Kata Warga Soal Operasi Pasar Pertamina: Kami Sangat Terbantu

0

hamparan.info – Sumarni semringah. Setelah ia mendapat tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram. Gas melon itu ia beli Rp16.500 per tabung. Adanya Operasi Pasar dalam penjualan elpiji tiga kilogram yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalimantan Barat, ini tentu membantu Sumarni dan warga lainya yang tinggal di Kecamatan Pontianak Barat.

Kepada sejumlah media, dia mengaku bersyukur. “Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan digelarnya OP bagi penjualan elpiji tiga kilogram,” tutur Sumarni.

BACA Penggunaan Bright Gas Lebih Murah

Warga Gang Alpokat, Kecamatan Pontianak Barat ini menuturkan, ia dan sejumlah lainnya dalam tiga hari ini kesulitan dalam mendapatkan gas tiga kilogram.

“Digelarnya OP ini sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan elpiji tiga kilogram. Dengan OP pasar harga jual elpiji juga sesuai HET (harga eceran tertinggi) yaitu Rp16.500/tabung, sementara kalau membeli di warung-warung harganya bisa Rp20 ribuan/tabung,” ucapnya, bahagia.

Warga lainya bernama Sabariah. Ia merupakan warga Perum I, Kecamatan Pontianak Barat. Ia mengaku, “Kami sudah dua hari ini kesulitan mendapatkan elpiji subsidi, sehingga dengan digelarnya OP elpiji subsidi, maka sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan elpiji tiga kilogram,”.

Senior Administrator Depot Sales Point PT Pertamina (Persero) Pontianak, Syukra Mulia Rizki, menjelaskan 6 lokasi Operasi Pasar ini gigelar. Dia merinci, 560 tabung, dua jam selesai.

“Mudah-mudahan bisa mngetasi masalah kelangkaan,” ujar Syukra Mulia Rizki.

BACA Pertamina Santuni Ratusan Anak Yatim

Ia berujar, penggunaan tinta dimaksudkan guna mengatasi fenomena pengecer ilegal. Sehingga mereka tidak bisa membeli ulang. “OP ini dalam rangka Natal dan tahun baru 17-31 Desember. Enam titik dikalikan 560 jadi 3.360 tabung,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Pontianak Timur, Ismail Abdurrahman, menyebut OP yang digelar Pertamina dapat dilakukan di tengah masyarakat. Mengingat, masyarakat membutuhkan gas melon tersebut.

“Kami sudah menyerap aspirasi warga tentang kelangkaan gas tabung hijau ini, pertama kami sampaikan apresiasi kepada Pertamina yang telah laksanakan kegiatan ini. Kita berharap kegiatan ini dapat terus dilanjutkan dibarengi dengan upaya penertiban,” kata dia.

BACA Rumah Makan di Pontianak Gunakan Elpiji bersubsidi?

Upaya tertib dan teratur tentang suplai gas di masing-masing pangkalan. Penertiban tentang operasionalnya, maka dari pangkalan ini bisa menyerahkan ke pengecer atau tidak ini harus jelas dan masyarakat harus diberikan sosialisasi tentnag hal itu.

“Kita harap kelangkaan ini bisa teratasi. Terakhir saya imbau masyarakat, untuk mentaati mekanisme ketentuan aturan yang sudah dibuat Pertamina. Artinya ada indikasi kelangkaan akibat prilaku masyarakat. Ada masyarakat rumah tangga itu ibu-ibu itu menyediakan stok sampai beberapa tabung di rumah, malah ada sekarang yang gunakan kesempatan ini untuk berbisnis di rumah,ini sebenarnya tak boleh,” ucapnya mengimbau.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Haryadi S Triwiwbowo Haryadi, mengaku sudah melakukan berbagai langkah. Di anataranya adalah melakukan rapat dengan berbagai pihak.

“Alhamdulillah kami sudah merapatkan dengan pihak erkait seperti Pertamina dan agen yang ada 12 agen di Kota Pontianak serta menginformasikan seluruh pangkalan di Pontianak kurang lebih 289 pangkalan, dan mengundang juga perwakilan dari kapolsek dan media juga,” katanya.

Dia menjelaskan, kelangkaan yang disebutkan akhir-akhir ini sebetulnya rantai distribusi Pertamina, sudah benar sesuai SOP-nya, disampaikan ke agen yang ada di Kota Pontianak sebanyak 12 agen, kemudian dari agen 12 agen disebar melalui pangkalan yang totalnya hampir 258 di seluruh kelurahan.

“Artinya dengan jumlah stok Pertamina tentunya 6 bulan kedepan tidak terjadi kelangkaan, yang jadi masalah itu terjadi fenomena baru pangkalan harus menyampaikan kepada para ibu rumah tangga sesuai dengan sop bahwa elpiji 3 kilo wajib diperbolehkan hanya untuk pelaku usaha mikro,” kata dia. “Kemudian keluarga tidak mampu kan jelas jadinya. Untuk para pelaku usaha kecil menengah besar maupun asn itu tidak boleh gunakan gas 3 kilo mereka harus 5 kilo atau 12 kilo. Karena ada spekulan baru atau fenomena baru tadinya para pangkalan berikan kepada pengecer, pengecer simpan ada yang beli 15 tabung, 20 tabung 30 tabung atau satu pickup mereka jual dengan harga eceran tertinggi harusnya pertamina kea gen 14.500 kemudian di level pangkalan jualnya 16.500 kan jelas tu. Harga 16.500 harusnya sampai ke pelaku usaha mikro dan ke rumah tangga,”.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here