Video: Serunya Tour de Kepri 2018 di Kepulauan Riau

Tour de Kepri 2018 di Kepulauan Riau

hamparan.info – Sedikitnya 260 pembalap sepeda dari 24 negara mengikuti etape terakhir dalam Tour de Kepri 2018 pada 28-30 September 2018, di Dataran Engkau Putri, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Buralimar, menuturkan Tour de Kepri 2018 merupakan even pariwisata yang dikemas dengan olah raga sepeda.

“Dalam even ini ada tiga sesi. Di mana para peserta melakukan perjalanan di Bintan, Tanjung Pinang dan Bintan,” tutur Buralimar.

Dari tiga wilayah rute yang ditempuh oleh peserta melewat titik wisata di Kepulauan Riau. Peserta tahun ini semakin meningkat. Even Tour de Kepri 2018 yang terselenggara Dinas Pariwisata Kepulauan Riau bersama Kementerian Pariwisata yang bekerjasama dengan Event Organizer Cycosport dan Singapore Cycling Federation(SCF), Singapura.


Simak video Serunya Tour de Kepri 2018 di Kepulauan Riau berikut ini:

Wakasad : Generasi Muda Harus Jadi Agen Perubahan

hamparan.info-Guna menghadapi kompetisi global yang penuh dengan tantangan Generasi muda diharapkan mampu menjadi Agent of Change sekaligus berwawasan kebangsaan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman pada seminar nasional yang bertemakan “Mempersiapkan Generasi Muda Dalam Membangun Peradaban Modern Guna Mendukung Pertahanan Negara”, di Lembah Tidar Akademi Militer, Magelang.

Menurut Alumni Akmil yang dilantik tepat 32 tahun lalu (20 September 1986), generasi muda saat sekarang sangat berbeda dengan era sebelumnya. Kemajuan teknologi informasi yang bergerak secara eksponensial telah merubah dunia menjadi semakin kecil dan tanpa batas, serta menggiring generasi muda kedalam paradoks kehidupan yang bisa menguntungkan juga menghancurkan masa depan dirinya maupun bangsanya.

“Di abad informasi dan globalisasi seperti saat ini, Ilmu pengetahuan dan akses terhadap informasi terbuka dari bermacam-macam sumber menjadikan cara pandang generasi muda jauh lebih luas serta menimbulkan paradoks seperti yang telah dirasakan sejak akhir abad ke-20,” ujar Wakasad.

Menyadari fenomena era modern tersebut, mengutip pernyataan Ir. Sukarno dan Suharto serta Presiden Ir. Joko Widodo yang menekankan tentang peran generasi muda yang penuh tantangan di era persaingan global yang destruktif dan perkembangan teknologi yang bergerak sangat dinamis.

“Kita, rakyat dan negara Indonesia, mau tidak mau, suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, pasti akan memasuki era yang penuh tantangan ini. Sebagai bangsa petarung, kita harus yakin menghadapinya”, tutur Wakasad.

Di hadapan 714 peserta baik Mahasiswa/i se-Jateng-DIY dan Taruna/i Akmil, AAL, AAU dan Akpol, Wakasad mengingatkan agar generasi muda selalu terhadap perkembangan lingkungan strategis, terutama sepak terjang negara yang memiliki kekuatan besar dibidang politik, ekonomi dan Hankam seperti Amerika Serikat dan Rusia serta China.

“Rivalitas antar negara adi daya tersebut semakin meruncing, dan inisiatif Amerika Serikat mengganti istilah Asia-Pasifik menjadi Indo-Pasifik menandakan adanya perubahan strategi dan proyeksi konflik masa depan yang mengarah ke sentral pertumbuhan paling menjanjikan yaitu di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Asia Timur,” ucap Wakasad.

Menurut mantan Pangdam IV/Diponegoro, di kawasan regional Asia masih banyak permasalahan yang tidak bisa dikesampingkan dapat mengancam kepentingan Indonesia, seperti krisis Laut Cina Selatan, terorisme, radikalisme, ISIS dan berbagai kejahatan transnasional termasuk fakta pertahanan yang dibangun negara tetangga.

Sedangkan di dalam negeri, ditengah badai internet dan media sosial, bangsa kita juga sedang mengalami euphoria demokratisasi yang tidak sehat dan juga penguatan faham radikalisme dan intoleransi yang dapat menghancurkan bangsa.

“Tantangan dan persoalan di era Revolusi Industri 4.0 ini mencerminkan tuntutan pekerjaan yang akan dihadapi generasi muda kini. Kekhawatiran utama dimasa depan kita adalah kemampuan untuk mempertahankan dan mengelola seluruh sumber daya bangsa. Saat ini kita harus cermati berbagai ancaman berbasis teknologi yang seperti thread, cyber thread, inequality thread dan lain sebaginya yang dapat memicu konflik perpecahan bangsa, ” kata Wakasad. “Kalian harus sadari dan pahami semua permasalahan bangsa serta terus membina diri untuk menjadi generasi yang berdaya saing global, karena nantinya dapat dijadikan dasar menentukan langkah-langkah strategis dalam mengelola semua potensi kekayaan negara kita yang demikian besar,”.

Menurut Wakasad untuk menghadapi tersebut, generasi muda harus disiapkan sebagai aktor utama yang handal dalam pembangunan nasional yaitu sebagai agen perubahan sekaligus entrepreneur yang berwawasan kebangsaan yang tidak bisa hanya diperoleh dari pendidikan formal.

“Hal paling mendasar adalah pembangunan karakter untuk membentuk pribadi yang memiliki intelektualitas, nilai seni dan kreativitas, integritas serta keluhuran budi pekerti yang kuat untuk menghadapi setiap tantangan” ucap Wakasad.

Dalam kesempatan tersebut Wakasad berharap agar generasi muda harus selalu memelihara rasa bangga dan keinginan untuk membawa perubahan serta menumbuhkembangkannya dalam bentuk idealisme yang teguh.

“Generasi muda harus mau berfikir luas namun bertindak secara sederhana atau think globally, act locally,” ucap Wakasad.

Selain itu juga Letjen TNI Tatang Sulaiman menitipkan pesan dari Kasad Jenderal TNI Mulyono kepada generasi muda untuk senantiasa bersemangat dan tanpa lelah menempuh jalan yang sulit namun mulia, dari pada memilih jalan yang mudah namun hina, serta jangan menjadikan keragaman yang ada sebagai perbedaan.

“Jadikanlah keragaman itu pelengkap dan penyempurna yang memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” ucap Wakasad.

Sebelumnya ditempat yang sama, Dirjen Pembelajaran dan kemahasiswaan Kemenristek Dikti Intan Ahmadi, Phd., selaku keynote speaker menekankan perlunya literasi baru dalam menghadapi persaingan global, yaitu tidak hanya cukup membaca, menulis dan matematika saja melainkan juga literasi data, literasi teknologi, literasi manusia serta pembelajaran sepanjang hayat.

Setelah Wakasad, diskusi dilanjutkan dengan nara sumber Dr. P.M. Laksono, M.A. (Guru Besar PPS/ FIB UGM), dan Dr. Sri Rumgiyarsih, M.Sc.(Kaprodi S2/S3 Kependudukan UGM) dan moderator Dr. Iva Ariani, SS.,M.Hum.

Dalam seminar tersebut hadir Gubernur Akmil Mayjen TNI Eka Wiharsa, Wagub Akmil Brigjen TNI Wirana P.B. Kadispenad Brigjen TNI Candra Wijaya dan beberapa pejabat teras TNI AD lainnya.

100 Bintara Khusus Babinsa di Singkawang

hamparan.info – Kodam XII/Tanjungpura melantik sebanyak 100 Bintara Khusus Babinsa TNI AD Tahun Anggaran 2018, secara resmi ditutup oleh Wakil Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Wadan Rindam) XII/Tpr, Kolonel Inf Subagiyo, di lapangan Alianyang, Rindam XII/Tpr, Jalan Pasir Panjang Singkawang.

Dalam amanatnya Pangdam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, yang dibacakan oleh Wadan Rindam mengucapkan selamat kepada para Bintara atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan. Peralihan status ini patut di syukuri, karena tidak semua Tamtama berhasil meraih kesempatan dan prestasi seperti ini. Untuk itu, kebanggaan dan rasa syukur tersebut hendaknya diikuti dengan motivasi kerja, kesungguhan dan dedikasi serta tanggung jawab yang tinggi.

Dijelaskan, bahwa Babinsa berada pada posisi barisan terdepan dalam menjaga keamanan dan kedaulatan serta ketertiban di daerahnya. “Sebagai seorang Babinsa, harus memiliki integritas pribadi yang kuat dan mampu menampilkan kualitas kerja yang cukup baik, karena merupakan ujung tombak pelaksanaan pembinaan teritorial TNI Angkatan Darat di wilayah”, tegasnya.

“Babinsa harus mampu mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan sikap teritorial dengan seluruh tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama serta instansi terkait yang ada di wilayah serta selalu berupaya berkreasi dan berinovasi, serta jadilah motivator yang baik di tengah masyarakat binaan,” kata dia.

Dia berharap, jangan menyianyiakan perhatian cukup besar terhadap kinerja Babinsa, dengan memberikan kenaikan tunjangan Babinsa yang cukup signifikan, hal ini merupakan bentuk penghargaan yang patut mendapat apresiasi karena pemerintah menilai Babinsa merupakan ujung tombak TNI dalam berbagai hal. Untuk itu dengan kenaikan tunjangan tersebut dapat diimbangi dengan bekerja lebih giat, terutama bagi yang berada di daerah perbatasan, di pelosok desa dan pinggiran yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Untuk seluruh Babinsa harus dapat melakukan dan mendukung semua kegiatan yang berhubungan dengan program pemerintah, terutama mengenai pendampingan terhadap petani di lapangan pada program swasembada pangan, serta program-program lain yang dapat meningkatkan hasil pertanian, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Polda Kalbar Siap Sukseskan Pemilu 2019

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono

hamparan.info – Untuk menyamakan visi dan misi dalam menyikapi pemilihan umum tahun 2019, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH hadir bersama, mengikuti sosialisasi kampanye dan rapat koordinasi persiapan deklarasi kampanye damai pemilihan umum 2019, pada Kamis (20/9/2018).

Rakor diselenggarakan di Aula Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalbar, dihadiri oleh Ketua KPU Provinsi Kalbar beserta anggota dan Bawaslu Provinsi Kalbar.

“Kami, dari Kepolisian akan mengawal, mengiringi, menjaga sekaligus mengamankan dan mensukseskan apa-apa yang sudah digariskan dalam peraturan KPU. Ini tentunya menjadi suatu tanggung jawab kita semua, terutama yang hadir disini,” kata Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono.

Dia menjelaskan, bahwa Kalimantan Barat khususnya para instansi terkait di daerah Kalimantan Barat sudah mempunyai pengalaman tentang Pemilu ini. Karena saat Pilkada lalu, Kalimantan Barat mendapat apresaiasi yang luar bisa dalam mengamankan Pilkada dari awal hingga selesai berjalan dengan aman, lancar dan damai.

“Kita sudah punya pengalaman, tidak ada bedanya dengan kita melaksanakan Pilkada, hampir sama, Pilkada yang dipilih adalah Kepala Daerah, kalau sekarang ini ada lima kotak dan surat suara, Presiden Wakil Presiden, DPR-RI, DPRD Provinsi, DPD, DPRD Kota/Kabupaten,” ucapnya.

Dalam Pilkada serentak 2018 yang lalu, wilayah Kalimantan Barat merupakan daerah dianggap rawan setelah Papua, hal ini didasari hasil penelitian bahwa ada 10 variabel tingkat kerawanan pilkada, dan seluruh variabel tersebut ada di Kalimantan Barat. Tapi berkat kerja sama dan kolaborasi dari seluruh warga Kalimantan Barat, semua bisa berjalan dengan aman, lancar dan damai.

“Berkat kerja sama kita semua dan kolaborasi seluruh warga masyarakat di Kalimantan Barat ini bisa kita atasi bersama sehingga semuanya berjalan sesuai dengan yang direncanakan di KPU. Nah inilah yang harus kita jaga sampai nanti di bulan April 2019,” kata dia.

Dia mengatakan “Semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar. Kami dari jajaran Kepolisian tentunya berharap dan ingin semuanya berjalan normal. Koridor kita tentunya KPU, KPU adalah sebagai penyelenggara dan bawaslu sebagai pengawas,”.

Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Tahun 2018

hamparan.info – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Tahun 2018 yang digelar oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Apel gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Tahun 2018 dilaksanakan di Stadion Sultan Syarif Abdurrahman, Jalan. MT. Haryono, Pontianak Selatan, Kota Pontianak.

Apel yang digelar dalam rangka persiapan pengamanan Pemilu Tahun 2019 dengan sandi Mantap Brata Tahun 2018. Apel gelar pasukan dipimpin oleh Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono diikuti oleh personel gabungan TNI, Polri serta Satuan Polisi Pamong Praja di wilayah Kota Pontianak.

Apel gelar pasukan Operasi Mantap Brata Tahun 2018 ditandai dengan penyematan pita kepada perwakilan peserta apel oleh Kapolda Kalbar. Operasi Mantap Brata Tahun 2018 berlangsung selama 397 hari, dimulai hari Kamis, 20 September 2018 sampai dengan 397 hari ke depan.

Turut hadir dalam apel Danlantamal XII Pontianak, Danlanud Supadio, Wakapolda Kalbar, Forkopimda serta para pejabat teras Kodam XII/Tpr dan Polda Kalimantan Barat.

Silaturahmi dan Sosialisasi Karhutla

hamparan.info – Koramil 1207-05/Sungai Raya menggelar kegiatan silaturahmi dan sosialisasi Karhutla yang digagas oleh Danramil 1207-05/Sungai Raya Kapten Kav Edy Darmady yang dihadiri oleh unsur dari Polri dan Kecamatan, Kepala Desa, Ketua RW, Ketua RT serta Masyarakat Peduli Api (MPA) bertempat di Aula Koramil 1207-05/Sungai Raya, Jalan Raya Adi Sucipto, Sungai Raya, Kubu Raya.

Danramil 1207-05/Sungai Raya, Kav Edy Darmady mengatakan, selain untuk menjaga tali silahturahmi dengan masyarakat juga bertujuan untuk melakukan sosialisasi tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Upaya pencegahan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), sangat penting karena sudah menjadi perhatian Nasional, ujarnya.

Koramil 1207-05/Sungai Raya memiliki wilayah teritorial paling dekat dengan Bandara Supadio, oleh karenanya Koramil 1207-05/Sungai Raya memiliki kewajiban untuk melakukan pembinaan terhadap masyarakat Kecamatan Sungai Raya khususnya dalam pencegahan Karhutla

“Bukan saja penerbangan yang terganggu namun perekonomian juga bisa lumpuh. Selain itu Karhutla sangat merusak kesehatan manusia, ini lebih jahat dari pada Narkoba”, kata dia. “Efek asap ini bisa di hisap oleh semua orang, mulai anak bayi hingga orang dewasa yang menyebabkan timbulnya penyakit ISPA, tetapi kalau Narkoba penggunanya hanya orang-orang yang mempunyai uang,”.

Dia mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membakar lahan, jika masih ada yang membakar, maka yang mempunyai lahan tersebut akan dipanggil untuk memadamkan sendiri, apabila pemilik lahan tidak mau, maka akan proses secara hukum.

Selain Sosialisasi Karhutla dalam forum silaturahmi tersebut Danramil 1207-05/Sungai Raya juga mengajak kepada seluruh warga Kecamatan Sunga Raya, dalam rangka menghadapi Pemilu 2019 agar tidak mudah terprovokasi oleh berita berita yang tidak jelas sumbernya.

“Percayakan pada aparat pemerintah, pilihan boleh beda tetapi kita semua adalah Indonesia, jangan jadikan perbedaan sebagai permusuhan tetapi perbedaan adalah rahmat Tuhan Yang Maha Esa,” kata dia.

Abdikan Diri Menjadi Prajurit TNI AD

hamparan.info – Kepala Staf Kodam XII/Tanjungpura, Brigadir Jenderal TNI Alfret Denny D. Tuejeh, duduk bersama ratusan warga perbatasan RI-Malaysia, dalam acara panggung hiburan yang digelar oleh Kodam XII/Tpr, di Dusun Belubu, Desa Nanga Bayan, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangkaian kegiatan HUT TNI ke-73, tahun 2018, sebelumnya yaitu di siang hari di tempat yang sama TNI menggelar bakti sosial, berupa pengobatan umum, pelayanan KB Kes gratis, pemberian Sembako, peletakan batu pertama dalam penambahan ruang kelas di SDN 13 Nanga Bayan, dan pemberian bantuan terhadap anak-anak sekolah dan sarana olah raga.

Disela-sela kegiatan panggung hiburan, Kepala Staf Kodam XII/Tpr, Brigadir Jenderal TNI Alfret Denny D. Tuejeh, sempat memberikan berupa jaket bercorak loreng TNI kepada Kepala Desa Sungai Kelik, Yusuf dan Kepala Dusun Belubu, Lifus, dan satu warga binaan yang selalu siap setiap saat membantu tugas TNI AD di perbatasan.

Kodam XII/Tpr memberikan pencerahan dan ajakan tersebut dikemas melalui tayangan layar lebar, berisikan ajakan bagi warga perbatasan untuk bergabung atau mengabdikan diri menjadi prajurit TNI AD.

9 Pucuk Senpi di Perbatasan Diserahkan

hamparan.info – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi menerima penyerahan sebanyak 9 pucuk Senjata Api (Senpi), dari warga Kecamatan Ketungau Hulu dan Kecamatan Ketungau Tengah, pada Selasa (18/9/2018). Hal tersebut dibenarkan adanya oleh Kapendam XII/Tpr, Letkol Inf Aulia Fahmi Dalimunthe.

“Jadi, 9 pucuk senpi seluruhnya rakitan, bukan standar TNI maupun Polri, dan senpi yang diterima oleh Bapak Pangdam XII/Tpr, terdiri dari 7 laras panjang dan 2 laras pendek (Pistol),” ujar Kapendam XII/Tpr, Letkol Inf Aulia Fahmi Dalimunthe.

Dia menjelaskan, bahwa penyerahan senpi itu dari warga Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah, diserahkan setelah Bapak Pangdam XII/Tpr memberikan sambutan kegiatan bakti sosial di Dusun Belubu yang digelar oleh Kodam XII/Tp.

Bersama rombongan tidak hanya melakukan bakti sosial, namun melaksanakan mengecek langsung Karya Bakti, di Desa Nanga Bayan, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang dan sekaligus peletakan batu pertama di SDN 13 Nanga Bayan.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian HUT TNI ke-73 tahun 2018, yang puncak acara pada tanggal 5 Oktober 2018, mendatang,” kata dia.

Pangdam XII/Tpr Dapatkan Kehormatan Jadi Pembawa Obor Asian Para Games 2018

hamparan.info – Kota Pontianak menjadi kota kelima Kirab obor Asian Para Games 2018. Sebelum di Kota Pontianak Kirab Obor Asian Para Games 2018 sudah dilaksanakan di kota Solo, Ternate, Makassar dan Denpasar.

Obor Asian Para Games 2018 yang sebelumnya disemayamkan di Pendopo Gubernur Kalbar diserahkan oleh Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari kepada Gubernur Kalbar, Sutarmidji untuk diarak secara estafet mengelilingi Kota Pontianak.

Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi mendapatkan kehormatan menjadi pembawa obor pada kirab obor Asian Para Games 2018 bertempat di Jalan Diponegoro, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Pangdam XII/Tanjungpura yang didampingi oleh Danlanud Supadio Marsekal Pertama TNI Minggit Tribowo dan Danlantamal XII Pontianak Laksamana Pertama TNI Greg. Agung W.D., M. Tr (Han), Gubernur Kalimantan Barat, Ketua DPD RI, Ketua INAPGOC, melakukan serah terima obor dengan Wahdina. Wahdina adalah salah satu dari tiga pembawa obor Asian Para Games 2018 yang merupakan atlet peraih medali emas Asian Para Games pada tahun 2005.

Tampak antusiasme warga Pontianak di sepanjang Jalan Diponegoro menyambut Kirab Obor Asian Para Games 2018. Selanjutnya Pangdam XII/Tpr melakukan serah terima obor dengan Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono untuk di lanjutkan kirab obor yang akan berakhir di Taman Alun Kapuas.

Bakti Sosial TNI di Perbatasan Berbuah Senpi

hamparan.info – Ribuan warga masyarakat menyerbu Dusun Belubu. Hal ini mereka lakukan untuk mengikuti bakti sosial dalam rangka memperingati HUT TNI ke-73 tahun 2018, Kodam XII/Tanjungpura menggelar Bakti Sosial di perbatasan Republik Indonesia-Malaysia, tepatnya di Dusun Belubu, Desa Nanga Bayan, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Bakti Sosial yang dilakukan TNI berupa pengobatan umum, pelayanan KB gratis, penyerahan Sembako. Sedangkan penyerahan Paket Sekolah dari Panglima Kodam XII/Tpr kepada anak Sekolah Dasar Negeri 13 Nanga Bayan, yang diserahkan secara simbolis oleh Danrem 121/Abw. Hadir pada acara bakti sosial Panglima Kodam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, Kasdam XII/Tpr, Danlantamal XII Pontianak, Danlanud Supadio, Danrem 121/Abw, Bupati Sintang, dan para pejabat teras Kodam XII/Tpr, kelima Jenderal dari tiga angkatan tersebut juga didampingi istri.

Dalam sambutan Panglima Kodam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, diantaranya mengatakan, “jangan ragukan lagi kecintaan warga Dusun Belubu dan warga lainnya yang ada di perbatasan, NKRI harga mati. Hal ini ditunjukan saat menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya,” katanya.

Di luar dugaan dari ribuan para pengunjung dari warga Belubu dan sekitarnya serta pelajar setingkat SD dan SMP di Dusun Belubu tersebut, terdapat warga dari Kecamatan Ketungau Hulu dan Kecamatan Ketungau Tengah melakukan penyerahan Senjata Api (Senpi) sebanyak 9 pucuk, terdiri tujuh laras panjang dan dua pucuk laras pendek dengan sukarela menyerahkan kepada Panglima Kodam XII/Tpr, dan turut menyaksikan Komandan Lantamal XII Pontianak, serta Komandan Lanud Supadio.

Usai acara penyerahan Senpi Panglima Kodam XII/Tpr, menuju ke SDN 13 Nanga Bayan dalam rangka melaksanakan peletakan batu pertama untuk penambahan ruang kelas. Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Panglima Kodam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi.