Jelang Lebaran, Ini Dilakukan Polda Kalbar

0

hamparan.info – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, menyebut belajar dari pengalaman, perayaan hari raya keagamaan selalu diiringi dengan meningkatnya gangguan keamanan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas. Selain itu, gangguan terhadap ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

“Ini disebabkan adanya peningkatan aktivitas masyarakat baik dari aspek sosial, ekonomi, budaya serta pariwisata,” kata Didi Haryono, dalam rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri tahun 2018 di Mapolda Kalbar, Jalan Ahmad Yani No.1 Kota Pontianak, Senin, 4 Juni 2018.

Berdasarkan analisis data Biro Operasi Polda Kalbar, setiap menjelang, pada saat, dan pasca Lebaran angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas cenderung meningkat cukup tinggi. Secara umum saat ini situasi Kamtibmas Kalbar relatif kondusif.

“Adanya dampak beberapa minggu lalu di beberapa wilayah Indonesia tidak terjadi di wilayah kita. Namun kita semua tidak boleh under estimate harus over estimate, antisipasi segala bentuk kerawanan terkecil mulai dari tingkat rt, desa hingga daerah,” kata dia.

Untuk itu, guna menekan jumlah gangguan Kamtibmas termasuk pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta meningkatnya kejahatan konvensional menjelang perayaan idul fitri nanti, jenderal bintang dua itu telah menginstruksikan seluruh satker dan polres jajaran untuk menginventarisasi kembali daerah-daerah yang tergolong memiliki potensi dan ambang gangguan yang tinggi, untuk kemudian dijadikan sasaran dalam operasi.

“Demikian juga kepada instansi terkait, sesuai dengan bidang tugasnya, mulai dari sekarang diharapkan telah mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang mungkin akan timbul disertai upaya-upaya pemecahan masalahnya,” ucapnya.

Dia berkata, yang perlu mendapat atensi serta antisipasi juga adalah meningkatnya arus orang maupun barang serta langkah-langkah yang dilakukan baik dalam bentuk penambahan armada maupun kearifan lokal dari pihak yang berwenang. Begitu pun di sepanjang jalan Pontianak – Sanggau – Sintang – Kapuas Hulu maupun Pontianak – Singkawang – Sambas

“Diharapkan tersedia paramedis dari puskesmas yang stand by selama 1×24 jam, untuk membantu masyakarat yang membutuhkan pertolongan medis selama perjalanan mudik maupun balik,” ujarnya.

Masalah lain yang perlu mendapat atensi dari Polda Kalbar adalah kemungkinan adanya kenaikan tarif angkutan secara sepihak oleh pengusaha angkutan umum. Serta pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat jangan sampai terjadi inflansi ekonomi akibat kenaikan bahan pokok yang berpotensi menimbulkan konflik, satgas pangan yang sudah dibentuk harus lebih pro-aktif dalam mengawasi proses distribusi dan jual beli.

“Dalam waktu dekat, yaitu h-8 lebaran, jajaran polda kalbar akan melaksanakan operasi kewilayahan kendali pusat selama 16 hari dengan mengedepankan kegiatan pre-emtif, preventif serta penegakkan hukum,” ucapnya mengingatkan.

Dia menjelaskan, kegiatan tersebut tentunya tidak hanya dilakukan kepolisian saja, semua akan pro-aktif dan melibatkan berbagai instansi pemerintah serta pemangku kepentingan. Tujuanya jelas, agar operasi kewilayahan kendali pusat dengan sandi Operasi Ketupat Kapuas 2018 yang melibatkan banyak pihak ini dapat berjalan sukses, tentunya perlu pengaturan mekanisme komando dan pengendaliannya serta pembagian tugas yang jelas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here