Ratusan Warga Ditangkap Polisi, Akibat Apa?

0

hamparan.info – Pertambangan Tanpa Ijin (PETI) disikat habis dalam operasi kepolisian ke wilayahan PETI Kapuas 2018. Kelompok-kelompok penambang berhasil ditindak dan diamankan Polda Kalbar.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono menjelaskan, penambangan emas ilegal ini memang menjadi momok dari sejak dulu. Sebab, telah nyata menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, ekosistem dan kesehatan manusia baik jangka pendek maupun jangka panjang.

“Ini harus dicegah dan ditanggulangi bersama. Hidup ini pilihan, maka hiduplah dengan pola-pola menyehatkan dalam lingkungan yang sehat, sehingga terlahir generasi yang unggul dan mampu bersaing,” kata dia.

Dia menjelaskan, para penambang emas ini sudah ditertibkan. Akan tetapi, mereka diiming-imingi oleh cukong dan penadah, mereka sudah terhenti.

“Namun tetap kita awasi jangan sampai tumbuh penambang baru, dan tidak sedikit ada perlawanan dan unjuk rasa dari pekerja yang mengharapkan penambangan ini di legalkan.Hukum kita tegakkan, komitmen Polda Kalbar sudah jelas Zero Illegal dan Zero Tolerance,” katanya.

“Bukan pekerja lapangan dan pendulang saja yang akan diproses, tetapi pengusaha, penampung dan pemodal yang membeli hasil tambang kita proses juga, “ kata dia, dalam pers rilis di di Mapolda Kalbar, Rabu (2/5/2018).

Dia menjelaskan, dalam 14 hari kegiatan operasi PETI kali ini Dirreskrimsus Polda Kalbar, Kombes Pol Mahyudi Nazriansyah dan para Kapolres jajaran telah berhasil mengamankan 96 lokasi tambang emas tanpa ijin di kalbar, dan diproses penyidikan sebanyak 230 orang penambang ditetapkan sebagai tersangka, saat ini mereka menjalani proses hukum.

Kegiatan penambangan emas tanpa ijin ini sudah mereka dilakukan selama bertahun-tahun dan berpindah-pindah tempat untuk menghindari kejaran petugas di lapangan. Dimana perhari dapat menghasilkan emas sebanyak 5 sampai 6 gram perhari permasing-masing kelompok dan kemudian dijual kepada pengepul seharga 380.000,-/gram.

Barang-bukti yang berhasil diamankan:
1. 48 unit mesin dompeng
2. 22 buah alat dulang
3. 11 buah cangkul
4. 89 buah karpet
5. 4 buah pipa spiral
6. 21 buah drum
7. 2 botol kecil cairan merkuri
8. 21 unit mesin pompa air
9. 26 buah selang
10. 1 buah sekop
11. 5 buah palu
12. 6 unit mesin diesel 30 Hp tianli
13. 56 buah pipa paralon
14. 37 buah selang spiral
15. 1 buah gerinda
16. 2 buah senter kepala
17. 11 buah ken
18. 2 buah karung
19. 5 buah selang lipat
20. 1 unit mesin pom pasir
21. 1 ken bensin
22. 2 buah besi cabang tiga gabang
23. Lumpur emas setengah drigen
24. Biji emas sebesar biji kacang hijau
25. 1 buah selang pembuang
26. 20 buah keset
27. 6 buah starter engkolan
28. 37,5 liter solar
29. 25 buah fanbel
30. 7 buah kain dusa/kian
31. 9 buah potongan drum
32. 1 unit mesin diesel 30 Hp Weko
33. 9 unit mesin pompa air Ns 50
34. 3 buah potongan kian hitam
35. 1 unit mesin diesel 20 Hp merk Jp
36. 9 unit diesel 25 Hp merk Tianli warna biru
37. 1 unit mesin jet pump merk Fujuada wrna biru
38. 2 unit msn jet pump kecil merk Ns 50 wr
39. 2 set terminal listrik
40. 2 buah pecahan batu hasil penambangan
41. 2 buah tabung gelondong
42. Pasir hasil penambangan
43. 1 buah kipas pom air
44. 1 unit kompresor
45. 2 buah gastong
46. 4 buah pipa besi
47. 1 unit mesin merk weko
48. 3 karung batu puyak
49. 2 bak penampungan material
50. 13 unit pump sedot
51. 10 unit jet pump air
52. 2 buah pipa mata jek panjang 1 M
53. 1 buah pipa spiral warna biru 5 inc pjg 5M
54. 10 set alat penambangan
55. 7 ken solar
56. 1 set pekakas mesin
57. 5 buah selang tem
58. 5 buah jari-jari
59. 2 buah selang transit
60. 3 unit jack hammer
61. 2 buah blower oksigen
62. 2 unit blower sepuh
63. 2 set mesin dynamo listrik
64. 6 buah besi
65. 3 buah keong penyedot
66. 6 buah mata bor
67. 3 botol air raksa
68. 2 kg tali kilas
69. 1 buah selang 2 inc
70. Hasil dulang campur pasir
71. 4 buah linggis
72. 1 buah selang gab

“Terhadap pelaku diterapkan Undang – Undang No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara dengan ancaman pidana 10 tahun dan denda Rp 10 miliar,” kata dia.

Untuk diketahui, dalam kegiatan pers rilis ini turut hadir Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalbar, Ansfridus J Anjioe, Kadis Kesehatan Lingkungan Hidup Provinsi Kalbar Dr Andy Jap, dan Kadis PRKPLH Provinsi Kalbar, Adi Yani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here