Monitoring Supervisi Penggunaan Dana Desa

hamparan.info – Bupati Ketapang, Martin Rantan, kembali melakukan kunjungan dalam rangka melakukan monitoring dan supervisi penggunaan dana desa dan alokasi dana desa di kecamatan laur dan Kecamatan Simpang Dua kabupaten Ketapang.

Kunjungan kerja Bupati Martin Ranta, beserta tim pemeriksa dari Inspektorat Kabupaten Ketapang, pada Senin (9/10) di desa Bengaras dan desa Sungai kuri, Kecamatan Laur disambut oleh Camat laur Bianto Umum, besera kepala Desa beserta perangkatnya, Bupati bersama inspektorat melihat langsung proses administrasi pengunaan Dana Desa dan ADD yang sudah dilaksanakan di desa Bengaras dan Desa Suangai Kuri tersebut.

Martin Rantan mengatakan Dana Desa dipergunakan untuk mengurusi pembangunan didesa dan rumah tangga desa, dan lain liannya, selain itu Dana desa dan ADD juga dapat dipergunakan untuk pendirian BUM Des yang diharapkan dapat menunjang perekonomian didesa dengan demikian
di harapkan Bupati desa bisa menjadi desa mandiri.

“Kehadiran saya bersama tim inpekstorat ke desa Sinar Kuri, bukan bearti pengelolaan dana desa yang dikunjungi ada masalah tetapi untuk melakukan pemantauan monitoring dan suvervisi pengeloaan dana desa dan alokasi dana desa di kabupaten Ketapang,” ujar Martin Rantan.

Jika dalam pemantauan terdapat penyimpangan atau kekeliruan masih diberikan kesempatan waktu selama 60 hari untuk perbaikan, baik kekeliruan maupun adanya kerugian negara.

“Jika ada kerugian negara dalam 60 hari tidak bisa mengembalikan maka proses hukum akan dilakukan oleh pihak yang berwajib,” kata Martin Rantan.

Dana Desa digunakan untuk membiayai pembangunan Desa yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, peningkatan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan dengan prioritas penggunaan dana desa diarahkan untuk pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan desa.

“Didalam pengelolaan dana desa dapat dilaksanakan sebaik baiknya karena kita sama sama bekerja untuk negara,” kata Martin Rantan, dikutip dalam keterangan resminya. (*).

Gerakan Pramuka Membentuk Karakter Kaum Muda

hamparan.info – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menilai gerakan kepramukaan sebagai salah satu pilar pendidikan kaum muda di Indonesia. Sebab, pendidikan kepramukaan dituntut untuk dapat lebih berkontribusi secara nyata menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas melalui pembentukan karakter, etos kerja dan disiplin yang tinggi.

“Di era globalisasi dewasa ini penuh dengan persaingan yang sangat ketat dan selektif, manusia merupakan faktor penentu yang paling utama bagi suatu bangsa yang unggul dari bangsa lainnya,” kata Ria Norsan, saat menghadiri Hari Pramuka Ke 75 dan Pembukaan Raimuna yang berlangsung di Kota Singkawang, Rabu, 31 Oktober 2018.

Bangsa yang unggul tersebut bukan hanya mampu membangun “hardskil” generasi muda yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus diimbangi dan mampu membangun “softskill” generasi yang memiliki karakter serta watak yang kuat, tangguh berkepribadian, luhur budi pekertinya, sanggup menghadapi tantangan dan berbagai persoalan yang dihadapi untuk menata masa depan dengan lebih baik.

“Gerakan pramuka harus mencapai keberhasilan dalam upaya pembentukan karakter kaum muda sebagai calon pemimpin bangsa yang handal dan lebih baik pada masa depan,” kata Ria Norsan.

Gerakan pramuka menjadi semakin berkembang dan bergelora serta senantiasa mendapatkan hidayah dan berkah dari Alloh SWT.

Ria Norsan yang juga Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Kalbar mengatakan, Gerakan Pramuka yang lahir pada tanggal 14 Agustus 1961 sebagai penyatuan dari 60 Organisasi Kepanduan yang dilakukan oleh Presiden Soekarno pada waktu itu ditujukan untuk dapat menjadi perekat bangsa.

Tidak hanya sekadar membentuk kepribadian anak-anak dan remaja yang tangguh dan handal, namun sekaligus juga mendorong menciptakan masa depan bangsa yang lebih baik, sejahtera, aman dan tentram serta berbudaya.

Dalam mempersiapkan diri menghadapi periode Bonus Demografi yang akan terjadi pada tahun 2020-2030, dimana ada 70 persen penduduk usia kerja yang membutuhkan lapangan pekerjaan yang harus mendapat prioritas penyelesaiannya.

“Di sinilah pentingnya peranan gerakan pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal yang akan melengkapi pendidikan informal yang diperoleh anak-anak dalam keluarga dan pendidikan formal di sekolah. Kerjasama sinergis antara lembaga pendidikan formal, non formal dan informal sangatlah penting dan menjadi keharusan,” kata Ria Norsan.

Semua menjadi tugas dan tanggung jawab bersama sebagai orang tua dan pendidik di bawah pembinaan pemerintah untuk mencapainya. Ria Norsan menjelaskan, bahwa Gerakan Pramuka yang kini berusia 57 tahun tentunya tidak sama suasana dan kondisinya ketika dilahirkan, generasinya pun sudah berbeda dengan generasi sekarang yang serba digital, generasi cyber online 24 jam.

“Gerakan Pramuka harus dapat menangkap fenomena yang terjadi dalam era globalisasi, kebebasan berkomunikasi dan bertransformasi menciptakan Gerakan Pramuka dengan berbagai kegiatan baru yang menarik, asyik, dan gembira sehingga diminati kaum muda, namun tetap memegang teguh pada kode kehormatan pramuka,” kata Ria Norsan, dalam keterangan resminya. (*)

Petugas Protokol Dituntut Mampu Secara Terampil

hamparan.info-Petugas keprotokolan mempunyai tugas memberikan pelayanan secara langsung berkaitan dengan kegiatan pimpinan agar pimpinan mendapatkan kemudahan dalam melaksanakan kegiatan atau acara. Untuk itu, Bagian Humas dan Protokol (Humpro) Sekretariat Daerah Kota Pontianak menggelar bimbingan teknis (bimtek) keprotokoan di Ruang Rapat Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (31/10/2018).

Bimtek ini digelar selama dua hari dari tanggal 30 -31 Oktober 2018 dan diikuti sebanyak 44 peserta yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Pontianak.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Hidayati mengatakan, pembekalan keprotokolan ini sangat diperlukan untuk kelancaran setiap acara atau kegiatan. “Maka dari itu petugas protokol selalu dituntut mampu secara terampil, tanggap dan profesional dalam penanganan penyelenggaraan acara,” kata Hidayati.

Hidayati menjelaskan, petugas protokol hendaknya mampu mengkoordinasikan mengkoordinasikan dan menyelaraskan semua aspek pendukung, serta berbagai hal yang berkaitan dengan suatu acara. “Sehingga dapat berjalan dengan baik, lancar, efektif dan efisien,” kata Hidayati.

Pembekalan protokol ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman bagaimana menjalankan tugas keprotokolan dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Dengan demikian peran ASN di lingkungan Pemkot Pontianak sangat penting dalam mensukseskan acara-acara pemerintahan maupun acara-acara lainnya yang dihadiri pimpinan,”ujar Hidayati.

Kepala Bagian Humpro Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Surah Wardi, selain pembekalan keprotokolan, juga diberikan pembekalan pembawa acara. “Jadi kita juga memberikan pengetahuan berkaitan teknis bagi pembawa acara,” kata Surah Wardi.

Surah Wardi berkata, fungsi keprotokolan dan pembawa acara sangat dibutuhkan pada berbagai kegiatan seperti acara resmi kenegaraan, pertemuan resmi, kunjungan kerja, audiensi dan penerimaan tamu atau acara perjamuan. “Sehingga dalam penyelenggaraannya perlu dikelola supaya acara berlangsung lancar dan sesuai etika kantor “ kata Surah Wardi, dikutip dalam keterangan resminya. (boo)

Generasi Muda Siapkan Para Pemimpin Bangsa

hamparan.info – Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 1203/Ketapang, menggelar Bakti Pramuka dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-11 Saka Wira Kartika Tahun 2018 sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-90.

Komandan Kodim 1203/Ketapang, Letnan Kolonel Kavaleri Jami’an mengatakan, Saka Wira Kartika adalah wadah kegiatan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk meningkatkan kesadaran bela negara melalui pengetahuan dan keterampilan di bidang matra darat.

“Saka Wira Kartika adalah salah satu upaya Kodim 1203/Ktp untuk memberikan pembinaan kepada generasi muda, merekalah kelak nantinya yang akan jadi pemimpin bangsa ini,” kata Letnan Kolonel Kavaleri Jami’an.

Berdasarkan amanat Menteri Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia pada peringatan Hari Sumpah Pemuda bahwa pembangunan generasi muda sangat penting dalam rangka untuk melahirkan generasi penerus yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yg berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, punya jiwa wirausaha, kepeloporan, dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam pelaksanaannya Bakti Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 1203/Ketapang, diisi dengan kegiatan Pembekalan Wawasan Kebangsaan oleh Perwira penghubung Kodim 1203/Ktp, Mayor Inf Budi Sumarjono. Pembekalan Wasbang bertujuan untuk meningkatkan jiwa nasionalisme serta para anggota pramuka dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu digelar kegiatan Bakti Sosial di yayasan panti asuhan Al Akbar, Desa Kali Nilam, Kecamatan Delta Pawan, Ketapang. Para anggota Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 1203/Ktp membersihkan lingkungan sekitar panti asuhan juga memberikan bantuan paket sembako kepada panti asuhan Al Akbar. Selama kegiatan anggota pramuka Saka Wira Kartika didampingi oleh para Babinsa Kodim 1203/Ketapang.

Ini Solusi Layanan UKM Logistik?

hamparan.info – Keberadaan UKM di bidang logistik atau lebih dikenal ekspedisi, turut memberikan kontribusi dalam dunia usaha. Namun sayangnya, pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan bisnis ini belum maksimal. Berawal dari itulah, Skymada, aplikasi logistic networking platform, yang mampu menghubungkan perusahaan logistik skala kecill dalam sebuah sistem, berhasil meraih juara pertama dan mendapat hadiah senilai Rp3,5 juta dalam ajang Kompetisi Startup yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak.

Ferry Setiawan, salah satu anggota tim yang membangun aplikasi tersebut menjelaskan, dirinya bersama rekan-rekannya dengan latar belakang pengalaman masing-masing, yakni bidang logistik, IT, finansial dan marketing, berkolaborasi membangun platform aplikasi logistik UKM. “Produk kami berupa sistem tracking untuk UKM-UKM logistik,” kata Ferry Setiawan usai menerima piagam dan hadiah bersama timnya pada upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 di halaman Kantor Wali Kota Pontianak.

Ferry Setiawan menjelaskan, logistik yang dimaksud adalah dalam skala kecil yakni UKM yang meggeluti bisnis logistik. Berbeda dengan perusahaan ekspedisi besar yang sudah ada, logistik UKM ini masih belum begitu memasyarakat dan mereka belum memiliki sistem tracking logistik layaknya perusahaan-perusahaan ekspedisi umumnya. Sementara jumlah UKM-UKM logistik ini lumayan banyak, hanya kelemahannya mereka belum menggunakan sistem tracking untuk melacak keberadaan paket kiriman. “Skala mereka juga masih dalam lingkup terbatas, misalnya dalam satu daerah seperti Pontianak,” ujar pria lulusan Fakultas Teknik Elektro Untan ini.

Sementara, untuk pengiriman paket keluar wilayah seperti Jakarta dan daerah-daerah lainnya, para UKM logistik ini bekerjasama dengan UKM logistik yang ada di daerah tujuan. Kalau pada perusahaan logistik besar, user atau pengirim barang bisa melakukan tracking atau melacak posisi dan status barang kirimannya secara online hanya dengan menginput nomor resi pengiriman.

Sedangkan UKM logistik, untuk menjalin koneksi antar UKM logistik, mereka masih menggunakan cara konvensional atau manual seperti media sosial, email dan sebagainya.

“Sehingga kami membuat platform yang menghubungkan jaringan ini sebagai solusi agar konsumen UKM logistik juga bisa menerapkan sistem tracking layaknya perusahaan logistik besar,” kata Ferry Setiawan, dikutip dalam keterangan resminya.

Sejatinya jaringan ini sudah ada hanya berjalan sendiri-sendiri dan masih bersifat konvensional. Untuk itu, ia bersama rekan-rekan setimnya membangun suatu platform yang terintegrasi dalam satu sistem sehingga mereka saling terhubung. “Kelebihannya, user bisa langsung melacak status barangnya sudah ada di kota tujuan atau masih di kota asal pengiriman atau sudah di tangan penerima,” ucap Ferry Setiawan.

Saat ini aplikasi yang dikembangkan pihaknya masih berbasis web. Di mana web tersebut dirancang dalam bentuk virtual office untuk digunakan para UKM logistik dan juga user sebagai konsumen bisa melakukan tracking kirimannya. “Ke depan ada rencana kami untuk mengembangkan aplikasi ini dengan berbasis Android. Kita lakukan secara bertahap,”kata Ferry Setiawan. (*)

Edi Kamtono: Dunia Sangat Cepat Berubah

hamparan.info – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengajak para pemuda Kota Pontianak untuk terus meningkatkan kompetensinya seiring dengan perkembangan IT.

“Dunia sangat cepat berubah karena itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kemajuan, baik untuk diri sendiri maupun nusa dan bangsa,” kata Edi Rusdi Kamtono seusai upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 tahun 2018 di halaman Kantor Wali Kota Pontianak.

Di era millenial ini, kata Edi, para pemuda hendaknya memanfaatkan informasi sebanyak-banyaknya. Dengan menguasai informasi sebanyak-banyaknya, maka kaum muda bisa berbuat lebih banyak untuk memberikan kontribusi bagi Kota Pontianak. “Saya yakin dunia diibaratkan sudah di dalam genggaman generasi muda yang menguasai informasi,”kata Edi Rusdi Kamtono, dalam keterangan resminya.

Edi Rusdi Kamtono yakin sebab di tangan para pemuda inilah nasib bangsa ini ditentukan. Sebab para pemuda dinilainya memiliki energi yang luar biasa, baik tenaga, pemikiran dan ide-ide. Ia mengajak jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengantarkan para pemuda Pontianak supaya bisa menjawab tantangan dunia ke depan. “Bagaimana menghadapi tantangan dunia dan globalisasi di mana arus informasi begitu cepat,”kata Edi Rusdi Kamtono.

Edi Rusdi Kamtono menyerahkan hadiah dan piagam kepada pemuda pelopor dan pemenang kompetisi Start up for Pontianak Smart City. Adapun nama pemenang Pemuda Pelopor bidang Pendidikan, peringkat pertama Anggia Anggraini, kedua Kurnia Sari dan ketiga Heni Salwati. Bidang Pangan, peringkat pertama Lukman Hakim Prasetyo dan kedua Rizky Putri Utami. Bidang Sosial, Budaya, Pariwisata dan Bela Negara, peringkat pertama Nursalim Yadi Anugerah dan kedua Fikry. Sementara Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan dan Bidang Teknologi Tepat Guna masing-masing hanya satu pemenang, yakni Ahmad Said Amarullah dan Ridho Briliantoro.

Sedangkan pemenang Kompetisi Start up yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak adalah juara pertama Tim Skymada, kedua iTCS Home dan ketiga JasaKite. (*)

Ini Pelaksaanaan Test CPNS di Ketapang

hamparan.info – Sebanyak 1.966 dari 2.484 pendaftar online seleksi penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) di wilayah Kabupaten Ketapang dinyatakan lulus administrasi. Mulai Senin (29/10/2018) para pelamar mulai mengikuti seleksi Kompetensi dasar (SKD) menggunakan sistem Computerized Assisted Test (CAT) di BKD Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Dikutip dalam keterangan resminya, pelaksanaan SKD ini diagendakan akan berlangsung sampai 8 November 2018. Peserta yang mengikuti setiap sesi sekitar 50 orang, dan setiap hari berlangsung sekitar empat sesi test. Sebelum mengikuti test, keaslian berkas peserta terlebih dahulu dilakukan verifikasi oleh panitia pelaksana penerimaan CPNS Kabupaten Ketapang.

Pelaksanaan verifikasi berkas dan ujian CPNS dimonitor oleh Wakil Bupati Ketapang Suprapto S, didampingi Asisten III Setda Ketapang, Heronimus Tanam, Kepala BPSDM Ketapang, Repalianto. Wakil Bupati Ketapang,Suprapto S, dari pelaksanaan test CPNS ini akan dihasilkan PNS yang berkualitas sebagaimana diharapkan. Sebab, dari pelaksanaan test dilakukan secara transparan, bahkan peserta bisa mengetahui nilainya secara langsung.

“Semua fasilitas sudah kita siapkan, dengan penerimaan yang seperti ini saya kita cukup sempurna dan menggunakan kemajuan teknologi sehingga tidak ada lagi kesan negatif dalam penerimaan CPNS menggunakan jalur orang titipan dan lain sebagainya,” kata dia.

Dia berharap tahapan test yang berlangsung beberapa hari kedepan akan berjalan dengan lancar. Harapan serupa juga disampaikan Asisten III Setda Ketapang, Drs Heronimus Tanam ME. Para CPNS yang nantinya akan diterima dari proses seleksi akan ditempatkan sesuai dengan tempatnya melamar. Ia berharap dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara, CPNS yang nantinya menempati formasi sebagaimana penempatan di lamarannya benar-benar bertugas sebagai pelayanan masyarakat, termasuk tidak mengajukan pindah tugas sebagaimana surat pernyataan yang dibuat ketika memasukkan berkas lamaran.

Dari pelaksanaan test yang berlangsung hari pertama, peserta yang menyelesaikan soal otomatis bisa melihat hasilnya di layar komputer. Bahkan, di ruang verifikasi berkas hasil test secara online juga bisa dilihat. Penghitungan lulus tidaknya peserta dalam tes SKD yang mengacu pada passing grade atau nilai ambang batas.Setiap peserta diketahui mengerjakan 100 soal yang terbagi dalam tiga bidang. Diantaranya, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 35 soal, Tes Intelegensia Umum (TIU) 30 soal, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 35 soal.

Passing grade CPNS 2018 ini diatur dalam Peraturan Menteri PANRB No. 37/2018 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2018. Untuk Passing Grade Formasi jalur umum, nilai TKP adalah 143, nilai TIU adalah 80, dan TWK adalah 75.

Sedangkan jalur Formasi Khusus akumulasi nilai paling sedikit 298 dengan nilai TIU minimal 85. Untuk Putra-putri Papua/Papua Barat, nilai akumulatif 260 dengan TIU minimal 60. Penyandang disabilitas, nilai kumulatif 260 dan TIU minimal 70 Eks tenaga honorer K-II, nilai akumulatif minimal 260 dan TIU minimal 60. Dokter spesialis dan instruktur penerbang, nilai kumulatif minimal 298, dengan nilai TIU 80. Juru ukur, rescuer, ABK, pengamat gunung api, penjaga mercusuar, pawang hewan, dan penjaga tahanan, akumulasi nilainya paling sedikit 260 dengan nilai TIU minimal 70.

Sedangkan Olahragawan berprestasi internasional nilai terendah merupakan nilai ambang batas hasil SKD. Di hari pertama pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), tak satupun peserta tes yang memperoleh nilai minimal (passing grade) yang telah ditetapkan. Dengan demikian, belum ada satupun pelamar yang dipastikan lulus dalam penerimaan PNS di lingkungan Pemda Ketapang.

Kepala Bidang Pengadaan dan Mutasi Aparatur Sipil Negara Badan Kepagawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ketapang, Endo, menjelaskan dalam sehari ada lima sesi tes CAT, yang mana di hari pertama belum ada satu peserta yang lulus atau mencapai nilai passing grade dari tiga TKD.

“Otomatis, jika mengacu pada peraturan dari Menpan, maka belum ada satupun yang lulus dihari pertama,” ucapnya.

Ia menerangkan, dalam pelaksanaan tes peserta yang menyelesaikan soal tentu bisa melihat langsung hasil dilayar komputer yang mana lulus atau tidak mengecau pada passing grade atau nilai ambang batas.

Yang mana soal yang dikerjakan sebanyak 100 soal yang terbagi menjadi tiga bagian. Di antaranya 35 soal tentang Wawasan Kebangsaan (TWK), 30 soal terkait Intelegensia Umum (TIU), dan 35 soal tentang Karakteristik Pribadi (TKP).

“Ada yang nilai TWK dan TIU-nya tinggi, tapi nilai TKP tidak mencapai 143. Ada juga nilai TKP tinggi, tapi TIU dan TWK rendah. Jadi, tidak ada satu pun peserta memperoleh nilai sesuai passing grade. Semoga saja hari ini ada yang lulus,” kata dia.

Ia mengaku khawatir jumlah formasi yang telah disediakan tidak terisi semua dan berharap 208 formasi yang ada bisa terisi. Untuk itu ia mengimbau kepada seluruh peserta tes untuk belajar dan fokus dalam mengerjakan soal.

“Peserta yang belum mengikuti tes silahkan belajar dan bertanya kepada yang sudah mengikuti agar mendapatkan gambaran,” kata dia. (*)

Aktivis Mahasiswa Bahas Nasib Pemuda

hamparan.info – Sejumlah orang duduk melingkar di sebuah tempat. Mata mereka menatap tajam. Pertanyan demi pertanyaan terlontar. Itulah diskusi. Digelar oleh berbagai organisasi mahasiswa ini menggelar dialog kepemudaan di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Kalimantan Barat. Tema diskusinya adalah menyoal Mahasiswa Menjadi Agen Perubahan untuk Indonesia.

“Di sini, kita bisa mengasah intelektual, diskusi, menulis dan membaca,” tutur Wakil Ketua DEMA Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Pontianak, Naffi’i, Selasa, 30 Oktober 2018.

Di tempat yang sama, perwakilan dari organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Nursalin, mengajak pemuda harus memiliki prinsip hidup. “Pemuda memiliki karakteristik, naluri kepahlawanan, keberanian, kesabaran dan optimisme,” kata Nursalin.

Sedangkan, perwakilan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Zainur Rifky berbagi kisah tentang perjuangan Budi Utomo, dalam membela Islam.

“Pemuda hari ini harus mewakili pejuang para pemuda zaman dulu, seperti Budi Utomo,” kata Zainur Rifky. “Para pejuang melawan penjajahan, sebelum terbentuk Indonesia yang sekarang. Jadi para pemuda harus menjaga kesatuan NKRI,”.

Pandangan yang menarik juga disampaikan oleh Ulil Azmi, perwakilan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Ia mengatakan, peran pemuda saat ini sudah sangat luas, di antara menjadi suara dari masyarakat.

“Pemuda masa depan harus menyiapkan bonus demografi. Selain itu, pemuda juga harus mementingkan kepentingan umum,” ujar Ulil Azmi.

Terakhir, materi dialog dikemukan oleh Desi Fitriani dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia menyoroti mundurnya peran dan fungsi di era ini. “Pemuda zaman sekarang, hanya sebagai sosok pemuda. Tapi bukan, sebagai agen perubahan,” kata Desi Fitriani.

Desi Fitriani berujar, pemuda adalah orang yang mempunyai ide-ide bagus untuk perkembangan Indonesia. (slm/boo)

Mahasiswa Dituntut Hadapi Tantangan

Kabag Humpro Sintang menghadiri peringatan Hari Sumpah Pemuda di Universitas Kapuas Sintang, Selasa, 30 Oktober 2018.

hamparan.info – Bupati Sintang, Jarot Winarno diwakili Kabag Humas dan Protokol Sekda Kabupaten Sintang, Kurniawan menghadiri peringatan Hari Sumpah Pemuda ke – 90 yang diselengarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Kapuas Sintang, di Aula Univesitas Kapuas Sintang, Kalimantan Barat.

Kurniawan menyebut, generasi millenial adalah revolusi indusrti millenial ke 4.0. “Saat ini, mahasiswa tengah dituntut menghadapi tantangan besar. Di mana perubahan pola membawa dampak terciptanya jabatan dan keterampilan kerja serta hilangnya jabatan baru,” ujar Kurniawan, Selasa, 30 Oktober 2018.

Kurniawan berkata, tantangan ini menuntut kematangan demokrasi yang harus dihadapi mahasiswa, sebagai kelompok terdidik dan bagaimana peran serta mahasiswa ikut mematangkan demokrasi politik.

”Faktor yang sangat penting adalah keterampilan dan kompentensi. Ini yang harus ditetapkan secara konsisten dan ditingkatkan,” ujar Kurniawan.

Di era industri 4.0 ini, diperlukan kelincahan dan kejelian dalam melihat peluang, dengan memanfaatkan teknologi yang terus berkembang.

“Selain itu, diperlukan juga pemikiran yang kreatif dan inovatif untuk dapat menggengam masa depan,” ucap Kurniawan.

Dunia industri juga harus dapat mengembangkan strategi transformasi dengan perkembangan sektor ketenagakerjaan.

“Maka dapat menghasilkan tenaga kerja yang berkompeten, mengingat menjadi generasi di era industri 4.0 ini, harus memiliki daya saing yang tinggi,” tutur Kurniawan.

Mahasiswa harus diciptakan ke dalam kelompok inovasi, dengan pemikiran institusi yang kreatif dan bekerja keras, sehingga mampu dan unggul dalam era industri millenial industri ke 4.0.

Di samping itu, peran mahasiswa dalam era industri ini sangat penting, khususnya dalam mengambil langkah – langkah yang inovatif sebagai kaum pengerak negeri, dan mampu mengembangkan pola pikir yang kritis, serta mulai berpikir secara global. Sehingga, diharapkan mampu mengembangkan teknologi dan mengerti bagaimana sistem dari itu sendiri.

“Yang lebih penting mahasiswa harus mampu memberikan langkah – langkah nyata untuk mewujudkan setiap ide dan aspirasinya, sehingga setiap perencanaan, gagasan dan pemikiran dapat diterapkan di tengah masyarakat dalam dunia global saat ini,” ucap Kurniawan. (boo)