Gerakan Pramuka Membentuk Karakter Kaum Muda

0

hamparan.info – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menilai gerakan kepramukaan sebagai salah satu pilar pendidikan kaum muda di Indonesia. Sebab, pendidikan kepramukaan dituntut untuk dapat lebih berkontribusi secara nyata menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas melalui pembentukan karakter, etos kerja dan disiplin yang tinggi.

“Di era globalisasi dewasa ini penuh dengan persaingan yang sangat ketat dan selektif, manusia merupakan faktor penentu yang paling utama bagi suatu bangsa yang unggul dari bangsa lainnya,” kata Ria Norsan, saat menghadiri Hari Pramuka Ke 75 dan Pembukaan Raimuna yang berlangsung di Kota Singkawang, Rabu, 31 Oktober 2018.

Bangsa yang unggul tersebut bukan hanya mampu membangun “hardskil” generasi muda yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus diimbangi dan mampu membangun “softskill” generasi yang memiliki karakter serta watak yang kuat, tangguh berkepribadian, luhur budi pekertinya, sanggup menghadapi tantangan dan berbagai persoalan yang dihadapi untuk menata masa depan dengan lebih baik.

“Gerakan pramuka harus mencapai keberhasilan dalam upaya pembentukan karakter kaum muda sebagai calon pemimpin bangsa yang handal dan lebih baik pada masa depan,” kata Ria Norsan.

Gerakan pramuka menjadi semakin berkembang dan bergelora serta senantiasa mendapatkan hidayah dan berkah dari Alloh SWT.

Ria Norsan yang juga Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Kalbar mengatakan, Gerakan Pramuka yang lahir pada tanggal 14 Agustus 1961 sebagai penyatuan dari 60 Organisasi Kepanduan yang dilakukan oleh Presiden Soekarno pada waktu itu ditujukan untuk dapat menjadi perekat bangsa.

Tidak hanya sekadar membentuk kepribadian anak-anak dan remaja yang tangguh dan handal, namun sekaligus juga mendorong menciptakan masa depan bangsa yang lebih baik, sejahtera, aman dan tentram serta berbudaya.

Dalam mempersiapkan diri menghadapi periode Bonus Demografi yang akan terjadi pada tahun 2020-2030, dimana ada 70 persen penduduk usia kerja yang membutuhkan lapangan pekerjaan yang harus mendapat prioritas penyelesaiannya.

“Di sinilah pentingnya peranan gerakan pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal yang akan melengkapi pendidikan informal yang diperoleh anak-anak dalam keluarga dan pendidikan formal di sekolah. Kerjasama sinergis antara lembaga pendidikan formal, non formal dan informal sangatlah penting dan menjadi keharusan,” kata Ria Norsan.

Semua menjadi tugas dan tanggung jawab bersama sebagai orang tua dan pendidik di bawah pembinaan pemerintah untuk mencapainya. Ria Norsan menjelaskan, bahwa Gerakan Pramuka yang kini berusia 57 tahun tentunya tidak sama suasana dan kondisinya ketika dilahirkan, generasinya pun sudah berbeda dengan generasi sekarang yang serba digital, generasi cyber online 24 jam.

“Gerakan Pramuka harus dapat menangkap fenomena yang terjadi dalam era globalisasi, kebebasan berkomunikasi dan bertransformasi menciptakan Gerakan Pramuka dengan berbagai kegiatan baru yang menarik, asyik, dan gembira sehingga diminati kaum muda, namun tetap memegang teguh pada kode kehormatan pramuka,” kata Ria Norsan, dalam keterangan resminya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here