Konsekuensi Setiap Serah Terima Jabatan

hamparan.info – Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD XII/Tanjungpura, Ny. Tien Achmad Supriyadi pimpin acara serah terima jabatan Ketua Persit KCK Cabang III Spersdam, Ketua Persit KCK Cabang V Sterdam dan Ketua Persit KCK Cabang VIII Itdam PD XII/Tanjungpura, di Aula Kantor Dharma Pertiwi, Jalan Mayor Alianyang, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Acara serah terima jabatan ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian serah terima jabatan Irdam XII/Tpr dari Kolonel Inf Sudarmadi, kepada Kolonel Kav M. Zulkifli, Aspers Kasdam XII/Tpr dari Kolonel Inf Hariyadi, kepada Kolonel Inf Apriadi Dirbas, dan Aster Kasdam XII/Tpr dari Kolonel Arh Jama’ah kepada Kolonel Inf Muhammad Asep Apandi.

Ketua Persit KCK PD XII/Tpr mengatakan, organisasi Persit Kartika Chandra Kirana adalah organisasi yang dinamis, mengikuti dinamikanya organisasi di lingkungan TNI Angkatan Darat. Hal ini ditandai dengan pergantian pejabat dalam organisasi yang berjalan seirama dengan pergantian pejabat di Kodam XII/Tpr.

“Konsekuensi dari setiap serah terima jabatan adalah terjadinya perubahan-perubahan, baik dalam hal gaya kepemimpinan maupun masalah kebijakan-kebijakan, hal tersebut merupakan sesuatu perubahan yang wajar, sejauh bertujuan untuk kemajuan organisasi,” kata Ny. Tien Achmad Supriyadi.

Lebih lanjut Ketua Persit KCK PD XII/Tpr meyakini, dengan bekal pengalaman serta dukungan dari segenap pengurus dan anggota, Ibu-ibu dapat menjalankan amanah ini dengan baik, sehingga dapat memberikan nuansa dan gagasan-gagasan baru serta ide-ide kreatif, dalam upaya memajukan kualitas organisasi Persit Kartika Chandra Kirana.

“Selamat bergabung dengan organisasi Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XII/Tpr, diiringi harapan semoga dapat melanjutkan dan meningkatkan hal-hal positif yang telah dirintis oleh para Ketua sebelumnya,” kata dia.

“Saya selaku pribadi dan Ketua Persit KCK PD XII/Tpr menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Ny. Sudarmadi, Ny. Umi Haryadi dan Ny. Wulan Jama’ah atas pengabdian dan dedikasinya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab memajukan organisasi Persit KCK yang kita cintai,”.

Puluhan Orang Tersangka Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan

hamparan.info – Penegakkan hukum dengan sanksi pidana telah dilakukan Polda Kalbar untuk membuat jera pelaku pembakar lahan. “Jumlah kasus bertambah kembali sampai 30 Agustus 2018 sebanyak 26 Laporan Polisi, dengan 36 Tersangka (30 orang laki-laki dan 6 orang perempuan), 16 ditahan, 2 meninggal dunia di TKP terpapar asap dan Api, serta 18 tidak ditahan,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, saat menerima asistensi Kalemdikpol Polri Komisaris Jenderal Polisi Unggung Cahyono di Aula Tribrata Mapolda Kalbar.

Dia menjelaskan, sejak Pebruari awal, Polda Kalbar bersinergi dengan seluruh pihak, kegiatan Preemtif dan Preventif dilakukan bersama TNI, Instansi terkait dan pihak swasta. “Kita sudah tahu bahwa pada bulan Juni, Juli dan Agustus ini adalah musim kemarau, makanya kita awali dengan memberikan himbauan, sosialisasi, Focus Grup Discusion, membuat sekat-sekat kanal, membuat embung, membuat sumur, serta membuat latihan penanggulangan karhuta dalam bentuk simulasi dan sampai yang terakhir kita bersama keroyokan melakukan pemadaman titik-titik Api, “ kata Didi Haryono.

Pada kesempatan yang sama, seusai laporan yang disampaikan Kapolda Kalbar, Kalemdikpol Komisaris Jenderal Polisi Unggung Cahyono menilai secara umum sudah bagus. “Dari paparan tadi pak Kapolda, pak Karo Ops terkait kegiatan preemtif, preventif dan gakkum yang sudah dilakukan saya rasa sudah bagus, termasuk ada maklumatnya,” kata Unggung Cahyono.

Dalam kesempatan itu banyak hal yang disampaikan, salah satunya Kalemdikpol menekankan agar para Kasatwil lebih memberdayakan Polsek sebagai basis deteksi dengan mengoptimalkan empat pilar dalam mengelola kamtibmas, yakni mengedepankan para Bhabinkamtibmas yang tersebar di desa-desa begitu juga para Babinsa, Lurah/Kades dan unit Intelejen Pulbaket yang berada di wilayah kecamatan.

“Mereka berada ditengah masyarakat, yang melaksanakan kegiatan operasional kepolisian, “kata Unggung Cahyono.

Begitu juga dalam menanggulangi Kontijensi, perlu terkonsep dengan baik, apakah kontijensi sosial, apakah bencana alam, apakah itu terorisem sehingga kendali taktis berada di Kapolres dan kendali teknis pada Kapolda dengan harapan kegiatan operasi dapat berjalan dengan baik, begitu juga pertanggungjawaban administrasinya juga harus baik.

Karena saat ini Kalbar sudah tidak ada titik Api, Komjen Pol Drs Unggung Cahyono berpesan kepada para Kapolres agar dipertahankan. “Para kapolres alhamdulilah pada sore hari ini hotspotnya sudah zero, jadi sudah tidak ada lagi. Saya minta dipertahankan,” kata dia.

Ini Momen Paling Berharga dalam Pengembangan Karier

hamparan.info – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Achmad Suriyadi pimpin acara serah terima pejabat golongan IV Kodam XII/Tpr di Makodam XII/Tpr, Jalan Arteri Alianyang, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Sertijab di antaranya Inspektorat Kodam XII/Tpr dari Kolonel Inf Sudarmadi, kepada Kolonel Kav M. Zulkifli, Staf Ahli Pangdam XII/Tpr Bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Lingkungan Hidup dari Kolonel Inf Eugenius Tirak kepada Kolonel Arm Nursyamsudin, Asisten Personel Kasdam XII/Tpr dari Kolonel Inf Haryadi, kepada Kolonel Inf Apriadi Dirbas, Asisten Teritorial Kasdam XII/Tpr dari Kolonel Arh Jama’ah kepada Kolonel Inf Muhammad Asep Apandi.

Sedangkan Jabatan Kabalak Kodam XII/Tpr yang melaksanakan serah terima antara lain Kajasdam XII/Tpr dari Kolonel Inf Safrudin, kepada Letnan Kolonel Arm Heri Suprapto, Kakudam XII/Tpr dari Kolonel Cku Herry Haerudin, kepada Kolonel Cku Dede Yudhy Maulana, Kaajendam XII/Tpr dari Kolonel Caj Budiyono, kepada Kolonel Caj Dindin Rahmat Solahudin, dan Kababinminvedcaddam XII/Tpr dari Kolonel Inf Rudy Kasiman, kepada Letnan Kolonel Inf Monang Haris Parsaulian.

Panglima Kodam XII/Tpr, Mayjen TNI Achmad Supriyadi menjelaskan, pergantian pimpinan pada suatu organisasi harus dimaknai sebagai suatu kebutuhan dan sekaligus tuntutan untuk dapat menghadirkan organisasi tersebut sebagai organisasi yang berbasis pengetahuan (knowledge based organization),

“Ini menjadi momen yang paling berharga dalam pengembangan karier dengan beban tugas dan tanggung jawab yang bervariatif, sehingga kedepannya dapat memberikan pengabdian terbaik kepada Bangsa dan Negara,” kata Mayjen TNI Achmad Supriyadi.

Mayjen TNI Achmad Supriyadi berharap kepada pejabat baru, agar dapat memberikan motivasi untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik guna mendukung kemajuan Kodam XII/Tpr.

Mayjen TNI Achmad Supriyadi meyakini, dengan bekal pengalaman dalam mengemban berbagai tugas dan jabatan selama ini, semoga tidak akan mengalami kesulitan untuk melaksanakan dan melanjutkan pembinaan di satuan guna menghadapi tuntutan tugas yang semakin kompleks di masa mendatang.

“Kepada pejabat lama saya selaku pribadi dan atas nama komando menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab jabatannya selama ini yang penuh dedikasi”, kata Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Achmad Supriyadi.

Cara Pola Berladang Tanpa Membakar

hamparan.info – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mengapresiasi yang sudah dilakukan GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) wilayah Kalbar yang menerapkan cara berladang tanpa membakar, itu dibuktikan dengan para petani binaan di kawasan perkebunannya yang berhasil mengelola tanah gambut menjadi lahan pertanian yang subur dan menghasilkan berbagai sayuran dan buah-buahan yang segar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, seusai mendengar dua dari tiga pemapar perwakilan perusahaan sawit PT. Agro Lestari Mandiri – Sinarmas Group dan PT. BGA yang tergabung dalam GAPKI wilayah Kalbar. “lahan yang tadinya gambut yang dipenuhi pohon ilalang menjadi begitu subur, hamparan ladang sayuran dan buah-buahan terlihat segar semua,” kata dia.

“Personel Polda Kalbar siap membantu GAPKI dalam pelaksanaan pelatihan pertanian modern tanpa membakar, kita akan bantu agar kedepan tidak ada lagi petani yang membakar lahannya,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono.

Dia menjelaskan, perlu strategi khusus menanggulangi karhutla ini agar tidak menjadi bencana berulang, upaya pencegahan perlu diutamakan, lahan-lahan yang rawan terbakar sebelum kemarau harus dijaga dan dipatroli begitu juga kelengkapan alat pemadam digeser dekat lokasi rawan karhutla.

“Kami mengawasi 14 kabupaten/kota. 147.307 Km2 luas wilayah Kalbar. Luasan wilayah gambutnya seluas 1.680.000 hektare yang mudah terbakar dan sisanya lahan mineral,” kata dia.

Pada kesempatan rakor bersama GAPKI, hal senada disampaikan Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, yang mengusung konsep operasi sebagai solusi menanggulangi karhutla, dimana program dan rencana aksi harus disiapkan dengan matang dengan tujuan untuk merubah mindset masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan.

“Menitik beratkan membangun sistem pencegahan dini di wilayah rawan karhutla, dan merubah perilaku cara membuka lahan serta menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga hutan dan lahan dari bahaya kebakaran,” kata Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi.

Dia menjelaskan, juga perlu dibentuk satgas operasi gabungan ditingkat pusat dan daerah dalam satu garis komando agar operasi efektif dan efisien. Penempatan Pos-pos pantau dan pengawasan menjadi prioritas untuk mencegah usaha pembakaran oleh masyarakat lokal maupun pelaku bisnis dengan mempersempit ruang gerak dan peluang munculnya titik api, begitu juga pembangunan dan penyempurnaan Capacity Building seperti membangun Early Warning System, membuat pos pantau, jaringan komunikasi, kanal, embung dan logistik.

Sebagai informasi, jumlah kasus karhutla yang ditangani Polda Kalbar secara keseluruhan sampai dengan tanggal 28 Agustus 2018 sebanyak 20 Laporan Polisi, dengan 27 Tersangka (14 ditahan, 2 meninggal dunia di TKP terpapar asap dan Api, serta 11 tidak ditahan).

Nissan Memperluas Jaringan Dealer Baru di Bekasi, Jawa Barat

Darius Aprizar Syahputra, Direktur PT Mimosa Putra Abadi bersama Eiichi Koito, Presiden Direktur PT. Nissan Motor Indonesia meresmikan dealer terbarunya di Bekasi, Jawa Barat. (foto: Nissan Motor Indonesia )

hamparan.info – Nissan hari ini meresmikan dealer terbarunya di Bekasi, Jawa Barat. Peresmian tersebut merupakan bagian dari strategi pertumbuhan Nissan dalam rencana jangka menengah baru untuk Indonesia.

Dealer terbaru ini mengadopsi Nissan Retail Concept (NRC) yang menawarkan layanan bagi pelanggan dengan konsistensi pengalaman merek secara global.

Nissan-Datsun Bekasi Barat menawarkan beragam model kendaraan Nissan dan Datsun, termasuk New Nissan Terra dan Datsun GO live Special Version. Luas bangunan dealer ini mencapai 1.100 meter persegi, termasuk area penjualan dan bengkel dengan 10 area kerja.

Dealer ini di bawah manajemen PT Mimosa Putra Abadi (MPA), yang baru saja ditunjuk sebagai mitra dealer Nissan keenam di Indonesia.

“Peresmian dealer baru ini menunjukkan komitmen Nissan di Indonesia. Tempatnya menawarkan suasana hangat dan ramah dengan fasilitas modern. Kami ingin pelanggan merasa senang dan antusias ketika mengunjungi dealer kami—mulai dari mereka membeli kendaraan baru hingga mereka melakukan servis,” kata Presiden direktur PT Nissan Motor Indonesia, Eiichi Koito.

“Melalui dealer terbaru dengan desain Nissan Retail Concept yang nyaman ini, kami lebih percaya diri dan berkomitmen untuk membangun kepercayaan pelanggan yang lebih kuat untuk produk-produk Nissan dan Datsun,” ujar Darius Aprizar Syahputra, direktur PT Mimosa Putra Abadi.

Nissan terus mendorong inovasi dan memberi pengalaman yang mengesankan bagi pelanggan di Indonesia. Sebagai bagian dari Nissan Customer Power dan rencana jangka menengah perusahaan bertajuk Nissan M.O.V.E. 2022, seluruh dealer Nissan-Datsun akan diselaraskan dengan Nissan Retail Concept dan menawarkan lokasi yang nyaman bagi pelanggan untuk pembelian, pembiayaan dan perbaikan kendaraan Nissan dan Datsun mereka.

Konsep desain retail terbaru ini memperlihatkan perubahan di seluruh bidang – mulai dari penjualan, servis, hingga layanan finansial – guna memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan.

Nissan Retail Concept meliputi lima komponen pokok: logo ikonik “Red Nissan Tablet” pada pintu masuk showroom dan pilon yang menciptakan identitas brand Nissan yang kuat dan penuh semangat; warna merah pada “Nissan Drive” secara intuitif mengarahkan pelanggan terhadap pengalaman merek Nissan dan menciptakan pengalaman yang mengesankan; berbagai area konsultasi yang nyaman untuk memenuhi beragam kebutuhan pelanggan; lounge premium untuk memperkaya pengalaman pelanggan; serta tempat serah terima kendaraan yang eksklusif.

Dikuip dalam keterangan rersminta, saat ini terdapat 105 dealer Nissan-Datsun yang beroperasi di Indonesia. Semua dealer akan mengimplementasikan Nissan Retail Concept terbaru ini secara bertahap untuk meningkatkan seluruh aspek pengalaman pelanggan ketika mereka berada di seluruh dealer Nissan.

Nissan Datsun Bekasi Barat berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Km. 32 No. 27, RT/RW 005/016, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, 17144. Dealer Nissan-Datsun di Bekasi lainnya berlokasi di Cikarang, Siliwangi dan Harapan Indah.

Keuntungan Menggunakan Aplikasi Kasir Berbasis Cloud

hamparan.info-Para pebisnis atau pemilik bisnis yang baru mulai mungkin sudah mengerti bahwa tahun 2018 merupakan tahunnya teknologi. Hampir semua aktivitas yang berupa pengelolaan pesanan berupa menerima dan mencatat pesanan dari pelanggan bisa digantikan dengan aplikasi atau software kasir yang lebih mumpuni.

Dengan begitu, penggunaan alat bantu berupa kertas dan alat tulis lainnya untuk melakukan pencatatan pesanan atau mengelola keuangan di bisnis Anda dapat dikatakan agak ketinggalan.

Kehadiran berbagai aplikasi kasir berbasis cloud ini jelas mengungguli penggunaan alat tulis atau sistem pengelolaan pesanan secara manual karena berbagai keuntungan yang ditawarkannya. Dikutip dalam keterangan resminya, aplikasi seperti ini mengandalkan kecanggihan teknologi yang mengandalkan internet sebagai peladen utama untuk mengatur data dan informasi pelanggan. Teknologi ini pula yang memungkinkan penggunanya untuk menjalankan program melalui gawai dengan koneksi internet.

Adapun keuntungan lain yang Anda bisa dapatkan jika menggunakan aplikasi kasir berbasis Cloud:

1. Keamanan Data Terjamin
Anda tidak perlu khawatir jika Anda menyimpan informasi penting atau rahasia yang hanya boleh diketahui oleh pegawai internal usaha Anda. Semua data yang Anda masukkan akan disimpan melalui peladen dari penyedia layanan Cloud seperti jaminan ISO, jaminan platform teknologi, dan jaminan kerahasiaan. Ini juga berarti Anda bisa membuat akses informasi untuk pelanggan Anda secara transparan tanpa perlu khawatir informasi yang spesifik itu akan bocor diketahui pelanggan lain.

Tidak hanya itu, tipikalnya aplikasi kasir yang menjamin keamanan penggunanya akan meminta pengguna untuk masuk dengan akun yang sudah mereka buat atau akun yang telah disinkronisasikan dengan alamat surel mereka. Sehingga, data yang mereka sudah atau akan masukkan ke dalam akun aplikasi kasir mereka akan tersimpan dengan aman. Sementara itu, biasanya pula jika pengguna ingin melakukan perubahan penting terkait data atau informasi lainnya, aplikasi kasir akan meminta Anda memasukkan kata kunci akun Anda untuk benar-benar memastikan bahwa hanya Anda sebagai pemilik akun ini yang bisa melakukan perubahan tersebut.

2. Penyimpanan Data Terpusat
Keunggulan lain dari teknologi aplikasi kasir berbasis Cloud adalah mengizinkan pengguna untuk menyimpan data di satu peladen secara terpusat dan transparan. Penyimpanan ini berdasarkan pada penyedia layanan data cloud computing yang sudah terpasang secara otomatis di dalam aplikasi kasirnya. Ini membuat entri data yang ada di dalam cloud Anda tidak berpencar di peladen lain karena sudah tersinkronisasi secara real-time dengan peladen dari penyedia layanan yang sudah ada.

Tidak hanya itu, pengguna juga tak usah repot membuat infrastruktur seperti media penyimpanan/storage, data center, atau database board karena semua ini telah disediakan secara virtual. Jadi, jika Anda ingin memasukkan aset-aset berharga seperti ilustrasi visual, Anda cukup melacaknya di aplikasi kasir Anda karena media penyimpanan akan menyertakan aset tersebut di dalamnya tanpa perlu takut hilang atau tertukar dengan aset lainnya.

3. Skalabilitas dan Fleksibilitas Tinggi
Inilah keuntungan yang cukup unggul di antara yang lainnya. Dengan aplikasi kasir berbasis Cloud, Anda bisa memantau data-data di bisnis Anda yang masuk dan keluar secara real-time. Anda hanya perlu koneksi internet yang stabil, Anda bisa mengecek apa yang telah terjadi pada bisnis Anda di mana saja dan kapan saja. Entah itu memantau aliran dana dan transaksi pembayaran atau melakukan analisis untuk data penjualan dengan lebih menyeluruh.

Mengutip pakar IT termasyhur, Steve Jobs, membeli penyimpan memori fisik seperti harddisk merupakan hal yang sia-sia jika data bisa disimpan secara virtual atau melalui internet. Ini menunjukkan bahwa digital native atau masyarakat yang hidup dalam zaman teknologi sudah seharusnya menyesuaikan diri dengan ikut berkembang dengan kemajuan teknologi. Penyesuaian diri para pebisnis terhadap teknologi tentu akan berdampak pada kemajuan bisnisnya sendiri dengan lebih strategis.

4. Investasi Jangka Panjang
Dengan aplikasi kasir berbasis Cloud, tentu Anda tidak perlu membeli perangkat keras lainnya seperti harddisk (menyimpan memori) dan infrastruktur (membuat pusat data atau dasbor). Selain itu, bagi Anda pengguna kasir manual, Anda tidak perlu menghabiskan uang Anda untuk alat tulis. Tenaga Anda juga tidak habis terbuang dengan mencatat transaksi pembayaran atau laporan penjualan dengan membuat, misalnya, sheet khusus di Microsoft Excel atau Google Spreadsheet. Semua template yang Anda butuhkan sudah tersedia di aplikasi kasir berbasis Cloud.

Penghematan biaya juga akan berkurang karena pengguna akan dikenakan biaya kompensasi rutin per bulan sesuai dengan paket layanan yang telah disepakati dengan penyedia layanan Cloud Computing. Biaya royalti atas lisensi software juga bisa dikurangi karena semua telah dijalankan lewat komputasi berbasis Cloud. Penerapan Cloud Computing telah dilakukan oleh beberapa perusahaan IT ternama dunia seperti Google berupa Google Drive, IBM lewat Blue Cord Initiative, dan Microsoft melalui Windows Azure. Di kancah nasional sendiri penerapan teknologi Cloud bisa Anda lihat di Point of Sale atau aplikasi kasir.

Satu dari banyaknya perusahaan yang mengembangkan produk aplikasi kasirnya dengan sistem Cloud adalah Moka. Metode kinerja Point of Sale (POS) ini adalah dengan mendistribusikan data penjualan toko retail, FnB, dan service yang telah diinput oleh kasir ke pemilik toko melalui internet. Semuanya bisa diakses dari mana saja dan kapan saja secara real-time.

Nah, sekarang Anda telah mengetahui berbagai keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika Anda menggunakan aplikasi kasir berbasis Cloud. Apakah Anda ingin mengganti kasir Anda dengan aplikasi kasir berbasis Cloud yang mampu membuat bisnis Anda lebih berkembang?

Selamat mencoba!

Mempawah Mangrove Festival 2018 Ajak Selamatkan Perisai Hijau Kalbar

peserta diajak bersih sampah di area hutan mangrove serta pemutaran film edukasi mengenai pentingnya habitat mangrove. (foto: WWF Indonesia)

hamparan.info-Kelompok masyarakat yang bergerak di bidang konservasi mangrove, Mempawah Mangrove Conservation (MMC) menggelar Mempawah Mangrove Festival (MMF) 2018 pada 25-28 Agustus di kawasan Mempawah Mangrove Park (MMP), Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

MMF dihelat untuk menyuarakan penyelamatan hutan mangrove ke berbagai lini, serta menjadi ajang edukasi dan kampanye kesadaran lingkungan wilayah pesisir. Agenda ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi komunitas peduli mangrove untuk berkumpul dan berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Selain itu, kesempatan ini juga digunakan sebagai ajang promosi pariwisata Mempawah yang menjadi bagian dalam inisiasi kawasan “Perisai Hijau” Pesisir Utara Kalimantan Barat. Sebuah kawasan yang membentang sepanjang 193 kilometer dari Kota Pontianak hingga pengujung perbatasan Paloh, Kabupaten Sambas.

Istilah “Perisai Hijau” merupakan sebuah gerakan bersama penanaman kembali di lokasi-lokasi rawan abrasi. Ada pula peningkatan kapasitas kelompok lokal dalam pengembangan kawasan menjadi pusat edukasi dan ekowisata berbasis mengrove. Muaranya dapat memberikan dampak ekonomi ke masyarakat sekitar kawasan.

Inisiatif ini bermula pada penanaman mangrove di Desa Karimunting 2009 hingga akhirnya menyebar di banyak lokasi. Termasuk MMP dan Kawasan Mangrove Setapuk Besar yang dikelola Kelompok Surya Perdana Mandiri, Singkawang.
Pembukaan MMF pada 25 Agustus 2018 di halaman Makam Pahlawan Mempawah dihadiri berbagai pihak.

Mereka adalah Pemerintah Kabupaten Mempawah, BPSPL Pontianak, Disporapar Kalbar, FOSSI, Bank BRI, Bank Indonesia, Indofood, WWF-Indonesia, Kelompok SPM, kelompok ibu-ibu penggiat mangrove dari Bakau Besar, Pokmas Pelesir Sengkubang, Universitas Nahdlatul Ulama, Universitas Tanjungpura, dan berbagai komunitas penggiat mangrove di Pesisir Utara Kalbar.

Rangkaian MMF ini juga diisi kegiatan Joint Summer Program (JSP), berkolaborasi dengan International Office Universitas Tanjungpura.

JSP melibatkan mahasiswa dari berbagai negara, seperti National Taitung University (Taiwan), Universitas Brunei Darussalam, Kochi University (Jepang), Universiti Malaysia Sarawak, Universiti Putra Malaysia, Universitas Tanjungpura, Politeknik Negeri Pontianak, dan Universitas Muhammadiyah Pontianak.
Dalam sambutannya, Ketua MMC Raja Fajar Azansyah menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung MMF 2018. Dia berharap upaya pelestarian mangrove di pesisir utara kian membaik.

“Semoga perisai hijau yang dapat melindungi kawasan pesisir utara Kalbar semakin luas, dan kesadaran semua pihak dalam pelestarian dan penyelamatan mangrove turut meningkat. Sehingga apa yang kita cita-citakan, ekosistem mangrove di pesisir utara sebagai penunjang kehidupan masyarakat dapat tercapai,” ucapnya.

Selepas pembukaan, dilanjutkan dengan sarasehan antar mahasiswa bersama Forum Penggiat Mangrove Pesisir Utara di Rumah Baca MMP. Mengangkat tema diskusi seputar kegiatan restorasi mangrove yang telah dilakukan sejak tahun 2009 hingga saat ini.

Program Manajer Kalimantan Barat WWF Indonesia Albertus Tjiu dalam kesempatannya sebagai moderator sarasehan, memaparkan bagaimana upaya yang dilakukan WWF sejak tahun 2009 dalam menginisiasi Perisai Hijau Kalbar, dengan melibatkan kelompok mitra dan mendorong peran para pihak.

“Secara perlahan, sejak penanaman digiatkan oleh banyak pihak, kawasan pesisir yang sudah rusak mulai kembali pulih. Bahkan ada dua kelompok yang sudah dapat mengembangkan kawasan menjadi pusat edukasi dan ekowisata berbasis mangrove, yaitu MMC dan SPM. Hingga saat ini, lebih dari 200 hektar kawasan pesisir utara Kalbar telah tertanami, dan gerakan ini akan terus dilanjutkan untuk mencapai Perisai Hijau Pesisir Utara Kalimantan Barat,” ujar Albertus, dikutip dalam keterangan rersminya.

Selain sarasehan, panitia MMF juga melakukan penanaman mangrove pada 26 Agustus lalu. Mereka melibatkan 300 peserta dari berbagai forum penggiat mangrove, siswa-siswi di Mempawah, peserta JSP, komunitas Earth Hour Pontianak dan WWF. Sebanyak 5.000 bibit mangrove berhasil ditanam di sekitar kawasan MMP.

Selanjutnya, rangkaian acara diisi dengan berbagai ragam perlombaan yang melibatkan masyarakat dan pelajar. Untuk lebih memeriahkan festival, MMC juga mengadakan pentas seni hiburan untuk pengunjung yang hadir selama acara. Panggung kecil dengan berbagai kreasi hiasan memanfaatkan bahan sisa dari alam semakin menyemarakkan MMF.

Hal yang tak kalah menarik adalah peserta diajak bersih sampah di area hutan mangrove serta pemutaran film edukasi mengenai pentingnya habitat mangrove.

Ini Sosialisasi Pencarian dan Pertolongan

hamparan.info – Tim dari Direktorat Pengerahan Ditjen Strahan Kemenhan Republik Indonesia melaksanakan sosialisasi Permenhan No. 53 Tahun 2016 tentang Pedoman Pelibatan TNI dalam rangka pencarian dan pertolongan di Aula Sudirman Rindam XII/Tpr

Sosialisasi tersebut dipimpin langsung oleh ketua tim dari Direktorat Pengerahan Ditjen Strahan Kemenhan Republik Indonesia Kolonel Czi H.D Hutabarat dan Komandan Rindam XII/Tpr Kolonel Inf Martin Susilo M. Turnip. Sedangkan narasumber atau pemberi materi sosialisasi adalah Letkol Inf M. Agus.Sjaroni.

Kegiatan sosialisasi ini dimulai pada pukul 08.00 WIB dan diikuti sebanyak kurang lebih 150 orang Prajurit dan ASN Rindam XII/Tpr serta 10 orang dari SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Singkawang.

Adapun maksud pelibatan TNI dalam rangka pencarian dan pertolongan merupakan operasi pelibatan TNI, sebagai bagian dari unsur Badan Pencarian dan Pertolongan pada operasi Pencarian dan Pertolongan akibat kecelakaan, bencana serta kondisi membahayakan manusia yang terjadi di dalam negeri maupun di luar negeri. Dengan tujuan setiap penyelenggaraan operasi tersebut diatas harus memiliki rumusan, tujuan dan sasaran yang jelas, sehingga tidak menimbulkan keraguan dalam pencapaian tugas pokok serta dapat mencegah dan mengurangi bertambahnya korban jiwa dalam kecelakaan dan bencana.

Dalam penyelenggaraan pelibatan TNI ini berprinsip pada koordinasi, fleksibel, kecepatan dan ketepatan serta non diskriminatif. Dalam pengerahan pelibatan TNI pada operasi ini dilaksanakan atas permintaan dari dan kondisi khusus sesuai prosedur semestinya.

Panglima Kodam XII/Tpr, Pimpin Langsung Atasi Karhutla di Kalbar

hamparan.info – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, mengatakan langsung di tempat lahan yang sedang terbakar, bahwa sumber asap yang menyelimuti Kota Pontianak dan sekitarnya adalah berasal dari daerah Dusun Sido Mulya, Desa Limbung, tepatnya di belakang Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Pasukan dari Kodam XII/Tpr. “Saya pimpin langsung di lapangan sekarang ini, akan berusaha meminimalisir seluruh asap-asap yang ditimbulkan oleh Karhutla ini sehingga masyarakat dapat menjalankan aktifitasnya dan dapat bernafas dengan lega,” tegas Panglima Kodam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, Sabtu (25/8/2018).

Selain itu, Panglima Kodam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, menyatakan, kabut asap yang merupakan dampak dari bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sampai saat ini terbilang sangat luar biasa dan cukup luas, sehingga menyebabkan lumpuhnya beberapa aktifitas masyarakat dan juga jalur penerbangan di Bandara Internasional Supadio.

Sementara untuk titik api (hotspot) di wilayah itu (Dusun Sido Mulyo) saat ini sudah tidak ada lagi, namun asap yang dihasilkan bekas kebakaran hutan dan lahan ini besar sekali. Untuk itu kepada para Komandan Satuan agar bekas-bekas kebakaran dituntaskan hari ini dan memaksimalkan water bombing.

“Titik api sudah tidak ada, tapi bekas-bekas kebakaran yang menyebabkan tebalnya asap ini harus kita (Kodam XII/Tpr) selesaikan hari ini,” kata Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi.

Ribuan Masker Dibagikan

hamparan.info – Kabut asap akibat Karhutla yang menyelimuti kawasan Pontianak dan Kubu Raya di wilayah Kalimantan Barat berdampak buruk bagi kesehatan khususnya balita dan anak anak yg rentan dan mudah terkena penyakit gaguan saluran pernafasan atau ISPA.

Hal ini membuat Ketua Persit KCK Daerah XII/Tanjungpura dan jajaran peduli membagikan 2000 masker bagi pengguna kendaraan yang melintas di Bundaran Degulis, Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak, Jumat (24/8/2018).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak buruk kabut asap bagi kesehatan, karena minimnya masyarakat yg menggunakan masker saat berpergian keluar khususnya bagi penggendara sepeda motor.

Di tempat yang sama, pagi jumat (24,8,2018) sebelumnya jajaran persit juga membagi bagi selembaran tentang Peraturan Walikota (Perwa) Undang-undang No. 33 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup terutama larangan membakar lahan. dengan isi tentang jerat hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan yakni pasal 69 Ayat (1) hurup h yang berbunyi Setiap orang dilarang melakukan pembukaan lahan dangan cara membakar dan pasal 108 yaitu Setiap orang yang melakukan pembakaran lahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 69 ayat (1) hurup h, dipidana dengan penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit tiga milyar rupiah dan paling banyak sepuluh milyar rupiah.