Daerah Perbatasan Rawan Penyeludupan

0

hamparan.info – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sambas, mendengar Jawaban Bupati Sambas terhadap pandangan umum fraksi DPRD Kabupaten Sambas pada tiga raperda.

Menggantikan Bupati Sambas, Wakil Bupati,Hairiah menjelaskan, ketiga Raperda yang diusulkan oleh pihak eksekutif tersebut, memegang peran penting dalam proses pembangunan Kabupaten Sambas.

“Pertama tentang RAPBD 2019, ini merupakan pokok utama program pembangunan 2019, selanjutnya akan dibahas secara intensif antara fraksi dan OPD,” ujar Hairiah.

Selain Raperda RAPBD tersebut, juga dibahas Raperda Penyertaan Modal kepada PDAM Thirta Muare Ulakkan Kabupaten Sambas. “Kemudian penyertaan modal kepada PDAM Thirta Muare Ulakkan, ini tujuannya meningkatkan kualitas pelayanan pdam supaya lebih bisa menjangkau masyarakat,” kata Hairiah, dalam keterangan resminya yang diterima, Senin, 12 November 2018.

Selain itu, Perda yang sedang digodok bersama DPRD tersebut kata Hairiah, juga menjadi syarat kucuran bantuan dari Pemerintah Pusat. “Lalu juga akan ada dana alokasi oleh Pemerintah pusat yang bisa digunakan untyk pengembangan PDAM, namun mensyaratkan adanya Perda tentang penyertaan modal terhadap PDAM,”.

Perda ketiga tentang Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif lainnya, dikatakan Hairiah adalah upaya untuk melindungi Kabupaten Sambas dari bahaya peredaran Narkoba.

“ini sangat penting mengingat daerah kita adalah daerah perbatasan yang sangat rawan penyeludupan, perda ini sangat penting sebagai instrumen untuk melindungi masyarakat kita dari bahaya narkoba,” kata Hairiah. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here