal ‘vokal’ itu menilai upaya menggagalkan penyelundpan bibit lobster lebih sulit bila aparat ikut bermain.
“Jadi dulu saya minta aparat menertibkan, sekarang justru ada oknum-okum aparat yang malah berbisnis. Ini persoalan yang kita hadapi,” kata Jhon.

Jhon menduga, keterlibatan aparat dalam penyelundupan bibit lobster disebabkan faktor tingginya nilai jual lobster di pasar internasional. Biasanya, bibit lobster diselundupkan ke luar negeri melalui jalur udara. Caranya, bibit lobster di masukan ke dalam botol-botol kecil dan disimpan di koper.

BACASiapa Warga Kehormatan Koprs Brimob?
Menurut Jhon, nilai bibit lobster dalam satu koper ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar. Bila lobster itu dibesarkan, maka nilainya akan mencapai Rp 15 miliar. Dari catatan Jhon, sebelumnya pada bulan Agustus 2018 lalu, Jajaran Polda Kepri juga berhasil menggagalkan penyeludupan benih lobster jenis pasir dan mutiara, tujuan Singapura.

Ada 3 orang tersangka yang berhasil diamankan sebagai kurir yakni Zainul (23), Moh Kufran (34) dan Irfan (20). Barang bukti sebanyak 6 koper berisi benih lobster sekitar 90.765 ekor, uang tunai sekitar Rp 1,8 juta, dan 4 unit handphone.

BACAInilah Hasil Mode Malam Hari Kamera R17 Pro
Pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa ada upaya penyelundupan benih lobster dari Surabaya menuju Kota Batam melalui Bandara Hang Nadim, Batam. Lobster itu nantinya akan dibawa ke Singapura. Atas penggagalan penyelundupan benih lobster tersebut, Polda Kepri berhasil menyelamatkan Negara dari kerugian sebesar Rp 13,6 miliar dengan asumsi satu ekor benih lobster dihargai Rp 150 ribu.

“Sampai saat ini Polda Kepri masih melakukan pengembangan untuk mencari dalang intelektual yang menyuruh ketiga tersangka dan pemodal yang menerima benih Lobster. Ketiga tersangka itu sebagai kurir saja, mereka diberikan upah Rp 1,5 juta. Mereka ini juga ada yang sudah 6 kali, 4 kali lolos melewati Batam sebagai jalur transit untuk menuju Singapura,” ucap Jhon.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here