Rumah Makan di Pontianak Gunakan Elpiji bersubsidi?

0
masih banyak ditemukan pihak pengelola rumah makan yang menggunakan elpiji bersubsidi, meksipun menurut aturan mereka tidak berhak.
masih banyak ditemukan pihak pengelola rumah makan yang menggunakan elpiji bersubsidi, meksipun menurut aturan mereka tidak berhak.

hamparan.info – Berdasarkan temuan PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalimantan hingga saat ini, masih banyak ditemukan pihak pengelola rumah makan yang menggunakan elpiji bersubsidi, meksipun menurut aturan mereka tidak berhak.

“Dari beberapa kali kami melakukan inspeksi mendadak bersama Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak, rata-rata pihak rumah makan masih menggunakan elpiji subsidi, meskipun menurut aturan mereka sudah tidak berhak lagi,”ujar ales Axecutive Elpiji Pertamina Pontianak, Sandy Rahadian seusai melakukan sidak di sejumlah rumah makan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu, 3 Oktober 2018.

Dia berkata, para pemilik rumah makan, terkesan “kucing-kucingan” dalam menggunakan gas subsidi tersebut. “Mereka rata-rata juga memiliki tabung Bright Gas ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram, sehingga ketika tidak dilakukan sidak atau lainnya, mereka menggunakan elpiji subsidi, tetapi ketika gencar dilakukan sidak mereka menggunakan gas nonsubsidi,” ucapnya, dikutip dalam keterangan resminya yang diterima berbagai media.

Dia menjelaskan, dari hasil sidak hari ini, pihaknya menemukan rata-rata rumah makan masih menggunakan elpiji subsidi. “Karena sifatnya sidak, rata-rata mereka tidak sempat mengganti tabung elpiji tiga kilogram ke tabung elpiji nonsubsidi,” ujarnya.

Bahkan, menurut dia, adalah salah satu rumah makan padang yang terbilang besar, tadi dengan cepat mengganti tabung elpiji subsidi dengan elpiji nonsubsidi ketika pihaknya mau masuk ke rumah makan tersebut.

“Sehingga ketika kami masuk ke dapur rumah makan itu, rata-rata regulatornya dilepas dari tabung elpiji tiga kilogram, tetapi mereka lupa menyembunyikan tempat untuk merendam tabung tersebut, sehingga membuktikan mereka masih menggunakan elpiji subsidi,” ujarnya.

Kepala Bidang Perdagangan Diskumdag Kota Pontianak, Arwani, mengimbau pelarangan penggunaan elpiji bersubsidi untuk rumah makan ternyata masih ada yang tidak mematuhinya. Meski sejumlah tempat usaha yang didatangi sudah beralih ke elpiji 5,5 kilogram atau 12 kilogram.

“Ada banyak yang menindaklanjuti, tapi ada juga pelaku usaha yang tetap memakai elpiji tiga kilogram. Kita harus selalu membina pelaku usaha rumah makan dan restoran, karena itu tupoksi kami,” ujarnya.

Hingga kini pihaknya belum memberikan sanksi, karena pihaknya masih terus melakukan pembinaan dalam hal tersebut.
“Sampai saat ini masih membina dulu. Kita jelaskan berdasarkan hati nurani mereka, apakah pantas memakai elpiji subsidi yang seharusnya tidak mereka gunakan,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here