Dana Pembangunan Gereja Rp2 Miliar

0

hamparan.info – Bupati Ketapang, Martin Rantan, meletakan batu pertama pembangunan Gereja Santo Gabriel di Desa Gema, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapatang, Kalimantan Barat. Dalam kesempatan tersebut Bupati atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang akan memberikan bantuan dana pembangunan Gereja sebesar Rp2 miliar pada tahun 2019.

Selain melakukan peletakan batu pertama pembangunan Greja Santo Gabriel Desa Gema, Kecamatan Simpang Dua, Bupati juga melakukan launching desa fokus, yang merupakan kerja sama perkumpulan masyarakat perkumpulan mitra pembangunan yang diketuai Donatus Rantan, bersama Bapeda, juga melakukan monitoring supervisi penyeenggaraan dana desa adan alokasi dana desa yakni desa Gema dan desa Simpang Dua.

Sebelum melakukan peletaktan batu pertama pembangunan gereja terlebih dahulu dilakukan ritual adat oleh para tetua adat setempat, kemudian dilakukan pemberkatan oleh Pastur dan para imam bahan bangunan berupa batu yang yang diambil dari gunung sekitar, dan juga mata air yang diambil dari sungai sekitar dengan harapan gereja yang dibanguan akan cepat selesai.

“Panitia pembangunan gereja katolik agar berupaya melakukan terobosan dan mencari dana dari masysrakat terutama para donator. Sehingga pembangunan Gereja ini dapat diselesaikan dengan waktu yang tidak telalu lama sehingga berguna untuk kegiatan ibadah dan kegiatan sosial lainnya,” kata Martin Rantan.

“Sementara Pemerintah kabupaten ketapang pada tahun anggaran 2019 akan menganggarkan dana peruntukan pembangunan greja St Gabriel ini sebesar Rp, 2 milyar, kekurangan dana nanti di tambahkan dan mudah mudahan greja inisaya yang meletakan batu pertama dan saya juga bia meresmikannya,” kata Bupati Martin Rantan.

Demikian peruntukan gereja ini disamping untuk kepentingan umat juga untuk kepentingan negara, Bupati berharap pembangunan Gereja ini bisa memakmurkan umat dalam artian kerohanian dan pendidikan kepada umat sehingga umat.

Sehingga umat bisa melakukan perubahan terhadap dirinya terhadap keluarganya sehingga bisa berimplikasi psositif terhadap pembangunan bangsa dan negara khususnya Kabupaten. Bupati mengajak seleuruh umat yang hadir untuk bersikap bijak sana dalam memecahkan tantangan baru sesuai perkembangan masyarakat dan lebih bersikap pro aktif, tingkatkaniman dan taqwa dalam diri kita masing masing sebagai pencerminan diri sebagai umat beragama yang menjunjung tinggi nilai nilai spriritual etika dan moral.

“Tingkatkan teru toleransi antar umat bergama sehingga daerah kita tetap kondusif,” ujar Martin Rantan, dikutip dalam keterangan resminya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here