Penghijauan di Kawasan Bekas Tambang Emas

  • Whatsapp
Generasi Baru Indonesia (GenBI) Kalimantan Barat bersama masyarakat Desa Mandor, Kabupaten Landak melakukan penanaman bibit bohon guna penghijauan di kawasan eks tambang emas. (foto: Imam Maksum/hamparan.info)
Generasi Baru Indonesia (GenBI) Kalimantan Barat bersama masyarakat Desa Mandor, Kabupaten Landak melakukan penanaman bibit bohon guna penghijauan di kawasan eks tambang emas. (foto: Imam Maksum/hamparan.info)

hamparan.info – Generasi Baru Indonesia (GenBI) Kalimantan Barat bersama masyarakat Desa Mandor, Kabupaten Landak melakukan penanaman bibit pohon guna penghijauan di kawasan bekas tambang emas.

Pagi, Sabtu 8 Desember 2018 cerah berawan. Ketika matahari mulai menilik dari ufuk timur. Sebanyak 60 mahasiswa yang tergabung dalam GenBI Kalbar berangkat menuju Desa Mandor. Komunitas penerima beasiswa Bank Indonesia itu menggunakan dua unit bus menuju Mandor dalam rangka program Bersih Indonesia.

Muat Lebih

banner 300250

BACA Wjudkan Bakat Ibu-ibu Mengembangkan Kreativitas

Tahun ini, implementasi program bersih Indonesia mengangkat tema Gerakan Restorasi Lahan Tambang Kalimantan. Progja dari bidang lingkungan hidup ini didukung penuh oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia wilayah Kalimantan Barat.

Perjalanan menghabiskan waktu sekitar tiga jam setengah dari Kota Pontianak menuju Mandor. Anggota GenBI tiba di kawasan lahan eks pertambangan, Desa Mandor. Mereka lantas menuju tenda yang telah berdiri untuk rangkaian kegiatan seremonial.

BACA  Medos Ramah Bagi Emak-emak

Segala perlengkapan penanaman dan pembukaan secara simbolis telah disiapkan. Mulai dari penari sanggar hingga beberapa tamu undangan telah berdatangan. Mereka mengisi kursi di bawah tenda selebar kuranglebih 5×10 meter. Sementara tenda sebelahnya terdapat kursi tamu VIP untuk pejabat Bank Indonesia dan Pemerintahan Kabupaten Landak masih terlihat kosong.

Lahan bekas tambang emas di kawasan Desa Mandor ini memiliki luas mencapai 5 haktare. Lahan luas tersebut kini tak bisa ditumbuhi tanaman dan terlihat gersang. Kondisi tersebut menjadi latar belakang GenBI ingin berusaha memulihkan unsur tanah di lahan tersebut agar dapat ditanami kembali.

BACA Ingin Hasil kebunnya Memuaskan? Pakai PHE

Matahari kian meninggi, terik matahari semakin menyengat . Waktu menunjuk pukul 10.00 WIB. Para tamu VIP tiba. Acara pun segera dimulai. Adalah Lulu, anggota GenBI Kalbar yang menjadi pembawa acara penanaman secara simbolis siang itu.

Ketua Panitia Gerakan Restorasi Lahan Tambang Kalimantan (Geregetan), Abd Hamid mengatakan GenBI ingin memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat dengan kegiatan penanaman di bekas lahan tambang.

BACA Daerah Perbatasan Rawan Penyeludupan

“Melihat kondisi alam yang rusak seperti ini , mungkin apa yang diinisiasi melalui program bersih Indonesia diharapkan menuai dampak positif,” kata Abd Hamid.

Sementara itu, Supriadi, Ketua GenBI Kalimantan Barat menuturkan bahwa kegiatan bersih Indonesia merupakan agenda tiap tahun. Tahun ini, GenBI memilih Desa Mandor untuk merealisasikan bentuk kepekaan GenBI lantaran kondisi kawasan tersebut sangat membutuhkan perhatian.

“Harapannya ikhtiar yang dilakukan ini dapat berhasil dan berbuah manis. Sebab metode penanaman sudah dipersiapkan GenBI sejak beberapa waktu sebelumnya,” ucap Supriadi.

Kepada Desa Mandor, Robertus Haryanto dalam sambutannya mengatakan bahwa gerakan penanaman ini bukan yang pertama kali. “Sebelumnya kami telah lebih dulu berinisiasi melakukan pemulihan, namun dapat dikatakan tidak berhasil karena tetap saja pohon yang kami tanam mati,” kata Kepala Desa Mandor.

Namun pihaknya mengapresiasi dan menyambut baik upaya yang dilakukan GenBI bersama Bank Indonesia karena mengupayakan penanaman dengan metode yang berbeda.

“Kami bersyukur karena telah menjadi perhatian, walupun pernah gagal, setidaknya kita sama-sama berharap upaya hari ini berhasil,” katanya.

Kendala yang membuat pemulihan lahan kerap kali kandas yaitu lemah pada sisi pengawasan. Hal tersebut diakui kepala desa dengan beberapa faktor utama. “Karena ini sifatnya kerelawanan, cukup susah untuk merangkul masyarakat bersama-sama melakukan pemulihan,” tuturnya.

Sementara, Sekda Kabupaten Landak menyambut baik kegiatan pemulihan lahan tambang emas. Hanya saja, dia berharap agar kegiatan ini tidak hanya sekadar acara seremonial saja. Namun ada tindak lanjut yang terus dilakukan bersama agar tujuan pulihnya kawasan tersebut tercapai.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Prijono, berharap keterlibatan BI dapat diikuti oleh pihak lainnya untuk turut menjaga dan berkontribusi mengembalikan lahan tersebut sesuai fungsinya.

“Manusia mengeksploitasi bumi tanpa terkendali akibatnya bumi menjadi tidak seimbang. Oleh karena itu satu di antara cara mengembalikan keseimbangan tersebut dengan melakukan kegiatan seperti ini,” katanya saat membuka kegiatan Gerakan Restorasi Lahan Tambang Kalimantan.

Prijono menambahkan Mandor perlu diberikan perhatian khusus untuk memulihkan kondisi lingkungan yang dahulu dieksploitasi besar-besaran untuk penambangan emas.

Menurutnya Mandor berpotensi menjadi kawasan wisata. Satu di antaranya memiliki Monumen Lanfang yang merupakan monumen mengenang warga Tiongkok yang melakukan migrasi besar-besaran karena ingin bekerja tambang di Mandor dan mendirikan Republik Lanfang.

Kegiatan Geregetan melibatkan kerjasama dengan beberapa dinas terkait. Termasuk berkerjasama dengan pemilik lahan tersebut. Semua berharap lahan di kawasan tersebut dapat pulih kembali dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat tanpa membuatnya rusak. (Imam Maksum)

 

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *